1
USULAN
PENELITIAN INSTITUSI
VARIASI MENGAJAR GURU SD INKLUSIF DITINJAU DARI
PERBEDAAN GENDER
TIM PENGUSUL
Ketua : Mahardika Darmawan Kusuma Wardana, M.Pd (0705099001)
Anggota : Kemil Wachidah, M.Pd (720078402)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2017-2018
3
IDENTITAS DAN URAIAN UMUM
Judul Penelitian : Variasi Mengajar Guru SD Inklusif Ditinjau Dari Perbedaan Gender 1. Tim Peneliti
No Nama Jabatan Bidang
Keahlian
Instansi Asal Alokasi Waktu (jam/minggu) 1 Mahardika Darmawan Kusuma Wardana Ketua Matematika SD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 20 Jam
2 Kemil Wachidah Anggota Bahasa dan
Sastra SD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 15 Jam 2. Masa Pelaksanaan
Mulai : Bulan Nopember Tahun 2017 Berakhir : Bulan Maret Tahun 2018
3. Usulan Biaya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Rp 5.540.000 4. Lokasi Penelitian (lab/studio/lapangan)
Lokasi penelitian di SDN Lemah Putro 1 dan SDN Gedangan 1
5. Temuan yang ditargetkan (metode, teori, produk, atau masukan kebijakan) 1) Artikel ilmiah published
2) Teori mendalam tentang variasi gaya mengajar guru kelas inklusi ditinjau dari perbedaan gender
6. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu (uraikan tidak lebih dari 50 kata, tekankan pada gagasan fundamental dan orisinal yang akan mendukung pengembangan iptek) Penelitian secara mendalam tentang variasi gaya mengajar guru kelas inklusif memberikan kontribusi keilmuan pada sistem sekolah inklusif. Hal tersebut membantu kebermaknaan pembelajaran di kelas yang terdiri dari siswa ABK dan NONABK. Target luaran dari penelitian ini berupa teori mendalam yang nanti dapat digunakan sebagai pengembangan model pembelajaran di kelas inklusi.
7. Kontribusi pada pencapaian renstra UMSIDA (uraian sedikitnya 2 paragraf)
Penelitian ini masuk pada kategori sosial humaniora. Berdasarkan tujuan dilakukan penelitian ini yang ingin menganalisis secara dalam variasi mengajar guru di kelas inklusif. UMSIDA menargetkan salah satu dalam renstra pada bidang pendidikan adalah
4
well being. Untuk mencapai tersebut, salah satu hal mendasar dalam pembentukan sekolah berkualitas adalah proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa SD. Hal tersebut didapatkan melalui variasi mengajar yang tepat dan sesuai bagi anak di kelas
8. Rencana luaran yang ditargetkan
1. Artikel ilmiah Published pada proceeding 2. Artikel Ilmiah submitted pada jurnal
9. Jurnal ilmiah yang menjadi sasaran (tuliskan nama jurnal ilmiah internasional bereputasi atau nasional terakreditasi dan tahun rencana publikasi)
Rencana publikasi di jurnal ilmu pendidikan Universitas Negeri Malang, dan tahun rencana publikasi Juli 2018.
5 DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Rumusan Masalah 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA 4
2.1 Perbedaan Gender 4
2.2 Variasi Mengajar 4
BAB III METODE PENELITIAN 5
BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
4.1 Biaya Penelitian 11
4.2 Jadwal Jadwal Penelitian 11
Daftar Pustaka Lampiran-lampiran
6
RNGKASAN
Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskriptifkan secara interpretatif bentuk variasi mengajar guru SD di kelas inklusif dari perspektif gender; dan 2) mengkaji secara deskriptif interpretatif bentuk gaya mengajar guru laki-laki dengan perempuan yang mempengaruhi minat belajar siswa ABK dan NonABK. Metode yang digunakan dalam menjawab tujuan tersebut, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif interpretatif. Kata Kunci: variasi mengajar, gender, inklusi, ABK, NonABK
7
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa “kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional". Keempat kompetensi tersebut hendaknya teraktualisasi dalam diri guru untuk mencapai proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Realisasi pendidikan dalam lingkungan sekolah diwujudkan melalui kompetensi guru yang komprehensif, tidak cukup cerminan intelektual guru tanpa diimbangi dengan kepribadian yang baik. Oleh sebab itu, kemampuan guru dalam menguasai materi ajar, hendaknya diimbangi dengan ekplorasi penyampaian yang baik di dalam kelas.
Merujuk pada teori piaget, Piaget, salah satu ahli psikologi dari Swiss membedakan empat tahap perkembangan kognitif individu, yaitu: (1) tahap sensori motor (0-2 tahun), (2) tahap praoperasional (2-7 tahun), (3) tahap operasional konkret (7-11 tahun), dan (4) tahap operasional formal (11-15 tahun) (Rahyubi, 2012). Berdasarkan konsep Piaget tersebut, seyogyanya seorang guru sekolah dasar menstimulus peserta didik sesuai dengan perkembangan kognitif seorang anak SD. Dengan kata lain, guru mampu mengaktualisasi kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran dikelas secara konkret, inovatif, kreatif, dan aktif sesuai dengan dunia anak SD yang cenderung belajar sambil bermain.
Salah satu keterampilan pedagogik yang wajib dimiliki guru yaitu keterampilan mengadakan variasi mengajar. Keterampilan mengadakan variasi mengajar dilakukan agar proses pembelajaran berjalan sesuai dengan keanekaragaman kemampuan individu siswa dikelas. Keterampilan mengadakan variasi mengajar menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2013: 160) meliputi variasi dalam gaya mengajar, variasi penggunaan media, serta variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa.
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak SD akan terasa sulit apabila guru kurang inovatif dan kreatif dalam pelaksanaan pembelajaran. Pentingnya variasi dalam pengajaran di kelas guna mendukung perbedaan gaya belajar siswa SD yang variatif, yaitu gaya belajar audio, visual, dan kinestetik. Variasi mengajar memiliki kontribusi dalam penumbuhan motivasi belajar siswa, hal tersebut didukung dari hasil penelitian Hindun,
8
Laila1 yang menyatakan bahwa Ada hubungan positif antara persepsi siswa mengenai variasi gaya mengajar guru dalam pembelajaran biologi dengan motivasi belajar siswa. Selanjutnya dari hasil penelitian Lestari, Indri2 yang menyatakan bahwa menunjukkan adanya pengaruh keterampilan mengadakan variasi dengan minat belajar sebesar 0,405 dan P<0,05. Dengan demikian, guru sebaiknya memperhatikan keterampilan mengelola kelas dan mengadakan variasi agar minat belajar siswa dapat meningkat.
Kajian keilmuan tentang variasi mengajar dalam penelitian cenderung berorientasi pada tujuan mengetahui pengaruh variasi mengajar dalam pembelajaran terhadap siswa. Bahkan, pada jenis penelitian kualitatif, beberapa hasil riset tentang variasi mengajar lebih condong dalam mendeskripsikan variasi mengajar pada sekolah reguler. Misalnya, hasil penelitian dari Arum Fitirani yang berjudul Implementasi Variasi Mengajar Guru Kelas V Di Sekolah Dasar Negeri 3 Bantul. Tujuan penelitian tersebut untuk mendeskripsikan implementasi variasi mengajar guru dan kendala yang dialami guru kelas V di SD Negeri 3 Bantul dalam menerapkan variasi mengajar. Keseluruhan kajian riset pada variasi mengajar tersebut lebih menitikberatkan pada ujicoba dan deskripsi pada sekolah SD reguler. Sedangkan, belum ditemukan kajian mendalam tentang variasi mengajar guru ditinjau dari perbedaan gender pada sekolah dasar berbasis inklusi. Seperti diketahui, bahwa sekolah berbasis inklusi merupakan wadah bagi siswa normal dan berkebutuhan khusus yang bersama-sama belajar dalam satu kelas. Dengan kata lain, penerapan pembelajaran pada sekolah dasar berbasis inklusi diwajibkan bagi guru lebih variatif, sebagai jawaban dari keanekaragaman siswa didalamnya.
Berdasarkan deskripsi latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara dalam bentuk variasi mengajar guru di kelas inklusi ditinjau dari perbedaan gender yang meliputi variasi dalam gaya mengajar, variasi penggunaan media, serta variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa, sebagai kontribusi keilmuan bagi sekolah SD berbasis inklusi. Kemudian, dilanjutkan dengan mencari tahu melalui eksperimen apakah ada pengaruh variasi mengajar terhadap kognitif dan afektif siswa. Untuk menjawab masalah tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif interpretatif.
1 Hindun, Laila (2012) Hubungan antara Persepsi Siswa Mengenai Variasi Gaya Mengajar Guru dalam Pembelajaran Biologi dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X di MAN Kendal. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.
2
Indri, Lestari. 2016. Hubungan Keterampilan Mengelola Kelas Dan Mengadakan Variasi Dengan Minat Belajar Siswa Kelas V SD. Universitas Negeri Yogyakarta: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 2 Tahun ke-5 2016.
9
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini, sebagai berikut.
a. Bagaimanakah variasi mengajar guru SD di kelas berbasis inklusi dilihat dari perbedaan gender, yang meliputi indikator sebagai berikut.
1) Variasi gaya mengajar guru di kelas rendah.
2) Variasi penggunaan media pembelajaran oleh guru SD Inklusi di kelas rendah. 3) Variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa.
b. Bagaimanakah pengaruh variasi mengajar guru dilihat dari perbedaan gender terhadap minat belajar siswa ABK dan non ABK di kelas inklusif?
1.3. Tujuan Penelitian
a. Mendeskriptifkan secara interpretatif bentuk variasi mengajar guru SD di kelas inklusif dari perspektif gender.
b. Mengkaji secara deskriptif interpretatif bentuk gaya mengajar guru laki-laki dengan perempuan yang mempengaruhi minat belajar siswa ABK dan NonABK.
1.4. Rencana Target Capaian
No Jenis Luaran Indikator
Capaian
Kategori Sub Kategori Wajib Tambahan
1 Artikel ilmiah dimuat di jurnal Internasional bereputasi Nasional Terakreditasi
√ Submit
2 Artikel ilmiah dimuat di prosiding
Internasional Terindeks
Nasional √ Published
3 Invited speaker dalam temu ilmiah
Internasional Nasional 4 Teknologi Tepat Guna
5 Model/Purwarupa/Desain/Karya seni/ Rekayasa Sosial
10
6 Buku Ajar (ISBN) Tidak Ada
1.5. Roadmap Penelitian
TAHAP 1
Deskripsi Variasi Mengajar Guru Sd Inklusi Ditinjau Dari Perbedaan Gender Identifikasi Pengaruh Gender Terhadap Minat Belajar Beajar Abk & Non AbkTAHAP 2
Desain: Menyusun desain Indikator pengembangan gaya mengajar guru berbasis inklusi Validasi desain.TAHAP 3
Development: 1.Ujicoba desain pengembangan variasi pengajaran guru berbasis inklusi Diffusi:Difusi desain variasi pengajaran guru untuk SD berbasis inklusi
1. Karakteristik variasi mengajar guru di sekolah inklusif dilihat dari perbedaan gender secara analitis dan eksperimental 2. Formulasi konsep variasi
mengajar bagi kelas dengan sistem inklusif 3. Publikasi ilmiah
Prototype desain (Variabel
dan Indikator)
pengembangan gaya pengajaran guru berbasis inklusif ditinjau dari perbedaan gender
1. Artikel jurnal Internasional
2. Panduan
pengembangan variasi gaya pengajaran bagi bagi guru SD dengan sistem inklusi berdasarkan
perbedaan gender
11
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Perbedaan Gender
Gender adalah perbedaan dan fungsi peran sosial yang dikonstruksikan oleh masyarakat, serta tanggung jawab laki-laki dan dan perempuan dalm kehidupan keluarga dan masyarakat. Gender berkaitan dengan proses keyakinan bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan berperan dan bertindak sesuai dengan tata nilai yang terstruktur, ketentuan sosial, dan budaya tempat mereka berada.
Gender oleh H.T Wilson dalam Umar (1993:34), diartikan sebagai suatu dasar untuk menentukan perbedaan sumbangan laki-laki dan perempuan pada kebudayaan dan kehidupan kolektif yang akibatnya mereka menjadi laki-laki dan perempuan. Sedangkan menurut Peter R. Beckman dan Francine D’Amico, Eds (1994:4-6), gender dapat didefinisikan sebagai karakteristik sosial yang diberikan kepada perempuan dan laki-laki. Karakteristik sosial ini merupakan hasil perkembangan sosial dan budaya sehingga tidak bersifat permanen maupun universal. Berdasarkan karakteristik sosial ditetapkan peran untuk laki-laki dan perempuan yang pantas. Akibatnya timbul asosiasi dunia publik bersifat maskulin pantas untuk kaum laki-laki dan dunia privat, domestik dan rumah tangga bersifat feminim adalah milik perempuan.
Tabel 1. Perbedaan Gender dalam Struktur Otak
Struktur Otak Laki-Laki Perempuan
Lobus temporal Daerah korteks serebral membantu mengendalikan
pendengaran, ingatan, dan kesadaran seseorang akan diri dan waktu.
Pada laki-laki yang secara kognitif normal, sebagian kecil daerah pada lobus temporal memiliki neuron sekitar 10% lebih kecil dibandingkan perempuan.
Neuron yang terletak di daerah temporal, di tempat dimana bahasa, melodi, dan nada bicara dimengerti, lebih banyak.
Korpus kalosum Jembatan utama antara otak kiri dan otak kanan berisi seberkas
neuron yang membawa
pesan antara kedua hemisfer otak.
Volume bagian otak ini pada laki-laki lebih kecil daripada
perempuan, artinya
komunikasi yang terjadi antara kedua hemisfer otak lebih sedikit.
Bagian belakang kalosum dalam otak perempuan lebih besar. Ini menerangkan
mengapa perempuan
memakai dua sisi otaknya untuk bahasa.
Komisura anterior
Kumpulan sel saraf ini lebih kecil dari Korpus kalosum,
Komisura milik laki-laki lebih kecil dari milik
perempuan, meskipun
Komisura perempuan lebih besar dari laki-laki, yang
12
juga menghubungkan
hemisfer otak.
ukuran otak laki-laki ratarata lebih besar dibandingkan otak perempuan.
hemisfer serebral mereka terlihat seperti bekerjasama untuk menjalankan tugas yang berkenaan dengan bahasa sampai respon emosional.
Hemisfer otak Sisi kiri otak mengendalikan bahasa, dan sisi kanan otak adalah tempat emosi.
Hemisfer kanan otak lakilaki cenderung lebih dominan.
Perempuan cenderung
menggunakan otak secara lebih holistik, sehingga
menggunakan kedua
hemisfernya secara serentak. Ukuran otak Berat total otak
kira-kira 1,39 kg.
Otak laki-laki rata-rata lebih besar dari otak perempuan.
Otak perempuan rata-rata lebih kecil karena struktur anatomi seluruh tubuh mereka lebih kecil. Akan tetapi neuron mereka lebih banyak (seluruhnya 11%) yang berjejalan di dalam korteks serebral.
(Bastable, 2002: 193)
Gur et al. (dalam Santrock, 2009: 218) menjelaskan bahwa corpus collosum pada perempuan lebih besar daripada laki-laki dan mungkin ini menjelaskan mengapa perempuan lebih sadar dibandingkan dengan laki-laki tentang emosi mereka sendiri dan emosi orang lain. Ini bisa terjadi karena otak kanan mampu meneruskan lebih banyak informasi tentang emosi ke otak kiri. Bagian otak yang terlibat dalam pengungkapan emosional menunjukkan lebih banyak aktivitas metabolis pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Selain itu, Frederikse (2000: 422) dalam penelitiannya juga menambahkan mengenai perbedaan lobus parietal antara laki-laki dan perempuan. Dia membuktikan bahwa inferior parietal otak sebelah kiri lebih besar pada laki-laki. Bagian itu sangat berfungsi dalam menyelesaikan tugas-tugas kognitif, terutama yang berhubungan dengan persepsi, dan proses visuospasial. Selain perbedaan pada struktur otak dalam Tabel 1, Elliot et al. (2000: 140) merangkum perbedaan gender dari segi karakteristik sifat dalam Tabel 2.
Tabel 2. Perbedaan Gender dalam Beberapa Karakteristik Sifat
Karakteristik Perbedaan dalam Gender
Perbedaan fisik Meskipun kebanyakan perempuan menjadi dewasa lebih cepat dari laki-laki, ketika dewasa laki-laki lebih besar dan kuat dibanding perempuan.
13
Kemampuan verbal
Perempuan lebih baik dalam penggunaan bahasa. Laki-laki banyak menemukan masalah dalam penggunaan bahasa.
Keterampilan spasial
Laki-laki lebih baik dalam analisis ruang, dan akan terus terlihat selama sekolah.
Kemampuan matematika
Sangat sedikit perbedaan. Terdapat lebih banyak perbedaan ketika tahun pertama sekolah menengah, laki-laki lebih baik daripada perempuan.
Sains Perbedaannya sangat jauh. Kemampuan perempuan menurun ketika kemampuan laki-laki meningkat.
Motivasi prestasi Perbedaan disini dihubungkan dengan tugas dan situasi. Lakilaki lebih baik dalam tugas-tugas yang terlihat maskulin seperti matematika dan sains, sedangkan perempuan lebih baik dalam tugas-tugas yang feminim seperti seni dan musik. Namun dalam kompetisi langsung antara laki-laki dan perempuan, ketika mulai memasuki masa dewasa, motivasi perempuan untuk mendapatkan prestasi menurun.
Agresi Laki-laki lebih agresif daripada perempuan. Hal itu tampak dari awal dan akan terus konsisten.
Tinjauan utama tentang persamaan dan perbedaan gender yang diadakan pada 1970-an, menyimpulkan bahwa perempuan memiliki keterampilan verbal yang lebih baik daripada laki-laki (Maccoby dan Jacklin dalam Santrock, 2009: 223). Namun Fennema et al., Friedman, Halpern, dan LaMay (dalam Slavin, 2008: 159) mengatakan bahwa tidak ada perbedaan pria-wanita dalam kemampuan verbal umum, kemampuan aritmatika, penalaran abstrak, visualisasi ruang, atau rentang daya ingat. Sedangkan perempuan lebih terlibat dalam materi akademis, penuh perhatian di kelas, mengerahkan lebih banyak upaya akademis, dan lebih banyak berpartisipasi di dalam kelas daripada laki-laki. Secara umum, dalam hal intelegensi, banyak penelitian belum menemukan hasil yang konsisten tentang apakah laki-laki dan perempuan mempunyai intelegensi yang berbeda.
2.2. Sekolah Inklusi
Pendidikan inklusi merupakan suatu pendidikan, dimana semua siswa dengan kebutuhan khusus diterima di sekolah reguler yang berlokasi di daerah tempat tinggal mereka dan mendapatkan berbagai pelayanan pendukung dan pendidikan sesuai dengan kebutuhanya.
14
Sebagaimana yang ditegaskan melalui surat edaran Dirjen Dikdasmen No.380 tahun 2003 yang menyatakan pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang mengikut sertakan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk belajar bersama-sama dengan anak-anak normal lainya (Sugiarmin, 2006:23). Dalam pendidikan inklusif anak berkebutuhan khusus tidak mendapat perlakuan khusus ataupun hak-hak istimewa, melainkan persamaan hak dan kewajiban yang sama dengan peserta didik lainnya di kelas itu.
2.3. Profil Pembelajaran di Sekolah Inklusif
Budiyanto (2005:157) mengemukakan lima profil pembelajaran di kelas inklusif yaitu:
a. Pendidikan inklusi menciptakan dan menjaga komonitas kelas yang hangat, menerima keanekaragaman dan menghargai perbedaan.
b. Pendididkan inklusi berarti penerapan kurikulum yang multi level dan multi modalitas. c. Pendidikan inklusi berarti menyiapkan dan mendorong guru untuk mengajar secara
interaktif.
d. Pendidikan inklusi berarti menyediakan dorongan bagi guru dan kelasnya secara terus menerus dan penghapusan hambatan yang berkaitan dengan isolasi profesi.
e. Pendidikan inklusi berarti melibatkan orang tua secara bermakna dalam proses perencanaan.
2.4. Variasi Mengajar
a. Pengertian Variasi mengajar
Variasi Mengajar adalah salah satu cara membuat siswa tetap konsentrasi dan termotivasi, sehingga kegiatan pembelajaran senantiasa berjalan dengan dinamis. Keterampilan mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar akan meliputi tiga aspek, yaitu variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam mengunakan media dan bahan pengajaran, dan variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa. Apabila ketiga komponen tersebut dikombinasikan dalam pengunaanya atau secara integrasi, maka akan meningkatkan perhatian siswa, membangkitkan keinginan dan kemauan belajar.
b. Gaya Mengajar
Manen dalam Marzuki, mengemukakn bahwa gaya mengajar adalah ciri-ciri kebiasaan, kesukaan yang penting hubunganya dengan murid, bahkan gaya mengajar lebih dari suatu kebiasaan dan cara istimewa dari tingkah laku atau pembicaraan guru atau dosen. Gaya mengajar guru mencerminkan bagaimana pelaksanaan pengajajaran guru yang
15
bersangkutan yang dipengaruhi oleh pandanganya sendiri tentang mengajar, konsep-konsep psikologi yang digunakan, serta kurikulum yang dilaksanakan.
1. Variasi dalam cara mengajar guru
a) Pengunaan variasi suara (teacher voice): perubahan suara dari keras menjadi lembut, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat beruba menjadi lambat, dari gembira menjadi sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata.
b) Pemusatan perhatian siswa (focusing): memusatkan perhatian pada hal-hal yang dianggap penting dapat dilakuka oleh guru.
c) Kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence): adanya kesenyapan, kebisuan, atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa.
d) Mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement): bila guru sedang berbicara atau beriteraksi dengan siswa, sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata murid-murid untuk menunjukkan adanya hubungan intim dengan mereka.
e) Geraka badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, dan geraka badan adalah aspek yang sangat penting dalam berkounikasi.
f) Pergantian posisi guru di dalam kelas dan gerak guru (teachers movement): pergantian posisi guru didalam kelas dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian siswa. Terutama bagi calon guru dalam menyajikan pelajaran didalam kelas, biasakan bergerak bebas didalam kelas, biasakan bergerak bebas, tidak kikuk atau kaku, hindarilah tingkah laku negatif.
2. Variasi pengunaan media dan alat pengajaran
Media dan alat pengajaran, bila ditinjau dari indera yang digunakan dapat di golongkan ke dalam tiga bagian, yakni: dapat didengar, dilihat, diraba. Pergantian pengunaan jenis media yang satu kepada jenis yang lain memgharuskan anak menyesuaikan alat inderanya sehingga dapat mempertinggi perhatian karena setiap anak menyesuaikan alat inderanya. Adapun variasi pengunaan alat antara lain adalah sebagai berikut:
a) Variasi alat atau bahan dapat dilihat (visual aids): alat atau media yang termasuk ke dalam jenis ini ialah yang dapat dilihat, antara lain grafik, bagan, poster, diorama, spesimen, gambar, film, dan slide.
16
b) Variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids): suara guru termasuk ke dalam media komunikasi yang utama di dalam kelas.
c) Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan dapat digerakan (motorik) : pengunaan alat yang termasuk dalam jenis ini akan dapat menarik perhatian siswa dan dapat melibatkan siswa dalam dalam membentuk dan memperagakan kegiatanya, naik secara perorangan ataupun secara kelompok.
d) Variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dan diraba (audio visual aids): pengunaan alat jenis ini merupakan tingkat yang paling tinggi karena melibatkan semua indera yang kita miliki.
3. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya, mulai gerakan yang didominasi oleh guru sampai kegiatan yang dilakukan oleh murid itu sendiri. Pola interaksi dapat berbentuk klasikal, kelompok, dan perorangan. Sedangkan variasi kegiatan bisa berupa mendengarkan informasi, menelaah materi, diskusi, latihan atau demontrasi. Dalam mengadakan variasi, guru perlu mengingat prinsip prinsip pengunaanya yang meliputi: 1) kesesuaian 2) kewajaran 3) kelancaran dan kesinambungan 4) perencanaan bagi alat/bahan yang memerlukan penataan khusus. Adapun jenis pola interaksi (gaya interaksi) dapat digambarkan seperti di bawah ini.
a) Pola guru - murid: komunikasi sebagai aksi satu arah.
b) Pola guru - murid – guru: ada kebalikan (feedback) bagi guru, tidak ada inteksi antara siswa.
c) Pola guru – murid – murid : balikan bagi guru, siswa saling belajar satu saa lain. d) Pola guru – murid, murid – guru, murid – murid : interaksi optimal antara guru
dengan murud, dan antara murud dengan murid ( komuniksi sebagai transaksi dan ilmu arah )
e) Pola melingkar: setiap siswa mendpat giliran untuk mengemukakan sambutan atau jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali sebelum semua siswa mendapat giliran.
2.5. Minat Belajar
Menurut Dinar Barokah, beberapa indikator siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi hal ini dapat dikenali melalui proses belajar dikelas maupun dirumah yaitu:
17
Seorang siswa yang memiliki perasaan senang atau suka terhadap pelajaran bahasa Indonesia, maka ia harus terus mempelajari ilmu yang berhubungan dengan bahasa Indonesia. Sama sekali tidak ada perasaan terpaksa untuk mempelajari bidang tersebut.
b. Ketertarikan Siswa
Berhubungan dengan daya gerak yang mendorong siswa untuk cenderung merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan, atau bisa berupa pengalaman efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.
c. Perhatian dalam Belajar
Adanya perhatian juga menjadi salah satu indikator minat. Perhatian merupakan konsentrasi atau aktifitas jiwa kita terhadap pengamatan, pengertian, dan sebagainya dengan mengesampingkan hal yang lain.Seseorang yang memiliki minat pada objek tertentu maka dengan sendirinya dia akan memperhatikan objek tersebut.
d. Bahan Pelajaran dan Sikap Guru yang Menarik
Tidak semua siswa menyukai suatu bidang studi pelajaran karena faktor minatnya sendiri. Ada yang mengembangkan minatnya terhadap bidang pelajaran tersebut karena pengaruh dari gurunya,teman sekelas, bahan pelajaran yang menarik.Walaupun demikian lama-kelamaan jika
e. Keterlibatan Siswa
Ketertarikan seseorang akan sesuatu obyek yang mengakibatkan orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari obyek tersebut.
f. Manfaat dan Fungsi Mata Pelajaran
Selain adanya perasaan senang, perhatian dalam belajar dan juga bahan pelajaran serta sikap guru yang menarik. Adanya manfaat dan fungsi pelajaran (dalam hal ini pelajaran bahasa Indonesia) juga merupakan salah satu indikator minat. Karena setiap pelajaran mempunyai manfaat dan fungsinya.
18
BAB 3 METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji secara dalam bentuk variasi mengajar guru kelas inklusi ditinjau dari perbedaan gender. 3.1. Lokasi dan Subyek Penelitian
Penentuan lokasi dan subyek sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel subyek penelitian ini adalah guru kelas SD Inklusi di SDN Lemah Putro 1 dan SDN Gedangan 1.
3.2. Tahapan Penelitian
MULAI
Studi Literatur
Pemilihan Masalah, dan Tujuan Secara Umum
Eksplorasi Masalah di Lapangan
Mengerucutkan Masalah, Menentukan Tujuan
Menyiapkan Intrumen Penelitian
Pemilihan Subyek, dan Lokasi Penelitian, Serta Pengumpulan Data
Analisis Data Penelitian Validasi Instrumen Verifikasi Data Validasi Hasil SELESAI Literatur Data Hasil Eksplorasi Data Penelitian
19
3.3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur.
1) Observasi
Pendekatan observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah interaction kinesics. Melalui Kinesics, akan ditelaah gerakan-gerakan isyarat badan (gesture) guru laki-laki dan perempuan di kelas inklusi dalam melakukan variasi mengajar pada siswa ABK dan NonABK.
2) Wawancara
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, dan wawancara bertahap. Alat yang digunakan dalam membantu proses wawancara berupa audio recording, dan camera digital.
3) Studi Dokumentasi
Dalam penelitian ini digunakan dokumen literal yang akan dikaji lebih mendalam pada studi literatur, dokumen corporal yang terkait dengan RPP guru, nilai-nilai akademik siswa ABK & NonABK, portofolio. Selain dokumen-dokumen tersebut peneliti juga akan mengambil researcher-generated documents (subyek penelitian akan diminta untuk mengilustarikan atau menggambarkan tentang apa yang menjadi ide dalam mengajar di kelas inklusi).
4) Studi Literatur
Studi literatur pada penelitian ini adalah buku-buku, artikel, prosiding, hasil penelitian lain yang relevan.
3.4. Analisis Data Penelitian
Analisis penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus, sampai datanya jenuh. Analisis data kualitatif bahkan telah dilakukan sebelum sampai di lapangan. Aktivitas analisis data tersebut adalah reduksi data, penyajian data, dan interpretasi data.
20 BAB 4
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
5.1. Anggaran Biaya
No Uraian Biaya
1 Honorarium Rp. 1.325.000
2 Pembelian Bahan Habis Pakai Rp. 3.265.000
3 Transportasi, Akomodasi, Konsumsi Rp. 950.000
Total Rp. 5.540.000
5.2. Jadwal Kegiatan
Kegiatan Bulan Tahun 2017-2018
9 10 11 12 1 2 3 4 5 16 7 8
Persiapan Pelaksanaan Kegiatan
Validasi Instrumen Pengambilan Data Analisis Data
Seminar hasil kegiatan
21
DAFTAR PUSTAKA
Hindun, Laila (2012) Hubungan antara Persepsi Siswa Mengenai Variasi Gaya Mengajar Guru dalam Pembelajaran Biologi dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X di MAN Kendal. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.
Indri, Lestari. 2016. Hubungan Keterampilan Mengelola Kelas Dan Mengadakan Variasi Dengan Minat Belajar Siswa Kelas V SD. Universitas Negeri Yogyakarta: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 2 Tahun ke-5 2016.
Ampera, Dina. 2012. Kajian Kesetaraan Gender dalam Pendidikan di Sekolah Dasar Mitra PPL PGSD [jurnal]. [Internet]. Diunduh pada tanggal 7 Maret 2015 tersedia di http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Article-23942-Dina%20Ampera.pdf Ali, M. (2010) Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Mulyasa, E. (2009) Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya
22 Lampiran 1. Rincian Anggaran Kegiatan I. Honorarium Uraian Alokasi Waktu/Jam Banyak/Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Frek Volume Ketua 20 1 Orang 40000 800.000 Anggota 15 1 Orang 35000 525.000 Jumlah 1.325.000
II. Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Pemakain
Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Frek Volume
Bahan Habis Pakai
I : Bahan Penelitian dan
Laporan
Kertas A4 5 Rim 37.000 185.000
CD 10 Biji 10.000 100.000
Kertas Karton 10 Lembar 15.000 150.000
Spidol 10 Biji 7.000 70.000
Tinta 5 Biji 30.000 150.000
Penghapus 1 Pack 50.000 50.000
Gunting 20 Biji 10.000 200.000
Kertas Lipat 20 Biji 10.000 200.000
Karton Tebal 8 Lembar 20.000 160.000
Biaya Validasi
Instrumen Validator 2 Orang 500.000 1.000.000
Bahan Habis Pakai
III
Publikasi Jurnal Nasional
Terakreditasi 1 Kali 1.000.000 1.000.000
Jumlah 3.265.000
III. Transportasi, Konsumsi, Akomodasi
Uraian Justifikasi Pemakaian Kuantitas
Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Frek Volume
Perjalanan Perjalanan ke SDN 20 Kali 25.000 500.000 Perjalanan Validasi ke UNESA 6 Kali 75.000 450.000
23 Lampiran 2. Biodata
Biodata Ketua 1. Identitas Diri
1. NamaLengkap Mahardika Darmawan Kusuma W., M.Pd
2. JenisKelamin Laki-laki
3. Jabatan Fungsional -
4. NIDN 0705099001
5. Tempat dan Tanggal Lahir Pasuruan, 05 September 1990
6. Email [email protected]
7. Nomor Telepon/HP -/085646424525
8. Alamat Kantor Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo
9. Nomor telepon/Faxs 03189454444/ Faxs. 03189493333
10.Bidang keahlian Guru Kelas SD
11.MataKuliahyangdiampu
1. Pendidikan Matematika SD Kelas Awal 2. Pendidikan Matematika SD Kelas Tnggi 3. Pengembangan Pembelajaran Matematika 4. Pendidikan PKn Kelas Tinggi
2. Riwayat Pendidikan
S1 S2
NamaPerguruanTinggi Universitas Negeri Malang Universitas Negeri Malang
BidangIlmu PGSD Pendidikan Dasar (PGSD
Konsentrasi guru kelas)
Tahunmasuk-lulus 2008-2012 2012-2014
JudulSkripsi/Tesis
Hubungan antara kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan siswa di kelas V SDN Wonorejo 4 kabupaten Pasuruan
Pengembangan instrumen penilaian membaca dan menulis permulaan kelas II sekolah dasar
Nama Pembimbing/Promotor Muchtar S.Pd., M.Si. dan
Drs. M. Thoha A.R., S.Pd., M.Pd
Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd dan Dr. Alif Mudiono, M.Pd
3. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir
No. Judul artikel Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun
1. Implementasi Surat edaran Mendikbud Terhadap Peran Orang Tua Pada Hari Pertama Sekolah Jurnal PEDAGOGIA FKIP UMSIDA Volume 5/2/2016 Jurnal Nasional Belum Terakreditasi Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya.
Sidoarjo, Mei 2017 Hormat saya,
24 A.Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Kemil Wachidah, M.Pd
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional -
4 NIP/NIK/Identitas Lainnya 210377
5 NIDN 0720078402
6 Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo, 20 Juli 1984
7 Email [email protected]
8 Nomor Telepon/Hp 082132008977
9 Alamat Kantor Jl. Mojopahit 666B
10 Nomor Telepon/Faks 031 8945444/ 031 8949333
11 Lulusan yang Telah dihasilkan S1 = 25 orang
12 Mata Kuliah yang diampuh -Pendidikan Bahasa dan Sastra SD
-Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan sastra SD
-Strategi Belajar Mengajar
-Pembelajaran Bahasa Inggris di SD -Pendidikan Inklusi di SD B. Riwayat Pendidikan S-1 S-2 S-3 Nama Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Negeri Surabaya Bidang Ilmu 2005-2009 2010-2015 Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Pengaruh Pendekatan Nadhariyah al wihdah terhadap Kemampuan Berbahasa Arab Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Kemampuan
Menulis siswa gifted with asynchronous di SDN Inklusi Lemah Putro (Studi Tunggal pada Miko)
Nama Pembimbing/Promotor Najih Anwar, M.Pd.I Prof. Dr. Kisyani Laksono
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir (bukan Skripsi, Tesis, dan Disertasi)
No Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber Jml (juta Rp) 1 2012 Kontroversi Imam Perempuan atas Laki-laki
pada Majlis Tarjih Muhammadiyah
Kemenag Rp.
10.000.000 2 2013 Strategi Pembelajaran berbasis Blue
Economy untuk meningkatkan skill entrepreneur di daerah pesisir pertambakan
Pribadi Rp. 2.000.000
3 2014 Mitos Kesempatan sama dan Kesenjangan Reproduksi Kesenjangan Sosial: Gambaran
Posdaya Damandiri
25
Nyata Kesenjangan Sosial dalam Pendidikan terhadap Anak-anak Petani Tambak
4 2014 Kekerasan Simbolik Tengkulak Ikan atas Petani Tambak di Area Pertambakan Sidoarjo
Posdaya Damandiri
Rp. 5.000.000
D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No Tahun Judul Pengabdian Pendanaan
Sumber Jml (juta Rp)
1 2013 Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Masyarakat Desa Tertinggal Melalui Bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan Dan Lingkungan Di Pertambakan Dusun Kali Alo Dan Kali Kajang
Sidoarjo Jawa Timur
(KKN PPM)
Dikti Rp. 85.000.000
2 2012/2013 IbM Kelompok Usaha Kecil Ikan Asap di Desa Penatarsewu Sidoarjo
(PKM)
Dikti Rp. 40.000.000
3
2015-2016
IbW Pertambakan Kalialo dan Kalisogo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo
(PKW)
Dikti Rp. 50.000.000
4 2013-
Sekarang
Ketua Posdaya (Pos Pemberdayaan
Keluarga) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Posdaya Damandiri Rp. 114.000.000/Peryear 5 2012 - Sekarang
Pengurus Pusat Studi Wanita dan anak Univ.Muhammadiyah Sidoarjo
6
2013-Sekarang
Supervisor Sekolah Dasar Inklusi Lemah Putro 1 Sidoarjo
E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir
No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun
1 Mitos Kesempatan sama dan
Kesenjangan Reproduksi
Kesenjangan Sosial: Gambaran Nyata Kesenjangan Sosial dalam Pendidikan terhadap Anak-anak Petani Tambak
Jurnal Society Vol 11, No 1 (2014)
2 Keterampilan Menulis Karangan Narasi pada Anak Gifted with Disynchronous Develepment (Studi Tunggal pada Satu Subyek)
26
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No Nama Temu
Ilmiah/Seminar
Judul Artikel Waktu dan Tempat
1 Konferensi Nasioanl
Posdaya
Mitos Kesempatan sama
dan Kesenjangan
Reproduksi Kesenjangan Sosial: Gambaran Nyata Kesenjangan Sosial dalam Pendidikan terhadap Anak-anak Petani Tambak
2013/ Dinas
Kesejahteraan Sosial Surabaya
2 Seminar Nasional FKIP Umsida
Strategi Pembelajaran berbasis Blue Economy untuk meningkatkan skill entrepreneur di daerah pesisir pertambakan
2013/ Aula SMAMDA Sidoarjo
3 Seminar Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Kekerasan Simbolik
Tengkulak Ikan atas Petani
Tambak di Area
Pertambakan Sidoarjo
2014 / UHAMKA Jakarta
4 Seminar Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Pemeberdayaan
Masyarakat Pertambakan melalui Program Posdaya
2015 / Universitas Negeri Yogyakarta
5 Seminar Penelitian Pengaruh SRSD terhadap
Kemampuan Menulis
Deskriptif siswa SD Kelas Tinggi
2017/ Universitas
Muhammadiyah Sidoarjo
G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Waktu & Tempat
H. Perolehan HKI dalam 10 Tahun Terakhir
No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID
I.Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial lainnya dalam 10 Tahun Terakhir
No Judul/Tema Jenis Rekayasa Sosial lainnya Yang Telah
Diterapkan
Tahun Tempat
Penerapan
Respon Masyarakat
1. Kabupaten Layak Anak 2013 Sidoarjo Baik
J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau institusi lainnya)
27
1. Lulusan Terbaik S1 Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo
2009 2. Dosen Pembimbing Lapangan KKN
Terbaik 1
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo3
2013 3. Pemakalah terbaik II kategori PPM Universitas Negeri Yogyakarta 2015 Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan penugasan skema program pengabdian masyarakat.
Sidoarjo, 18 Juni 2017 Ketua Pengusul,
28