• Tidak ada hasil yang ditemukan

01 RPP Peluang Majemuk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "01 RPP Peluang Majemuk"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAPEMBELAJARANN (RPP)

(RPP)

Satuan Pendidikan

Satuan Pendidikan : SMA Negeri ...: SMA Negeri ... Mata Pelajaran

Mata Pelajaran : : MatematikaMatematika Kelas/Semester

Kelas/Semester : XII/Ganjil: XII/Ganjil Materi Pokok

Materi Pokok : Peluang Majemuk: Peluang Majemuk Alokasi Waktu

Alokasi Waktu : 6: 6

×

×

45 Menit (3 Pertemuan)45 Menit (3 Pertemuan)

A.

A. Kompetensi IntiKompetensi Inti KI.

KI. 1 1 Menghayati Menghayati dan dan mengamalkan mengamalkan ajaran ajaran agama agama yang yang dianutnyadianutnya KI.

KI. 2 2 Menghayati Menghayati dan dan mengamalkan mengamalkan perilaku perilaku jujur, jujur, disiplin, disiplin, tanggungjawab, tanggungjawab, pedulipeduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI.

KI. 3 3 Memahami, Memahami, menerapkan, menerapkan, dan dan menganalisis menganalisis pengetahuan pengetahuan faktual, faktual, konseptual,konseptual,  prosedural,

 prosedural, dan dan metakognitif metakognitif berdasarkan berdasarkan rasa rasa ingin ingin tahunya tahunya tentang tentang ilmuilmu  pengetahuan,

 pengetahuan, teknologi, teknologi, seni, seni, budaya, budaya, dan dan humaniora humaniora dengan dengan wawasanwawasan kemanusiaan,

kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, kebangsaan, kenegaraan, dan dan peradaban peradaban terkait terkait penyebabpenyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

masalah. KI.

KI. 4 4 Mengolah, Mengolah, menalar, menalar, dan dan menyaji menyaji dalam dalam ranah ranah konkret konkret dan dan ranah ranah abstrak abstrak terkaitterkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,  bertindak sec

 bertindak secara ara efektif efektif dan kreatif, dan kreatif, serta serta mampu mampu menggunakan metoda menggunakan metoda sesuaisesuai kaidah keilmuan

kaidah keilmuan

B.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian KompetensiKompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi  No

 No Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian KompetensiIndikator Pencapaian Kompetensi 1.

1. 3.43.4 Mendeskripsikan Mendeskripsikan dandan menentukan peluang menentukan peluang kejadian majemuk kejadian majemuk (peluang kejadian-(peluang kejadian-kejadian saling bebas, kejadian saling bebas, saling lepas, dan saling lepas, dan kejadian bersyarat) kejadian bersyarat) suatu percobaan acak suatu percobaan acak

3.4.1

3.4.1 Memberikan contoh dan bukan contohMemberikan contoh dan bukan contoh tentang kejadian tunggal dan kejadian tentang kejadian tunggal dan kejadian majemuk

majemuk 3.4.2

3.4.2 Mengidentifikasi kejadian bersyarat danMengidentifikasi kejadian bersyarat dan kejadian saling bebas suatu percobaan kejadian saling bebas suatu percobaan acak

acak 3.4.3

3.4.3 Menentukan peluang kejadian bersyaratMenentukan peluang kejadian bersyarat suatu percobaan acak

suatu percobaan acak 3.4.4

3.4.4 Menentukan peluang kejadian majemukMenentukan peluang kejadian majemuk yang saling bebas

(2)

3.4.5

3.4.5 Mengidentifikasi kejadian majemuk yangMengidentifikasi kejadian majemuk yang saling lepas

saling lepas 3.4.6

3.4.6 Menentukan peluang suatu kejadianMenentukan peluang suatu kejadian majemuk yang saling lepas

majemuk yang saling lepas 2.

2. 4.44.4 Menyelesaikan masalahMenyelesaikan masalah yang berkaitan dengan yang berkaitan dengan  peluang

 peluang kejadiankejadian majemuk (peluang, majemuk (peluang, kejadian-kejadian saling kejadian-kejadian saling  bebas,

 bebas, saling saling lepas, lepas, dandan kejadian bersyarat)

kejadian bersyarat)

4.4.1

4.4.1 Menentukan penyelesaian masalah yangMenentukan penyelesaian masalah yang  berkaitan

 berkaitan dengan dengan peluang peluang suatu suatu kejadiankejadian majemuk yang saling bebas

majemuk yang saling bebas 4.4.2

4.4.2 Menentukan penyelesaian masalah yangMenentukan penyelesaian masalah yang  berkaitan

 berkaitan dengan dengan peluang peluang suatu suatu kejadiankejadian majemuk yang saling lepas

majemuk yang saling lepas

C.

C. Tujuan PembelajaranTujuan Pembelajaran Pertemuan 1

Pertemuan 1 3.4.1.1

3.4.1.1 Diberikan suatu permasalahan tentang kejadian tunggal dan kejadianDiberikan suatu permasalahan tentang kejadian tunggal dan kejadian majemuk sebagai himpunan bagian dari ruang sampel, siswa dapat majemuk sebagai himpunan bagian dari ruang sampel, siswa dapat membedakan kejadian tunggal dan kejadian majemuk 

membedakan kejadian tunggal dan kejadian majemuk  3.4.1.2

3.4.1.2 Siswa dapat memberikan contoh kejadian tunggal dan kejadian majemuk,Siswa dapat memberikan contoh kejadian tunggal dan kejadian majemuk, setelah dapat membedakan kejadian tunggal dan kejadian majemuk 

setelah dapat membedakan kejadian tunggal dan kejadian majemuk  Pertemuan 2

Pertemuan 2 3.4.2.1

3.4.2.1 Diberikan suatu permasalahan tentang Diberikan suatu permasalahan tentang kejadian majemuk, siswa dapatkejadian majemuk, siswa dapat mengidentifikasi kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas

mengidentifikasi kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas

3.4.3.1 Siswa dapat menentukan peluang suatu kejadian bersyarat setelah 3.4.3.1 Siswa dapat menentukan peluang suatu kejadian bersyarat setelah

mengidentifikasi kejadian majemuk dari percobaan acak mengidentifikasi kejadian majemuk dari percobaan acak 3.4.4.1

3.4.4.1 Siswa dapat meneSiswa dapat menentukan peluang ntukan peluang dua kejadian ydua kejadian yang saling ang saling bebas setelahbebas setelah menentukan peluang suatu kejadian bersyarat

menentukan peluang suatu kejadian bersyarat 4.4.1.1

4.4.1.1 Siswa dapat memodSiswa dapat memodelkan masalah yang elkan masalah yang berkaitan dengan pberkaitan dengan peluang suatueluang suatu kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas

kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas 4.4.1.2

4.4.1.2 Siswa dapat Siswa dapat menyelesaikan masalah ymenyelesaikan masalah yang berkaitan ang berkaitan dengan pdengan peluang suatueluang suatu kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas

kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas 4.4.1.3

4.4.1.3 Siswa dapat mengSiswa dapat menginterpretasikan penyelesaian masalah yang interpretasikan penyelesaian masalah yang berkaitanberkaitan dengan peluang suatu kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas dengan peluang suatu kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas Pertemuan 3

Pertemuan 3 3.4.5.1

3.4.5.1 Diberikan suatu permasalahan tentang Diberikan suatu permasalahan tentang kejadian majemuk, siswa dapatkejadian majemuk, siswa dapat membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang saling lepas

(3)

3.4.5.2 Setelah dapat membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang saling lepas, siswa dapat memberikan contoh dua kejadian yang tidak saling lepas

3.4.5.3 Setelah dapat membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang saling lepas, siswa dapat memberikan contoh dua kejadian yang saling lepas

3.4.6.1 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas setelah mengidentifikasi dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang saling lepas

3.4.6.2 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian saling lepas setelah dapat menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas

3.4.6.1 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas setelah mengidentifikasi dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang saling lepas

3.4.6.2 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian saling lepas setelah dapat menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas

4.4.2.1 Siswa dapat memodelkan masalah yang berkaitan dengan peluang dua kejadian yang saling lepas

4.4.2.2 Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang dua kejadian yang saling lepas

4.4.2.3 Siswa dapat menginterpretasikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan peluang dua kejadian yang saling lepas

D. Materi Pembelajaran

PELUANG KEJADIAN MAJEMUK 1. Kejadian Sederhana/Elementer

Kejadian sederhana adalah kejadian yang mempunyai satu kemungkinan hasil. Contoh:

kejadian terambilnya sebuah kartu as kriting dari kartu bridge atau kartu remi 2. Kejadian Majemuk

Definisi :

Kejadian majemuk dibentuk dari dua atau lebih kejadian tunggal yang dioperasikan menjadi satu kejadian baru. Operasi yang dimaksud adalah operasi antar himpunan yaitu:

(4)

Operasi irisan (intersection), dilambangkan dengan  Contoh:

a. Kejadian terambilnya sebuah kartu as dan sebuah kartu raja  b. Kejadian terambilnya sebuah kartu as atau sebuah kartu raja

c. Kejadian terambilnya sebuah kartu as atau sebuah kartu wajik d.

Terambilnya dua bola merah dan satu bola putih pada pengambilan tiga bola sekaligus dalam sebuah kotak yang terisi enam bola merah dan empat bola putih.

3. Peluang Kejadian Bersyarat

Kejadian A terjadi jika diketahui kejadian B telah terjadi ditulis A|B. Sebaliknya, kejadian B terjadi jika diketahui kejadian A telah terjadi ditulis B|A. Kejadian tersebut merupakan kejadian bersyarat.

Proses terbentuknya kejadian bersyarat A|B diperlihatkan dengan diagram Venn  pada gambar berikut.

Ruang Sampel Semula Ruang Sampel yang Baru Kejadian Bersyarat A|B

Peluang kejadian A jika diketahui kejadian B telah terjadi dinyatakan dengan

 |

 dan ditentukan oleh aturan:

 | =

  ∩ 



,  > 0

Peluang kejadian B jika diketahui kejadian A telah terjadi dinyatakan dengan

|

 dan ditentukan oleh aturan:

| =

  ∩ 

 

,   > 0

S B A B A B

  ∩ 

 |

(5)

4. Peluang Dua Kejadian Saling Bebas

Kejadian A dan kejadian B disebut dua kejadian yang tidak saling bebas jika terjadinya kejadian A mempengaruhi peluang terjadinya kejadian B dinyatakan dengan  P B A

   

|  P B atau sebaliknya kejadian B mempengaruhi peluang terjadinya kejadian A  P A B

   

|  P A .

5. Peluang Dua Kejadian Saling Bebas

Kejadian A dan kejadian B disebut dua kejadian yang saling bebas jika terjadinya kejadian A tidak mempengaruhi peluang terjadinya kejadian B atau sebaliknya kejadian B tidak mempengaruhi peluang terjadinya kejadian A.

Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang saling bebas jika dan hanya jika

   

|

 P B A P B dan

   

|

 P A B P A

Jika tidak demikian, kejadian A dan kejadian B tidak bebas

6. Contoh kejadian saling bebas antara lain:

a. Kejadian munculnya gambar pada koin dan munculnya bilangan genap pada dadu saat koin dan dadu dilambungkan bersamaan satu kali.

 b. Kejadian terambilnya kartu As pada pengambilan pertama dan kartu Sekop pada  pengambilan kedua saat mengambil 2 kartu satu persatu dengan pengembalian

dari 1 set kartu bridge.

c. Kejadian terambilnya bola berwarna merah pada pengambilan pertama dan bola  berwarna merah pada pengambilan kedua saat mengambil dua bola satu persatu

dengan pengembalian dari dalam kotak.

Peluang terjadinya kejadian A dan B yang tidak saling bebas (dependent events) adalah

  ∩  =  | × 

 atau

  ∩  = | ×  

Peluang terjadinya kejadian A dan B yang saling bebas adalah

 

( ) ( )

(6)

7. Menentukan nilai peluang dua kejadian yang saling bebas

Dalam sebuah kantong terdapat sepuluh kelereng yang terdiri dari 6 kelereng merah dan 4 kelereng putih, diambil dua kelereng satu persatu dengan pengambilan. Berapa  peluang terambilnya kedua-duanya kelereng putih ?

Jawab:

Jika A kejadian terambilnya kelereng putih pada pengambilan pertama maka P(A) =

10 4

.

Jika B kejadian terambilnya kelereng putih pada pengambilan kedua maka P(B) = 4 10 . Jadi, peluang terambilnya kedua-duanya kelereng putih adalah

P(A B) = P(A) x P(B) = 10 4  x 4 10 = 16 4 100 25 

8. Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Tidak Saling Lepas

Dua kejadian A dan B disebut kejadian yang tidak saling lepas ( non mutually exclusive events) apabila kejadian A dan B mungkin terjadi bersama.

Contoh:

Kejadian munculnya mata dadu tiga atau mata dadu bilangan ganjil saat sebuah dadu dilambungkan sekali.

Jawab:

Dimisalkan kejadian A adalah kejadian munculnya mata dadu lebih dari tiga, kejadian B adalah kejadian munculnya mata dadu bilangan ganjil.

Gambar 1. Diagram Venn Gabungan Dua Kejadian Tidak Saling Lepas Dari diagram tersebut, himpunan A dan himpunan B mempunyai anggota yang sama, sehingga A dan B merupakan dua himpunan yang tidak saling lepas. Irisan dari himpunan A dan himpunan B bukan himpunan kosong, ditulis  A  B 

A

S

Jika A dan B adalah dua kejadian yang berada dalam ruang sampel S, maka  peluang kejadian A atau B yang terjadi ditentukan dengan aturan:

( ) ( ) ( )  P A B   P A P B P A B A B 4 6 1 3 5 2

(7)

Contoh Permasalahan:

Sebuah kartu diambil secara acak dari 1 set kartu bridge. Berapa peluang munculnya kartu bergambar hati atau kartu bergambar wajah?

Jawab: Misalnya,

A adalah kejadian yang terambil kartu bergambar hati, maka ( ) ( ) 13 1 ( ) 52 4

n A  P A

n S 

  

B adalah kejadian yang terambil kartu bergambar wajah, maka ( ) ( ) 12 ( ) 52

n B  P B

n S 

 

Terdapat 3 gambar wajah pada kartu bergambar hati, maka

  ∩  =



  ∪  =   +  −   ∩  =

13

52

+

12

52

3

52

=

22

52

Jadi, peluang munculnya kartu bergambar hati atau kartu bergambar wajah adalah 



9. Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Saling Lepas

Dua kejadian A dan kejadian B disebut kejadian yang saling lepas ( mutually exclusive events) atau saling asing apabila kejadian A dan B tidak mungkin terjadi  bersama.

Contoh:

Kejadian munculnya mata dadu tiga atau mata dadu bilangan genap saat sebuah dadu dilambungkan sekali.

Gambar 2. Diagram Venn Kejadian Saling Lepas

Dari diagram tersebut, himpunan A dan himpunan B tidak mempunyai anggota yang sama, sehingga A dan B merupakan dua himpunan yang saling lepas atau saling asing (disjoint set ) atau irisan dari himpunan A dan himpunan B adalah himpunan kosong, ditulis A  B =.

Jika A dan B adalah dua kejadian yang saling lepas, maka peluang gabungan dua kejadian yang saling lepas itu ditentukan dengan aturan:

( ) ( )  P A B   P A P B S A B 3 5 2 4 1 6

(8)

Contoh Permasalahan:

Sebuah kartu diambil secara acak dari 1 set kartu bridge. Berapa peluang yang terambil itu adalah kartu bergambar sekop atau kartu berwarna merah?

Jawab: Misalnya,

A adalah kejadian yang terambil kartu bergambar sekop, maka n (A) = 13

  =





=

13

52

=

1

4

B adalah kejadian yang terambil kartu berwarna merah, maka n (B) = 26

 =





=

26

52

=

1

2

Karena A dan B merupakan dua kejadian yang saling lepas, maka :

  ∪  =   + 

  ∪  =

1

4

+

1

2

=

3

4

Jadi, peluang yang terambil itu kartu bergambar sekop atau kartu berwarna merah adalah 

E. Metode Pembelajaran Pendekatan Saintifik

F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-1

Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Waktu

Pendahuluan 1. Guru memandu siswa berdoa, memeriksa kehadiran siswa, dan menyiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. 2. Guru menginformasikan kompetensi yang akan dicapai, yaitu

 peluang kejadian majemuk.

3. Guru meminta siswa memberikan contoh permasalahan yang merupakan kejadian tunggal.

Contoh:

Sebuah dadu dilambungkan satu kali, tentukan peluang muncul mata dadu 3.

4. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa.

Pada percobaan pelambungan sebuah dadu sebanyak satu kali,

(9)

 berapakah peluang kejadian munculnya mata dadu 3 dan mata dadu ganjil? Berapakah peluang kejadian munculnya mata dadu 3 dan mata dadu 6?

5. Guru meminta setiap empat siswa bergabung menjadi 1 kelompok.

6. Guru membagikan LKS kepada siswa.

Inti 1. Guru memberikan berbagai macam kejadian tunggal dan kejadian majemuk.

2. Siswa mengamati kejadian tunggal dan kejadian majemuk, kemudian menentukan perbedaannya.

3. Siswa mengidentifikasi perbedaan kejadian tunggal dan kejadian majemuk.

4. Siswa menyimpulkan perbedaan kejadian tunggal dan kejadian majemuk.

5. Siswa mempresentasikan hasil diskusi dan siswa yang lain menanggapi.

70 menit

Penutup 1. Siswa melakukan refleksi terkait kegiatan pembelajaran 2. Guru menegaskan kembali materi pembelajaran pada hari ini.

Kejadian majemuk adalah gabungan dari dua atau lebih kejadian yang dioperasikan menjadi satu kejadian baru.

3. Guru memberikan PR.

4. Guru menginformasikan materi selanjutnya yaitu peluang kejadian majemuk yang saling lepas.

5. Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam.

10 menit

Pertemuan ke-2

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Pendahuluan 1. Guru memberi salam sebelum memulai pelajaran dan memandu siswa berdoa.

2. Guru memeriksa kehadiran siswa dengan menanyakan kepada ketua kelas siapa yang tidak hadir.

3. Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pembelajaran, misalnya dengan menanyakan:

(10)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

“Apakah kalian sudah siap mengikuti kegiatan pembelajaran

hari ini?”

“Kalau sudah siap silahkan masukan buku pelajaran lain yang

tidak digunakan dan perhatikan ke depan.”

4. Apersepsi

Melalui proses tanya jawab, guru memberikan apersepsi mengenai:

a. Dua himpunan A dan B yang saling beririsan disimbolkan dengan

  ∩ 

.

 b. Diagram Venn yang memvisualisasikan dua himpunan yang saling beririsan.

c. Menentukan peluang kejadian tunggal dari suatu  percobaan.

d. Makna dari simbol kejadian bersyarat A|B dan B|A.

5. Guru menunjuk secara acak beberapa siswa untuk menjawabnya.

6. Motivasi

Peluang suatu penerbangan yang telah terjadwal teratur  berangkat tepat waktu adalah 0,83. Peluang sampai tepat waktu 0,82. Peluang berangkat dan sampai tepat waktu 0,78. Berapakah peluang bahwa pesawat:

a. sampai tepat waktu jika diketahui berangkat tepat waktu?

 b.  berangkat tepat waktu jika diketahui sampai tepat waktu?

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menentukan  peluang kejadian bersyarat (conditional events) dan peluang

dua kejadian yang tidak saling bebas (dependent events)

8. Guru mengintruksikan setiap 2 siswa untuk bergabung dengan  pasangan diskusinya.

9. Guru meminta setiap perwakilan kelompok mengambil amplop yang berisi ilustrasi percobaan, LKS 2 dan kertas

(11)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu karton kemudian guru meminta siswa melaksanakan setiap

kegiatan pada LKS 2. Kegiatan

Inti

Kegiatan 1

1. Guru memberikan berbagai macam percobaan kejadian majemuk.

2. Siswa mengamati dua kejadian yang diberikan kemudian mengidentifikasi apakah dua kejadian tersebut saling mempengaruhi atau tidak.

3. Guru bersama siswa membahas tentang mengidentifikasi apakah dua kejadian tersebut saling mempengaruhi atau tidak. 4. Guru memberikan informasi tentang dua kejadian bersyarat

dan dua kejadian saling bebas.

Kegiatan 2 Mengamati

1. Dari LKS kegiatan 2 yang diberikan guru, siswa mengamati ilustrasi percobaan.

Percobaan 1

Percobaan 2

2. Siswa mengamati ilustrasi percobaan pada LKS. Dua kejadian  pada percobaan tersebut dapat menjadi kajadian bersyarat

apabila ditambahkan informasi yang menyatakan syaratnya. 3. Siswa mengamati gambar diagram Venn yang

memvisualisasikan percobaan 1 dan percobaan 2.

70 menit

Dua kartu diambil satu persatu dari tumpukan kartu bridge. Misalkan A kejadian munculnya As pada  pengambilan pertama dan B kejadian munculnya kartu

As, Queen, King pada pengambilan kedua.

Dua buah dadu dilempar bersamaan sebanyak satu kali. Misalkan A kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu adalah 7 dan B kejadian munculnya salah satu mata dadu adalah 5.

(12)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Menanya

4. Dari kegiatan mengamati tersebut, diharapkan timbul  pertanyaan dalam pikiran siswa, misalnya:

a. Apakah kejadian bersyarat berhubungan dengan diagram Venn yang saling beririsan?

 b. Bagaimanakah menentukan peluang kejadian bersyarat dari percobaan 1 atau percobaan 2?. Apakah sama saja dengan menentukan peluang percobaan pada kejadian sederhana?

Mencoba

5. Percobaan 1

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu adalah 7 /

 

.

Percobaan 2

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu As/

 

.

6. Percobaan 1

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya salah satu mata dadu adalah 5/



.

Percobaan 2.

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu kartu  As, Queen, King  /



.

7. Siswa menentukan peluang kejadian A dan kejadian B /

  ∩ 

 pada percobaan 1 dan percobaan 2.

8. Siswa menentukan

 |

  pada percobaan 1 dan percobaan 2.

9. Siswa menentukan

 |

  dengan menggunakan informasi yang ada di LKS dan aturan yang sudah ditemukan pada langkah 5.

10. Siswa menentukan peluang dua kejadian yang tidak saling  bebas (

  ∩ 

  ) dari aturan peluang kejadian bersyarat

(13)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Mengasosiasi

11. Siswa membandingkan hasil yang mereka peroleh pada langkah 5 dengan hasil yang mereka peroleh menggunakan aturan peluang kejadian bersyarat yang sudah mereka temukan.

12. Siswa menentukan hubungan antara

 |

  dengan

 

yaitu bahwa hubungan tersebut secara matematis menyatakan terjadinya kejadian B mempengaruhi terjadinya kejadian A atau dengan kata lain kejadian A dan B tidak saling bebas. Mengkomunikasikan

13. Salah satu perwakilan kelompok mempesentasikan hasil diskusi LKS 2 di depan kelas dan siswa lain memberikan tanggapan.

14. Guru mengkonfirmasi jawaban siswa serta mengklarifikasi  jika ada jawaban yang kurang tepat.

15. Siswa bersama guru menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada awal pembelajaran (ditampilkan pada slide  power pint).

Kegiatan 3 Mengamati

16. Dari LKS kegiatan 3 yang diberikan guru, siswa mengamati ilustrasi percobaan.

Percobaan 1

Percobaan 2

Sebuah koin dan sebuah dadu dilambungkan bersamaan satu kali. Misalkan A kejadian munculnya gambar pada koin dan B kejadian munculnya bilangan genap pada dadu.

Dua kartu diambil satu persatu dengan pengembalian dari tumpukan kartu bridge. Misalkan A kejadian munculnya kartu As pada pengambilan pertama dan B kejadian munculnya kartu Sekop pada pengambilan kedua.

(14)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Percobaan 3

17. Siswa mengamati dua kejadian pada percobaan tersebut yang merupakan kajadian saling bebas.

Menanya

18. Dari kegiatan mengamati tersebut , diharapkan timbul  pertanyaan dalam pikiran siswa, misalnya:

c. Bagaimanakah hubungan antara kejadian A dan B secara matematis jika dua kejadian tersebut saling bebas?.

d. Bagaimana cara menentukan peluang dua kejadian yang saling bebas?. Apakah cara menentukan peluangnya sama dengan kejadian tidak saling bebas?

Mencoba

19. Percobaan 1

Siswa menentukan semua kemungkinan hasil yang terjadi



dan menentukan banyaknya kemungkinan hasil yang terjadi



dari percobaan pelambungan sebuah koin dan sebuah dadu bersamaan satu kali. Siswa dapat menggunakan  bantuan tabel ataupun diagram pohon untuk menentukannya.

Percobaan 2

Siswa menentukan banyaknya kemungkinan hasil yang terjadi



dari percobaan pengambilan kartu dari setumpuk kartu bridge .

Percobaan 3

Sebuah kotak berisi 3 bola merah dan 2 bola kuning. Dari kotak dambil dua bola satu persatu dengan pengembalian. Misalkan A kejadian terambilnya bola merah pada  pengambilan pertama dan B kejadian terambilnya bola

(15)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Siswa menentukan banyaknya bola



dalam kotak.

20. Percobaan 1

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya gambar pada koin /

 

.

Percobaan 2

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu As/

 

.

Percobaan 3

Siswa menentukan peluang kejadian terambilnya bola merah  pada pengambilan pertama/

 

.

21. Percobaan 1

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya bilangan genap pada dadu /



.

Percobaan 2.

Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu Sekop /



.

Percobaan 3

Siswa menentukan peluang kejadian terambilnya bola merah  pada pengambilan kedua/



.

22. Siswa menentukan peluang kejadian A dan kejadian B /

  ∩ 

. (Hanya untuk percobaan 1 dan percobaan 2) 23. Siswa menentukan

 |

 dan

|

.

Mengasosiasi

24. Siswa menentukan hubungan antara

 |

 dengan

 

 dan

|

 dengan



 dan menganalisis hubungan antara hasil  pada langkah 7 dengan dua kejadian saling bebas yaitu bahwa dua kejadian dikatakan kejadian saling bebas apabila memenuhi hubungan yang sudah ditentukan pada langkah 7 atau dengan kata lain apabila dua kejadian dikatakan kejadian saling bebas maka secara matematis dapat dinyatakan dalam (hasil yang diperoleh pada langkah 7).

(16)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Dua kejadian dikatakan saling bebas apabila memenuhi

hubungan

 | =  

 dan

 | = 

. Mencoba

26. Siswa mensubstitusikan hasil yang mereka peroleh pada langkah 7 pada aturan peluang dua kejadian tidak saling lepas yaitu

  ∩  =  | × 

 dan

  ∩  = | ×

 

  sehingga diperoleh

  ∩  =   × 

  dan

  ∩  =  ×  

.

27. Siswa menentukan peluang kejadian A dan kejadian B menggunakan aturan peluang yang sudah ditemukan pada langkah sebelumnya.

Mengasosiasi

28. Siswa menentukan dan menganalisis hubungan antara hasil yang telah diperoleh pada langkah 5 dengan hasil yang telah diperoleh pada langkah 9. (Hanya untuk percobaan 1 dan  percobaan 2)

29. Siswa menuliskan kesimpulan bahwa:

Untuk menentukan peluang dua kejadian saling bebas, tidak perlu menentukan peluang irisan dari dua kejadian tersebut tetapi langsung dengan menentukan hasil kali masing-masing peluang kejadiannya yaitu:

  ∩  =   × 

Mengkomunikasikan

30. Salah satu perwakilan kelompok mempesentasikan hasil diskusi LKS 3 di depan kelas dan siswa lain memberikan tanggapan.

31. Guru mengkonfirmasi jawaban siswa serta mengklarifikasi  jika ada jawaban yang kurang tepat.

32. Siswa bersama guru menyelesaikan permasalahan yang diberikan pada awal pembelajaran (ditampilkan pada slide  power point).

(17)

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu dua kejadian saling bebas dan cara menentukan peluangnya.

a. Peluang kejadian A jika diketahui kejadian B telah terjadi dinyatakan dengan

 |

  dan ditentukan oleh:

(

 |

)

=

(

 ∩

(

) )

Peluang kejadian B jika diketahui kejadian A telah terjadi dinyatakan dengan

|

  dan ditentukan oleh:

(

|

)

=

(

 ∩

(

 

) )

 b. Apabila kejadian A dan B dua kejadian yang tidak saling  bebas maka berlaku:

  ∩  =  | × 

Atau

  ∩  = | ×  

c. Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang tidak saling bebas jika dan hanya jika:

 | ≠  

 dan

| ≠ 

d. Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang saling  bebas jika dan hanya jika

 | =  

 dan

| =



e. Apabila kejadian A dan B dua kejadian saling bebas maka  berlaku

  ∩  =   × 

2. Guru memfasilitasi siswa melakukan refleksi dengan bertanya kepada siswa misalnya:

“apakah kalian menemukan kesulitan selama proses

 pembelajaran?” dan “apakah kalian sudah dapat menentukan

 peluang kejadian bersyarat dan dua kejadian yang tidak saling

 bebas?”

3. Guru memberikan PR yang terdapat dalam LKS pada kegiatan evaluasi.

4. Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya siswa akan mempelajari tentang dua kejadian saling bebas (independent events).

(18)

Pertemuan ke-3

Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Waktu

Pendahuluan 1. Guru memandu siswa berdoa, memeriksa kehadiran siswa, dan menyiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

2. Guru menginformasikan kompetensi yang akan dicapai, yaitu membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan saling lepas.

3. Guru meminta siswa memberikan contoh kejadian majemuk. 4. Guru memberikan soal tentang materi himpunan.

Diketahui

 = {0,1,2,… ,10}

,

  = {1, 2, 3, 4,5}

 = {4, 5, 6, 7,8}

 = {9, 10}

Tentukan:

a.

diagram Venn

 dari

  ∩ 

 b.

  ∩ 

c.

  ∪ 

d.  peluang

  ∩ 

e. diagram Venn dari

 ∩ 

f.

 ∩ 

g.  peluang

 ∩ 

5. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa.

Selidiki apakah penyelesaian dari menentukan peluang  pengambilan secara acak kartu dari tumpukan 52 kartu bridge  berikut ini benar? Jika belum benar, tentukan penyelesaian yang  benar.

 P (hati atau kartu bergambar wajah) = P  (hati) + P (kartu bergambar wajah) =  

+

  =  

6. Guru meminta setiap dua siswa bergabung menjadi 1 pasangan untuk kegiatan 1 , tiga siswa bergabung menjadi 1 kelompok untuk kegiatan 2

7. Guru membagikan LKS kepada siswa.

10 menit

Inti Kegiatan 1 Kejadian Tidak dan Saling Lepas

1. Guru memberikan berbagai macam percobaan kejadian majemuk. 2. Siswa mengamati dua kejadian yang diberikan kemudian

(19)

menentukan apakah dua kejadian tersebut dapat terjadi bersama atau tidak.

3. Siswa memberikan tanda (

) jika dua kejadian pada percobaan dapat terjadi bersama dan tanda ( × ) jika dua kejadian tidak dapat terjadi bersama.

4. Guru bersama siswa membahas tentang menentukan apakah dua kejadian tersebut dapat terjadi bersama atau tidak.

5. Siswa menentukan kejadian manakah yang termasuk tidak saling lepas dan kejadian manakah yang termasuk saling lepas.

6. Siswa menuliskan kesimpulan tentang kejadian tidak saling lepas dan kejadian saling lepas.

7. Salah satu kelompok menyampaikan tentang kejadian tidak saling lepas dan kejadian saling lepas.

8. Siswa diminta memberikan contoh dua kejadian yang tidak saling lepas dan contoh dua kejadian yang saling lepas.

Kegiatan 2 Peluang Tidak dan Saling Lepas

9. Siswa mengamati kejadian pada percobaan satu dadu yang dilambungkan sekali dan dimisalkan A kejadian munculnya mata dadu prima, sedangkan B kejadian munculnya mata dadu ganjil. 10. Siswa menentukan anggota himpunan ruang sampel, anggota

himpunan kejadian A dan anggota himpunan kejadian B dengan cara mendaftar anggotanya kemudian menggambarkan diagram Vennnya.

11. Siswa menentukan anggota himpunan kejadian A atau kejadian B kemudian menentukan banyak anggota himpunannya.

12. Siswa menentukan ada tidaknya titik kejadian yang merupakan kejadian A dan sekaligus kejadian B.

13. Siswa menentukan anggota himpunan kejadian A dan kejadian B kemudian menentukan banyak anggota himpunannya.

14. Siswa menentukan peluang

∪

.

15. Siswa diminta menentukan ada tidaknya kemungkinan hasil yang sama dari kejadian A dan kejadian B jika kejadian B pada proses

(20)

sebelumnya diubah menjadi kejadian munculnya mata dadu  bilangan kuadrat kemudian siswa menggambarkan diagram

Vennnya.

16. Siswa menentukan anggota himpunan kejadian A dan kej adian B. 17. Siswa menentukan peluang

∩

.

18. Siswa menentukan peluang

∪

. 19. Siswa menuliskan kesimpulan.

20. Salah satu perwakilan pasangan menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas dan pasangan yang lain memberikan tanggapan. 21. Guru membahas permasalahan yang diberikan pada kegiatan

 pendahuluan.

Jawab: Salah karena terdapat kartu hati yang bergambar wajah. Penyelesaian yang benar adalah sebagai berikut.

 P (hati atau kartu bergambar wajah)

= P  (hati) + P (kartu bergambar wajah)

– 

(kartu hati yang bergambar wajah)

= 

+

 

  = 

22. Siswa mengerjakan latihan soal.

Penutup 1. Siswa melakukan refleksi terkait kegiatan pembelajaran. 2. Guru menegaskan kembali materi pembelajaran pada hari ini.

a) Dua kejadian yang mungkin dapat terjadi bersama disebut sebagai kejadian tidak saling lepas (non mutually exclusive events)

 b) Dua kejadian yang tidak mungkin dapat terjadi bersama disebut sebagai kejadian saling lepas (mutually exclusive events)

c) Peluang dua kejadian tidak saling lepas adalah

  ∪  =   +  −   ∩ 

d) Peluang dua kejadian saling lepas adalah

   ∪   =   + 

3. Guru memberikan PR.

Sebuah kantong berisi 10 kelereng berwarna merah, 18 kelereng

(21)

 berwarna hijau, dan 22 kelereng berwarna kuning. Dari dalam kantong diambil sebuah kelereng secara acak, tentukan peluang terambil kelereng berwarna merah atau kuning.

4. Guru menginformasikan materi selanjutnya yaitu menentukan  peluang dua kejadian yang tidak saling lepas.

5. Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam.

G. Media dan Sumber Belajar 1. Media

LKS

2. Sumber Belajar

a) Holiday. 2008. Algebra 1. Columbus: Glencoe Mc.Graw-Hill. (Probability of Compound Events. Pages 663 until 670)

 b) Sulistiyono dkk. 2007.  Matematika SMA dan MA Untuk Kelas XI Semester 1  Program IPA. Jakarta: Erlangga. (Bab Kejadian Majemuk hal 130 s/d 141)

c) Tampomas, Husein. 2007. Seribu Pena Matematika Untuk SMA/MA Kelas XI . Jakarta: Erlangga. (Bab Peluang hal 83 s/d 88)

d) Walpole, Ronald E. 1992. Pengantar Statistika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Alih bahasa: Ir. Bambang Sumantri. (Bab Peluang hal 72 s/d 73, 89 s/d 102)

H. Penilaian Pengetahuan dan Sikap 1. Penilaian Pengetahuan

a. Teknik penilaian : Tes (Terlampir)  b. Bentuk instrumen : Uraian

2. Penilaian Sikap

a. Teknik penilaian : Observasi

 b. Bentuk instrumen : 1. Catatan jurnal (Terlampir)

2. Penilaian antar teman (Terlampir)

Mengetahui, Yogyakarta, ...

Kepala SMA ... Guru Matematika

...

………..

Gambar

Gambar 1. Diagram Venn Gabungan Dua Kejadian Tidak Saling Lepas Dari  diagram  tersebut,  himpunan  A  dan  himpunan  B  mempunyai  anggota  yang sama, sehingga A dan B merupakan dua himpunan yang tidak saling lepas
Gambar 2. Diagram Venn Kejadian Saling Lepas

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan dosis pupuk majemuk berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman jumlah daun, luas daun, dimana dosis D3 (4,5 g/tan) tidak berbeda dengan D2 (3 g/tan).. Pemupukan

Penelitian ini difokuskan pada tiga pokok permasalahan yaitu: (1) bagaimanakah bentuk dan kategori unsur pembentuk kata majemuk nomina dalam bahasa Jawa?, (2) bagaimanakah

Daun dimorfis, panjang tangkai 5–9 cm, tunggal- majemuk menjari; tangkai anak daun tunggal ab- sen-majemuk 1.5–2.5 cm, anak daun 1–3, bundar telur sungsang 9.5–13 x 6.5–11

Peluang terambil kartu angka 1 il kartu angka 10 dari 0 dari seperangka seperangkat kartu t kartu bridge. Solusi: Solusi: ii)) 1 1//1 13 3 INDIKATOR: INDIKATOR: Menghitung

4.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang kejadian majemuk (peluang kejadian-kejadian saling bebas, saling lepas, dan kejadian bersyarat)3. Indikator

Tabel 3 juga menunjukkan bahwa semakin besar dosis pupuk majemuk yang diberikan, semakin baik pertambahan jumlah daun, tinggi tanaman dan diameter batang bibit kakao..

Pada studi ini menggunakan metode flow duration curve tunggal, flow duration curve majemuk 2 (pemilahan bulan basah 1 dan bulan kering 1), dan flow duration

Kata majemuk bahasa Bali yang mengandung komponen flora yang ditemukan yaitu, 1 biu batu ‘jenis pisang’, 2 biu kayu ‘jenis pisang’, 3 biu susu ‘jenis pisang’, 4 biu ketip ‘jenis