• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Isen Mulang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Isen Mulang"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 18

BABABB. . 22 PEPPPEREERJRRJAEEANNNNJCCJIAAIANANNN AAKIKAAINNNNEERDDRJAAJNNAA

2.1. RENCANA KINERJA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Dalam rangka pelaksanaan kegiatannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2006-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010-2015 yang diformalkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2011 dan RKPD Nomor : 11 Tahun 2013.

Selanjutnya Propeda ini berfungsi sebagai dokumen perencanaan dan sekaligus menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan selama periode tahun 2014. Dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah secara khusus menyusun dokumen Rencana Strategis (Renstra) seperti yang dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang selanjutnya untuk melaksanakan Peraturan Presiden tersebut maka oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI dibuat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dimana pedoman tersebut agar dipergunakan sebagai acuan dari setiap instansi pemerintah dalam menyusun dan menetapkan Kinerja dan Laporan Kinerja instansi pemerintah. Dokumen Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi.

Laporan kinerja adalah laporan hasil dari capaian kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategi serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya. Dengan menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah diharapkan penyelenggaraan pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah lebih terarah dan tercapainya sesuai sasaran strategis pembangunan 5 (lima) tahun mendatang, yakni meningkatkan citra aparat dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah. Bagi manajemen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dokumen rencana strategis dapat dipandang sebagai :

(2)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 19

 Gambaran visi, misi, persepsi, interpretasi serta strategi Gubernur Kalimantan Tengah untuk mengantisipasi tantangan pembangunan yang dihadapi;

 Alat untuk memacu dan memicu aparat serta masyarakat dalam proses mencapai sasaran yang ditetapkan.

Sebagai „„alat” bagi manajemen untuk memastikan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan memang selaras dengan upaya pencapaian visi, misi dan tujuan/sasaran strategis. Dokumen Renstra Provinsi Kalimantan Tengah secara formal mendefinisikan pernyataan visi, misi, tujuan/sasaran strategis serta strategi pencapaiannya (program dan kegiatan).

Pada bagian selanjutnya dalam bab ini, akan diuraikan secara singkat substansi dokumen Rencana Kinerja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 – 2015 tersebut, sebagaimana digambarkan pada lampiran Dokumen Lakip.

2.2. PERNYATAAN VISI DAN MISI

Visi merupakan pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana instansi pemerintah harus dibawa dan berkarya agar konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh instansi pemerintah.

Dengan mengacu pada batasan tersebut, visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dijabarkan sebagai berikut:

Visi ini diambil dari Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 – 2015.

“Meneruskan dan Menuntaskan Pembangunan Kalimantan Tengah agar Rakyat Lebih Sejahtera

dan Bermartabat Demi Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”

(3)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 20

Meneruskan dan menuntaskan pembangunan bukanlah semata-mata menjadi tujuan utama, namun dalam banyak hal itu adalah instrumen untuk menciptakan nilai- nilai kesejahteraan yang setara (equal) bagi segenap komponen masyarakat Kalimantan Tengah, baik di pedalaman maupun di perkotaan, di hulu maupun di hilir aliran sungai, di kawasan barat maupun timur, yang asli maupun pendatang, yang Dayak maupun Non Dayak dan yang beragam apapun dengan semangat “HUMA BETANG” dan “BHINEKA TUNGGAL IKA”.

Pernyataan visi di atas, secara implisit menunjukan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkeinginan meneruskan dan menuntaskan Pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dalam peningkatan taraf hidupnya dan untuk kejayaaan NKRI.

Secara garis besar arah pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah 5 (lima) tahun kedepan dapat digambarkan melalui Visi dan Misi sebagai berikut :

MISI RPJMD KALIMANTAN TENGAH (2010-2015)

Visi RPJMD Kalimantan Tengah (2010-2015)

“ Meneruskan dan Menuntaskan Pembangunan Kalimantan Tengah agar Rakyat lebih Sejahtera dan Bermartabat demi

Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”

Kejayaan NKRI

Sejahtera Bermartabat

(4)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 21

dengan memperhatikan kesejahteraan rakyat dan lingkungan hidup.

2. Menciptakan pendidikan berkualitas dan terakses serta merata.

3. Menjamin dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang merata dan mudah dijangkau.

4. Pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang menjangkau kantong-kantong pemukiman penduduk dan memfasilitasi pembangunan ekonomi rakyat.

5. Pengembangan dan penguatan ekonomi Kerakyatan yang saling bersinergi dan berkelanjutan.

6. Pelembagaan sistem penguatan kapasitas SDM masyarakat dan pemerintah.

7. Terciptanya kerukunan dan kedamaian serta sinergitas dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Tengah.

Sebagai ukuran keberhasilan kinerja yaitu tingkat kemajuan dinilai berdasarkan berbagai ukuran prosentase kemajuan pembangunan. Ditinjau dari tingkat perkembangan ekonomi kemajuan suatu daerah diukur dari tingkat kemakmurannya, yang tercermin pada tingkat pendapatan dan pembagiannya. Lebih tinggi pendapatan

Sejahtera Bermartabat

VISI

Sinergi dan Harmonisasi Pembangunan kewilayahan Kalimantan

Tengah

Ekonomi Kerakyatan Sinergi & berkrlanjutan

Pendidikan berkualitas, Terakses, dan Merata

Penguatan SDM masyarakat &

pemerintahan

Kesehatan Merata &

Terjangkau Kerukunan, Kedamaian,

Sinergi, & Harmonisasi Masyarakat

Infrastruktur menuju Pemukiman &

Ekonomi Rakyat

MISI

(5)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 22

rata – rata dan lebih merata pembagiannya, suatu daerah dapat dikatakan lebih makmur dan lebih maju. Daerah yang maju juga pada umumnya adalah daerah yang sektor industri dan sektor jasanya telah berkembang. Peran sektor industri manufaktur sebagai penggerak utama laju pertumbuhan, makin meningkat baik dilihat dari segi sumbangannya dalam penciptaan PDRB maupun penyerapan tenaga kerja.

Selain itu dalam proses produksi berkembang keterpaduan antar sektor, terutama sektor industri, sektor pertanian dan sektor jasa – jasa serta pemanfaatan sumber daya alam secara rasional, efisien dan berwawasan lingkungan. Lembaga dan pranata ekonominya tersusun dan tertata serta berfungsi dengan baik sehingga aktivitas perekonomian dapat berlangsung secara efisien dengan produktivitas yang tinggi.

Daerah yang maju umumnya adalah daerah yang perekonomiannnya stabil.

Gejolak yang berasal dari dalam maupun luar negeri dapat diredam oleh ketahanan ekonominya yang terlembaga secara sistematik. Selain diukur berdasarkan indikator ekonomi, tingkat kemajuan suatu daerah juga diukur berdasarkan berbagai indikator sosial yang pada umumnya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusianya. Suatu daerah dikatakan makin maju apabila tingkat pendidikan penduduknya semakin tinggi.

Hal itu tercermin pada tingkat pendidikan terendah serta partisipasi pendidikan dan jumlah tenaga ahli serta profesional yang berada di daerah yang bersangkutan.

Kemajuan suatu daerah juga diukur berdasarkan indikator kependudukan termasuk derajat kesehatan. Ada kaitan yang erat antara kemajuan suatu daerah dengan laju pertumbuhan penduduk. Daerah yang sudah maju ditandai dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih kecil; angka harapan hidup yang lebih tinggi dan kualitas pelayanan sosial yang lebih baik. Secara keseluruhan kualitas sumber daya manusia yang semakin baik akan tercermin dalam produktivitas yang makin tinggi.

Selain memiliki berbagai indikator sosial ekonomi yang lebih baik, daerah yang maju juga ditandai dengan lembaga politik dan kemasyarakatan serta hukum yang fungsional secara mantap. Daerah yang maju juga ditandai oleh peran serta rakyat secara nyata dan efektif dalam segala aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, politik maupun keamanan dan pertanahan.

Kalimantan Tengah yang ingin diwujudkan bukan hanya Kalimantan Tengah yang maju, tetapi juga mandiri. Kemandirian adalah hakikat dari kemerdekaan, yaitu hak setiap orang untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi

(6)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 23

Kemandirian ini bukanlah kemandirian dalam keterisolasian, kemandirian mengenal adanya kondisi saling ketergantungan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bermasyarakat, baik masyarakat dalam suatu daerah dan NKRI maupun masyarakat bangsa – bangsa. Kemandirian suatu daerah tercermin pada kemampuan memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunannya sehingga tidak membuat ketergantungan dan kerawanan sosial dan ekonomi tetapi memiliki daya tahan dan daya saing yang tinggi terhadap perkembangan dan gejolak sosial dan perekonomian. Wujud riil dari kemandirian ini adalah ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan keberdayaan masyarakat yang dilandasi oleh modal sosial yang melembaga dalam sikap dan perilaku sehari – harinya.

Dengan demikian kemajuan dan kemandirian suatu daerah tidak hanya dicerminkan oleh perkembangan ekonomi semata, tetapi mencakup aspek yang lebih luas. Kemajuan dan kemandirian juga tercermin dalam keseluruhan aspek kehidupan, dalam kelembagaan pranata – pranata dan nilai – nilai yang mendasari kehidupan politik dan sosial. Secara lebih mendasar lagi kemandirian sesungguhnya mencerminkan sikap seseorang atau masyarakat suatu daerah mengenai dirinya, masyarakatnya serta semangatnya dalam menghadapi tantangan–tantangan. Karena menyangkut sikap, maka kemandirian pada dasarnya adalah masalah budaya dalam arti seluas – luasnya. Sikap kemandirian harus dicerminkan dalam setiap aspek kehidupan, baik ekonomi, politik, sosial budaya, maupun keamanan dan pertahanan.

Kalimantan Tengah yang ingin dibangun bukan hanya sebagai bagian dari masyarakat, daerah yang maju dan mandiri tetapi juga sebagai kota yang adil. Sebagai pelaksana dan penggerak pembangunan sekaligus objek pembangunan, rakyat Kalimantan Tengah mempunyai hak baik dalam melaksanakan maupun dalam menikmati hasil pembangunan. Pembangunan haruslah dilaksanakan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu, masalah keadilan merupakan ciri yang menonjol pula dalam pembangunan daerah Kalimantan Tengah.

Keadilan ini harus tercermin pada semua aspek kehidupan semua rakyat di Kalimantan Tengah mempunyai kesempatan yang sama dalam meningkatkan tarap hidupnya dan memperoleh lapangan pekerjaan, mendapatkan pelayanan sosial,

(7)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 24

pendidikan dan kesehatan, mengemukakan pendapat dan melaksanakan hak politiknya, mengamankan dan mempertahakan negara serta perlindungan dan kesamaan didepan hukum dengan demikian Kalimantan Tengah yang adil berarti tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun baik antar individu, gender dan wilayah.

2.3. RENCANA CAPAIAN SASARAN STRATEGIS

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan tujuan strategis berdasarkan visi, misi dan faktor-faktor kunci keberhasilan. Sasaran-sasaran strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis organisasi dirumuskan untuk masing-masing tujuan yang telah ditetapkan.

Tujuan dan sasaran strategis agar dapat diukur maka perlu ditetapkan indikator kinerja utama, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER 09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama, guna memudahkan pengukuran dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatkan akuntabilitas kinerja, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dirasa perlu untuk menetapkan indikator kinerja utama, yang terdiri dari 22 Sasaran penunjang sinergi dan harmonisasi pembangunan kewilayahan Kalimantan Tengah serta 1 Penguatan reformasi birokrasi guna mewujudkan kepemerintahan yang baik (Good Governance) sebagai berikut :

Sasaran 1 Meningkatnya Kekuatan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat;

Sasaran 2 Terbangunnya Infrastruktur, yang Menjangkau Kantong- kantong Pemukiman Penduduk;

Sasaran 3 Meningkatnya Investasi Baru untuk Mengembangkan Industri Turunan/Industri Hilir, serta Meningkatnya Eksport Non Migas;

Sasaran 4 Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat dengan Meningkatnya Sistem Layanan Kesehatan yang Bermutu dan Terjangkau;

Sasaran 5 Meningkatnya Pendidikan yang Berkualitas dan Terakses serta Merata dengan Semboyan “Kalteng Harati”;

Sasaran 6 Meningkatnya Peran serta Perempuan pada Bidang Pembangunan;

Sasaran 7 Meningkatnya Pelayanan Publik kepada Seluruh Lapisan Masyarakat, dengan Sistem Penguatan Kapasitas SDM dan Pemerintah;

Sasaran 8 Meningkatnya Pendayagunaan Aparatur Keamanan Melalui Satuan Polisi Pamong Praja;

(8)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 25

Sasaran 10 Meningkatnya Jumlah Penanganan Kasus Kerusakan Lingkungan;

Sasaran 11 Terjaminnya Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Serta Upaya Konservasi pada Kawasan Daerah Aliran Sungai;

Sasaran 12 Meningkatnya Sarana Perhubungan Laut, Udara dan Darat;

Sasaran 13 Terwujudnya Pemuda dan Olahraga yang Berkualitas Maju, Mandiri, Demokratis, Sehat dan Berprestasi;

Sasaran 14 Meningkatnya Produksi Perkebunan;

Sasaran 15 Swasembada Hasil Peternakan;

Sasaran 16 Meningkatnya Ekspor Komoditas Perikanan dan Hasil Laut Guna Peningkatan pada Sektor Kelautan dan Perikanan;

Sasaran 17 Meningkatnya Target Produksi Tambang;

Sasaran 18 Meningkatnya Perekonomian Rakyat dengan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi, serta dengan Mewujudkan Koperasi Berprestasi;

Sasaran 19 Tercapainya Pemantapan Persatuan, Kesatuan, dan Kerukunan Beragama;

Sasaran 20 Meningkatnya Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial;

Sasaran 21 Meningkatnya Kualitas SDM di Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi;

Sasaran 22.a Peningkatan Swasembada Pangan (Bidang Pertanian);

22.b Pemenuhan Infrastuktur yang Mendukung Sektor Ketahanan Pangan;

Sasaran 23 Terwujudnya Kelembagaan yang Efektif, Efisien, Ketatalaksanaan dan Pelaporan Kinerja yang Baik, serta Pendayagunaan Aparatur yang Baik dan Handal.

2.4. Indikator Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah

Strategi pencapaian tujuan/sasaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang terdiri dari Sasaran Kebijakan dan Indikator Kinerja, Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2014 :

(9)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 26

Tabel. 2.4.1

Sektor Sasaran RPJMD Indikator Kinerja Utama

1 2 4

1. Perekonomian Sinergi dan harmonisasi pembangunan

kewilayahan Kalimantan Tengah

Meningkatnya kekuatan ekonomi pada umumnya dan kesejahteraan masyarakat.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Pertumbuhan ekonomi (%).

Pertumbuhan PDRB ( % ).

PDRB Perkapita. ( Juta Rp).

Jumlah investasi berskala Nasional - PMDN.

-PMA Pemerintah.

Angka Kemiskinan ( % )

Tingkat Partisipasi angkatan kerja.

Nilai eksport bersih perdagangan (US $) Nilai import.

Dana perimbangan Daerah (Milyar Rp.) Nilai PAD (Milyar RP.)

Laju Inflasi Daerah Tingkat Pengangguran.

Rangking IPM Nasional.

2. Infrastruktur Jalan dan Jembatan dll.

Sinergi dan harmonisasi Pembangunan

Kewilayahan Kalimantan Tengah melalui pemantapan Rencana Penataan

Ruang Provinsi (RTRWP)

Terbangunnya Infrastruktur, jalan jembatan, pelabuhan dan irigasi serta drainase, terjangkaunya kantong-kantong pemukiman penduduk.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Panjang Jalan dalam kondisi baik.

Panjang Jalan Provinsi di Kab ( > 40 km/jam ).

Panjang Jalan dilalui roda 4 (Km).

Rumah layak huni.

Rasio Rumah layak huni.

Drainase dalam kondisi baik/pembuangan air tidak tersumbat.

Luas irigasi di Kabupaten dalam kondisi baik.

Penambahan panjang jalan (Km).

3. Industri dan Perdagangan

Meningkatnya Investasi baru untuk mengembangkan industri

turunan/industri hilir, serta eksport non migas.

1 2 3 4

Jumlah eksport ( juta US $ ).

Daya serap tenaga kerja pada bidang industri.

Nilain Investasi.

Jumlah pertumbuhan industry

(10)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 27

4. Kesehatan Meningkatnya derajat

kesehatan masyarakat dengan meningkatnya system layanan kesehatan dasar yang bermutu dan terjangkau.

Sejalan dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas layanan tenaga kesehatan.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup.

Angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup.

Umur harapan hidup (UHH).

Rasio dokter persatuan penduduk.

Rasio tenaga medis persatuan penduduk.

Masyarakat miskin tertangani ( % ).

Peningkatan kepuasan pasien - Costomer Acquisition

- Customer Layality - Indek kepuasan pasien

- Tingkat keluhan yang ditangani Meningkatnya kecukupan tenaga kesehatan serta peralatan

- Tingkat pemenuhan SDM - Ketersediaan peralatan - Ketersediaan ruangan.

Indeks kepuasan pasien.

5. Pendidikan Pendidikan berkualitas terakses dan merata, menuju Kalteng HARATI

Meningkatnya Kualitas Pendidikan, pendidikan berkualias dan terakses serta merata.

1.

2.

3. 4.

5.

6.

7.

8.

9.

Rasio guru dan murid SD/MI.

Rasio guru dan murid SMP/MTS.

Rasio guru dan murid SMA/MA/SMK.

Angka Melek Hurup usia 15 thn ke atas - - - SD/MI

- SMP/MTs - SMA/MA/SMK

Angka Partisipasi sekolah.

- SD/MI - SMP/MTs - SMA/MA/SMK

Angka Partisipasi Murni dan Paket A sekolah sederajat SD/MI.

Angka Pertisipasi Kasar Paket B.

- SMP/MTs

Angka Partisipasi Kasar Paket C tingkat.

- SMA/MA

Prosentase Guru SMA/MAL/SMK, yang melaksanakan pembelajaran.

Meningkatnya budaya baca semua lapisan masyarakat.

1.

2.

3.

Jumlah perpustakaan (Unit).

Jumlah pengunjung perpustakaan.

Koleksi buku yang tersedia.

4. Jumlah Masyarakat yang menjadi anggota perpustakaan

5. Jumlah masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan.

(11)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 28

Sektor Sasaran RPJMD Indikator Kinerja Utama

6. Pemberdayaan

Perempuan Meningkatnya peran serta perempuan pada bidang

pembangunan.

1.

2.

3.

4.

5.

Partisipasi angkatan kerja perempuan (%).

Penyelesaian pengaduan perempuan dan anak dari tindak kekerasan.

Rasio akseptor KB.

Cakupan peserta KB aktif.

Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera.

7. Pelayanan Publik Pemerintahan Pelembagaan Sistem

penguatan kapasitas SDM masyarakat dan

pemerintah

Terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai dan sejahtera dibumi tambun bungai serta

1.

2.

3.

4.

Jumlah layanan terpadu (satu pintu).

Pemilikan KTP.

Penerapan KTP Nasional berbasis NIK.

Jumlah Desa Program PMPN Mandiri

(Gerakan Program Memangun Mahaga Lewu)

8. Pendayagunaan Aparatur, Polisi Pamong Praja, Linmas, Ormas &

Organisasi Partai Politik, serta Hukum

Meningkatnya pendayagunaan aparatur keamanan.

1.

2.

3.

4.

Rasio jumlah polisi pamong praja per 10.000 penduduk.

Jumlah Peserta Pembinaan LSM, ORMAS dan OKM

Jumlah Unjuk rasa.

Jumlah Pelanggaran K3 9. Pariwisata, Seni

dan Budaya Terwujudnya tempat-tempat objek wisata dan guna melestarikan nilai seni dan budaya lokal.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Penyelenggaraan festival seni dan budaya.

Jumlah Pagelaran seni di mandala wisata.

Jumlah grup kesenian sanggar seni.

Jumlah gedung tempat pagelaran.

Jumlah obyek wisata yang layak dikunjungi.

Jumlah Hunian Hotel.

10. Lingkungan Hidup (Sumber Daya Alam)

Meningkatnya jumlah penanganan kasus kerusakan lingkungan.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Indeks Perbaikan kualitas lingkungan hidup.

Jumlah Pemantauan dan Pengawasan linkgungan Hidup.

Jumlah informasi Peningkatan Kualitas akses informasi SDA keaneka ragaman hayati dan LH.

Jumlah Pemantauan pengendalian dan pendataan kawasan ekosistem pesisir dan laut.

Jumlah penyelesaian perselisihan sengketa Lingkungan Hidup

Jumlah Kab/Kota yang menangani iklim Miigas dan adaptasi perubahan iklim (Kab/Kota)

(12)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 29

11. Kehutanan Terjaminnya Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan serta upaya konservasi pada kawasan daerah aliran sungai.

1.

2.

3.

4.

5.

Jumlah luas areal rehabilitasi hutan dan lahan.

Jumlah Wilayah yang ditetapkan sebagai kesatuan pengelolaan hutan (KPH).

Jumlah Kasus ilegal loging mengalami penurunan rata-rata 20 % setahun.

Jumlah penurunan hot sport sebagai indikasi kebakaran hutan

Jumlah luas areal rehabilitasi hutan dan lahan 12. Perhubungan

dan Telekomunikasi

Meningkatnya fasilitas bandar udara, pelabuhan laut dan pelabuhan sungai.

1.

2. 3.

4.

5.

6.

7.

8.

Jumlah orang/barang yang terangkut.

Jumlah KIR Angkutan Umum (Unit) Jumlah Angkutan sungai.

Jumlah terminal angkutan jalan (AKAP & AKPD) Jumlah dermaga sungai.

Jumlah perhubungan angkutan laut Jumlah angkutan Udara (Maskapai).

Jumlah lintas yang terpasang disungai

13. Kepemudaan

dan Olahraga Terwujudnya pemuda yang berkualitas dan tempat olahraga berstandar nasional dan terbinanya atlet olahraga.

1.

2. 3.

4.

5.

Jumlah Organisasi Pemuda (OKP).

Jumlah Klub Olah Raga Jumlah Gedung Olah Raya

Jumlah atlet olahraga yang terkirim

Jumlah Cabang olahraga tradisional 3 cabang.

14. Perkebunan Meningkatnya produksi komoditas perkebunan dan luas lahan perkebunan.

1.

2.

3.

4.

Luas areal perkebunan - Kebun rakyat;

- Perkebunan besar.

Produksi perkebunan - Kebun Rakyat;

- Perkebunan besar.

Produksi perkebunan hasil olahan : - Kebun non rakyat;

- Produksi lebih lanjut;

- Dipasarkan .

Devesisifikasi tanaman dilahan karet.

(13)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 30

Sektor Sasaran RPJMD Indikator Kinerja Utama

15. Pertanian dan Kehewanan Peternakan

Swasembada hasil peternakan. 1.

2.

Populasi ternak - - Sapi potong;

- - Kerbau;

- - Kambing;

- - Domba;

- - Babi;

- - Ayam buras;

- - Ayam ras (petelur);

- - Ayam ras (pedaging);

- - Itik.

Produksi ternak - - Sapi potong;

- - Kerbau;

- - Kambing;

- - Domba;

- - Babi;

- - Ayam ras(petelur);

- Ayam ras (pedaging);

- Itik.

16. Kelautan dan

Perikanan Meningkatnya ekspor komoditas perikanan.

1.

2.

3.

4. 5.

6.

7.

Tercapainya peningkatan penyerapan tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan.

Produksi ikan laut hasil tangkapan.

Peningkatan produksi hasil benih ikan air tawar.

Peningkatan hasil tangkapan ikan (perikanan).

Tingkat konsumsi ikan masyarakat perorangan.

Peningkatan volume produksi olahan hasil perikanan.

Peningkatan PAD sektor kelautan dan perikanan.

17.Pertambangan

dan Energi Meningkatnya target produksi tambang.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Produksi Batu Bara - PKP2B

- Kuasa pertambangan rakyat.

PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) sektor tambang

Kuasa pertambangan bijih emas.

Wilayah pertambangan rakyat.

Surat Ijin Pertambangan Rakyat Daerah.

Jumlah Desa berlistrik

(14)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 31

18. Koperasi dan

UMKM Meningkatnya perekonomian rakyat,

1.

2.

3.

4.

5.

Jumlah Koperasi di Kalteng.

Jumlah Koperasi aktif.

Monev fasilitasi, pengendalian KUMKM.

Penilaian kepada KSP/US-Koperasi Tk Prov.

Kab/Kota.

Melakukan penilaian kepada koperasi

berprestasi tk Prov dan ikut ke tingkat Nasional.

19. Pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa

Meningkatnya Pemantapan Persatuan, Kesatuan dan Kerukunan Beragama.

1.

2.

3.

4.

- Jumlah tokoh Agama yang mengetahui tentang persatuan dan kesatuan antar umat beragama.

- Jumlah Calon Jema,ah Haji Kalteng.

- Jumlah Pemuda/Remaja terbina dalam kegiatan antar umat beragama.

- Jumlah rumah ibada keagamaan yang mendapat bantuan.

20. Sosial Kemasyara- katan

Terlaksananya pelayanan rehabilitas kesejahteraan sosial.

1.

2.

3.

4

Jumlah Sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitas.

Jlh Org penduduk miskin kelompok sosial yang mendapat penanganan (bantuan)

Jumlah penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Jumlah Keluarga Pemberdayaan Fakir Miskin (KUBE) dan pemberdayaan komunitas adat terpencil

21. Tenaga kerja dan

transmigrasi

Tersedianya kualitas dan produktivitas SDM di bidang

ketenagakerjaan dan ketrasmigrasi dan meningkatnya SDM di bidang ketenagakerjaan dan

ketransmigrasian.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Tingkat pengangguran terbuka.

Angka sengketa pengusaha pekerja pertahun.

Angka partisipasi angkatan kerja.

Jumlah pencari kerja yang ditempatkan.

Tingkat Pengangguran terbuka.

Keselamatan dan perlindungan pekerja.

Jumlah transmigrasi (KK) ditempatkan

22. a. Pertanian dan Kehewanan

swasembada pangan,

infrastruktur yang mendukung sektor ketahanan pangan serta penambahan luas areal tanaman pangan

1.

. Luas tanaman pangan ( Ha )

Jumlah Luasan tanaman Padi sawah;

Jumlah Luasan Padi lading;

Jumlah Luasan tanaman Jagung;

Jumlah Luasan tanaman Kedelai;

Jumlah Luasan tanaman Kacang tanah;

Jumlah Luasan tanaman Kacang hijau;

Jumlah Luasan tanaman Ubi kayu;

Jumlah Luasan tanaman Ubi jalar.

(15)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 32

Sektor Sasaran RPJMD Indikator Kinerja Utama

Produksi tanaman

pangan : 2. Produksi tanaman pangan ( Ton/ha ) Padi sawah;

Padi lading;

Jagung;

Kedelai;

Kacang tanah;

Kacang hijau;

Ubi kayu;

Ubi jalar.

22. b. Ketahanan Pangan

Terwujudnya pemenuhan infrastruktur yang mendukung sektor ketahanan pangan secara nasional

1. Skor pula pangan harapan.

2. Ketersediaan pangan utama.

3. Jumlah kelompok binaan lembaga masyarakat (LSM).

4. Penurunan daerah rawan gizi buruk (kec.).

23. Pemerintahan Reformasi

Birokrasi Perwujudan Kepemerintahan

yang baik

Terwujudnya kepemerintahan yang baik (Good Governance),

1. Opini Pemeriksaan BPK

2. Nilai Akuntabilitas Kinerja Provinsi.

3. Jumlah LAKIP SKPD yang menyusun dan mendapatkan penilaian baik :

- Nilai Katagori AA = > 85 - 100.

- Nilai Katagori A = > 75 - 85.

.

- Nilai Katagori B = > 65 - 70.

- Nilai Katagori CC = > 50 - 65.

- Nilai Katagori C = > 30 - 50.

- Nilai Katagori D = > 0 - 30.

4. Jumlah aparatur yang melapokan LHKP (Laporan Harta Kekayaan Pribadi )

(16)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 33

Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis Tahun 2011-2015, disusun suatu Rencana Kinerja (Performance Plan) setiap tahunnya. Rencana kinerja ini merupakan penjabaran target kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan. Target kinerja ini menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategis maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan.

Rencana Kinerja Tahun 2014 ini merupakan komitmen seluruh anggota organisasi untuk mencapai kinerja yang sebaik-baiknya dan sebagai bagian dari upaya memenuhi misi organisasi. Dengan demikian, seluruh proses perencanaan dan pengendalian aktifitas operasional Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sepenuhnya dapat dirujukkan pada Rencana Kinerja Tahun 2014 ini.

(17)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 34

2.6. CARA CAPAI SASARAN/PERWUJUDAN VISI DAN MISI

Guna mewujudkan visi dan misi Provinsi Kalimantan Tengah tersebut diatas melalui program-program dengan strategi sebagai berikut :

Tabel. 2.6.1

PROGRAM KINERJA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014 Strategi I : Penataan ruang yang mendukung pengembangan ekonomi unggulan daerah yang

mengutamakan lingkungan hidup.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah

1. Pengembangan ekonomi unggulan direncanakan terlebih dahulu dalam tata ruang yang memperhatikan pelestarian alam dan lingkungan.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Program pengembangan cluster ekonomi.

Program perencanaan tata ruang.

Program pemanfaatan ruang.

Program pengendalian pemanfaatan ruang.

Program penyiapan kota Palangka Raya sebagai pusat pemerintahan NKRI.

Program pengendalian pencemaran perusakan lingkungan.

Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan LH.

Program penyiapan pengembangan wilayah pertambangan.

Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya miner dan batubara, migas dan panas bumi.

Program peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan.

2. Berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghasilkan tata ruang yang juga untuk penyiapan kota palangka raya sebagai pusat pemerintahan NKRI.

Strategi II : Perbaikan sistem dan akses pendidikan.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah

1. Perbaikan sistem bagi tenaga pendidikan untuk merangsang dan meningkatkan motivasi pengabdian dan profesionalisme dalam berkerja.

1.

2.

Program peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan.

Program peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan.

2. Peningkatan kapasitas organisasi dan manajemen serta dukungan infrastruktur data dan informasi pendidikan.

3.

4.

Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur.

Program peningkatan manajemen pelayanan pendidikan.

(18)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 35

infrastruktur pendidikan secara

bertahap. 7.

8.

9.

10.

11.

12.

tahun.

Program pendidikan menengah.

Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan.

Program pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

Program pembangunan jalan dan jembatan.

Program pengadaan alat angkutan jalan raya.

Program pengadaan alat angkutan air.

Strategi III : Perbaikan sistem dan akses kesehatan.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah

1. Perbaikan regulasi dan standarisasi pelayanan kesehatan.

1.

2.

Program standarisasi pelayanan kesehatan.

Program upaya kesehatan masyarakat.

3. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

2. Peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan.

4. Program peningkatan pelayanan kesehatan ibu melahirkan dan anak.

3. Peningkatan dan dukungan sarana dan prasarana serta infrastruktur bidang kesehatan secara bertahap.

5. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita.

6. Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia.

7. Program peningkatan pelayanan tenaga kesehatan.

8. Program pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana tenaga kesehatan.

9. Program pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana kesehatan.

10. Program pembangunan rumah ibadah dan fasilitas sosial.

(19)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 36

Strategi IV : Penataan sistem dan jaringan transportasi, komunikasi, dan informatika.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah

1. Perbaikan regulasi dan pengaturan bidang transportasi, komunikasi, dan informatika.

1.

2.

Program penyusunan sistem transportasi.

Program penyusunan sistem komunikasi dan informatika.

2. Pengembangan dan perbaikan infrastruktur dan saran/prasarana transportasi, komunikasi, dan informatika dengan tetap memperhatikan prioritas pada daya dukungnya bagi pengembangan ekonomi lokal dan kerakyatan.

3.

4.

5.

Program pembangunan jalan dan jembatan.

Program rehabilitasi pemeliharaan rutin jalan dan jembatan.

Program pembangunan/pengadaan jaringan komunikasi dan informatika.

6. Program pembangunan jaringan komunikasi dan informatika.

7. Program pembangunan pengadaan sarana dan prasarana komunikasi dan informatika.

8. Program rehabilitas pemeliharaan sarana dan prasarana komunikasi dan informatika.

9. Program peningkatan pelayanan perhubungan.

10. Program peningkatan prasarana dan fasilitas perhubungan.

11. Program peningkatan prasarana dan fasilitas transportasi udara.

Strategi V : Pengembangan infrastruktur pengairan.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah

1. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengairan makro dan mikro serta pencetakan sawah.

1.

2.

3.

Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya.

Program pembangunan saluran drainase/

gorong-gorong.

Program pembangunan turap/talud/bronjong.

(20)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 37

1. Penyediaan prasarana pembangkit listrik yang memprioritaskan pengembangan ekonomi kerakyatan dan interkoneksi jaringan listrik dengan sistem se-kalimantan.

1. Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi.

Strategi VII : Menyelenggarakan sistem dan kemitraan ekonomi kerakyatan.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah

1. Penguatan pilar dan fundamentasi sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis sumber daya dan bahan baku lokal.

1.

2.

Program peningkatan akses terhadap sumber daya produktif.

Program pengembangan industri kecil dan menengah.

2. Pengembangan ekonomi kerakyatan disokong oleh industri kecil dan menengah serta koperasi yang handal.

3. Program peningkatan iklim usaha yang kondusif bagi koperasi dan UMKM.

3. Peningkatan produksi dan perluasan jaringan pemasaran dalam rangka peningkatan daya saing.

4.

5. Program penguatan kelembagaan koperasi.

Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi.

4. Pengembangan kemitraan usaha antara ekonomi kerakyatan dengan ekonomi skala besar.

6. Program penguatan kelembagaan koperasi.

5. Pengembangan industri kecil dan

menengah. 7. Program pengembangan lembaga ekonomi

pedesaan.

8. Program pengembangan dan pengendalian perikanan tangkap.

9. Program kerawanan dan kewaspadaan pangan.

10. Pengembangan dan pemberdayaan lumbung pangan masyarakat.

11. Program peningkatan kesejahteraan petani.

12. Program peningkatan daya saing SDM koperasi dan UMKM.

13. Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan.

14. Program peningkatan ketahanan pangan pertanian/perkebunan.

15. Program peningkatan kesempatan kerja.

16. Program peningkatan peran perempuan di pedesaan.

17. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian.

18. Program peningkatan penerapan teknologi perkebunan.

19. Program peningkatan produksi pertanian.

20. Program peningkatan produksi perkebunan.

21. Program pemberdayaan penyuluh pertanian.

(21)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 38

22. Program pemberdayaan penyuluhan perkebunan.

23. Program peningkatan produksi hasil peternakan.

24. Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan.

25. Program pengembangan wirausaha.

26. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian.

27. Program peningkatan pemasaran hasil produksi perkebunan.

28. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan.

29. Program pemanfataan potensi sumber daya hutan.

30. Program perencanaan dan pengembangan hutan.

31. Program pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir.

32. Program pengawasan dan pengendalian SKPD.

33. Program pertumbuhan industri agro.

34. Program peningkatan produksi budidaya perikanan.

35. Program peningkatan daya saing produk perikanan.

36. Program rehabilitasi hutan dan lahan.

37. Program pengembangan agrobisnis dan keamanan pangan.

38. Program ketahanan pangan dan gizi keluarga.

39. Program peningkatan efesiensi perdagangan dalam negeri.

Strategi VIII : Peningkatan daya saing masyarakat.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah 1. Peningkatan masyarakat yang menunjang

perekonomian melalui efektifitas fungsi BLK dan sejenisnya

1.

2.

Program penyakit sosial.

Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

2. Rekrutmen, diklat bagi tenaga penyuluh, instruktur serta fasilitator.

3. Program peningkatan kesempatan kerja.

3. Peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui peningkatan ketrampilan dan sarana produksi.

4. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan.

(22)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 39

rangka penguatan dan pengembangan kapasitas lembaga kemasyarakatan.

6. Program peningkatan akses terhadap sumberdaya produktif.

7. Program peningkatan daya saing SDM koperasi dan usaha mikro kecil menengah.

8. Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan.

9. Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya.

10. Program peningkatan peran serta kepemudaan.

11. Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda.

12. Program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga.

13. Program peningkatan pemberdayaan.

14. Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa.

15. Program pengembangan produk dan pemasaran bagi koperasi dan UMKM.

Strategi IX : Peningkatan kapasitas aparatur dan standar operasional birokrasi.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah 1. Peningkatan kapasitas aparatur dilakukan

secara terencana dan sistematis, dihubungkan dengan perencanaan karier untuk menghasilkan layanan dan kinerja yang lebih baik.

1. Program peningkatan kapasitas aparatur.

(23)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 40

Strategi X : Penguatan sendi budaya dan kearifan lokal yang mendukung aktivitas pembangunan.

Kebijakan Umum Program Pembangunan Daerah

1. Pengembangan dan penguatan peran budaya lokal dalam aktivitas sosial dan ekonomi kemasyarakatan.

1.

2.

Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan.

Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat.

2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kamtibmas dan pemberantasan penyakit masyarakat.

3.

4.

Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Program pemeliharaan kamtibmas dan pencegahan tindak kriminal.

3. Pembuatan regulasi dalam rangka penggunaan simbol–simbol adat dalam bidang seni dan budaya dalam acara-acara resmi pemerintahan.

5.

6.

Program pendidikan politik masyarakat.

Program pengembangan kekayaan dan keragaman budaya.

4. Pelaksanaan sosialisasi tentang budaya dan kesenian lokal dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan budaya lokal.

7. Program pengelolaan kekayaan dan keragaman budaya.

Dari 10 strategi dengan pelaksanaan program-program kerja, kemudian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan target kinerja, melalui Penetapan Kinerja yang pada tahun 2014 telah ditetapkan 23 termasuk 1 sasaran untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance).

2.7. PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

Prioritas Pembangunan Daerah merupakan agenda tahunan pembangunan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah yang menjadi benang merah/tonggak capaian dalam RPJMD melalui rencana program pembangunan tahunan. Ini merupakan jawaban terhadap sasaran pembangunan daerah yang mengandung komponen program prioritas atau gabungan program prioritas. Untuk merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah, perlu memperhatikan hasil evaluasi kinerja daerah dan rancangan kerangka ekonomi serta kebijakan keuangan daerah, sebelum proses perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni:

(24)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 41

Dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang serangkaian prioritas atau faktor- faktor penting yang menjadi isu strategis tahun perencanaan dan proyeksi prioritas ke depan. Selain itu, identifikasi juga dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan. Adapun sumber (usulan) prioritas, antara lain berasal dari :

a. Kebijakan nasional dengan memperhatikan capaian kinerja tahun 2013.

b. Kebijakan provinsi untuk tahun 2015.

c. Telaahan hasil perumusan permasalahan pembangunan daerah.

d. Telaahan hasil reviu evaluasi kinerja SKPD tahun 2013 dan 2014

1. Mengevaluasi Hasil Review atas Prioritas dan Evaluasi Sasaran Pembangunan dilakukan untuk mengetahui prioritas dan sasaran pembangunan Rencana Kinerja Tahunan. Dengan memperhatikan tingkat capaian target kinerja tahun yang lalu dan program pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya, kendala-kendala yang dihadapi, serta prioritas dan sasaran pembangunan yang masih membutuhkan tindakan lebih lanjut. Dari hasil evaluasi tersebut, selanjutnya ditentukan sejauh mana prioritas dan sasaran pembangunan daerah apakah masih relevan dengan asumsi-asumsi yang mendasar sehingga dapat ditentukan langkah selanjutnya.

(25)

Laporan Kinerja Pemerintah

Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014 42

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 SASARAN 1

A. MENINGKATNYA KEKUATAN EKONOMI PADA UMUMNYA DAN KESEHATAN MASYARAKAT

NO. INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET KETERANGAN

1. Pertumbuhan Ekonomi ( % ) % 7,3 RPJMD IX-17

2. Pertumbuhan PDRB % 7,3 RPJMD IX-3

3. PDRB per kapita Juta / Rp 27,5 RPJMD IX-3

4. Jumlah Investor berskala Nasional unit 423 RPJMD IX-15 5. Nilai Investasi :

- PMDN ( 000 ) $ 25,400 RPJMD IX-15

- PMA ( 000) $ 9,800 RPJMD IX-15

6. Rasio Penduduk yang bekerja % 97,50 RPJMD IX-3

7. Nilai Eksport US/$ 1,40 Milyar Dinas

Pendapatan

Nilai Import $ -

8. Dana Perimbangan Daerah Milyar (Rp.) 1.604. SDA

9. Nilai PAD Milyar Rp 1.244. SDA

10. Laju inflasi % 3,0 RPJMD IX-3

11. Angka Kemiskinan % 2,5 RPJMD IX-3

12. Tingkat Pengangguran % 2,5 RPJMD IX-3

13. Rangking IPM Nasional % 6 RPJMD IX-3

B. SINERGI DAN HARMONISASI PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN

NO. INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET KETERANGAN

1. Luas Lingkungan Pemukiman Ha 1.672.368 RPJMD IX-9

2. Ruang terbuka hijau Ha 1 RPJMD IX-10

3. Dokumen RTRWP (Yang ditetapkan)

Dokumen 1

4. Dokumen RKPD (Yang ditetapkan)

Dokumen 1 RPJMD IX-10

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa berdasarkan Pasal 45 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/13/M.PAN/5/2008 jo Peraturan Badan

Dalam ketentuan umum Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 disebutkan Kinerja Instansi Pemerintah merupakan gambaran mengenai

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007, tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Instansi Pemerintah

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/09/M.PAN/5/2007, tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator

S ebagai pelaksanaan dari Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/05/ 2007 Tentang Pedoman Umum Penetapan

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/2007 tentang pedoman umum Penetapan Indikator Kerja Utama di Lingkungan Instansi

Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PERR/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum penetapan Indikator Kinerja Utama dilingkungan