LAPORAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN
RUMAH SAKIR PERMATA MEDIKA SEMARANG
( 4 Januari – 29 Februari 2016)
Oleh :
KARTIKA LIPUTARI 1304032
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK ELEKTROMEDIK
STIKES WIDYA HUSADA
SEMARANG
2016
Pengesahan Laporan Praktek Kerja Lapangan di RS Permata Medika :
Nama : Kartika Liputari
NIM : 1304032
Telah melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di RS Permata
Medika dari tanggal 4 Januari sampai dengan 29 Februari 2016. Rincian kegiatan
terangkum dalam laporan ini.
Semarang, 29 Februari 2016
Dosen Pembimbing, Pembimbing Praktek,
Prima WW, M.Eng Arief Tri Raharjo, Amd.TEM
Bagian Instalasi Diklat
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas petunjuk, rahmat, dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini
tanpa ada halangan apapun sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Laporan
ini disusun berdasarkan pengalaman dan ilmu yang kami peroleh selama
melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di RS Permata Medika
Laporan Praktek Kerja Lapangan yang telah kami susun ini dibuat dalam
rangka memenuhi tugas mahasiswa sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan
Praktek Kerja Lapangan di dunia kerja yang berkaitan dengan peralatan medik.
Dengan ini kami menyadari bahwa Laporan ini tidak akan tersusun dengan
baik tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini tidak lupa juga Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu kami dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan
maupun dalam penyusunan Laporan ini, yaitu :
1. Ka. Bag DIKLAT Rumah Sakit Permata Medika.
2. Pembimbing Praktek Kerja Lapangan Rumah Sakit Permata Medika,
3. Seluruh Staf Keperawatan dan Teknisi Umum Rumah Sakit Permata
Medika.
4. Dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan STIKES Widya Husada
Semarang, Ibu Prima WW, M.Eng.
5. Orang tua yang selalu mendukung kegiatan Praktek Kerja Lapangan di
Rumah Sakit Permata Medika.
6. Teman-teman Praktek Kerja Lapangan yang selalu mendukung kegiatan
Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit Permata Medika.
7. Teman-teman Teknik Elektromedik STIKES Widya Husada Semarang
yang telah memberi dukungan.
8. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan kegiatan
Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit Permata Medika.
Yang terakhir, penulis minta maaf apabila selama melaksanakan Praktek
Kerja Lapangan di Rumah Sakit Permata Medika banyak melakukan kesalahan.
Selain itu, penulis menyadari bahwa laporan Praktek Kerja Lapangan ini tidak
terlepas dari kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik
dan saran guna memperbaiki laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat
DAFTAR ISI
SAMPUL...i
LEMBAR PENGESAHAN...ii
KATA PENGANTAR...iii
DAFTAR ISI...v
BAB I PENDAHULUAN...1
A. LATAR BELAKANG...1
B. TUJUAN...2
C. METODE PENELITIAN...3
D. SISTEMATIKA PENULISAN...3
BAB II PANDANGAN UMUM TENTANG RUMAH SAKIT...6
A. SEJARAH RUMAH SAKIT...6
B. JENIS PELAYANAN RUMAH SAKIT...7
1. Instalasi Rawat Inap...7
2. Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik)...9
3. Instalasi Gawat Darurat 24 Jam...10
5. Terapi Hemodialisa...12
6. TACI (Trans Arterial Chemo Infusion)...16
C. STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT...17
D. TUGAS DAN FUNGSI IPS RS...17
1. Tugas IPS RS...18
2. Fungsi IPS RS...18
3. Tata pelaksanaan pemeliharaan peralatan...18
4. Alur Pemeliharaan dan Perbaikan...20
5. Kalibrasi...20
BAB III KEGIATAN PERBAIKAN ALAT...21
A. Suction Pump...21
B. Suction Pump Central...22
C. Tensi Meter Air Raksa...23
D. Tensi Meter Digital...24
E. Lampu Operasi...25
F. Infra Red Terapi...26
BAB IV PEMBAHASAN ALAT...28
A. Pengenalan...28
2. Kontrol dan konektor...28
B. Prinsip dasar...31
1. Fungsi...31
2. Blok diagram...32
3. Cara kerja blok diagram...32
C. Langkah pengoperasian...33
1. Persiapan awal...33
2. Kalibrasi...36
3. Pengoperasian...37
D. Pemeliharaan dan perbaikan...37
BAB V PENUTUP...39
A. KESIMPULAN...40
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Teknik Elektromedik Stikes Widya Husada Semarang merupakan
salah satu lembaga pendidikan tinggi yang lulusannya diharapkan memiliki
ketrampilan dalam pemahaman, pemasangan pemeliharaan dan penanganan
bila terjadi permasalahan alat medik untuk menghadapi dunia kerja,
sehingga keberadaannya dapat mendukung kualitas sumber daya manusia
dalam menunjang pembangunan.
Untuk itu, mahasiswa Teknik Elektromedik Stikes Widya Husada
tingkat III semester VI diwajibkan untuk mengikuti program Praktek Kerja
Lapangan selama 2 bulan pada rumah sakit yang mencangkup mata kuliah
Peralatan Radiologi, Peralatan Elektromedik dan Peralatan Laboratium.
Penempatan mahasiswa pada suatu instansi tersebut dimaksudkan guna
pengembangan ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dan
memberikan pengalaman yang nyata di lahan praktek dalam pemahaman
Dengan pelaksanan Praktek Kerja Lapangan tersebut, diharapkan
lulusan Teknik Elektromedik Stikes Widya Husada Semarang, dapat
benar-benar memiliki bekal dan kemampuan serta kompetensi yang cukup dalam
dunia kerja nanti.
B. TUJUAN
Setelah menyeleseikan Praktek Kerja Lapangan ini mahasiswa
diharapkan mampu :
1. Menerapkan keahlian dan ketrampilan yang diperoleh di kelas secara
efesien, efektif dan optimal.
2. Mengerti dan memahami perencanaan, pengelolaan, administrasi
teknis dan peralatan di instalasi terkait, pengoperasian,
pemeliharaan, perbaikan dan kalibrasi sesuai standart, serta sesuai
tugas dan fungsi dan kewenangan tenaga ahli madya teknik
elektromedik.
3. Memperoleh, mengolah, menganalisa data/informasi serta
menginterpertasikan hasilnya ke dalam bentuk laporan.
4. Memecahkan masalah yang terjadi di lapangan secara riil, konkret
dan edukatif.
5. Memotifasi untuk mengembangkan keahlian lebih lanjut.
C. METODE PENELITIAN
Adapun metode yang penulis gunakan dalam menyusun laporan ini
adalah :
1. Metode Ceramah
2. Metode Diskusi
3. Metode Praktek
4. Metode Lapangan
D. SISTEMATIKA PENULISAN
HALAMAN JUDUL
Berisi tentang judul laporan dan nama penulis.
KATA PENGANTAR
Berisi tentang maksud Penulisan dan lain-lain.
DAFTAR ISI
Berisi penunjukan nomor-nomor halaman dari Lembar Pengesahan, Kata
Pengantar, Bab-bab dan Sub Bab, Daftar Pustaka, Daftar Gambar dan Tabel,
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi tentang Latar Belakang, Tujuan, Metode Penelitian, dan Sistematika
Penulisan Laporan PKL.
BAB II : PANDANGAN UMUM TENTANG RUMAH SAKIT
Berisi tentang Sejarah Rumah Sakit , Tugan dan Fungsi IPS RS.
BAB III : KEGIATAN PERBAIKAN ALAT
Berisi tentang Data Teknis Pesawat atau Alat, Keluhan Operator, Analisa
Kerusakan, Tindakan Perbaikan, dan Hasil yang Dicapai Setelah Perbaikan.
BAB IV : PEMBAHASAN ALAT
Berisi tentang Pembahasan Satu Alat Medis ( Radiologi , Laboratorium,
Elektromedik) Secara Keseluruhan.
BAB V : PENUTUP
Berisi tentang Kesimpulan Hasil Pelaksanaan PKL dan Saran Terhadap
DAFTAR PUSTAKA
Berisi tentang daftar pustaka dari sumber yang diambil dari
buku/memograph, penerbut berkala dan dokumen.
LAMPIRAN
BAB II
PANDANGAN UMUM TENTANG RUMAH SAKIT
A. SEJARAH RUMAH SAKIT
Seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat
akan kesehatan serta dalam upaya untuk pemerataan pelayanan kesehatan yang
berkualitas untuk masyarakat, maka keberadaan sebuah rumah sakit bagi
masyarakat adalah merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendasar dan
mendesak untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, PT. Permata Bunda Utama yang
berpusat di Purwodadi merasa ikut terpanggil dan bertekad untuk turut serta
berkiprah dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi
masyarakat di daerah Semarang Barat khususnya serta masyarakat di wilayah kota
Semarang dan sekitarnya pada umumnya.
Dalam rangka untuk mewujudkan tekad dan panggilan mulia tersebut maka
pada September 2005 PT. Permata Bunda Utama melalui PT Permata Panca
Utama mulai mencanangkan pembangunan RS. Permata Medika yang berlokasi di
Kelurahan Ngaliyan, Semarang Barat di atas lahan seluas kurang lebih 13.000 m2.
Bangunan fisik rumah sakit dengan kapasitas 134 tempat tidur ini selesai pada
pada tanggal 9 Agustus 2007 yang menandai secara resmi beroperasinya RS
Permata Medika.
RS. Permata Medika merupakan rumah sakit swasta dengan klasifikasi
Madya Plus atau setara dengan type C Plus yang didukung oleh tenaga medis
yang terdiri dari 29 dokter spesialis, beberapa dokter subspesialis, 12 dokter
umum serta lebih dari 100 orang tenaga keperawatan, kini terus berbenah diri
seiring dengan kemajuan teknologi dan juga kebutuhan pelayanan dengan
melengkapi sarana dan prasarananya seperti USG 4 dimensi dan CT Scan,
Program Pengembangan Pegawai, serta Program ”Quality Assurance” untuk
menjamin kualitas pelayanan serta keselamatan bagi pasien.
Kini RS Permata Medika dengan mottonya ”Layanan Prima Untuk Semua”
telah siap untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Semarang dan
sekitarnya.
B. JENIS PELAYANAN RUMAH SAKIT
1. Instalasi Rawat Inap
Untuk mendapatkan pelayanan rawat inap, sebelumnya anda dapat
mendaftar di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap. Anda dapat memilih
kelas perawatan dan dokter yang akan merawat. Didukung oleh tenaga
medis dan keperawatan yang berpengalaman. Kami memiliki kelas
a. Suite Room
Fasilitas : 1 Bed, AC, TV, Nurse Call, Kulkas, Sofa Bed, Ruang
tamu luas, Sentral Oksigen, Kamar mandi dalam, water heater,
welcome drink.
b. VVIP
Fasilitas : 1 Bed, AC, TV, Nurse Call, Kulkas, Sofa Bed, Sentral
Oksigen, Kamar mandi dalam, water heater, welcome drink.
c. VIP A
Fasilitas : 1 Bed, AC, TV, Nurse Call, Kulkas, Sentral Oksigen,
Kamar Mandi Dalam, Sofa Bed, Welcome Drink.
d. VIP B
Fasilitas : 1 Bed, AC, TV, Nurse Call, Almari Pasien, Nurse Call,
Sentral Oksigen, Kamar Mandi Dalam, Fold Bed (Sewa), kulkas.
e. Kelas I
Fasilitas : 2 Bed, AC, TV, almari pasien, nurse call, sentral oksigen,
f. Kelas II
Fasilitas : 2 Bed, Kipas Angin, TV, almari pasien, nurse call, sentral
oksigen, kamar mandi dalam.
g. Kelas III
Fasilitas : 8 Bed, Kipas Angin, TV, Almari Pasien, Kamar Mandi
Dalam.
2. Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik)
Bagi anda yang akan memanfaatkan rawat jalan, kami memiliki
berbagai unit pelayanan rawat jalan (poliklinik). Sebelum anda menuju ke
unit rawat jalan, baik pasien atau keluarganya harus mendaftar di Tempat
Pendaftaran Pasien Rawat Jalan.
Jenis Pelayanan meliputi :
a. Klinik Kebidanan & Kandungan
b. Klinik Penyakit Anak
c. Klinik Penyakit Dalam
d. Klinik Bedah
e. Klinik Orthopedi
f. Klinik Bedah Digestif
g. Klinik Bedah Onkologi
i. Klinik Penyakit THT
j. Klinik Mata
k. Klinik Penyakit Kulit & Kelamin
l. Klinik Kosmetik Medik
m. Rehabilitasi Medik
3. Instalasi Gawat Darurat 24 Jam
a. Bagi anda yang ingin mendapatkan pelayanan di IGD,
sebelumnya dapat mendaftar di pendaftaran IGD.
b. IGD RS. Permata Medika melayani kegawatdaruratan medik baik
kasus trauma dan non trauma, termasuk resusitasi secara optimal
dan profesional guna mencegah kematian dan kecacatan.
c. IGD RS. Permata Medika melayani 24 jam, pelayanan diberikan
berdasarkan kegawatdaruratan bukan berdasarkan urutan pasien
datang. Petugas on site, baik dokter maupun perawat yang
d. IGD RS. Permata Medika memiliki peralatan lengkap, canggih
serta ditunjang pelayanan diagnostik dan instalasi farmasi. Juga
terdapat ruang observasi bagi pasien yang memerlukan
pengawasan kurang dari 6 jam.
4. Pemeriksaan Laboratorium
a. Hematologi
1) Darah Lengkap
2) Golongan Darah
b. Profil Lemak
1) Total Kolesterol
2) HDL / LDL
3) Trigliserida
c. Gula Darah
1) Gula Darah Puasa
2) Gula Darah 2 jam PP
d. Fungsi Ginjal
1) Ureum
3) Asam Urat
e. Fungsi Hati
1) SGOT
2) SGPT
3) Alkali Phosphatase
4) Gamma GT
5) Bilirubin Total
6) Bilirubin Direk / Indirek
f. Imunologi
1) HBsAg
g. Urin
1) Urin Rutin
h. Sitologi
1) Pap’s Smear (wanita)
5. Terapi Hemodialisa
RS.Permata Medika kini telah membuka layanan Hemodialisa atau
dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarkat terutama dalam
pengobatan kasus gagal ginjal.
PENGERTIAN GAGAL GINJAL
Ginjal Merupakan bagian dari tubuh yang mempunyai fungsi vital
bagi manusia. Ginjal merupakan organ ekskresi yang berbentuk mirip
kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring
kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air
dalam bentuk urin. Gagal ginjal adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak
dapat menjalankan fungsinya secara normal. Penurunan fungsi ini terjadi
dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga
keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium
didalam darah atau produksi urin.
Di Indonesia termasuk Negara dengan tingkat penderita gagal
ginjal kronik yang cukup tinggi. Menurut data dari Persatuan Nefrologi
Indonesia diperkirakan ada 70 ribu penderita gagal ginjal . Tingginya
kasus gagal ginjal menjadikan permintaan layanan penanganan pasein
gagal ginjal di rumah sakit turut meningkat. Namun di sisi lain, rumah
sakit-rumah sakit di Indonesia yang memiliki unit hemodialisa (cuci darah)
belum mampu memberikan layanan bagi seluruh penderita gangguan
ginjal akibat tingginya permintaan layanan. Kenyataan tersebut mendorong
untuk melayani pasien gagal ginjal yang belum mendapatkan layanan
karena keterbatasan kuota layanan hemodialisa.
APAKAH TERAPI HEMODILISA ITU?
Terapi hemodialisa adalah suatu teknologi tinggi sebagai terapi
pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu
dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium, hidrogen, urea,
kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permeabel
sebagai pemisah darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana
terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi. Hemodialisa merupakan
sebuah metode untuk membuang sisa-sisa metabolisme tubuh yang tidak
terpakai dari dalam darah pada kondisi tertentu seperti penurunan fungsi
ginjal hingga gagal ginjal akut maupun kronis.
tujuan dari pengobatan hemodialisa antara lain :
a. Menggantikan fungsi ginjal dalam fungsi ekskresi, yaitu membuang
sisa-sisa metabolisme dalam tubuh, seperti ureum, kreatinin, dan sisa
metabolisme yang lain.
b. Menggantikan fungsi ginjal dalam mengeluarkan cairan tubuh yang
seharusnya dikeluarkan sebagai urin saat ginjal sehat.
c. Meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penurunan fungsi
ginjal.
d. Menggantikan fungsi ginjal sambil menunggu program pengobatan
Frekuensi Hemodialisa, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal
yang tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak 3
kali/minggu. Program dialisa dikatakan berhasil jika:
1) Penderita kembali menjalani hidup normal.
2) Penderita kembali menjalani diet yang normal.
3) Jumlah sel darah merah dapat ditoleransi.
4) Tekanan darah normal.
5) Tidak terdapat kerusakan saraf yang progresif.
Dialisa bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk
gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita
menjalani pencangkokan ginjal. Pada gagal ginjal akut, dialisa dilakukan
hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal
kembali normal.
Keunggulan unit hemodialisa RS. Permata Medika :
1) Mesin hemodialisa yang menggunakan sistem canggih, akurat, sangat
terpercaya dan dapat diandalkan. Semua kegiatan hemodialisa anda
tercatat secara digital dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi
anda.
2) Dokter jaga dan perawat terlatih yang menjaga perawatan hemodialisa
anda.
3) Dokter nephrolog yang profesional.
5) Ruangan yang satu lantai dengan ICU sehingga akses sangat mudah.
6) Harga pelayanan umum termasuk makan /snack.
6. TACI (Trans Arterial Chemo Infusion)
Penanganan Kanker dengan Metode TACI
Apa yang dimaksud dengan TACI
TACI adalah pemberian obat pembunuh sel kanker (lebih dikenal
sebagai obat kemoterapi) langsung ke target tumornya melalui pembuluh
darah yang memasok logistik ke tumor (feeding artery). Di dunia
kedokteran lebih dikenal sebagai TACI (Trans Arterial Chemo Infusion).
Apa keunggulan TACI dibanding kemoterapi konvensional
Dengan pemberian obat kemoterapi secara langsung ke dalam
pembuluh arteri, maka konsentrasi obat yang menuju target tumor akan
optimal sehingga dapat secara efektif membunuh sel-sel kanker tanpa
menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Kualitas hidup pasien
dapat tetap terjaga dan meningkat, tanpa efek samping diare, rambut
rontok dan mual muntah yang hebat. Selain itu dosis obat yang diberikan
pun jauh lebih sedikit dibanding dengan kemoterapi konvensional.
Sedangkan pada kemoterapi konvensional, obat kemoterapi
diberikan melalui infus yang akan menyebar ke seluruh tubuh, sehingga
akan menimbulkan efek samping seperti rambut rontok, mual dan muntah,
serta penekanan ke sumsum tulang yang menyebabkan kelainan pada
darah.
D. TUGAS DAN FUNGSI IPS RS
1. Tugas IPS RS
a. Memperbaiki alat-alat medis yang rusak.
b. Melakukan perawatan berkala.
c. Menganalisa kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan pada rumah
sakit.
2. Fungsi IPS RS
a. Menyusun daftar skala prioritas kebutuhan sarana medis dan non
medis di ruang IPS RS.
b. Melakukan kegiatan pemeliharaan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
3. Tata pelaksanaan pemeliharaan peralatan
a. Pemeliharaan Preventif
Adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilaksanakan untuk
mencegah timbulnya kerusakan pada saat dioperasikat. Dalam
pemeliharaan preventif diadakan pengecekan alat secara berkala
b. Pemeliharaan Kuratif
Merupakan usaha pemeliharaan yang bertujuan untuk agar alat
dapat kembali bekerja secara normal atau disebut perbaikan. Ada
beberapa tahapan :
1) Melalui telepon.
2) Permintaan teknis saat pemeliharaan dengan sepengetahuan
manager rumah tangga atau penanggung jawab peralatan
yang dimaksud.
3) Jika alat yang diperbaikai memerlukan spare part dan
diambilkan di gudang, maka akan ditulis di nuku khusus
pengambilan spare part di gudang.
4) Jika ada penambahan alat kesehatan si ruangan, maka di
tulis di buku penambahan alat dan disertai tanda tangan
4. Alur Pemeliharaan dan Perbaikan
5. Kalibrasi
Kalobrasi alat kesehatan bertujuan untuk menjaga kondisi alat kesehatan
agar tetap sesuai dengan standart besaran pada spesifikasinya. Kalibrasi di
BAB III
KEGIATAN PERBAIKAN ALAT
A. Suction Pump
1. Data teknis alat
Nama alat : Medi-pump Aspirator
Model : 1632 GL
Type : Oil-less diaphragm
Electrical : 220 V, 50 Hz, 1.6 A
2. Keluhan operator
Tidak dapat menghisap dengan kencang
3. Analisa kerusakan
Kemungkinan kerusakan terjadi akibat filter tersumbat karena kotoran
pada cairan yang dihisap
4. Tindakan perbaikan
a. Siapkan tool yang di butuhkan
b. Bongkar tutup motor
c. Bersihkan tutup motor, jika tutup motor basah keringkan dengan
kain
d. Lepas filter dari selang penghubung
5. Hasil yang dicapai
Setelah tutup motor dan filter bersih alat dapat bekerja dengan baik
kembali
B. Suction Pump Central
1. Data teknis alat
Nama alat : Suction Unit
Merk : C&U Medical System
Level : 1000 ml
2. Keluhan operator
Tidak dapat menghisap
3. Analisa kerusakan
Kemungkinan kerusakan terjadi akibat tidak bekerjanya vaccum sentral
atau filter tersumbat karena kotoran pada cairan yang dihisap
4. Tindakan perbaikan
a. Siapkan tool yang di butuhkan
b. Coba hidupkan suction pump, mati
c. Ambil suction pump lainya dan coba, hidup
d. Artinya tidak ada masalah pada vaccum sentral
e. Bongkar suction pump
f. Bersihkan semua bagian yang dilewati cairan (filter, selang,
g. Pasang kembali suction pump seperti semula
h. Coba hidupkan suction
5. Hasil yang dicapai
Setelah membersihkan semua bagian yang dilewati cairan alat dapat
bekerja dengan baik kembali
C. Tensi Meter Air Raksa
1. Data teknis alat
Nama alat : Mercury Sphygmomanometers
Model : Empire N – Stand
Type : Cotton bandage cuff
2. Keluhan operator
Air raksa tidak mau naik
3. Analisa kerusakan
Kemungkinan kerusakan terjadi akibat terdapat kebocoran udara di
manset, selang, bulp, ataupun konektor.
4. Tindakan perbaikan
a. Siapkan tool yang dibutuhkan
b. Cek pada bagian manset, selang, bulp, ataupun konektor
c. Kebocoran terdapat pada ujung selang yang tersambung ke
konektor sudah pecah atau longgar
d. Lepaskan selang dari konektor
f. Pasang kembali seperti semula
5. Hasil yang dicapai
Setelah selang diperbaiki alat dapat bekerja dengan baik kembali
D. Tensi Meter Digital
1. Data teknis alat
Nama alat : Sphygmomanometers Nissei
Model : DM-3000
Power source : Rechargeable Ni-MH Battery 4.8V with AC
adapter 7V
Power consumption : 14W Max
2. Keluhan operator
Error / tidak mau memompa udara
3. Analisa kerusakan
Kemungkinan kerusakan terjadi akibat adanya sumbatan pada aliran udara
4. Tindakan perbaikan
a. Siapkan tool yang dibutuhkan
b. Cek pada bagian manset, selang, bulp, ataupun konektor
c. Coba tensi meter, terdapat Error 2 pada display
d. Bongkar tensi meter
e. Cek pada setiap aliran udara
f. Terdapat sumbatan pada konektor selang, ambil sumbatan
h. Coba tensi meter, terdapat Error 1 pada display
i. Kencangkat pemasangan manset
j. Coba tensi meter, dapat bekerja dengan baik
5. Hasil yang dicapai
Setelah sumbatan pada konektor selang diambil alat dapat bekerja dengan
baik kembali
E. Lampu Operasi
1. Data teknis alat
Nama alat : Shadowless Operation Lamp
Model : KL09L
Voltage : AC 220 V
Input : 280 VA
Bohlam : 24 V / 25 W
2. Keluhan operator
Lampu tidak mau menyala
3. Analisa kerusakan
Kemungkinan kerusakan terdapat pada lampu yang putus atau kabel yang
terhubung ke aliran listrik
4. Tindakan perbaikan
a. Siapkan tool yang dibutuhkan
b. Cek apakah ada tegangan PLN atau tidak
d. Jika lampu masih hidup kemungkinan lampu kurang kencang
pemasangannya, kencangkan lampu
e. Jika lampu sudah mati, ganti lampu dengan yang baru
f. Cek kembali lampu dengan menghidupkan lampu
5. Hasil yang dicapai
Setelah perbaikan dan penggantian lampu sudah dilakukan dengan benar
dan lampu dapat menyala semua, lampu operasi dapat digunakan dengan
baik kembali
F. Infra Red Terapi
1. Data teknis alat
Nama alat : InfraPhil Infrared Lamp
Model : HP3616
Type : PAR 38E, 150 W + prismatic rings for more focus
Electrical : 220/230 or 240/250V V, 50 Hz
Lifetime : 750 sessions of 10 minutes
2. Keluhan operator
Tidak dapat menyala
3. Analisa kerusakan
Kemungkinan kerusakan terdapat pada lampu yang putus atau kabel yang
4. Tindakan perbaikan
a. Siapkan tool yang dibutuhkan
b. Cek apakah ada tegangan PLN atau tidak pada terminal
c. Cek kabel power
d. Cek lampu dengan multimeter
e. Bongkar lampu
f. Cek kabel dalam yang terhubung antara kabel power dengan lampu
g. Kabel putus, sambung kabel dengan cara disolder
h. Cek lampu Infra Red
i. Lampu Infra Red putus, Ganti lampu dengan yang baru
j. Pasang kembali kabel, lampu dan casing seperti semula
k. Cek kembali apakan lampu dapat hidup dengan baik
5. Hasil yang dicapai
Setelah perbaikan pada kabel dan lampu Infra Red sudah selesei, Infra Red
BAB IV
PEMBAHASAN ALAT
A. Pengenalan
1. Standar aksesoris
a. Kap Penutup
b. Tempat tidur bayi
c. Pengontrol suhu
d. Tangki air
e. Tiang infus
Keterangan :
1. Indikator heater power
Indikasi yang menunjukan porsi kluaran heater
2. Indikator set suhu
Indikasi yang menunjukan nilai dari suhu udara yang diatur. Ini juga
mengindikasi alarm kode saat alarm aktif
3. Indikator suhu udara
Indikasi yang menunjuan suhu udara
4. Sistem indikator alarm
Lampu ini akan menyala ketika sistem gagal
5. Indikator klasifikasi alarm
Jika alarm aktif, lampu akan berkedip
6. Lampu indikator baterai
Lampu ini menunjukan kondisi listrik dan jika lampu berwarna kuning
menandakan pengisian baterai, sedangkan lampu berwarna hijau
menandakan pengisian baterai sudah penuh
7. Tombol set turun
Tombol ini digunakan untuk mengurangi set suhu
8. Tombol kunci
Tombol ini digunakan untuk mengaktifkan / mengnonaktifkan semua
9. Indikator tombol kunci
Jika lampu ini menyala artinya semua pengaturan tombol aktif dan jika
lampu ini mati artinya semua pengaturan tombol terkunci
10. Tombol set naik
Tombol ini digunakan untuk menambah set suhu
11. Tombol air mode
Tombol set air mode
12. Lampu indikator air mode
Jika lampu menyala artinya air mode aktif
13. Tombol diam / reset
Ketika alarm menyala, tombol ini berfungsi untuk menghapus alarm
14. Tombol power kontroler
E. Prinsip dasar
1. Fungsi
Infant Incubator atau sering disebut dengan Baby Incubator adalah
suatu alat yang digunakan untuk perawatan bagi bayi premature. Dimana
alat Infant Incubator ini berfungsi untuk menjaga kehangatan dan
kelembaban tubuh bayi, mencegah terjadinya infeksi pernapasan pada bayi
dan untuk mengisolasi bayi yang baru lahir atau bayi premature yag
bagi bayi premature yang baru lahir yang mana rawan terhadap masalah
pernapasan karena paru – parunya tidak mendukung untuk mensuplay
oksigen guna pernapasan pada tubuh.
2. Blok diagram
3. Cara kerja blok diagram
Tegangan 220VAC digunakan untuk mensupplay tegangan kipas,
rangkaian power supply. Oleh rangkaian power supply dirubah menjadi
tegangan DC yang digunakan untuk mensupplay baterai dan tegangan blok
rangkaian lainnya. Saat tegangan 220V masuk maka heater dan motor
kipas akan aktif dimana kerja motor kipas ini dideteksi oleh sensor kipas.
Jika kipas tidak bekerja sebagaimana mestinya maka indicator alaram
kipas akan menyala. Pengaturan suhu digunakan untuk menentukan suhu
atau mengontrol semua rangkaian. Sedangkan sensor suhu berfungsi untuk
mendeteksi suhu udara dalam ruangan. Sensor suhu berfungsi untuk
mendeteksi perubahan suhu yang extrim. Jika suhu tiba-tiba berubah lebih/
berkurang 3°C dari suhu setting, maka indicator alarm suhu akan menyala.
F. Langkah pengoperasian
1. Persiapan awal
a. Cek keadaan alat
1) Pastikan alat telah disterilisasikan
2) Pastikan kap telah terkunci dengan kuat
3) Pastikan kap tidak retak atau tidak ada tepian yang tajam
4) Pastikan tiang infus dan rak terkunci dengan kuat
5) Pastikan aksesoris dan perangkat lainya tersedia
6) Pastikan kabel listrik terhubung dengan aman
7) Patikan roda terpasang dengan baik
b. Cek kontrol
1) Nyalakan saklar catu daya utama dan kontroler, sampai bersuara
“ding”
2) Indikator set suhu tidak menampilkan apapun, sementara indikator
suhu udara menunjukan “--.-“, itu berarti kontroler melakukan self-test secara otomatis dalam 5 detik.
3) Indikator suhu udara akan menampilkan suhu udara, dan indikator
c. Cek alarm pada kegagalan daya
1) Tarik kabel listrik dari seluruh unit
2) Alarm pada kegagalan daya akan aktif, dan lampu alarm
“Power” akan berkedip terus menerus disertai suara
3) Pekerjaan ini digunakan untuk mengecek kegagalan daya alarm
aktif atu tidak
4) Pasang kabel listrik kembali setelah selesei mengecek
d. Cek heater
1) Pengaturan suhu ruangan adalah 21°C - 26°C
2) Atur suhu di 33°C
3) Indikator panas akan menyala
4) Pemanas akan menghasilkan panas
e. Cek akurasi kontrol suhu
1) Atur suhu udara di 36°C
2) Setelah suhu udara tercapai
3) Ambil alat ukur suhu
4) Cek suhu didalam incubator pada posisi tengah 10 cm diatas
tempat tidur bayi
5) Bandingkan dengan suhu udara yang telah diatur
6) Penyimpangan antara suhu yang atur dan diukur adalah 0.8°C
f. Cek alaram pada motor kipas
2) Tutup lubang udara masuk dan kluar pada sisi kanan dan kiri
3) Tunggu beberapa menit
4) Alarm akan aktif, dan lampu alarm “Fan” akan berkedip terus
menerus disertai suara
5) Dan indikator set suhu akan menampilkan alarm kode E0.7
6) Matikan catu daya, dan tarik kabel listrik
7) Pasang kabel listrik kembali dan tahan kipas perlahan
8) Nyalakan tombol
9) Alarm pada motor kipas akan aktif, dan lampu alarm “Fan”
akan berkedip terus menerus disertai suara
10) Dan indikator set suhu akan menampilkan alarm kode E0.9
g. Cek alaram pada suhu berlebih
1) Tekan tombol naik, turun dan diam / reset
2) Disana tidak mengindikasi pada indikator set suhu dan
indikator daya panas dalam keadaan penuh
3) Pengaturan masuk dalam percobaan suhu berlebih
4) Ketika suhu incubator lebih dari 38°C
5) Alarm pada suhu berlebih akan aktif, dan lampu alarm “Over”
akan berkedip terus menerus disertai suara
6) Dan indikator set suhu akan menampilkan alarm kode E0.6
h. Cek alarm pada penyimpangan
2) Atur suhu di 32°C
3) Biarkan kipas membuat udara panas didalam incubator
4) Ketika suhu udara mengindikasi 35°C, alarm pada
penyimpangan tinggi akan aktif
5) Dan lampu alarm “High” akan berkedip terus menerus disertai
suara
6) Dan indikator set suhu akan menampilkan alarm kode E1.0
7) Atur suhu di 35°C
8) Buka semua pintu dan panel
9) Ketika suhu udara mengindikasi 31.9°C, alarm pada
penyimpangan rendah akan aktif
10) Dan lampu alarm “Low” akan berkedip terus menerus disertai
suara
11) Dan indikator set suhu akan menampilkan alarm kode E1.1
2. Kalibrasi
Kalibrasi pada alat baby incubator meliputi uji kelistrikan dan suhu
a. Uji kelistrikan
1) Uji tegangan pada jala-jala PLN yaitu normal 220 V dengan
toleransi ±10%
2) Uji tahanan pembumian yaitu normal ≤0.2 Ω
3) Uji tegangan Isolasi yaitu normalnya ≥50 MΩ
1) Uji suhu udara di dalam ingkubasi menggunakan
thermometerdengan toleransi ± 1 °C
3. Pengoperasian
a. Tarik penampung air keluar
b. Isi air bersih kedalam penampung air dengan cara terpisah antara
penampun besar dan penampung kecil sampai air mencapai tanda
maksimal
c. Masukan penampung air kembali
d. Sambungkan kabel catu daya dengan benar
e. Hidupkan tombol on/off pada bagian belakang alat
f. Hidupkan tombol on/off pada bagian kotrol
g. Panaskan incubator terlebih dahulu
h. Atur pengaturan suhu
i. Tunggu sampai alat bekerja mencapai suhu yang di atur
j. Letakan bayi ke dalam incubator setelah suhu udara stabil, untuk
menghindari turunya suhu bayi di dalam incubator yg belum panas
G. Pemeliharaan dan perbaikan
a. Pemeliharaan
1) Ambil penutup jendela lengan dan selang lalu bersihkan
2) Bersihkan alat bagian luar secara keseluruhan
4) Bersihkan kap bagian dalam
5) Ambil tempat tidur bayi dan bersihkan
6) Ambil dek utama dan bersihkan
7) Bersihkan filter udara
8) Bersihkan penampung air
9) Kembalikan dek utama dan tempat tidur bayi seperti semula
10) Pasang kembali filter udara dan penampung air seperti semula
11) Tutup kap penutup seperti semula
b. Troubleshooting
KESALAHAN /
GANGGUAN KEMUNGKINANPENYEBAB CARA PERBAIKAN Tidak ada indikasi
dan alarm Tombol power mati Hidupkan tombol power
Power supply terputus
Daya mati Matikan tombol power
Kabel tidak
sumber panas atau menurunkan suhu lingkungan
Kelembapan tinggi Kurangi kelembapan dalam kap
Alarm motor kipas
Alarm E0.7 Aliran udara tertutup
Singkirkan benda
Ada sumber panas
disekitar alat Jauhkan dari sumber panas Suhu lingkungan
terlalu tinggi Cek suhu lingkungan Alarm
rendah
Alarm E1.1 Suhu lingkungan terlalu rendah Cek suhu lingkungan
BAB V
PENUTUP
Selama penulis melaksanakan Praktek kerja lapangan di Rumah Sakit
permata Medika selama 2 bulan ini, penulis mendapatkan pengalaman dan
pengetahuan tambahan yang tidak diperoleh selama di bangku perkuliahan.
Pengalaman praktek secara langsung dalam perbaikan dan pemeliharaan sarana
kesehatan yang ada dirumah sakit dan prosedur yang dilakukan dalam perbaikan
dan pemliharaan. Dari pengalaman selama praktek maka penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Praktek Kerja Lapangan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa
dalam menangani alat-alat kesehatan yang ada di Rumah Sakit
2. Praktek Kerja Lapangan bertujuan agar mahasiswa dapat memahami lebih
mendalam tentang pemeliharaan, pemasangan serta perbaikan peralatan
elektromedik serta sarana kesehatan yang lain.
3. Mahasiswa dapat belajar tentang sistem pemeliharaan dan perbaikan
alat-alat kesehatan, baik secara pemecahan masalah atau prosedur pemeliharaan
4. Mahasiswa dapat menenal alat-alat kesehatan mengenai pengertian, fungsi,
prinsip kerja, bagian-bagian serta cara pengoperasianya, sebagai
pembahasan alat dalam laporan Praktek Kerja Lapangan
Kerusakan yang sering terjadi pada alat-alat kesehatan maupun peralatan
yang lain disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena umur alat yang
sudah cukup tua dan juga kelalaian yang dilakukan oleh operator itu sendiri atau
pun pemakaian oleh operator yang berbeda. Selain itu, ketidak tersedianya spare
part atau lamanya pembelian spare part yang dibutuhkan untuk perbaikan sering
kali menyebabkan tertundanya perbaikan alat yang rusak sehingga pelayanan
pasien menjadi kurang maksimal.
A. KESIMPULAN
Dalam laporan ini penulis dapat menyampaikan beberapa kesimpulan
berdasarkan apa yang dilihat dan dialami oleh penulis di Rumah Sakit Permata
Medika antara lain sebagai berikut :
1. Praktek Kerja Lapangan merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan
berguna bagi mahasiswa untuk penambahan ilmu pengetahuan yang
mungkin tidak didapat di bangku perkuliahan, sehingga sangat bermanfaat
kelak di dunia kerja.
2. Masih kurangnya peralatan kerja yang ada di Teknik Elektromedik
sehingga efesiensi waktu dan tenaga belum tercapai dengan baik dimana
namun karena belum tercapainya hal diatas maka pekerjaan tersebut
akhirnya akan tertunda.
3. Dalam Praktek Kerja Lapangan mahasiswa belajar bagaimana
bersosialisasi terhadap karyawan dan staf sehingga tidak canggung lagi
jika sudah lulus nanti untuk memasuki dunia kerja yang baru.
B. SARAN
Adapun saran yang dapat disampaikan penulis pada laporan ini
adalah
1. Pemeliharaan sarana kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara
operator dan teknisi, untuk itu diharapkan adanya suatu kerja sama yang
baik antara operator dan teknisi. Sebaiknya operator juga ikut serta
berperan aktif dalam upaya menjaga serta memelihara peralatan tersebut
sebaik-baiknya
2. Kegiatan pemeliharaan tetap dilaksanakan secara rutin dan berkala sesuai
jadwal yang telah dibuat agar kondisi alat menjadi lebih terjaga dan
kerusakan yang mungkin terjadi dapat diantisipasi lebih dini
3. Diperlukan peralatan yang lebih lengkap lagi untuk Teknik Elektromedik
seperti alat kalibrasi dan alat penunjang lainnya untuk memperbaiki alat
yang rusak.
4. Alur pemeliharaan dan perbaikan alangkah baiknya kalau diperjelas
DAFTAR PUSTAKA
Utomo, A.T, Phandy. (2014). Laporan Praktek Kerja Lapangan Rumah Sakit
Permata Medika, Semarang: Stikes Widya Husada
http://www.permatamedika.com/profile/
http://www.permatamedika.com/fasilitas-pelayanan/
https://www.scribd.com/doc/239324138/baby-incubator-yp90a#download