• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perspektif Hak Asasi Manusia Terhadap Penerapan Perbuatan Melawan Hukum Pada Pasal Penghinaan Presiden dan Wakil Presiden Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Menjadi Polemik di Masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perspektif Hak Asasi Manusia Terhadap Penerapan Perbuatan Melawan Hukum Pada Pasal Penghinaan Presiden dan Wakil Presiden Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Menjadi Polemik di Masyarakat"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pada uraian itu disampaikan pandangan dan pendapat tentang penerapan ketentuan Pasal 56 ayat (1) KUHAP, yang menegaskan: hak tersangka atau terdakwa didampingi

Pasal 19 ayat (3) K ovenan Internasional untuk Hak Sipil dan Politik pada intinya menyebutkan dalam kaitannya dengan hak atas kebebasan berpendapat (yang bertanggung jawab)

Bahwa dalam Pasal 2 ayat (2) Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik dinyatakan bahwa ”Apabila belum diatur dalam ketentuan perundang- undangan atau

Marilah kita baca salah satu ketentuan dalam Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik, yaitu Pasal 17 (ayat 1) -- yang menandaskan pentingnya jaminan

Pada uraian itu disampaikan pandangan dan pendapat tentang penerapan ketentuan Pasal 56 ayat (1) KUHAP, yang menegaskan: hak tersangka atau terdakwa didampingi

sebagai lembaga politik mampu menjunjung tinggi supremasi hukum sebagaimana Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan “Negara Indonesia adalah negara hukum”, sehingga

Marilah kita baca salah satu ketentuan dalam Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik, yaitu Pasal 17 (ayat 1) --yang menandaskan pentingnya jaminan

Hal ini sebgaimana dinyatakan dalam pasal 15, ayat 2, Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, yang berbunyi: "Tidak ada dalam pasal menjadi praduga