• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENSTRA OKU TIMUR FINAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RENSTRA OKU TIMUR FINAL"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan daya saing serta penguatan tata kelola dan pencitraan publik untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Prioritas pendidikan nasional saat ini meliputi pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tata kelola dan pencitraan publik, untuk itu Pemerintah memandang perlu memanfaatkan otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan seoptimal mungkin untuk memacu pembangunan pendidikan daerah dalam rangka membangun pendidikan nasional secara keseluruhan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dimulai dari suatu kegiatan penyusunan perencananaan pengembangan pendidikan di daerah. Dalam kerangka ini, Kabupaten OKU Timur perlu menyusun rencana pengembangan pendidikan yang komprehensif, khususnya Rencana Strategis Dinas Pendidikan 2016—2021 yang didukung dengan data dan informasi yang akurat, lengkap, aktual dan relevan, sehingga diharapkan masalah-masalah pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah di OKU Timur dapat ditanggulangi secara efektif dan efisien dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia, baik melalui dana dekonsentrasi maupun dana APBD propinsi, APBD Kabupaten/Kota serta bantuan masyarakat lainnya.

Dalam konteks tersebut di atas Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah baik yang diselenggarakan melalui Pendidikan Formal maupun Non Formal merupakan lembaga yang sangat dominan memberikan pengaruh terhadap kepentingan semua tingkat pendidikan. Karena hal tersebut maka pengembangan Pendidikan Dasar dan Menengah OKU Timur 2016— 2021 menjadi penting dan strategis, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Tuntutan pengembangan kompetensi out put/lulusan lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah, harus berorentasi pada kebutuhan nasional maupun global.

Dengan berbagai kepentingan yang berorientasi strategis, Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur menyusun dokumen Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur 2016—2021, sebagai bagian dari perencanaan pendidikan Kabupaten OKU Timur secara keseluruhan.

1.2. Maksud dan Tujuan

(2)

a. Umum

Sebagai acuan strategis Pembangunan Pendidikan Kabupaten OKU Timur tahun 2015 sampai 2020, yang komprehensif dan terpadu sesuai dengan potensi dan kebutuhan Kabupaten OKU Timur, dengan tetap mengacu pada standar pendidikan nasional.

b. Khusus

Sebagai panduan teknis implementasi Program pengembangan Pendidikan Formal dan Pendidiklan Non Formal Kabupaten OKU Timur 2016—2021, meliputi pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tata kelola dan pencitraan publik dalam penyelenggaraan pendidikan di OKU Timur.

1.3. Landasan Hukum

Penyusunan Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2016—2021 berdasarkan pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

a. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kota Praja di Sumatera Selatan;

b. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

c. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

e. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

f. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005—2025;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; h. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional Tahun 2004—2009;

i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

j. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

k. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ Tahun 2005 tentang Tata cara Penyusunan RPJP Daerah dan RPJM Daerah;

l. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah Kab. OKU TIMUR;.

m. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten OKU TIMUR tahun 2005-2025;.

(3)

PEMERINTAH tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016--2021Program Wajib Sekolah 12 Tahun (Lembaran Daerah Nomor 19 Tahun 2008).

p. Peraturan Bupati Ogan Komering Ulu Timur Nomor 33 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas-dinas, Badan-Badan, Kecamatan dan Kelurahan (Berita Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016 Nomor 33).

1.4.

Hubungan Renstra dengan Dokumen Perencanaan Lainya

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur adalah suatu dokumen perencanaan Pendidikan Dasar yang bersifat menyeluruh baik yang diselenggarkan dalam bentuk Pendidikan Formal, maupun Pendidikan Non Formal meliputi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Paket A/B/C, PAUD, Keaksaraan Fungsional (KF) dan Pembinaan Olah Raga Pelajar. Renstra disusun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur, dengan substansi pokok berdasarkan masukan dari Sekrtariat, Bidang Pendidikan Masyarakat, Olahraga dan Seni Budaya Pelajar, Bidang Kurikulum, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan serta pihak lain yang relevan.

Gambar 1.1 Hubungan Renstra Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Meskipun Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur mencakup

(4)

Pada RPJMD arah prioritas pembangunan di bidang pendidikan adalah penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun, dengan target Rata-rata Lama Sekolah (RRLS) tahun 2020 mencapai 9,07 tahun dan untuk Angka Melek Huruf (AMH) diharapkan mencapai 93,6%.

Dalam konteks ini RENSTRA berperan sebagai dokumen acuan perencanaan, baik selama lima tahun maupun tahapan tahunannya, memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Pembangunan yang disusun dengan tupoksi dan bersifat indikatif, untuk mencapai target yang telah digariskan dalam RPJMD ke-2 2016—2021, sekaligus sebagai media informasi bagi masyarakat dan stakeholder pendidikan yang memiliki perhatian dan kepedulian dalam peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan di Kabupaten OKU Timur.

1.5. Proses Penyusunan

Sesuai dengan pengertian dan alur penyusunannya, RENSTRA merupakan rencana yang bersifat bottom up dengan memperhatikan spesifikasi kebutuhan pengembangan pendidikan masing-masing Bidang Pendidikan Kabupaten OKU Timur. dalam sebuah dokumen yang disebut dengan Renstra SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur tahun 2016— 2021.

Agar perumusan tujuan dan sasaran menjadi terukur, dirumuskan indikator kinerja, terutama indikator kinerja pada tingkat sasaran. Indikator kinerja sasaran ini merupakan gambaran prestasi kerja yang akan dicapai dengan pendekatan hasil (outcome) dari program-program bidang kewenangan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan.

A. Tahapan Kegiatan:

1. Pengumpulan data dan informasi

Data dan informasi awal dikumpulkan dari berbagai sumber, diantaranya yaitu dokumen perencanaan, data dasar, data/ informasi sekolah/lembaga, lembar individu sekolah, program yang sedang berjalan, dan Visi Misi Kabupaten.

2. Kompilasi dan analisis data informasi

Data dan informasi yang dikumpulkan dari sumber data dikompilasi dan dianalisis. Hasil analisisnya berupa poin-poin permasalahan, kondisi objektif, potensi positif dan potensi negatif yang akan dibawa ke forum Rapat Kerja Daerah.

3. Rapat Kerja Daerah Dinas Pendidikan

(5)

4. Pengolahan Hasil Rakerda

Rekomendasi yang dihasilkan dari Rapat Kerja Daerah Dinas Pendidikan dikaji kembali untuk penyusunan Visi.

5. Pernyataan Visi

Visi dirumuskan dan ditentukan berdasarkan rekomendasi hasil pengkajian.

6. Pernyataan Misi

(6)

Pengolahan Hasil Rakerda

Rapat Kerja Daerah Dinas Pendidikan Stakeholders

Kepala Sekolah IGTKI

Dewan Pendidikan PGRI

BMPS

Komite Sekolah

PENGUMPULAN

DATA DAN INFORMASI

SUMBER DATA : Dokumen perencanaan Data dasar

Data/ informasi sekolah/lembaga Lembar individu sekolah Program yang sedang berjalan Visi Misi Kabupaten

KompilDokumen perencanaan Data dasar

Data/ informasi sekolah/lembaga Lembar individu sekolah Program yang sedang berjalan Visi Misi Kabupaten

asi dan analisis data informasi

Perumusan Renstra :

Perumusan Indikator Kinerja Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Kebijakan dan Program

Perumusan Tujuan Pernyataan Misi

Pernyataan Visi

Gambar 1.2. Proses Penyusunan Renstra 2016—2021

7. Perumusan Tujuan

Tujuan dirumuskan berdasarkan Misi dan kondisi ke depan yang diharapkan.

8. Perumusan Renstra

(7)

B. Output yang Diharapkan

Output yang diharapkan dari proses ini adalah tersusunnya dokumen Renstra secara lengkap dalam bentuk narasi dan lampiran.

1.6.

Sistematika Penyusunan

Rencana

Strategis

SKPD Dinas Pendidikan tahun 2016—2021 disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut :

Bab I : PENDAHULUAN

Memuat latar belakang, maksud dan tujuan, landasan hukum, hubungan Renstra

dengan dokumen Perencanaan lainnya, proses penyusunan Renstra Tahun 2016—

2021 dan sistematika penyusunan.

Bab II : GAMBARAN PELAYANAN DAN KINERJA SKPD TAHUN 2004-2008

Memuat Gambaran Tupoksi SKPD Dinas Pendidikan, Gambaran Pelayanan dan

Kinerja SKPD sesuai Tupoksi, yaitu Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan

Ancaman; dan memuat Isu Strategis.

Bab III : VISI DAN MISI SKPD DINAS PENDIDIKAN

Memuat Visi, Misi dan Arah Pembangunan Dinas Pembangunan Tahun 2016—2021.

Bab IV : STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH SKPD DINAS PENDIDIKAN

Memuat Kebijakan Pembangunan Dinas Pendidikan, dan Strategi Pencapaian

Pembangunan Tahun 2016—2021.

Bab V : PROGRAM PEMBANGUNAN SKPD DINAS PENDIDIKAN

Memuat Program Pembangunan dan Indikator Kinerja Masing-Masing Program, dan

Kegiatan Indikatif dari Berbagai Sumber Pendapatan.

(8)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DAN KINERJA DINAS PENDIDIKAN

2.1. Gambaran Tupoksi SKPD Dinas Pendidikan

.

Dinas Pendidikan merupakan perangkat daerah sebagai unsur pelaksana teknis di bidang pendidikan, dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Pendidikan sebagai bagian dari unsur pelaksana teknis pendidikan bertugas nelaksanakan visi Bupati OKU TIMUR yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016—2021 Nyaman Tanpa Jalan Berlubang memiliki 6 (enam) misi, yaitu:

Misi Pertama, mewujudkan infrastruktur yang layak

Misi Kedua, memberikan rasa aman dan nyaman dengan sinergitas antara masyarakat, Pemerintah dan aparat keamanan.

Misi Ketiga, mewujudkan kualitas SDM yang profesional, berbudaya dan berakhlak mulia yang berorientasi pada pelayanan publik.

Misi Keempat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses dan pemerataan pembangunan.

Misi Kelima, meningkatkan kesejahteraan, kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat

Misi Keenam, mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis pada pembangunan pertanian berkelanjutan.

Landasan operasional untuk melaksanakan misi tersebut didasarkan pada Peraturan Bupati OKU Timur Nomor 43 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur, tugas pokok Dinas Pendidikan adalah melaksanakan kewenangan Daerah di bidang pendidikan serta tugas pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah atau Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Dinas Pendidikan mempunyai fungsi :

- Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang pendidikan

- Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan pelayanan umum di dibidang pendidikan yang meliputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, TK, RA, KOBER, SPS, TPA), Pendidikan Dasar (SD,MI, SMP, MTs), Pendidikan Menengah (SMA, MA, dan SMK), Pendidikan Non Formal dan In Formal Perguruan Agama Islam serta Pembinaan Keolahragaan Pelajar.

- Pelaksanaan teknis fungsional di bidang pendidikan

- Pengelolaan administrasi umum, meliputi urusan umum, urusan keuangan dan urusan kepegawaian.

Susunan Organisasi Dinas Pendidikan adalah sebagai berikut: a. Kepala Dinas

(9)

1) Subbagian Umum dan Kepegawaian; 2) Subbagian Perencanaan;

3) Subbagian Keuangan.

c. Bidang Kurikulum, membawahi :

1) Seksi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); 2) Seksi Kurikulum Sekolah Dasar (SD);

3) Seksi Kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP). d. Bidang Sarana dan Prasarana, membawahi:

1) Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); 2) Seksi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar (SD);

3) Seksi Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Pertama (SMP). e. Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, membawahi :

1) Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); 2) Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar (SD);

3) Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). f. Bidang Pendidikan Masyarakat, Olahraga dan Seni Budaya Pelajar membawahi :

(10)
(11)

Dengan Struktur di atas maka Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur memiliki :

a. Jabatan Struktural

i. Eselon II, 1 orang

ii. Eselon IIIa, 5 orang

iii. Eselon IVa, 15 orang

iv. Kepala UPT Kecamatan 20 orang

b. Jabatan Fungsional

i. Para guru dari mulai jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMU/MA/SMK

ii. Para guru yang memperoleh tugas tambahan sebagai Kepala

Sekolah

iii. Jabatan fungsional Pamong Belajar di UPT

iv. Jabatan fungsional Pengawas TK/SD, Pengawas SLTP dan

Dikmen sebanyak 21 orang.

2.2. Gambaran Pelayanan dan Kinerja SKPD sesuai Tupoksi 1. Kondisi Sosial dan Budaya

a. Geografis

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur merupakan satu dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, dengan luas wilayah 3.370 km2. Dilihat dari sisi geografisnya kabupaten ini terletak antara 103o40’ Bujur Timur sampai dengan 104o33’ Bujur Timur

dan antara 3o45’ sampai dengan 4o55’ Lintang Selatan, dengan batas-batas wilayah

sebagai berikut :

Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu

Selatan dan Kabupaten Way Kanan (Provinsi Lampung)

Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Ogan Ilir Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Luas wilayah Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang beribukota Martapura meliputi 20 Kecamatan, 7 Kelurahan, 286 Desa (hingga akhir 2013). Adapun luas wilayah kabupaten OKU TIMUR berdasarkan kecamatan adalah sebagai berikut :

Nama Kecamatan

Luas (km

2

)

Persentase (%)

1. Martapura

102,16

3,03

2. Bunga Mayang

113,54

3,37

3. Jaya Pura

230,17

6,83

4. B.P. Peliung

154,13

4,57

5. Buay Madang

114,36

3,39

6. Buay Madang Timur

156,25

4,64

7. B.P. Bangsa Raja

192,95

5,73

8. Madang Suku II

129,34

3,84

(12)

10. Madang Suku I

211,25

6,27

11. Belitang Mdg Raya

163,59

4,85

12. Belitang I

354,5

10,53

13. Belitang Jaya

91,97

2,73

14. Belitang III

153,87

4,56

15. Belitang II

153,59

4,56

16. Belitang Mulya

45,97

1,36

17. Semendawai Suku III

297,77

8,83

18. Semendawai Timur

183,27

5,44

19. Cempaka

101

3

20. Semendawai Barat

225

6,68

b. Pemerintahan Daerah Kabupaten OKU Timur

Sampai dengan Tahun 2007 Kabupaten OKU Timur terdiri dari 22 daerah Kecamatan. Dari 22 Kecamatan ini terbagi lagi atas Desa/Kelurahan. Jumlah daerah kecamatan dan Desa/Kelurahan pada setiap Kecamatan sebagai berikut :

Tabel 2.1 KECAMATAN DAN JUMLAH DESA DI KABUPATEN OKU TIMUR

NO NAMA KECAMATAN JUMLAH DESA

1 BELITANG JAYA 13

2 CEMPAKA 13

3 BUAY PEMUKA BANGSA RAJA 7

4 BUAY MADANG 17

5 BUAY PEMUKA PELIUNG 13

6 BELITANG MULYA 12

7 BELITANG III 20

8 MADANG SUKU III 10

9 MARTAPURA 16

10 JAYAPURA 8

11 BELITANG MADANG RAYA 16

12 BUNGA MAYANG 8

13 MADANG SUKU I 13

14 BELITANG II 24

15 BUAY MADANG TIMUR 27

16 BELITANG 24

17 SEMENDAWAI BARAT 12

18 SEMENDAWAI SUKU III 19

19 SEMENDAWAI TIMUR 19

20 MADANG SUKU II 19

Sumber : Dinamika Pembangunan Kabupaten OKU Timur (2016)

(13)

c. Demografi

Berdasarkan kondisi eksisting Jumlah Penduduk Kabupaten OKU TIMUR tercatat 634.700 jiwa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan di Kecamatan Buay Madang Timur yakni 55.617 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah berada di Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja dengan jumlah penduduk 11.502 jiwa saja dengan tingkat kepadatan 186 km².

No Kecamatan PendudukJumlah Luas Daerah Kepadatan(Jiwa/Km²) (Km²)

1 Martapura 50.095 102,16 261

2 Bunga Mayang 16.481 113,54 85

3 Jaya Pura 12.103 230,17 76

4 Buay Pemuka Peliung 32.793 154,13 196

5 Buay Madang 37.133 114,36 460

6 Buay Madang Timur 55.617 156,25 390

7 Buay Pemuka Bangsa Raja 11.502 192,95 111

8 Madang Suku II 29.679 129,34 122

9 Madang Suku III 24.630 195,32 147

10 Madang Suku I 35.395 211,25 154

11 Belitang Madang Raya 42.491 163,59 617

12 Belitang I 52.557 354,5 283

13 Belitang Jaya 18.942 91,97 152

14 Belitang III 34.284 153,87 313

15 Belitang II 41.357 153,59 722

16 Belitang Mulya 20.659 45,97 156

17 Semendawai Suku III 38.335 297,77 176

18 Semendawai Timur 34.021 183,27 245

19 Cempaka 26.288 101 89

20 Semendawai Barat 20.338 225 51

JUMLAH 634.700 186

d.

Agama, Suku dan Bahasa

Pergaulan hidup antar umat beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur secara umum, berlangsung damai dan saling menghargai, sehingga kondisi aman dan terpeliharanya kerukunan dapat terjaga di Kabupaten ini. Agama yang dianut penduduk Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur bermacam-macam menurut keyakinan dan kepercayaannya.

Jumlah Pemeluk dan Rumah Peribadatan di Kab. OKU Timur menurut kelompok agama dan kepercayaan :

Nama Agama Jumlah

Pemeluk R. Peribadatan Prosentase

Islam 622.800 1842 94,47

Protestan 7.979 51 0.93

Khatolik 11.286 55 2.14

(14)

Budha 777 8 0.13

Jumlah 657.375 2033 100

Salah satu Indikator ketaatan penduduk dalam menjalankan ajaran agama dapat dilihat dari besaran sarana ibadah yang ada. Data menunjukkan hampir semua rumah ibadah ada di Kabupaten ini, yaitu masjid sebanyak 825 buah, musholla terdapat 1.017 buah, gereja terdapat 106 buah, pura terdapat 77 buah dan wihara terdapat 8 buah. Pada tahun 2013 jumlah jamaah haji Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebanyak 565 orang, terdiri dari 280 jemaah laki-laki dan 285 jemaah perempuan. Selain itu jumlah pernikahan yang tercatat di departemen agama pada tahun 2013 sebanyak 7.620 pernikahan.

Kesenian dan Adat Istiadat serta kebudayaan penduduk Asli OKU TIMUR masih kental dengan kebiasaan turun temurun dari nenek moyang mereka sebagai salah satu contoh adat perkawinan di Kab.OKU TIMUR terdapat empat jenis perkawinan :

 Perkawinan rasan tuha angkat gawi;

 Perkawinan rasan tuha takat padang;

 Perkawinan sibambang (kawin lari);

 Perkawinan ngakuk anak (mengambil anak).

Beberapa jenis tarian yang dikenal akrab oleh penduduk OKU TIMUR antara lain :

 Tari Minur (Diperagakan oleh kaum wanita yang sudah menikah);

 Tari Sabai (Diperagakan oleh pria dan wanita maknanya untuk kegemnbiraan).

Pemberian Gelar atau Adok (Julukan) di daerah komering diberikan menurut kedudukannya di masyarakat :

Kedudukan Bangsawan (bila dia laki-laki diberi gelar yakni DALOM untuk anak cucu tua); MANGKU untuk anak laki-laki di bawah DALOM;

MENTERI untuk anak laki-laki di bawah MANGKU; PRABU untuk anak tua – cucung tua;

RADEN untuk dibawah PRABU-adiknya; RATU untuk gelar dibawah RADEN; BUNGSU untuk anak paling akhir

2. Kondisi Pendidikan Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2011—2015

a. Jumlah Sekolah

Kondisi umum yang dapat dilihat pertama kali dengan jelas dari tahun 2011 sampai 2015 adalah peningkatan jumlah sekolah di hampir semua jenjang sekolah. Peningkatan jumlah sekolah yang signifikan terjadi pada jenjang TK dan SMK dengan peningkatan jumlahnya lebih dari 70% dibandingkan dengan tahun 2015. pada jenjang SMA, peningkatan yang terjadi 30% jika dibandingkan dengan tahun 2013. Sedangkan pada jenjang SD peningkatan yang terjadi hanya 3%. Berikut adalah tabel jumlah sekolah setiap jenjang pendidikan tahun 2016

(15)

NO KECAMATAN TK KB TPA SPS SD SMP SMA SMK SLB

1 BELITANG 15 11 0 0 33 10 6 8 0

2 BELITANG II 10 15 0 0 20 2 2 0 0

3 BELITANG III 2 18 0 0 24 2 1 2 0

4 BELITANG JAYA 0 14 0 0 14 2 1 0 0

5 BELITANG MADANG RAYA 13 13 0 0 28 8 3 4 0

6 BELITANG MULYA 2 11 0 0 18 3 0 0 0

7 BUAY MADANG 15 9 0 2 25 8 3 7 0

8 BUAY MADANG TIMUR 15 14 0 6 37 10 3 4 0

9 BUAY PEMUKA BANGSA RAJA 0 10 0 0 10 1 0 1 0

10 BUAY PEMUKA PELIUNG 8 11 0 0 18 4 2 0 0

11 BUNGA MAYANG 2 7 0 0 11 2 0 1 0

12 CEMPAKA 2 11 0 2 24 3 2 0 0

13 JAYAPURA 0 9 0 1 8 2 2 0 0

14 MADANG SUKU I 12 9 0 2 24 6 1 0 0

15 MADANG SUKU II 5 12 0 0 26 4 3 0 0

16 MADANG SUKU III 14 11 0 1 18 3 1 0 0

17 MARTAPURA 15 7 1 11 27 5 5 5 1

18 SEMENDAWAI BARAT 4 16 0 0 21 3 2 0 0

19 SEMENDAWAI SUKU III 2 17 0 0 30 3 1 2 0

20 SEMENDAWAI TIMUR 5 17 0 1 24 3 1 1 0

JUMLAH 141 242 1 26 440 84 39 35 1

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur (2016)

3. Capaian Sasaran Kinerja 2016—2021

a. Aspek Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan

Sasaran kinerja pada aspek perluasan dan pemerataan akses pendidikan adalah nilai APM, APK, RRLS, AMH, Angka Melanjutkan Sekolah, Rasio Siswa per Kelas, Rasio Jumlah mahasiswa profesi terhadap jumlah lulusan S-1/D4, Persentase peserta pendidikan kecakapan hidup terhadap lulusan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA yang tidak melanjutkan, dan Penyediaan atau Penambahan Prasarana Gedung Sekolah/Ruang Belajar. Pencapaian sasaran kinerja aspek ini sejak tahun 2010 sampai tahun 2015 pada beberapa indikator disajikan dalam tabel berikut :

(16)

rasio antara realisasi penyerapan anggaran dan anggaran yang dapat dikatakan baik atau kurang baik dapat diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD, misalnya prosedur atau mekanisme, jumlah dan kualitas personil (sumber daya manusia), progress pelaksanaan program dan sebagainya.

Dengan demikian, selanjutnya dapat dirumuskan permasalahan pendanaan pelayanan Dinas Pendidikan OKU TIMUR untuk menunjukkan kapasitas pendanaan pelayanan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sesuai dengan periode perencanaan.

Analisis terhadap permasalahan pendanaan dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan pelayanan di Dinas Pendidikan OKU TIMUR dalam kurun waktu 2010-2015 ini dapat juga dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan isu strategis dan program SKPD pada Renstra Dinas Pendidikan yang akan disusun ini.

Berikut pada Tabel dibawah ini dapat dilihat Anggaran dan realisasi pendanaan Pelayanan Dinas Pendidikan OKU TIMUR dalam kurun waktu 2011-2015.

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU TIMUR 2011-2015

Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun

ke- Rata-rata Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.554.224.480 2.748.142.912 3.369.707.200 3.205.181.450 5.615.625.000 2.396.939.186 2.431.960.673 2.882.302.275 3.007.228.051 5.159.012.942 93,84 88,49 85,54 93,82 91,87 3.498.576.208 3.175.488.625

Penyediaan jasa surat menyurat 50.174.000 10.799.500 36.860.000 37.000.000 37.000.000 29.597.000 10.781.800 16.863.200 36.933.000 36.960.000 58,99 99,84 45,75 99,82 99,89 34.366.700 26.227.000 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik 62.421.680 65.655.112 73.109.000 73.000.000 76.600.000 40.780.136 32.642.623 37.726.075 38.270.955 39.437.592 65,33 49,72 51,60 52,43 51,49 70.157.158 37.771.476 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor - - - - 70.000.000 - - - - 51.073.000 - - - - 72,96 14.000.000 10.214.600 Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah 7.500.000 7.500.000 7.000.000 10.500.000 25.000.000 - - - 2.799.000 11.543.200 - - - 26,66 46,17 11.500.000 2.868.440 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan

ked/operasional 454.000 454.000 1.600.000 4.995.000 8.325.000 - 454.000 788.500 548.000 2.807.750 - 100 49,28 10,97 33,73 3.165.600 919.650 Penyediaan jasa administrasi keuangan 1.951.320.000 2.087.120.000 2.170.800.000 382.200.000 382.200.000 1.899.780.000 1.887.900.000 2.114.940.000 365.520.000 351.660.000 97,36 90,45 97,43 95,64 92,01 1.394.728.000 1.323.960.000 Penyediaan jasa kebersihan kantor 30.300.000 30.300.000 30.675.000 30.675.000 - 28.497.500 24.894.000 29.273.000 19.636.000 - 94,05 82,16 95,43 64,01 - 24.390.000 20.460.100 Penyediaan alat tulis kantor 151.600.000 151.600.000 158.600.000 160.000.000 165.000.000 138.683.900 151.596.000 158.599.900 154.921.000 163.771.000 91,48 100 100 96,83 99,26 157.360.000 153.514.360 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 174.149.800 174.149.800 168.651.200 182.148.950 182.000.000 174.117.650 166.323.350 131.042.300 176.456.975 172.397.000 99,98 95,51 77,70 96,88 94,72 176.219.950 164.067.455 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan

(17)

Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun

ke- Rata-rata Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor - - 105.996.000 272.462.500 79.900.000 - - 105.210.000 217.350.121 - - - 99,26 79,77 - 91.671.700 64.512.024

Penyediaan peralatan rumah tangga - - - - 30.000.000 - - - 6.000.000

-Penyediaan bahan bacaan dan perundang-undangan - 39.374.500 50.431.000 55.000.000 55.000.000 - 39.308.300 30.631.500 44.452.000 32.485.000 - 99,83 60,74 80,82 59,06 39.961.100 29.375.360

Penyediaan makanan dan minuman 3.960.000 3.960.000 4.290.000 15.000.000 15.000.000 - 1.245.500 - - - - 31,45 - - - 8.442.000 249.100 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah 67.845.000 122.730.000 494.385.000 60.000.000 60.000.000 30.983.000 62.320.700 190.241.400 46.940.000 26.948.400 45,67 50,78 38,48 78,23 44,91 160.992.000 71.486.700 Penyediaan jasa pendukung administrasi/teknis

perkantoran - - - 1.852.200.000 4.359.600.000 - - - 1.840.350.000 4.202.100.000 - - - 99,36 96,39 1.242.360.000 1.208.490.000

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Aparatur 160.246.650 358.746.650 429.128.600 767.933.500 542.682.000 157.311.178 344.682.939 353.546.530 733.863.355 90.139.800 98,17 96,08 82,39 95,56 16,61 451.747.480 335.908.760

Pembangunan gedung kantor - - - 189.037.500 200.000.00 - - - 187.500.000 - - - 99,19 77.807.500 37.500.000

Pengadaan kendaraan dinas/operasional - - 170.000.000 300.000.000 - - - 167.450.000 296.730.000 - - - 98,50 98,91 - 94.000.000 92.836.000

Pengadaan peralatan dan perlengkapan gedung kantor - 188.500.000 52.500.000 - - - 183.770.000 2.300.000 - - - 97,49 4,38 - - 48.200.000 37.214.000

Pengadaan Meubeleur - 10.000.000 - - - - 4.500.000 - - - - 45,00 - - - 2.000.000 900.000

Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 74.438.650 32.560.250 97.742.600 46.002.000 46.002.000 74.433.750 32.556.800 81.223.900 45.899.000 45.966.000 99,99 99,99 83,10 99,78 99,92 59.349.100 56.015.890

Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 30.908.000 30.908.000 39.908.000 73.896.000 106.680.000 27.977.428 27.110.239 39.298.380 61.219.355 44.173.800 90,52 87,71 98,47 82,85 41,41 56.460.000 39.955.840

Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor 54.900.000 54.900.000 68.978.000 70.000.000 - 54.900.000 54.893.400 63.274.250 55.301.000 - 100 99,99 91,73 79,00 - 49.755.600 45.673.730

Rehab sedang/berat gedung kantor - 41.878.400 - 88.998.000 190.000.000 - 41.852.500 - 87.214.000 - - 99,94 - 98,00 - 64.175.280 25.813.300

Peningkatan Disiplin Aparatur - - 46.715.000 - - - - - - - - - - - - 9.343.000

-Pengadaan pakaian kerja lapangan - - 46.715.000 - - - 9.343.000

-Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan

Keuangan Daerah - - 20.841.000 39.174.000 47.500.000 - - 3.000.000 30.704.000 36.322.500 - - 14,39 78,38 76,47 21.503.000 14.005.300

Peningkatan manajemen aset/barang daerah - - 20.841.000 39.174.000 47.500.000 - - 3.000.000 30.704.000 36.322.500 - - 14,39 78,38 76,47 21.503.000 14.005.300

Program Pendidikan Anak Usia Dini 101.801.000 276.671.200 100.891.000 745.000.000 74.000.000 99.556.000 276.291.200 95.057.000 723.255.600 74.000.000 97,79 99,86 94,22 97,08 100 259.672.640 253.631.960

Pembangunan gedung sekolah 58.000.000 - - - - 58.000.000 - - - - 100 - - - - 11.600.000 11.600.000

Pengadaan perlengkapan sekolah - 150.000.000 - - - - 149.900.000 - - - - 99,93 - - - 30.000.000 29.980.000

Pelatihan kompetensi tenaga pendidik - 60.000.000 35.890.000 60.000.000 74.000.000 - 59.720.000 35.790.000 59.910.000 74.000.000 - 99,53 99,72 99,85 100 45.978.000 45.884.000 Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini 5.200.000 5.050.000 4.155.000 620.000.000 - 4.155.000 5.050.000 - 605.310.000 - 79,90 100 - 97,63 - 126.881.000 122.903.000 Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini 38.601.000 61.621.200 60.846.000 65.000.000 - 37.401.000 61.621.200 59.267.000 58.035.600 - 96,89 100 97,40 89,29 - 45.213.640 43.264.960

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan

Tahun 58.109.513.735 20.897.661.696 25.378.302.855 30.051.688.150 19.172.133.850 39.309.576.171 16.284.836.180 20.601.223.058 24.126.132.252 15.242.660.900 67,65 77,93 81,18 80,28 79,50 30.721.860.057 23.112.885.712

Penambahan Ruang Kelas Sekolah 7.264.123.500 - 1.914.564.500 6.051.464.700 9.649.810.500 5.904.359.182 - 1.808.964.500 5.828.206.700 6.635.828.700 81,28 - 94,48 96,31 68,77 4.975.992.640 4.035.471.816 Pembangunan Perpustakaan Sekolah 468.296.500 - 4.342.391.800 360.299.700 129.922.000 246.427.650 - 4.342.390.800 360.224.700 127.907.000 52,62 - 100 99,98 98,45 1.060.182.000 1.015.390.030 Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa 17.397.568.000 11.470.963.700 1.416.724.600 5.032.734.100 3.276.127.400 9.013.509.439 10.276.972.980 - 2.827.635.525 2.390.138.100 51,81 89,59 - 56,18 72,96 7.718.823.560 4.901.651.209

(18)

Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- ke- Rata-rata Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

Rehab Sedang Berat Ruang Kelas 15.677.578.535 206.923.200 9.242.844.455 5.031.978.150 5.523.269.450 11.358.220.500 - 9.174.782.458 4.994.375.850 5.521.345.600 72,45 - 99,26 99,25 99,97 7.136.518.758 6.209.744.882

Pelatihan Kompetensi Siswa Berprestasi 138.721.000 161.911.000 136.363.000 152.868.500 158.467.500 132.061.000 101.444.200 119.993.800 142.223.500 132.904.500 95,20 62,65 88,00 93,04 83,87 149.666.200 125.725.400 Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS 2.058.240.800 5.661.167.296 4.828.816.000 4.847.512.000 - 2.050.074.800 5.656.079.000 4.828.816.000 4.844.728.450 - 99,60 99,91 100 99,94 - 3.479.147.219 3.475.939.650 Penyediaan Buku Pelajaran Untuk SD/MI/SDLB dan

SMP/ MTS 13.570.403.000 3.143.405.500 3.135.502.500 8.044.394.000 - 9.852.743.000 - - 4.685.452.527 - 72,60 - - 58,24 - 5.578.741.000 2.907.639.105 Penyelenggaraan Paket A setara SD 20.000.000 20.000.000 22.500.000 20.000.000 15.000.000 20.000.000 20.000.000 21.700.000 18.600.000 15.000.000 100 100 96,44 93,000 100 19.500.000 19.060.000

Penyelenggaraan Paket B setara SMP 28.000.000 35.000.000 43.300.000 35.000.000 35.000.000 28.000.000 35.000.000 42.500.000 35.000.000 35.000.000 100 100 98,15 100 100 35.260.000 35.100.000

Pembinaan Minat, Bakat & Kreativitas Siswa 161.975.900 198.291.000 295.296.000 415.437.000 384.537.000 156.134.100 195.340.000 262.075.500 389.685.000 384.537.000 96,39 98,51 88,75 93,80 100 291.107.380 277.554.320 Penerapan standar pelayanan minimal pendidikan dasar

(sharing SPMP) - - - 60.000.000 - - - 12.000.000

-Program Pendidikan Menengah 6.106.183.000 6.888.327.240 22.699.163.100 18.733.039.700 13.322.239.800 5.268.264.000 6.847.994.410 21.272.570.420 14.297.113.096 12.963.169.350 86,28 99,41 93,72 76,32 97,30 13.549.790.568 12.129.822.255

Penambahan Ruang Kelas Sekolah

750.000.000 - 875.000.000 4.478.792.500 5.527.977.700 - - 812.063.400 4.003.877.500 5.499.220.000 - - 92,81 89,40 99,48 2.326.354.040 2.063.032.180 Pembangunan laboratorium dan ruang pratikum sekolah

(laboratorium bahasa,komputer, IPA,IPS dan lain-lain) - - 2.145.568.000 1.887.738.000 1.366.193.000 - - 2.145.568.000 1.602.397.000 1.364.240.000 - - 100 84,88 99,86 1.079.899.800 1.022.441.000 Pembangunan perpustakaan sekolah

- - 4.448.217.000 - 265.443.600 - - 4.448.217.000 - 235.196.000 - - 100 - 88,60 942.732.120 936.682.600 Pembangunan sarana air bersih dan sanitasy - - - - 368.124.000 - - - - 368.124.000 - - - - 100 73.624.800 73.624.800

Pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa - - 296.182.000 2.211.091.500 - - - - 336.411.796 - - - - 15,21 - 501.454.700 67.282.359

Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa 25.000.000 - 964.877.300 1.432.450.000 3.761.589.000 - - - 1.033.930.700 3.708.906.350 - - - 72,18 98,60 1.236.783.260 948.567.410

Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah - - 7.446.333.300 1.310.898.200 1.228.819.500 - - 7.442.281.300 986.946.600 1.225.190.000 - - 99,95 75,29 99,70 1.997.210.200 1.930.883.580

Pelatihan kompetensi tenaga pendidik - - 33.800.000 - - - - 33.800.000 - - - - 100 - - 6.760.000 6.760.000

Penyediaan Bantuan Operasional Manajemen Mutu 5.126.610.000 6.328.770.240 6.077.976.000 6.580.251.000 - 5.065.560.000 6.328.770.200 6.077.976.000 5.535.399.000 - 98,81 100 100 84,12 - 4.822.721.448 4.601.541.040

Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu - - - 33.668.000 - - - 6.733.600

-Penyelenggaraan Paket C Setara SMA 40.000.000 65.000.000 74.500.000 65.000.000 65.000.000 40.000.000 65.000.000 73.575.000 65.000.000 65.000.000 100 100 98,76 100 100 61.900.000 61.715.000

Pembinaan Minat Bakat Kreativitas & Prestasi 164.573.000 494.557.000 336.709.500 733.150.500 739.093.000 162.704.000 454.224.210 239.089.720 733.150.500 497.293.000 98,86 91,84 71,01 100 67,28 493.616.600 417.292.286

Program Pendidikan Non Formal 80.000.000 81.000.000 68.194.000 100.000.000 38.000.000 18.000.000 71.000.000 67.994.000 84.275.000 37.600.000 22,50 87,65 99,71 84,28 98,95 73.438.800 55.773.800

Pemberdayaan Tenaga Pendidikan Non Formal 20.000.000 40.000.000 32.350.000 40.000.000 38.000.000 18.000.000 30.000.000 32.250.000 28.755.000 37.600.000 90,00 75,00 99,69 71,89 34.070.000 29.321.000 417.292.286

Pembinaan pendidikan kursus dan kelembagaan - 41.000.000 35.844.000 60.000.000 - - 41.000.000 35.744.000 55.520.000 - - 100 99,72 92,53 27.368.800 26.452.800

(19)

-Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun

ke- Rata-rata Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

Formal

Program Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga

Kependidikan 65.462.550 349.552.000 358.308.500 742.077.500 470.381.000 64.317.550 - 192.973.000 380.993.500 308.611.000 98,25 - 53,86 51,34 397.156.310 189.379.010

Pelatihan bagi pendidik untuk memenuhi standar

kompetensi - 21.930.500 171.139.000 635.969.500 407.054.500 - - 129.649.000 327.826.500 253.309.500 - - 75,76 51,55 247.218.700 142.157.000 Pendidikan Lanjutan Bagi Pendidik Untuk Memenuhi

Standar Kualifikasi 23.965.550 254.000.000 71.300.000 - - 23.715.550 - 35.650.000 - - 98,96 - 50,00 - 69.853.110 11.873.110 Pengembangan Sistem Penghargaan dan Perlindungan

Terhadap Profesi Pendidik 41.497.000 73.621.500 115.869.500 106.108.000 63.326.500 40.602.000 - 27.674.000 53.167.000 55.301.500 97,84 - 23,88 50,11 80.084.500 35.348.900

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 1.247.371.250 1.362.957.240 1.571.237.100 1.076.484.800 11.395.676.300 1.175.903.850 651.341.200 1.470.063.625 621.992.900 10.117.298.400 94,27 47,79 93,56 57,78 3.330.745.338 2.807.319.995

Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang Pendidikan 1.247.371.250 1.112.957.240 1.407.972.100 945.442.800 506.613.800 1.175.903.850 651.341.200 1.322.780.625 520.336.900 464.490.600 94,27 58,52 93,95 55,04 1.044.071.438 826.970.635 Pengendalian dan pengawasan penerapan azas

efisiensi dan efektivitas penggunaan dana dekonsentrasi dan dana pembantuan

- - 163.265.000 131.042.000 - - - 147.283.000 101.656.000 - - - 90,21 77,58 58.861.400 49.787.800

Pembinaan dewan pendidikan - 250.000.000 - - - 50.000.000

-Penyelenggaraan pelatihan, seminar dan lokakarya,

serta diskusi ilmiah tentang isu pendidikan - - - - 1.332.800.000 - - - - 524.022.600 - - - 39,32 266.560.000 104.804.520 Fasilitasi pengelolaan tunjangan kependidikan - - - - 141.000.000 - - - - 104.323.000 - - - 73,99 28.200.000 20.864.600 Fasilitasi penyelesaian disiplin tenaga kependidikan - - - - 73.400.000 - - - - 12.295.000 - - - 16,75 14.680.000 2.459.000 Fasilitasi penyelenggaraan bantuan BOS - - - - 9.341.862.500 - - - - 9.012.167.200 - - - 96,47 1.868.372.500 1.802.433.440

Program Peningkatan Operasional Sekolah 53.347.922.000 14.190.352.000 14.472.757.000 11.036.903.000 - 52.339.617.000 14.147.302.000 14.313.497.000 10.825.455.000 - 98,11 99,70 98,90 98,08 18.609.586.800 18.325.174.200

Penyelenggaraan Operasional Sekolah 38.422.606.000 40.400.000 330.827.000 211.448.000 - 38.225.229.000 18.550.000 171.567.000 - - 99,49 45,92 51,86 - 7.801.056.200 7.683.069.200 Pelayanan operasional sekolah 14.925.316.000 14.149.952.000 14.141.930.000 10.825.455.000 - 14.114.388.000 14.128.752.000 14.141.930.000 10.825.455.000 - 94,57 99,85 100 100 10.808.530.600 10.642.105.000

Pembinaan dan Pengembangan Aparatur - - 30.000.000 33.000.000 - - - 14.700.000 17.192.000 - - - 49,00 52,10 12.600.000 6.378.400

Proses penangan kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS - - 30.000.000 33.000.000 - - - 14.700.000 17.192.000 - - - 49,00 52,10 12.600.000 6.378.400

(20)
(21)

BAB III

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

3.1 Visi Dinas Pendidikan

Rumusan visi dan misi Dinas Pendidikan

Kabupaten OKU Timur

pembangunan lima tahun ke depan (201

6 – 2021

) didasarkan kepada visi dan misi serta arah kebijakan pembangunan jangka menengah

Bupati Kabupaten OKU Timur

terpilih yang dituangkan di dalam RPJM Daerah 201

6–2021

pada misi ketiga yang berbunyi “

Mewujudkan kualitas SDM

yang profesianal, berbudaya dan berakhlak mulia

”, yang mengamanatkan adanya peningkatan kualitas pendidikan di

Kabupaten OKU Timur

untuk lima tahun ke depan, di samping perlunya peningkatan layanan pendidikan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat

Kabupaten OKU Timur

. Kebijakan-kebijakan yang disusun diantaranya peningkatan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan, yang dalam hal ini perlu adanya keikutsertaan seluruh masyarakat, baik melalui peningkatan peranserta dunia usaha dalam penyelenggaraan pendidikan maupun melalui gerakan masyarakat peduli pendidikan.

Maka rumusan V

isi Dinas Pendidikan adalah:

Kabupaten OKU TIMUR Tuntas Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun dan Unggul dalam Mutu Pendidikan pada Tahun 2021.”

Visi tersebut memiliki makna bahwa orientasi pendidikan memiliki tiga sasaran utama yang tidak dapat dipisahkan yakni pertama pendidikan harus membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap warga masyarakat untuk memperoleh pendidikan. Orientasi yang

pertama merupakan dimensi antisipatif dengan telah Tuntasnya Wajardikdas 9 tahun setara pendidikan SD dan SLTP. Perlu dibuka kesempatan seluas-luasnya akses bagi bagi warga masyarakat dan lulusan SD dan SLTP ke jenjang yang lebih tinggi setara pendidikan SLTA dengan tetap melakukan penguatan pada aspek pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar sembilan tahun.

Orientasi kedua berdimensi normatif bagaimana seharusnya penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dimensi ini mengisyarakatkan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan mutu penyelengaraan pendidikan, dengan demikian maka diharapkan subtansi tujuan pendidikan dapat diwujudkan untuk semua jenis, jalur dan jenjang pendidikan.

(22)

negara yang demokratis serta bertanggung jawab; dan pada Rencana Strategis 2016—2021 salah satu tujuan ini, yaitu Mandiri dijadikan salah satu fokus perencanaan pembangunan; sedangkan Fungsi sosial adalah bahwa pendidikan harus dapat mejadi fasilitator setiap individu untuk dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif dan memiliki wawasan kerakyatan dengan memberikan pengalaman kolektif masa lalu dan sekarang yang berdasar pada tata nilai luhur masyarakat sebagai jiwa bangsa yaitu Gotong Royong.

3.2 Misi Dinas Pendidikan

Misi merupakan penjabaran dari Visi yang memuat tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu melalui penerapan strategi yang terpilih

Sebagai operasionalisasi untuk mewujudkan visinya, dan penjabaran dari Misi Pertama dan Misi Kedua Kabupaten OKU Timur seperti tercantum di atas, Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur memiliki misi sebagai berikut :

1. Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan, pengembangan dan peningkatan mutu PAUD

2. Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan, pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan SD.

3. Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan, Pengembangan dan peningkatan mutu Pendidikan SMP.

4. Melaksanakan penyelenggaraan, pembinaan dan pengembangan Pendidikan Non Formal dan Olah Raga Pelajar.

5. Melaksanakan penyelenggaraan, pembinaan dan pengembangan organisasi dan fungsi-fungsi penunjang teknis pendidikan dan pelayanan umum, dalam rangka mempersiapkan sumber daya aparatur yang berkualitas.

3.3 Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan sasaran Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur pada dasarnya adalah penjabaran lebih teknis dari pernyataan visi dan misi.

Melalui tujuan diharapkan dapat diketahui kinerja yang diharapkan dapat diwujudkan dari pernyataan visi dan misi. Sedangkan sasaran dapat menspesifikasi indikasi dari keberhasilan kinerja pada masing-masing tujuan.

Untuk mewujudkan hasil yang akan dicapai selama periode perencanaan, maka Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur merumuskan tujuan yang terkait dengan misi, yaitu sebagai berikut.

1) Misi Pertama (Misi 1)

(23)

Tujuan:

Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas PTK, sarana dan prasarana, pembelajaran, kompetensi siswa, dan hasil pembelajaran PAUD.

2) Misi Kedua (Misi 2)

Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan, Pengembangan dan peningkatan mutu Pendidikan SD.

Tujuan:

Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas PTK, sarana dan prasarana, pembelajaran, kompetensi siswa, dan hasil pembelajaran tingkat SD.

3) Misi Ketiga (Misi 3)

Melaksanakan penyelenggaraan, Pembinaan, Pengembangan dan peningkatan mutu Pendidikan SD.

Tujuan:

Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas PTK, sarana dan prasarana, pembelajaran, kompetensi siswa, dan hasil pembelajaran tingkat SMP.

4) Misi Keempat (Misi 4)

Melaksanakan penyelenggaraan, pembinaan dan pengembangan Pendidikan Non Formal dan seni budaya, dan olah raga pelajar.

Tujuan:

Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan aksesbilitas PNF, semakin tingginya AMH, dan berkembangnya seni budaya dan olah raga pelajar.

5) Misi Kelima (Misi 5)

Melaksanakan penyelenggaraan, pembinaan dan pengembangan organisasi dan fungsi-fungsi penunjang teknis pendidikan dan pelayanan umum, dalam rangka mempersiapkan sumber daya aparatur yang berkualitas.

Tujuan:

Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan tata kelola dan fungsi organisasi yang akuntabel, serta pelayanan yang prima dengan dukungan aparatur yang profesional.

3.4 Arah Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2016—2021

(24)

rumusannya, arah pembangunan Kabupaten OKU Timur pada misi pembangunan SDM telah sesuai dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional.

Berdasar hal tersebut di atas maka arah pembangunan pada SKPD Dinas Pendidikan pun difokuskan pada 4 (empat) kebijakan pokok, yaitu:

1. Penguatan Pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar 9

tahun;

2. Rintisan Pemerataan dan Perluasan Akses pendidikan 12 tahun;

3. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta

4. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Sebagai pijakan arah pembangunan Dinas Pendidikan selama periode 2016—2021, ditetapkan tujuan dan sasaran sebagai berikut :

a. OKU Timur tuntas rintisan Wajar 12 tahun 2014 dengan RRLS 9,07 tahun; b. AMH mencapai 93,61% dan 5 kecamatan di tahun 2014 bebas buta huruf;

c. Meningkatnya jumlah sekolah berstandar nasional dan bertaraf internasional pada semua jenjang;

d. Meningkatnya jumlah SMK berbasis kompetensi daerah; dan e. Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan di semua jenjang; f. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan; g. Biaya Pendidikan dan lainnya gratis bagi keluarga miskin;

h. Meningkatnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Formal dan Pendidikan Non Formal;

i. Meningkatnya kualitas pendidikan non formal; serta

(25)

BAB IV

STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN OKU TIMUR

4.1 Kebijakan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU TIMUR

Kebijakan pembangunan adalah penjabaran tujuan dan sasaran misi dengan berdasarkan kepada perkembangan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya dan kondisi real yang ada sekarang. Mengacu kepada kebijakan pokok pembangunan pendidikan nasional, yaitu pemerataan dan perluasan akses; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik; maka kebijakan pembangunan pendidikan Kabupaten OKU Timur adalah:

1. Penguatan Pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar 9

tahun;dan

2. Rintisan Pemerataan dan Perluasan Akses pendidikan 12 tahun;

3. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta

4. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Kebijakan pertama dari Pemerintah di bidang pendidikan adalah penguatan wajar dikdas 9 tahun yang sudah tercapai tahun 2008. Kebijakan kedua, Pemerintah merencanakan untuk merintis program wajar 12 tahun yaitu dari SD/MI sampai tingkat SMA/MA/SMK. Kebijakan ketiga, dirasakan masih perlu adanya peningkatan mutu, relevansi dan daya saing bidang pendidikan. Kebijakan keempat adalah penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik yang telah dicapai sebelumnya. Keempat kebijakan ini tentu membawa konsekuensi logis yang harus ditindaklanjuti. Berikut Kebijakan pembangunan Pendidikan berdasarkan Misi Dinas Pendidikan.

4.2 Strategi Pencapaian Pembangunan Tahun 2016—2021

Berdasarkan visi dan misi pendidikan nasional tersebut, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

(26)

dana dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, oleh karena itu dalam kerangka percepatan dan penguatan Program-program pembangunan Pendidikan di Kabupaten OKU Timur dipandang perlu segera merintis pembentukan basis penggerak utama pembangunan pendidikan di masyarakat Kabupaten OKU Timur dalam bentuk peningkatan mutu pendidikan yang murah dan terjangkau melalui pemantapan sekolah gratis 9 tahun, wajib belajar 12 tahun, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan sarana prasarana pendidikan, serta beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan yang diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Strategi tersebut di atas menengandung dua konsepsi strategis, Pertama, sebagai efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pembangunan pendidikan, dengan strategi peningkatan mutu pendidikan yang murah dan terjangkau melalui pemantapan sekolah gratis 9 tahun, wajib belajar 12 tahun, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan sarana prasarana pendidikan, serta beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi maka proses pembangunan Pendidikan di Kabupaten OKU Timur akan lebih difokuskan di tingkat SD dan SMP dengan melibatkan sebanyak mungkin segenap potensi Sumber Daya Manusia di wilayah OKU Timur. Hal itu didasari atas asumsi bahwa apabila strategi ini dapat dilaksanakan sesuai rencana maka diharapkan terjadi peningkatan peran serta masyarakat desa dalam bentuk penyelenggaran pendidikan, pendanaan dan penyediaan sarana dan prasarana secara swadaya dan swadana, memaksimalkan potensi SDM dan SDA yang ada. Maka dengan sendirinya pembangunan di tingkat Kabupaten akan berhasil. Pada konsepsi ini Pemerintah memiliki peranan strategis sebagai lembaga Pemerintahan yang memiliki akses langsung dengan masyarakat, dan Dinas Teknis terkait mengambil peranan sebagai fasilitator sesuai Tugas pokok dan fungsinya.

Landasan yuridis konsepsi ini adalah Pasal 6 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 13 PP No. 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar yang menegaskan bahwa setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan dan Masyarakat berhak dan berkewajiban mendukung penyelenggaraan program wajib belajar.

Bentuk pelaksanaan hak masyarakat, antara lain:

a. Ikut memberikan masukan untuk pelaksanaan program;

b. Mengikut sertkan anaknya yang berusia 7 sampai dengan 15 tahun untuk mengikuti program wajib belajar;

c. Ikut memantau, mengawasi pelaksanaan wajib belajar, memantau anak usia wajib belajar yang belum mengikuti wajib belajar, menyelenggarakan program wajib belajar di sekitar tempat tinggalnya;

d. Ikut memberi penilaian tentang keterlaksanaan program wajib belajar, mendata anak usia wajib belajar, ikut serta dalam proses pembelajaran dan penilaian, serta keberlangsungan program wajib belajar.

Bentuk pelaksanaan kewajiban masyarakat, antara lain:

(27)

b. berperanserta dalam bentuk pemberian dukungan sumberdaya (dana, sarana dan prasarana, tenaga, penyelenggaraan, manajemen) menjadi orang tua asuh

Kedua, sebagai upaya Sinergitas antara Pemerintah dan Masyarakat dalam pencapaian tujuan pendidikan yang secara garis besar bertujuan pada pembangunan karakter peserta didik (Character Building), hal ini mengandung arti pada satu sisi pendidikan membutuhkan peran masyarakat sebagai media dan sumber pembelajaran, dan pada sisi lain pendidikan juga harus mampu berperan membentuk karakter lulusan pendidikan formal maupun non formal yang mampu menyumbangkan ilmu, wawasan, keahlian dan sikap diri kepada desa/masyarakat untuk mewujudkan dan memperkuat kemandirian desa yang dijiwai semangat gotong royong.

Pendidikan sebagai suatu proses tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dan dinamika masyarakatnya. Dunia pendidikan senantiasa mengkaitkan proses pendidikan dengan masyarakatnya pada umumnya, dan dunia kerja pada khususnya. Keterkaitan ini memiliki arti bahwa prestasi peserta didik tidak hanya ditentukan oleh apa yang mereka lakukan di lingkungan sekolah, melainkan prestasi perserta didik juga ditentukan oleh apa yang mereka kerjakan di dunia kerja dan di masyarakat pada umumnya.

Pengalaman selama ini menunjukkan, pendidikan nasional sistem persekolahan tidak bisa berperan sebagai penggerak dan loko pembangunan, bahkan Gass (1984) lewat tulisannya berjudul Education versus Qualifications menyatakan pendidikan telah menjadi penghambat pembangunan ekonomi dan teknologi, dengan munculnya berbagai kesenjangan: kultural, sosial, dan khususnya kesenjangan vokasional dalam bentuk melimpahnya pengangguran terdidik.

Untuk itu maka proses pendidikan formal sistem persekolahan diarahkan sebagai berikut: 1) Pendidikan lebih menekankan pada proses pembelajaran (learning) dari pada mengajar (teaching), 2) Pendidikan diorganisir dalam suatu struktur yang fleksibel; 3) Pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri, dan, 4) Pendidikan merupakan proses yang berkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan.

Dengan demikian Pendidikan tidak bisa lagi dilihat sebagai suatu dunia tersendiri, melainkan pendidikan harus dipandang dan diberlakukan sebagai bagian dari masyarakatnya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus memiliki keterkaitan dan kesepadanan secara mendasar serta berkesinambungan dengan proses yang berlangsung di dunia kerja dan di masyarakat.

(28)

(253 desa/kelurahan) telah diaplikasikan menjadi desa mandiri gotong royong. Pada setiap tahapan, secara bersamaan akan dilaksanakan evaluasi keberhasilan. Berikut Tahapan pelaksanaan Pembangunan Pendidikan melalui Desa Mandiri Gotong Royong :

1. Tahap Persiapan dan Perencanaan Model Desa Mandiri Gotong Royong (April—Desember 2009);

2. Tahap Pelaksanaan (Aplikasi) Model Desa Mandiri Gotong Royong (Tahun 2010); 3. Tahap Evaluasi dan Replikasi Model Desa Mandiri Gotong Royong (Tahun 2011-2014).

4.2.2. Rencana Implementasi Pembangunan Pendidikan berbasis Desa Mandiri Gotong pada Tiap Bidang Pendidikan

Faktor penentu keberhasilan Strategi Desa Mandiri Gotong Royong adalah peran aktif dua unsur utama yaitu perangkat Pemerintah Desa dan Masyarakat desa. Hal ini menuntut adanya kesadaran yang kuat pada dua unsur tersebut terhadap, pertama, Hak dan Kewajiban dalam penyelenggaraan pendidikan, Kedua, pentingnya pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih yang pada gilirannya diharapkan dapat menjadi tulang punggung pembangunan di desa dimana meraka tinggal dengan karakter yang tidak tercerabut dari akar budaya masyarakat dimana dia tinggal.

Untuk itu dilakukan proses Sosialisasi, Koordinasi, Sinkronisasi antara program pembangunan Desa Model yang berkaitan dengan program Dinas pendidikan sehingga diharapkan terjadi sinergitas dalam pelaksanaan program tersebut. Target dari proses ini adalah terbentuknya Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) yang dituangkan dalam sebuah Peraturan Desa (Perdes) dimana Kepala Desa diharapkan menjadi Penanggung Jawabnya. Komponen Forum ini terdiri atas :

1. Komite-komite Sekolah yang ada di Desa;

2. Tokoh Agama;

3. Tokoh Masyarakat;

4. Tokoh Pemuda;

5. Anggota Karang Taruna, seksi terkait;

6. Masyarakat yang peduli pendidikan;

7. Mahasiswa yang ada di Desa.

Secara umum Forum ini berperan, pertama, sebagai lembaga masyarakat yang mendata, mengidentifikas potensi dan kebutuhan pendidikan, dan menyusun rencana/program kegiatan pembanguna pendidikan di Desanya disesuaikan dengan potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang ada.Kedua, sebagai lembaga yang menggerakan warga desa untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program pembangunan pendidikan di desa tersebut; Ketiga, sebagai pengawas pelaksanaan pendidikan dan program pembangunan pendidikan di desanya. Untuk keperluan tersebut Forum ini menyusun Tugas Pokok dan Fungsi sesuai kebutuhan dan kompleksitas kondisi pendidikan di Desa.

Output keseluruhan proses ini adalah sebagai berikut :

(29)

- Terbentuknya Badan Hukum Pendidikan Masyarakat (BHPM) yang dimiliki oleh Pemerintah Desa;-

- Meningkatnya animo masyarakat desa untuk mendukung program Wajardikdas dan rintisan Kabupaten OKU Timur sebagai Kabupaten Vokasional dengan menyekolahkan anak-anaknya pada semua jenjang dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yang diselenggarakan oleh Desanya sendiri.;

- Meningkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan buta huruf, penuntasan Paket A,B, dan C;

Pada setiap proses kerja FMPP ini, Dinas Pendidikan berperan sebagai Motivator, Fasilitator dan Konsultan Teknis dibantu oleh instansi teknis lainnya melalui pelatihan-pelatihan, dan pendampingan baik dalam segi Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana, maupun dari pendanaan dengan tata cara dan teknis yang sedemikian rupa sehingga menumbuhkan kemandirian FMPP dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

.

4.2.2.1. Pola Pendidikan

1). Sekolah pada tiap Desa

memberdayakan SDM masyarakat sekitar;

2). Pendidikan diselenggarakan

berbasis kultur Desa dan Kearifan Lokal;

3). Pengembangan potensi anak pada

semua jenjang pendidikan;

4). Pemanfaatan dan pengolahan

Sumber Daya Alam yang ada di Desa;

5). Penggunaan Metode SWOT untuk

menggali dan dan menganalisis Potensi Desa

6). Hasil Pendidikan harus dirasakan

manfaatnya dan memberi nilai tambah bagi pemberdayaan ekonomi rakyat;

7). Arah pendidikan pada peningkatan

life skill pada semua jenjang;

8). Pengembangan kultur/kebiasaan

membaca;

9). Desain Pembelajaran diarahkan

pada Pembentukan karakter sesuai tujuan Pendidikan pada UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.

4.2.2.2. Desain Pembelajaran

Desain pembelajaran disini diartiakan sebagai sistem dan sebagai proses. Sebagai Sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.

(30)

menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya.

Dalam Konsteks Desa Mandiri Gotong Royong sebagai strategi pembangunan pendidikan maka dipandang perlu dibuat desain pembelajaran yang diarahkan pada pembentukan karakter sesuai tujuan pendidikan. Berikut rancangan Desain rancangan dimaksud :

1). Proses Pembelajaran bermuatan Kemandirian; Tugas-tugas terstruktur yang berbeda bagi tiap murid disesuaikan dengan kemampuan, potensi dan karakter siswa.

2). Pembelajran diarahkan dengan mengembalikan anak pada lingkungannya;

3). Proses Pembelajaran dilengkapi dengan pemaknaan materii pelajaran yang diarahkan pada pembentukan karakater yang diharapkan (Character building); Misalnya:

Pengajaran Proses tumbuhnya sebuah Tanaman;

Materi : Penjelasan tahapan dari biji, Kecambah, pohon kecil (seedling), Pohon, Berbunga, berbuah, buah jatuh, dst.

Pendidikan /Pemaknaan :

- Segala sesuatu membutuhkan proses, dan pada setiap proses terdapat tahapan yang harus dilalui untuk bisa mencapai tujuan;

- Berbuat/berkarya harus sabar, tekun, dan ulet;

- Berbuat /berkarya, dalam sunyi, tidak banyak omong, tapi hasilnya nyata, biarlah karya yang berbicara, seperti pohon disekeliling kita tahu-tahu sudah besar, berbunga dan berbuah.

- Orang yang baik adalah orang yang bisa berkarya sesuai kodrat, potensinya, dan pendidikannya, seperti pohon, pohon Jambu yang baik adalah pohon Jambu yang berbuah jambu bukan sekedar tumbuh dan berbunga, dst

4). Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar dikondisikan secara aktif, kreatif dan menyenangkan dengan multi metode dan multi media.

5). Proses pembelajaran tidak secara kaku menggunakan metode klasikal, tetapi juga dilakukan diluar kelas sesuai materi pelajaran: Misalnya, Mengamati prilaku hewan, mengamati aktivitas masyarakat, mengamati keindahan alam.

6). Lingkungan dan Masyarakat dijadikan sebagai media dan Sumber pembelajaran;

7). Mengembangkan kelas terbuka, pada kelas terbuka guru hanya menjalankan peranan komplementer dan tidak begitu banyak mengontrol perlengkapan, materi, tugas, kecepatan dan evaluasi. Oleh karena itu siswa mempunyai kesempatan yang besar dalam mengadakan interaksi, siswa mempunyai hak otonomi pengaturan waktu belajar di sekolah, kegiatan belajar menjadi beraneka ragam. Situasi kehidupan kelas terbuka lebih menyerupai situasi kehidupan pada masyarakat bila dibandingkan dengan kelas tradisional.

(31)

4.2.2.3. Indikator Keberhasilan

1). Tidak ada warga masyarakat yang tidak sekolah atau menyelesaikan pendidikan baik secara formal maupun Non Formal;

2). Tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sebagai investasi;

3). Meningkatnya RLS dan AMH;

4). Peningkatan profesionalisme dalam berbagai bidang usaha di desa;

5). Menguatnya jiwa Nasionalisme pada warga masyarakat;

6). Terbentuknya kepribadian masyarakat yang religius;

7). Meningkatnya jumlah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan berbasis kearifan lokal;

8). Meningkatnya jiwa kewirausahaan;

9). Tumbuhnya jiwa kepemimpinan;

4.2.2.4. Pendidikan Berbasis Desa Mandiri Gotong Royong tiap Bidang Pendidikan 1. Bidang TK dan SD

Desa mandiri Gotong royong pada Bidang TK dan SD adalah suatu upaya pada anak didik sejak dini untuk mempunyai karakter:

1. Mengenal potensi lingkungan;

2. Menyarankan orang tua agar mengenalkan anak pada kebiasaan Gotong Royong; Misalnya sesekali mengajak anak bermain di tempat kerja bakti dimana orang tuanya bekerja bakti, mengajak anak melayat orang sakit/meninggal, membantu hajatan dsb. 3. Membiasakan diri untuk punya rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas keseharian

di lingkungan rumahnya dengan diberikan tugas, misal :

- Menyapu halaman

- Mencuci piring

- Menyiram bungan,

- Dsb

4. Mencintai pola hidup bersih, peduli dan peka terhadap situasi lingkungan rumahnya; 5. Mendidik anak tidak boros, misalnya :

- Anak diajak menyusun daftar jajan jajanan yang berguna ;

- Membiasakan anak menggunakan barang/buku/alat sekolah yang masih layak pakai, Misalnya: Memakai sepatu kakaknya, menggunakan Buku kakak/saudaranya. 6. Mengenalkan gemar menabung, misalnya :

- Mengenalkan celengan;

- Membiasakan menabung disekolah;

- Mengajak anak menabung ke Bank;

- Membuatkan tabungan anak di Bankl;

7. Patuh dan taat terhadap peraturan, dimulai dengan dikenalkan pada aturan keluarga : Bangun pagi, mandi, shalat subuh, sarapan,berangkat sekolah

8. Anak dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan sehat produksi desa/sendiri (combro, putri noong,dsb) menghindari makanan yang mengandung zat pengawet dan pewarna 9. Menyarankan kepada orang tua untuk sesekali membuat makanan khas daerah

bersama anak-anaknya. Misalnya : membuat karedok, lotek, pincok, sambil menikmati keindahan alam/di kebunnya, bagi yang punya kebun

2. Desa Mandiri Gotong Royong Bidang Dikmenumjur

(32)

2. Mencerdaskan, masyarakat sadar akan pendidikan

3. Meningkatkan/menggali kemampuan anak pada karakternya Misal:

1). Bidang pertanian

2). Perdagangan/wirausaha 3). Bidang peternakan 4). Bidang tata boga, dsb 4. Mengembangkan potensi desa 5. Pendataan yang akurat

6. Masyarakat bisa hidup mandiri dengan menggali/mengembangkan kekayaan yang ada di desa/tidak ketergantungan

7. Merubah karakteristik/pembenahan karakteristik

3. Desa Mandiri Gotong Royong Bidang Pendidikan Non Formal

Desa mandiri gotong royong dibidang pendidikan baik di pendidikan formal, nonformal, dan informal.

Bidang pendidikan nonformal dan informal perlu diciptakan kesetaraan dalam beberapa hal antara lain :

I. Informal

Perlu terciptanya kesadaran masyarakat dalam menumbuhkan karakter terciptanya pembelajaran dan pendidikan di lingkungan keluarga. Contoh:

a. Membawa anak ke dunia kerja sehari-hari para orang tua

b. Memperkenalkan lingkungan kepada anak melalui nasihat, dorongan, dll II. Nonformal

Perlu terciptanya kesadaran masyarakat dalam menumbuhkan karakter terciptanya pembelajaran dan pendidikan di lingkungan antara lain

a. Mengadakan pembelajaran yang sifatnya rutin di masyarakat yang ditambah dengan pemberantasan buta aksara seperti pengajian dan majlis talim

b. Menciptakan dunia pendidikan yang mengarah wajar diknas untuk mencapai setara SD/paket A, setara SMP/paket B.

4.2.2.5. Sasaran Pendidikan Berbasis Desa Mandiri Gotong Royong

Sasaran pembangunan pendidikan berbasis Desa Mandiri Gotong Royong dalam jangka waktu lima tahun kedepan adalah AMH dan RRLS dan dilaksanakan dengan titik berat pada hal-hal berikut :

1. Penurunan Angka Drop Out (DO) dan Buta Aksara

Gambar

Gambar 1.1 Hubungan Renstra Dengan Dokumen Perencanaan LainnyaPEDO MAN
Gambar 1.2. Proses Penyusunan Renstra 2016—2021
Gambar 2.1  Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kab. OKU Timur
Tabel 2.4 Jumlah Sekolah setiap Jenjang Pendidikan Tahun 2016

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari pembuatan buku ini adalah dengan adanya media yang dapat memperkenalkan dan mengajarkan budi pekerti pada anak-anak di usia dini, budi pekerti ini

untuk Kegiatan Pengadaan Bahan Ajar Muatan Lokal Budaya Bekasi, paket Pekerjaan Cetak. Buku Bahan Ajar Muatan Lokal Budaya Bekasi

Buku teks untuk mata pelajaran muatan lokal yang digunakan pada satuan pendidikan dasar dan menengah dipilih oleh rapat pendidik pada satuan pendidikan dari buku

pendidikan budi pekerti, softskill dan karakter yang berbasis kebudayaan lokal di Jawa Timur dalam bentuk buku sekolah dasar berdasarkan hasil tahun 1 yaitu

Buku teks untuk mata pelajaran muatan lokal yang digunakan pada satuan pendidikan dasar dan menengah dipilih oleh rapat pendidik pada satuan pendidikan dari buku

PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH UNTUK BUKU TEMATIK KELAS III DAN KELAS VI SEMESTER 1, BUKU PENDIDIKAN AGAMA DAN BUKU BUDI PEKERTI UNTUK KELAS III,

Buku prototipe dapat membantu siswa untuk mengetahui informasi tentang nilai-nilai budi pekerti yang terkandung dalam memainkan gamelan khususnya pada instrumen

Buku ini berisi materi pendidikan agama Katolik dan budi pekerti untuk siswa sekolah menengah atas di