1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Persaingan bisnis di era globalisasi yang memiliki kecenderungan tanpa batas sehingga online merupakan pilihan utama bagi perusahaan. Sekarang ini teknologi sudah berkembang sangat cepat sehingga segala macam informasi dapat diakses secara online dengan menggunakan media internet dimana seseorang mendapatkan informasi secara langsung dan cepat. Oleh karena itu, banyak perusahaan sekarang ini memanfaat teknologi internet untuk bisnis mereka.
Banyak sekali perusahaan – perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi internet dalam menjalankan bisnisnya. Mulai dari perusahaan dengan bisnis E-Commerce, Transportasi Online, Platform, dan lain sebagainya.
PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com sebagai salah satu perusahaan yang sudah memanfaatkan teknologi internet sebagai alat utama dalam menjalankan bisnisnya. PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com ini merupakan perusahaan yang berbasis internet yang berisi berbagai macam penjual dari berbagai produk dan jasa. Selain itu INDOTRADING.com menyediakan jasa pembuatan website bagi perusahaan – perusahaan yang ingin bergabung dengan INDOTRADING.com.
Karyawan mempunyai peran yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Tanpa adanya karyawan sebuah perusahaan tidak akan dapat beroperasi secara maksimal. Kesuksesan sebuah perusahaan tidak luput dari peran para karyawan. Karyawan yang memiliki kinerja yang bagus dan maksimal akan membantu perusahaan untuk terus maju dan berkembang. Selain itu sebuah perusahaan yang besar dan dapat berkembang secara cepat itu dipengaruhi oleh kinerja karyawan yang ada di perusahaan tersebut. Semakin baik tingkat kinerja karyawannya maka perusahaan tersebut akan cepat berkembang juga. Oleh karena itu sebuah perusahaan perlu memperhatikan tingkat kinerja karyawan jika perusahaan tersebut ingin cepat untuk berkembang.
Karyawan merupakan sumber daya manusia yang sangat penting untuk sebuah perusahaan. Untuk mencapai tujuan organisasi, perusahaan harus memiliki manajemen
sumber daya manusia yang baik. Dengan adanya manajemen sumber daya manusia yang baik, para karyawan merasa nyaman bekerja sehingga kemampuan karyawan dapat dimaksimalkan dalam bekerja dan tujuan yang telah ditentukan perusahaan dapat tercapai dengan cepat dan sesuai dengan harapan perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses untuk menangani berbagai masalah atau kendala dalam ruang lingkup kerja untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan agar mencapai visi dan misi yang telah ditentukan. Karyawan merupakan salah satu unsur yang penting di dalam suatu organisasi, karena karyawan merupakan penggerak dan penentu jalannya suatu organisasi. Tanpa adanya karyawan suatu perusahaan akan mengalami kesulitan untuk mencapai suatu tujuan perusahaan.
Perusahaan yang sudah berkembang pesat dan besar, memiliki manajemen sumber daya manusia yang baik dan benar. Dibalik perusahaan yang sudah besar, perusahaan tersebut memiliki karyawan-karyawan yang loyal terhadap perusahaan dan memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing karyawan. Loyalitas karyawan terhadap perusahaan membuat kinerja dari karyawan semakin maksimal dan efisien.
Loyalitas karyawan dapat terjadi dimana tingkat kenyamanan bekerja sudah dapat dirasakan oleh para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Tingkat kenyamanan seorang karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat beban kerja yang rendah, sikap pimpinan yang disukai oleh para karyawan dan lingkungan kerja yang sudah sesuai dengan harapan para karywan. Tingkat kenyamanan karyawan berbeda antara satu individu dengan individu lainnya tergantung dari seberapa besar harapan dan standar yang dibuat oleh masing-masing individu.
Unsur manajemen sumber daya manusia adalah individu yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Dengan demikian, fokus yang dipelajari oleh sumber daya manusia adalah masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja manusia.
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu perusahaan adalah tingkat turnover yang tinggi. Turnover atau pergantian tenaga kerja merupakan wujud nyata dari turnover intention yang dapat menjadi masalah serius bagi perusahaan atau organisasi, khususnya apabila yang keluar adalah tenaga kerja yang mempunyai
keahlian, kemampuan, terampil dan berpengalaman atau tenaga kerja yang menduduki posisi vital dalam perusahaan, sehingga dapat menganggu efektivitas jalannya perusahaan.
Turnover intention pada dasarnya adalah sama dengan keinginan berpindah karyawan dari satu tempat kerja ke tempat kerja lainnya (Harninda, 2008 : 45). Turnover intention merupakan kemungkinan yang bersifat subyektif dimana seorang individu akan merubah pekerjaannya dalam jangka waktu tertentu dan merupakan pelopor dasar kepada turnover yang sebenarnya (Staffelbach, 2008 : 30).
Turnover intention sebenarnya adalah hal yang wajar dalam suatu perusahaan, akan tetapi sebagian besar pergantian karyawan membawa pengaruh yang kurang baik terhadap perusahaan. Tingginya turnover intention dapat menghambat perusahaan baik dari segi biaya maupun dari segi hilangnya waktu dan kesempatan untuk memanfaatkan peluang.
Faktor psikologis penyebab terjadinya turnover intention merujuk pada proses mental dan perilaku karyawan, antara lain harapan, orientasi, kepuasan kerja, komitmen organisasi, keterlibatan kerja atau efektifitas (Staffelbach, 2008 : 30). Faktor-faktor tersebut didukung oleh berbagai hal yang menyangkut dengan perilaku karyawan seperti absensi meningkat, mulai sering terlambat, meningkatnya keberanian untuk melanggar peraturan perusahaan maupun kurangnya keseriusan dalam menyelesaikan pekerjaan. Indikasi-indikasi tersebut diprediksikan terjadi akibat beban kerja tinggi, sikap pimpinan yang tidak sesuai dengan harapan dan lingkungan kerja yang kurang kondusif.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi turnover intention dari seorang karyawan adalah beban kerja. Beban kerja yang diterima oleh seorang karyawan harus sesuai dengan kemampuan dari pribadi masing-masing individu. Jika beban kerja yang diterima oleh seorang karyawan berlebih maka karyawan tersebut tidak akan bekerja secara maksimal. Setiap individu memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda maka setiap orang memiliki beban kerja yang berbeda-beda pula. Tingkat beban kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh seberapa besar daya tahan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Oleh karena itu ada beberapa indikasi yang menyebabkan munculnya tingkat beban kerja dari seorang karyawan yaitu fisik, mental dan penggunaan waktu. Aspek fisik meliputi beban kerja yang melampaui batas
kemampuan fisik manusia. Aspek mental adalah beban kerja yang berkaitan dengan mental (psikologis) seseorang. Sedangkan aspek penggunaan waktu dimana beban kerja mempertimbangkan dari segi penggunaan waktu seperti bekerja maksimal hanya 8 jam sehari.
Selain itu beban kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor jenis kelamin, umur, kemampuan masing-masing individu dan pengetahuan seseorang terhadap tugas yang akan diberikan. Perbedaan jenis kelamin dapat mempengaruhi tingkat beban kerja seseorang misalkan untuk para karyawan yang memiliki jenis kelamin pria mendapatkan tugas atau beban kerja lebih berat daripada wanita dikarenakan bahwa pria memiliki tenaga lebih kuat daripada wanita. Selain itu umur seseorang juga dapat mempengaruhi kemampuan daya tahan seseorang terhadap beban kerja yang sedang di hadapinya. Semakin muda umur seorang karyawan maka semakin kuat dan bersemangat dalam mengerjakan beban kerja yang di hadapi oleh karyawan tersebut sehingga karyawan yang memiliki umur lebih muda memiliki beban kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan yang sudah berumur.
Faktor lainnya yang mempengaruhi turnover intention adalah sikap pimpinan. Sikap pimpinan yang dimaksud dalam hal ini adalah bagaimana sikap pimpinan terhadap bawahannya apakah sudah sesuai dengan keinginan dari para karyawan atau belum. Jika sikap pimpinan terhadap karyawannya baik, ramah, dan peduli terhadap karyawannya maka para karyawannya akan merasa betah untuk bekerja di perusahaan tersebut sehingga turnover intention akan rendah dan karyawan menjadi lebih loyal terhadap perusahaan. Tidak hanya itu, karyawan dapat bekerja secara optimal dan dapat menyelesaikan tugasnya secara baik, benar dan cepat.
Sikap pimpinan yang baik adalah dimana seorang pimpinan dapat mengetahui apa yang menjadi masalah karyawannya sendiri sehingga pimpinan dapat memberikan motivasi dan memberikan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh karyawannya. Bila sikap pimpinan tidak sesuai dengan harapan para karyawannya maka akan membuat para karyawan tidak nyaman untuk bekerja di perusahaan tersebut sehingga turnover akan terjadi cepat atau lambat. Dengan demikian maka seorang pimpinan harus selalu ada di tengah-tengah para karyawan untuk dapat mengetahui apa yang menjadi kendala atau masalah yang sedang dihadapinya dan cepat untuk
memberikan solusi yang tepat untuk mereka. Seorang pimpinan tidak dapat menjalankan sebuah perusahaan secara sendiri akan tetapi membutuh orang lain yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan sehingga perusahaan tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Selain faktor beban kerja dan sikap pimpinan, faktor yang mempengaruhi turnover intention adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja dimaksud didalam hal ini adalah lingkungan kerja didalam perusahaan. Lingkungan kerja meliputi faktor-faktor di luar manusia baik fisik maupun non fisik dalam suatu perusahaan. Faktor fisik ini meliputi perlengkapan kerja, suhu di tempat kerja, kepadatan atau kesesakan, kebisingan, luas ruang kerja. Sedangkan non fisik mencakup pengaruh kerja yang terbentuk di instansi antara atasan dan bawahan serta antara sesama karyawan.
Lingkungan kerja suatu perusahaan yang kurang memadai dapat menyebabkan ketidaknyamanan karyawan dalam bekerja di perusahaan tersebut. Seperti contoh ketika kurangnya fasilitas yang diberikan oleh perusahaan dalam membantu kelancaran kerja, ruangan kerja yang sempit, suhu udara yang lembab, sirkulasi udara yang tidak lancar, rusaknya pendingin ruangan dan ruangan yang tidak bersih dan rapi. Ketika kondisi ruang kerja tidak nyaman, maka akan menurunkan kinerja para karyawan di perusahaan tersebut.
Dengan demikian kondisi lingkungan kerja harus sangat diperhatikan agar para karyawan merasa nyaman ketika bekerja sehingga kinerja para karyawan dapat optimal dan dapat merasa betah bekerja di perusahaan tersebut.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa beban kerja, sikap pimpinan dan lingkungan kerja merupakan variabel penting yang berpengaruh dengan turnover intention karyawan. Dalam perkembangannya, beban kerja, sikap pimpinan dan lingkungan kerja harus diperhatikan oleh perusahaan untuk membuat karyawan yang bekerja dalam perusahaan tersebut merasa nyaman dalam bekerja. Salah satu perusahaan yang memperhatikan beban kerja, sikap pimpinan dan lingkungan kerja adalah PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com.
Selama semester 6 kemarin penulis melakukan kegiatan Internship selama 6 bulan di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com yang diselenggarakan oleh Binus University. Kesempatan ini penulis gunakan untuk mengikuti kegiatan Internship agar
penulis mendapatkan pengalaman dalam hal bekerja dalam sebuah perusahaan. PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com adalah situs yang didirikan untuk membantu sektor Usaha dan Kecil Menengah dalam memasarkan produknya secara online dengan berbasis business to business (B2B). Indotrading.com adalah direktori bisnis online terbaik dan terlengkap di Indonesia dan bukan situs ataupun media jual beli. INDOTRADING.com hanya mengkhususkan diri ke sektor perusahaan dan bisnis. Individu tidak diizinkan memasang produk katalog secara online. Tidak hanya kategori produk saja yang INDOTRADING.com sediakan tetapi kategori jasa juga disediakan oleh perusahaan ini. Semua produk dan jasa yang ada butuhkan ada di INDOTRADING.com. INDOTRADING.com memiliki visi yaitu menjadi direktori bisnis online terbaik dan terlengkap di Indonesia sehingga masyarakat ketika ingin mendapatkan produk maupun jasa yang diinginkan tinggal membuka website INDOTRADING.com dan mencari produk dan jasa yang diinginkan.
Selama melakukan kegiatan internship di perusahaan tersebut, penulis melihat ada beberapa masalah yang muncul dari perusahaan tersebut terutama dalam manajemen karyawan. Penulis melihat bahwa di perusahaan tersebut sering terjadi pergantian karyawan dimana para karyawan sering masuk dan keluar. Karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut tidak terlalu lama. Ada juga karyawan yang baru masuk 1 (satu) minggu sudah keluar dari perusahaan tersebut. Dari analisa penulis bahwa perusahaan tersebut menghadapi permasalahan dimana para karyawan rata-rata tidak dapat bertahan lama untuk bekerja di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com.
PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com memiliki jumlah karyawan sebanyak 65 karyawan. Perusahaan ini termasuk perusahaan baru yang baru berumur 3 tahun. Banyak karyawan yang baru masuk untuk bekerja di Indotrading. Akan tetapi banyak juga karyawan yang mulai keluar dengan sendirinya. INDOTRADING.com tidak mengetahui apa kesalahan yang telah diperbuat oleh perusahaanya sehingga menyebabkan karyawan keluar masuk. Oleh karena itu penulis meneliti masalah turnover intention dalam perusahaan PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com karena di perusahaan tersebut memiliki tingkat turnover intention yang cukup tinggi. Tingkat turnover intention yang tinggi dapat menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan dan mengakibatkan perusahaan menjadi tidak efektif dan
optimal karena kehilangan karyawan yang berpengalaman dengan kinerja yang baik dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Karyawan berperan penting dalam meningkatkan kemajuan perusahaan dan mencapai tujuan perusahaan.
Dari masalah tersebut penulis dapat memberikan dugaan sementara bahwa di perusahaan tersebut terdapat masalah di bagian tingkat turnover intention. Banyak karyawan yang keluar dan masuk begitu cepat di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com. Penulis membuat dugaan sementara faktor yang menjadi penyebab tingginya employee turnover intention di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com. Faktor-faktor tersebut adalah tingkat beban kerja yang diterima karyawan tidak sesuai dengan keinginan dan kemampuan dari seorang karyawan, sikap pimpinan yang tidak sesuai dengan harapan para karyawan dan lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan harapan para karyawan.
Dalam mengelola sumber daya manusia, PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com tidak terlepas dari masalah perputaran karyawan. Masalah perputaran karyawan tersebut dapat dilihat dari tingginya ketidakpuasan karyawan. Berikut data hasil survei terkait kepuasan dan turnover intention karyawan PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com. Survei dilakukan dari hasil kuesioner yang penulis sebarkan selama penulis melakukan kegiatan internship yang di selenggarakan oleh Binus University ke beberapa karyawan INDOTRADING.com sebagai data sementara.
Dari hasil kuesioner yang sudah saya sebarkan ke 65 orang karyawan di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com di dapat hasil para karyawan yang merasa puas dan tingkat turnover intention karyawan yaitu:
Tabel 1.1 Kepuasan Karyawan
Puas Tidak Puas
22 43
Persentase Kepuasan Karyawan 33,85% 66,15%
Gambar 1.1 Grafik Turnover Intention Karyawan
Sumber : Data Primer Perusahaan 2015
Dari hasil data tingkat kepuasan karyawan dan turnover intention karyawan diatas dengan rincian tingkat kepuasan karyawan di dapat dari hasil kuesioner yang telah diberikan ke 65 orang karyawan di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com didapatkan bahwa karyawan yang merasa puas sebanyak 22 orang dan yang tidak puas sebanyak 43 orang maka presentasenya karyawan yang puas sebesar 33,85% dan yang tidak puas sebesar 66,15%.
Sedangkan untuk hasil data turnover intention karyawan PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com berdasarkan gambar 1.1 didapatkan hasil karyawan yang keluar selama bulan Maret sampai April sebanyak 2 orang dari total karyawan sebanyak 65 karyawan maka presentasenya sebesar 3,08% dan dari bulan Mei sampai Juni terdapat karyawan yang keluar sebanyak 3 orang sehingga didapatkan persentase sebesar 4,61%. Sedangkan pada bulan July – Agustus sebanyak 5 orang karyawan yang keluar sehingga didapatkan persentase sebesar 7,69%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat turnover intention untuk karyawan di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com semakin meningkat dari bulan Februari sampai Agustus.
Dari hasil kuesioner sementara yang penulis dapatkan, penulis melihat hal yang menyebabkan tingginya tingkat turnover intention di INDOTRADING.com adalah beban kerja yang cukup tinggi. Beban kerja yang diterima oleh karyawan rata-rata
mendapatkan tugas atau pekerjaan lebih dari batas kemampuan dari masing-masing karyawan seperti lebih dari 2 (dua) pekerjaan dengan dedline yang singkat. Selain itu ketika pekerjaan yang sebelumnya belum terselesaikan pimpinan sudah memberikan tugas baru yang memiliki durasi dedline yang singkat pula. Oleh karena itu para karyawan menjadi kurang fokus dengan apa yang sedang dikerjakan dan pekerjaan banyak yang tidak terselesaikan tepat waktu.
Sikap pimpinan juga dapat mempengaruhi turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com. Sebagai seorang pimpinan dari PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com dapat dikatakan sudah cukup baik dengan selalu berada di tengah karyawan untuk mengetahui kesulitan dan kendala apa yang sedang dihadapi oleh para karyawan di berbagai divisi dan juga sering memberikan motivasi kepada seluruh karyawan INDOTRADING.com. Akan tetapi pimpinan tidak memberikan solusi yang tepat untuk para karyawan yang sedang mengalami kendala melainkan memberikan tugas tambahan untuk para karyawannya.
Selain itu kondisi lingkungan kerja di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com sudah dinilai cukup baik. Ruangan sudah dilengkapi dengan mesin pendingin yang cukup baik, kebersihan selalu dijaga, sirkulasi udara baik, keamanan cukup baik dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan sudah cukup baik dengan meminjamkan ke seluruh karyawan seperangkat laptop beserta dengan mouse dan kabel charger demi kelancaran dalam bekerja. Akan tetapi INDOTRADING.com memiliki beberapa masalah seperti koneksi internet yang tidak stabil dan suka lost connection sehingga pekerjaan menjadi terganggu. Tidak hanya itu, dekorasi ruang kerja yang sangat simpel dan polos membuat semangat bekerja dari para karyawan akan menurun.
Dengan adanya masalah yang dialami oleh PT. Inovasi Sukses Sentosa – Indotrading.com, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “PENGARUH BEBAN KERJA, SIKAP PIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP EMPLOYEE TURNOVER INTENTION DI PT. INOVASI SUKSES SENTOSA – INDOTRADING.COM”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian masalah diatas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Apakah ada pengaruh secara parsial atas beban kerja terhadap turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com?
2. Apakah ada pengaruh secara parsial atas sikap pimpinan terhadap turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com? 3. Apakah ada pengaruh secara parsial atas lingkungan kerja terhadap turnover
intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com? 4. Apakah ada pengaruh secara simultan atas beban kerja, sikap pimpinan dan
lingkungan kerja terhadap turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial atas beban kerja terhadap turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com. 2. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial atas sikap pimpinan terhadap turnover
intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com. 3. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial atas lingkungan kerja terhadap
turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com.
4. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan atas beban kerja, sikap pimpinan dan lingkungan kerja terhadap turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com.
5. Untuk mengetahui apakah penulis dapat memberikan solusi untuk PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com dalam menyelesaikan masalah turnover intention karyawan ini.
1.4 Manfaat Penelitian 1) Bagi perusahaan
Membantu memberikan masukan dan bahan pertimbangan perusahaan untuk mengurangi tingkat turnover intention karyawan pada PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com yang terlalu sering durasi waktu yang berdekatan.
2) Bagi peneliti
Dapat membantu menyelesaikan masalah yang ada di PT. Inovasi Sukses Sentosa - Indotrading.com dan dapat memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan tugas akhir.
3) Bagi pembaca
Memberikan informasi, referensi dan acuan untuk peneliti lanjutan dan juga sebagai wawasan mengenai bagaimana beban kerja, sikap pimpinan dan lingkungan kerja mempegaruhi turnover intention karyawan di perusahaan PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com.
1.5 Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini peneliti melibatkan sebanyak 65 orang karyawan di PT. Inovasi Sukses Sentosa – INDOTRADING.com, ruang lingkup yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh beban kerja, sikap pimpinan dan lingkungan kerja terhadap employee turnover intention di INDOTRADING.com.
1.6 Ruang Lingkup Penelitian
PT. Inovasi Sukses Sentosa – Indotrading.com yang beralamat JL. Meruya Illir Raya No. 88, Business Park Blok E2-6, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
1.7 Penelitian Terdahulu
Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu No Judul Pengarang Objek
Penelitian Hasil Penelitian 1. Turnover intentions Do leadership Janelle E. Wells dan Jon Welty Peachey
Turnover intentions
This paper aims to investigate the relationship between
No Judul Pengarang Objek Penelitian
Hasil Penelitian
behaviors and satisfaction with the leader matter?
leadership behaviors (transformational and transactional),
satisfaction with the leader, and voluntary turnover intentions. In particular, it aims to investigate the mediation effect of satisfaction with the leader on the
relationship between leadership behaviors and voluntary turnover organizational intentions. 2. Job stress, Workload, Environment and Employees Turnover Intentions: Destiny or Choice Muhammad Imraq Qureshi, Raja Ahmed Jamil, Mehwish Iftikhar, Sadia Arif, Dr. Saeed Lodhi, Dr. Imran Naseem, dan Khalid Zaman. Textile Industry of Pakistan Hasil menunjukkan bahwa turnover intention karyawan berhubungan positif dengan stress kerja dan beban kerja,
sementara berhubungan negatif dengan
lingkungan kerja.
3. Peran Stres Kerja Dalam Memediasi Pengaruh Kontrak A. A. Sg. Ag. Sri Mahaiswari dan Agoes Ganesha Klinik Kecantikan Kontrak psikologis mempengaruhi keinginan untuk keluar secara langsung maupun tidak
No Judul Pengarang Objek Penelitian Hasil Penelitian Psikologis dan Beban Kerja terhadap Keinginan Karyawan untuk Keluar dari Organisasi: Studi pada Sebuah Klinik Kecantikan.
Rahyuda langsung melalui stress
kerja dan beban kerja mempengaruhi keinginan untuk keluar secara langsung maupun tidak langsung melalui stress kerja.
4. Pengaruh Lingkungan Kerja, dan Job Insecurity terhadap Kinerja dan Turnover Intention karyawan Pada Royal Hotel n'lounge Jember Mamiharisoa Andrinirina A., Sudarsih Royal Hotel n'lounge Jember
secara parsial bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, job insecurity berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan, dan lingkungan
kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intentions karyawan; job insecurity berpengaruh positif signifikan
terhadap turnover intentions karyawan dan
No Judul Pengarang Objek Penelitian Hasil Penelitian kinerja berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover
intentions karyawan pada Royal Hotel n'lounge Jember.
5. Deteriorated External Work Environment, Heavy Workload and Nurses’ Job Satisfaction and Turnover Intention MARGARET DENTON, SHARON DAVIES, ANDREA BAUMANN, JENNIFER BLYTHE, LINDA BOOS Turnover Intention
We suggest managers and policymakers pay attention to the impact of deteriorated external work envi- ronment and heavy workload in developing strategies for nurses’ job satisfaction and retention. More importantly, the different impact of these factors according to employment contracts should be considered in developing human resources policies for nurses’ job satisfaction and retention. Sumber: Penulis (2015)