LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 1
BAB I
A. LATAR BELAKANG
Pembangunan dibidang kesehatan merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan harapan meningkatnya kualitas hidup, usia harapan hidup, kesejahteraan keluarga dan masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang Nomor 36 tahun 2009 yang menjelaskan bahwa Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemampuan masyarakat mengakses teknologi informasi, membuat masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan yang berkualitas. Disamping itu tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemerintahan yang baik dan bersih (good governance dan
clean government) telah mendorong pengembangan dan penerapan system pertanggungjawaban yang jelas, tepat, teratur, dan efektif yang dikenal dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Penerapan sistem tersebut bertujuan agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bertanggung jawab dan bebas dari praktik-praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).
Akuntabilitas adalah perwujudan pertanggungjawaban seseorang atau unit organisasi, dalam mengelola sumber daya yang telah diberikan dan dikuasai, dalam rangka pencapaian tujuan, melalui suatu media berupa laporan akuntabilitas kinerja secara periodik. Sumber daya dalam hal ini merupakan sarana pendukung yang diberikan kepada seseorang atau unit organisasi dalam rangka memperlancar pelaksanaan tugas yang telah dibebankan kepadanya.
Wujud dari sumber daya tersebut pada umumnya berupa sumber daya manusia, dana, sarana prasarana, dan metode kerja. Sedangkan sumber daya dalam konteks negara dapat berupa aparatur pemerintah, sumber daya alam, peralatan, uang, dan kekuasaan hukum dan politik.
Akuntabilitas mengandung pengertian akan kemampuan untuk menjawab setiap pertanyaan yang berhubungan dengan capaian kinerja atas pelaksanaan tugas dan wewenang. Untuk itu, selain kebutuhan akan pengetahuan dan keahlian seperti yang
BAB I PENDAHULUAN
disebutkan sebelumnya, juga dibutuhkan komitmen untuk melaksanakan kebijakan dan program-program yang telah dijanjikan/dipersyaratkan sebelum memangku jabatan tersebut
Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI yang merupakan gabungan dari Akademi Kesehatan di Propinsi Riau sat itu. Pendiriannya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Nomor 298/ MENKES – KESOS/ SK/ IV/ 2001 tanggal 16 April 2001, tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan Riau yang diperbaharui dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.05/I.2/03086/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan.
Dalam perjalanan organisasi, diperlukan adanya tanggungjawab institusi terhadap pelaksanaan Tugas Pokok dan fungsi organisasi. Bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Poltekkes Kemenkes Riau dituangkan melalui penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tanggal 20 November 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini dimaksudkan, bahwa penerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan perwujudan pelaksanaan good governance dan clean government telah dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Riau.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja Poltekes Kemenkes Riau tahun 2014 bertujuan sebagai pertanggungjawaban secara tertulis Direktur Poltekkes Kemenkes Riau kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan yang memuat keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2014
C. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
1.) Kedudukan
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.03.05/I.2/03086/2012, Politeknik Kesehatan Riau adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan RI, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM) dan dipimpin oleh seorang Direktur.
Direktur Poltekkes Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan tugasnya secara teknis fungsional dibina oleh Kepala Pusat Pendidikan Tenaga
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 3
Kesehatan, secara teknis administratif kepada Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan
2.) Tugas
Poltekkes Kemenkes Riau mempunyai tugas melaksanakan pendidikan vokasi dalam bidang kesehatan pada jenjang program Diploma III dan/atau Program Diploma IV terapan, serta program lain sesuai peraturan perundang-undangan. 3.) Fungsi
Poltekkes Kemenkes mempunyai fungsi
1. Pelaksanaan pengembangan pendidikan dalam bidang kesehatan 2. Pelaksanaan penelitian di bidang pendidikan dan kesehatan
3. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya;
4. Pelaksanaan pembinaan civitas akademika; dan 5. Pelaksanaan kegiatan pelayanan administratif
D. VISI, MISI, AZAS, TUJUAN, DAN PROGRAM KERJA 1. VISI POLTEKKES KEMENKES RIAU
“Menjadikan pusat pendidikan vokasional bidang kesehatan di Propinsi Riau yang mampu bersaing di tingkat regional”
2. MISI POLTEKKES KEMENKES RIAU
Untuk mewujudkan VISI tersebut diatas, disusun beberapa MISI untuk menyelenggarakan pendidikan vokasional, yaitu :
1. Menyelenggarakan pendidikan kesehatan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, beriman dan bertaqwa.
2. Melaksanakan penelitian terapan di bidang kesehatan yang berguna bagi masyarakat
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat dan pemanfaatan iptek bidang kesehatan untuk perubahan perilaku hidup sehat
3. AZAS POLTEKKES KEMENKES RIAU
Poltekkes Kemenkes Riau berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Perubahannya.
4. TUJUAN POLTEKKES KEMENKES RIAU
Poltekkes Kemenkes Riau mempunyai tujuan sebagai berikut :
a. Menghasilkan tenaga kesehatan profesional yang berkualitas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian mantap, mandiri, mampu serta siap bersaing di pasar tenaga kerja global.
b. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni di bidang kesehatan berdasarkan hasil kajian-kajian ilmiah.
5. PROGRAM KERJA POLTEKKES KEMENKES RIAU Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut disusun program kerja :
a. Pengembangan Manajemen 1) Penataan organisasi 2) Merumuskan uraian tugas
3) Meningkatkan iklim kerja yang kondusif 4) Melakukan koordinasi dengan lintas terkait 5) Peningkatan sistim perencanaan
6) Peningkatan Sistim informasi & Monitoring serta evaluasi b. Pengembangan Tenaga
1) Pengiriman Dosen tugas belajar
2) Pengiriman staf administrasi Mengikuti pelatihan 3) Membangun suasana kondusif dilingkungan kerja
4) Mengembangkan Kompetensi Dosen terutama ketrampilan klinik c. Peningkatan Sistem Belajar Mengajar
1) Penyusunan Buku Modul dgn Metode KBK 2) Pengembangan Metode Pembelajaran 3) Pemantapan Supervisi Pendidikan 4) Pengadaan ABBM
d. Pengabdian Pada Masyarakat
1) Mengoptimalkan pelaksanaan praktek kerja nyata
2) Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat 3) Menyelenggarakan seminar-seminar bagi kepentingan masyarakat 4) Menjalin Kerjasama dengan Pemda Riau dalam Riset & Litbang Kesmas
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 5
e. Pengembangan sarana penunjang pendidikan :
1) Pembenahan pengelolaan dan pemeliharaan alat inventaris penunjang pendidikan
2) Mengembangkan sarana penunjang pendidikan seperti kepustakaan, laboratorium dsb
3) Mengoptimalkan penggunaan penunjang pendidikan seperti laboratorium klinik dan perpustakaan
f. Pembinaan Civitas Akademis
1) Menfasilitasi mahasiswa dalam mendapatkan beasiswa 2) Pembinaan organisasi
3) Memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi
4) Membantu mahasiswa dalam pengembangan bakat yang dimiliki
5) Melengkapi sarana penunjang yang diperlukan oleh kegiatan mahasiswa 6) Pembinaan hubungan yang kondusif antar mahasiswa
g. Mengembangkan Program Pendidikan Keperawatan Dari D.III ke D.IV 1) Mengadakan pengkajian kemungkinan program yang akan dikembangkan
2) Melakukan koordinasi dan pembahasan SDM dan saana dan penunjang yang dimiliki
3) Menyusun perencanaan pengembangan
4) Melakukan koordinasi dengan BPSDM Kesehatan dan pengurusan 5) Menyelenggarakan pengembangan
h. Penataan Kelembagaan sebagai politeknik kesehatan dengan paradigma baru 1) Menyusun Renja dan menerapkan pada manajemen & anggaran terpadu 2) Melakukan evaluasi diri terhadap Kemampuan Poltekkes dalam
melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi serta komponen lainnya yang terkait
E. SUMBER DAYA
1. Sumber Daya Manusia a. Struktur Organisasi
Sesuai dengan Permenkes RI No. : HK.03.05/I.2/03086/2012, tentang Organisasi dan Tatakerja Politeknik Kesehatan Kemenkes, maka Poltekkes Kemenkes Riau dipimpin oleh seorang Direktur yang dibantu oleh 3 (tiga) orang Pembantu Direktur, 2 (dua) orang pejabat eselon IV dan beberapa pejabat fungsional lainnya
Susunan Organisasi Poltekkes, terdiri atas
1. Direktur : Rusherina, SPd, S.Kep, M.Kes
2. Pembantu Direktur I : Ir. Mangapul Banjarnahor, M.Kes
3. Pembantu Direktur II : Juraida Roito. H,SKM. M.Kes
4. Pembantu Direktur III : Suryatni, SKp, M.Kes
5. Senat Poltekkes :
Ketua : Rusherina, SPd, S.Kep, M.Kes
Sekretaris : Ir. Mangapul Banjarnahor, M.Kes
Anggota : Perwakilan Jurusan/Prodi
6. Sub. Bag ADUM : Pahlawan Siregar, SE, MKes
7. Sub. Bag ADAK : Joni Rizal. M, S.Sos, MM
8. Unit Penelitian dan : Wiwiek Delfira, M.Kep, Ns
Pengabdian Masyarakat
9. Unit Penjaminan Mutu : Husnan, SKp, MKM
10. Unit Laboratorium : Fitria Gusfa, MSi
11. Unit Perpustakaan : Nurasnah, S.Ag
12. Unit Pemeliharaan & Perbaikan : Ovita Vitrisia, S.Pd
13. Unit Komputer : Ibnu Rusdi, S.Kp.,M.Kes
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 17
b. BAGAN ORGANISASI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU TAHUN 2014.
Kelompok Jabatan Fungsional
(Fungsional Kependidikan, Fungsional Penunjang akademik, Fungsional Teknisi, Fungsional Bidang Administrasi) (i)
PUDIR I I
Juraida Roito .H, M.Kes
MKes
PUDIR I I I Suryatni, SKp, MKes PUDIR I
Ir. Mangapul B, MKes
DIREKTUR
Rusherina, SPd, S.Kep, M.Kes SENAT
POLTEKKES
Ka. Jurusan Keperawatan
Masnun, SST,S.Kep, M.Biomed
Ka. Jurusan Kebidanan
Fathunikmah, SPd,M.Biomed
Ka. Jurusan Gizi
Alkausyari Azis, SKM, MKes
Ka Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(PPM)
Wiwiek Delfira, M.Kep, Ns
Ka. Unit Penjaminan Mutu
Husnan, SKp, MKM
Ka. Unit Laboratorium
Fitria Gusfa, MSi
Ka. Unit Perpustakaan
Nurasnah, SAg
Ka. Unit komputer
Ibnu Rusdi, S.Kp., MKM
Ka. Unit Pemeliharaan Perbaikan
Ovita Vitriani, SPd
Sub.Bag. ADUM
Pahlawan. S, SE, MKes
Kaur. Umum
Angelina Safitri, SKM
Kaur Keuangan
Al Kafi Budiyarman, S.Kom
Kaur Kepegawaian
Zukri Afriadi, SKM
Sub. Bag. ADAK
Joni Rizal.S.Sos, MM Kaur Akademik Sri Mulyenti SKM Kaur Kemahasiswaan Afrida, SKM Kaur Perencanaan danSistem Informasi Lusi Sepriana L.S.SKM
Ka. Unit Humas
c. JUMLAH SDM POLTEKKES KEMENKES RIAU MENURUT GOLONGAN KEPANGKATAN, UMUR DAN GENDER TAHUN 2014
NO DIREKTORAT/JURUSAN
PNS POLTEKKES
TOTAL KELOMPOK TENAGA FUNGSIONAL
KELOMPOK TENAGA NON FUNGSIONAL DOSEN Fungsional penunjang (Intruktur & Pustakawan) FUNGSIONAL TEKNISI FUNGSIONAL DI BID ADMINISTRASI JUMLAH KELOMPOK FUNGSIONAL Tenaga Pengajar Tenaga Kependidikan dan Umum L P L P L P L P L P L P L P L P JUMLAH
1 Direktorat (Adum, Adak Unit) 1 0 1 20 36 21 37 58 2 Jurusan Kebidanan 15 0 15 1 10 1 25 26 3 Jurusan Keperawatan 2 13 2 13 1 6 2 5 19 24 4 Jurusan Gizi 2 2 2 2 15 1 3 17 20 JUMLAH 4 30 1 4 31 2 31 23 36 30 98 128 34 1 0 0 35 38 128
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 19 d. JUMLAH DOSEN TETAP DAN TIDAK TETAP POLTEKKES KEMENKES RIAUTAHUN 2014
NO INSTITUSI
TENAGA PENGAJAR TETAP TENAGA PENGAJAR TIDAK TETAP
TOTAL KESEHATAN
JLH NON KESEHATAN JLH KESEHATAN JLH NON KESEHATAN JLH D4 S1 S2 S3 D4 S1 S2 S3 D4 S1 S2 S3 D4 S1 S2 S3 1 D.III Kebidanan 4 3 11 0 18 0 0 0 0 0 0 1 3 4 0 2 3 5 27 2 D.III Keperawatan 0 9 11 0 20 0 0 0 0 0 0 1 4 1 6 0 1 3 4 30 3 D.III Gizi 0 3 12 1 16 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 1 2 - 3 21 4 D.IV Kebidanan 2 2 12 0 16 0 0 0 0 0 0 3 7 10 0 4 6 0 10 36 5 D.IV Keperawatan 0 8 11 0 19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 6 0 10 29 JUMLAH 6 25 57 1 89 0 0 0 0 0 0 7 14 1 22 0 12 20 0 32 143
e. JML SDM POLTEKKES KEMENKES RIAU MENURUT KELOMPOK FUNGSIONAL, NON FUNGSIONAL DAN GENDER TAHUN 2014
NO DIREKTORAT/JURUSAN
PNS POLTEKKES
TOTAL KELOMPOK TENAGA FUNGSIONAL
KELOMPOK TENAGA NON FUNGSIONAL DOSEN Fungsional penunjang (Intruktur & Pustakawan) FUNGSIONAL TEKNISI FUNGSIONAL DI BID ADMINISTRASI JUMLAH KELOMPOK FUNGSIONAL Tenaga Pengajar Tenaga Kependidikan dan Umum L P L P L P L P L P L P L P L P JUMLAH
1 Direktorat (Adum, Adak Unit) 1 0 1 20 36 21 37 58 2 Jurusan Kebidanan 15 0 15 1 10 1 25 26 3 Jurusan Keperawatan 2 13 2 13 1 6 2 5 19 24 4 Jurusan Gizi 2 2 0 2 15 1 3 17 20 JUMLAH 4 30 1 2 31 2 31 23 36 30 98 128 34 1 0 0 33 38 128
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 17
2. SARANA DAN PRASARANA
a. SARANA
Pelakasanaan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di lingkungan Poltekkes Kemenkes Riau perlu dukungan sarana gedung sebagai t empat proses belajar mengajar dan kegiatan admininistrasi.
Luas tanah bangunan Poltekkes Kemenkes Riau + 16.480 M2 yang terletak di tengah pusat kota Pekanbaru. Dengan luas tanah yang tersedia tersebut, lebih kurang 96% atau 15.944 M2 telah dipergunakan untuk bangunan gedung dan fasilitas lainnya.
Tabel I.1 : Jumlah dan Luas Bangunan Gedung Periode Tahun 2014
No
Luas Bangunan Ukuran Luas Tahun Kondisi Ket
dan Sarana
Penunjang P L (M2) Bangun R RR RB
I GEDUNG
1 Rumah Dinas / Rektorat 166 1990
2 Kantin 49,5 2005
3 Pos Jaga 10 1996 R
4 Gedung Aula yang lama 385 2002 R
- Luas Ruang 16 R
- KM/WC
5 Ruang Kelas Belajar 627 1985 R RR
Type A 102,6 1995 RR - Luas Ruang 264 RR - Luas Selasar 80 Type B - Luas Ruang - Luas Selasar 6 Garase 100 1996
7 Gedung Majelis Guru 288 1998 R
8 Labor Komputer 16 2001 RR
- Luas Ruang 9
- Luas Selasar
- Luas Ruang 49 - Luas Selasar 10 Pendopo 96 1987 11 Gedung Pustaka 80 2001 R - Was Ruang 20 - Was Selasar 12 Musholla 86 1985 R
13 Ruang Dosen 120 1995 Balk
14 Labor Gizi 118 2000 RR
15 Ruang Kemahasiswaan 54 1995
16 Labor Bahasa 75 1999 Baik
17 Rumah Dinas 61,75 1988 R RR Type 1 166 1988 R RR Type 2 154 1988 Type 3 65 1988 Type 4 18 Asrama Mahasiswa 477 1993 R RR Type A 156 1993 R RR -Was Ruang 528 - Was Selasar 168 Type B - Was Ruang - Was Selasar 19 Dapur Mahasiswa 24 1993 RB II FASILITAS LAINNYA I Lapangan Upacara 90 70 6.330 R 2 Lapangan Volly 28 25 700 RR
3 Lapangan Bulu tangkis 24 15 360
4 Areal Parkir 55 50 2.750 R
5 Taman Rektorat 35 20 700 R
6 Taman Pustaka 20 14, 298 RR
8
Jumlah 15.944
Catatan : RR = Rusak Ringan, R = Rusak, RB = Rusak Berat
Tabel V.1 menunjukan luas lahan (tanah) Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau yang telah dipergunakan untuk pembangunan gedung dan fasilitas lainnya seluas 15.944 M2 sisanya 536 M2 merupakan lahan yang dipergunakan untuk penghijauan
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 19
dan saluran untuk pembuangan limbah /kesling. Keadaan bangunan saat ini masih terdapat yang telah berumur antara 10 sampai dengan 25 tahun.
b. PRASARANA
Prasarana Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau sebagai satu kesatuan dengan bangunan fisik serta seluruh peralatan, yang terdiri dari prasarana listrik, prasarana air, penanggulangan kebakaran, jaringan komunikasi, dan saluran buang limbah kamar mandi.
1). Listrik
Kebutuhan listrik dengan kapasitas daya tersambung dan PLN minimal 200 KVA dengan memiliki sistim jaringan listrik tegangan menengah 20 KV (jaringan listrik TM 20 KV) sesuai ketentuan yang berlaku. Fasilitas listrik yang tersedia di Poltekkes Kemenkes Riau saat ini adalah :
Transformator (kapasitas 200 KVA) Peralatan panel dan asesories 2 Unit Sistim pengamanan (grounding).
a). Sebagai pengamanan kebutuhan listrik pada ruang-ruang khusus seperti ruang komputer, laboratorium, tersedia peralatan UPS (Unlnteruptable
Power Supply), kapasitas UPS yang tersedia sangat rendah dan terbatas
sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh peralatan.
b). Melengkapi ruangan dengan emergency lighting seperti ruang laboratorium, ruang belajar sebagai penerangan cadangan pada saat terjadi pemutusan aliran daya listrik dari PLN atau generator set (Genset)
c). Penyediaan Generator Set (Genset)
Genset 5000 W, 1 unit kondisi rusak (solar) - Genset 3000 W satu unit
d). Grounding sistim panel gedung dan alat tidak terpisah, sehingga jika terjadi hubungan singkat jaringan instalasi gedung akan mempengaruhi juga kinerja peralatan dan penerangan. nilai grounding sistem di Poltekkes belum memenuhi standard (untuk peralatan 0,2 Ohm).
2). Air
dijamin kontinuitas distribusinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang cukup dan sesuai volume kebutuhan untuk pegawai, penghuni asrama dan kebutuhan instalasi dapur (kitchen). Jika rata-rata kebutuhan air bersih 60 liter/hari, maka air bersih yang harus tersedia untuk PNS dan karyawan kontrak 164 orang x 60 liter = 9.840 liter/hari, sementara untuk penghuni asrama dibutuhkan air bersih minimal 100 liter x 200 Orang = 20.000 liter/hari. Sehingga total kebutuhan air bersih di Poltekkes Kemenkes Riau minimal 20.000 + 9.840 = 29.840 liter per hari Penyediaan air bersih saat ini, dengan memanfaatkan sumber dari sumur bor dan perusahaan air minum.
3). Penanggulangan kebakaran
Sistem pelindung kebakaran masih bersifat sementara, dan belum direncanakan sesuai peraturan dan standar-standar nasional maupun interrnasional. Saat ini penanggulangan kebakaran masih dengan cara darurat yaitu penggunaan tabung racun api dan penyediaan air yang berasal dari sumur bor. Diharapkan di masa mendatang sistim penanggulangan kebakaran menggunakan sistem:
a). Hydrant Kebakaran di luar bangunan
b). Hydrant Kebakaran di dalam bangunan
c). Sistem Penyediaan air dengan menggunakan reservoir dan pompa listrik
4). Komunikasi
Komunikasi sangat berperan dalam menunjang kecepatan dan ketepatan informasi di seluruh unit. Sistim komunikasi yang dipergunakan saat ini di Poltekkes Kemenkes Riau adalah :
a). Telepon Eksternal
b). Hootspot
c). Soud System (tidak lengkap)
d). Televisi.
e). Komputerisasi dan infocus
5). Pengolahan dan Pembuangan Limbah
Limbah cair yang berasal dari bangunan asrama, kantor, dan fasilitas lainnya disalurkan ke pembuangan umum. Khusus untuk limbah yang berasal dari ruang laboratorium digunakan septick-tank sebagai penampungan dan peresapan.
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 21
6). Penangkal Petir
Untuk pengamanan gedung, peralatan dan manusia maka setiap gedung perlu dilengkapi dengan instalasi anti petir. Namun beberapa gedung yang ada di lingkungan poltekkes saat ini belum dilengkapi dengan instalasi petir. Mengingat Poltekkes merupakan pusat pendidikan dimana tingkat mobilisasi mahasiswa yang cukup tinggi di sekitar kampus, maka sistim pengamanan dan keselamatan manusia serta sarana, prasarana dan alat perlu mendapat prioritas utama.
7). Pelayanan Transportasi
Transportasi yang digunakan untuk kegiatan peraktek mahasiswa ke lapangan dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda enam (bus). Masalah yang dihadapi adalah ketersediaan kendaraan hanya 1 (satu) unit yakni kendaraan bus (roda enam) yang dipergunakan untuk mengantar dan menjemput mahasiswa yang melakukan peraktek ke lapangan, kondisinya masih baik.
8). Pagar
Pagar merupakan salah satu prasarana pengaman di lingkungan Politeknik
Kesehatan Kemenkes Riau, dan sangat bermamfaat untuk
mengamankan tanah milik Poltekkes Kemenkes Riau. Kondisi pagar dalam keadaan baik, namun masih terdapat pagar yang perlu mendapatkan perhatian dan perlu direhabbilitasi, terutama yang berbatasan dengan lingkungan pemukiman penduduk.
9). Kendaraan Operasional
Tabel I.2: Jumlah Kendaraan Operasional Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau Tahun 2014.
No Nama Jenis
Kend Merk/ Type Tahun
Kondisi
Keterangan (No.Pol)
R RB Bai
k
1 Bus Roda 6 Mitsubushi 2010 - - B BM 7401 AP
2 Minibus Roda 4 Toyota Innova 2006 - - B BM 1539 AP
3 Minibus Roda 4 KIA/ Travello 2007 - - RB BM 7371 AP
4 Minibus Roda 4 Avanza 2010 - - B BM 1419 TP 5 Minibus Roda 4 Avanza 2010 - - B BM 1430 TP 6 M I n I b u s Roda 4 Avanza 2010 - - B BM 1431 TP
7 M I n I b u s Roda 4 Suzuki APV 2010 - - B
BM 1433 TP Sumber data: UPP Poltekkes Kemenkes Riau.
Tabel I.2, menampilkan jumlah dan jenis kendaraan operasional Politeknik Kemenkes Riau periode bulan Agustus 2014.
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Berdasarkan kerangka pikir, sistematika penyajian laporan akuntabilitas kinerja Poltekkes Kemenkes Riau sebagai berikut.
1. Bab I Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan penulisan laporan, tugas pokok dan fungsi Poltekkes Kemenkes Riau, visi misi dan gambaran umum sumber daya yang dimiliki Poltekkes Kemenkes Riau serta sistematika penyajian laporan.
2. Bab II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja, menjelaskan tujuan dan sasaran, penetapan kinerja, rencana kinerja tahunan Poltekes Kemenkes Riau tahun 2014.
3. Bab III Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan tentang pengukuran kinerja, evaluasi kinerja, analisis akuntabilitas kinerja Poltekkes Kemenkes Riau selama tahun 2014.
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 23
A. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS POLTEKKES KEMENKES RIAU
1. Tujuan ditetapkannya perencanaan kinerja adalah :
a. Memberikan arah pelaksanaan kerja organisasi dalam rangka pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau
b.
Terukurnya pelaksanaan dan capaian kinerja organisasi sesuai dengan perencanaankinerja yang telah ditetapkan.
2. Sasaran Strategis adalah hasil keluaran (Output) dan Outcome yang merupakan indikator kinerja utama dari pelaksanaan tujuan serta tugas Pokok dan fungsi Poltekkes Kemenkes Riau yang dipaparkan dalam kurun satu tahun kinerja. Sasaran strategis ini mengacu pada visi dan Misi Poltekkes Kemenkes Riau :
Adapun sasaran Strategis Poltekkes kemenkes Riau Tahun 2014 adalah Sbb a. Persentase lulusan tepat waktu sebanyak 90 %
b. Persentase lulusan dengan IPK ≥ 2,75 sebanyak 905 % c. Persentase penyerapan lulusan di pasar kerja sebanyak 80 %
d. Jumlah penelitian yang dilakukan dosen sebanyak 10 Judul penelitian e. Jumlah Publikasi karya ilmiah sebanyak 10 naskah
f. Jumlah Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 25 pengabdian kepada masyarakat
B. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014
Unit Organisasi : Poltekkes Kemenkes Riau
Tahun Anggaran : 2014
Table 2.1. Penetapan Kinerja Tahunan Poltekkes Kemenkes Riau
No. SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA TARGET
1 Persentase lulusan tepat waktu
Persentase penyelesaian masa studi sesuai dengan program studi
90 %
2 Persentase lulusan dengan IPK ≥ 2,75
Persentase lulusan dengan perolehan IPK ≥ 2,75
90 %
3 Persentase
penyerapan lulusan di pasar kerja
Persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan,
BAB II
dihitung dari kegiatan wisuda 80 %
4 Jumlah penelitian yang dilakukan dosen
Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam 1 tahun
10 penelitian
5 Jumlah Publikasi
karya ilmiah
Persentase karya ilmiah yang dipublikasi dalam jurnal (terakreditasi) per tahun
10 naskah
6 Jumlah Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat
Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen per tahun
25 Pengabmas
Jumah Anggaran Poltekkes Kemenkes Riau Tahun 2014 : Rp 19.970.508.000,- Pekanbaru, 07 Januari 2014 Kepala Badan PPSDM Kesehatan
Kemenkes,
dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes NIP. 195810171984031004
Plt.Direktur Poltekkes Kemenkes Riau,
Ir. Mangapul Banjarnahor, M.Kes. NIP. 195912021985031002.
Tabel 2.2 Jumlah Anggaran Penetapan Kinerja Tahun 2014
No.
Sasaran Strategis
Target
Jumlah Anggaran Yang
Tersedia
1
Persentase lulusan tepat
waktu
90 %
4.679.418.000
2
Persentase lulusan dengan
IPK ≥ 2,75
90 %
2.096.994.000
3
Persentase penyerapan
lulusan di pasar kerja
80 %
152.795.000
4
Jumlah penelitian yang
dilakukan dosen
10 penelitian
126.578.000
5
Jumlah Publikasi karya
ilmiah
10 naskah
5.700.000
6
Jumlah Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 25
Tabel 2.3 Pembandingan Indikator Kinerja Tahun 2010-2014 Poltekes Kemenkes Riau
No
Indikator
2010
2011
2012
2013
2014
1
Persentase lulusan tepat waktu
80%
80%
80%
85%
90%
2
Persentase lulusan dengan IPK ≥ 2,75
80%
80%
85%
85%
90%
3
Persentase penyerapan lulusan di pasar kerja
60%
70%
70%
80%
80%
4
Jumlah penelitian yang dilakukan dosen
5
15
15
10
10
5
Jumlah Publikasi karya ilmiah
3
3
3
7
10
6
Jumlah Kegiatan pengabdian kepada
C. RENCANA KINERJA TAHUNAN POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014
Rencana Kinerja Poltekkes Kemenkes Riau dilaksanakan secara kolaboratif antara Direktur, Pudir I,II,II, Unit Penjaminan Mutu. Subbag ADUM dan Adak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Pelaksanaan Kinerja dilaksanakan oleh seluruh Civitas Akademik. Adapun Rencana Kinerja Tahunan Poltekkes Kemenkes Riau tahun 2014 mengacu pada Misi Poltekkes Kemenkes Riau. Antara lain:
Misi 1. Menyelenggarakan pendidikan kesehatan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, beriman dan bertaqwa
SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN INDIKATOR TARGET
1. Persentase lulusan tepat waktu 2. Persentase lulusan dengan IPK ≥ 2,75 3. Persentase penyerapan lulusan di pasar kerja
1. Pengembangan dan penataan Manajemen Organisasi
2. Peningkatkan SDM baik kuantitas dan kualitas
3. Pengembangan sarana penunjang pendidikan
4. Peningkatan perencanaan dan pengadaan sarana dan prasarana IT
5. Peningkatan pemeliharaan sarana dan prasarana IT
6. Peningkatan monitoring evaluasi dalam pelaksanaan IT
7. Peningkatkan sarana dan
Institusi
1. Pengelolaan Manajemen Poltekkes Kemenkes Riau dilakukan Secara Transparan dan Akuntabel yang dapat di akses melalui jaringan /IT Poltekkes Kemenkes Riau 2. Institusi menyelenggarakan
pelatihan/penyegaran dosen sesuai bidang ilmu
3. menyelenggarakan pelatihan/penyegaran administrasi sesuai bidang 4. Peningkatan Persentase dosen
1. 80 % Akses
menggunakan jaringan IT
2. minimal 1.. x /tahun
3. minimal 1. x /tahun
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 27
prasarana PBM sesuai standar TUK
8. Peningkatan pengadaan referensi 9. Penyiapan regristrasi dan
sertifikasi melalui program pengayaan
S2 sampai dengan tahun 2014 5. Alat-alat bantu belajar mengajar mengacu pada standar nasional Pendidikan/TUK (Tempat Uji Kompetensi)
6. Jenis dan jumlah buku
Dosen
7. Dosen mengikuti program pengembangan sesuai bidang keilmuan
8. dosen memiliki kemampuan dalam penggunaan IT 9. Hasil angket mahasiswa
terhadap kinerja dosen dengan
Layanan Administrasi
10. layanan administrasi akademik , kemahasiswaan perencanaan, SI umum, keuangan dan
kepegawaian menggunakan IT 11. tenaga administrasi terlatih
dalam memberikan pelayanan
5. minimal mencapai 50 %
6. memenuhi/ mendekati ratio 1: 10
7. 80 %
8. 80 %
9. nilai minimal 80 sebanyak 75 % dari jumlah dosen
10. 80 % menggunakan IT
yang berbasis IT
12. Hasil angket mahasiswa
terhadap kepuasan pelayanan di lingkungan pendidikan Poltekkes Kemenkes Riau
13. Kinerja tenaga non kependidikan (diluar DP3) hasil penilaian atasan langsung di lingkungan Poltekkkes Kemenkes Riau
Mahasiswa
14. Mahasiswa lulus tepat waktu ( 6 semester untuk D III, 2 semester untuk D IV dan 5 semester untuk Program khusus)
15. Semua lulusan disiapkan untuk mengikuti registrasi dan
sertifikasi profesi
16. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan ≥ 2,90
17. mahasiswa memiliki
kemampuan dalam penggunaan IT
12. dengan nilai minimal 80
13. dengan nilai minimal 80 sebanyak 75%
14. minimal 85%
15. 100%
16. 80 %
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 29
Misi 2. Melaksanakan penelitian terapan di bidang kesehatan yang berguna bagi masyarakat
SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN INDIKATOR TARGET
4. Jumlah penelitian yang dilakukan dosen 5. Jumlah Publikasi
karya ilmiah
1. Penyediaan pendanaan riset 2. Pengaturan kesempatan
penelitian bagi setiap dosen 3. Peningkatan kerja sama dalam
bidang penelitian dengan pihak luar
4. Peningkatan kualifikasi jurnal
1. Dosen melaksanakan penelitian 1 x dalam setahun
2. hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Menyelenggarakan seminar penelitian ilmiah 1 x dalam setahun
3. dosen menulis modul, buku ajar, panduan praktek 4. dosen mengembangkan teknologi/media/model pembelajaran 1. 90 % 2. 80 % 3. 40 % 4. 30 %
Misi 3. Melaksanakan pengabdian masyarakat dan pemanfaatan iptek bidang kesehatan untuk perubahan perilaku hidup sehat
SASARAN STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN INDIKATOR TARGET
6. Jumlah Kegiatan pengabdian kepada masyarakat
Pembuatan MOU dengan stake holder (daerah binaan)
Pengimplementasian hasil penelitian kepada masyarakat Penyelenggaraan seminar dan pelatihan kepada masyarakat Penyelenggaraan bakti sosial sesuai kebutuhan masyarakat
dosen melaksanakan pengabdian masyarakat 1 x dalam satu semester
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 31
BAB I
A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan melalui Permenpan Nomor: 29/2010 tentang pedoman penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan.
Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Riau dalam kurun waktu bulan Januari – Desember 2014.
Tahun 2014 merupakan tahun ke lima pelaksanaan dari Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010–2014. Adapun pengukuran kinerja yang dilakukan adalah dengan membandingkan realisasi capaian dengan rencana tingkat capaian /target pada setiap indikator, sehingga diperoleh gambaran tingkat keberhasilan pencapaian masing-masing indikator. Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut diperoleh informasi menyangkut masing-masing indikator, sehingga dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan program/kegiatan di masa yang akan datang agar setiap program/ kegiatan yang direncanakan dapat lebih berhasil guna dan berdaya guna.
Selain untuk mendapat informasi mengenai masing-masing indikator, pengukuran kinerja ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kinerja Poltekkes Kemenkes Riau khususnya dibandingkan dengan tahun 2013.
Manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak internal dan eksternal tentang pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Penetapan Kinerja.
Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Poltekkes Kemenkes Riau dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu 1 (satu) tahun. Dalam rangka mencapai sasaran, perlu ditinjau indikator-indikator Poltekkes Kemenkes Riau yang telah ditetapkan. Sasaran Poltekkes Kemenkes Riau adalah sebagai berikut :
Sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja Poltekkes Kemenkes Riau dan Renstra Kementerian Kesehatan, terdapat 6 (enam) indikator kinerja output yaitu :
BAB III
1. Persentase penyelesaian masa studi sesuai dengan program. 2. Persentase lulusan dengan mendapatkan IPK ≥ 2,75
3. Persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan, dihitung dari kegiatan wisuda.
4. Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam 1 tahun.
5. Persentase karya ilmiah yang dipublikasi dalam jurnal yang terakreditasi per tahun. 6. Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen per tahun.
Besaran target dan realisasi masing-masing indikator sebagaimana tertera pada tabel berikut ini:
Tabel III.1. Target dan Realisasi Poltekkes Kemenkes Riau Tahun 2014 SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA TARGET REALISASI %
Persentase lulusan tepat waktu
Persentase
penyelesaian masa studi sesuai dengan program 264 orang 227 orang 86 Persentase lulusan dengan IPK ≥ 2,75 Persentase lulusan dengan mendapatkan IPK ≥ 2,75 240 orang 238 orang 99 Persentase penyerapan lulusan di pasar kerja Persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan, dihitung dari kegiatan wisuda 240 orang 99 orang 41,25 Melakukan kegiatan penelitian Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam 1 tahun 10 Judul penelitian 18 Penelitian 180 Jumlah Publikasi karya ilmiah Jumlah karya ilmiah yang dipublikasi dalam jurnal (terakreditasi) per tahun 10 Naskah 34 Naskah 340 Jumlah Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan per tahun
25 Pengabmas
42 Kegiatan 168
Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2014 : Rp 19.970.508.000,-,-
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 33
B. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA
Dilihat dari capaian masing-masing indikator, untuk tahun 2014 Poltekkes Kemenkes Riau dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab unit organisasi. Uraian kinerja dari masing-masing indikator adalah sebagai berikut:
1. Indikator Pertama
Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator pertama adalah:
Persentase penyelesaian masa studi sesuai, belum melampaui target program yang telah ditetapkan.
Sasaran Kegiatan:
Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan sesuai standar pelayanan pendidikan
Kondisi yang dicapai:
Pada tahun 2014 Poltekkes Kemenkes Riau telah meluluskan sebanyak 275 orang mahasiswa, yang terdiri dari 77 orang dari Jurusan Kebidanan kelas reguler dan 26 orang dari kelas non regular, 61 orang Jurusan Keperawatan kelas regular, 33 orang Jurusan Keperawatan non regular dan 78 orang dari Jurusan Gizi. Dari 275 orang tersebut, terdapat 14 orang merupakan mahasiswa yang lulus melebihi program masa studi pendidikan yang diharapan yaitu 6 (enam) semester atau 3 (tiga) tahun. Disamping itu jumlah mahasiswa yang masuk pada tahun tersebut adalah sebanyak 303 orang yang terdiri dari 80 orang Jurusan Kebidanan kelas regular, 26 orang Jurusan Kebidanan kelas non regular, 78 orang Jurusan Keperawatan kelas regular, 39 orang Jurusan Keperawatan kelas non regular dan 80 orang dari Jurusan Gizi. Dalam perjalanan pendidikan selama 3 tahun tersebut, 43 orang mengalami kendala untuk menyelesaikan pendidikan sesuai program, sehingga hanya 261 orang lulus tepat waktu sesuai program Diploma Tiga dengan persentase sebagai berikut:
∑ Mhs yang lulus sesuai program
x 100 ∑ Mhs yang masuk pada tahun yang sama
261
Persentase = x 100 = 86,1 % 303
2. Indikator Kedua
Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator keempat adalah:
Persentase lulusan dengan mendapatkan IPK ≥ 2,75
Sasaran Kegiatan:
Meningkatnya prestasi akademik peserta didik yang dicerminkan oleh meningkatnya persentase peserta didik yang memperoleh indeks prestasi akademik lebih atau sama dengan 2,75.
Kondisi yang dicapai:
Pada tahun 2014 telah meluluskan sebanyak 240 mahasiswa dengan rata – rata IPK 3,17.
Tabel III.2. Data lulusan berdasarkan Nilai IPK ≥ 2,75 Tahun 2014.
No Jurusan Jumlah lulusan Nilai IPK ≥ 2,75 %
(1) (2) (3) (4) (5)
1 D.III Kebidanan Reguler 77 77 100
2 D.III Kebidanan Non Reguler 26 26 100
3 D.III Keperawatan Reguler 61 61 100
4 D.III Keperawatan Non Reguler 33 33 100
5. D. III Gizi 78 76 97,4
Jumlah 275 273 99,3
Dari 275 mahasiswa yang tersebar di 4 (empat) prodi terdapat 2 (dua) mahasiswa dengan IPK ≤ 2,75. Sehingga didapatkan persentase sebagai berikut :
∑ Lulusan dengan IPK ≥ 2,75
x 100 ∑ Semua lulusan pada tahun yang sama
273
Persentase = x 100 = 99,3 %
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 35
Permasalahan:
Rendahnya beberapa nilai IPK mahasiswa dikarenakan kemampuan mahasiswa/I tersebut masih dibawah rata-rata apabila dibandingkan dengan mahasiswa/I seangkatannya.
Usul Pemecahan masalah:
Usulan adanya program pendampingan belajar oleh dosen pembimbing akademik/ dosen wali secara intensif
3. Indikator Ketiga
Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator pertama adalah:
Persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan, dihitung dari kegiatan wisuda
Sasaran Kegiatan:
Tersedianya kurikulum institusi di seluruh program studi yang mampu menjamin kompetensi lulusan sesuai kualifikasi kompetensi para pengguna /stakeholder baik dalam maupun luar negeri.
Kondisi yang dicapai:
Target pada tahun 2014 sebanyak 80%, Namun capaian sesuai hasil monitoring lulusan oleh Sub Bagian Administrasi Akademik/ Kemahasiswaan adalah 56,6 %.
Permasalahan:
1. Kesulitan dalam pemantauan/monitoring lulusan Poltekkes Kemenkes Riau, sehingga data penyerapan lulusan dipasaran tidak termonitor dengan baik. 2. Belum optimalnya inventarisir penyerapan lulusan Poltekkes Riau
3. Terbatasnya penerimaan lulusan Diploma III pada formasi PNS, hal ini dapat dimonitor dari moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil untuk latar belakang pendidikan lulusan Diploma III Kesehatan.
4. Waktu tunggu para lulusan masih terbatas 4 (empat) bulan sejak wisuda, yakni pada bulan September 2014 dari penyusunan laporan ini.
5. Belum seluruhnya prodi atau jurusan melaporkan jumlah lulusan yang bekerja sejak 6 bulan setelah wisuda, sehingga prosentasi angka menjadi rendah
Usul Pemecahan masalah:
1. Diperlukannya pemanfaatan jaring sosial dan ikatan Alumni dalam memonitor lulusan dan penyerapan lulusan.
2. Perlunya suatu komitment bersama antara akademik, kemahasiswaan, penjaminan mutu dan lintas sektoral dalam melakukan monitoring lulusan dan penyerapan lulusan Poltekkes Kemenkes Riau
4. Indikator Keempat
Pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator keempat adalah :
Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam 1 tahun.
Sasaran kegiatan :
a. Tersedianya sumber-sumber pembiayaan penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan
b. Peningkatan jumlah pengajuan proposal dan realisasi penelitian yang dilaksanakan oleh dosen.
Kondisi yang dicapai :
Pada tahun 2014 telah dicapai sebanyak 12 penelitian yang terdiri dari 5 penelitian dibiayai melalui dana Risbinakes dan 7 penelitian melalui dana mandiri, dimana setiap penelitian dilakukan 1-3 dosen peneliti.
Tabel III.3. Jumlah penelitian berdasarkan sumber dana tahun 2014
No Jurusan Sumber Biaya Jumlah
Risbinakes Mandiri 1. 2. 3. Keperawatan Kebidanan gizi 2 1 2 3 3 1 5 4 3 Jumlah 5 7 12
Sesuai ketentuan dari pedoman Risbinakes 2014 bahwa seorang peneliti minimal berpendidikan S2,. Capaian Risbinakes tahun 2014 telah melebihi target capaian sebanyak 10 Penelitian. Kendala yang dihadapi saat ini penelitian masih bertumpu pada anggaran Dipa Poltekkes kemenkes Riau.
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 37
Usul pemecahan masalah :
Perlu adanya penggalian sumber dana lain baik dari pemerintah daerah ataupun pihak swasta. Sehingga keterbatasan dana dalam anggaran DIPA Poltekkes Kemenkes Riau untuk penelitian dapat dicarikan solusinya. Selain tiu perlu dicari dana penelitian atau bantuan penelitian dari luar intstitusi baik pemerintah daerah maupun swasta.
5. Indikator Kelima
Dalam pencapaian sasaran strategi yang menjadi indicator kelima adalah :
Persentase karya ilmiah yang dipublikasi dalam jumlah pertahun
Sasaran Kegiatan :
Peningkatan jumlah naskah publikasi penelitian melalui jurnal serta seminar hasil penelitian
Kondisi yang dicapai :
Pada tahun 2014 penelitian yang dipublikasikan sebanyak 32 naskah penelitian.
Permasalahan :
Publikasi karya ilmiah dosen tidak menemui kendala karena tahun 2014 Poltekkes Kemenkes Riau telah mencetak Jurnal Proteksi Kesehatan dengan Nomor ISSN: 2302-8610, Jurnal Ibu dan Anak dengan Nomor ISSN: 2338-1930 dan Jurnal Keperawatan dengan Nomor ISSN: 2354-8010.
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat juga mencari publikasi dari jurnal lain untuk memuat naskah penelitian dosen.
6. Indikator Keenam
Dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator keenam adalah :
Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen pertahun
Sasaran Kegiatan :
Pelaksanaan praktek kerja nyata (PKN), pendidikan, kesehatan, penerapan hasil penelitian, konseling gizi, pameran gizi, seminar-seminar kesehatan bagi masyarakat, bakti sosial dan lain-lain.
Kondisi yang dicapai :
Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan dosen minimal 1 kali dalam 1 tahun. Kegiatan pengabdian pada masyarakat tahun 2014 terlaksana 42 kali kegiatan dalam satu tahun yang tersebar di 4 (empat) prodi
Permasalahan :
Dana untuk pengabdian masyarakat tahun 2014 belum tersedia secara khusus untuk mengakomodir kegiatan tersebut, sehingga menghambat untuk penyediaan alat-alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan. Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen belum terdokumentasi dengan baik sehingga menyulitkan unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing program studi.
Usul pemecahan masalah :
Perlu diupayakan ketersediaan dana untuk pengabdian masyarakat tahun 2015 sehingga kegiatan dosen lebih terprogram dan terdokumentasi dengan baik.
C. REALISASI ANGGARAN
Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2014. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2014 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp4.410.542.076,00 atau mencapai 80,33 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp5.490.274.000,00. Realisasi Belanja Negara pada TA 2014 adalah sebesar Rp16.692.409.481,00 atau mencapai 83,46 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp20.000.508.000,00.
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 39
Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2014 dan 2013 dapat disajikan pada tabel sebagai berikut:
Tabel III.4: Perbandingan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2014 dan 2013.
Uraian
TA 2014
TA 2013
Anggaran
Realisasi
%
Realisasi
thd
Anggaran
Realisasi
Pendapatan
Negara
5.490.274.000,00
4.410.542.076,0080,33
4.529.365.003,00
Belanja Negara
20.000.508.000,00 16.692.409.481,0083,47
34.057.648.514,00
BAB I
A. KESIMPULAN
Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementrian Kesehatan yang berada di bawah Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementrian Kesehatan RI. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Nomor 298/ MENKES – KESOS/ SK/ IV/ 2001 tanggal 16 April 2001, maka ditetapkan berdirinya Poltekkes Kemenkes Riau,
Untuk menggerakan suatu organisasi perlu strategi dan berbagai dukungan antara lain kebutuhan sumber daya, pengorganisasian dan penggerakan pelaksanaan serta pengawasan, pengendalian serta penilaian pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).
Sumber Daya Manusia merupakan elemen yang paling strategis dalam suatu organisasi, dan perlu diakui bahwa peningkatan produktivitas kerja dapat dilakukan dengan kemampuan, kualitas dan profesionalisme SDM yang dimiliki. Berawal dari komponen-komponen: masukan, keluaran, manfaat, dan dampak yang dihasilkan, maka hasil pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran sasaran dapat dilaksanakan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Poltekkes Kemenkes Riau tahun 2014 merupakan perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, kebijakan, program, dan kegiatan Poltekkes Kemenkes Riau kepada pimpinan dalam hal ini Badan PPSDM Kesehatan dan seluruh stakeholders yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa Poltekkes Kemenkes Riau telah merealisasikan program dan kegiatan tahun 2014 untuk mencapai sasaran sebagaimana tercantum dalam Renstra Kementerian Kesehatan 2010-2014 yang diatur dengan SK Menkes Nomor HK.03.01/160/I/2010 dan Rencana Aksi Kegiatan Poltekkes Kemenkes Riau yang diatur dalam SK Direktur Poltekkes Kemenkes Riau Nomor: KP.01.03.02.0833.2/2014.
BAB IV PENUTUP
LAKIP POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2014 Halaman 41
B. SARAN TINDAK LANJUT
Dari hasil pelaksanaan program masih terdapat kegiatan yang belum terealisasi dengan optimal. Manajemen perencanaan dan pengawasan perlu ditingkatkan agar pelaksanaan program dimasa akan datang dapat terlaksana dengan baik.
Setiap pemegang program, diharapkan dapat mengantisipasi dalam hal penerapan waktu yang efisien dan efektif dalam menjalankan rencana program sesuai dengan indikator kerja utama
Pelaksanaan kegiatan program perlu didukung dengan data dan laporan pelaksanaan yang lengkap sehingga perencanaan program di tahun mendatang dapat terealisasi dengan baik sesuai dengan sasaran.