ANALISIS PERENCANAAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA PT. KSTI

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERENCANAAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN

MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING

(MRP) PADA PT. KSTI

(Edi Junaedi¹), (Wiji Syafitri, S.M.B., M.M²)

Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa

E-mail:

ejunaedi949@gmail.com

;

wiji.safitri09@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan

pemesanan bahan baku, Mencari metode yang menghasilkan biaya terendah untuk

bahan baku, untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode MRP terhadap biaya

persediaan bahan baku. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan

menentukan perencanaan menggunakan 3 metode yaitu moving average, exponential

smoothing dan weight moving average. Adapun utnuk mengendalikan persediaan

menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) dengan 2 metode yaitu

Lot For Lot (LFL), Part Period Balancing (PPB). Sumber data penelitian ini yaitu

menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari objek penelitian

.

Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh bahwa metode MRP dengan

menggunakan metode Part Period Balancing (PPB) sangat berpengaruh terhadap

perusahaan dalam menentukan pemesanan bahan baku yang tepat dan biaya yang

dikeluarkan perusahaan lebih minim dibandingkan biaya yang dikeluarkan

sebelumnya.

(2)

PENDAHULUAN

Dengan peningkatan realitas mekanis saat ini, perusahaan manufaktur semakin bersaing dalam menciptakan produk berkualitas dengan harga jual rendah. Selain itu, perusahaan manufaktur juga berharap untuk memenuhi pembeli dengan menyelesaikan pesanan klien sesuai jadwal. (Herawati & Mulyani, 2016) mengekspresikan sebuah organisasi akan memiliki efek positif jika berfokus pada kualitas barang pada bisnis, dengan melalui dua cara yaitu khususnya efek pada siklus penciptaan dan efek pada sifat bahan mentah.

Organisasi perhimpunan dalam melakukan langkah-langkah bisnisnya perlu fokus pada bagian persiapan dan pengendalian di bidang penciptaan dan persediaan. Adapun perencanaan meliputi merencanakan apa, bagaimana, kapan, dan berapa banyak suatu produk akan diproduksi. Sedangkan, pengendalian berarti kontrol terhadap proses produksi agar kelangsungan perusahaan dapat berjalan lancar. Menurut (Khikmawati et al., 2017) bentuk persediaan dapat berupa bahan baku untuk diproses atau barang dalam proses manufaktur dan barang jadi yang disimpan untuk dipasarkan.

Dengan adanya persediaan maka akan berdampak berupa resiko tertentu yang ditanggung oleh perusahaan akibat dari persediaan tersebut,

persediaan bahan baku yang disimpan oleh perusahaan akan menimbulkan biaya penyimpanan, perusahaan juga akan menanggung biaya-biaya yang disebabkan dengan adanya persediaan (Sofiyanurriyanti, 2017). Biaya-biaya yang timbul 2 akibat persediaan antara lain: holding cost, ordering

cost, dan merupakan yang tidak dapat dihindari,

tetapi dalam menentukan kebijakan persediaan dapat diperhitungkan tingkat efisiensinya Tampubolon (dikutip oleh Elviana & Suryadi, 2020).

PT. KSTI adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang

transmisi manual roda empat. Perusahaan tersebut berdiri pada tahun 2013, adapun bahan baku utama dari produk transmisi tersebut adalah tembaga. Selama ini perusahaan menggunakan perhitungan manual terhadap persediaan bahan baku yang menyebabkan terjadinya kelebihan stok bahan baku dan dapat menyebabkan pembengkakan biaya. Apabila perusahaan melakukan perencanaan dengan tidak tepat maka akan menimbulkan pemborosan biaya yang harus dikeluarkan (Palupi et al., 2018). Terlebih proses produksi yang dijalankan PT. KSTI menggunakan sistem made by order, sehingga kelebihan bahan baku akan sangat berpengaruh terhadap pembengkakan biaya.

Suatu sistem yang dapat digunakan untuk menangani masalah yang berkaitan dengan perencanaan bahan baku adalah

Material Requirement Planning (MRP) atau

sistem perencanaan kebutuhan material. Menurut (Haming & Mahfud, 2017) Material

Requirement Planning

(MRP)

adalah suatu metode yang dimulai dengan kegiatan peramalan terhadap permintaan produk jadi yang independen.

Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian yang berjudul ANALISIS

PERENCANAAN DAN PERSEDIAAN

BAHAN BAKU DENGAN

MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA PT KSTI.

Berdasarkan pada masalah penelitian yaitu perusahaan menggunakan perhitungan manual terhadap persediaan bahan baku yang menyebabkan terjadinya kelebihan atau pun kekurangan stok bahan baku dan dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan terhambatnya proses produksi. Jadi, mungkin dapat

dipikirkan

masalah-masalah

pokok yang akan diteliti adalah:

1. Bagaimana penentuan waktu yang tepat guna melakukan pemesanan untuk setiap bahan baku produk synchronizer?

(3)

2. Metode manakah yang menghasilkan biaya terendah untuk bahan baku produk synchronizer?

3. Bagaimana pengaruh penggunaan metode MRP terhadap minimal biaya persediaan bahan baku di PT KSTI?

Berdasarkan pokok permasalahan yang dikemukakan sebelumnya maka penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan bahan baku synchronizer, mencari metode yang menghasilkan biaya terendah untuk bahan baku produk synchronizer, untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode MRP terhadap biaya persediaan bahan baku.

TINJAUAN PUSTAKA

Perencanaan

Perencanaan menurut Carter (dikutip oleh Siahaan, 2016) pengertian dari perencanaan adalah kontruksi dari suatu program operasional terperinci, merupakan proses merasakan kesempatan maupun ancaman eksternal, menentukan tujuan yang diinginkan dan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah memperkirakan bahan baku, memperkirakan jumlah bahan baku yang dibutuhkan, memperkirakan kebutuhan dana untuk pembelian bahan baku.

Persediaan

Persediaan adalah suatu bahan atau barang yang disimpan berupa barang baku atau barang jadi yang digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau perakitan, untuk dipasarkan atau dijual kembali(Ahyadi & Khodijah, 2017).

Dengan adanya persediaan, proses produksi tidak perlu dilakukan khusus untuk konsumsi atau sebaliknya tidak perlu didesak supaya sesuai dengan kepentingan produksi. Karena padadasarnya persediaan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan pabrik yang dilakukan secara berturut-turut(Rahayu & Djohar, 2019)

.

Peramalan

Menurut Indiyanto (dikutip oleh Elviana & Suryadi, 2020) peramalan adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan dimasa yang akan datang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa.

Material Requirement Planning

(Haming & Mahfud, 2017) pengendalian persediaan independen berkaitan dengan pengendalian atas persediaan dalam bentuk produk akhir (finished product). Permintaan terhadap persediaan yang dimaksud bersifat independen dan dapat destimasi dengan menggunakan teknik dan metode peramalan. Permintaan independen dimaksud mencerminkan respons terhadap pasar atas keluaran akhir sebuah perusahaan. Menurut (Yusnita & Derlini, 2019)Tujuan utama dari sistem MRP adalah merancang suatu sistem yang mampu menghasilkan informasi untuk melakukan aksi yang tepat (pembatalan pesanan, pesan ulang, penjadwalan ulang).

Langkah Dasar Pengolahan MRP

Menurut (Rahayu & Djohar, 2019) Langkah-langkah dasar dalam penyusunan proses MRP adalah sebagai berikut :

1. Netting (kebutuhan bersih) 2. Lotting (penentuan ukuran lot) 3. Offsetting (rencana pemesanan)

4.

Explosion

Teknik Penentuan Ukuran Lot

Menurut Heizer dan Render (dikutip oleh Anggriana, 2015) sistem MRP yaitu cara yang sangat baik untuk menentukan jadwal produksi dan kebutuhan bersih. Ada beberapa cara untuk menentukan ukuran lot dalam sebuah sistem MRP, yaitu:

1. Lot for lot

Metode lot for lot atau dikenal sebagai persediaan minimal berdasarkan pada ide menyediakan persediaan (atau memproduksi) sesuai dengan apa yang

(4)

diperlukan saja, jumlah persediaan seminimal mungkin

2. Part Periode Balancing (PPB)

(Kahfi et al., 2020)Teknik ini merupakan pendekatan yang lebih dinamis untuk menyeimbangkan biaya setup dan penyimpanan.

Format MRP

Keterangan:

GR = Gross Requirement (kebutuhan kotor) Adalah jumlah keseluruhan item

(komponen)yang diperlukan pada satu periode.

OH = On Hand (Persediaan ditangan)

Adalah jumlah persediaan akhir suatu periode dengan memperhitungkan jumlah persediaan yang ada ditambah dengan jumlah item yang akan diterima.

NR = Net Requirement (kebutuhan bersih) PORec = Plant Order Receipt (rencana

penerimaan pesanan)

PORel = Planned Order Release (rencana pemesanan)

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang akan digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu yaitu menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu Bill Of Material (BOM), biaya pesan dan biaya penyimpanan, lead time pemesanan bahan baku, struktur produk, data permintaan produk, data aktual persediaan.

Teknik Pengumpulan Data

1. Wawancara 2. Observasi 3. Dokumentasi

Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peramalan (forecasting): Metode Single Moving Average, metode

exponential smoothing, metode weight moving average. dan rencana kebutuhan bahan

(Material Requirement Planning).

PEMBAHASAN

Struktur Produk

Langkah awal untuk penerapan material

requirement planning adalah menentukan

struktur produk yang sudah dipilih. Produkyang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah produk synchronizer. Pembuatan struktur produk ini akan digunakan sebagai dasar pembuatan bill of material (BOM).

Gambar 1. Struktur Produk

Synchronizer

Daftar Kebutuhan Produk (Bill Of

Material)

Pembuatan daftar kebutuhan produk yang berdasarkan struktur produk synchronizer yang telah dibuat. Daftar kebutuhan produk yang berisikan daftar level komponen, item produk, jumlah produk yang dibutuhkan untuk membuat sebuah produk. Dibawah ini pada tabel 1. menjelaskan bill of material pada 1 unit synchronizer

:

Tabel 1. Bill Of Material Synchronizer

PERIODE 1 2 3 4 GR OH NR PORec PORel

(5)

Data Permintaan Customer Periode

2018

Tabel 2. Data Permintaan Produk Synchronizer 2018

Tabel 2 menunjukkan data penjualan pada periode 2018, Mengingat informasi permintaan pembeli pada tahun 2018.

Biaya Persediaan

Biaya Pembelian Bahan Baku Tabel 3. Biaya pembelian bahan baku

Biaya Pemesanan

Tabel 4. Biaya pemesanan

Biaya Penyimpanan

Berdasarkan hasil wawancara dengan bagian kepala divisi PPIC bahwa biaya penyimpanan diperhitungkan berdasarakan berapa yang diinvestasikan pada persediaan dandiukur berdasarkan suku bunga bank BI (periode 2018 sebesar 6%) dari harga barang perunit. Untuk biaya pemeliharaan selama penyimpanan sebesar 2%. Pada rincian perhitungan biaya penyimpanan ditunjukkan pada tabel 5.

Tabel 5. Biaya Penyimpanan

Waktu Ancang (Lead Time)

Tabel 6. Lead Time

Pengolahan Data

Tabel 7. Forecasting metode Exponential Smoothing

Level Item Jumlah Sumber Vendor 0 Synchronizer 1 Buat PT KSTI 1 33372AKSOO 1 Beli MMTC 1 33369AKSOO 1 Beli MMTC 1 CONE 1 Beli PT FTPI

Bulan Qty Januari 13890 Februari 16170 Maret 15060 April 14000 Mei 10000 Juni 14000 Juli 14460 Agustus 15240 September 19980 Oktober 20520 Nopember 17430 Desember 17430 Data Permintaan Produk Synchronizer

Tipe Bahan Baku Harga/pcs 33369AKSOO Rp 5,370.00 33372AKSOO Rp 8,510.00 CONE Rp 5,867.00

Tipe Bahan Baku

Internet

Telepon

Total Biaya Pemesanan

33369AKSOO

Rp

50,000.00

Rp

6,000.00

Rp

56,000.00

33372AKSOO

Rp

50,000.00

Rp

6,000.00

Rp

56,000.00

CONE

Rp

50,000.00

Rp

6,000.00

Rp

56,000.00

A

B

C

D=(B/365)*C

33369AKSOO

8%

Rp

5,370.00

Rp

1.18

33372AKSOO

8%

Rp

8,510.00

Rp

1.87

CONE

8%

Rp

5,867.00

Rp

1.29

Total Biaya

Penyimpanan/hri

Tipe Material

% Biaya

Penyimpanan

Biaya Bahan

Baku/pcs

Tipe Material Lead Time

33369AKSOO 3

33372AKSOO 3

(6)

Hasil dari ramalan metode exponential

smoothing dengan a= 0,9 adalah forecast=

17459 pcs, untuk rata-ratanya 15643.33 dengan tingkat kesalahan peramalan MAD = 2075.334, MSE= 6601959, MAPE = 14.01% dan standar eror 2840.609. Dari hasil perbandingan metode forecasting bahwa pada metode exponential

smoothing a= 0,9 memiliki tingkat kesalahannya terkecil yaitu MAD = 2075.334, MSE =6601959, MAPE =14.01% dibandingkan dengan metode lainnya.

Material Requirement Planning

(MRP)

Menurut (Kahfi et al., 2020) Material

Requirement Planning (MRP) itu sendiri

adalah kerangka kerja yang dimaksudkan untuk melayani organisasi perakitan besar dan kecil. Alasannya adalah bahwa MRP adalah cara yang masuk akal dan mudah untuk menangani masalah yang diidentifikasi dengan menentukanukuran bahan, suku cadang, dan bahan yang akan digunakan dalam interaksi pembuatan

Teknik PPB menggunakan data ekstra dengan mengubah ukuran bagian untuk mencerminkan persyaratan untuk ukuran lot dimasa yang akan datang. Teknik ini juga mencoba menyeimbangkan biaya pemesanan dan penyimpanan. Penyeimbangan sebagian periode membuat sebuah economic part period atau sebagian periode ekonomis. Teknik ini menggunakan pendekatan economic part

period (EPP) untuk menentukan ukuran lot

setiap periodenya, yang merupakan perbandingan biaya setup dan biaya

penyimpanan. Berikut ini adalah perhitungan EPP.

Tabel 8. Perhitungan EPP

EPP= 𝑺

𝑯………..(1)

Dimana:

S = Biaya setup atau biaya pemesanan per pesanan

H= biaya penyimpanan perunit pertahun Hasil perhitungan lot sizing dengan menerapkan metode lot for lot dan metode part

period balancing, PT KSTI menghasilkan

biaya persediaan yang berbeda. Berikut rekapitulasi total biaya bahan baku.

Tabel 9. Rekapitulasi total biaya bahan baku

Hasil dari perbandingan dari kedua metode bahwa biaya persediaan menggunakan metode PPB dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 3,686,834,628 lebih rendah dibandingkan dengan metode LFL biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 3,687,351,081.

Penentuan Waktu Pemesanan

Tabel 10. Waktu pemesanan

Periode Demand(y) Forecast Error IErrorI Error² %Error Bias MAD MSE MAPE Januari 13890 Februari 16170 13890 2280 2280 5198400 14.10% Maret 15060 15942 -882 882 777924 5.86% April 14000 15148.2 -1148.2 1148.2 1318364 8.20% Mei 10000 14114.8 -4114.8 4114.82 16931750 41.15% Juni 14000 10411.5 3588.52 3588.52 12877460 25.63% Juli 14000 13641.2 358.852 358.852 128774.4 2.56% Agustus 15240 13964.1 1275.89 1275.89 1627882 8.37% September 19980 15112.4 4867.59 4867.59 23693420 24.36% Oktober 20520 19493.2 1026.76 1026.76 1054232 5.00% Nopember 17430 20417.3 -2987.3 2987.32 8924106 17.14% Desember 17430 17728.7 -298.73 298.732 89241.06 1.71% Total 187720 3966.52 22828.7 72621540 154.09% Average 15643.3 360.593 2075.33 6601959 14.01% Next Period forecast 17459.9 Std err 2840.61

Forecasting Metode Exponential Smoothing a= 0.9

33369AKSOO

Rp

224,000

Rp

1.18

Rp

189,830.51

Rp

189,830

33372AKSOO

Rp

224,000

Rp

1.87

Rp

119,786.10

Rp

119,786

CONE

Rp

224,000

Rp

1.29

Rp

173,643.41

Rp

173,643

Perhitungan Economic Part Period (EPP)

EPP

Tipe Bahan Baku

Biaya

Pemesanan

Biaya

Penyimpanan

Pembulatan

LFL

Rp

1,005,924,510

Rp

672,000.00

-

Rp

1,006,596,510

PPB

Rp

1,005,924,510

Rp

224,000.00

Rp

225,001

Rp

1,006,373,511

LFL

Rp

1,583,906,730

Rp

672,000.00

-

Rp

1,584,578,730

PPB

Rp

1,583,906,730

Rp

224,000.00

Rp

356,570

Rp

1,584,487,300

LFL

Rp

1,095,503,841

Rp

672,000.00

-

Rp

1,096,175,841

PPB

Rp

1,095,503,841

Rp

224,000.00

Rp

245,976

Rp

1,095,973,817

Total Biaya

Simpan

Total Biaya Persediaan

33369AKSOO

33372AKSOO

CONE

Tipe Bahan Baku

Teknik Lot

(7)

Pada tabel 10 menunjukkan bahwa dalam pemesanan bahan baku tipe 33369AKSOO dan 33372AKSOO memiliki lead time 2 bulan dengan melakukan empat kali pemesanan dan jumlah yang sama dikarenakan satu supllier, dan untuk tipe bahan baku CONE memiliki

lead time 3 bulan. Jadi waktu pemesanan bahan

baku lebih pendek dari pada waktu pemesanan sebelumnya di PT KSTI.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dari produk synchronizer, maka dapat disimpulkan perbandingan metode

Material Requirement Planning (MRP) sebagai

berikut

:

1. Proses penentuan waktu guna melakukan pemesanan yang tepat masing-masing bahan baku produk synchronizer berdasarkan metode lot sizing hasil dari analisis yaitu metode Part Period Balancing (PPB) dengan total biaya

persediaan yang rendah dari masing-masing bahan baku. Setiap periode PT KSTI harus melakukan peramalan dengan menggunakan metode exponential smoothing, karena sudah dilakukan analisis

dengan membandingkan dua metode lainnya yaitu metode moving average, dan

weight moving average dengan menggunakan software POMQM V5 dan hasilnya sudah terbukti bahwa dengan menggunakan metode exponential smoothing lebih efisien karena menghasilkan nilai error yaitu, MAD= 2075.334, MSE= 6601959 MAPE= 14.01% sehingga resiko terjadinya kekurangan atau kelebihan bahan baku kecil.

2. Metode yang menghasilkan biaya terendah untuk produk synchronizer yaitu metode

part period balancing (PPB) karena hasil

dari analisa perbandingan dengan 2 metode,

part period balancing memiliki biaya

sebesar Rp 3,686,834,628 sedangkan metode lot for lot menghasilkan biaya sebesar Rp 3,687,351,081 dengan selisih sebesar Rp 516,453. PT KSTI dapat menggunakan metode part period balancing (PPB) untuk meminimkan biaya

yang dikeluarkan guna melakukan persediaan bahan baku.

3.

Sistem MRP sangat berpengaruh karena pada perusahaan mampu membuat penjadwalan lebih tepat dan resikonya lebih kecil dari kekurangan atau kelebihan bahan baku yang dapat menghambat proses produksi. Adapun dari segi biaya

persediaan,

metode MRP mampu mengoptimalkan biaya

.

SARAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh berharap agar penelitian ini menjadi pertimbangan bagi perusahaan, maka saran untuk pertimbangan tersebut adalah:

1. Mampu menciptakan sistem yang bebrbasis ilmiah untuk dipergunakan untuk melakukan perencanaan dan persediaan bahan baku.

2. Untuk melakukan pengendalian persediaan hendaknya melakukan peramalan terlebih dahulu supaya tidak terjadinya kesalahan dalam melakukan perencanaan atau bisa menggunakan metode forecasting exponential smhooting yang menghasilkan

data yang akurat.

3. Dalam membuat perencanaan sebaiknya menggunakan sistem yang berbasis web atau sistem otomatis tidak lagi menggunakan secara manual dikarenakan tingkat kesalahannya kecil.

DAFTAR PUSTAKA

Ahyadi, H., & Khodijah, S. (2017).

Analisis Pengendalian Persediaan

Suku Cadang Pesawat B737-Ng

Dengan Pendekatan Model Periodic

Periode 2017 Periode 2018 44980 Bulan 12(1) 38167 Bulan 3(1), 48569 Bulan 6(1) 55606 Bulan 9(1) 43780 Bulan 12(1) 38167 Bulan 3(1), 48569 Bulan 6(1) 55606 Bulan 9(1) 44380 Bulan 12(1) 38167 Bulan 3(1), 48569 Bulan 6(1) 55606 Bulan 9(1) 33369AKSOO 33372AKSOO CONE Waktu Pemesanan Jumlah Pemesanan

(8)

Review Di Pt. X. Bina Teknika,

13(1), 47–58.

Anggriana, K. (2015). Analisis

Perencanaan Dan Pengendalian

Persediaan Busbar Berdasarkan

Sistem Mrp (Material Requirement

Planning) Di Pt. Tis. Penelitian Dan

Aplikasi Sistem Dan Teknik Industri,

9(3), 320–337.

Anggy. (2019). Analisis Pengelolaan

Persedian Barang Dagang Untuk

Mengoptimalkan Laba. STIE

Kesuma Negara Blitar, 4(1), 97.

Ayu, I., Cahyani, C., Pulawan, I. M., &

Santini, M. (2019). Analisis

Persediaan Bahan Baku Untuk

Efektivitas dan Efesiensi Biaya

Persediaan Bahan Baku Terhadap

Kelancaran Proses Produksi pada

Usaha Industri Tempe

Murnisingaraja di Kabupaten

Badung pesat. 18(September), 116–

125.

Dharmesta, A. M., & Susanto, N. (2016).

Peramalan Perencanaan Produksi

Semen dengan Metode Exponential

Smoothing pada PT. Semen

Indonesia. None, 5(4), 1–10.

Elviana, V., & Suryadi, A. (2020). Bahan

Baku Pail Cat Menggunakan Metode

Material Requirment Planning ( Mrp

) Pada Pt . Xyz. Juminten: Jurnal

Manajemen Industri Dan Teknologi,

01(04), 163–172.

Haming, M., & Mahfud, N. (2017).

Manajemen Produksi Modern. PT

Bumi Aksara.

Han, E. S., & goleman, daniel; boyatzis,

Richard; Mckee, A. (2019). 済無No

Title No Title. Journal of Chemical

Information and Modeling, 53(9),

1689–1699.

Hayuningtyas, R. Y. (2017). Peramalan

Persediaan Barang Menggunakan

Metode Weighted Moving Average

dan Metode Double Exponential

Smoothing. None, 13(2), 217–222.

Herawati, H., & Mulyani, D. (2016).

Pengaruh Kualitas Bahan Baku Dan

Proses Produksi Terhadap Kualitas

Produk Pada Ud. Tahu Rosydi

Puspan Maron Probolinggo.

Prosiding Seminar Nasional, ISBN

978-6, 463–482.

Kahfi, A., Sumartono, B., & Arianto, D.

A. N. B. (2020). ANALISIS

PERENCANAAN BAHAN BAKU

PERAKITAN LEMARI DENGAN

METODE MATERIAL

REQUIREMENT PLANNING ( MRP

) PADA BENGKEL FURNITURE.

39–57.

Khikmawati, E., Anggraini, M., & Anwar,

K. (2017). Analisis Perencanaan

Biaya Persediaan Produk Semen

Melalui Pendekatan Perencanaan

Kebutuhan Bahan Baku (Material

Requirement Planning). Jurnal

Rekayasa, Teknologi, Dan Sains,

1(1), 28–35.

http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.p

hp/teknologi/article/view/28-35

Kurniawan, A. (2020). Pengertian

Perencanaan – Proses, Batasan,

Unsur, Tujuan, Elemen, Para Ahli.

Guru Pendidikan.Com.

https://www.gurupendidikan.co.id/pe

ngertian-perencanaan/

Lienardo, D. A., & Jin, O. F. (2020).

Analisis Perbandingan Metode

Material Requirements Planning

(Mrp) Dengan Metode Pengendalian

Material Di Proyek a. JMTS: Jurnal

(9)

Mitra Teknik Sipil, 3(2), 223.

https://doi.org/10.24912/jmts.v3i2.70

45

Nidaur, R. (2020). Mengenal Material

Requirement Planning untuk

Menjamin Kelancaran produksi.

Pengadaan Barang.Co.Id.

https://www.pengadaanbarang.co.id/

2020/10/tujuan-manfaat-proses-mrp.html?m=13

Palupi, P. M., Korawijayanti, L., &

Handoyono, R. (2018). Penerapan

Metode Economic Order Quantity (

EOQ ) Untuk Meningkatkan

Efisiensi Biaya Persediaan Bahan

Baku ( Studi Kasus pada PT

Nusamulti Centralestari ). Jurnal

Unimus, 1, 426–435.

Rachman, R. (2018). Penerapan Metode

Moving Average Dan Exponential

Smoothing Pada Peramalan Produksi

Industri Garment. Jurnal

Informatika, 5(2), 211–220.

https://doi.org/10.31311/ji.v5i2.3309

Rahayu, P., & Djohar, J. R. (2019).

METODE PENGENDALIAN

PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI

PT.STAR ALLIANCE INTIMATES

SEMARANG Puji Rahayu/Retno

Djohar Juliani. 4(8).

Rangkuti, F. (2018). Manajemen

Persediaan Aplikasi dibidang Bisnis

(2nd ed.). PT Raja Grafindo Persada.

Rumetna, M. S., Lina, T. N., Sari, T. P.,

Mugu, P., Assem, A., & Sianturi, R.

(2021). Optimasi Jumlah Produksi

Roti Menggunakan Program Linear

Dan Software POM-QM. Computer

Based Information System Journal,

09(01), 42–49.

Siahaan, M. (2016). Pengendalian

Persediaan Bahan Baku Pada Pt .

Howsanindo. Jurnal Kajian Ilmiah

UBJ, 16(2), 159–183.

http://repository.ubharajaya.ac.id/74

2/1/Siahaan-Analisi Perencanaan

Dan Pengendlian Persediaan Bahan

Baku Pada PT.Howsanindo Industry

MFG-repo.pdf

Sofiyanurriyanti, S. (2017). Analisa

Persediaan Bahan Baku Mengunakan

Metode EOQ (Economy Order

Quantity) di CV. Alfa Nafis.

Rekayasa, 10(2), 65.

https://doi.org/10.21107/rekayasa.v1

0i2.3606

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Wibisono, G., Rahayuningsih, S., &

Santoso, H. (2017). Analisis

Penerapan MRP Terhadap

Perencanaan Dan Pengendalian

Persediaan Bahan Baku Pada PT.

Latif Di Kediri. JATI UNIK : Jurnal

Ilmiah Teknik Dan Manajemen

Industri, 1(1), 40.

https://doi.org/10.30737/jatiunik.v1i

1.70

Wijayanti, R. (2018). Pengendalian

Persediaan Bahan Baku Dan

Peramalan Penjualan Produk

Terhadap Pencapaian Laba

Perusahaan. Jurnal Penelitian Dan

Pengabdian Kepada Masyarakat

UNSIQ, 5(2), 134–147.

https://doi.org/10.32699/ppkm.v5i2.

459

Yasa, I. M. S., & Mandala, K. (2020).

Material Requirement Planning

Untuk Memenuhi Produksi Pada Cv.

Bangun Cipta Artha Di Badung.

E-Jurnal Manajemen Universitas

Udayana, 9(2), 426.

(10)

https://doi.org/10.24843/ejmunud.20

20.v09.i02.p02

Yuniastari, N. L. A. K., & Wirawan, I. W.

W. (2016). Peramalan Permintaan

Produk Perak Menggunakan Metode

Simple Moving Average Dan Single

Exponential Smoothing. Sistem Dan

Informatika STIKOM Bali, 9(1), 97–

106.

Yusnita, E., & Derlini, D. (2019). Analisis

Pengendalian Persediaan Bahan

Baku Produk Sepatu Kulit Dengan

Menggunakan Metode Material

Requirement Planning (Mrp) (Study

Kasus Cv. Kotama Shoes). Saintek

ITM, 31(2), 18–25.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :