BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah di uraikan mengenai pengelolaan olahraga atletik lari jarak jauh 10.000 meter sebagai nomor olahraga andalan di provinsi NTT yang tergambar melalui aspek pengelolaan organisasi serta pelaksanaan manajemen ditubuh PASI NTT maka dapat ditarik kesimpulan antara lain:
1. Sistem pengelolaan organisasi olahraga atletik lari jarak jauh 10.000 meter sebagai nomor olahraga andalan, telah dijalankan oleh PASI provinsi NTT terdiri atas pengelolaan SDM organisasi yang terbagi atas pengurus, pelatih, para atlet dan ahli gizi, pengelolaan kesekretariatan, pengelolaan dana dan pengelolaan sarana prasarana. Meski telah berjalan dan terlaksana ke dalam sebuah sistem pengelolaan organisasi yang baik, namun mengalami beberapa kendala-kendala teknis yang mempengaruhi secara langsung terhadap proses kegiatan kerja dari organisasi ini. Kendala-kendala yang dimaksud antara lain berkaitan dengan pemilihan serta penempatan pengurus ke dalam bidang-bidang tugas yang tidak sesuai dengan bidang keahlian masing-masing yang berdampak kepada menurunnya aktifitas kerja yang belum terlaksana dengan baik. Kendala teknis lainnya adalah berkaitan dengan keterbatasan alokasi dana kepada bidang-bidang tersebut yang menghambat kelancaran pengelolaan organisasi, seperti pada pengelolaan bidang kesekretariatan, sarana prasarana dan pembinaan prestasi.
2. Pelaksanaan manajemen pembinaan olahraga atletik lari jarak jauh 10.000 meter sebagai nomor andalan di provinsi NTT itu sendiri, dalam proses me-managenya terdiri atas lima fungsi manajemen yang telah
dijalankan oleh PASI NTT yakni Planning, Organizing, Actuating, Controling dan Evaluating. Meski telah melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, namun PASI provinsi NTT sendiri masih mengalami kendala-kendala mendasar di dalam pelaksanaanya. Hal ini lebih disebabkan oleh penempatan para pengurus yang belum sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga berdampak langsung terhadap mutu serta kualitas kerja pada induk organisasi ini.
B. Implikasi
Berdasarkan kesimpulan yang disampaikan di atas, maka implikasi dari pengelolaan olahraga atletik nomor lari jari jarak jauh 10.000 meter sebagai nomor andalan di provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut: 1. PASI provinsi NTT masih sangat membutuhkan perhatian lebih dalam
proses penyelenggaraan kegiatan olahraga prestasi di daerah ini terlebih khususnya bagi perkembangan serta kemajuan nomor lari jarak jauh 10.000 meter yang merupakan andalan di provinsi NTT.
2. Pengelolaan olahraga atletik lari jarak jauh 10.000 meter sebagai nomor olahraga andalan di provinsi ini perlu mendapat sentuhan-sentuhan yang lebih mendalam melalui pembenahan dari segi sistim maupun teknis pengelolaan keorganisasiannya, sehingga menjadi sebuah institusi organisasi olahraga yang dikelola serta di tata secara baik.
3. Penataan pelaksanaan proses manajemen yang baik merupakan perwujutan dari aktifitas kerja dari organisasi tersebut. Proses me-manage/mengatur segala aktifitas organisasi yang dilakukan secara baik akan berdampak dengan terciptanya sebuah organisasi olahraga yang tumbuh dan berkembang menjadi salah satu organisasi professional di daerah dan menjadi kebanggaan di dalam mengemban amanat pembangunan manusia keolahragaan dengan upaya melahirkan
atlet-atlet lari jarak jauh 10.000 meter yang mampu berprestasi dengan sebaik mungkin.
C. Saran
Dari kesimpulan dan implikasi yang telah digambarkan di atas, maka dari pengelolaan olahraga atletik lari jarak jauh 10.000 meter sebagai nomor andalan di provinsi NTT masih sangat membutuhkan sentuhan-sentuhan melalui pembenahan-pembenahan dari sisi organisasi serta manajemennya. Pentingnya penataan dari aspek organisasi dan manajemen, tidak lain adalah untuk menjadikan organisasi ini mampu mengelola kegiatan pembinaan prestasi dengan sebaik mungkin.
Saran yang bisa peneliti berikan terkait masalah-masalah yang telah di sajikan sebelumnya di atas, antara lain:
1. Diharapkan Ketua Umum selaku penanggung jawab organisasi PASI NTT bahwa pengelolaan organisasi serta penataan manajemen mutlak harus dilakukan, sebagai induk organisasi yang bertanggung jawab penuh terhadap pembinaan serta perkembangan atlet atletik khususnya pada nomor lari jarak jauh 10.000 meter dengan meningkatkan bimbingan, dan menggerakkan pegurus-pengurus yang belum menjalankan tugas serta fungsi pokoknya masing-masing.
2. Kepada para pengambil kebijakan di tubuh PASI NTT agar pelaksanaan fungsi manajemen yang merupakan implementasi langsung dari kegiatan organisasi ini, perlu untuk ditempati oleh orang-orang dalam kepengurusan yang sesuai dengan keahlian bidangnya yang mengerti tentang perkembangan nomor olahraga ini dan mau bekerja dengan semangat loyalitas yang tinggi yang pada akhirnya mampu mengemban tugas serta tanggung jawab yang diembannya.
3. Kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, bahwa untuk mencapai sebuah prestasi yang membanggakan melalui upaya proses pengelolaan serta pelaksanaan manajemen pembinaan organisasi PASI selaku induk organisasi perlu membutuhkan dukungan moril maupun alokasi dana yang lebih proporsional lagi guna membantu mengatasi berbagai kendala-kendala yang terjadi dilapangan maupun di dalam penyelenggaraan kegiatan keorganisasian.
4. Kepada segenap pihak yang peduli terhadap perkembangan prestasi nomor olahraga ini, bahwa untuk mewujudkan prestasi nomor lari jarak jauh 10.000 meter ini sebagai nomor andalan di provinsi NTT tentunya membutuhkan peran serta dari segenap pihak. Tentunya para pengurus organisasi PASI maupun pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, sehingga membutuhkan sinergitas dan dukungan materi maupun non materi dari segenap pihak untuk mengatasi kendala-kendala yang masih dirasakan oleh PASI NTT saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Alex Gunur. 1979. Manajemen (kerangka pokok). Jakata. Bharat Karya Aksara. Amin Widjaya. 1993. Manajemen Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.
Bahagia, Yoyo. 1996. Pembelajaran Atletik, Depdiknas Dasmen : Jakarta Balai Pustaka. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta.
Basuki. S, 1979, Atletik. Direktur Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis. Jakarta
Bompa, T.O.1992. Theory and Methodology of Training.
Brian Turner and Claudio Rocha. 2008. Organizational Effectiveness of Athletic Departments and Coaches’ Extra-Role Behaviors. (Journal Vol 1,124-144 of Issues in Intercollegiate Athletics) : Ohio State University
Carr, Gerry. 1997. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta : Raja GrafindoPersada
Dan, Nǎstase I Viorel. (2012). An analysis of training for specialist in physical education andsports between tradition and globalization. Vol. 46, hlm. 3672-3674
Guntur, 2009.Manajemen dan Organisasi Olahraga. (diakses melalui http://wordpress.com.idtgl 13 April pukul 17:54 Wita)
Hadisasmita dan Syarifuddin.1996. Ilmu Kepelatihan Dasar. Jakarta : Dirjendikti. Hans Peter Thumm. 2009. Athletics I The Track and Field Book for Tanzania:
Germany: German Tanzania Sport Project Harsono. 1993. Ilmu Coacing. Jakarta.
Harzuki . 2003. Perkembangan Olahraga. Jakarta : Raja Grafindo Persada
_______. 2012. Pengantar Manajemen Olahraga, Jakarta : Raja Grafindo Persada Husdarta. J.S. 2010. Sejarah dan Filsafat Olahraga.Bandung: Alfabeta
___________. 2011.Manajemen Pendidikan Penjas, Bandung :Alfabeta Husni. 1990. Pengantar Atletik I. Jakarta: Bumi Aksara
I.A.A.F, 1997. New Studies in Athetics, IAAF Development Department, Monaco, Cedex.
James E. 1990. Organisasi dan Manajemen 1 Edisi Keempat. Jakarta: Bumi Aksara John M. Echols .2002. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta : PT Gramedia Pustaka
Utama.
Kamiso, A. 1991. Ilmu Kepelatihan Dasar, FPOK Semarang
KEMENPORA. 2005. Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional .Jakarta Ke Rihi, Robinson. 1998. Makalah Pendidikan Olahraga Dataran Timor. UNC. Kupang
Koontz, Harold and Donnel. 1964; Principles Of Management, MC Graw Hill,-New York,
Kristiyanto, Agus. 2012. Pembangunan Olahraga, Surakarta : Yuma Pustaka
Lutan, Rusli. 2002. Manusia dan Olahraga. ITB dan FPOK/IKIP Bandung. Bandung
___________2013. Pedoman Perencanaan Pembinaan Olahraga. Remaja Rosdakarya: Bandung
Hasibuan. Malayu. 1996.Manajemen Dasar,Pengertian dan Masalah. Bandung: Haiji Masagung
Martoyo,Susilo.(1988). Pengetahuan Dasar Manajemen dan Kepemimpinan. Yogyakarta: BPFE
Mulyono.2008.Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan.AR-RuzzMedia. Jogjakarta.
Nafie Agustinus. 2015. Pengelolaan Pembinaan Pencak Silat Sebagai Olahraga Unggulan Di Provinsi NTT. Tesis. Surakarta: PPs UNS
Nasution, S, 1992. Metodelogi Penelitian Naturalistik. Kualitatif. Bandung: Tarsito
Nossek Josef alih Bahasa Furqon1995. Teori Umum Latihan, Surakarta : UNS Press PB.PASI. 2007. AD/ART Organisasi PASI. Jakarta
________, PedomanMengajar :Lari-Lompat-Lempar Level I, Jakarta
________, 1994. Tehnik-Tehnik Atletik dan Tahap-tahap Mengajarkan, Pendidikan, Pelatihan dan Sistem Sertifikasi : PB PASI. Jakarta
PPS UNS, 2013. Panduan Penulisan Tesis Edisi I. Surakarta : UNS
Peraturan Pemerintah .No 16 Tahun 2007. Standar Penyelenggaraan Keolahragaan, Jakarta
Purnomo, Eddy. 2007. Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik, Yogyakarta : FIK UNY
Razali,2003.Organisasi dan Administrasi Pertandingan dan Olahraga. Depdiknas Jakarta
Sagala,Syaiful.2007.Manajemen Strategik Peningkatan Mutu Pendidikan,Alfabeta, Bandung
Sales Frans dan FufuOkto, 2007.Bahan Ajar IlmuKepelatihan.FKIP PJKR :Kupang Siagian, Sondang P. 2002, Manajemen Stratejik, Bumi Aksara, Jakarta
Siswanto, H.B. (2005). Pengantar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara
Slack, Trevor. 1997. Understanding Sport Organization. Champaign ,Il: Human Kinetics
Soeharsono. 1991. Penilaian Potensi Olahraga pada Atlet Muda, Jakarta : Kemenpora.
Subarkah. 2004. Manajemen Klub Sepakbola Perkumpulan Sepakbola Argomulyo dan Persatuan Sepak Bola Kalasan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Tesis. Semarang: PPS UNNES
Sugiyanto. (1999). Belajar Gerak dan Perkembangan Gerak Manusia,Universitas Sebelas Maret.
. (2013).Handout Matakuliah Belajar Gerak. Universitas Sebelas Maret Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Sukadiyanto. 2011. Pengantar Teori dan Melatih Fisik,Yogyakarta : FIK UNY Sukintaka.2000. Administrasi Pendidikan Jasmani.Yogyakarta:FakultasIlmu
Keolahragaan UNY.
Sutopo, H.B. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif, Surakarta : UNS Press Tangkudung, James. 2012. Kepelatihan Olahraga, Jakarta :Cerdas Jaya
Talebzadeha,F., Jafari, P. (2012). How Sport And Art Could Be Effective In The Fields Of Social, Cognitive And Emotional Learning. Vol. 47, hlm. 1610-1615
Terry,George R. 2009. Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara
Vasile Marcua, Sorin Dacian. 2013. Organizations-Management and Science : University of Oradea Romania. Vol. 678 – 682
Wahab, Abdul. 2008. Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan.: Alfabeta.Bandung
Zidik, Dikdik. 2010. Mengajar dan Melatih Atletik, Bandung :Remaja Rosdakarya
Zikrur Rahmat. 2014. Analisis Manajemen Pembinaan Atlet Atletik PPLP Aceh : Journal Volume I Nomor 1. Januari-Juni 2014.