*Corresponding Author: ISSN (Online):
Email: [email protected]
UAJ
UBHARA Accounting Journal
Volume 1 Nomor 1 Mei 2021 http://journal.febubhara-sby.org/uaj Hal: 207-212
Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Intern untuk Persediaan Barang Jadi PR. Sumber Barokah Sidoarjo
*Linda Rizqi Budiyanti, Kusni Hidayati, Arief Rahman Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Bhayangkara Surabaya, Indonesia ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana sistem pengendalian intern untuk persediaan barang jadi yang dilakukan oleh PR.
Sumber Barokah Sidoarjo dalam menjalankan kegiatan usahanya untuk mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas pada PR. Sumber Barokah Sidoarjo masih belum sepenuhnya sesuai dengan unsur-unsur pengendalian intern yang dikemukakan oleh Mulyadi.
Kata Kunci :Sistem pengendalian intern, persediaan barang ABSTRACT
This research was conducted with the aim to find out the extent of the internal control system finished goods iventory carried out by PR. Sumber Barokah Sidoarjo in carrying out its business activities to achieve company goals. This study uses qualitative methods with descriptive data analysis techniques. The results of this study indicate that the internal control system of cash receipts and disbursements in public relations. Sumber Barokah Sidoarjo is still not fully in accordance with the elements of internal control proposed by Mulyadi.
Keyword : Internal control system, iventory PENDAHULUAN
Pada era globalisasi sekarang ini perkembangan dunia usaha di Indonesia mengalami persaingan yang cukup ketat di segala bidang, baik dalam bidang perindustrian maupun perdagangan. Persaingan tersebut disebabkan oleh kemajuan teknologi dan perekonomian yang semakin berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, perusahaan harus bersaing untuk dapat bertahan dan berkembang serta dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Perusahaan dapat bertahan dan mencapai tujuannya apabila dikelola dengan baik dan mempunyai pengendalian intern yang baik.
Pengendalian intern berperan penting dalam perusahaan, karena dibutuhkan untuk mengawasi segala kegiatan operasi perusahaan. Selain itu, pengendalian intern juga dibutuhkan untuk meminimalkan segala penyelewengan yang mungkin dapat merugikan perusahaan. Sistem pengendalian intern ini juga sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam mengelolah persediaannya. Agar tujuan dari pengendalian intern ini dapat tercapai, unsur- unsur pengendalian intern perusahaan itu harus terpenuhi dengan baik, sehingga pengendalian intern ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien.. Menurut Mulyadi (2009:166) unsur-unsur pengendalian intern yaitu struktur organisasi, otorisasi dan pencatatan, praktik yang sehat, dan karyawan yang kompeten.
Pengendalian intern terhadap persedian ini sangat penting, karena efektivitas dan efesiensi akan persediaan sangat menentukan laju perusahaan. Dengan
208
Linda Rizqi B. dkk., Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian UAJ: UBHARA Accounting Journal
Vol. 1 No. 1 2021
demikian persediaan harus dapat dipertanggung jawabkan dan dilakukan pengendalian yang memadai. Pengendalian intern akan persediaan yang diterapkan oleh perushaan rokok PR. Sumber Barokah ini adalah pengendalian terhadap persediaan barang jadinya.
Persediaan barang jadi merupakan barang yang sudah diolah dari bentuk bahan baku menjadi suatu produk yang kemudian disimpan untuk dijual dalam operasi normal perusahaan sehingga perusahaan senantiasa memberi perhatian yang besar dalam persediaan. Persediaan mempunyai arti yang sangat strategis bagi perusahaan manufaktur. Persediaan barang jadi yang selesai diproses memegang peranan penting bagi perusahaan manufaktur. Persediaan barang jadi ini merupakan unsur aset yang memiliki nilai material dalam jumlah dan nilai yang relatif besar.
Selain itu juga, merupakan aset yang sensitif terhadap waktu, penurunan harga pasar, pencurian, pemborosan, kerusakan dan kelebihan biaya yang disebabkan oleh kesalahan dalam penanganannya. maka itu, diperlukan suatu pengendalian intern persediaan barang jadi yang baik dan efektif. Dikarenakan persediaan ini sangat rentan terhadap risiko-risiko seperti seperti diatas.
PR. Sumber Barokah Sidoarjo perusahaan yang bergerak dibidang produksi rokok, dalam produksinya perusahaan ini membagi produksinya menjadi 2 yaitu SKT (Sigaret Kretek Tangan) dan SKM (Sigaret Kretek Mesin).Perusahaan ini juga memproduksi sekitar 14 macam rokok. Sehingga pengendalian intern atas persediaan barang jadi ini dibutuhkan oleh perusahaan rokok PR. Sumber barokah saat menambah persediaan rokok ke dalam gudangnya. Dengan pengendalian intern yang baik maka perusahaan rokok PR. Sumber Barokah dapat dengan mudah melakukan kontrol dalam segala kegiatan dan hasil yang didapatkannya selama memproduksi rokok ini, serta akan lebih mempermudah para pekerja dalam melakukan tugasnya.
Pengendalian terhadap persediaan barang jadi berupa rokok ke dalam gudang membutuhkan pengawasan yang sangat ektra. Rokok yang telah selesai dikemas akan dimasukkan ke dalam gudang. Dalam hal melakukan kontrol terhadap persediaan rokok, perusahaan ini tidak melakukan perhitungan terhadap setiap rokok yang telah di produksinya, misalnya persediaan rokok merk A yang terlalu banyak dibandingkan merk B. Selain itu, perusahaan rokok PR. Sumber barokah ini sering melakukan kesalahan dalam pengeluaran persediaan berdasarkan jenis rokok, sebagai contoh rokok yang di minta oleh konsumen atau reseller adalah rokok berjenis SKM (Sigaret Kretek Mesin) atau berfilter namun staff gudang mengeluarkan jenis rokok SKT (Sigaret Kretek Tangan) atau tanpa filter.
Selain hal tersebut di atas penumpukan akan persediaan rokok yang tidak sesuai dengan perhitungan dapat mengurangi beberapa persen dari pendapatan perusahaan rokok PR. Sumber Barokah, hal tersebut dapat terjadi apabila terlalu banyak persediaan rokok yang disimpan dan tidak mendapat permintaan dari para konsumen ataupun reseller, maka persediaan rokok tersebut berresiko tidak dapat dijual kembali. Karena persediaan rokok tersebut sudah usang atau memiliki aroma dan rasa yang berbeda. Dari kejadian-kejadian tersebut banyak menyebabkan kerugian bagi perusahaan rokok PR. Sumber Barokah yang dikarenakan kurangnya pengendalian internal terhadap persediaan rokok yang dalam gudang penyimpanan.
METODE PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendeketan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif merupakan rangkaian kegiatan atau proses penyaringan data dan informasi yang bersifat sewajarnya mengenai
209
Linda Rizqi B. dkk., Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian UAJ: UBHARA Accounting Journal
Vol. 1 No. 1 2021
suatu masalah dalam kondisi, aspek, atau bidang tertentu dalam objek yang diteliti.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara kepada manajer dan staff akuntansi dan staff bagian produksi serta melakukan observasi secara langsung dan menganalisis dokumen-dokumen dari perusahaan.
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Unsur pengendalian intern yang terdapat dalam sistem persediaan barang jadi pada PR.Sumber Barokah Sidoarjo adalah sebagai berikut:
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang ada dalam PR. Sumber Barokah belum memisahkan tanggung jawab fungsional pada beberapa bagian secara tegas, karena masih terdapat beberapa fungsi yang memiliki rangkap jabatan. Pemisahan bagian-bagian yang terkait adalah sebagai berikut:
a. Bagian gudang tidak terpisah dari bagian produksi.
Pada PR. Sumber Barokah Sidoarjo, Bagian gudang tidak dipisahkan dengan bagian produksi, sehingga bagian produksi tidak hanya fokus untuk mengawasi kegiatan produksinya, namun juga harus mengawasi kegiatan yang ada pada gudang. Pada Bagian gudang seharusnya melalukan penghitungan fisik dan melakukan penyimpan barang jadi yang siap dijual kepada konsumen, serta menerima pesanan dari bagian akuntansi.
Namun pada prakteknya dalam perhitungan fisik persediaan yang seharusnya dilakukan oleh bagian gudang dilakukan oleh bagian produksi.
perangkapan itu dapat mengakibatkan kecurangan atau fraud besar, karena bagian produksi dapat saja mempalsukan data perhitungan fisik persediaan dan resiko pencurian persediaan yang dapat dilakukan sangat besar. Selain itu, pada perhitungan fisik persediaan di perushaan ini sering kali mengalami ketidakcocokan antara data yang diterima oleh bagian akuntansi dengan barang fisik persediaan. Hal tersebut dimungkinkan terjadi karena perangkapan ini. diharapkan perusahaan memisahkan antara bagian produksi dengan bagian akuntansi.
2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan
a. Tidak adanya penanggung jawab tetap terhadap penghitungan fisik persediaan barang jadi yang dilakukan oleh bagian gudang, karena dalam melakukan perhitungan fisik pada perushaan ini yang melakukan adalah bagian produksi. Segala kegiatan atas perhitungan fisik tersebut dilakukan oleh karyawan bagian produksi yang dipilih secara random (tidak tetap).
Seharusnya yang melakukan perhitungan fisik adalah bagian gudang, agar jika terjadi kesalahan dalam pencatatan penghitungan fisik persediaan barang tidak ada pelemparan tanggung.
3. Praktik yang sehat
a. Jumlah persediaan barang jadi sering kali terjadi kesalahan pada perusahaan rokok PR. Sumber Barokah ini. Diketahui kesalahan itu terjadi karena, bagian gudang tidak melakukan kontrol terhadap persediaan barang yang hendak keluar dari gudang. Bagian gudang hanya menggunakan faktor kepercayaan kepada pegawai yang mengeluarkan persediaan barang tanpa melakukan pengecekan ulang.
210
Linda Rizqi B. dkk., Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian UAJ: UBHARA Accounting Journal
Vol. 1 No. 1 2021
Tabel 1
Hasil Analisis Sistem Pengendalian Intern untuk persediaan barang jadi PR.
Sumber Barokah Sidoarjo No Unsur-Unsur
SPI
Teori Mulyadi PR. Sumber Barokah Sidoarjo
Keterangan
1. Struktur Organisasi
Memisahkan tugas dan tanggung jawab antar fungsi. Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu kegiatan.
Fungsi gudang pada PR. Sumber Barokah Sidoarjo masih belum dipisahkan dengan fungsi produksi sehingga masih terjadi adanya
rangkap jabatan yang dapat menyebabkan kecurangan.
Belum Sesuai
2. Sistem Otorisasi dan Pencatatan
Ditetapkan
penanggung jawab pada setiap kegiatan yang berkaitan dengan persediaan barang jadi.
Tidak adanya penanggung jawab tetap terhadap penghitungan fisik barang jadi sehingga dapat terjadi
pelemparan tanggung jawab saat terjadi kesalahan.
Belum Sesuai
3. Praktik yang sehatMelakukan
perputaran jabatan untuk menjaga independensi pejabat dalam melakukan tugas.
PR. Sumber Barokah belum pernah
melakukan perputaran jabatan, sehingga dapat menimbulkan kecurangan antar pegawai.
Belum sesuai
Sumber : Peneliti (2020)
b. Kartu gudang jumlahnya sering tidak cocok dengan persediaan barang jadi yang ada.
c. Belum pernah dilakukan perputaran jabatan yang diadakan secara rutin untuk menjaga independensi pejabat dalam melaksanakan tugasnya, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan persekongkolan diantara para pegawai yang tidak dapat dihindari.
Hasil Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Persediaan Barang Jadi Pada PR.
Sumber Barokah Sidoarjo Berdasarkan Teori Mulyadi
Berikut ini adalah hasil analisis terhadap PR. Sumber Barokah Sidoarjo berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Mulyadi terkait dengan unsur-unsur sistem pengendalian intern persediaan barang jadiyang akan disajikan pada Tabel 1.
211
Linda Rizqi B. dkk., Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian UAJ: UBHARA Accounting Journal
Vol. 1 No. 1 2021
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dan hasil analisis mengenai sistem pengendalian intern untuk persediaan barang dagangan pada PR. Sumber Barokah Sidoarjo dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern untuk persediaan barang dagangan yang diterapkan oleh PR. Sumber Barokah Sidoarjo masih belum sepenuhnya sesuai dengan teori pengendelaian intern menurut Mulyadi.
Ketidaksesuaian untuk sistem pengendalian intern pada persediaan barang dagangan PR. Sumber Barokah Sidoarjo terdapat pada unsur-unsur sebagai berikut : (a) Strruktur organisasi, sistem otorisasi dan pencatatan, serta unsur praktik yang sehat. Pada unsur struktur organisasi, PR. Sumber Barokah Sidoarjo tidak memisahkan fungsi dan tanggung jawab antara fungsi gudang dengan fungsi produksi, sehingga masih terjadi adanya rangkap jabatan di PR. Sumber Barokah Sidoarjo. (b) Sistem otorisasi dan pencatatan PR. Sumber Barokah tidakterdapat penanggung jawab pasti terhadap penghitungan fisik barang dagang sehingga dapat terjadi pelemparan tanggung jawab saat terjadi kesalahan. (c) Praktik yang sehat, PR. Sumber Barokah Sidoarjo masih belum melakukan perputaran jabatan secara rutin, sehingga jika tidak diadakan perputaran jabatan hal tersebut dapat menimbulkan persekongkolan antar pegawai untuk melakukan kecurangan pada perusahaan.
Saran yang mampu diberikan penulis kepada pihak PR. Sumber Barokah Sidoarjo yang berkaitan dengan ketidaksesuaian antara sistem pengendalian intern untuk persediaan barang dagangan yang diterapkan oleh PR. Sumber Barokah Sidoarjo menurut teori dari Mulyadi yaitu sebaiknya perusahaan melakukan perbaikan sebagai berikut: (a) Dalam unsur struktur organisasi untuk mengatur sistem persediaan barang dagangan dalam gudang yang ada diperusahaan, sebaiknya dilakukan pemisahan tugas antara fungsi gudang dan fungsi produksi agar tidak terjadi adanya rangkap jabatan yang dapat menimbulkan kesalahan dalam penerapannya. Serta hal ini juga untuk mengurangi kesalahan yang selama ini sangat sering terjadi pada perusahaan, yakni salah dalam pengambilan persediaan barang dagangan. (b) Dalam unsur sistem otorisasi dan pencatatan untuk pengaturan persediaan barang dagangan yang ada di dalam gudang pada perusahaan, sebaiknya perusahaan memberikan penanggung jawab tetap yang dapat diandalkan dalam melakukan kontrol keluar masuknya persediaan barang dagang dan melakukan penghitungan fisik barang dagang. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi terjadinya kesalahan serta agar tidak terjadi pelemparan tanggung jawab di setiap saat terjadi sebuah kesalahan. (c) Dalam unsur praktik yang sehat untuk sistem persediaan barang dagangan yang ada diperusahaan, sebaiknya perusahaan melakukan perputaran jabatan secara rutin untuk menjaga independensi para pegawai dan menghindari terjadinya persekongkolan antar pegawai dalam melakukan kecurangan.
DAFTAR PUSTAKA
AICPA Statements of auditing standards No.78, New York
Baridwan, Zaky. 2009. Intermediate Accounting. BPFE UGM : Yogyakarta Fanny , Angkasa , Edison Sagala, & Elidawati. 2019. Analisis Pengendalian Intern
Persediaan Barang Dagang Pada Pt. Panca Kurnia Niaga Nusantara Medan. Jurnal Bisnis Kolega, p-ISSN : 2479 -910X
212
Linda Rizqi B. dkk., Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian UAJ: UBHARA Accounting Journal
Vol. 1 No. 1 2021
Jusup , Al. Haryono. 2014. Dasar-Dasar Akuntansi Jilid 2 Edisi 7, Cetakan Ketiga, STIE YKPN, Yogyakarta.
Juwita, Natalia Samuna , Harijanto Sabijono , & Stanley Kho Walandouw 2018.
Analisis Pengendalian Intern Persediaan Barang Dagang Pada Pt. Panca Kurnia Niaga Nusantara Medan. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern 12(1), 294-302
Kartikahadi, Hans. 2012. Pengantar Manajemen, Alfabeta, Bandung.
Kristanto. 2011. Sistem Informasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN, Yogyakarta
Mulyadi. 2016. Sistem Informasi Akuntansi, Salemba Empat, Jakarta
Romney, M.B., & Steinbart, P.J. 2014. Sistem Informasi Akuntansi, Salemba Empat, Jakarta
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, AlfaBeta, Bandung
Tamodia, W. 2013. Evaluasi penerapan Sistem pengandalian intern untuk persediaan barang dagangan pada PT.Laris Manis Utama Cabang Manado.
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi, 1(3)
Warren, S. Carl, James, M. Reyee, dan Phillip, E. Fees. 2016. Pengantar Akuntansi.
Edisi 21. Salemba Empat, Jakarta
Wicaksono, A. 2014. Audit Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pengeluaran pada PT. Lagio Furniture. Binus Business Review, 5(2), 510-518
Zulganef. 2008. Metode Penelitian Sosial dan Bisnis. Yogyakarta Graha Ilmu