PENGARUH MODAL KERJA, LIKUIDITAS, AKTIVITAS DAN UKURAN
PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
1
Novi Sagita Ambarwati,
1Gede Adi Yuniarta,
2Ni Kadek Sinarwati
Jurusan Akuntansi Program S1
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: {[email protected], gdadi ak @yahoo.co.id,
[email protected]}@undiksha.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja, likuiditas, aktivitas dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan dan mencatat laporan keuangan. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2009-2013 yang dapat diperoleh melalui website www.idx.co.id. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 10 perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier regresi berganda dengan menggunakaan bantuan program SPSS 19 for Windows.
Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) secara parsial modal kerja berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, (2) likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, (3) aktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, (4) ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, (5) secara simultan modal kerja, likuiditas, aktivitas dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia.
Kata kunci: modal kerja, likuiditas, aktivitas, size, profitabilitas
Abstract
This study was aimed at finding out the effect of working capital, liquidity, activity and size of company on profitability in manufacturing companies listed on Bursa Efek Indonesia. This Study used qualitative approach. The data collection technique used in this study was documentation method, that is, by collecting and recording financial reports. The source of the data was secondary in the form of financial reports of manufacturing companies listed on BEI in the 2009-2013 period that can be obtained through website www.idx.co.id. The sampling technique used was purposive sampling with 10 company respondents. The data analysis method used was multiple linear regression aided by program SPSS 19.0 for Windows.
The results showed that (1) partially, working capital has a positive and significant effect on profitability, (2) liquidity do not have a significant effect on profitability (3) activity has a positive and significant effect on profitability, (4) company size has a positive and significant effect on liquidity, (5) simultaneously, working capital, liquidity, activity, company size on profitability have a positive and significant effect on profitability in manufacturing companies listed on Bursa Efek Indonesia.
PENDAHULUAN
Untuk mencapai profitabilitas setiap perusahaan akan melakukan berbagai aktivitas selama periode tertentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada tingkat penjualan, aset perusahaan dan modal saham tertentu. Profitabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba
(profit) selama periode tertentu dengan
menggunakan aktiva yang produktif atau modal, baik modal secara keseluruhan maupun modal sendiri (Van Horn dan Wachowiez, 1997). Sedangkan, menurut Sartono (2001) profitabilitas sebagai kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, total aktiva produktif maupun modal sendiri. Tingkat profitabilitas yang tinggi pada suatu perusahaan berarti tinggi pula efisiensi penggunaan modal yang digunakan oleh
perusahaan tersebut. Maka setiap
perusahaan akan berusaha untuk
meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan maka kelangsungan hidup perusahaan tersebut akan lebih terjamin. Bastian (2006) menyatakan bahwa, modal merupakan bagian hak pemilik berupa barang-barang yang kongkrit yang masih ada dalam perusahaan yang terdapat di neraca sebelah debet maupun nilai tukar dari barang-barang yang tercatat disebelah kredit.
Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek. Kelebihan ini berasal dari hutang jangka panjang dan modal sendiri yang disebut dengan modal kerja bersih (net working capital). Kemampuan suatu perusahaan untuk membayar sedemikian besarnya
sehingga mampu memenuhi segala
kewajiban finansialnya yang harus segera
dipenuhi, dapat dikatakan bahwa
perusahaan tersebut disebut likuid dan sebaliknya jika perusahaan tersebut tidak memiliki kemampuan untuk membayar
disebut ilikuid. Likuiditas adalah
menunjukkan kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi,
atau kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. (Munawir, 2002)
Jika modal kerja suatu perusahaan
tinggi maka laba yang dihasilkan
perusahaan akan tinggi pula tetapi tingkat
likuiditasnya tidak terjaga. Untuk
mengetahui informasi atas posisi keuangan pada suatu perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi. Neraca
digunakan untuk menghitung tingkat
pengembalian dan mengevaluasi struktur modal perusahaan. Sedangkan laporan laba rugi memberikan informasi tentang
aktivitas keuangan perusahaan yaitu
tentang biaya, bunga, pendapatan, dan pajak.
Selain modal kerja dan likuiditas, faktor lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas suatu perusahaan adalah aktivitas dan ukuran perusahaan. Rasio aktivitas disebut juga sebagai rasio efisiensi atau perputaran (turnover), dimana rasio ini mengukur keefektifan suatu perusahaan dalam menggunakan berbagai aktiva dan dapat memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya. Total assets turn over merupakan rasio yang menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan dalam menghasilkan volume penjualan tertentu (Syamsuddin, 2009). Ukuran Perusahaan merupakan ukuran atau besarnya aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Munawir (2007) menyebutkan
bahwa perusahaan-perusahaan yang
memiliki ukuran lebih besar memiliki dorongan yang kuat untuk menyajikan
tingkat profitabilitas yang tinggi
dibandingkan dengan
perusahaan-perusahaan yang lebih kecil karena perusahaan yang lebih besar diteliti dan dipandang dengan lebih kritis oleh para investor.
Perusahaan manufaktur dipilih karena memiliki potensi dalam mengembangkan produknya lebih cepat dengan melakukan inovasi-inovasi yang cenderung mempunyai pangsa pasar yang lebih luas dibandingkan
perusahaan lainnya. Perusahaan
manufaktur juga merupakan jenis usaha yang berkembang pesat dan memiliki ruang
lingkup yang sangat besar dalam
pasaran. Disamping itu juga karena saham dalam perusahaan manufaktur lebih banyak menarik minat para investor daripada
perusahaan lainnya. Perusahaan
manufaktur tidak terikat pada peraturan pemerintah, serta perusahaan manufaktur
memiliki peranan penting dalam
pembangunan sebagai salah satu aset nya. Perusahaan manufaktur dituntut untuk semakin efektif dalam mempublikasikan laporan keuangan perusahaannya dalam menghadapi era persaingan bebas, untuk memudahkan para pengguna laporan keuangan yang memiliki kepentingan dalam hal tersebut
Berdasarkan penjelasan diatas,
penulis tertarik untuk meneliti variabel-variabel yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas pada salah satu perusahaan
industri manufaktur, maka penulis
mengambil judul “Pengaruh Modal Kerja,
Likuiditas, Aktivitas dan Ukuran
Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di
BEI”. Sehingga perusahaan dapat mengetahuikebijakan-kebijakan yang harus diambil untuk kelangsungan usahanya.
Modal kerja adalah dana yang ditanamkan dalam aktiva lancar, oleh karena itu dapat berupa kas, piutang, surat–surat berharga, persediaan dan lain-lain (Wasis, 1991). Penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh Siwi (2005)
menemukan bahwa secara parsial hanya
variabel efisiensi modal kerja dan
solvabilitas yang mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas. Didukung oleh penelitian Dikti Kusmeidi Ruwindas (2012)
menemukan bahwa modal kerja
berpengaruh signifikan terhadap
Profitabilitas Perusahaan.
H1: Modal Kerja berpengaruh
signifikan terhadap Profitabilitas
Riyanto (2008:25) menyatakan bahwa
likuiditas adalah masalah yang
berhubungan dengan masalah kemampuan
suatu perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Manurung (2012) dan Yuliati (2013) menyatakan bahwa secara
simultan likuiditas dan solvabilitas
berpengaruh positif tidak signifikan
terhadap Profitabilitas.
H2: Likuiditas berpengaruh signifikan
terhadap Profitabilitas
Menurut Dermawan Syahrial dan
Djahotman Purba “Analisa Laporan Keuangan” Rasio aktivitas menggambarkan
kemampuan perusahaan memanfaatkan aktiva yang dimiliki dalam memperoleh penghasilan melalui penjualan dan rasio aktivitas tidak semata-mata mengukur tinggi rendahnya rasio yang dihitung untuk mengetahui baik atau tidaknya keuangan perusahaan, hal ini dikarenakan rasio
aktivitas untuk mengukur kinerja
manajemen dalam menjalankan
perusahaan untuk mencapai target atau sasaran yang telah ditentukan dan hasil perhitungan rasio aktivitas bukan dalam persentase melainkan berapa kali atau beberapa hari. Penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2007) yang menemukan bahwa rasio aktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada periode pengamatan tahun 2002-2005. Hasil yang sama juga ditemukan oleh Kamaliah, Nasrizal Akbar, dan Lexinta Kinanti (2007) yang menyatakan bahwa
rasio aktivitas, secara simultan
berpengaruh terhadap profitabilitas
perusahaan wholesale and retail trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
H3: Aktivitas berpengaruh signifikan
terhadap Profitabilitas
Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva dan jumlah
penjualan (Ferry dan Jones (dalam
Sujianto, 2001). Penelitian yang dilakukan oleh Merti Sri Devi (2005) menemukan bahwa secara parsial menunjukkan bahwa variabel Net Profit Margin dan Firm Size (ukuran perusahaan) berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Didukung oleh penelitian yang dilakukan Alfa Dera Sumantri (2012) menemukan bahwa ukuran
perusahaan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap ROA (Return On Asset) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2006-2010.
H4: Ukuran perusahaan berpengaruh
signifikan terhadap Profitabilitas
Berdasarkan uraian yang telah
hipotesis yang kelima dari penelitian ini yaitu:
H5: Modal kerja, likuiditas, aktivitas,
dan ukuran perusahaan berpengaruh
signifikan secara simultan terhadap
profitabilitas
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dianalisis dengan
menggunakan SPSS 19.0 for Windows.
Sumber data yang digunakan yaitu data
sekunder berupa laporan keuangan
lengkap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
2009-2013 yang diterbitkan oleh
perusahaan atau bisa diperoleh melalui
Indonesian Capital Market Directory atau
Website www.idx.co.id.
Populasi dalam penelitian ini adalah
perusahaan manufaktur sub sektor
makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2009-2013. Perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berjumlah sebanyak 16 perusahaan. teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah populasi yang memenuhi kriteria sebanyak 10 perusahaan. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda, uji t, dan uji
F. Analisis regresi linear berganda
digunakan oleh uji hipotesis untuk
mengetahui adanya pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat
HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif
Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif dapat dilihat bahwa skor tertinggi dari X1 45% dan skor terendah 22% dengan
rata-rata 44,5%. Skor tertinggi X2 10,08%
dan skor terendah 1,12% dengan rata-rata 6,16%. Skor tertinggi X3 21,31% dan skor
terendah 1,22% dengan rata-rata 11,875%. Skor tertinggi X4 12,29% dan skor terendah
2,29% dengan rata-rata 8,435%. Selain itu, terdapat juga variabel Y atau variabel terikat yaitu Profitabilitas dengan skor tertinggi 68,800% dan skor terendah 33,990% dengan rata-rata 68,390%.
Analisis regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda
digunakan untuk mengetahui arah
hubungan antara variabel independen yang diteliti yaitu modal kerja, likuiditas, aktivitas dan ukuran perusahaan dengan variabel dependen profitabilitas pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun persamaan yang dapat dibuat yaitu:
Ŷ = α + β1X1+ β2X2+ β3X3 + β4X4 + e
Keterangan :
Ŷ = profitabilitas, X1 = modal kerja,
X2 = likuiditas,
X3 = aktivitas,
X4 = ukuran perusahaan,
β1 = koefisien regresi dari X1, β2 = koefisien regresi dari X2, β3 = koefisien regresi dari X3, β4 = koefisien regresi dari X4,
α = konstanta,
e = residual
Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa variabel modal kerja, aktivitas dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang positif signifikan. Sedangkan variabel likuiditas memiliki pengaruh yang positif tidak signifikan terhadap profitabilitas. Maka model persamaan yang dapat diperoleh yaitu:
Y = 0,041 + 0,679 X1 + 0,635 X2 + 0,601 X3
+ 0,005 X4
Hasil Uji Asumsi Klasik
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel
independen dan variabel dependen
berdistribusi secara normal. Untuk menguji apakah data penelitian ini terdistribusi normal atau tidak, dapat dideteksi dengan
menggunakan uji statistik non-parametrik
Kolmogorov-Smirnov (K-S). Pengujian
dilakukan antara variabel modal kerja, likuiditas, aktivitas, ukuran perusahaan dan
profitabilitas dengan residualnya
(unstandardized residual) sebagai daftar target variabel test secara bersamaan yang tidak dilakukan secara individual (Gujarati, 2012). Dari hasil pengujian terlihat pada Tabel 2 tersebut terlihat besarnya nilai
Kolmogorov-Smirnov adalah 0,636 dengan
signifikansi 0,813. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka distribusi data residual tidak normal, sedangkan jika nilai signifikansi > 0,05 maka data residual berdistribusi
normal. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa signifikansi 0,813 > 0,05 artinya data residual berdistribusi normal.
Tabel 1. Hasil Analisis Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. B
Std.
Error Beta
1 (Constant) .041 .032 2.259 .020
MODAL .679 .000 .092 2.243 .040
LIKUID .635 .000 .536 852 .554
AKTIVITAS .601 .000 .084 1.733 .000
UKURAN .005 .005 .150 1.984 .003
a. Dependent Variable: PROFIT Sumber : Data diolah, 2014
Tabel 2 Hasil Pengujian One Sample Kolmogorov-Smirnov Test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstardardized Residual N
Normal Parametersa.b Mean
Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov
Asymp. Sig. (2-tailed)
50 ,0000000 ,05286604 ,090 ,090 -,068 ,636 ,813 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Uji multikolonieritas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi multikolonieritas.
Cara mendeteksinya adalah dengan
melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai toleransi > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10, tidak ada korelasi antar variabel bebas atau tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas (Ghozali, 2011). Pada variabel modal kerja nilai tolerance 0,857 > 0,10 atau nilai VIF 1,167 < 10. Variabel kedua, likuiditas nilai tolerance 0,816 > 0,10 atau nilai VIF 1,225 < 10. Variabel ketiga, aktivitas nilai tolerance 0,818 > 0,10 atau nilai VIF 1,223 < 10. Dan variabel yang terakhir, ukuran perusahaan nilai tolerance 0,827 > 0,10 atau nilai VIF 1,209 < 10. Berdasarkan
hasil perhitungan tersebut, dapat
menunjukkan tidak terjadi adanya
multikolonieritas.
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier berganda terjadi ketidaksamaan varian residual dari satu
pengamatan ke pengamatan lain.
(Ghozali, 2011). Untuk mendeteksi
heteroskedastisitas dapat digunakan uji Grafik Plot. Hasil uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini disajikan pada gambar 1.
Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah, 2014
Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi
heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai
untuk memprediksi profitabilitas,
berdasarkan masukan variabel Modal Kerja, Likuiditas, Aktivitas dan Ukuran Perusahaan.
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara anggota sampel yang diurut berdasarkan waktu yang mengakibatkan model regresi tidak dapat digunakan
sebagai penaksir variabel terikat
(profitabilitas) pada nilai variabel bebas (modal kerja, likuiditas, aktivitas dan ukuran perusahaan). Untuk mendeteksi autokorelasi digunakan Uji Durbin-Watson,
dimana hanya digunakan untuk
autokorelasi tingkat satu dan
mensyaratkan adanya konstanta dalam model regresi dan tidak ada variabel lag diantara variabel independen. (Ghozali, 2011) Berdasarkan hasil output SPSS menunjukkan nilai DW sebesar 1,990 dan harus dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilai signifikansi 5%, jumlah sampel 50 (n) dan jumlah variabel independen 4 (k=4). Nilai tabel didapatkan sebesar 1,721 artinya nilai DW 1,990 lebih besar dari batas atas (du) sebesar 1,721 dan kurang dari 4 – 1,721 (4 – du ), maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak bisa menolak H0 yang
menyatakan bahwa tidak ada autokorelasi positif atau negatif (tabel keputusan) atau
dapat disimpulkan tidak terdapat
autokorelasi.
Uji parsial (uji-t) dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh dari masing-masing variabel bebas (modal kerja,
likuiditas, aktivitas, dan ukuran
perusahaan) secara individual terhadap variabel terikat (profitabilitas) pada perusahaan makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2009-2013. Hasil uji t dapat dilihat pada tabel
coefficient di kolom sig (significance) <
0,05 pada tabel 1 diatas. Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa variabel pertama yaitu modal kerja (X1)
Tabel 3. Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression .055 4 .014 4.558 .004a
Residual .137 45 .003
Total .192 49
a. Predictors: (Constant), UKURAN, AKTIVITAS, MODAL, LIKUID b. Dependent Variable: PROFIT
Sumber :Data diolah,2014
Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,637 a ,588 ,528 15,055166
a. Predictors: (Constant), UKURAN, AKTIVITAS, MODAL, LIKUID b. Dependent Variable: PROFIT
Sumber : Data diolah, 2014
Sehingga hipotesis pertama (H1) yang
menyatakan bahwa modal kerja
berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas diterima. Variabel kedua yaitu likuiditas (X2) memiliki nilai koefisien
regresi sebesar 852 dengan signifikansi 0,554>0,05. Hal ini menerangkan bahwa likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (Y). Sehingga hipotesis kedua (H2) yang menyatakan
bahwa likuiditas berpengaruh signifikan
terhadap profitabilitas ditolak. Variabel ketiga yaitu aktivitas (X3) memiliki nilai
koefisien regresi sebesar 1,733 dengan
signifikansi 0,000<0,05. Hal ini
menerangkan bawa adanya pengaruh
secara positif signifikan terhadap
profitabilitas (Y). Sehingga hipotesis ketiga (H3) yang menyatakan bahwa aktivitas
berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas diterima. Variabel terakhir yakni variabel keempat yaitu ukuran perusahaan (X4) memiliki nilai koefisien
regresi sebesar 1,984 dengan signifikansi 0,003<0,05. Hal ini menerangkan bawa adanya pengaruh secara positif signifikan terhadap profitabilitas (Y). Sehingga
hipotesis keempat (H4) yang menyatakan
bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas diterima.
Uji F dilakukan untuk menguji
apakah secara serentak variabel
independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik atau untuk menguji apakah model yang digunakan telah fix atau tidak (Ghozali, 2011). Hasil uji f disajikan pada tabel 3 berikut.
Berdasarkan tabel 3 diatas dapat
dilihat bahwa nilai signifikansinya
0,04<0,05 maka H5 dapat diterima.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
variabel modal kerja (X1), likuiditas (X2),
aktivitas (X3) dan ukuran perusahaan (X4)
secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Uji koefisien determinan (R2)
bertujuan guna mengukur seberapa
jauhkah kemampuan suatu model dalam menerangkan variasi yang terjadi pada variabel dependen (Ghozali, 2011). Hasil uji dari koefisien determinasi (R2) dalam
Berdasarkan tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square dalam penelitian ini yaitu sebesar 52%. Hasil penelitian ini artinya bahwa sebesar 52% variasi vaiabel dependen yaitu profitabilitas dipengaeruhi oleh variabel independen yaitu modal kerja, likuiditas,
aktivitas, dan ukuran perusahaan,
sedangkan sisanya 48% dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar model tersebut. Pembahasan berdasarkan perhitungan
analisis dapat dinyatakan pengaruh
variabel independen terhadap profitabilitas pada perusahaan makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2009-2013 adalah signifikan.
PEMBAHASAN
Pengaruh Modal Kerja terhadap Profitabilitas
Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 1 menunjukkan bahwa hipotesis
pertama (H1) yaitu modal kerja
berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas, dapat dilihat dari nilai thitung
untuk variabel modal kerja (X2) adalah
2,243 > 1,721 dengan signifikansi 0,020 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Pada penelitian ini perusahaan makanan dan minuman rata-rata memiliki modal kerja yang tinggi sehingga memiliki hubungan
yang positif signifikan terhadap
profitabilitas. Riyanto (2011) menyatakan bahwa tingkat perputaran modal kerja
menunjukkan efektifitas penggunaan
modal kerja dalam perusahaan karena semakin tinggi tingkat perputaran modal kerja semakin efektif penggunaan modal kerja. Semakin cepat modal kerja berputar maka semakin besar keuntungan yang dapat diraih suatu perusahaan untuk
meningkatkan profitabilitas. Hasil
penelitian ini sejalan dengan dengan penelitian yang dilakukan oleh Siwi (2005) yang menyatakan bahwa variabel modal kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan property dan real estate di Bursa Efek Indonesia. Didukung oleh penelitian Dikti Kusmeidi Ruwindas (2012) menemukan bahwa modal kerja berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas Perusahaan.
Pengaruh Likuiditas terhadap Profitabilitas
Hasil uji statistik pada tabel 1 menunjukkan hasil bahwa hipotesis kedua (H2) yaitu likuiditas berpengaruh signifikan
terhadap profitabilitas, dilihat dari nilai thitung untuk variabel likuiditas (X2) adalah
0,852 < 1,721 dengan signifikansi 0,554 > 0,05. Sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini ditolak. Likuiditas yang terus
mengalami kenaikan tidak dapat
memanfaatkan kesempatan untuk
memperoleh laba yang lebih besar. Suatu perusahaan yang current ratio-nya terlalu
tinggi juga kurang bagus, karena
menunjukkan banyaknya dana
menganggur yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan memperoleh laba perusahaan. Bukti empiris juga menunjukkan bahwa perusahaan dengan
current ratio rendah lebih mampu
menghasilkan profitabiltas yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan dengan
current ratio tinggi. Hal ini
mengindikasikan bahwa perusahaan
dengan current ratio rendah adalah perusahaan yang efisiensinya lebih baik. (Yuliati, 2013). Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliati (2013) dan Manurung (2012) yang
menemukan bahwa likuiditas tidak
berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas.
Pengaruh Aktivitas terhadap Profitabilitas
Berdasarkan hasil pengujian statistik
pada tabel 1 menunjukkan bahwa
hipotesis ketiga (H3) yaitu aktivitas
berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas, dapat dilihat dari nilai thitung
untuk variabel aktivitas (X3) adalah 1,733
> 1,721 dengan signifikansi 0,00 < 0,05. Maka, hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima. Semakin besar rasio ini maka semakin baik, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat penjualan yang menunjukkan semakin tinggi aktivitasnya, maka akan
menyebabkan peningkatan pada
kemampuan memperoleh profitabilitas.
Hal ini didukung oleh teori yang
dikemukakan oleh Munawir (2007),
penjualan atau kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, penagihan piutang maupun pemanfaatan aktiva yang dimiliki. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2007) yang menemukan bahwa rasio aktivitas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada Perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada periode pengamatan tahun 2002-2005. Hasil yang sama juga ditemukan oleh Kamaliah, Nasrizal Akbar, dan Lexinta Kinanti (2007) yang menyatakan bahwa rasio aktivitas, secara simultan
berpengaruh terhadap profitabilitas
perusahaan wholesale and retail trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas
Hasil uji statistik pada tabel 1 menunjukkan bahwa hipotesis keempat (H4) yaitu ukuran perusahaan berpengaruh
signifikan terhadap profitabilitas, dapat dilihat dari nilai thitung untuk variabel ukuran
perusahaan (X4) adalah 1,984 > 1,721
dengan signifikansi 0,003 < 0,05. Dengan
demikian, hipotesis keempat dalam
penelitian ini diterima. Semakin maksimal aktiva perusahaan maka laba yang akan didapat menjadi maksimal pula, karena
aktiva perusahaan digunakan oleh
perusahaan untuk kegiatan operasional
perusahaan yang tujuannya untuk
menghasilkan laba. Ukuran perusahaan bisa dilihat dari total asset perusahaan. Menurut Astuti dan Zuhrotun 2007 dalam Basir (2003), perusahaan dengan total
asset yang besar mencerminkan
kemapanan perusahaan. Hasil studi ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Merti Sri Devi (2005) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Kimia dan Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2008-2011.
Didukung oleh penelitian yang dilakukan Alfa Dera Sumantri (2012) menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA (Return On Asset) pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2006-2010.
Pengaruh Modal kerja, Likuiditas, Aktivitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap
variabel dependen secara simultan
(bersama-sama). Berdasarkan dari hasil penelitian dapat dilihat nilai uji statistik nilai Fhitung adalah sebesar 4,558 > nilai Ftabel
adalah sebesar 2,58 dengan tingkat
signifikansi 0,004 lebih kecil 0,05 maka H5
dapat diterima. Ini berarti variabel modal kerja, likuiditas, aktivitas dan ukuran
perusahaan secara bersama-sama
mempengaruhi profitabilitas pada
perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 terbukti kebenarannya. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliati (2013) bahwa secara simultan modal kerja dan likuiditas secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas. Hal tersebut konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh handayani (2007) dan Kamaliah, Nasrizal
Akbar, dan Lexinta Kinanti (2007)
menemukan bahwa aktivitas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh
Devi (2005) dan Sumantri (2012)
menyatakan bahwa ukuran perusahaan
berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas.
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian datas maka dapat ditarik lima kesimpulan, yakni (1) Modal kerja (net working capital to total
asset) berpengaruh positif signifikan
terhadap profitabilitas. Hal ini menjelaskan
bahwa semakin cepat modal kerja
digunakan untuk melunasi kewajiban
keuangan yang akan jatuh tempo,
sehingga ada aktiva produktif yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas. (3) Aktivitas (total assets turnover) berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Hal ini menjelaskan semakin besar rasio ini maka semakin baik, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat penjualan yang menunjukkan semakin tinggi aktivitasnya, maka akan
menyebabkan peningkatan pada
kemampuan memperoleh profitabilitas. (4) Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Hal ini
menjelaskan bahwa Semakin besar
ukuran perusahaan, maka semakin besar probabilitas untuk melakukan peningkatan laba. Ukuran perusahaan bisa dilihat dari
total asset perusahaan, karena
perusahaan dengan total asset yang besar mencerminkan kemapanan perusahaan. (5) Variabel modal kerja, likuiditas, aktivitas dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
Saran
Adapun saran yang ingin diberikan sebagai berikut: (1) Para investor dan calon investor yang ingin berinvestasi di perusahaan makan dan minuman yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia
sebaiknya memperhatikan variabel modal kerja, aktivitas dan ukuran perusahaan yang mempengaruhi profitabilitas secara signifikan. (2) Penelitian yang akan datang
sebaiknya menggunakan sampel
perusahaan yang lebih banyak dan rentang waktu yang lebih lama agar hasil pengujian lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Bastian, Indra, 2006, Akuntansi Sektor
Publik: Suatu Pengantar,
Erlangga, Jakarta.
Bhartos. Basir. 2003. Manajemen
Kearsipan. Jakarta : Bumi Aksara
Devi. 2011. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Pada Perusahaan Kimia & Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2008-2011”.
Jurnal. Uniersitas Maritim Raja. Tanjung Pinang.
Haymans Manurung, Adler.“Teori
Keuangan Perusahaan” ,Edisi
Pertama, Jakarta: Penerbit PT. Adler Manurung Press, 2012.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS, Edisi 5. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro.
Semarang.
Gujarati, D. 2012. Ekonometrika Dasar, alih bahasa : Sumarno Zain. Jakarta : Erlangga
Handayani. 2007. Pengaruh rasio
likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverege terhadap profitabilitas pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEJ
(periode pengamatan tahun
2002-2005) (Studi di Bursa Efek Jakarta), Tahun XVIX, No.1, Januari-Juli 2008. Hal, 55-67.
Kamaliah, Nasrizal Akbar, dan Lexinta Kinanti. 2007. Analisis Pengaruh
Rasio Aktivitas, Leverage
Keuangan, Ukuran, dan Umur
Perusahaan Terhadap
Profitabilitas Perusahaan
Wholesale And Retail Trade Yang
Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia. Jurnal Ekonomi. Vol. 17, No. 3 (2007).
Munawir, S. 2007. Analisa Laporan
Keuangan. Edisi keempat,
cetakan keempatbelas.
Yogyakarta: Liberty
Riyanto, Bambang. 2008. Dasar-dasar
Pembelanjaan Perusahaan.
________. 2011. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi
keempat, cetakan kesebelas.
Yogyakarta: BPFE Universitas Gadjah Mada
Ruwindas. 2012. Pengaruh Modal Kerja
Terhadap Profitabilitas
Perusahaan Pada CV Dandy Handycraft Tasikmalaya. Skripsi
Akuntansi S1. Universitas
Diponegoro. Yogyakarta.
S.Munawir. 2002. Analisis Informasi
Keuangan. Edisi 4. Yogyakarta: Liberty.
Sartono, Agus. 2001. Manajemen
Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:BPEF
YOGYAKARTA.
Siwi, 2005.” Analisis Pengaruh Efisiensi
Modal Kerja, Likuiditas, dan Solvabilitas terhadap Likuiditas pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Go Public di
BEJ”, Skripsi Departemen Akuntansi, Universitas Sumatera Utara, Medan
Sujianto. 2001. Dasar-dasar management Keuangan. Yogyakarta: BPFE
Sumantri, Alfa Dera. 2012. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas
Perusahaan (Studi Pada
Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di BEI Tahun
2006-2010”. Skripsi Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Syamsudin, Lukman. 2004. Manajemen
Keuangan, Penerbit Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Van Horne, James, C, and john M. Wachowiez, Jr 1997. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan, Buku satu, Edisi Kesembilan, Terjemahan oleh Heru Sutujo, Jakarta, Selemba Empat.
Wasis. 1997. Pengantar Ekonomi
Perusahaan. Penerbit Alumni. Bandung.