KANTONG KREATIF BACUKIKI Tujuan Inisiatif
Pada Tahun 2017 data pelaku IKM per kecamatan yang terhimpun pada Dinas Perindustrian dan
Perdagangan, Kecamatan Bacukiki mempunyai jumlah pelaku IKM terkecil dari tiga Kecamatan lainnya yaitu hanya sebesar 17,54 % dengan jenis usaha yang tidak beragam.
Selain itu, belum tersedianya ruang untuk menampung produk dan bakat kreatif yang dihasilkan para pelaku usaha yang setiap saat dapat diakses juga menjadi kendala pengembangan pelaku ekraf yang ada.
Masalah lainnya, sektor ekonomi kreatif yang berbasis kecamatan masih menjadi gagasan pinggiran,
sedangkan di era revolusi industri 4.0, Pemerintah Daerah dalam memberdayakan pelaku ekraf tidak hanya dengan memberikan bantuan permodalan saja, tetapi diperlukan adanya peningkatan konektivitas,
interaksi yang semakin terpusat pada teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sebuah produk serta model promosi.
Sehingga, inovasi Kantong Kreatif bertujuan untuk :
1. Menjaring dan menemukan pelaku ekraf untuk dibina dan dikembangkan agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bersaing
2. Menjadi ruang bersama antara Pemerintah dengan pelaku ekraf dalam menghadirkan sumber – sumber ekonomi baru agar masyarakat lebih mandiri dan menjadikan kreatifitas sebagai sumber ekonominya.
3. Mengembangkan ekonomi kreatif agar mampu berdaya saing dan memberikan sebuah nilai tambah ekonomi serta membuka kesempatan memperluas jaringan pemasaran industri kecil serta mendorong tumbuhnya IKM baru.
Data IKM Kota Parepare Tahun 2017
Keselarasan Dengan Kategori Yang Dipilih
Inovasi Kantong Kreatif merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja, dengan menjembatani produk lokal dengan pasar yang lebih luas, memfasilitasi pelaku usaha mengembangkan produk agar bernilai tambah serta memandirikan masyarakat untuk membuka kesempatan kerja sendiri. Sehingga strategi pembangunan melalui kebijakan keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan dapat terwujud.
Kantong Kreatif selaras dengan tujuan SDGs ke-8 yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan untuk semua karena terdapat pekerjaan yang layak. Selain itu, implikasi positif dari keberpihakan pada ekonomi kerakyatan ada pada wilayah yang memperkuat ekonomi lokalnya sehingga akan lebih survive dan mampu meredam krisis global.
Signifikansi (Arti Penting)
Inovasi ini sebagai bentuk dorongan dari Pemerintah Kecamatan Bacukiki dalam mengaktivasi usaha produktif masyarakat, sehingga pemerintah kota mudah menemu kenali potensi sumber – sumber ekonomi baru yang akan memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian.
Data pelaku usaha ekonomi kreatif yang telah tergabung dalam wadah Kantong Kreatif Bacukiki Tahun 2017 sebanyak 13 usaha, Tahun 2018 meningkat menjadi 25 usaha dan Tahun 2019 berjumlah 55 usaha, baik yang berupa usaha individu maupun yang berbentuk kelompok. Selain itu, pada tahun 2019 sebanyak
354 orang warga kreatif diikutkan berbagai pelatihan.
Inovasi memberikan dampak kepada para pelaku usaha kecil, karena mampu meningkatkan kreatifitas warga serta memandirikan masyarakat untuk melakukan usaha sendiri khususnya di wilayah Kecamatan Bacukiki.
Terobosan penting dari inovasi Kantong Kreatif yaitu pelaku usaha diberdayakan dan dilakukan
pendampingan dengan sistem kolaborasi. Beberapa pelaku usaha yang ada, telah didaftarkan sebagai anggota Rumah Kreatif milik BUMN yaitu salah satunya RKB milik PT. Telkom untuk dibantu dan dibina agar produk yang dihasilkan berkualitas serta didukung sarana dan fasilitas pemasaran yang memadai. Hal ini dilakukan karena, untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas usaha-usaha yang ada diperlukan kolaborasi, tidak hanya dari Pemerintah semata tetapi semua unsur yang ada, agar pelaku usaha ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian.
Signifikansi Inovasi
Inovasi
Keseluruhan proses pelaksanaan Kantong Kreatif memiliki keunikan tersendiri. Ada 4 fitur disediakan yang diharapkan dapat menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.
Aplikasi yang berisi database pelaku usaha dan warga kreatif yang telah dilatih yang dapat diakses masyarakat/dunia usaha yang membutuhkan tenaga kerja siap pakai. Fasilitasi pemasaran
produk dan pembuatan legalitas usaha serta pemetaan potensi kreatif yang telah diintegrasikan dengan Geographic Information System yang juga terhubung dengan Google Maps.
Dan saat ini, Kantong Kreatif berkembang menjadi layanan terintegrasi karena Pemerintah Kecamatan terus berkolaborasi dengan SKPD teknis serta perusahaan BUMN/BUMD agar para pelaku usaha mendapatkan pembinaan/pendampingan.
Inovasi ini bersifat hasil adaptasi dengan melihat permasalahan terkait pengembangan ekonomi kreatif diwilayah Kecamatan Bacukiki. Dimana Kecamatan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah dan merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mempunyai peran strategis dalam mengeksplorasi potensi ekonomi kreatif masyarakatnya.
Sehingga untuk penjaringan data pelaku usaha, produk dan bakat kreatif yang ada di Kantong Kreatif, melibatkan perangkat kelurahan dan masyarakat setempat, agar diperoleh data orisinil usaha produktif dari masyarakat yang berbasis ekonomi kerakyatan. Khususnya usaha dan produk yang belum diketahui keberadaannya oleh masyarakat luas. Sehingga keberadaan data tersebut akan memudahkan organisasi yang membutuhkan dan menguntungkan pelaku usaha.
Transferabilitas
Kantong Kreatif BacukikiPenerapan Kantong Kreatif mempunyai potensi untuk dapat diterapkan pada semua kelurahan/kecamatan karena sifatnya yang mudah, sederhana, namun kaya manfaat dan hanya
dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia untuk mengelolanya. Inovasi ini akan sangat membantu daerah dalam menemukan produk unggulannya serta pelaku ekraf. Bahkan fitur peta ekraf yang ada di aplikasi dapat direplikasi untuk memetakan potensi ekonomi kreatif dalam suatu wilayah.
Dengan kebijakan pendanaan yang memadai, maka fitur juga akan ditingkatkan. Inovasi ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung implementasi gerakan revolusi industri 4.0 untuk mewujudkan strategi prioritas nasional dengan memberdayakan IKM melalui teknologi, sehingga akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat disuatu daerah.
Sumber Daya
Untuk mendukung pelaksanaan inovasi Kantong Kreatif Bacukiki dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang mampu mengelola dan menginventarisir potensi ekraf yang ada, yaitu dengan membentuk tim koordinasi yang penanggungjawabnya adalah para kepala seksi kesra yang ada dikelurahan. Disamping itu, dibentuk juga kelompok kerja ditingkat kecamatan yang bertugas melakukan koordinasi dengan tim kelurahan serta kepada para ketua RT dan RW untuk mendapatkan data potensi ekraf yang ada dimasing-masing wilayahnya Sumber daya finansial dibutuhkan untuk mengintervensi pengembangan usaha serta peningkatan kapasitas dan kapabiltas dari para pelaku ekraf, dimana dukungan anggaran diperoleh melalui dana kelurahan atau dana CSR dari BUMN/BUMD maupun organisasi yang ada.
Keberlanjutan Kantong Kreatif Bacukiki tertuang pada kebijakan dokumen RPJMD Kota Parepare Tahun 2018-2023 yang diturunkan pada dokumen Renstra Kecamatan Bacukiki Tahun 2018-2023, dimana untuk menjamin keberlanjutan program ini pada Tahun 2019 telah dianggarkan melalui dana kelurahan senilai Rp.415.428.000,- untuk program peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku ekraf yang tersebar diempat kelurahan melalui kegiatan dalam bentuk pelatihan dan bantuan peralatan usaha.
Disamping itu, Program Kantong Kreatif Bacukiki telah dituangkan pula dalam Surat Keputusan Walikota Parepare tentang Pembentukan Kelompok Kerja Inovasi Kantong Kreatif Bacukiki yang diperbaharui setiap tahunnya, untuk menjamin keberlanjutan program ini.
SK TIM Inovasi
Pada aspek sosial, inovasi ini mampu menjadikan produk lokal hasil usaha kreatif masyarakat bersaing dengan produk lainnya dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sudah menjadi kebutuhan saat ini.
pada aspek lingkungan, inovasi ini akan merubah mindset para pelaku usaha karena mereka didampingi secara langsung agar produk mampu berdaya saing dan memberikan sebuah nilai tambah ekonomi.
Kantong Kreatif telah menjadi bahan konsep belajar Peserta Diklatpim Tingkat IV Kabupaten Selayar, untuk dapat diadopsi dan direplikasi pada pembuatan proyek perubahannya. Aplikasi yang tidak hanya berisi sistem online ini, tetapi didalamnya juga terdapat layanan terintegrasi dengan SKPD dan instansi lainnya menjadikan peluang dapat direplikasi, dimodifikasi serta dikembangkan.
Dampak
1. Evaluasi Internal
1. Memperkuat peran/fungsi pokja melalui rapat koordinasi untuk evaluasi peningkatan layanan Kantong Kreatif. Termasuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha melalui sistem kolaborasi dengan SKPD Teknis dan BUMN/BUMD.
2. Monitoring kepada pelaku usaha, untuk difasilitasi solusi dari kendala yang dihadapi dalam
pengembangan usahanya melalui kuisioner dan testimoni sebagai saluran memberi masukan terhadap kualitas layanan.
2. Evaluasi Eksternal
1. Evaluasi oleh Bidang Litbang Bappeda untuk mengukur dampak implementasi inovasi
2. Kunjungan tim Rating Kota Cerdas Indonesia, tim Governor Award for Innovation Prop. Sulsel serta peneliti P2KP LAN di Kecamatan Bacukiki untuk melihat proses bisnis inovasi Kantong Kreatif
Ada empat aspek utama yang dievaluasi yaitu :
1. Input : Indikatornya implementasi Kantong Kreatif dikelurahan serta jumlah pelaku usaha yang dibina 2. Proses : Indikatornya fasilitasi pendampingan, fasilitasi legalitas usaha dan fasilitasi pelatihan para
pelaku usaha
3. Output : Indikatornya tersedianya aplikasi yang terintegrasi, jumlah usaha yang difasilitasi dan jumlah warga yang terlatih
4. Dampak : Indikator rata-rata pendapatan per bulan para pelaku usaha, jumlah tenaga terampil yang terserap dunia kerja, peningkatan pengetahuan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja
Hasil evaluasi yaitu adanya peningkatan jumlah pelaku usaha di Kecamatan Bacukiki dan peningkatan keterampilan masyarakat untuk siap kerja maupun membuka usaha mandiri
Input : Peningkatan Pelaku Usaha yang telah terjaring dan dibina sebesar 22.73 %
Proses : Inovasi ini telah memfasilitasi pelaku usaha untuk didaftarkan pada rumah kreatif PT. Telkom, telah memberikan kemudahan kepada masyarakat melalui fasilitasi dalam pengurusan legalisasi usaha para IKM serta telah memberikan wadah kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan.
Output : Meningkatnya Hasil dan kualitas Produksi, pemasaran produk dan keterampilan para IKM dan Meningkatnya keterampilan/pengetahuan serta kreatifitas masyarakat
Dampak : Peningkatan Pendapatan masyarakat dan adanya peningkatan keterampilan masyarakat untuk siap kerja maupun membuka usaha mandiri
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Inovasi Kantong Kreatif Bacukiki melibatkan beberapa stakeholder internal dan eksternal yaitu :
Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Parepare mempunyai peran memfasilitasi dalam pembuatan aplikasi Kantong Kreatif berbasis website
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) mempunyai peran membantu para pelaku usaha kreatif dalam hal pengurusan surat – surat izin usahanya
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Parepare mempunyai peran memberikan pembinaan terhadap usaha ekonomi kreatif yang tumbuh agar dapat berkembang. Sebab dengan adanya inovasi ini maka akan memberikan kemudahan akses data dan informasi terkait potensi ekonomi kreatif untuk kemudian dibina dan dikembangkan usahanya.
Kelurahan se-Kecamatan Bacukiki mempunyai peran memberikan data dan informasi terkait seluruh kegiatan usaha kreatif yang ada diwilayahnya masing-masing
Pelaku Ekonomi Kreatif mempunyai peran sebagai objek yang akan dikembangkan usahanya dan diberikan pembinaan agar usahanya dapat mandiri.
Para Ketua RT dan RW mempunyai peran sebagai informan seluruh kegiatan usaha kreatif yang ada diwilayahnya, tidak hanya itu, tetapi juga bakat kreatif yang ada.
Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Parepare berperan untuk membantu
Pemerintah Kecamatan dalam mengembangkan pariwisata dari sektor ekonomi kreatif karena bagian dari something to buy.
RKB Telkom berperan menjadi mitra untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha Dokumentasi Koordinasi Stakeholder
Pelajaran Yang Dipetik
Inovasi ini memberikan khasanah keilmuan pentingnya Pendekatan Kolaborasi dalam
percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja untuk mencapai Tujuan Pembangunan.
Layanan terintegrasi Kantong Kreatif merupakan salah satu bentuk penerapan Collaborative Governance dalam level pemerintahan paling rendah (Kecamatan). Dimana untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas IKM, tidak hanya dari Pemerintah tetapi semua unsur, agar pelaku usaha dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian.
Testimoni salah satu pelaku usaha kerajinan tangan dari kelurahan Lompoe, Saiful mengatakan :
“Manfaat yang saya dapatkan dalam Kantong Kreatif, salah satunya usaha saya mendapatkan pendampingan, serta membantu saya mendapatkan bahan baku dengan mudah, sehingga biaya produksi saya tidak terlalu besar”