SEJARAH DAN ILM U SOSIAL
Dasar-dasar Ilmu Sejarah Pendidikan Sejarah
Part . 6
Georg G. Inggers, Historiography in the Twentiet Century; From Scientific Objectivity to the Posmodern Challenge, 2005, Amerika: Weslayan University Press.
Helius Sjamsuddin, Metodologi Sejarah, 2007, Yogyakarta: Ombak.
Kuntowijoyo, Metodologi Sejarah, 2003, Yogyakarta: Tiara Wacana.
______, Penjelasan Sejarah, 2008, Yogyakarta: Tiara Wacana.
Suhartono W. Pranoto, Teori & Metodologi Sejarah, 2010, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sartono Karodirdjo, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, 1992, Jakarta: Pustaka Utama.
Orient asi Ilmiah sejak Leopold von Ranke, t iga dasar basik asumsi dengan t radisi penulisan dari Thucydides hingga Gibbon:
1. Mereka menerima penyesuaian t eori at as kebenaran yang menyat akan
bahwa sejarah menggambarkan masyarakat yang benar-benar ada dan gambaran kejadian yang benar-benar t erjadi
2. Mereka memisahkan gambaran t indakan-t indakan manusia merupakan
t ujuan dari pelaku-pelaku sejarah dan hal ini menjadi t ugas sejarawan unt uk memahami t ujuan t esebut agar dapat membuat cerit a sejarah yang koheren
3. Mereka membedah berdasarkan sat u dimesi wakt u, berdasarkan wakt u
sejarah t erjadi, agar kedepannya kejadian-kejadian t ersebut dapat berurut an dalam rangkaian cerit a yang koheren
• Leopold von Ranke merumuskan bahwa
met ode sejarah bisa mencapai obyekt ivit as. • Sejak t ahun 1930-an, melalui Von Ranke
pendekat an indeografis (“ event ” ) menjadi baku dalam sejarah akademis.
Abad ke 19 di Eropa Barat dan Amerika
sedang membangun t ranformasi sosial dan ekonomi. Pasca PD II depresi ekonomi
memaksa set uju t erhadap sejarah ekonomi. Isu sosial mut ahir dimasukan dalam kajian
sejarah di Inggris.
1895 The London School of Economics
1929 Marc Bloch dan Lucien Febvre mendirikan jurnal New Hist ory, majalah Annales d’hist oire sociale economique (Annales).
Buku Marc Bloch (int erdisipliner) Feudal Societ y ,
1940
Abad 20, James Harvey Robinson (AS) menolak pada sejarah konvensional hanya menekan pada akt ivit as polit ik, konst it usi, milit er. Sejarah harus memanfaat kan t emuan ilmu-ilmu sosial.
Proses sejarah t idak dit ent ukan oleh
dinamika polit ik, t et api dinamika masyarakat umumnya
Gagasan Marx : “ Polit ik sekedar residu dari dinamika ekonomi”
Gagasan Marx senada dengan Frenand Braudel (Ahli sejarah Perancis,
berkembanganya gerakan “Annales”
Mengajak mempelajari yang ilmu-ilmu sosial sepert i ant ropologi, ekonomi, sosial,
sosiologi, psikologi, geografi (model int erdisipliner)
St rukt uris: arus balik, st rukt ur t anpa
ILMU SEJARAH ILMU SOSIAL
MASA LAMPAU MASA KINI
TEMPORAL-SPASIAL ATEMPORAL-ASPASIAL
DIAKRONIK SINKRONIK
IDEOGRAFIK (gejala t unggal) NOMOMETIK (menarik hukum umum)
PARTIKULARISTIK (spesific) GENERALISTIK
SEKALI TERJADI BERULANG KALI TERJADI
TIDAK TERATUR TERATUR
TIDAK DAPAT DIKAJI ULANG DAPAT DIKAJI ULANG
APAKAH FUNGSI ILMU SOSIAL DALAM SEJARAH ?
dan
Konsep ilmu sosial digunakan unt uk
melakukan explanasi dalam sejarah (konsep, t eori, pendekat an)
Ilmu-ilmu sosial beguna unt uk pencarian dat a unt uk mengisi “ lat ar belakang sejarah”
Ilmu-ilmu sosial memanfaat kan event dan proses sejarah yang menjadi bagian
Subdisiplin-subdisisplin antropologi Pendekatan-pendekatan khusus Metode-metode antropologi Masalah-masalah historiografi Indonesia yang dapat dijelaskan dengan bantuan
metode-metode antropologi
Et nologi Pendekat an generalisasi
Analisis fungsional dalam st udi komunit as
Unt uk mengisi lat ar belakang sosial perist iwa-perist iwa sejarah di Indonesia
Analisis fungsional t erhadap mit ologi
Unt uk mengat raksi prinsip-prinsip kehidupan masyarakat kuno di Indonesia
Met ode sisilah dlm wacana
Merekonst ruksi sejarah lokal
Dat a et nografis Indonesia
Mengumpulkan informasi mengenai makna objek-objek sejarah
No. Model Keterangan
1. Evolusi Perkembangan masyarakat dari awal berdiri hingga menjadi masyarakat yang komplek.
2. Lingkaran Sent ral Menggenai kot a dari awal t et api dimulai dari t it k yang sudah menjadi. Sebab akibat disekit arnya menyababkan t erjadi
3. Int erval Mengurut kan secara kronologis sehingga t erlihat perkembangannya
4. Tingkat Perkembangan Model-model dit erangkan secara meningkat
5. Jangka Panjang-Menengah-Pendek
Menerangkan dalam t iga perkembangan sejarah (Braudel, (1) hub. Manusia dan lingkungannya, (2) perkembangan lamban dapat dirasakan
rit mennya, let ak sejarah sosial (3) sejarah jangka pendek, kejadian-kejadian
JANGAN MEMAKSAKAN FAKTA SEJARAH AGAR SESUAI DENGAN TEORINYA
(MENDESTORSI FAKTA).
Pada t ahun 1960-an berkembang pula
Post modernisme.
Post modernisme menekankan pada
hermeneut ika (Wilhem Dilt hey, Paul Ricoeur, Michel Foucault )
Wilayah ant ara, abu-abu, singgungan dua pembagian besar (t rans), ant ara fakt a dan sast ra/fikt if.
BANYAK PENDEKATAN DALAM
HISTORIOGRAFI BEBERAPA DIANTARANYA SUDAH DIKEMUKAN DIATAS. ORANG