• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DESKRIPSI PROYEK - Binjai Shopping Mall : Arsitektur Metafora

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II DESKRIPSI PROYEK - Binjai Shopping Mall : Arsitektur Metafora"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

II.1.Terminologi Judul

Judul dari proyek ini adalan “Binjai Shopping Mall”. Berikut ini merupakan penjelasan terhadap judul kasus proyek tersebut :

Binjai, adalah salah satu kota ( dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya ) dalam

wilayah provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Binjai terletak 22 km di sebelah Barat

ibukota provinsi Sumatera Utara, Medan.

Shopping, berasal dari bahasa Inggris yaitu shop yang artinya toko/retail, dengan

penambahan (ing) sehingga artinya menjadi berbelanja atau membeli sesuatu yang

dibutuhkan/diinginkan. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia belanja berarti uang yang

akan dikeluarkan untuk keperluan sesuatu. Sedangkan secara harfiah, belanja adalah

suatu kegiatan membeli sesuatu untuk kebutuhan hidup yang mencakup kebutuhan

primer, sekunder, dan tersier

Mall, adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan

tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan-jalan yang teratur

sehingga berada diantara toko-toko kecil yang saling berhadapan6. Karena bentuk

arsitektur bangunannya yang melebar (luas), umumnya sebuah mall memiliki tinggi

tiga lantai.

Berdasarkan batasan pengertian diatas, diambil kesimpulan bahwa Binjai Shopping

Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan yang mencakup banyak kegiatan baik berbelanja,

berjalan-jalan, berkumpul, makan, maupun rekreasi yang berada di kota Binjai.

6

(2)

II.2.Tinjauan Umum

Pada sub bab ini akan dibahas mengenai fungsi-fungsi apa saja yang akan

dimiliki oleh Binjai Shopping Mall ini.

II.2.1. Pusat Perbelanjaan

Keberadaan sebuah tempat perbelanjaan dalam suatu kota selalu menjadi tempat yang

menarik dan mudah diingat karena termasuk tempat yang dikunjungi oleh warga kota

tersebut. Istilah pusat perbelanjaan memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah :

a. Bentuk usaha perdagangan individual yang dilakukan secara bersama melalui

penyatuan modal dengan tujuan efektivitas komersial ( Beddington, Design For

Shopping Centre )

b. Suatu tempat kegiatan pertukaran dan distribusi barang/jasa yang bercirikan

komersial, melibatkan perencanaan dan perancangan yang matang karena bertujuan

untuk memperoleh keuntungan ( profit ) sebanyak-banyaknya ( Gruen, Centers for the

Urban Environment, Survival of the Cities )

c. Kompleks perbelanjaan terencana, dengan pengelolaan yang bersifat terpusat, dengan

sistem menyewakan unit-unit kepada pedagang individu, sedangkan pengawasannya

dilakukan oleh pengelola yang bertanggung jawab secara menyeluruh ( Beddington,

Design For Shopping Centre )

d. Sekelompok kesatuan pusat perdagangan yang dibangun dan didirikan pada sebuah

lokasi yang direncanakan, dikembangkan, dimulai, dan diatur menjadi sebuah

kesatuan operasi, berhubungan dengan lokasi, ukuran, tipe toko, dan area

perbelanjaan dari unit tersebut.

e. Suatu wadah dalam masyarakat yang menghidupkan kota atau lingkungan setempat.

Selain berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan berbelanja atau transaksi jual beli,

juga berfungsi sebagai tempat untuk berkumpul atau rekreasi

A. Klasifikasi Pusat Perbelanjaan

1. Berdasarkan fungsi dan kegiatan

a. Pusat perbelanjaan murni

Pusat perbelanjaan yang berfungsi sebagai tempat berbelanja dan sebagai

tempat pertemuan masyarakat ( community center ) untuk segala urusan, baik

(3)

b. Pusat perbelanjaan multi fungsi

Fungsi sebagai pusat perbelanjaan dicampur dengan fungsi lain yang berbeda

namun saling menunjang dan meningkatkan nilai komersialnya.

2. Berdasarkan lokasi

a. Pasar ( market )

Merupakan kelompok fasilitas perbelanjaan sederhana ( toko, kios, dan

sebagainya ) yang berada di suatu area tertentu pada suatu wilayah. Fasilitas

perbelanjaan ini dapat bersifat terbuka ataupun berada didalam bangunan,

biasanya berada dekat kawasan permukiman, merupakan fasilitas perbelanjaan

untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitarnya.

o Klasifikasi pasar :  Pasar tradisional

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli

serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara

langsung dan biasanya ada proses tawar-mmenawar, bangunan

biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, dan dasaran terbuka yang

dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar

 Pasar modern

Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namum

pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung

melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (

barcode ), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara

mandiri atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual,

selain bahan makanan, sebagian besar barang lainnya yang dijual

adalah barang yang dapat bertahan lama

b. Shopping street

Merupakan kelompok sarana perbelanjaan yang terdiri dari deretan toko atau

kios terbuka pada suatu penggal jalan. Area perbelanjaan ini merupakan jenis

(4)

Jenis perbelanjaan semacam ini biasanya berkembang di kawasan-kawasan

wisata atau kawasan pertokoan.

c. Shopping precint

Merupakan kompleks pertokoan terbuka yang menghadap pada suatu ruang

terbuka yang bebas. Perbelanjaan ini biasanya tumbuh didekat obyek atau

kawasan wisata.

d. Shopping Arcade

Merupakan pusat perbelanjaan dimana terdapat retail atau toko, baik di kedua

sisi ataupun satu sisi dengan naungan atau atap yang transparan sehingga

menimbulkan suasana gang atau koridor didalamnya. Dan juga restoran pada

shopping arcade biasanya mengambil jalan pada arcade sebagai area ruang

makannya dengan meletakkan meja makan dan kursi.

e. Shopping center7

Shopping Center sebagai suatu sarana perdagangan terdiri dari berbagai jenis.

Bila dilihat dari segi tata bahasa, pengertian pusat perbelanjaan dapat

diuraikan sebagai berikut :

a. Center (Pusat) :

1) Sebuah titik dimana perhatian orang diarahkan.(Oxford

Advanced Learner’s Dictionary)

2) Sebuah tempat dimana aktifitas-aktifitas tertentu

dikonsentrasikan.(Oxford Advanced Learner’s Dictionary)

3) Tempat yang berada ditengah-tengah /mengumpul pada suatu

dimana segala sesuatu dipusatkan pada tempat tersebut.

b. Shopping (Perbelanjaan) :

suatu wadah yang menampung kelompok-kelompok dagang dalam

melakukan kegiatan jual beli, penyaluran, pertukaran, dan pertemuan antara

7

(5)

persediaan dan penawaran barang dan saja suatu sistem manajemen yang

terencana. (menurut Clivi Darlow dalam endelosed shopping centers).

c. Shopping Center :

1) Adalah suatu kumpulan toko-toko eceran dalam suatu kelompok

yang sedikit banyak ada hubungannya satu sama lain disuatu tempat biasanya

diciptakan oleh seorang pembangun, yang kemudian menyewakan toko-toko

itu kepada orang lain, seringkali persetujuan sewa menyewa itu menetapkan

bahwa hanya terdapat satu toko dari jenis dalam pusat perbelanjaan tersebut,

bahwa masing masing toko itu akan penjualannya, dan lain-lain.(menurut Drs.

Abdul rahman dalam ensiklopedia ekonomi keuangan perdagangan)

2) Adalah sebagai suatu kesatuan bangunan komersil yang dibangun

dan didirikan pada suatu lokasi yang direncanakan, dikembangkan, dimulai

dan diatur menjadi sebuah kesatuan operasi yang berhubungan dengan lokasi,

ukuran, tipe toko dan area perbelanjaan dari unit tersebut. Unit ini juga

menyediakan temat parkir yang dibuat menurut tipe dan ukuran total dari

toko-toko.(menurut urban institute).

f. Department store

Merupakan wadah perdagangan eceran besar dari berbagai jenis barang yang

berada dibawah satu atap. Pada perbelanjaan ini transaksi masih menggunakan

tenaga pelayan untuk membantu konsumen memilih dan mencari benda yang

dikehendaki. Penataan barang-barangnya memiliki tata letak khusus yang

memudahkan sirkulasi dan mencapai kejelasan akses.

g. Supermarket

Merupakan toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan cara

pelayanan mandiri ( self service ). Pemilihan dan pencarian produk dilakukan

secara mandiri oleh konsumen. Pelayan hanya digunakan untuk membantu

proses pembayaran. Jumlah bahan makanan yang dijual pada toko jenis ini

(6)

h. Shopping mall8

Merupakan pengembangan dari pusat perbelanjaan yang dipadukan dengan

sarana rekreasi dan hiburan. Dan umumnya bentuknya berupa selasar yang

panjang. Barang yang diperdagangkan adalah barang kebutuhan sehari-hari

sampai kebutuhan khusus.

a) Tipe-tipe pusat perbelanjaan dan hiburan ( Mall )

Tipe mall digolongkan dalam 3 (tiga) bagian yaitu 6) :

(1) Mall terbuka ( The Open Centre )

Awalnya berkembang di Eropa, daya tarik dari tipe mall ini terletak pada

facade bangunan yang mengapit jalur pedestrian.

Mall tipe ini juga memberikan kesan alami, hal ini terlihat pada arcade seperti

pohon, semak-semak, bungan dan kursi taman.

Tipe mall ini juga mempunyai kelemahan, utamanya bagi negara yang

memiliki 4 (empat) musim. Yaitu adanya hambatan dari iklim, sehingga

kegiatan perbelanjaan tidak dapat berlangsung sepanjang tahun.

Mall terbuka dapat dibedakan lagi atas 3 (tiga) jenis, yaitu Full Mall, Transit

Mall dan Semi Mall.

(a) Full Mall

Full Mall dihasilkan oleh jalan yang tertutup yang dulunya

digunakan oleh lalu-lintas kendaraan dan kemudian

mengembangkan pedestrian atau plaza dengan paving,

pohon-pohon, tempat duduk, penerangan dan kenyamanan-

kenyamanan lainnya seperti sculpture dan batu-batuan.

(b) Transit Mall

Transit Mall dikembangkan dari pemindahan lalu-lintas automobil dan

truk pada site jalan dan hanya membiarkan lalu-lintas publik seperti

bus dan taxi. Parkir pada jalan dilarang, jalur pejalan kaki diperlebar

dan asesories lainnya ditambahkan.

8

(7)

(c) Semi Mall

Pada Semi Mall jumlah lalu-lintas dan parkir dikurangi.

Pengembangan area pedestrian yang akan dihasilkan akan dilengkapi

dengan pepohonan, tempat duduk, penerangan dan asesories lainnya.

(2). Mall Tertutup ( The Closed Mall Centre )

Mall tertutup memiliki konsep yang lengkap dimana penjual dan pembeli

terlindung dalam satu area tertutup (bangunan) dan tempat pengaturan

pengkondisian ruang, sehingga kegiatan jual beli dapat berlangsung sepanjang

tahun.

Mall tertutup dapat menjadi community centre bagi kegiatan sosial seperti

kegiatan promosi, eksebisi, sekedar tempat berjalan-jalan dan lain-lainnya.

Pada dasarnya Mall Tertutup menerapkan konsep mall kedalam bangunan.

Konsep ini door street ini diterapkan secara konsekuen, sehingga

elemen-elemen luar dan elemen-elemen jalan seperti lampu-lampu jalan hadir secara nyata

dalam mall tertutup.

Selain terdapat pengaturan pengkondisian ruang, jenis mall ini juga

menggunakan pecahan buatan (artifical lighting) untuk membantu

menciptakan suasana yang diinginkan, tetapi ada juga yang menggunakan

skylight sebagai salah satu elemen utama mall.

Dalam merencanakan Mall tertutup, terdapat beberapa faktor yang harus

diperhatikan, yaitu :

(a) Magnet/Anchor

Dalam menghidupkan susana dan minat pengunjung, maka suatu

perbelanjaan haruslah dibuat unsur penarik yang disebut magnet atau

anchor. Magnet tersebut dapat berupa supermarket atau fasilitas

rekreasi lainnya seperti cineplex, food court/restorant, playground.

Penempatan dari magnet ini dapat bermacam-macam.

(8)

mall menjadi daerah pergerakan aktivitas yang tinggi sehingga tidak

ada retail shop yang tidak dilalui oleh pengunjung.

(b) Tenant Mix

Pengaturan dari pihak-pihak penyewa yang akan menempati

retail-retail shop dan anchor, ditempatkan sesuai dengan tingkat ekonomi

mayoritas pengunjung dan selera dari pengunjung.

Pengaturan dan penempatan jenis-jenis retail tersebut harus sesuai

dengan penempatannya, sehingga antara retail yang satu dengan yang

lainnya tidak saling mengganggu.

Perbandingan jumlah antara anchor dan retail-retail tersebut adalah 40

: 60. Hal ini dipertimbangkan dari infestasi dan pengambilan modal.

(c) Desain Kriteria

Dalam perencanaan suatu mall haruslah terdapat kriteria-kriteria

tertentu bagi para penyewa dalam mengatur retail yang disewanya,

agar dapat membentuk satu kesatuan dengan retail-retail lainnya.

Juga haruslah memperhatikan orientasi mall kedalam dan tidak banyak

bukaan-bukaannya.

Perencanaan suatu mall harus memperlihatkan kesan santai atau rilex,

menyenangkan dan mudah dilalui juga harus diperhatikan pintu masuk

yang jelas dan pintu keluar dari unit utamanya. Lay Out dari mall

dibuat secara sederhana, mudah diidentifikasikan serta tidak

membosankan.

(3) Gabungan Mall Terbuka dan Tertutup (The Composite Mall Centere).

Merupakan mall yang sebagian terbuka atau sebagian tertutup maksudnya

yaitu bahwa selasar disepanjang arcade toko-toko ditutup oleh atap tembus

pandang dan ada atap penghubung antara toko-toko yang saling berhadapan.

Sehingga tidak semua pedestrian mall perlu ditutup. Hal ini untuk

mengantisipasi keadaan dimusim dingin.

Unsur-unsur Pembentuk Lay Out Pusat Perbelanjaan dan Hiburan

(9)

Paths adalah jalur sirkulasi atau jalur pergerakan manusia.

Contohnya jalan, pedesterian, dan jalur kereta.

Paths juga berfunsi sebagai penghubung antara beberapa node.

Nodes

Nodes adalah pusat dari aktifitas. Baik berupa pertemuan dari paths maupun

persilangan dari beberapa paths, atau menunjukkan pada suatu konsentrasi

tertentu seperti plaza.

Yang dimaksud dengan Nodes pada bangunan mall adalah anchor tenant

(penyewa utama) yang menjadi daya tarik pada konsumen. Perletakan nodes

disetiap pengakhiran poreder yang terdapat disetiap lantai suatu mall. Jarak

maksimal antara magnet tersebut disetiap lantainya maksimum 200 meter,

sedangkan jarak optimumnya 180 meter.

II.3.Tinjauan Lokasi

II.3.1. Kriteria Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi yang tepat merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dari

hampir semua proyek arsitektur. Untuk memilih lokasi yang akan dijadikan tempat

pelaksanaan proyek ini, maka penting terlebih dahulu dibuat kriteria-kriteria pemilihan

lokasi.

No. Kriteria Lokasi

1 Tinjauan terhadap struktur

kota

Tapak harus berada pada wilayah RUTRK yang tata

guna lahannya diperuntukkan daerah perdagangan dan

jasa

2 Pencapaian Lokasi harus terletak pada daerah yang mudah dicapai

oleh kendaraan pribadi, kendaraan umum, ataupun

pejalan kaki

3 Area pelayanan Area disekitar site hendaknya merupakan

fungsi-fungsi yang dapat saling mendukung dengan

bangunan yang direncanakan atau di sekitar sarana

prasarana yang membutuhkan jasa/pelayanan yang

(10)

penduduk, terminal, dan pusat komersil lainnya

4 Kemudahan entrance Entrance yang dipilih sebagai jalur menuju dan keluar

tapak harus mudah diakses oleh pengelola, penyewa,

pengguna fasilitas, dan pengunjung

Tabel II.1 Kriteria Pemilihan Lokasi

II.3.2. Rencana Sistem Pusat Kegiatan9

Fungsi dan peranan kawasan-kawasan di kota Binjai dapat dilihat dari pembentukan

pusat-pusat pertumbuhan eksisting saat ini, yaitu terbentuknya Kota Binjai dan pusat-pusat

SPK sebagai sub pusat kota.

Pengembangan pelayanan kegiatan perkotaan kota Binjai akan dibagi di tiap bagian

wilayah kota ( SPK ) sesuai dengan arahan fungsi pengembangannya masing-masing :

 Pusat kota, dengan skala pelayanan kota dan regional ( pusat primer ). Pusat kota yang ada

saat ini di Binjai, dengan fungsi pengembangan sebagai pusat perdagangan dan jasa

 Subpusat pelayanan kota ( SPK ), dengan skala pelayanan bagian wilayah kota yang

mencakup beberapa kelurahan, baik yang berada pada kecamatan yang sama maupun di

beberapa kecamatan yang berbatasan

Gambar II.1 Peta Rencana Pembagian Sistem Pusat Kota

9

(11)

Pengembangan pusat-pusat kota Binjai adalah :

1. Pusat kota Binjai yang merupakan pusat pengembangan utama dengan orientasi kegiatan

berupa pusat perdagangan dan jasa.

2. SPK Binjai Timur (SPK-B) dengan orientasi kegiatan sebagai pusat administrasi

pemerintahan, sebagai pintu masuk mobilitas penduduk dari luar wilayah, pengembangan

permukiman skala besar.

3. SPK Binjai Utara (SPK-A) sebagai pusat pengembangan kegiatan industri, dan sebagai

Kawasn pertambangan minyak.

4. SPK Binjai Barat (SPK-D) sebagai pintu masuk mobilitas penduduk dari luar wilayah,

pengembangan pemukiman skala besar.

5. SPK Binjai Selatan (SPK-E dan SPK-F) sebagai pusat pengembangan kegiatan wisata,

perkebunan, dan jasa lingkungan.

Gambar II.2 Rencana Pengembangan Fungsi Kegiatan Kota Binjai

No. SPK Kelurahan Luas SPK (Ha)

Pusat SPK/Subpusat Pelayanan Kota

Fungsi pengembangan

1 A Kel. Pahlawan Kel. Jatinegara Kel. Nangka Kel. Damai Kel. Kebun lada Kel. Cengkeh tiri Kel. Jati karya

2.359,12 Kelurahan kebun lada - perumahan

- industri & pergudangan - minyak dan gas

(12)

Tabel II.2 Fungsi Pengembangan tiap SPK di kota Binjai

217 Kelurahan tunggurono - perumahan skala besar - pusat pemerintahan - perdagangan dan jasa - TPA

- kawasan militer

- kegiatan transportasi ( terminal terpadu )

412 Kelurahan binjai - perumahan

- pusat perdagangan dan jasa

4 D Kel. Bandar senembah

1.086 Kelurahan bandar sinembah

- perumahan

- perdagangan dan jasa

5 E Kel. Tanah merah Kel. Bhakti karya Kel. Binjai estate

2.996 Kelurahan bhakti karya

(13)

Gambar II.3 Rencana Pengembangan Fungsi Kegiatan Kota Binjai

II.3.3. Deskripsi Kondisi Tapak Terpilih

II.3.3.1. Analisis Penetapan Lokasi

Pusat perbelanjaan merupakan bangunan komersil yang lebih mengarah kepada

kegiatan untuk berbelanja atau berdagang dan rekreasi. Untuk itu dibutuhkan pilihan lokasi

yang tepat untuk menjamin kelancaran aktivitas didalam bangunan tersebut.

Berdasarkan kriteria pemilihan lokasi diatas, maka diputuskan untuk memilih tiga

alternatif lokasi di kota Binjai yang cocok untuk perancangan proyek ini.

a. Lokasi A

(14)

 Lokasi : Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Kota

 Luas Lahan : ± 1,3 Ha

 Fasilitas pendukung : pemukiman, perkantoran, pertokoan

b. Lokasi B

Gambar II.5 Lokasi B

 Lokasi : Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Binjai

Utara

 Luas lahan : ± 1,1 Ha

 Fasilitas pendukung : pemukiman, pertokoan

c. Lokasi C

(15)

 Lokasi : Jalan Letnan Umar Beki, Kecamatan Binjai

Kota

 Luas lahan : ± 1,1 Ha

 Fasilitas pendukung : pemukiman, perkantoran

Dari ketiga alternatif lokasi yang ada, maka setiap lokasi akan dinilai berdasarkan kriteria

yang sudah disebutkan diatas ;

Aspek Lokasi A Lokasi B Lokasi C

Posisi site Pusat kota

(5)

Akses pejalan kaki Terdapat trotoar

(16)

Ketersesuaian

Utilitas Tersedia dengan baik

(5)

Tersedia dengan baik

(5)

Tersedia dengan baik

(5)

Loading dock Terdapat jalan

alternatif

Tabel II.3 penilaian lokasi

Dari penilaian beberapa kriteria-kriteria dan analisa diatas serta memenuhi

persyaratan, maka terpilihlah lokasi A yaitu di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Kota.

II.3.3.2. Deskripsi Tapak

 Kasus proyek : Binjai Shopping Mall  Status proyek : fiktif

 Pemilik proyek : swasta

 Lokasi lahan : Jl. Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Kota

(17)

Potensi lahan :

 Terletak di pusat kota Binjai

 Berada pada kawasan perdagangan dan jasa

 Transportasi lancar dan baik dengan adanya jalan raya yang lebar dan tidak macet

 Berada dekat dengan permukiman, pertokoan, dan perkantoran

untuk menarik pengunjung

 Luas tapak ....

II.4.Tinjauan Fungsi

II.4.1. Deskripsi Pengguna dan Kegiatan

Pengguna kegiatan dalam Binjai Shopping Mall terdiri atas pengunjung,

penyewa, pengelola, dan servis.

 Pengunjung adalah pihak yang melakukan kunjungan ke Binjai Shopping Mall, yang

(18)

Berdasarkan golongan :

- Masyarakat berpenghasilan menengah

- Masyarakat berpenghasilan cukup

Berdasarkan asal-usul

- Pengunjung yang datang dari kota Binjai dan sekitarnya

- Pengunjung yang datang dari luar kota Binjai

Berdasarkan klasifikasi umur :

- Anak-anak ( usia 5-13 tahun )

- Remaja ( usia 14-24 tahun )

- Dewasa ( usia 25-45 tahun )

- Lanjut usia

Berdasarkan motivasi atau tujuan :

- Pengunjung untuk berbelanja

- Pengunjung hanya untuk berjalan jalan

 Penyewa

Penyewa adalah pihak yang menyewa retail-retail yang terdapat dalam bangunan untuk

menjual barang dan jasa mereka kepada pengunjung yang datang

 Pengelola

Pengelola adalah pihak yang melakukan pengelolaan kegiatan administrasi dan

operasional yang dibedakan dalam 2 tingkatan, yaitu :

- Pimpinan, terdiri dari direktur dan wakil direktur. Direktur ini dibantu oleh sekretaris yang bertanggung jawab langsung kepada direktur

- Kepala bagian, terdiri dari kabag operasional, keuangan, pemasaran, keamanan, pemeliharaan, dan perawatan gedung

-

 Servis

Servis adalah pihak yang melakukan kegiatan pelayanan bangunan seperti masalah teknis,

(19)

Berdasarkan pelaku kegiatan, maka kegiatan yang dilakukan adalah :

1. Kegiatan pengunjung, aktivitas umum yang dilakukan pengunjung adalah :

o Berbelanja

o Melihat pertunjukan yang diberikan oleh pihak pengelola

o Jalan-jalan / cuci mata

o Makan / minum

o Melakukan kegiatan permainan

o Menggunakan fasilitas penunjang yang ada di shopping arcade

2. Kegiatan pengelola, aktivitas yang dilakukan oleh pengelola adalah :

o Mengelola dan mengatur jalannya operasional bangunan

o Melayani kebutuhan para konsumen

o Persiapan peralatan dan tempat sebelum kegiatan pertunjukkan

o Memberikan informasi singkat

o Melakukan kegiatan administrasi

o Penyelenggaraan kegiatan penunjang ( bisa saja bekerjasama dengan badan lain yang

bersangkutan )

o Mengadakan publikasi

3. Kegiatan servis, aktivitas yang dilakukan adalah :

o Membersihkan setiap ruangan

o Melakukan perawatan dan perbaikan terhadap bangunan dan peralatan-peralatan yang

ada didalamnya

o Mengurus loading dock

o mengurus utilitas bangunan

o menjaga keamanan

Fungsi Fasilitas Pemakai Kegiatan Kebutuhan

ruang Fasilitas

perbelanjaan

Book store Pengelola Mengatur

pemasukan dan pengeluaran barang, administrasi, isoma

 R. Penjualan

 R. Pengelola

 R. Karyawan

 Toilet

(20)

pembeli,

Pertokoan/retail Penyewa Mengatur penjualan,

Game center Pengelola Administrasi,

mengontrol

Cafe Pengelola Administrasi,

mengontrol,

Restoran Pengelola Administrasi,

mengontrol

 R.pengelola

(21)

 Toilet

Pengelola utama Administrasi, isoma

 R.pimpinan

 R.wakil

Karyawan Administrasi  R.manager

 R.sekretaris Toilet umum Penyewa,

karyawan,

Wudhu, sholat  R.sholat

 Tempat wudhu

Keamanan Petugas Menjaga

keamanan, menindak kriminal, istirahat

 Pos jaga

Utilitas Karyawan Mengawasi alat

bekerja,

Pergudangan Karyawan Mengontrol,

servis,

Mall Pengunjung Duduk,

(22)

mencari Pengunjung Parkir mobil dan

motor

 R.parkir pengunjung

II.4.2. Deskripsi Kebutuhan Ruang

1. Fasilitas utama

A. Fasilitas perbelanjaan

o Supermarket

o Men’s and ladies’ fashion o Sportwear equipment

o Bookstore

o Retail

2. Fasilitas pendukung

o Food court, cafe, restoran

o Mini timezone

3. Fasilitas pelengkap

o Open space, yaitu ruang terbuka seperti pedestrian, taman, dan sebagainya

(23)

II.4.3. Deskripsi Persyaratan Ruang dan Kriteria Ruang

Fungsi Kelompok fungsi Kebutuhan ruang Persyaratan

Shopping arcade Utama Kantor pengelola Mudah dalam

pencapaian

Hall Cukup luas

Restoran Memerlukan view

yang bagus

Cafe Memerlukan view

yang bagus, suasana tenang

Supermarket Disesuaikan dengan

modul struktur

Food court Memerlukan view

yang bagus, suasana tenang

Retail Disesuaikan dengan

modul struktur

Musholla Nyaman, tenang

Area parkir Kemudahan

pencapaian

Tabel II.4 Persyaratan dan Kriteria Ruang

A. Persyaratan dapur, ruang makan, dab gudang makan

1. Dapur

o Luas dapur sekurang-kurangnya 40 % dari ruang makan atau 27 % dari luas

bangunan

o Permukaan langit-langit harus menutupi seluruh atap ruang dapur

o Dapur paling sedikit terdiri dari :

 Tempat pencucian peralatan

 Tempat pengepakan

 Tempat persiapan

 Tempat administrasi

2. Ruang makan

(24)

o Pintu yang menghubungkan dengan halaman dibuat rangkap, pintu bagian

luar membuka kearah luar

3. Gudang bahan makanan

o Jumlah bahan makanan yang disimpan disesuaikan dengan jumlah bahan

makanan

o Tidak boleh menyimpan bahan lain selain makanan

o Dilengkapi dengan rak-rak tempat penyimpanan bahan makanan

B. Persyaratan tempat penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi

1. Penyimpanan bahan makanan

o Penempatan terpisah dengan makanan jadi

o Bahan makanan disimpan dalam aturan sejenis

2. Penyimpanan makanan jadi

o Terlindung dari debu, bahan kimia berbahaya, serangga dan hewan

C. Persyaratan fasilitas sanitasi

1. Air bersih

o Harus sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

yang berlaku

o Jumlahnya cukup memadai untuk seluruh kegiatan dan tersedia pada setiap

tempat kegiatan

2. Pembuangan air limbah

o Sistem pembuangan air limbah harus baik, tidak merupakan sumber

pencemaran, misalnya memakai saluran tertutup

3. Toilet

o Letak tidak berhubungan langsung ( terpisah dari ) dengan dapur, ruang

persiapan makanan, ruang tamu, dan gudang makanan

o Didalam toilet harus tersedia jamban, bak air, dan sebagainya

o Toilet untuk wanita terpisah dengan toilet untuk pria

o Toilet untuk tenaga kerja terpisah dengan toilet pengunjung

o Tersedia cermin, tempat sampah, tempat abu rokok, dan sabun

o Lantai dibuat kedap air, tidak licin, mudah dibersihkan dan kelandaiannya

cukup

(25)

o Didalam kamar mandi harus tersedia bak dan air bersih dalam keadaan

Tabel II.5 Standarisasi ukuran bak cuci kamar mandi

4. Tempat sampah

o Tempat sampah dibuat dari bahan kedap air, tidak mudah berkarat.

Mempunyai tutup dan memakai kantong plastik khusus untuk sisa-sisa

bahan makanan dan makanan jadi cepat membusuk

o Tersedia pada setiap tempat / ruang yang memproduksi

5. Tempat cuci tangan

o Jumlah tempat cuci tangan tamu disesuaikan dengan kapasitas tempat

duduk

o Tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun cair dan alat pengering

6. Tempat mencuci peralatan

o Terbuat dari bahan yang kuat, aman, tidak berkarat dan mudah dibersihkan

o Bak pencucian sedikitnya terdiri dari 3 bak pencuci, yaitu mengguyur,

menyabun, dan membilas

7. Tempat pencucian bahan makanan

o Terbuat dari bahan yang kuat, aman, tidak berkarat, dan mudah

dibersihkan

8. Fasilitas penyimpanan pakaian ( loker ) karyawan

o Terbuat dari bahan yang kuat, aman, mudah dibersihkan dan tertutup rapat

o Loker utnuk pria dan wanita dibuat terpisah

9. Peralatan pencegahan masuknya serangga dan tikus

D. Fasilitas pengelola

1. Berdasarkan peraturan ketenagakerjaan :

(26)

o Ruang gerak bebas masing-masing karyawan minimum 1.5 m²

o Ruang udara minimum 12 m² pada ruang beraktivitas duduk dan 15 m²

pada ruang beraktivitas gerak

o Untuk ruangan ≤50 m² = 2.50 m o Untuk ruangan ≥50 m² = 2.75 m o Untuk ruangan ≥100 m² = 3.00 m

o Untuk ruangan dari 250 2000 m² = 3.25 m

2. Berdasarkan “Peraturan Keamanan untuk Tempat Kerja Perkantoran”, untuk kantor ruangan sel/kecil minimum 8-10 m, ruang kantor besar minimum 12-15

3. Lebar minimum jendela adalah 1.25 m

II.5. Studi Banding Proyek Sejenis

II.5.1. Paris Van Java Mall

Paris van Java10 Resort Lifestyle Place (juga dikenal dengan nama Paris Van Java

Mall) adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Mal ini bisa

dicapai beberapa menit dengan mengemudi dari tol Pasteur.

Mal yang diresmikan pada bulan Juli 2006 ini, dirancang dengan nuansa open air

yang alami serta pemandangan burung-burung merpati hias yang beterbangan bebas. Faktor

lain yang menjadi daya tarik adalah konsep bangunan yang kental dengan desain Eropa. Paris

van Java Mall adalah mall yang terbagi menjadi first floor, ground floor, upper ground serta

lower ground dengan salah satu department store terbaik di Indonesia, Sogo Department

Store di lantai teratas. Fasilitas lainnya yang cukup menjadi daya tarik adalah pasar swalayan

Carrefour, toko buku Gramedia, serta bioskop Blitzmegaplex. Selain itu, di Paris van Java

juga berjejer kafe-kafe.

10

(27)

Gambar II.7 Paris Van Java Mall

Paris van Java pada dibangun diatas kawasan bersejarah. Namun perencanaan proyek

ini tidak melibatkan bangunan eksisting, melainkan membuat bangunan baru dengan tema

kolonial. Fungsi utama adalah shopping center, pusat wisata kuliner, serta fungsi lifestyle

masyarakat kota. Konsep shopping mall terbuka dengan bangunan bergaya kolonial membuat

suasana kolonialnya kian terasa. Suasana berjalan dibawah arcade diantara bangunan

kolonial dapat dirasakan disini.

Tanggapan : konsep open shopping mall pada Paris van Java mall memunculkan suasana

alami bagi pengunjungnya.

II.5.2 Mall at milenia

The Mall at Millenia adalah pusat perbelanjaan kontemporer kelas atas. Mall Indah

berlantai dua ini merupakan tempat belanja paling mewah di Orlando. Mal ini memiliki

pilihan utama toko-toko desainer, department store, dan restoran. Jangkar department store di

mal termasuk Bloomingdale, Macy, dan Neiman Marcus. Perdana toko desainer kelas atas

termasuk Gucci, Chanel, Cartier, Louis Vitton, Tory Burch, Burberry, Tiffany & Co, dan

banyak lainnya. Toko terkenal lainnya termasuk Apple Store, Urban Outfitters, Crate &

Barrel, Sony, Zara, MAC Cosmetics, Lacoste, Hollister & Co, Abercrombie & Fitch, dan

(28)

Selain itu, banyak pilihan toko ritel juga dapat ditemukan segera mengelilingi Mall at

Millenia, termasuk besar IKEA Orlando, Super Target, Robb & Stucky, Expo Design Center,

dan Mercedes-Benz dari South Orlando.

Gambar II.8 Mall at Milenia

Paris Van Java Mall Mall at Millenia

Arsitek Wawa Sulaeman JPRA Arsitek

Gaya Bangunan Kolonial

Fasilitas  LG : ATM, restoran,

playground, hypermarket

 UG : ATM, fashion, toko buku, supermarket, restoran, pet shop, fitness

 GF : ATM, bioskop, giftshop, cafe, restoran, fashion

 Sky level : bioskop, fitness, cafe

Anchor Tenant  Bloomingdale

 Macy

 Neiman marcus Jumlah pengunjung /

hari 60.000 - 80.000

Jadwal Buka  Minggu-kamis : 10.00-22.00

WIB

 Jumat-sabtu 10.00-23.00 WIB

 Senin-sabtu 10.00-21.00

 Minggu 11.00-19.00

Jumlah Toko ± 200 ± 147

Gambar

Tabel II.1 Kriteria Pemilihan Lokasi
Gambar II.2 Rencana Pengembangan Fungsi Kegiatan Kota Binjai
Tabel  II.2 Fungsi Pengembangan tiap SPK di kota Binjai
Gambar II.4 Lokasi A
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada setiap WPP terdapat satu pusat pengembangan dengan jenjang II (kedua) kecuali WPP-A dengan pusat jenjang I (satu) direcanakan menjadi ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang khusus

publik Lapangan Merdeka yang merupakan kawasan pusat di Kota Binjai memiliki.. jumlah pelaku kegiatan yang tinggi serta memiliki beragam aktifitas

Kawasan III diarahkan dan ditetapkan dengan fungsi utama untuk permukiman perdagangan dan jasa sebagai pusat permukiman dan perdagangan dan jasa;  Sub pusat pelayanan

Laporan yang penulis susun ini, adapun intinya merupakan pengembangan pusat komersial shopping mall dan office, yang berada pada suatu kawasan TOD yang berpusat pada

Jadi, berdasarkan beberapa terminologi pengertian di atas, maka “ Terminal Terpadu Amplas “ dapat diartikan sebagai suatu termpat atau bangunan yang berfungsi

Pemilihan lokasi yang tepat bagi suatu exhibition center merupakan salah satu faktor penunjang dari berhasilnya satu pusat eksebisi dalam memperomosikan kegiatan yang ada di

Kota Jakarta adalah ibukota dari Negara Indonesia, yang juga sebagai pusat Pemerintahan, pusat industri dan perdagangan, dan tempat wisata. Jakarta merupakan kota

Pusat kota dikembangkan di wilayah pusat kota dengan kegiatan utama adalah pusat pemerintahan Kabupaten Bogor, pusat perkantoran serta perdagangan dan jasa sebagai pelengkap..