• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muhammadiyah Membaggakan.doc 29KB Jun 13 2011 06:28:14 AM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Muhammadiyah Membaggakan.doc 29KB Jun 13 2011 06:28:14 AM"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

MUHAMMADIYAH YANG MEMBANGGAKAN Abdul Mu'ti

Sehari setelah pemilihan presiden dilaksanakan, saya mendapatkan banyak SMS (Short Message Services) dari para aktivis Pemuda Muhammadiyah yang berisi ungkapan kekecewaan atas perolehan suara pasangan Amien Rais-Siswono. Dengan berbagai ekspresi, tidak sedikit SMS yang bersumpah untuk tidak lagi memilih (Golput) dan siap menjadi oposisi. Pada saat artikel ini ditulis, pasangan Amien Rais-Siswono masih berada di urutan keempat, setelah SBY-Kalla, Mega-Hasyim dan Wiranto-Wahid. Berdasarkan jumlah suara yang masuk, kecil kemungkinan pasangan Amien Rais-Siswono lolos ke putaran kedua.

Rasional jika para aktivis Pemuda Muhammadiyah merasa kecewa. Secara kelembagaan, Pemuda Muhammadiyah dalam sidang Tanwir I di Lampung sudah membulatkan tekad untuk menyukseskan pencalonan Pak Amien sebagai presiden dalam Pemilu 2004. Kekalahan pasangan Amien Rais-Siswono adalah kekalahan Pemuda Muhammadiyah. Bahkan, saya menilai tereliminasinya Pak Amien dalam putaran kedua adalah kekalahan kejujuran, hati nurani, umat dan bangsa. Di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seorang pemimpin yang shalih, jujur dan amanah ternyata tidak dipercaya memimpin bangsa. Sangat ironis!

Sebagaimana jutaan aktivis dan pendukung Pak Amien, saya juga kecewa tetapi, kekecewaan itu tidak berlarut-larut. Sebagai kader Muhammadiyah, saya mulai merasa bangga, sekalipun Pak Amien tidak mengikuti putaran berikutnya. Ada lima alasan yang membuat saya bangga dengan Muhammadiyah. Pertama, terselenggaranya pemilihan presiden secara langsung adalah buah dari reformasi yang dipelopori oleh Pak Amien. Setelah sekian lama terbelenggu dalam kungkungan demokrasi semu ala Orde Baru bangsa Indonesia dapat menghirup atmosfer demokrasi yang segar. Pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai, membuat bangsa Indonesia terangkat martabatnya. Berkat reformasi, Indonesia tumbuh menjadi the third largest democratic country in the world. Negara demokratik terbesar ketiga di dunia. Karena itu saya bangga dengan perjuangan Pak Amien.

Kedua, ketaatan warga Muhammadiyah terhadap keputusan Pimpinan Persyarikatan. Warga Muhammadiyah yang sangat rasional dan egaliter ternyata memberikan dukungan yang all out terhadap pencalonan Pak Amien. Ijtihad politik PP. Muhammadiyah disambut dengan gegap gempita oleh warga Persyarikatan. Dengan ikhlash, tanpa pamrih materi dan jabatan, mereka melakukan "jihad politik". Tidak sedikit warga Muhammadiyah yang merelakan rumah pribadinya dipergunakan sebagai posko Amien-Siswono. Ribuan sukarelawan muda, melakukan direct selling, keluar masuk kampung mengunjungi pemilih secara door to door (rumah ke rumah) person to person (orang-per-orang). Mereka sudah maksimal. Karena itu saya bangga dengan warga Muhammadiyah.

(2)

Keempat, tumbuh dan berkembangnya dakwah Muhammadiyah. Selama masa kampanye, dakwah Muhammadiyah kembali bergairah, Pengajian yang selama beberapa waktu vacuum dapat diaktifkan kembali. Dakwah Muhammadiyah semakin intensif dengan pengkajian yang mendalam dan kian extensive karena jamaahnya yang beragam. Tabligh akbar gabungan yang diselenggarakan dengan Ormas Islam lainnya, memungkinkan Muhammadiyah menemukan kawan baru dan memperteguh ukhuwah Islamiyah. Tidak sedikit kalangan yang selama ini alergi dengan Muhammadiyah, menjadi "pengikut" baru paska pemilihan presiden. Karena itu saya bersyukur Muhammadiyah telah memberikan dukungan langsung atas pencalonan Pak Amien. Kelima, warga Muhammadiyah tidak larut dalam kesedihan dan segera kembali menekuni dakwah di Persyarikatan. Permainan sudah selesai. Menang kalah adalah hal yang wajar. Tidak ada yang melakukan cap jempol darah dan menyayat tubuh sampai berdarah-darah. Tak seorangpun melakukan tindakan anarkis. Muhammadiyah juga tidak mengalami penderitaan, bahkan tetap tegar, Muhammadiyah dan para anggotanya makin mengerti dan berpengalaman dalam bidang politik praktis. Karena itu, saya makin bangga dengan Muhammadiyah.

Saya justru kasihan kepada bangsa Indonesia. Saya khawatir, mereka salah memilih pimpinan sehingga bangsa ini makin terpuruk. Bangsa ini telah mendustakan reformasi dengan memilih pemimpin yang tidak reformis. Sungguhpun sangat sulit, saya masih berharap korupsi dan maksiyat yang kian merajalela dapat dihapus. Karena kebanggaan kepada Muhammadiyah, saya berharap Muhammadiyah dapat melahirkan kembali kader terbaiknya untuk pemilihan presiden lima tahun mendatang.

Penulis adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

Sumber:

Referensi

Dokumen terkait

Melihat tidak ada seorang pun yang mampu menakwilkan mimpi Raja, salah seorang pemuda sahabat Yusuf dalam penjara, yang dulu bermimpi memeras anggur, serta merta teringat

Bangkit dan meningkatnya suara Golput dalam Pemilu 2004 sampai lebih dari 20%, dan diperkirakan akan melejit menyentuh lebih angka 40% dalam putaran kedua Pemilihan Presiden

“Begini Pak, karena pertama kali saya belajar bahasa asing adalah bahasa Arab yang tingkat kesulitannya sepuluh kali lipat ketimbang bahasa Inggris, maka ketika saya belajar bahasa

Pondok Pesantren Ar-Rahmah mendapat bantuan dana dari berbagai pihak, di antaranya mendapat bantuan dari Bupati Bantul Rp 40 juta, dermawan dari Bapak Sigit Jakarta Rp 100 juta,

Mengenai keharusan membaca ushalli untuk melafalkan niat, Muhammadiyah (Majelis Tarjih Muhammadiyah) tidak pernah menganjurkan, sebab tidak ada tuntunannya dari

Sifat ini membuat anak lebih mudah berteman sebaliknya pola pengasuhan yang selalu membatasi anak tidak boleh ini dan itu, selalu membantu anak dalam

Akan tetapi dia tidak pernah tidur nyenyak dan berlinang air mata setiap teringat akan pengorbanan Rasulullah saw dan para sahabat terdahulu yang telah

Larangan itu berlaku bagi orang yang tujuan memakai sarung atau celana yang menutupi atau di bawah matakaki itu untuk kemegahan, menyombongkan diri, dan rasa angkuh yang