• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT TUGAS. No.0155/C.01/LPPM-UBSI/III/2021. Tentang Panitia Pengabdian Masyarakat LPPM UBSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SURAT TUGAS. No.0155/C.01/LPPM-UBSI/III/2021. Tentang Panitia Pengabdian Masyarakat LPPM UBSI"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

SURAT TUGAS

No.0155/C.01/LPPM-UBSI/III/2021

Tentang

Panitia Pengabdian Masyarakat LPPM UBSI

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dengan ini menugaskan :

Penanggung Jawab Dr. Mochamad Wahyudi, MM, M.Kom, M.Pd Ketua Pelaksana Agus Priadi M.Pd

Anggota Cicih Nuraeni M. Pd

Suwantica Kusumandari M.pd - Endang Sri Andayani S.S., M.Pd. Rafidah Salsabilah

Winda Sitanggang

Bertanggung jawab terhadap jalanya acara dari awal s/d akhir sebagai Panitia Pengabdian Masyarakat UBSI berupa Making, Accepting and Declining Appointment at DKM Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat masa penugasan pada:

Tanggal : 3 April 2021

Tempat : Masjid Jami Al Muttaqin

Jl. Percetakan Negara No.754, Rt.3/rw.6, Cemp. Putih Bar., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570

Surat tugas dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Jakarta, 3 Maret 2021 Ketua LPPM

Universitas Bina Sarana Informatika

Taufik Baidawi, M.Kom

Tembusan - Rektor UBSI - Arsip - Ybs

(2)
(3)

Diberikan Kepada

Agus Priadi, M.Pd

Sebagai Ketua Pelaksana

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Dkm Masjid Jami Al Muttaqin dan diselenggarakan oleh Lembaga

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBSI pada tanggal 3 April 2021 dengan materi Making, Accepting and

Declining Appointment at DKM Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat.

Jakarta,10 April 2021

Ketua LPPM

Universitas Bina Sarana Informatika

(4)

Diberikan Kepada

Cicih Nuraeni, M. Pd

Sebagai Tutor

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Dkm Masjid Jami Al Muttaqin dan diselenggarakan oleh Lembaga

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBSI pada tanggal 3 April 2021 dengan materi Making, Accepting and

Declining Appointment at DKM Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat.

Jakarta,10 April 2021

Ketua LPPM

Universitas Bina Sarana Informatika

(5)

Diberikan Kepada

Suwantica Kusumandari, M.pd

Sebagai Tim Tutor

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Dkm Masjid Jami Al Muttaqin dan diselenggarakan oleh Lembaga

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBSI pada tanggal 3 April 2021 dengan materi Making, Accepting and

Declining Appointment at DKM Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat.

Jakarta,10 April 2021

Ketua LPPM

Universitas Bina Sarana Informatika

(6)

Diberikan Kepada

Endang Sri Andayani, S.S., M.Pd.

Sebagai Tim Tutor

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Dkm Masjid Jami Al Muttaqin dan diselenggarakan oleh Lembaga

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBSI pada tanggal 3 April 2021 dengan materi Making, Accepting and

Declining Appointment at DKM Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat.

Jakarta,10 April 2021

Ketua LPPM

Universitas Bina Sarana Informatika

(7)

Diberikan Kepada

Rafidah Salsabilah

Sebagai Tim Tutor

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Dkm Masjid Jami Al Muttaqin dan diselenggarakan oleh Pusat

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBSI pada tanggal 3 April 2021 dengan materi Making, Accepting and

Declining Appointment at DKM Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat.

Jakarta,10 April 2021

Ketua LPPM

Universitas Bina Sarana Informatika

(8)

Diberikan Kepada

Winda Sitanggang

Sebagai Tim Tutor

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Dkm Masjid Jami Al Muttaqin dan diselenggarakan oleh Pusat

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBSI pada tanggal 3 April 2021 dengan materi Making, Accepting and

Declining Appointment at DKM Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat.

Jakarta,10 April 2021

Ketua LPPM

Universitas Bina Sarana Informatika

(9)

i

LAPORAN

PENGABDIAN MASYARAKAT

MAKING, ACCEPTING AND DECLINING APPOINTMENT

AT DKM MASJID JAMI AL MUTTAQIN

JAKARTA PUSAT

Oleh:

AGUS PRIADI, M.Pd (200109613) CICIH NURAENI, M.Pd (201103219)

SUWANTICA KUSUMANDARI, M.Pd (200803755) ENDANG SRI ANDAYANI, SS., M.Pd (201502039)

WINDA SITANGGANG (31190007) RAFIDAH SALSABILAH (31190035

BAHASA INGGRIS

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BAHASA UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA

(10)
(11)

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ... ii

RINGKASAN ... iv

I. PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined. II. METODE PELAKSANAAN ... 2

III. LUARAN YANG DICAPAI (OUTPUT)... Error! Bookmark not defined. IV. MANFAAT YANG DIPEROLEH (OUTCOME) ... 2

V. REALISASI BIAYA ... 3

VI. KESIMPULAN DAN SARAN ... 3

DAFTAR PUSTAKA ... 4

(12)

iv

RINGKASAN

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan ketrampilan remaja yang tergabung dalam remaja santri Masjid Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat, khususnya dalam hal pemahaman Bahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan. Adapun pemahaman Bahasa Inggris yang dimaksud adalah tentang membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu

(Making, Accepting and Declining Appointment). Membuat, menerima dan menolak janji dapat

bersifal formal maupun informal. Dalam kehidupan sehari-hari, kadangkala diperlukan membuat janji untuk bertemu dengan seseorang pada waktu dan tempat tertentu. Misalnya, ketika harus pergi ke dokter, tentunya harus membuat janji terlebih dahulu. Demikian pula ketika kita ingin bertemu seseorang untuk membicarakan hal yang bersifat pekerjaan atau bisnis. Janji bertemu ini dapat dilakukan melalui telepon maupun secara langsung. Dengan teman atau orang yang kita kenal dengan baik, tidak perlu perbincangan yang terlalu formal. Lain halnya jika pertemuan yang kita atur berhubungan dengan pekerjaan, misalnya bertemu dengan seseorang di kantornya. Perbincangan yang dilakukan tentu saja akan lebih formal. Ada beberapa hal yang terpenting ketika membuat janji bertemu: 1) waktu pertemuan, 2) tempat pertemuan, dan 3) siapa yang akan bertemu. Ketrampilan pemahaman Bahasa Inggris yang diberikan bertujuan untuk: (1) Mengenal dan memahami konsep membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu (Making, Accepting and Declining Appointment). (2) Melatih para santri untuk mengenal dan memahami konsep membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu (Making, Accepting and Declining Appointment). (3) Melatih para santri berbicara Bahasa Inggris dengan percaya diri dalam konsep membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu (Making, Accepting and Declining Appointment) (4) Melatih siswa berpikir kritis, logis, sistematis dan ulet/tekun.

Permasalahan yang muncul dari para remaja santri adalah adanya kesulitan dalam membuat, menerima dan menolak janji temu adalah bahasa atau kalimat sopan dan tidak sopan, formal atau tidak formal kalimat yang digunakan, ekspresi dalam mengungkapkan masing-masing teknis dari perihal janji temu itu sendiri.

Adapun solusi yang menjadi pemecahan atas permasalahan yang terjadi adalah dengan memberikan pelatihan penggunaan kalimat yang baik dan sopan, kepada siapa kita akan melakukan janji temu, kapan waktu yang tepat untuk mengadakan janji temu serta dimana lokasi yang akan digunakan sebagai tempat untuk janji temu tersebut.

Adapun target luaran yang akan dicapai dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini selain publikasi acara di media massa cetak atau elektronik, kami pun memiliki target untuk dapat dipublikasikan dalam Jurnal Nasional Terakreditasi atau Jurnal Abdimas.

(13)

1

I. PENDAHULUAN

Keterampilan berbahasa Inggris sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi sangatlah diperlukan. Dengan memiliki kemampuan dan menguasai bahasa Inggris, pengetahuan dan kemampuan seseorang dapat ditingkatkan sehingga dapat menjadi bekal untuk memperoleh dan atau membuka lapangan kerja. Dengan demikian, seluruh elemen lembaga pendidikan dan pelatihan dalam negeri harus berbenah dan memperbaiki diri jika ingin tetap dapat bersaing di masa yang akan datang. Masing-masing pribadi dituntut untuk mampu melakukan kreasi, inovasi dan mewujudkan visi yang sesuai dengan lembaga dimana mereka terlibat di dalamnya. Pemberian materi pelatihan Bahasa Inggris yang berdasarkan kemampuan wawasan Bahasa Inggris berekivalensi TOEFL merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa Inggris bagi siswa. Materi pelatihan yang diberikan mencakup skil-skil dasar yang sangat berguna untuk menunjang kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis. Materi tersebut adalah Structure, Reading, dan Listening. Structure merupakan dasar bagi penguasaan skil dasar yang lain karena dengan penguasaan struktur bahasa yang baik, kemampuan dalam bidang bahasa yang lain secara signifikan dapat ditingkatkan. Materi-materi structure yang diberikan antara lain Tenses, Verb Pattern, Nouns dan Noun Phrase, Adjective dan Adverb, Passive, Conjuction dan Preposition. Kemampuan dasar tersebut merupakan elemen dasar dalam pembelajaran bahasa Inggris, baik untuk tujuan akademik maupun untuk tujuan praktis. Berkaitan dengan komitmen Universitas Bina Sarana Informatika untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, bantuan penanganan yang terencana dan terprogram kiranyan sangat dibutuhkan. Untuk itulah program ini dirancang sebagai upaya untuk memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi dunia pendidikan.

Permasalahan yang dihadapi anak-anak yayasan ini terutama dihadapi oleh anak-anak yang bersekolah di tingkat lanjut atas dimana beberapa dari mereka mengalami kesulitan dalam membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu (Making, Accepting and Declining

Appointment) disampaikan dalam Bahasa Inggris. Materi mengenai masalah tersebut semoga

dapat diatasi dengan adanya pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini setidaknya mereka memperolah tips dan trik bagaimana langkah-langkah yang diambil dalam menjawab soal-soal tersebut.

1. Analisis Situasi

Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh para dosen dan mahasiswa dari Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika kali ini mengusung tema tentang pembelajaran bagaimana caranya membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu. Proses pembelajaran materi ini ditujukan bagi mitra pengabdian kami yaitu para remaja santri Masjid Jami Al Muttaqin dengan jumlah kurang lebih 20 remaja. Para remaja santri ini memiliki latar belakang pendidikan yang beragam mulai dari jenjang SMP hingga SMA. Materi mengenai pembelajaran bagaimana caranya membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu disampaikan dalam Bahasa Inggris dan tentunya materi ini diberikan dengan melihat beberapa indikator kemampuan

(14)

2

berbahasa asing dari para peserta pengabdian masyarakat ini. Pembelajaran bahasa asing di mitra Masjid Jami Al Muttaqin ini ditujukan untuk memperluas, menambah wawasan dan pengetahuan, meningkatkan keterampilan bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris sehingga kemampuan dan keterampilan mereka dalam berliterasi kebahasaan dapat meningkat dan lebih baik lagi.

Masjid Jami Al Muttaqin sebagai sebuah rumah ibadah sebagai potensi umat islam dan kesadaran untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi terwujudnya “Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur”, maka dibentuklah suatu wadah kebersamaan dalam pengabdian yang berfungsi dalam menghimpun aspirasi dan dapat mengkoordinasikan potensi, kreatifitas dan aktifitas Masjid.

Dewan Kepemimpinan Masjid Jami’ Al Muttaqin berlokasi di Jl. Percetakan Negara No.754, RT.3/RW.6, Cemp. Putih Bar., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570. Anggota DKM Masjid adalah santri yang masih aktif bersekolah mulai dari jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Banyak kegiatan yang sudah pernah dilakukan oleh DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin diantaranya:

1. Santunan langsung untuk anak yatim yang diantarkan langsung oleh remaja masjid (dilakukan sebelum masa pandemic Covid-19)

2. Panitia Qurbah di wilayah sekitar masjid

(15)

3 3. Berlatih hadroh

4. Kegiatan santunan untuk anak Yatim dan Piatu

(16)

4 6. Merawat dan membersihkan Masjid

7. Membagikan makanan untuk yang membutuhkan

8. Menerima santunan dari Bank Mandiri Syariah

Kegiatan-kegiatan diatas sebagian dilakukan sebelum pandemic dan sebagian dalam masa pandemic.

Mengingat usia dari para remaja anggota DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin yang masih mengenyam pendidikan, arahan dan bimbingan dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat

(17)

5

untuk mereka sangatlah penting. Ruang lingkup yang terbatas dalam menimba ilmu saat ini, serta factor dan kondisi lingkungan menjadi permasalan untuk mereka. Minimnya biaya yang dimiliki oleh masing-masing anak untuk mendapatkan ilmu diluar sekolah juga menjadi kendala yang dapat digaris bawahi.

2. Peta Lokasi Mitra

DKM Jami’ Al Muttaqin berlokasi di Jl. Percetakan Negara No.754, RT.3/RW.6, Cemp. Putih Bar., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570.

Jarak tempuh dari Universitas Bina Sarana Infromatika ke DKM Masjid Jami Al Muttaqin 4,5km, 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan.

3. Permasalahan Mitra

Berikut permasalahan yang dihadapi oleh mitra:

1. Kurangnya sarana dan prasarana yang mencukupi untuk belajar Bahasa Inggris 2. Kurangnya ada motivasi dan percaya diri saat pembelajaran

3. Suasana dan metode pembelajaran yang kurang mendukung proses pembelajaran

II. METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan pada DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin yaitu:

(18)

6

1. Tahap persiapan

Tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh Anggota-anggota DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin dan mengajukan perijinan untuk melakukan kegiatan pelatihan pada pengurus DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin. Selanjutnya melakukan persiapan untuk pelatihan dengan membuat materi pelatihan tentang Accepting, Making dan Declining the Appointment dalam bahasa Inggris saat menerima, membuat dan menolak sebuah janji temu apakah baik via telepon atau telepon genggam, dan pelatihan kosakata yang dipergunakan sehari-hari dalam berkomunikasi, melakukan soal tanya jawab dan langsung dipraktekkan di tempat untuk mengetahui penerimaan materi bagi masing-masing peserta.

2. Tahap pelaksanaan

Tahap 1 Pelatihan dan pendampingan dalam pelatihan bahasa Inggris

Penguasaan bahasa Inggris sangat penting di jaman yang sudah serba canggih saat ini. Penggunakan media telekomunikasi yang sudah bukan barang awam atau mewah sudah mewabah di masyarakat. Penguasaan bahasa yang pantas digunakan saat berkomunikasi melalu telephone atau handphone seringkali menjadi kendala terlebih saat komunikasi tersebut menggunakan bahasa Inggris. Tim pengabdian memberikan metode simulasi dengan meminta para peserta pelatihan untuk membawa alat-alat komunikasi yang seringkali mereka gunakan dan membuat acara pelatihan untuk bermain peran dengan peserta pelatihan lainnya.

Tahap 2 Pelatihan, pendampingan, dan simulasi penggunaan bahasa Inggris saat memulai menerima , membuat dan menolak sebuah janji temu

Penggunaan telephone atau handphone sangat diperlukan untuk berkomunikasi terlebih keahlian dalam speaking/berbicara. Pada tahap ini dilakukan pelatihan bagaimana cara memulai untuk menerima atau merespon sebuah janji temu entah dari teman, rekan kerja atau keluarga, teman dekat via telepon atau handphone. Selain memudahkan dalam berkomunikasi, penggunaan bahasa yang tepat sasaran diharapkan dapat membantu proses penyampaian informasi yang tepat dan efektif.

Tahap 3 Pelatihan kepercayaan diri saat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill dari peserta pengabdian masyarakat supaya mempunyai mental yang kuat, berani berbicara, berani memulai percakapan, berani bertanya dan mampu menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Inggris, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbicara bahasa Inggris yang sesuai dengan topik pembicaraan, tanpa melupakan tempat dan lawan bicara.

Pelaksanaan PM ini dilakukan dengan link zoom: Join Zoom Meeting

https://zoom.us/j/9085056729?pwd=V2c5L1dBVkdUN1VMK3VUeHh3Q1pmZz 09

Meeting ID: 908 505 6729 Passcode: 328303

(19)

7

3. Tahap monitoring dan evaluasi

Pada tahap ini dilakukan dengan menyerahkan soal tes yang harus diisi oleh peserta Pengabdian Masyarakat untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan peserta setelah dilakukan pelatihan. Selain itu, peserta Pengabdian Masyarakat juga harus mengisi kuesioner untuk mengetahui bagaimana respon dari pelatihan yang telah diberikan.

Tugas dari tim pelaksana pengabdian masyarakat sebagai berikut: 1. Ketua Pelaksana

Nama : Agus Priadi, M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris Tugas :

a. Bertanggung jawab dan merancang metode pembelajaran b. Melakukan pendekatan kepada mitra

c. Mempersiapkan pelaksanakan pengabdian masyarakat d. Melakukan pelatihan Bahasa Inggris

e. Pendampingan dan pemantauan pelaksanaan kemitraan masyarakat

f. Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan program kemitraan masyarakat

2. Anggota 1

Nama : Cicih Nuraeni, M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris Tugas :

a. Membuat proposal Pengabdian Masyarakat b. Membuat materi pelatihan

c. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelatihan d. Membuat publikasi ke jurnal ilmiah

(20)

8 3. Anggota 2

Nama : Suwantica Kusumandari, M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris

Tugas :

a. Melakukan pelatihan Bahasa Inggris

b. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelatihan c. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan

d. Menyusun artikel di media massa

e. Menyusun laporan kemajuan dan laporan akhir

4. Anggota 3

Nama : Endang Sri Andayani, SS., M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris

Tugas :

a. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelatihan b. Menyusun artikel di media masa

c. Merekam proses pelatihan bahasa Inggris

Mahasiswa yang dilibatkan dalam program kemitraan masyarakat: 1. Nama : Winda Sitanggang

NIM : 31190007

Tugas : Membantu semua pelaksanaan kegiatan pelatihan 2. Nama : Rafidah Salsabilah

NIM : 31190035

Tugas : Membantu semua pelaksanaan kegiatan pelatihan

Pengabdian Masyarakat ini akan dilaksanakan pada: Tanggal : 3 April 2021

(21)

9

III. LUARAN YANG DICAPAI (OUTPUT)

Pelatihan Bahasa Inggris tentang membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu

(Making, Accepting and Declining Appointment) pada dasarnya bertujuan untuk mengenal,

memahami dan melatih para remaja santri Jami Al Muttaqin Jakarta Pusat dalam hal pemahaman dan percaya diri berbicara Bahasa Inggris. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi remaja di tempat ibadah tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di masa yang akan datang.

Berikut adalah tautan publikasi ilmiah jurnal dan media masa:

http://lppm.bsi.ac.id/news/2021/04/03/ability-to-speak-english-is-essential-to-work-in-international-business/

IV. MANFAAT YANG DIPEROLEH (OUTCOME)

Kemampuan berbahasa Inggris para peserta santri memang dapat dikatakan cukup baik untuk beberapa peserta namun ada beberapa peserta lain yang memang membutuhkan pelatihan dan semangat untuk dapat mempelajari dan berani untuk berkomunikasi di hadapan orang banyak. Merupakan tantangan tersendiri bagi kami para tutor untuk dapat memberikan materi ini dan memberikan imbas yang baik dan positif bagi mereka dan tersimpan dalam memori ingatan mereka akan materi ini.

Terkait outcome yang diperoleh dari pelaksanaan program PM ini adalah pengajaran dan pelatihan mengenai Making, Accepting dan Declining An Appointment dengan menggunakan materi berupa implementasi terhadap kegiatan sehari-hari peserta PM yang ternyata pemberian materi PM ini dapat membuktikan kemampuan Bahasa Inggris para peserta yang pada sebelumnya agak sedikit kosa kata yang dimiliki, gugup dan kurang percaya diri, kurang lancar dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris namun setelah diberikan materi dan motivasi pelatihan ini, perlahan namun pasti hasil yang diperoleh dari para peserta dapat memberikan nilai kebanggaan tersendiri bagi kami para tutornya. Terbukti dari hasilnya dapat diilustrasikan dengan grafik sebagai berikut dari hasil pra tes (sebelum) dan pos tes (sesudah) mereka memperoelh materi:

(22)

10

Hasil pre tes dan post tes dari para peserta dapat terlihat dari grafik berikut ini:

Pihak Mitra memfasilitasi Sarana dan Prasarana yang digunakan dalam proses pengajaran dan pelatihan tentang making, accepting and declining an appointment berupa penyediaan tempat, hand sanitizer, disinfectant, air mineral, meja, microphone, dan LCD Proyektor. Mereka juga memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika untuk membagikan kuesioner dan berinteraksi langsung kepada peserta terkait pelatihan yang telah diberikan.

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

Penguasaan Vocabulary Kemampuan Bercakap dalam Bahasa Inggris

Kemampuan Mengungkapkan Frase

Janji Temu

Kepercayaan Diri dalam Berkomunikasi

Grafik Keberhasilan Pelaksanaan PM

(23)

11

V. REALISASI BIAYA

Berikut adalah realisasi biaya yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat:

HONOR

No Item Honor Kegiatan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Honor narasumber pelatihan 1 orang 700.000 700.000

2 Biaya HKI 1 kali 600.000 600.000

Total Honor Rp 1,300,000

BELANJA BAHAN

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Pengadaan materi pelatihan

Biaya Cetak Modul 25 eksemplar 12.000 300000

Pensil 2 pak 25.000 50000

Penghapus 20 buah 1.500 30000

2 Spanduk 1 pcs 250.000 250000

Total Belanja Bahan Rp 630,000

BELANJA BARANG NON OPERASIONAL

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Konsumsi peserta 30 box 20.000 600.000

2 Snack Peserta 30 box 10.000 300.000

3 Air Mineral 2 dus 26.000 52.000

4 Hand sanitizer 3 botol 26.000 78.000

Total Belanja Barang Non Operasional Rp 952,000

BIAYA PERJALANAN

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Transportasi survey 4 orang 80.000 320.000

2 Transportasi pelatihan 4 orang 80.000 320.000

Total Biaya Perjalanan Rp 640,000 Total Keseluruhan 3.600.000 HONOR

No Item Honor Kegiatan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Honor narasumber pelatihan 1 orang 700.000 700.000

2 Biaya HKI 1 kali 600.000 600.000

Total Honor Rp 1,300,000

BELANJA BAHAN

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Pengadaan materi pelatihan

Biaya Cetak Modul 25 eksemplar 12.000 300000

Pensil 2 pak 25.000 50000

(24)

12

2 Spanduk 1 pcs 250.000 250000

Total Belanja Bahan Rp 630,000

BELANJA BARANG NON OPERASIONAL

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Konsumsi peserta 30 box 20.000 600.000

2 Snack Peserta 30 box 10.000 300.000

3 Air Mineral 2 dus 26.000 52.000

4 Hand sanitizer 3 botol 26.000 78.000

Total Belanja Barang Non Operasional Rp 952,000

BIAYA PERJALANAN

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Transportasi survey 4 orang 80.000 320.000

2 Transportasi pelatihan 4 orang 80.000 320.000

Total Biaya Perjalanan Rp 640,000 Total Keseluruhan 3.600.000

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Penyelenggaran Pengabdian Masyarakat bagi para remaja santri DKM Masjid Jami’ Al Muttaqin Jakarta Pusat dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan keseluruhan pelaksanaan kegiatan tersebut, dapat disimpulkan:

a. Santri mengenal konsep materi yang diberikan yaitu membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu (Making, Accepting and Declining Appointment) dalam Bahasa Inggris.

b. Santri memahami cara membuat kalimat Making, Accepting and Declining

Appointment dalam Bahasa Inggris. Pemahaman ini diukur dari aktivitas pengerjaan

modul didampingi oleh Tutor.

c. Santri dapat mengekspresikan kalimat Making, Accepting and Declining Appointment dalam Bahasa Inggris pada sebuah percakapan pendek dengan rekannya.

d. Tim kegiatan Pengabdian Masyarakat senantiasa memotivasi mitra agar senantiasa menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bertujuan menambah skill santri terutama dalam pengembangan diri (Self Development).

(25)

13

Berdasarkan kesimpulan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di DKM Jami’ Al Muttaqin Jakarta Pusat, maka dapat disarankan bahwa kegiatan semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, mitra senantiasa memiliki jumlah santri yang cukup banyak dengan rentang usia sekolah SMP/SLTA sehingga sangat memungkinkan dilaksanakan pelatihan Bahasa Inggris secara berkesinambungan. Tentu saja dengan tujuan agar santri dapat bertambah wawasan serta pengetahuan agar memiliki daya saing yang lebih di khalayak umum.

DAFTAR PUSTAKA

Antoni, Rivi. (2014). Teaching Speaking Skill Through Small Group Discussion. Al-Manar Journal of Education and Islamic Studies. Vol. 5 No. 1, pp. 55-64.

Arda, S., & Doyran, F. (2017). Analysis of Young Learners’ and Teenagers’ Attitudes to

English Language Learning. 9(2), 179–197.

Bohari, Lalu. (2020). Improving Speaking Skills Through Small Group Discussion At Eleventh

Grade Students of Sma Plus Munirul Arifin Nw Praya. Journal of Languages and

Language Teaching. Vol. 7 No. 1, pp. 68 – 81.

D. Widyaningsih, R. Robiasih. (2018). Teacher’s Strategies in Teaching Speaking Skill For

Eleventh Grade Students. Journal of English Language and Language Teaching (JELLT),

(26)

14

Hosni, A. S. (2014). Speaking Difficulties Encountered by Young EFL Learners. International Journal on Studies in English Language and Literature (IJSELL). Volume 2, pp. 22-30 Lesiak, K. (2015). Teaching English to adolescents. 7, 246–260.

Kayi, H. (2006). Teaching Speaking: Activities to Promote Speaking in a Second Language. The Internet TESL Journal Vol. XII No. 11, pp. 1-6

Lesiak, K. (2015). Teaching English to adolescents. 7, 246–260.

Romero, B.N. (2006). Improving Speaking Skill. Encuentro Vol. 18, pp. 86 – 90

Syafrizal, C. Rohmawati (2017). Teacher’s Speaking Strategies at Vocational High School. Journal of English Language Studies. Vol. 2, pp. 67 – 68.

LAMPIRAN

Lampiran A. Absen Panitia

No. NIP/NIM

Nama Lengkap

Keterangan

1.

200109613

Agus Priadi, M. Pd

Hadir

2.

201103219

Cicih Nuraeni, M. Pd

Hadir

3.

200803755

Suwantica Kusumandari, M. Pd

Hadir

4.

201502039

Endang Sri Andayani, SS, M. Pd

Hadir

5.

31190007

Winda Sitanggang

Hadir

6.

31190035

Rafidah Salsabilah

Hadir

(27)

15

(28)

16

(29)

17

(30)

18

Link Press Release: http://lppm.bsi.ac.id/news/2021/04/03/ability-to-speak-english-is-essential-to-work-in-international-business/

(31)

19

Ability to Speak English Is Essential To Work In International Business

April 3, 2021

Dengan adanya pandemi covid-19 membuat aktivitas pembelajaran bahasa Inggris yang seharusnya dilakukan dengan pertemuan tatap muka, tetapi kini digantikan dengan berbasis online. Dikarenakan kendala tersebut, maka pembelajaran bahasa Inggris bisa berlangsung efektif dan efisien dengan menggunakan bantuan teknologi seperti: Google Meeting, Zoom Meeting, dan lain-lain.

Tujuan dari kegiatan pembelajaran bahasa inggris ini dimaksudkan agar para remaja Masjid Al Muttaqin dapat menimba ilmu bahasa inggris dengan menyenangkan dan bersifat interaktif sehingga terwujud kegiatan positif yang bermanfaat, walaupun harus dengan terpisah ruang

(32)

20

dan tempat. Selain itu, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak SMA juga dilaksanakan dengan gaya bicara yang lebih mengena sehingga anak didik menjadi lebih paham karena keterbatasan pertemuan tatap muka. Melalui bantuan teknologi informasi, pembelajaran bahasa Inggris pun sebenarnya bisa berjalan dengan baik.

Dalam situasi kondisi pandemi covid-19 dan pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) oleh Pemerintah DKI jakarta, para dosen Program Studi Bahasa Inggris, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tetap menggelar Pengabdian Masyarakat secara daring. Kegiatan Prodi Bahasa Inggris dan Sastra Inggris, Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI semester genap 2020-2021 ini dilakukan melalui aplikasi Zoom Meeting.

Adapun peserta kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan adik-adik dari Remaja Masjid Jami’ Al Muttaqin yang berlokasi di Jl. Percetakan Negara No.754, RT. 003/RW.06 Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Beberapa panitia pengajar diutus langsung ke lokasi mitra dan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan sesuai anjuran kesehatan. Para panitia dan anak didik tetap mengenakan masker, jaga jarak aman minimal 1 meter, dan juga laptop yang memadai.

Acara dipimpin dan dibuka oleh Mr Agus Priadi, M.Pd selaku Ketua Program Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Mr. Agus mengucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Jami’Al Muttaqin yang telah memberikan tempat dan bersedia untuk menjadi tempat pelaksanaan Pengabaian Masyarakat bagi dosen UBSI. “Kita mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan kerja sama dalam pelaksanaan pengabdian ini sehingga bisa berjalan dengan lancar,” kata Mr Agus saat memberikan sambutan.

Kemudian, Ustadz H. Achmad Sofyan, M.M., selaku Ketua Yayasan Pesona Masjid Al Muttaqin sebagai perwakilan pengurus masjid Jami Al Muttaqin, menyambut pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dosen Bahasa Inggris UBSI. Dia juga mengatakan, pengabdian masyarakat berupa pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris bisa dilanjutkan pada pasca pandemi. Ustadz H. Achmad Sofyan, M.M. mengungkapkan agar pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Bahasa Inggris UBSI bisa memberikan manfaat dan memberikan dukungan bagi remaja masjid untuk terus maju dengan memiliki ilmu dan berakhlak karimah.

Ketua panitia program pengabdian masyarakat, Mr. Agus Priadi M.Pd bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan. Kemudian, dosen yang bertugas untuk melaksanakan pengajaran adalah Mrs. Suwantica Kusumandari, M.Pd. Pengabdian Masyarakat itu juga diikuti oleh empat mahasiswa Program Studi Bahasa UBSI yakni Alvita Oktaviani, Nabhan Ali Fikri, Muhammad Rizki, dan Abdul Azis.

Tema pembelajaran yang dilaksanakan adalah “Ability to speak English is essential to work in

International business for the Youth of Jami’ Al Mutaqqin Mosque”. Kelompok kami yaitu

kelompok I (satu) memberikan pengajaran tentang “Making, accepting, and declining

appointment”, hal itu disebabkan dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita sering menjumpai

situasi dimana kita harus membuat, menerima dan menolak perjanjian, dimana perjanjian (appointment) merupakan sebuah ekspresi yang digunakan untuk membuat sebuah atau beberapa perjanjian bertemu atau melakukan suatu hal dengan orang lain pada waktu tertentu (waktu yang telah ditetapkan dan disepakati bersama). Pembelajaran tentang hal tersebut di

(33)

21

atas menjadi hal penting karena menjadi dasar utama dalam percakapan bahasa inggris sehari-hari, terutama untuk para kaum muda yang ingin bekerja di perusahaan-perusahaan bisnis internasional.

“Membuat, menerima dan menolak perjanjian dalam bahasa inggris sangatlah penting,” kata Mrs. Tika saat menjelaskan materi pembelajaran. “Menerima dan menolak perjanjian menjadi percakapan dalam bahasa inggris yang biasa digunakan, seperti: Yes, I will come with you, I’m sorry, I am very busy. Bentuk penolakan lainnya bisa menggunakan “Sorry, but I have another appointment at the time”, paparnya.

Para peserta juga diberikan tugas untuk mengerjakan latihan dan mengisi kuesioner. Nantinya, hasil latihan itu akan dikoreksi oleh para dosen Bahasa Inggris. Para peserta pengabdian terlihat sangat antusias menyimak materi yang dipandu oleh tim tutor. Acara berlangsung dari pukul 12.00 – 15.00. Setelah selesai sesi penyampaian materi sekaligus tanya jawab dengan peserta, para dosen dan panitia kemudian menutup sesi penyampaian materi. Acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama dengan para dosen Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa.

(34)

22

(35)
(36)
(37)

PROPOSAL

PENGABDIAN MASYARAKAT

MAKING, ACCEPTING AND DECLINING APPOINTMENT

AT DKM MASJID JAMI AL MUTTAQIN

JAKARTA PUSAT

Oleh:

AGUS PRIADI, M.Pd (200109613) CICIH NURAENI, M.Pd (201103219)

SUWANTICA KUSUMANDARI, M.Pd (200803755) ENDANG SRI ANDAYANI, SS., M.Pd (201502039)

WINDA SITANGGANG (31190007) RAFIDAH SALSABILAH (31190035)

BAHASA INGGRIS

FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BAHASA UNIVERSITAS BINA SARANA INFORMATIKA

(38)
(39)

D

AFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... Error!

Bookmark not defined.

DAFTAR ISI ... 3 RINGKASAN ... iv I. PENDAHULUAN ... Error!

Bookmark not defined.

II. SOLUSI PERMASALAHAN ... 2 III. METODE PELAKSANAAN ... Error!

Bookmark not defined.

IV. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN ... 3 V. ANGGARAN... 4 VI. JADWAL KEGIATAN ... 5 DAFTAR PUSTAKA ... 5

(40)

RINGKASAN

Pada penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat kali ini, tutor akan memberikan materi tentang membuat, menerima dan menolak acara janji temu. Janji temu ini apakah ditujukan bagi teman, rekan kerja, guru atau dosen, atau bahkan orang yang baru saja kita kenal.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan akan memberikan kontribusi dan manfaat yang baik dan positif bagi para peserta kegiatan ini dan para peserta tentunya dapat mempraktekkan dan menerapkan di dalam masyarakat, sehingga apa yang telah tutor targetkan dapat tercapai dan terpenuhi sasaran yang telah ditetapkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadangkala diperlukan membuat janji untuk bertemu dengan seseorang pada waktu dan tempat tertentu. Misalnya, ketika harus pergi ke dokter, tentunya harus membuat janji terlebih dahulu. Demikian pula ketika kita ingin bertemu seseorang untuk membicarakan hal yang bersifat pekerjaan atau bisnis. Janji bertemu ini dapat dilakukan melalui telepon maupun secara langsung.

Contohnya, membuat janji dengan teman atau orang yang kita kenal dengan baik tidak perlu terlalu formal. Terlebih jika kita tidak bertujuan untuk membuat pertemuan bisnis. Yang perlu diketahui ketika membuat janji adalah waktu dan tempat bertemu yang Anda inginkan. Ketika membuat janji bertemu teman atau orang yang kita kenal dengan baik, ungkapan informal yang berhubungan dengan tempat dan waktu pertemuan yang disepakati tentunya harus dapat digunakan.

Seringkali janji bertemu yang Anda buat sifatnya lebih formal dan lebih banyak dilakukan di telepon, misalnya jika pertemuan Anda berhubungan dengan pekerjaan. Bila Anda membuat janji bertemu dengan dokter atau di tempat kerja seseorang, kadangkala bukan yang bersangkutan yang menerima telepon Anda sehingga Anda harus membuat janji dengan seorang resepsionis.

Berbicaralah dengan jelas ketika Anda di telepon, sebutkan nama Anda dan keperluan Anda dengan singkat dan jelas. Jangan lupa mengucapkan terima kasih. Sebelum Anda mempelajari berberapa contoh membuat janji di telepon Anda perlu mempelajari beberapa ungkapan yang dapat Anda gunakan untuk membuat janji di telepon.

Membuat janji dapat bersifal formal maupun informal. Dengan teman atau orang yang kita kenal dengan baik tidak perlu perbincangan yang terlalu formal. Lain halnya jika pertemuan yang kita atur berhubungan dengan pekerjaan, misalnya bertemu dengan seseorang di kantornya.

Perbincangan yang dilakukan tentu saja akan lebih formal. Ada beberapa hal yang terpenting ketika membuat janji bertemu: 1) waktu pertemuan, 2) tempat pertemuan, dan 3) siapa yang akan bertemu. Ketika membuat janji bertemu orang yang kita kenal dengan baik, gunakanlah ungkapan informal yang berhubungan dengan tempat dan waktu pertemuan.

Yang menjadi permasalahan dalam membuat, menerima dan menolak janji temu adalah bahasa atau kalimat sopan dan tidak sopan, formal atau tidak formal kalimat yang digunakan, ekspresi dalam mengungkapkan masing-masing teknis dari perihal janji temu itu sendiri.

Adapun solusi yang menjadi pemecahan atas permasalahan yang terjadi adalah penggunaan kalimat yang baik dan sopan, kepada siapa kita akan melakukan janji temu, kapan waktu yang tepat untuk mengadakan janji temu serta dimana lokasi yang akan digunakan sebagai tempat untuk janji temu tersebut.

(41)

Adapun target luaran yang akan dicapai dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini selain publikasi acara di media massa cetak atau elektronik, kami pun memiliki target untuk dapat dipublikasikan dalam Jurnal Nasional Terakreditasi atau Jurnal Abdimas.

I. PENDAHULUAN

Keterampilan berbahasa Inggris sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi sangatlah diperlukan. Dengan memiliki kemampuan dan menguasai bahasa Inggris, pengetahuan dan kemampuan seseorang dapat ditingkatkan sehingga dapat menjadi bekal untuk memperoleh dan atau membuka lapangan kerja. Dengan demikian, seluruh elemen lembaga pendidikan dan pelatihan dalam negeri harus berbenah dan memperbaiki diri jika ingin tetap dapat bersaing di masa yang akan datang. Masing-masing pribadi dituntut untuk mampu melakukan kreasi, inovasi dan mewujudkan visi yang sesuai dengan lembaga dimana mereka terlibat di dalamnya.

Pemberian materi pelatihan Bahasa Inggris yang berdasarkan kemampuan wawasan Bahasa Inggris berekivalensi TOEFL merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa Inggris bagi siswa. Materi pelatihan yang diberikan mencakup skil-skil dasar yang sangat berguna untuk menunjang kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis. Materi tersebut adalah Structure, Reading, dan Listening. Structure merupakan dasar bagi penguasaan skil dasar yang lain karena dengan penguasaan struktur bahasa yang baik, kemampuan dalam bidang bahasa yang lain secara signifikan dapat ditingkatkan. Materi-materi structure yang diberikan antara lain Tenses, Verb Pattern, Nouns dan Noun Phrase, Adjective dan Adverb, Passive, Conjuction dan Preposition.

Skill dasar tersebut merupakan elemen dasar dalam pembelajaran bahasa Inggris, baik untuk tujuan akademik maupun untuk tujuan praktis. Berkaitan dengan komitmen Universitas Bina Sarana Informatika untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, bantuan penanganan yang terencana dan terprogram kiranyan sangat dibutuhkan. Untuk itulah program ini dirancang sebagai upaya untuk memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi dunia pendidikan.

Permasalahan yang dihadapi anak-anak yayasan ini terutama dihadapi oleh anak-anak yang bersekolah di tingkat lanjut atas dimana beberapa dari mereka mengalami kesulitan dalam tentang parts of speech (nouns). Materi mengenai masalah tersebut semoga dapat diatasi dengan adanya pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini setidaknya mereka memperolah tips dan trik bagaimana langkah-langkah yang diambil dalam menjawab soal-soal tersebut.

1. Analisis Situasi

Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh para dosen dan mahasiswa dari Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika kali ini mengusung tema tentang pembelajaran bagaimana caranya membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu. Proses pembelajaran materi ini ditujukan bagi mitra pengabdian kami yaitu para remaja santri Masjid Jami Al Muttaqin dengan jumlah kurang lebih 20 remaja. Para remaja santri ini memiliki latar belakang pendidikan yang beragam mulai dari jenjang SMP hingga SMA. Materi mengenai pembelajaran bagaimana caranya membuat, menerima dan menolak sebuah janji temu disampaikan dalam Bahasa Inggris dan tentunya materi ini diberikan dengan melihat beberapa indicator kemampuan berbahasa asing dari para peserta pengabdian masyarakat ini. Pembelajaran bahasa asing di mitra Masjid Jami Al Muttaqin ini ditujukan untuk memperluas, menambah wawasan dan pengetahuan, meningkatkan

(42)

keterampilan bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris sehingga kemampuan dan keterampilan mereka dalam berliterasi kebahasaan dapat meningkat dan lebih baik lagi.

Masjid Jami Al Muttaqin sebagai sebuah rumah ibadah sebagai potensi umat islam dan kesadaran untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi terwujudnya “Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur”, maka dibentuklah suatu wadah kebersamaan dalam pengabdian yang berfungsi dalam menghimpun aspirasi dan dapat mengkoordinasikan potensi, kreatifitas dan aktifitas Masjid.

Dewan Kepemimpinan Masjid Jami’ Al Muttaqin berlokasi di Jl. Percetakan Negara No.754, RT.3/RW.6, Cemp. Putih Bar., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570. Anggota DKM Masjid adalah santri yang masih aktif bersekolah mulai dari jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Banyak kegiatan yang sudah pernah dilakukan oleh DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin diantaranya :

1. Santunan langsung untuk anak yatim yang diantarkan langsung oleh remaja masjid (dilakukan sebelum masa pandemic Covid-19)

2. Panitia Qurbah di wilayah sekitar masjid

(43)

3. Berlatih hadroh

4. Kegiatan santunan untuk anak Yatim dan Piatu

(44)

6. Merawat dan membersihkan Masjid

7. Membagikan makanan untuk yang membutuhkan

(45)

Kegiatan-kegiatan diatas sebagian dilakukan sebelum pandemic dan sebagian dalam masa pandemic.

Mengingat usia dari para remaja anggota DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin yang masih mengenyam pendidikan, arahan dan bimbingan dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk mereka sangatlah penting. Ruang lingkup yang terbatas dalam menimba ilmu saat ini, serta factor dan kondisi lingkungan menjadi permasalan untuk mereka. Minimnya biaya yang dimiliki oleh masing-masing anak untuk mendapatkan ilmu diluar sekolah juga menjadi kendala yang dapat digaris bawahi.

2. Peta Lokasi Mitra

DKM Jami’ Al Muttaqin berlokasi di Jl. Percetakan Negara No.754, RT.3/RW.6, Cemp. Putih Bar., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570.

(46)

Jarak tempuh dari Universitas Bina Sarana Infromatika ke DKM Masjid Jami Al Muttaqin 4,5km, 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan.

3. Permasalahan Mitra

Berikut permasalahan yang dihadapi oleh mitra:

1. Kurangnya sarana dan prasarana yang mencukupi untuk belajar Bahasa Inggris 2. Kurangnya ada motivasi dan percaya diri saat pembelajaran

3. Suasana dan metode pembelajaran yang kurang mendukung proses pembelajaran

II. SOLUSI PERMASALAHAN

Untuk mengatasi permasalahan di atas, maka kami dari kelompok Pengabdian Masyarakat Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika mencoba untuk memberikan solusi permasalahan tersebut dengan cara memberikan pelatihan yang tepat guna dan melakukan role play terhadap para siswa santri remaja Masjid Jami Al Muttaqin sesuai materi yang akan kami bawakan.

(47)

Para remaja santri DKM Masjid Jami Al Muttaqin saat ini mereka bersekolah pada level Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dengan keaktifan dari masing-masing individunya yang luar biasa. Keingintahuan dan semangat mereka untuk belajar Bahasa Inggris memberikan semangat tersendiri pada kami selaku tutor yang mengajar.

Pada kesempatan kali ini, kami dari kelompok tutor Program Studi Bahasa Inggris memberikan pengajaran berupa materi tentang Accepting, Making and Declining the Appointment. Muatan dari materi ini adalah tentang bagaimana caranya seseorang menerima ajakan orang lain untuk bertemu, atau seseorang membuat sebuah janji temu dengan orang lain dengan mempertimbangkan waktu, lokasi dan kesibukan orang lain tersebut sehingga bisa bertemu dan berbincang membicarakan sebuah topik atau menolak ajakan seseorang untuk melakukan janji temu dengan orang lain. Proses pembelajaran diberikan dengan cara offline (tatap muka) dan online (daring) mengingat pandemic Covid-19 masih ada dan belum hilang. Proses pengajaran dilakukan dengan protocol kesehatan yang cukup ketat pada awal sebelum dimulai dengan tetap menggunakan masker dan menyediakan pembersih disinfektan tangan tersedia di berbagai tempat.

Para tutor memberikan materi tentang invitation ini langsung kepada para siswa dengan memberikan contoh dan meminta mereka untuk menirukan dan melakukan apa yang diminta sesuai materi yang ada. Para siswa diminta satu per satu untuk membacakan teks dalam Bahasa Inggris sedangkan teman yang lain menyimak dan beberapa teman yang lainnya memperagarakan adegan sesuai teks yang dibacakan temannya. Terjadi percakapan yang komunikatif dan kadang mengundang canda tawa karena cara membaca temannya tersebut dilafalkan dengan aksen yang lucu. Pengucapan dalam Bahasa Inggris juga melatih aksen dan kosa kata mereka dalam berbahasa sehingga ucapan-ucapan yang kurang benar diperbaiki oleh para tutor.

Dengan adanya pelatihan materi Bahasa Inggris diharapkan dapat memberikan manfaat ilmu, wawasan dan pengetahuan serta kosa kata dalam berbahasa Inggris sehingga mereka merasa lebih pede dalam bertutur kata dalam Bahasa Inggris dan tentunya dapat memperbaiki prestasi atau nilai Bahasa Inggris mereka menjadi lebih baik. Ke depannya kami mengharapkan adanya kesempatan untuk diberikan lagi waktu untuk mengajar sesuai dengan sambutan positif ketua yayasan DKM Masjid Al Muttaqin yang menginginkan program Pengabdian Masyarakat ini dapat berkelanjutan dan terus melakukan kerja sama dengan pihak DKM Masjid Jami Al Muttaqin guna memberikan ilmu, pengetahuan dan wawasan bagi remaja santri di sini.

III. METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan pada DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin yaitu:

1. Tahap persiapan

Tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh Anggota-anggota DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin dan mengajukan perijinan untuk melakukan kegiatan pelatihan pada pengurus DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin. Selanjutnya melakukan persiapan untuk pelatihan dengan membuat materi pelatihan tentang Accepting, Making dan Declining the Appointment dalam bahasa Inggris saat menerima, membuat dan menolak sebuah janji temu apakah baik via telepon atau telepon genggam, dan pelatihan kosakata yang dipergunakan sehari-hari dalam berkomunikasi, melakukan soal tanya jawab dan langsung dipraktekkan di tempat untuk mengetahui penerimaan materi bagi masing-masing peserta.

(48)

2. Tahap pelaksanaan

Tahap 1 Pelatihan dan pendampingan dalam pelatihan bahasa Inggris

Penguasaan bahasa Inggris sangat penting di jaman yang sudah serba canggih saat ini. Penggunakan media telekomunikasi yang sudah bukan barang awam atau mewah sudah mewabah di masyarakat. Penguasaan bahasa yang pantas digunakan saat berkomunikasi melalu telephone atau handphone seringkali menjadi kendala terlebih saat komunikasi tersebut menggunakan bahasa Inggris. Tim pengabdian memberikan metode simulasi dengan meminta para peserta pelatihan untuk membawa alat-alat komunikasi yang seringkali mereka gunakan dan membuat acara pelatihan untuk bermain peran dengan peserta pelatihan lainnya.

Tahap 2 Pelatihan, pendampingan, dan simulasi penggunaan bahasa Inggris saat memulai menerima , membuat dan menolak sebuah janji temu

Penggunaan telephone atau handphone sangat diperlukan untuk berkomunikasi terlebih keahlian dalam speaking/berbicara. Pada tahap ini dilakukan pelatihan bagaimana cara memulai untuk menerima atau merespon sebuah janji temu entah dari teman, rekan kerja atau keluarga, teman dekat via telepon atau handphone. Selain memudahkan dalam berkomunikasi, penggunaan bahasa yang tepat sasaran diharapkan dapat membantu proses penyampaian informasi yang tepat dan efektif.

Tahap 3 Pelatihan kepercayaan diri saat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill dari peserta pengabdian masyarakat supaya mempunyai mental yang kuat, berani berbicara, berani memulai percakapan, berani bertanya dan mampu menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Inggris, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbicara bahasa Inggris yang sesuai dengan topik pembicaraan, tanpa melupakan tempat dan lawan bicara.

3. Tahap monitoring dan evaluasi

Pada tahap ini dilakukan dengan menyerahkan soal tes yang harus diisi oleh peserta Pengabdian Masyarakat untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan peserta setelah dilakukan pelatihan. Selain itu, peserta Pengabdian Masyarakat juga harus mengisi kuesioner untuk mengetahui bagaimana respon dari pelatihan yang telah diberikan.

Tugas dari tim pelaksana pengabdian masyarakat sebagai berikut: 1. Ketua Pelaksana

Nama : Agus Priadi, M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris

(49)

Tugas :

a. Bertanggung jawab dan merancang metode pembelajaran b. Melakukan pendekatan kepada mitra

c. Mempersiapkan pelaksanakan pengabdian masyarakat d. Melakukan pelatihan Bahasa Inggris

e. Pendampingan dan pemantauan pelaksanaan kemitraan masyarakat

f. Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan program kemitraan masyarakat

2. Anggota 1

Nama : Cicih Nuraeni, M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris Tugas :

a. Membuat proposal Pengabdian Masyarakat b. Membuat materi pelatihan

c. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelatihan d. Membuat publikasi ke jurnal ilmiah

3. Anggota 2

Nama : Suwantica Kusumandari, M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris

Tugas :

a. Melakukan pelatihan Bahasa Inggris

b. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelatihan c. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan

d. Menyusun artikel di media massa

(50)

4. Anggota 3

Nama : Endang Sri Andayani, SS., M.Pd Bidang Ilmu : Bahasa Inggris

Tugas :

a. Melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelatihan b. Menyusun artikel di media masa

c. Merekam proses pelatihan bahasa Inggris

Mahasiswa yang dilibatkan dalam program kemitraan masyarakat: 1. Nama : Winda Sitanggang

NIM : 31190007

Tugas : Membantu semua pelaksanaan kegiatan pelatihan 2. Nama : Rafidah Salsabilah

NIM : 31190035

Tugas : Membantu semua pelaksanaan kegiatan pelatihan

Pengabdian Masyarakat ini akan dilaksanakan pada: Tanggal : 3 April 2021

Waktu : 13.00 s/d selesai

IV. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN

Luaran dan target capaian dari kegiatan pengabdian masyarakat, tertera pada tabel 1.

No Jenis Luaran Indikator Capaian Status Capaian

1 Publikasi di jurnal ilmiah cetak atau elektronik

Artikel di Jurnal Nasional Terakreditasi

(51)

2 Artikel di media masa cetak atau

elektronik Nasional

Sudah Terbit

3 Dokumentasi pelaksanaan Video kegiatan -

4 Kekayaan Intelektual (KI) Hak Cipta Terdaftar

5 Mitra Non Produktif Pengetahuannya meningkat Sudah Tercapai

V. ANGGARAN

Justifikasi anggaran disusun secara rinci adalah sebagai berikut:

HONOR

No Item Honor Kegiatan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Honor narasumber pelatihan 1 orang 700.000 700.000

2 Biaya HKI 1 kali 600.000 600.000

3 Biaya publikasi jurnal 1 kali 200.000 200.000

Total Honor 1.500.000 BELANJA BAHAN

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Pengadaan materi pelatihan 25 eksemplar 15.000 375.000

2 Spanduk 1 pcs 250.000 250.000

(52)

BELANJA BARANG NON OPERASIONAL

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Konsumsi peserta 30 box 15.000 450.000

2 Snack Peserta 30 box 10.000 300.000

3 Air Mineral 2 dus 28.000 56.000

Total Belanja Barang Non Operasional 806.000 BIAYA PERJALANAN

No Item Bahan Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)

1 Transportasi survey 4 orang 100.000 400.000

2 Transportasi pelatihan 4 orang 100.000 400.000

Total Biaya Perjalanan 800.000 Total Keseluruhan 3.731.000

VI. JADWAL KEGIATAN

Jadwal kegiatan PM disusun sebagai berikut:

No Nama Kegiatan

Bulan

1 2 3 4 5 6

1 Survey Lapangan

2 Penyusunan materi pelatihan 3 Pembuatan kuesioner

(53)

5 Publikasi media massa cetak 6 Publikasi jurnal, HKI

7 Publikasi video kegiatan 8 Penyusunan laporan

DAFTAR PUSTAKA

Arda, S., & Doyran, F. (2017). Analysis of Young Learners’ and Teenagers’ Attitudes to English

Language Learning. 9(2), 179–197.

Hosni, A. S. (2014). Speaking Difficulties Encountered by Young EFL Learners. International Journal on Studies in English Language and Literature (IJSELL). Volume 2, pp. 22-30 Lesiak, K. (2015). Teaching English to adolescents. 7, 246–260.

Kayi, H. (2006). Teaching Speaking: Activities to Promote Speaking in a Second Language. The Internet TESL Journal Vol. XII No. 11, pp. 1-6

(54)
(55)

PENGABDIAN MASYARAKAT

MAKING, ACCEPTING

AND DECLINING APPOINTMENT

PRESENTED BY : GROUP 1

AGUS PRIADI

CICIH NURAENI

SUWANTICA KUSUMANDARI

ENDANG SRI ANDAYANI

(56)

APPOINTMENT ( Janji ) yaitu sebuah ekspresi

yang digunakan untuk membuat sebuah atau

beberapa perjanjian bertemu atau melakukan

suatu hal dengan orang lain pada waktu

tertentu (waktu yang telah ditentukan dan

disepakati bersama)

(57)

MAKING AN APPOINTMENT (MEMBUAT JANJI)

I want to make an

appointment to see …

Would you mind arranging a

meeting with…?

Can we meet at …?

Are you free tonight?

I’d like to make an

appointment with …

Saya ingin membuat janji

untuk bertemu ….

Bisakah anda mengatur sebuah

pertemuan dengan…?

Bisakah kita bertemu di …?.

Apakah kamu ada waktu luang

malam ini?

Saya ingin membuat janji

dengan ….

(58)

ACCEPTING an APPOINTMENT

(

menyetujui/menerima

sebuah janji).

Yes, I’ll come

Be there on time

I’ll be there

I’ll be there at the time

Sure, I’ll be waiting for

you

Alright, it’s a deal.

I will wait for you there

Alright, see you there

(Ya, saya akan datang).

(Ke sana tepat waktu).

(Saya akan ke sana).

(Saya akan ke sana

pada waktu itu).

(Tentu, saya akan

menunggumu).

(Baiklah, itu sebuah

kesepakatan).

(Saya akan

menunggumu di sana).

(Baiklah, sampai jumpa

(59)

Declining an appointment

(menolak/membatalkan janji).

I’m afraid I can’t

I don’t think I can make it

I’m sorry. I can’t come

I am sorry. I think I have

another appointment at the

time

No, I can’t

I’m sorry, I’m very busy.

I wish I could, but

unfortunately I have to …

(Saya takut saya tidak bisa).

I(Saya tidak berpikir saya

bisa menepatinya).

(Maafkan saya. Saya tidak

bisa datang).

(Maaf. Saya pikir saya punya

janji lain pada waktu itu).

(Tidak, saya tidak bisa).

(Maafkan saya, saya sangat

sibuk.).

(Saya harap saya bisa, tapi

(60)

Example of conversation 1

Jimin : Hi Suga. Are you free tonight?

Suga : Yes, I am.

Jimin : I’d like to make appointment with you. Come

in my place. I need your help.

Suga : I’ll be there.

Jimin : Thanks. I hope you can help me solve my

homework.

Suga : OK. See you tonight.

Vina: See you.

(61)

Example conversation 2

Mrs. Andien looks for information about cancer in a clinic. Then, she comes to the clinic in the

afternoon

.

Mrs. Andien : Good Afternoon, mam. Would you like to help me?

Receptionist : Good Afternoon. Sure, what can I do for you?

Mrs. Andien : I need more information about cancer. Who can I meet to explain about that

disease?

Receptionist : You can meet Dr. Al to get further information about cancer. However, you have

to make an appointment first to meet him.

Mrs. Andien : Can I meet him tomorrow afternoon?

Receptionist : Please, discuss the meeting through phone call. You can contact this number

0586511231.

(62)

Example conversation 2

Suddenly, Mrs. Andien call Dr. Al using her cell-phone.

Mrs. Andien : Hello. This is Andien speaking. Can I talk to Dr. AL?

Dr. AL : Hello.Yes, This is AL. Do you have any problems?

Mrs. Andien : I need more information about cancer. Would you like

to meet me at your office tomorrow afternoon at 02.00 p.m.?

Dr. AL : How about 02.30 p.m.? I have many patients tomorrow.

Mrs. Andien : that’s fine. I’ll be there at that time. Thanks.

(63)

Practice conversation

Watch

This >>>>>

https://www.youtube.com/watch?v=TbI

(64)

exercise

Secretary : Good morning. Dr Albright's office. This is Julia (1)__________ .

John : Good morning. (2)__________John Smith calling.

Secretary : How can I help you?

John: I (3) __________to make an appointment with Dr Albright.

Secretary: Okay! Hold on for a moment... Let me see! (4)__________next Wednesday

convenient for you?

John: I'm (5)__________, I am not free on Wednesday.

Secretary: (6)__________Thursday?

John: Sorry, Thursday is going to be a little difficult for me to come. I'd (7)__________Friday,

if that's available.

Secretary: Is 9:00 pm (8)__________for you?

John: Yes, that would be .

Secretary: If you can't (9) __________ for any reason, please contact me.

John: Sure! Thank you very much.

Secretary: You're (10)__________

(65)

Choose the answers here

Sorry

Would

Would like

Take

Speaking

Alright

It’s

Come

How about

welcome

(66)

Gambar

Grafik Keberhasilan Pelaksanaan PM

Referensi

Dokumen terkait

Dengan diadakannya pelatihan pada Warga RT. 002 Jalan Mampang Prapatan VIII, RT.002/RW.002, Tegal Parang, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta ini,

Kegiatan abdimas berlangsung pada hari Sabtu tanggal 03 April 2021 ini menggunakan media interaktif zoom dikarenakan kondisi pandemi covid 19 yang masih menjadi

Permasalahan yang dihadapi oleh para peserta didik di Yayasan Wihdatul Ummah adalah Sulit berkomunikasi dalam Berbahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan,

Atas dasar hal tersebut diatas, maka Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Fakultas Teknologi Informasi Kampus Kota Sukabumi Universitas Bina Sarana Informatika bekerja

Pelaksanaan kegiatan masyarakat yang dilakukan pada kader Posyandu Seruni berupa pelatihan Survey online menggunakan Google Form ini sangat bermanfaat bagi kader dalam

Salah satu pemanfaatan teknologi informasi dalam wirausaha adalah pemanfaatan program khusus atau software untuk memangkas biaya produksi dan kegiatan oprasional

Pengabdian Masyarakat yang diadakan di Remaja Santri Masjid Jami Al Muttaqin dan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBSI pada tanggal 3 Oktober 2020

Telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pelatihan Pembuatan Bisnis Model Canvas untuk UMKM” yang mana pesertanya adalah UMKM yang bernaung di bawah CV..