• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kasus App Perforasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kasus App Perforasi"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KASUS LAPORAN KASUS

PERITONITIS

PERITONITIS GENERALISATAGENERALISATA Et causa APENDIKS PERFORASI Et causa APENDIKS PERFORASI

Disusun Oleh : Disusun Oleh :

IRMA PRYUNI AINANDA IRMA PRYUNI AINANDA

I111000! I111000!

SMF ILMU "EDA# SMF ILMU "EDA# RSUD

RSUD DOKTER A"DUL A$I$ DOKTER A"DUL A$I$ SINGKA%SINGKA%ANGANG FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNI&ERSITAS TAN'UNGPURA UNI&ERSITAS TAN'UNGPURA (01) (01)

(2)

Le*+a, Pe,setu-uan Le*+a, Pe,setu-uan

Te

Telah disetujui Laporan Kasus lah disetujui Laporan Kasus dengan judul :dengan judul : PERITONITIS

PERITONITIS GENERALISGENERALISATATAA e.c APENDIKS PERFORASI e.c APENDIKS PERFORASI

disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Kepaniteraan Klinik Modul Bedah Kepaniteraan Klinik Modul Bedah

Te

Telah lah disetujui,disetujui,

Singkawang, 05 pril !0"5 Singkawang, 05 pril !0"5 #embimbing Laporan Kasus, #embimbing Laporan Kasus,

dr$ %epri Sitorus, Sp$B dr$ %epri Sitorus, Sp$B

&isusun oleh : &isusun oleh :

'rma #ryuni inanda 'rma #ryuni inanda

(3)

"A" I

LATAR "ELAKANG

pendisitis akut adalah kondisi bedah akut yang paling umum dari abdomen$ &iagnosis ini dibuat berdasarkan keseluruhan riwayat klinis,  pemeriksaan dan didukung oleh pemeriksaan penunjang$ &iagnosis dan  penatalaksanaan yang tepat dan (epat dapat mengurangi risiko per)orasi dan

men(egah komplikasi lainnya$

Tingkat kematian akibat apendisitis non*per)orasi kurang dari "+$ #er)orasi apendiks dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi yaitu sekitar 5+ dan bisa lebih ekstrim bila dihubungkan dengan tingkat usia dengan keterlambatan dalam deteksi dini atau diagnosis pada kelompok usia muda dan  beberapa komorbiditas pada masa lansia$

(4)

"A" II

TIN'AUAN PUSTAKA

A. Anat/*i

 pendiks ermiormis adalah struktur berbentuk (a(ing yang mun(ul dari posteromedial dari dinding sekum, kira*kira ! (m di bawah ileum$ #osisi ini mungkin menempati dari beberapa posisi$ #osisi apendiks yang lain sepeti retrosekal, retrokolik -dibelakang sekum atau kolon as(enden., peli(al atau des(enden -pinggir panggul atau tergantung didekat oarium atau rahim$ 'tu semua adalah posisi yang paling sering dijumpai di praktek$ #osisi lain yang kadang*kadang terlihat terutama ketika ada mesentrium apendiks yang  panjang memungkinkan mobilitas yang lebih besar, termasuk sub(ae(al -di  bawah sekum., preilial -ke anterior terminal ileum., postileal -belakang

terminal ileum.$"

#ersara)an parasimpatis pada apendiks berasal dari (abang nerus agus yang mengikuti arteri mesentrika superior dan arteri apendikularis, sedangkan persara)an simpatis berasal dari nerus torakalis /$ leh karena itu, nyeri iseral pada apendisitis bermula disekitar umbilikus$!

1askularisasi ppendiks berasal dari per(abangan $ ileo(oli(a$ 2ambaran histologis ppendiks menunjukkan adanya sejumlah )olikel lim)oid  pada submukosanya$ #ada usia "5 tahun didapatkan sekitar !00 atau lebih nodul lim)oid$ Lumen ppendiks biasanya mengalami obliterasi pada orang dewasa$ !

(5)

2ambar 3$ Letak appendiks pada rongga abdomen

2ambar 4$ natomi ppendiks

2ambar 5$ 1ariasi #osisi ppendiks

1ariasi lokasi ini yang akan mempengaruhi lokasi nyeri perut yang terjadi apabila ppendi mengalami peradangan$

(6)

". Deinisi

pendisitis merupakan peradangan pada appendiks ermi)ormis$ ppendiks$ Sjamsuhidajat -!00!. membagi apendisitis menjadi apendisitis akut, apendisitis rekuren, dan apendisitis kronik$ #eradangan akut appendiks menyebabkan komplikasi yang berbahaya apabila tidak segera dilakukan tindakan bedah$!

. E2i3e*i/l/4i

pendisitis terjadi pada 6,7+ laki*laki dan 7,8+ wanita, dengan insidensi tertinggi pada dekade kedua atau ketiga$ 'nsidens apendisitis dapat terjadi pada semua usia, hanya pada anak kurang dari satu tahun jarang dilaporkan$ Setelah diteliti ternyata hiperplasia dari lim)oid menjadi penyebab meningkatnya insidens apendisitis pada usia muda$ nak yang lebih muda memiliki resiko tinggi sebesar 50 9 65+ mengalami per)orasi$ pendisitis  pada pediatrik rata*rata terjadi saat usia 7 9 "0 tahun$ ppendi(itis akut merupakan kasus bedah emergensi yang paling sering ditemukan pada anak* anak dan remaja$!,3,4

D. Eti/l/4i 5 Pat/isi/l/4i

tiologi apendisitis akut adalah in)eksi bakteri -sekitar 70+ (airan aspirasi yang didapatkan dari pendisitis didapatkan bakteri jenis anaerob. akibat obstruksi lumen$5 ;e(alith merupakan penyebab umum obstruksi

ppendiks$ #enyebab lainnya adalah hipertro)i jaringan lim)oid, sisa barium dari pemeriksaan roentgen, diet rendah serat, dan parasit$ #enelitian epidemiologi menunjukkan peran kebiasaan makan makanan rendah serat dan  pengaruh konstipasi terhadap timbulnya apendisitis$ Konstipasi akan menaikkan tekanan intrasekal yang berakibat timbulnya sumbatan )ungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan kuman )lora kolon biasa$ Semuanya ini mempermudah timbulnya apendisitis akut$ ;rekuensi obstruksi meningkat sejalan dengan keparahan proses in)lamasi$!

(7)

2ambar 7$ pendiks yang

mengalami in)lamasi

bstruksi lumen yang tertutup disebabkan oleh hambatan pada bagian proksimalnya dan berlanjut pada peningkatan sekresi normal dari mukosa apendiks yang distensi$ &istensi merangsang akhiran serabut sara) a)eren nyeri is(eral, mengakibatkan nyeri yang samar*samar, nyeri di)us pada perut tengah atau di  bawah epigastrium$ bstruksi tersebut mneyebabkan mu(us yang diproduksi mukosa mengalami bendungan$ Makin lama mu(us tersebut makin banyak, namun elastisitas dinding appendiks mempunyai keterbatasan sehingga menyebabkan peningkatan intralumen$ Kapasitas lumen apendiks normal hanya sekitar 0," ml$ <ika sekresi sekitar 0,5 dapat meningkatkan tekanan intalumen sekitar 70 (m=!0$7

Tekanan yang meningkat tersebut akan menyebabkan apendiks mengalami hipoksia, menghambat aliran lim)e, terjadi ulserasi mukosa dan inasi bakteri$ 'n)eksi menyebabkan pembengkakan apendiks bertambah -edema. dan semakin iskemik karena terjadi trombosis pembuluh darah intramural -dinding apendiks.$ Bila sekresi mukus terus berlanjut, tekanan akan terus meningkat$ =al tersebut akan menyebabkan obstruksi ena, edema  bertambah, dan bakteri akan menembus dinding$ #eradangan timbul meluas dan mengenai peritoneum setempat sehingga menimbulkan nyeri didaerah kanan bawah$ Keadaan ini disebut dengan apendisitis supuratif akut $ Bila kemudian arteri terganggu akan terjadi in)ark dinding apendiks yang diikuti dengan gangrene$ Stadium ini disebut dengan apendisitis gangrenosa$ Bila dinding yang telah rapuh itu pe(ah, akan terjadi apendisitis perforasi$ 2angren dan per)orasi khas dapat terjadi dalam !4*37 jam$8

(8)

Bila semua proses diatas berjalan lambat, omentum dan usus yang  berdekatan akan bergerak kearah apendiks hingga timbul suatu massa lo(al yang disebut infiltrate apendikularis$ #eradangan apendiks tersebut dapat menjadi abses atau menghilang$  Infiltrat apendikularis merupakan tahap  patologi apendisitis yang dimulai dimukosa dan melibatkan seluruh lapisan dinding apendiks dalam waktu !4*46 jam pertama, ini merupakan usaha  pertahanan tubuh dengan membatasi proses radang dengan menutup apendiks dengan omentum, usus halus, atau adneksa sehingga terbentuk massa  periapendikular$ &idalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan berupa abses yang dapat mengalami per)orasi$ <ika tidak terbentuk abses, apendisitis akan sembuh dan massa periapendikular akan menjadi tenang untuk selanjutnya akan mengurai diri se(ara lambat$!,8

#ada anak*anak, karena omentum lebih pendek dan apendiks lebih  panjang, dinding apendiks lebih tipis$ Keadaan tersebut ditambah dengan daya tahan tubuh yang masih kurang memudahkan terjadinya per)orasi$ Sedangkan  pada orang tua per)orasi mudah terjadi karena telah ada gangguan pembuluh

darah$8

Ke(epatan rentetan peristiwa tersebut tergantung pada irulensi mikroorganisme, daya tahan tubuh, )ibrosis pada dinding apendiks, omentum, usus yang lain, peritoneum parietale dan juga organ lain seperti esika urinaria, uterus tuba, men(oba membatasi dan melokalisir proses peradangan ini$ Bila proses melokalisir ini belum selesai dan sudah terjadi per)orasi maka akan timbul peritonitis$ >alaupun proses melokalisir sudah selesai tetapi masih belum (ukup kuat menahan tahanan atau tegangan dalam (aum abdominalis, oleh karena itu penderita harus benar*benar istirahat -bedrest.$8

pendiks yang pernah meradang tidak akan sembuh sempurna, tetapi akan membentuk jaringan parut yang menyebabkan perlengketan dengan  jaringan sekitarnya$ #erlengketan ini dapat menimbulkan keluhan berulang diperut kanan bawah$ #ada suatu ketika organ ini dapat meradang akut lagi dan dinyatakan mengalami eksaserbasi akut$!

(9)

2ejala utama pendisitis adalah nyeri perut$ #ada apendisitis akut gejala khas yang sering timbul adalah adanya radang mendadak pada appendiks yang memberikan gejala lokal$ walnya, nyeri dirasakan di)us terpusat di periumbili(al, kemudian terlokalisir di ?L@, kadang disertai kram yang hilang timbul$ &urasi nyeri berkisar antara "*"! jam, dengan rata*rata 4* 7 jam$ 1ariasi dari lokasi anatomi ppendiks berpengaruh terhadap lokasi nyeri$

Amumnya, pasien mengalami demam saat terjadi in)lamasi ppendiks,  biasanya suhu naik hingga 36o$ Tetapi pada keadaan per)orasi, suhu tubuh meningkat hingga C 3Do$ noreksia hampir selalu menyertai pendisitis$

#ada 85+ pasien dijumpai muntah yang umumnya hanya terjadi satu atau dua kali saja$ Muntah disebabkan oleh stimulasi sara) dan ileus$

Amumnya, urutan mun(ulnya gejala pendisitis adalah anoreksia, diikuti nyeri perut dan muntah$ 2ejala gastrointestinal yang terjadi sebelum onset nyeri mengarahkan ke etiologi yang berbeda, seperti gastroenteritis$ #enderita apendisitis juga dapat mengeluhkan sensasi obstipasi sebelum onset nyeri dan merasa onset nyeri berkurang dengan de)ekasi$

2ambar 8$ Eyeri pada apendisitis akut,

awalnya nyeri dirasakan di ulu hati atau sekitar  

 pusat sebagai nyeri iseral, kemudian menjadi

nyeri lokal akibat rangsangan pada peritoneum setempat$

F. Tan3a Klinis(6!

a$ 'nspeksi

Kadang sudah terlihat waktu penderita berjalan sambil bungkuk dan memegang perut$ #enderita tampak kesakitan$ #ada inspeksi perut tidak  ditemukan gambaran spesi)ik$ Kembung sering terlihat pada penderita

(10)

dengan komplikasi per)orasi$ #enonjolan perut kanan bawah bisa dilihat  pada massa atau abses appendikuler$

 b$ #alpasi

&engan palpasi di daerah titik M($ Burney didapatkan tanda*tanda  peritonitis lokal yaitu nyeri tekan di M($ Burney, nyeri lepas, dan de)ans mus(ular lokal -de)ans mus(ular menunjukkan adanya rangsangan  peritoneum parietal.$ #ada appendiks letak retroperitoneal, de)ans

mus(ular mungkin tidak ada, yang ada nyeri pinggang$

 Eyeri rangsangan peritoneum tidak langsung dapat berupa nyeri tekan kanan bawah pada tekanan kiri -?osing., nyeri kanan bawah bila tekanan di sebelah kiri dilepaskan -Blumberg., nyeri kanan bawah bila peritoneum  bergerak seperti na)as dalam, berjalan, batuk, mengedan$

2ambar 6$ Titik M(BurneyFs -", spina ilia(a anterior superiorG !, umbili(usG , titik M(BurneyFs.

($ uskultasi

#eristaltik usus sering normal$ #eristaltik dapat hilang karena ileus  paralitik pada peritonitis generalisata akibat appendisitis per)orata$

Se(ara klinis, dikenal beberapa manuer diagnostik: 5 • ?osingFs sign

(11)

<ika LL@ ditekan, maka terasa nyeri di ?L@$ =al ini menggambarkan iritasi peritoneum$ Sering positi) pada pendisitis namun tidak  spesi)ik$

• #soas sign

#asien berbaring pada sisi kiri, tangan kanan pemeriksa memegang lutut pasien dan tangan kiri menstabilkan panggulnya$ Kemudian tungkai kanan pasien digerakkan dalam arah anteroposterior$ Eyeri  pada manuer ini menggambarkan kekakuan mus(ulus psoas kanan akibat re)leks atau iritasi langsung yang berasal dari peradangan ppendiks$ Manuer ini tidak berman)aat bila telah terjadi rigiditas abdomen$

2ambar D$ #soas sign

• bturator 

sign

#asien terlentang, tangan kanan pemeriksa berpegangan pada telapak  kaki kanan pasien sedangkan tangan kiri di sendi lututnya$ Kemudian  pemeriksa memposisikan sendi lutut pasien dalam posisi )leksi dan arti(ulatio (oae dalam posisi endorotasi kemudian eksorotasi$ Tes ini  positi) jika pasien merasa nyeri di hipogastrium saat eksorotasi$ Eyeri  pada manuer ini menunjukkan adanya per)orasi ppendiks, abs(ess lokal, iritasi M$ bturatorius oleh pendisitis letak retro(ae(al, atau adanya hernia obturatoria$

(12)

2ambar "0$ bturator sign

• BlumbergFs sign -nyeri lepas

kontralateral.

#emeriksa menekan di LL@ kemudian melepaskannya$ Manuer ini dikatakan positi) bila pada saat dilepaskan, pasien merasakan nyeri di ?L@$

• >ahlFs sign

Manuer ini dikatakan positi) bila pasien merasakan nyeri pada saat dilakukan perkusi di ?L@, dan terdapat penurunan peristaltik di segitiga S(herren pada auskultasi$

• BaldwinFs test

Manuer ini dikatakan positi) bila pasien merasakan nyeri di )lank saat tungkai kanannya ditekuk$

• &e)en(e mus(ulare

&e)en(e mus(ulare bersi)at lokal sesuai letak ppendiks$

•  Eyeri pada daerah (aum &ouglasi

 Eyeri pada daerah (aum &ouglasi terjadi bila sudah ada abs(ess di (aum &ouglasi atau pendisitis letak pelis$

•  Eyeri pada pemeriksaan re(tal tou(her pada saat penekanan di sisi

lateral

• &unphyFs sign -nyeri ketika batuk.

G. Pe*e,i8saan Penun-an4(

a$ #emeriksaan Laboratorium

* #emeriksaan darah : akan didapatkan leukositosis pada kebanyakan kasus appendi(itis akut terutama pada kasus dengan komplikasi, * reakti) protein meningkat$ #ada appendi(ular in)iltrat, L& akan meningkat$

* #emeriksaan urin : untuk melihat adanya eritrosit, leukosit dan bakteri di dalam urin$ #emeriksaan ini sangat membantu dalam menyingkirkan

(13)

diagnosis banding seperti in)eksi saluran kemih atau batu ginjal yang mempunyai gejala klinis yang hampir sama dengan appendisitis$

 b$ bdominal /*?ay

&igunakan untuk melihat adanya )e(alith sebagai penyebab appendisitis$ #emeriksaan ini dilakukan terutama pada anak*anak$

($ AS2

Bila hasil pemeriksaan )isik meragukan, dapat dilakukan  pemeriksaan AS2, terutama pada wanita, juga bila di(urigai adanya abses$ &engan AS2 dapat dipakai untuk menyingkirkan diagnosis banding seperti kehamilan ektopik, adne(itis dan sebagainya$ 2ambaran AS2 yang merupakan kriteria diagnosis appendi(itis akut adalah appendiks dengan diameter anteroposterior 8 mm atau lebih, didapatkan suatu appendi(olith, adanya (airan atau massa periappendiks$

d$ Barium enema

Suatu pemeriksaan *ray dengan memasukkan barium ke (olon melalui anus$ #emeriksaan ini dapat menunjukkan komplikasi*komplikasi dari appendisitis pada jaringan sekitarnya dan juga untuk menyingkirkan diagnosis banding$ ppendi(ogram memiliki sensitiitas dan tingkat akurasi yang tinggi sebagai metode diagnostik untuk menegakkan diagnosis appendisitis khronis$ &imana akan tampak pelebaranHpenebalan dinding mukosa appendiks, disertai penyempitan lumen hingga sumbatan usus oleh )ekalit$

e$ T*s(an

&apat menunjukkan tanda*tanda dari appendisitis$ Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendisitis seperti bila terjadi abses$ )$ Laparos(opi

Suatu tindakan dengan menggunakan kamera )iberopti( yang dimasukan dalam abdomen, appendiks dapat diisualisasikan se(ara langsung$ Tehnik ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum$ Bila  pada saat melakukan tindakan ini didapatkan peradangan pada appendiks

(14)

maka pada saat itu juga dapat langsung dilakukan pengangkatan appendiks$

g$ =istopatologi

#emeriksaan histopatologi adalah standar emas (gold standard) untuk diagnosis appendisitis akut $ da beberapa perbedaan pendapat mengenai gambaran histopatologi appendisitis akut$ #erbedaan ini didasarkan pada kenyataan bahwa belum adanya kriteria gambaran histopatologi appendisitis akut se(ara uniersal dan tidak ada gambaran histopatologi apendisitis akut pada orang yang tidak dilakukan operasi$

#. Dia4n/sis 3an Dia4n/sis "an3in4(67

Semua penderita dengan suspek pendisitis akut dibuat skor larado untuk membantu penegakan diagnosis$

Skor penilaian yaitu 0*4: tidak mungkin apendisitis, 5*7: samar*samar, 8*6: mungkin apendisiitis, D*"0: kemungkinan besar apendisitis$

(15)

&iagnosis banding pendisitis tergantung dari 3 )aktor utama: lokasi anatomi dari in)lamasi ppendiks, tingkatan dari proses dari yang simple sampai yang per)orasi, serta umur dan jenis kelamin$

a. 2astroenteritis akut +. 'leitis akut

c. Lim)adenitis mesenterika 3. Kelainan oulasi

e. 'n)eksi panggul -sal)ingitis, #'&. . Kehamilan ektopik 

4. Torsio kista oarium h. ndometriosis eksterna i$ Batu saluran kemih  j$ &iertikulitis

8. Kelainan urogenital pada pria l. &emam dengue

(16)

#emberian obat*obatan dapat berupa obat simptomatik berupa antinyeri untuk menghilangkan nyeri yang hebat pada penderita$ ntibiotik   penting karena penyebab apendisitis salah satunya adalah bakteri$!

perasi pada apendisitis bersi)at segera -(ito., jenis operasi yang sering digunakan adalah operasi apendektomi$ Bila diagnosis klinis sudah  jelas maka tindakan paling tepat adalah apendektomi dan merupakan satu* satunya pilihan yang terbaik$ #enundaan apendektomi sambil memberikan antibiotik dapat mengakibatkan abses atau per)orasi$ 'nsidensi appendiks normal yang dilakukan pembedahan sekitar !0+$!,3

<$ K/*2li8asi

a. Massa Pe,ia2en3i8ule,

Massa apendiks terjadi bila apendisitis gangrenosa atau mikroper)orasi ditutupi atau dibungkus oleh omentum danHatau lekuk usus halus$ #ada massa periapendikular dengan pembentukan dinding yang belum sempurna, dapat terjadi penyebaran pus ke seluruh rongga peritoneum jika  per)orasi diikuti oleh peritonitis purulenta generalisata$

#enderita sering datang dengan keluhan ringan berupa rasa tidak enak di  perut kanan bawah$ Kadang teraba massa memanjang di regio iliaka

kanan$ Suatu saat bila terjadi in)eksi, akan timbul tanda apendisitis akut$ pendiktomi dilakukan pada in)iltrat periapendikuler tanpa pus yang telah ditenangkan$ Sebelumnya, pasien diberi antibiotik kombinasi yang akti)  terhadap kkuman aerob dan anaerob$ Baru setelah keadaan tenang, yaitu sekitar 7*6 minggu kemudian, dilakukan apendiktomi$ #ada anak ke(il, wanita hamil dan penderita usia lanjut, jika se(ara konserasi) tidak  membaik atau berkembang menjadi abses, dianjurkan operasi se(epatnya$ +. pendisitis #er)orata

Keterlambatan diagnosis, merupakan )aktor utama yang berperan dalam terjadinya per)orasi apendiks$ 'nsidens per)orasi pada penderita di atas usia 70 tahun dilaporkan sekitar 70+$ ;aktor yang mempengaruhi tingginya insidens per)orasi pada orang tua adalah gejalanya yang samar, keterlambatan berobat, adanya perubahan anatomi apendiks berupa

(17)

 penyempitan lumen dan arteriosklerosis$ 'nidens tinggi pada anak  disebabkan oleh dinding apendiks yang masih tipis, anak kurang komunikati) sehingga memperpanjang waktu diagnosis dan proses  pendindingan kurang sempurna akibat per)orasi yang (epat dan omentum

anak belum berkembang$

#er)orasi apendiks akan mengakibatkan peritonitis purulenta yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri makin hebat yang meliputi seluruh perut dan  perut menjadi tenggang dan kembung$ Eyeri tekan dan de)ans muskuler 

terjadi di seluruh perut, mungkin disertai dengan pungtum maksimum di regio iliaka kanan, peristaltik usus dapat menurun sampai menghilang akibat adanya ileus paralitik$

#erlu dilakukan laparotomi dengan insisi yang panjang, supaya dapat dilakukan pen(u(ian rongga peritoneum dari pus maupun pengeluaran )ibrin yang adekuat se(ara mudah serta pembersihan kantong nanah$ khir*akhir ini, mulai banyak dilaporkan pengelolaan apendisitis per)orasi se(ara laparoskopi apendiktomi$ #ada prosedur ini, rongga abdomen dapat dibilas dengan mudah$ =asilnya dilaporkan tidak berbeda jauh dibandingkan dengan laparotomi terbuka$

K. P,/4n/sis

&engan diagnosis yang akurat serta pembedahan tingkat mortalitas dan morbiditas penyakit ini sangat ke(il$ Keterlambatan diagnosis akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas bila terjadi komplikasi$ Serangan  berulang dapat terjadi bila appendiks tidak diangkat$

(18)

PENYA'IAN KASUS

I. ANAMNESA

A. I3entitas

"$ Eama lengkap : Tn$ < !$ <enis Kelamin : Laki*laki

3$ Amur : 5! tahun

4$ #ekerjaan : >iraswata

5$ lamat : <l$ ?$ Kartini, Singkawang Tengah

". Ri9aat Pena8it Se8a,an4

Keluhan Uta*a : Eyeri seluruh lapang perut terutama perut kanan bawah Ri9aat Pena8it Se8a,an4 :

 Eyeri perut kanan bawah sejak ! minggu yang lalu$ Eyeri dirasakan hilang timbul seperti terkena benda tumpul, nyeri terasa semakin kuat saat pasien sedang berolahraga -lari pagi. ataupun akiti)itas lain seperti mengangkat  barang yang berat$ Selama beberapa hari tersebut, pasien merasa mual dan

na)su makan berkurang, muntah disangkal$

! hari yang lalu pasien mengaku nyeri semakin terasa diseluruh bagian  perut, nyeri yang dirasakan masih sama dengan sebelumnya yaitu hilang

timbul$

" hari SM?S pasien mengeluh tidak bisa buang angin dan BB$ Muntah -I. " kali, (airan berwarna bening dan berisi makanan$ BK tidak ada keluhan$ &emam -I., pusing -*.$

. Ri9aat Pena8it Dahulu

#asien belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya$ ?iwayat hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung disangkal$

(19)

Tidak ada keluarga dengan keluhan serupa$

II. PEMERIKSAAN FISIK Status Gene,alis

Keadaan umum : tampak sakit ringan$ Kesadaran : ompos Mentis Tanda ital

• Tekanan darah : "!0HD0 mm=g •  Eadi : "00 H menit

•  Ea)as : !! H menit

• Suhu : 36,D0

Kulit : warna kulit ke(oklatan, sianosis -*., pu(at -*., ikterik -*. Kepala : tidak ada kelainan bentuk, simetris$

Mata : konjungtia anemis -*H*., sklera ikterik -*H*. Telinga: Sekret -*.

=idung : ?hinorea -*., &eiasi septum -*. Mulut : bibir sianosis -*.

Leher : pembesaran lim)onodi -*. <antung

• 'nspeksi : iktus kordis tidak terlihat • #alpasi : iktus kordis tidak teraba

• #erkusi : batas atas: S' '' linea parasternal sinistra

batas jantung kiri : S' '1 linea midklaikularis batas jantung kanan : S' 1 linea parasterna dekstra

(20)

#aru

* 'nspeksi : statis : simetris, dinamis : gerakan paru simetris * #alpasi : )remitus taktil sama di paru dekstra*sinistra * #erkusi : sonor di seluruh lapang paru

* uskultasi : suara na)as pokok esikuler -IHI., wheeJing -*H*., rhonki -*H*.

bdomen

* 'nspeksi : &istensi -*., darm (ontour -*. * uskultasi : bising usus -I. menurun

* #alpasi: Eyeri tekan -I. seluruh lapang perut dan kanan  bawah, massa -*., hepar dan lien tidak teraba

* #erkusi : timpani pada seluruh lapang abdomen kstremitas

dema -*., sianosis -*., jari tabuh -*., (apillary re)ill  ! detik pada anggota gerak atas dan bawah$

Status Lokalis -?$ iliaka detra.

* 'nspeksi : dalam batas norma * #alpasi : massa -*., nyeri -I.

Eyeri tekan M($ Burney -I. ?osing sign -I.

'liopsoas sign -I. bturator sign -I. #emeriksaan ?T

* TMS normal * Mukosa li(in * mpula longgar  * Massa -*.

* ET arah jam "" -I. * #rostat tidak membesar 

(21)

III. PEMERIKSAAN PENUN'ANG a$ Laboratorium

ritrosit : 5$3! jutaH(mm Leukosit : "!$300H(mm =itung jenis leukosit : 0H0H0H65H""H! Trombosit : !"3$000H(mm =b : "5,3 gHdL =t : 40,5 + 2olongan darah :  Bleeding time : 3F!0 lotting time : 7F00 ='1 : non reakti)   =bsg : non reakti)  

(22)
(23)

($ ;oto rontgen toraks

I&. DIAGNOSIS

#eritonitis generalisata e( pendiks per)orasi

&. TERAPI;TATALAKSANA * '1;& Eal 0,D+ !0 tpm

* ?en(ana operasi laparatomi eksplorasi dan apendiktomi * 'nj$ e)triaone " gramH"! jam

* 'nj$ ?anitidin 50 mgH"! jam * 'nj$ Ketorola( 30 mgH6 jam

&I. PROGNOSIS

d 1itam : dubia ad bonam d ;un(tionam : dubia ad bonam d Sana(tionam : dubia ad bonam

(24)

"A" I& PEM"A#ASAN

#asien laki*laki, datang ke '2& dengan keluhan utama a danya nyeri seluruh lapang perut terutama perut kanan bawah$ Eyeri perut kanan bawah sejak ! minggu yang lalu$ Eyeri dirasakan hilang timbul seperti terkena benda tumpul, nyeri terasa semakin kuat saat pasien sedang berolahraga -lari pagi. ataupun akiti)itas lain seperti mengangkat barang yang berat$ Selama beberapa hari tersebut, pasien merasa mual dan na)su makan berkurang, muntah disangkal$ ! hari yang lalu pasien mengaku nyeri semakin terasa diseluruh bagian perut, nyeri yang dirasakan masih sama dengan sebelumnya yaitu hilang timbul$ " hari SM?S  pasien mengeluh tidak bisa buang angin dan BB$ Muntah -I. " kali, (airan  berwarna bening dan berisi makanan$ BK tidak ada keluhan$ &emam -I., pusing

-*.$

2ejala utama pendisitis adalah nyeri perut$ #ada apendisitis akut gejala khas yang sering timbul adalah adanya radang mendadak pada appendiks yang memberikan gejala lokal$ walnya, nyeri dirasakan di)us terpusat di periumbili(al, kemudian terlokalisir di ?L@, kadang disertai kram yang hilang timbul$ &urasi nyeri berkisar antara "*"! jam, dengan rata*rata 4*7 jam$ 1ariasi dari lokasi anatomi ppendiks berpengaruh terhadap lokasi nyeri$

Amumnya, pasien mengalami demam saat terjadi in)lamasi ppendiks,  biasanya suhu naik hingga 36o$ Tetapi pada keadaan per)orasi, suhu tubuh meningkat hingga C 3Do$ noreksia hampir selalu menyertai pendisitis$ #ada

85+ pasien dijumpai muntah yang umumnya hanya terjadi satu atau dua kali saja$ Muntah disebabkan oleh stimulasi sara) dan ileus$

;e(alith merupakan penyebab umum obstruksi ppendiks$ #enyebab lainnya adalah hipertro)i jaringan lim)oid, sisa barium dari pemeriksaan roentgen, diet rendah serat, dan parasit$

bstruksi lumen yang tertutup disebabkan oleh hambatan pada bagian  proksimalnya dan berlanjut pada peningkatan sekresi normal dari mukosa apendiks yang distensi$ &istensi merangsang akhiran serabut sara) a)eren nyeri

(25)

is(eral, mengakibatkan nyeri yang samar*samar, nyeri di)us pada perut tengah atau di bawah epigastrium$ bstruksi tersebut mneyebabkan mu(us yang diproduksi mukosa mengalami bendungan$ Makin lama mu(us tersebut makin  banyak, namun elastisitas dinding appendiks mempunyai keterbatasan sehingga menyebabkan peningkatan intralumen$ Kapasitas lumen apendiks normal hanya sekitar 0," ml$ <ika sekresi sekitar 0,5 dapat meningkatkan tekanan intalumen sekitar 70 (m=!0$

Tekanan yang meningkat tersebut akan menyebabkan apendiks mengalami hipoksia, menghambat aliran lim)e, terjadi ulserasi mukosa dan inasi bakteri$ 'n)eksi menyebabkan pembengkakan apendiks bertambah -edema. dan semakin iskemik karena terjadi trombosis pembuluh darah intramural -dinding apendiks.$ Bila sekresi mukus terus berlanjut, tekanan akan terus meningkat$ =al tersebut akan menyebabkan obstruksi ena, edema bertambah, dan bakteri akan menembus dinding$ #eradangan timbul meluas dan mengenai peritoneum setempat sehingga menimbulkan nyeri didaerah kanan bawah$ Bila kemudian arteri terganggu akan terjadi in)ark dinding apendiks yang diikuti dengan gangrene$ Stadium ini disebut dengan apendisitis gangrenosa$ Bila dinding yang telah rapuh itu pe(ah, akan terjadi apendiks perforasi$ 2angren dan per)orasi khas dapat terjadi dalam !4*37  jam$

#ada pasien ini gejala apendisitis yang mun(ul sejak ! minggu yang lalu kemudian berkembang menjadi apendiks per)orasi$ Ke(epatan rentetan peristiwa tersebut tergantung pada irulensi mikroorganisme, daya tahan tubuh, )ibrosis  pada dinding apendiks, omentum, usus yang lain, peritoneum parietale dan juga organ lain seperti esika urinaria, uterus tuba, men(oba membatasi dan melokalisir proses peradangan ini$ Bila proses melokalisir ini belum selesai dan sudah terjadi per)orasi maka akan timbul peritonitis$

Berdasarkan pemeriksaan )isik abdomen ditemukan adanya nyeri tekan kanan bawah dan seluruh lapang perut yang menunjukkan adanya in)lamasi lo(al apendiks yang diikuti gejala peritonitis oleh apendiks per)orasi yang terjadi$ &e)ans mus(ular umumnya juga dapat terjadi akibat adanya rangsangan  peritoneum parietal$ #ada auskultasi ditemukan adanya bising usus menurun yang

(26)

dapat terjadi karena ileus paralitik yang mun(ul pada peritonitis akibat apendiks yang per)orasi tersebut$

Terdapat beberapa maneuer diagnosti( yang biasa digunakan pada  pemeriksaan apendisitis$ #ada pasien ini didapatkan tanda positi) pada titik M($ Burney, ?osing sign, Blumberg sign, psoas sign dan obturator sign$ Maneuer ini umumnya bergantung pada letak apendiks pasien$

#emeriksaan laboratorium menunjukkan adanya leukositosis yang menggambarkan adanya in)eksi$

Keterlambatan diagnosis dan penanganan, merupakan )aktor utama yang  berperan dalam terjadinya per)orasi apendiks$ 'nsidens per)orasi pada penderita di

atas usia 70 tahun dilaporkan sekitar 70+$ ;aktor yang mempengaruhi tingginya insidens per)orasi pada orang tua adalah gejalanya yang samar, keterlambatan  berobat, adanya perubahan anatomi apendiks berupa penyempitan lumen dan

arteriosklerosis$

#er)orasi apendiks akan mengakibatkan peritonitis purulenta yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri makin hebat yang meliputi seluruh perut dan perut menjadi tenggang dan kembung$ Eyeri tekan dan de)ans muskuler terjadi di seluruh perut, mungkin disertai dengan pungtum maksimum di regio iliaka kanan,  peristaltik usus dapat menurun sampai menghilang akibat adanya ileus paralitik$

#erlu dilakukan laparotomi dengan insisi yang panjang, supaya dapat dilakukan  pen(u(ian rongga peritoneum dari pus maupun pengeluaran )ibrin yang adekuat

se(ara mudah serta pembersihan kantong nanah$

Selain dilakukan laparotomi dan apendiktomi, pasien ini juga diberikan analgetik ketorola( 30mgH6jam sebagai obat simptomatik untuk menghilangkan nyeri pasien$ e)triaone "gH"! jam diberikan sebagai antibioti( spe(trum luas yang mana salah satu penyebab apendisitis adalah in)eksi yang juga ditandai dengan leukositosis pada hasil pemeriksaan laboratorium pasien$ ?anitinin 50mgH"! jam diberikan sebagai prote(tor lambung$ ?anitidin merupakan agen =!  blo(ker$ ?anitidin diberikan untuk melindungi lambung akibat kerja dari ES'& yang mengurangi prostaglandin -/*"  /*!. untuk perbaikan sel epitel lambung$ ?anitidin mengurangi produksi asam lambung, sehingga dapat men(egah iritasi pada lambung, mengurangi rasa mual dan muntah$

(27)

Terapi dan pembedahan yang segera pada pasien ini dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas pasien sehingga prognosis yang baik masih bisa di(apai$

(28)

"$ Bashin SK et al$ !008$ 1ermi)orm ppendi and (ute ppendi(itis$ <K  S(ien(e$

!$ &e <ong,$>$, Sjamsuhidajat, ?$, !004$  Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2$ 2$ <akarta$

3$ Bruni(ardi ;$ !0"0$ S(hwartJFs #rin(iples o) Surgery$ Tenth dition$  Eew Nork$ M( 2raw*=ill$

4$ Matto KL$ !004$ #hiladelphia: lseier Saunders : "36"*D3

5$ Lally K#, o S, ndrassy ?<, ppendiks$ 'n: Sabiston Texbook of  Surgery$ "8th edition$ d:Townsend M, Beau(hamp ?&, ers BM,

7$ S(hwartJ, Spen(er, S$, ;isher, &$2$, "DDD$  Principles of Surge ry seent  edition$ M(*2raw =ill a &iision o) The M(2raw*=ill ompanies$ nigma an nigma le(troni( #ubli(ation$

8$ Mansjoer,$, dkk$ !000$  !apita Selekta !edokteran Edisi !etiga "ilid   !edua$ #enerbit Media es(ulapius ;akultas Kedokteran Aniersitas

'ndonesia$ <akarta$

6$ =ardin, M$, "DDD$  Acute Appendisitis #$eie% and &pdate$ The meri(an (ademy o) ;amily #hysi(ians$ Teas M Aniersity =ealth S(ien(e enter, Temple, Teas $http:HHwww$aa)g$org

Referensi

Dokumen terkait

Sebagian besar alkaloida mempunyai kerangka dasar polisiklik termasuk cincin heterosiklik nitrogen serta mengandung substituen yang tidak terlalu

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi mikroemulsi sebagai sistem penghantaran protein berdasarkan pelepasan protein dengan menggunakan ovalbumin

Petrel Reservoir Rekayasa kelebihannya dengan menggunakan model reservoir Anda di tempat, menggunakan alur kerja simulasi Petrel untuk melakukan dan merampingkan simulasi,

Web merupakan sarana promosi di dunia cyberspace atau Internet. Perkembangan Internet dewasa ini begitu pesat. Hingga saat ini pengguna Internet di indonesia hampir 1 juta. Jumlah

Eritoderma berasal dari bahasa Cunani, yaitu erythro- (red   D merah: dan derma, dermatos (skin D kulit:. Eritroderma, diperkenalkan pertama kali oleh Hebra pada

Menjelaskan biografi Alferd Alder dan Carl Jung serta pemikiran tentang konsep manusia sebagai makhluk individu dan menjelaskan tentang perbedaan Alferd Alder dan Carl Jung

Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan untuk memiliki selama periode tertentu, dimana akan dijual dalam rangka

Jadi, dengan hadirnya Unit Pembiayaan Keuangan Syariah (UPKS) sebagai salah satu lembaga keuangan mikro yang bergerak dibidang jasa sangat membantu masyarakat dalam