• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) BERDASARKAN SERAPAN GAS CO 2 DI KOTA PONTIANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) BERDASARKAN SERAPAN GAS CO 2 DI KOTA PONTIANAK"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Peta Tutupan Lahan Kota Pontianak

Referensi

Dokumen terkait

Arahan pengembangan RTH Kota Yogyakarta untuk menuju Kota Hijau adalah mempertahankan RTH eksisting seluas 584,45 ha yang berupa area hijau, taman kota dan sempadan

Luasan RTH Kota Medan yang optimal berdasarkan Inmendagri No.14 Tahun 1988 sebesar 40% adalah 10,604.0 ha, sedangkan berdasarkan pendekatan Geravkis kebutuhan oksigen pada tahun

Perkembangan tersebut berakibat pada jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin berkurang. Padahal keberadaan RTH sangat diperlukan di perkotaan agar tercipta lingkungan

beberapa titik dan pengembangan tanah aset milik pemerintah, pemerintah daerah meningkatkan kualitas RTH melallui refungsi RTH eksisting berupa jalur hijau dan

Menentukan luasan RTH Publik yang perlu disediakan untuk tetap menjaga kualitas udara perkotaan berdasarkan pertumbuhan. penduduk dan besarnya emisi

05/PRT/M/2008 menjelaskan bahwa penyediaan RTH berdasarkan luas wilayah adalah sebagai berikut: (1) ruang terbuka hijau di perkotaan terdiri dari RTH publik dan

Ruang Terbuka Hijau RTH di wilayah perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang kawasan perkotaan yang memilki manfaat kehidupan yang sangat tinggi, tidak saja dapat menjaga dan

Analisis kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik berdasarkan preferensi masyarakat di Kota Semarang oleh mahasiswa Perencanaan Wilayah dan