Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
68
Rekomendasi Kebijakan :
- Peningkatan dan Pengembangan Indikator Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, perlunya Peningkatan Program yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah.
- Diharapkan adanya peningkatan sarana dan perlengkapan serta pembiayaan yang memadai.
- Penurunan angka pengangguran di Kalimantan Tengah pada tahun 2010 sebesar 4,14 pada tahun 2011 turun 2,55 persen tetapi cenderung naik pada tahun 2012 yaitu sebesar 3,13 persen, angka tersebut diambil dari rasio penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja, untuk akhir masa RPJMD direkomendasikan untuk terus membangun sinergi antar angkatan kerja dan pemerintah terus memperhatikan laju pertumbuhan penduduk dan dengan ketersediaan lapangan kerja.
Beberapa Catatan bidang pertumbuhan ekonomi.
Dalam bidang perekonomian, ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh secara positif ditandai dengan naiknya APBD Provinsi Kalimantan Tengah yang signifikan pada kurun waktu 10 tahun terakhir. Pada tahun 2005, APBD Provinsi Kalimantan Tengah hanya mencapai 596 Milyar rupiah, meningkat menjadi 2,5 trilyun rupiah pada tahun 2013 ini. Demikian halnya dengan PDRB per kapita, pada tahun 2012 mencapai 23,75 juta rupiah dari semula sebesar 6,6 juta rupiah pada tahun 2001. Pertumbuhan ekonomi tahun 2012 mencapai 6,69 persen, di atas rata - rata nasional yang mencapai 6,23 persen. Adapun tingkat inflasi Kalimantan Tengah tahun 2012 mencapai 5,85 persen.
Di Bidang Sosial Budaya, Indikator Indek Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka dan Tingkat Kemiskinan Kalimantan Tengah mengalami perkembangan yang relatif baik. IPM Kalimantan Tengah pada tahun 2011 mecapai angka 75,06, di atas rata – rata nasional yang mecapai 72,77 dan menempatkan Kalimantan Tengah pada posisi ke 7 secara nasional.
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
69
tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Tengah mencapai 3,24 persen. Sedangkan dalam pengangguran kemiskinan, keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menangani kemiskinan dapat terlihat pada tingkat kemiskinan Kalimantan Tengah tahun 2014 mencapai 6,07 persen, mengalami penurunan 0,12 persen dibandingkan tahun 2012 sebesar 6,19 persen, dibawah rata – rata Regional Kalimantan dilihat secara nasional tahun 2014 sebesar 5,95 persen, dibawah sebesar
Solusi dan pemecahan masalah merujuk pada hal tersebut, maka sangat diperlukan adanya koordinasi dan sinergitas antar para pihak, baik lingkup Provinsi Kabupaten/Kota maupun dengan Pusat.
Hal ini bertujuan agar program – program yang sudah dicanangkan dapat bersinergi dan berjalan, sehingga target indikator RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010-2015 dapat dicapai dengan baik. Disamping itu diperlukan juga monitoring yang bertujuan untuk mengetahui dan mengamati perkembangan dan kemajuan pencapaian target indikator RPJMD dalam rangka upaya pencapaian dan solusi pemecahan masalah yang dihadapi.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN EKONOMI ANTAR PROVINSI DI KALIMANTAN DAN NASIONAL
Pertumbuhan ekonomi Y on Y dan Cum to Cum, perekonomian Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan tertinggi, di regional Kalimantan. Namun untuk pertumbuhan Q to Q, perekonomian Kalimantan Selatan yang mengalami pertumbuhan tertinggi, di Kalimantan. Tabel berikut menggambarkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan triwulan III-2014.
Tabel 3.7
Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Triwulan III-2014 Provinsi
Provinsi Pertumbuhan (%) Q to Q Y on Y Cum to Cum Kalimantan Barat 6,10 4,45 4,58 Kalimantan Tengah 4,51 5,54 5,73 Kalimantan Selatan 6,19 4,78 5,01 Kalimantan Timur 1,05 3,18 2,64 KALIMANTAN 3,13 3,93 3,68 NASIONAL 2,96 5,01 5,11
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
70
Pada regional Kalimantan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III-2014 adalah yang tertinggi untuk pertumbuhan Y on Y dan Cum to Cum. Secara berurutan pertumbuhan ekonomi Y on Y Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur adalah 5,54; 4,78; 4,45 dan 3,18 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi Cum to Cum masing-masing adalah 5,73; 5,01; 4,58; dan 2,64 persen. Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III-2014, Q to Q tumbuh 2.96 persen; Y on Y tumbuh 5,01 persen dan C to C tumbuh 5,11 persen.
Pencapaian Kinerja Pembangunan bidang Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan pencapaian kinerja pembangunan yang diukur dari indikator – indikator makro pembangunan daerah yaitu pertumbuhan ekonomi mencapai 5,73 persen ( Oktober 2014), di mana target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2014 pada RPJMD sebesar 7,3 persen hal ini sama dengan capaian bahwa pada awal Tahun 2015 mencapai 8,3 persen, demikian juga pada tingkat pengangguran terbuka pada bulan Agustus 2014 sebesar 3,24 persen di mana target RPJMD tahun 2014 sebesar 2,5 untuk itu perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencapai target pada tahun 2015.
Untuk target indikator pembangunan lainnya yang belum tercapai sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD untuk tahun 2014 seperti inflasi 2,5 persen yang ditergetkan 3 persen; Kemudian persentase penduduk miskin per September 2014 adalah sebesar 6,07 sedangkan untuk tingkat inflasi sebesar 7,07 persen (year on year) dari target sebesar 3,0 pesen. Bila dilihat dari capaian target tersebut perlu kerja keras untuk mencapai target indikator dalam RPJMD pada tahun 2014, akhir periode RPJMD. Untuk itu beberapa target pelaksanaan program kegiatan yang telah ditetapkan berdasarkan RPJMD atau program/kegiatan strategis sebagai terobosan guna pencapaian target.
Uraian Tingkat tingkat kemiskinan.
Penurunan tingkat kemiskinan 7,14 pada tahun 2010 pada tahun 2011 turun menjadi 7,4 dan pada tahun 2012 turun menjadi 6,19 sedangkan angka kemiskinan pada tingkat pedesaan yang semula hanya sebesar 270.626 menjadi 269.940 tahun 2012, Pada bulan Maret 2013 angka kemiskinan Kalimantan Tengah menjadi 5,97 persen terjadi penurunan sekitar 0,93 Persen angka ini diatas Nasional pada tahun 2013 angka kemiskinan Nasional 11, 37 persen
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
71
sedangkan target RPJMD Pertumbuhan 7,1 persen dan angka kemisinan 3 persen. Pada bulan September 2014 berdasarkan data terakhir Badan pusat Statistik (BPS) Prov. Kalimantan Tengah 6.07 persen, tetapi kalau dibandingkan pada periode yang sama September 2013 penduduk miskin di Kalimantan Tengah sebanyak 149.384 orang sedangkan September 2014 tercatat 148.625 orang dari data tersebut adanya penurunan 0,16 persen atau berkurang 559 orang.
Uraian Inflasi Kalimantan Tengah.
Di tengah menanjaknya kinerja pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah, inflasi Kalimantan Tengah ternyata relatif terkendali. Inflasi Kalimantan Tengah Tahun 2013 mencapai 6,79 % walaupun di atas target RPJMD Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 4 %, namun masih lebih tinggi dibandingkan pencapaian inflasi nasional sebesar 8,38 %. Sebagai lebih rinci inflasi Kalimantan Tengah sebagai agregasi dari inflasi Kota Palangka Raya dan Sampit merupakan inflasi ukuran di Kalimantan Tengah 6,45 % dan 7,25 % Inflasi Sampit merupakan terendah di bandingkan Kota lainnya. Pada Triwulan III Awal oktober 2014 Inflasi tercatat 7,07 %
Pengangguran di Kalimantan Tengah
Jumlah pengangguran terbuka di Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan cukup signifikan pada 2011. Namun, kondisi tersebut sebenarnya berbanding terbalik dengan jumlah lapangan kerja yang ada di Kalimantan Tengah. Lowongan pekerjaan di Kalimantan Tengah saat ini jumlahnya cukup besar, terutama di bidang swasta, lebih-lebih dibidang perkebunan dan pertambangan. Sudah selayaknya banyaknya lapangan pekerjaan itu mengurangi atau meniadakan pengangguran terbuka.
Kita memang tidak menyalahkan (Para pencari kerja) yang menginginkan pekerjaan yang baik dan layak bagi mereka. Meski cukup banyak, lapangan kerja namun tidak sesuai dengan keinginan mereka (para pencari kerja).
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
72
pertambangan. Namun kebanyakan perusahaan mencari pekerja kasar dan akan ditempatkan di daerah sekitar wilayah kerja. Sebagian dari para pencari kerja yang latar belakangnya hanya lulusan SMP atau SMA tentunya akan sedikit berpikir jika harus menjadi pekerja kasar dan ditempatkan di daerah perkebunan dan persawahan yang notabene jauh dari keramaian.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah pengangguran terbuka hingga bulan Juli 2011 sebanyak. 33.363 orang. Jumlah tersebut menurun 16 % jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai. 39.686. orang. Pada Tahun 2012 pengangguran terbuka hanya sebesar 13.496 orang, data tersebut sebenarnya bukan angka pasti yang diambil hanya berdasarkan kartu kuning yang dikeluarkan oleh Disnakertrans Kab/Kota se – Kalimantan Tengah, data tersebut juga kemungkinan dipengaruhi oleh adanya Kebijakan Pemerintah Moraturium penerimaan CPNS seluruh Indonesia dan tak terkecuali di Kalimantan Tengah. Analisa tingkat pengangguran di Kalimantan Tengah dapat dilihat pada Sasaran. 21
Kebijakan dan Tindakan Yang Perlu
Kebijakan atau tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab kinerja masih dibawah target rencana capaian yang perlu dilakukan.
1. Perlunya penganggarann dana untuk kegiatan-kegiatan yang belum tersedia dananya bagi pencapaian target kinerja.
2. Perlunya koordinasi dan singkronisasi pada semua stegholder terkait untuk yang menyangkut kewenangan, maka pendanaan maupun program kebijakan perlu perumusan, antar pengambil keputusan.
3. Pencapaian target kinerja yang belum mencapai rencana target pada tahun 2015 pada akhir tahun periodeRPJMD, diperlukan kajian khusus.
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
73
D. BEBERAPA SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA PENUNJANG LAINNYA :
SASARAN. 2
TERBANGUNNYA INFRASTUKTUR YANG MENJANGKAU
KANTONG-KANTONG PEMUKIMAN PENDUDUK.
Meneruskan dan menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan guna menjangkau kantong-kantor penduduk, ini dimaksudkan meneruskan pembangunan yang selama ini sudah berjalan dengan baik maka, dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan baru dan diperlukan pemeliharaan dan pembangunan jalan tersebut, serta infrastruktur lainnya seperti bidang cipta karya, sumber daya air dan tata ruang :
Tabel. 2.1
Pembangunan Infrastruktur
No. Indikator Satauan Realisasi
2013 Target Realisasi Capaian
Akhir periode RPJMD 2015 1 2 3 4 5 6 7 Infrastruktur jalan 1.
Jumlah Panjang Jalan dalam kondisi baik
terpelihara Km 129,78 1.349,95 1.413,73 104,72
629,83
2.
Jumlah Panjang Jalan Provinsi di Kab. Dapat
dilalui > 40 km/jam Km
103,01 6,400 6.464,73 101,01 -
3.
Panjang jalan yang ditingkatkan dan dapat
dilalui roda 4 (empat ) Km 65,48 1.696,96 1.100,00 64,82
-
4. Penambahan Panjang Jalan pertahun. Km - 100 20 20 -
Perumahan dan prasarana pengembangan
kawasan serta drainase. 5. Jumlah kawasan perumahan dan pemukiman perkotaan yang dikembangkan Kawasan 5 5 100 5
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
74
Analisa Capaian Kinerja. 1. Infrastruktur Jalan
Target Akhir periode Renstra (Tahun 2015) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk indikator jumlah panjang jalan yang dipelihara adalah 1.599,15 km, namun pada Tahun 2012 dilakukan pengukuran ulang jumlah panjang jalan Provinsi adalah 1.100 km (berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/300/2012 Tanggal 23 Juli 2012) tanggal 23 Juli 2012 (sumber data lakip PU Prov.Kalteng hal-19);
Grafik 2.1
Target dan Realisasi Capaian Pekerjaan Umum
Indikator Awal RPJMD 2010 Realisasi capaian 2011 Realisasi capaian 2012 Realisasi capaian 2013 Rencana 2014 Realisasi 2014 Capaian ( % ) 2014 Akhir RPJMD 2015 Panjang jalan dlm kondisi baik 1.084,35 1.039 788 887 1.349,95 1.413,73 104,72 1.436,70 Luas Jaringan irigasi 224.020 32,4 34,1 34,75 109,28 89,77 82,15 390.040 Sedangkan realisasi akhir periode Renstra yaitu pada tahun 2015 adalah :
1. Terciptanya kondisi jalan yg fungsional dan peningkatan struktur target capaiannya adalah 1.349,95 km target RPJMD tahun 2014 sedangkan Realisasi 1.413,73 capaian 104,72 target tercapai sedangkan Target akhir RPJMD 1..436,70 Km
2. Penambahan panjang jalan 20 km target 100 km pertahun terrealisai 20 km
Permasalahan dalam Meningkatkan kualitas jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi (sasaran I) dan Meningkatnya kualitas dan ketepatan pembangunan jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi antara lain :
1. Kondisi Tanah yang sangat lembek, untuk beberapa lokasi diperlukan konstruksi khusus, namun konsekuensinya biaya konstruksi menjadi mahal, bahkan dibeberapa tempat penurunan badan jalan masih terus berlangsung (walaupun dalam jangka waktu cukup lama, sampai mencapai stabil yaitu 15 – 20 tahun).
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
75
2. Material yang sangat langka untuk bahan jalan seperti batu dan pasir dibeberapa tempat, material ini harus di datangkan dari Kalimantan Selatan, daerah Sampit dan Pangkalan Bun didatangkan dari Jawa serta banyaknya sungai – sungai besar yang harus dibangun jembatannya, yang mengakibatkan tingginya biaya penanganan jalan. Pembangunan transportasi darat disamping bertujuan untuk menggerakkan pengembangan ekonomi wilayah, juga untuk membuka isolasi daerah – daerah terpencil.
3. Pada dasarnya sebuah jalan dibangun dengan kekuatan beban tertentu. Pada jalan yang sudah full structure umumnya beban rencana (MST) adalah 8,16 Ton sedangkan pada jalan yang belum full structure (MST) direncanakan kurang dari 8,16 Ton. Namun apabila dilihat kenyataan dilapangan truk – truk dengan MST jauh diatas 8,16 Ton banyak melintasi jalan tersebut (overloading), akibatnya jalan akan cepat rusak dan
umur rencana dipastikan tidak akan tercapai.
4. Jalan yang dibangun belum sebanding dengan luas wilayah, panjang jalan yang telah
dibangun apabila dibandingkan dengan luas wilayah dan kebutuhan daerah masih relatif kecil dan masih banyak wilayah Kalimantan Tengah yang belum terlayani jasa transportasi sehingga potensi belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Jaringan jalan yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah belum mampu mengakomodir kebutuhan pelayanan untuk angkutan berat (heavy loaded) karena daya dukung jalan masih rendah dan jaringan jalan tersebut belum mampu meningkatkan aksebilitas ke kawasan – kawasan tertinggal / terpencil maupun kawasan sentra – sentra produksi.
5. Konstruksi jalan yang ada sebagian besar masih berupa jalan tanah (yang beraspal baru 56,67 %), sehingga sangat kondisional terhadap cuaca dan berakibat terganggunya lalu lintas angkutan barang dan orang.
6. Beberapa ruas jalan terletak di DAS (Daerah Aliran Sungai) yang sering meluap bila musim hujan sehingga badan jalan sering terendam seperti di daerah Kasongan, Pararapak (Palangka Raya – Buntok), dan Tumbang Nusa (ruas Bereng Bengkel – Pulang Pisau).
7. Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah yang melewati Kalimantan Tengah belum tembus semuanya sehingga masih banyak daerah – daerah yang terisolir dan rawan pangan
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
76
pada saat musim kemarau. Salah satu contohnya di daerah hulu sungai Barito dan Kahayan.
Dari sasaran bidang perumahan dapat diuraikan bahwa capaian kinerja dengan sasaran Terlaksananya pengembangan kawasan siap bangun/lingkungan siap bangun (Kasiba/Lasiba) dengan indikator jumlah kawasan perumahan dan pemukiman perkotaan yang dikembangkan prosentase capaiannya adalah sebesar 100%. Untuk Bidang Sektoral Perumahan, Capaian Indikatornya hanya untuk Tahun 2013 dan 2014 hambatannya adalah karena Bidang Cipta Karya baru dijadikan Bidang pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun 2012 walau demikian kawasan yang siap bangun sudah tersedia 5 lokasi siap bangun atau capaian 100 %.
Dengan tembusnya jalan dari ibukota Provinsi sampai ke ibukota Kabupaten / Kota bahkan sampai ke semua kecamatan tentu akan meningkatkan perekonomian di Provinsi Kalimantan Tengah. Jumlah luas irigasi dalam kondisi baik dan panjang pembuatan saluran air tidak tersumbat serta penanganan abrasi pantai sebagaimana tabel berikut :
SUMBER DAYA AIR
No. Indikator Kondisi Kinerja Awal 2010 Realisasi Capaian Tahun 2011 (%) Realisasi Capaian Tahun 2012 (%) Realisasi Capaian Tahun 2013 (%)
2014
Target Akhir Renstra (2015) Target (%) Realisasi (%) Capaian (%) 1. Luas Irigasi di Kab. Dalam kondisi baik 35.503 68.538 68.300 90.700 109.288 129.200 118,22 Tdk ditargetkan 2. Drainase dalam kondisi baik/pembuan gan air tidak tersumbat35.805 14.451 5.042 2.697 1.012 996 98,41 16.080
Penetapan target kinerja tersebut diatas adalah dilihat dari target RPJMD Prov .Kalteng 2014 dalam perkembangannya (dalam pelaksanaan kinerja ) yang terealisasi untuk jaringan irigasi adalah sbb :
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
77
Indikator Target Realisasi Capaian ( % )
2014 2013 2012 2014 2013 2012 2014 2013 2012 Jumlah jaringan rawa yang dibangun (ha) 3.500 3.000 550 1.000 4.060 500 28,27 135,53 91,00 Jumlah jaringan rawa yang direhab dan ditingkatkan (ha) 12.000 11.000 4.2725 17.120 21.997 7.612 142,66 199,97 82,00 Jumlah jaringan rawa yang dipelihara (ha) 101.700 77.700 48.526 101.809 174.973 48.526 100,10 255,19 137,00 Jumlah luas jaringan rawa yang ditingkatkan (ha) 12.000 10.000 11.650 14.880 32.674 32.674 124,00 326,74 133,00 Jumlah (Luas Irigasi di Kab.dlm kondisi baik) 129.200 101.700 103.451 134.809 233.704 89.312 89,77 *) 299,35 *) 110,75 *) (sumber LAKIP Dinas PU 2014 Hal.23) *) Capaian rata-rata
Dari tabel diatas dapat diuraikan bahwa capaian kinerja sasaran Meningkatnya pembangunan/rehabilitasi jaringan pengairan, jaringan irigasi yang tepat guna serta pengelolaan irigasi secara partisipatif dengan indikator jumlah jaringan rawa yang dibangun, jumlah jaringan rawa yang direhab dan ditingkatkan, serta jumlah luas jaringan rawa yang ditingkatkan dan jumlah jaringan rawa yang dipelihara prosentases capaian Tahun 2014 adalah (118,22 %;) dimana target Luas Irigasi di Kabupaten dalam Provinsi Kalimantan Tengah target 109.288 Ha terealisasi 129.200 Ha dalam kondisi baik, hal ini bukti keseriusan pemerintah guna meningkatkan produksi tanaman pangan.
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
78
Tata RuangTersusunnya Perda RTRWP Kalimantan Tengah yang mengakomodir arahan pembangunan kewilayahan Provinsi Kalimantan Tengah Koordinasi dan Fasilitasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang Lintas Kabupaten/Kota mempunyai target 1 dokumen yang terealisasi 1 dokumen jadi prosentase yang dicapai 100 % dan untuk Pengembangan Database Pemanfaatan Ruang dan Kelengkapan Studio mempunyai target 1 dokumen yang terealisasi 1 dokumen jadi prosentase yang dicapai 100 %.
SASARAN. 3
MENINGKATNYA INVESTASI BARU UNTUK MENGEMBANGKAN INDUSTRI
TURUNAN/INDUSTRI HILIR, SERTA MENINGKATNYA
EKSPORT NON MIGAS
.
Industri dan Perdagangan Menunjang Ekonomi Kerakyatan dan Kesejahteraan Tabel. 3.1
SEKTOR INDUSTRI DAN PERDANGANGAN
No. Indikator Satauan Realisasi
2013
Target Realisasi Capaian Akhir periode RPJMD 2015 2014
1. Jumlah eksport (juta) US ($) 1.202,84 1.400 1.096,62 78,28 162,87 2. Daya serap tenga kerja pada Bidang Industri Orang 16.694 17.000 16.425 96,62 - 3. Nilai Investasi Rp.(Juta) 234.520. 300.000 227.090. 75,67 - 4. Jumlah pertumbuhan industry Unit - 6,629 4.830 72,86 - 5. Prosentase Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB % 96,68 23 21.27 96.68 23
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
79
Indikator kinerja untuk mencapai taget sasaran yaitu meningkatnya nilai ekspor non migas Kalteng adalah nilai ekspor Kalimantan Tengah pada tahun 2014 dengan target sebesar 1,40 Milyar. Realisasi pada akhir tahun 2014 adalah sebesar US$ 1,096 Milyar yang berarti pertumbuhan ekspor Kalimantan Tengah tidak mencapai target yang telah ditetapkan, atau hanya sebesar 78,28 persen.
Perkembangan Ekspor Kalimantan Tengah Tahun 2005 s/d Tahun 2014 Tahun Berat (Ribu Ton) Nilai Ekspor (Juta U$) Pertumbuhan (%) 2010 6.367,24 1.202,84 54,21 2011 4.202,95 1.343,48 10,47 2012 6.001,11 1.152,67 -16,55 2013 27.894,28 1.402,69 17,82 2014 10.177,42 1.096,62 -27,91
(Sumber Data Disperindag Prov.Kalteng 2014) Tabel 3.7
Berdasarkan data yang diperoleh, nilai ekspor Kalimantan Tengah bulan Desember 2014 sebesar US$ 62,45 juta, turun 29,68 persen dibanding bulan November 2014 yang mencapai US$ 88,81 juta. Secara kumulatif nilai ekspor Kalimantan Tengah Januari – Desember 2014 mencapai US$ 1.096,62 juta atau turun 21,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 yang sebesar US$ 1.402,69 juta. Tahun 2014 US$ 1.096,62 Walaupun demikian hal ini sudah jauh dari target RPJMD yaitu hanya sebesar (US$) 162.879.416.
Indikator Jumlah pasar murah menjelang hari-hari besar keagamaan, dengan adanya fluktuasi bermacam harga kebutuhan masyarakat maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil kebijakan yaitu dengan mengadakan Fasilitasi Pasar murah baik menjelang hari besar keagamaan maupun adanya perayaan hari perayaan 17 Agustus untuk tahun 2014 telah dilaksanakan sebanyak 21 kali hal ini terlaksana karena banyaknya minat masyarakat walaupun target 28 kali atau sebesar 75 %; untuk kegiatan yang sifatnya pembinaan semuanya tercapai 100%. Guna penyeimbang harga pemerintah provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2014 telah mengadakan fasilitasi pasar murah target
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
80
28 kali terlaksana 21 kali hal ini karena telah habisnya persediaan berbagai bahan sembako yang dibeli pemerintah serta berhubungan dengan ketersediaan anggaran.
Guna Peningkatan Pengrajin industri kecil dan menengah yang bertumpu pada potensi sumber daya lokal yang berkelanjutan Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 2 3 4 5 Meningkatnya jumlah industri kecil dan menengah yang bertumpu pada potensi sumber daya lokal yang berkelanjutan 1) Jumlah Unit Usaha IKM 2) Jumlah tenaga kerja IKM 3) Nilai investasi IKM (Rp. Juta) 4.900 unit 16.700 ang 235.000.000 4.830 unit 16.425 orang 227.090.895 98,57 98,35 96,63
*Data sementara (masih dalam proses pengolahan)
Indikator kinerja Program yang dilaksanakan untuk mencapai Sasaran 2 salah satunya yaitu jumlah unit usaha industri kecil menengah dengan target sebanyak 4.900 unit. Realisasi dari target
Foto Kegiatan
Pelaksanaan
Kalteng Expo
Tahun 2014
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
81
yang ditetapkan melalui program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah adalah sebanyak 4.830 unit usaha IKM atau belum mencapai target hanya sebesar 98,57 %. Demikian juga halnya dengan tenaga kerja IKM dengan target sebesar 16.700 orang, realisasi sebesar 16.425 orang atau hanya sebesar 98,35 % dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk nilai investasi IKM dari target sebesar Rp. 235.000.000 juta terealisasi sebesar Rp. 227.090.895 juta atau belum mencapai target hanya sebesar 96,63 %.
Dari indikator kinerja yang telah ditetapkan untuk mencapai Sasaran 2, yaitu meningkatnya jumlah industri kecil dan menengah yang bertumpu pada potensi sumber daya lokal yang berkelanjutan, realisasi kinerja rata-rata belum mencapai target yang telah ditetapkan. IKM mempunyai kedudukan yang strategis dalam perekonomian Kalteng di tahun 2014. Jumlahnya mencapai 4.830 unit usaha dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 16.425 orang. "Potensi ini yang harus dikembangkan Disperindag,"
Permasalahan yang terjadi adalah pengembangan Industri Kecil Menengah di Kalimantan Tengah terkendala lemahnya jiwa kewirausahaan, akses permodalan terbatas, kemampuan manajemen maupun teknis relatif rendah, pemanfaatan mesin peralatan dengan teknologi terbatas dan mutu tidak standar, desain produk terkesan lambat mengikuti selera pasar serta lemahnya akses keluar daerah maupun internasional. Hal ini juga tidak terlepas dari tersedianya infrastruktur yang memadai, mulai dari jalan raya, pelabuhan, penyediaan listrik, gas, kawasan industri hingga sarana perdagangan seperti revitalisasi bangunan pasar, juga belum mendapat perhatian serius.
Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu penyamaan perspektif dan saling bersinergi, baik antar sesama instansi pemerintah maupun pelaku usaha yang saling menguntungkan. Disperindag. Prov. Kalteng telah melakukan beberapa hal untuk mengatasi berbagai persoalan dalam mengembangkan IKM, mulai dari peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan serta magang. Penerapan standar mutu IKM dalam rangka meningkatkan daya saing, modernisasi peralatan melalui bantuan peralatan, hingga memasarkannya melalui keikutsertaan dalam pameran. Upaya tersebut ternyata belum optimal sehingga perlu terobosan pengembangan IKM sesuai harapan.
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
82
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sektor industri tahun anggaran 2014 sesuai dengan kinerja dapat dilihat perkembangan industri kecil dan menengah di Kalimantan Tengah tahun 2014 sebanyak 4.830 unit usaha sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 4.862 unit usaha yang berarti penurunan unit usaha baru sebanyak 32 unit usaha, atau turun sebesar 0,65 %.
Tabel. 3.7 Data Industri Kalteng Potensi IKM Satuan Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 Unit Usaha Unit 3.457 4.461 4.401 4.862 4.830 Tenaga Kerja Orang 11.776 15.205 15.103 16.694 16.425 Nilai Investasi Rp. Juta 147.590.152 164.536.369 290.264.591 234.520.963 227.090.895 Gambar. 3.1 Data Perkembangan Industri Kalteng
Dilihat dari data diatas, potensi tenaga kerja yang bergerak di bidang IKM pada tahun 2014 telah mengalami penurunan dari tahun 2013, yaitu sebesar 1,61 persen dari 4.862 oarang menjadi 4.830 orang tenaga kerja atau berkurang sekitar 269 orang, demikian juga dengan nilai investasi IKM Kalteng tahun 2014 mengalami penurunan sebesar Rp. 10.430.068 juta atau penurunan 4,45 % dari tahun 2013.
Laporan Kinerja Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014
83
Gambar. 3.2 Data Nilai Investasi Industri KaltengGuna menjaga kestabilan harga barang pokok dan Barang strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan pemantauan terhadap 20 komoditi bahan pokok sehingga meningkatnya kstabilan barang pokok adalah dengan memantau perkembangan harga komoditi bahan pokok yang beredar di masyarakat dengan target sebanyak 20 komoditi. Berdasarkan realisasi pada tahun 2014 telah mencapai target 100 persen yaitu telah dipantaunya 20 komoditi yang beredar di masyarakat.
Bahan kebutuhan pokok merupakan komoditas penting yang menguasai hajat hidup orang banyak, rawan bergejolak serta penyumbang yang dominan terhadap inflasi dalam perekonomian Indonesia kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari adanya ketersediaan dan terjangkaunya harga-harga komoditi bahan kebutuhan pokok. Mengingat begitu pentingnya komoditi tersebut, maka perlu dilakukan pemantauan harga yang merupakan indikator penting dalam menggambarkan cukup tidaknya ketersediaan komoditi tersebut. Maka outcome dari kegiatan pemantauan ke 20 komoditi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi para pegambil keputusan dalam menetapkan kebijakan tata niaga dalam rangka menjaga stabilitas harga dan penurunan disparitas harga komoditi bahan kebutuhan pokok secara berkelanjutan.
Kestabilan harga komoditi bahan kebutuhan pokok diharapkan mampu memberikan sumbangsih yang nyata bagi stabilitas inflasi dan perekonomian khususnya Kalimantan Tengah. Pendataan harga bahan pokok ini dimaksudkan untuk menyajikan berbagai data harga bahan pangan pokok secara terpadu , sehingga memberikan kemudahan kepada pengguna memperoleh data secara lengkap untuk kepentingan analisa,