• Tidak ada hasil yang ditemukan

MTs. AL-AMANAH BESUKI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MTs. AL-AMANAH BESUKI"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

(1)

DOKUMEN I

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

( KTSP )

MTs. AL-AMANAH BESUKI

Jl Kangean RT. 002 RW.005 Kotim Besuki - Situbondo E-Mail: [email protected] Kode Pos 68356

TAHUN PELAJARAN 2021 / 2022

(2)

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KTSP MADRASAH TSANAWIYAH AL AMANAH BESUKI

Oleh :

Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Al Amanah Besuki Tahun Pelajaran 2021/2022

1. PELINDUNG

Kasi Pendma Kantor Kementerian Agama Kab. Situbondo Dra. Hj. UMI MASLAHAH

2. PEMBIMBING/PENGARAH Pengawas Madrasah

Dra. SUBHARTINI

3. PENANGGUNG JAWAB Kepala MTs Al Amanah Besuki MOH. ZAINUL IRFAN, S.Pd.I 4. ANGGOTA :

1. ABDUL JABBAR, S.Pd 2. SAIFUL HASAN , S.Pd.

3. ERDIN BANGUN PRABONDO, S.Pd 4. AHMAD FAJRI RAMADHANI S.Pd 5. IMAM WAHYUDI, S.Pd

6. PURWANTO, S.Pd

7. LELY RAHMATILLAH, S.Pd 8. UMMI NADLIRATUL LAYLI, S.Hi 9. NUR ALIF FAIDAH,S.Pd

(3)

LEMBAR PENETAPAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Tim Pengembang Kurikulum Madrasah, maka Kepala Madrasah dengan ini menetapkan Dukumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MTs Al Amanah Besuki untuk diberlakukan Tahun Pelajaran 2021/2022

Mendapat pertimbangan dari Ditetapkan di : Situbondo Komite Madrasah PadaTanggal : 10 Juli 2021

Ketua, Kepala MTs Al Amanah Besuki,

Drs. H. SAMSUL ARIFIN,M.Pd MOH.ZAINUL IRFAN, S.Pd.I

(4)

REKOMENDASI PENGESAHAN KURIKULUM MTS AL AMANAH

Alamat ; Jl. Kangean Kotim Besuki

LEMBAR VALIDASI

KTSP TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Setelah dilakukan validasi dengan instrument validasi yang telah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, maka Rancangan KTSP :

Madrasah : MTs AL AMANAH

Alamat : Jl. Kangean Kotim Besuki RT 002 RW 005 Tahun Pelajaran : 2021/2022

Dapat direkomendasikan untuk mendapat pengesahan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada madrasah tersebut pada Tahun Pelajaran 2021/2022 sesuai dengan ketentuan peraturan perudangan yang berlaku.

Situbondo, 10 Juli 2021 Mengetahui

Ketua POKJAWAS Pengawas Madrasah,

NILITAM IMNAHOSA, S.Ag Dra. SUBHARTINI NIP: 196908081996032003 NIP: 196608121994032002

(5)

LEMBAR PENGESAHAN

Identitas Lembaga

Nama Lembaga : MTs Al Amanah Besuki

NSM :121235120047

NPSN : 20581825

Terakditasi/Tahun : A / 2015

Alamat : Jl Kangean RT. 002 RW. 005 Kotim Besuki - Situbondo

Jenis Dokumen : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Disahkan di : Situbondo Pada Tanggal :10 Juli 2021

Mengesahkan:

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo

Drs. MISBAKHUL MUNIR, M,Ag NIP. 197006161995031002

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022.

KurikulumMTs Al Amanah Besuki ini disusun dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai dasar, arah dan pedoman pengembangan pembelajaran di MTs Al Amanah Besuki sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang telah ditentukan.

Terima kasih kami sampaikan atas dukungan pemikiran dari berbagai pihak yang telah membantu dan memberikan data, informasi yang terkait dalam penyusunan Kurikulum MTs Al Amanah Besuki Tahun Pelajaran 2021/2022, khususnya:

1. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, 2. Pengawas Pembina Madrasah,

3. Komite MTs Al Amanah Besuki,

4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTs Al Amanah Besuki.

Semoga Allah SWT memberikan taufik, hidayah-Nya kepada kita semua yang senantiasa bekerja keras untuk memajukan pendidikan khususnya di MTs Al Amanah Besuki, untuk mewujudkan kompetensi lulusan yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani dan rohani, berilmu berwawasan luas, cakap, kreatif, mandiri, peduli pada sesama dan lingkungan serta menjadi manusia yang bertanggungjawab.

Kami menyadari bahwa kurikulum ini masih jauh dari sempurna, Kritik dan saran sangat kami harapkan dari semua pihak demi penyempurnaan kurikulum di MTs Al Amanah Besuki.

Situbondo,10 Juli 2021

Kepala MTs Al Amanah Besuki,

MOH.ZAINUL IRFAN, S.Pd.I

(7)

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ...

Halaman Penetapan ...

Halaman Pengesahan ...

Kata pengantar ...

Daftar Isi ...

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) ...

B. Landasan Hukum Kurikulum ...

C. Tujuan Pengembangan Kurikulum ...

D. Prinsip Pengembangan Kurikulum ...

BAB II TUJUAN

A. Visi Madrasah ...

B. Misi Madrasah ...

C. Tujuan Madrasah ...

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum ...

B. Muatan Kurikulum ...

1. Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu ...

2. Muatan Lokal ...

3. Pengembangan Diri ...

4. Pengaturan Beban Belajar ...

5. Ketuntasan Belajar ...

6. Penilaian Hasil Belajar ...

7. Kenaikan Kelas ...

8. Kelulusan ...

9. Mutasi Siswa ...

C. Program Prioritas (GERAMM) ...

BAB IV Kalender Pendidikan...

A. Permulaan Tahun Pelajaran ...

B. Waktu Belajar ...

C. Libur Madrasah ...

D. Rencana Kegiatan ...

E. Panduan Akademik ...

BAB V Penutup ...

Lampiran-lampiran ...

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Instrumen Validasi Kurikulum dari Pengawas Madrasah ...

Lampiran 2. SK Penetapan Kurikulum ...

Lampiran 3. SK Tim Pengembang Kurikulum ...

Lampiran 4. Program Kerja Bidang Kurikulum ...

Lampiran 5. Jadwal Kegiatan Penyusunan Kurikulum ...

Lampiran 6. Daftar hadir dan Notulen Kegiatan Penyusunan Kurikulum ...

Lampiran 7. Berita acara Review dan Revisi Kurikulum ...

Lampiran 8. Hasil Analisis Konteks ...

Lampiran 9. SK Penentuan KKM ...

Lampiran 10. Daftar KI dan KD Mata Pelajaran Agama ...

Lampiran 11. Daftar KI dan KD Mata Pelajaran Umum ...

Lampiran 12. Kalender Pendidikan ...

Lampiran 13. Dokumentasi Kegiatan Penyusunan Kurikulum ...

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenaitujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (kurikulum), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan kerangka Dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan Permendikbud nomor 58 tahun 2016 tentang Struktur Kurikulum, Permendikbud nomor 20 tahun 2016 tentang SKL, Permendikbud nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi, Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses, Permendikbud No 23tahun 2016 tentang standar penilaian, Permendikbud No 24 tahun 2016 tentang KI dan KD, serta Panduan Penyusunan KTSP jenjang Pendidikan Menengah yang dikeluarkan oleh BSNP tahun 2013 tentang SNP pengganti.

Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya, kurikulum ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di Madrasah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya Madrasah.

Sejak diberlakukannya Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, desentralisasi pengelolaan pendidikan memberikan kewenangan kepada Madrasah untuk menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan dan karakteristik daerahnya. Dipihak lain, tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan membawa konsekuensi agar hasil pendidikan nasional dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju.

Untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah, maka pengelolaan pendidikan didesentralisasikan tingkat satuan pendikan disetiap jenjang pendidikan. Salah satu bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada madrasah untuk membuat keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, mulai dari penyusunan sampai dengan pelaksanaannya di Madrasah.

Otonomi pendidikan yang pada gilirannya sampai kepada otonomi Madrasah membawa konsekuensi adanya kurikulum Madrasah yang berciri khas Madrasah dan daerah.

Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk

(10)

membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

B. Tujuan Pengembangan Kurikulum

Tujuan penyusunan KurikulumMTs Al Amanah Besuki adalah untuk memberikan acuan dalam melaksanakan program Madrasah, baik akademik,maupun non-akademik.Selain itu, dengan adanya kurikulum ini seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) Madrasah dapat mengetahui program kurikulum yang dilaksanakan Madrasah.

C. Prinsip dan Acuan Pengembangan Kurikulum

Kurikulum dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dibawah koordinasi dan supervisi kantor KementerianAgama kabupaten untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengembangan kurikulum mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), serta memperhatikan pertimbangan komite Madrasah.

1. Prinsip Pengembangan Kurikulum

Kurikulum MTs Al Amanah Besuki disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

b. Beragam dan terpadu.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.

(11)

c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis.Oleh karenaitu semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan non akademik.

e. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

f. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto” Bhinneka Tunggal Ika” dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

2. Acuan Operasional Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri Situbondo adalah sebagai berikut:

a. PeningkatanIman, Takwa, dan AkhlakMulia

Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh.Kurikulum disusun agar semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.

(12)

b. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat sesuai denganTingkat Perkembangandan Kemampuan Peserta Didik

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusiasecara holistik yangmemungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

c. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah dan Lingkungan

Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan.Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari.Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

d. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.

e. PerkembanganIlmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni

Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.

Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEK sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

f. Agama

Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.

g. Dinamika Perkembangan Global

Kurikulum menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin

(13)

dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

h. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan

Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didikyang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuh kembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

i. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat danmenunjangkelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

j. Kesetaraan Gender

Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan gender.

k. Karakteristik Satuan Pendidikan

Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisidan cirik has satuan pendidikan.

Madrasah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yang mencakup religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum Madrasah.

Madrasah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari fokus, kewaktuan, kondisi sosial dan budaya. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum Madrasah ini.

Penyusunan kurikulum mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku secara nasional serta memperhatikan kebijakan pemerintah daerah yang relevan diantaranya:

1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ketentuan dalam UU 2 / 2003 yang mengatur KTSP adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), ( 2 ), ( 3 ); Pasal 32 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ); Pasal 35 ayat ( 2 ); Pasal 36 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3 ), ( 4 ); Pasal 37 ayat ( 1 ), ( 2 ), ( 3); Pasal 38 ayat (1), ( 2 ).

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang

(14)

Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

3. Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

4. Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 2010, perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 13 tahun 2007, tentang Standar Kepala Madrasah/Madrasah;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 19 tahun 2007, tentang Standar Pengelolaan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2007, tentang Standar Sarana Prasarana Pendidikan;

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2008, tentang Standar Tenaga Administrasi Madrasah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 25 tahun 2008, tentang Standar Perpustakaan Madrasah;

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 61 tahun 2014, tentang KTSP pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah;

13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 62 tahun 2014 tentang Ekstrakurikuler pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah;

14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstra wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah;

15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 64 tahun 2014 tentang Peminatan pada pendidikan menengah;

16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 79 tahun 2014 tentang Muatan Lokal;

17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah;

18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 159 tahun 2014, tentang evaluasi kurikulum;

19. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak nomor 8 tahun 2014, tentang Kebijakan Sekolah/Madrasah Ramah Anak;

20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 8 tahun 2015, tentang Pengenalan Lingkungan;

21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2015, tentang Pertumbuhan Budi Pekerti;

(15)

22. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015, tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Tindak Kekerasan Di Lingkungan Satuan Pendidikan;

23. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan;

24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi;

25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses;

26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan.

28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 37 tahun 2018 tentang KI dan KD pendidikan dasar dan menengah

29. Surat Keputusan Bersama MENLH dan MENDIKNAS melalui surat nomor:

03/MENLH/02/2010 dan nomor: 01/II /KB/2010 tanggal 1 Pebruari 2010 tentang Pendidikan Lingkungan Hidup;

30. Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 19 tahun 2014, tentang Muatan Lokal Wajib Bahasa Daerah;

31. KMA no 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab

32. KMA no 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah 33. SK Dirjen no 6892 tentang Juknis Penyusunan Kurikulum MI MTs MA Tahun 2020

(16)

BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN

Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU Nomor 20 Tahun 2003), sedangkan tujuan Pendidikan Menengah adalah meletakkan Dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Dengan dasar tujuan pendidikan nasional diatas, maka Madrasah Tsanawiyah Al Amanah Besuki merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan sebagai berikut:

A. Visi, Misi dan Tujuan MTs Al Amanah Besuki 1. Visi MTs Al Amanah Besuki

Dalam merumuskan visi, MTs Al Amanah Besuki sebagai lembaga Pendidikan Menengah yang berciri khas Islam perlu mempertimbangkan harapan peserta didik, orang tua peserta didik, lembaga pengguna lulusan madrasah dan masyarakat. MTs Al Amanah Besuki juga diharapkan merespon perkembangan dan tantangan masa depan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, era informasi dan global yang sangat cepat. Untuk itu MTs Al Amanah Besuki ingin mewujudkan harapan tersebut melalui visi yang mulia, yaitu :

“Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yg Berprestasi, Beriman, Bertaqwa dan Berakhlaqul Karimah”

Indikator pencapaian Visi tersebut antara lain:

a. Menjadikan ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam sebagai pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup dalam kehidupan sehari-hari.

b. Memiliki daya saing dalam prestasi Akademik maupun Non Akademik pada tingkat lokal, nasional atau Internasional.

c. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya.

d. Memiliki kemandirian/kemampuan beradaptasi dan survive di lingkungannya.

2. Misi

Untuk mencapai visi tersebut perlu adanya suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan, antara lain:

1. Menyelenggarakan pendidikan secara efektif, sehingga siswa berkembang secara maksimal.

2. Menumbuhkembangkan lingkungan sehat perilaku religius sehingga siswa mengamalkan agama islam secara nyata.

3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal, sesuai dengan bakat dan potensi yang dimiliki.

4. Menyelenggarakan pembelajaran untuk menumbuhkembangkan kemampuan berfikir aktif, inovatif, dan kreatif untuk memecahkan suatu permasalahan.

5. Mengembangkan kemampuan berbahasa arab dan berbahasa inggris.

6. Meningkatkan sarana prasarana untuk meningkatkan pencapaian prestasi akademik dan non akademik.

7. Memperdayakan lingkungan Madrasah sebagai sumber belajar.

(17)

8. Menumbuhkembangkan sikap toleransi, tanggung jawab, kemandirian, kecakapan emosional, dan peduli terhadap terjadinya pencemaran lingkungan.

9. Membangun citra madrasah sebagai mitra terpercaya masyarakat.

10. Menciptakan lingkungan madrasah yang aman, sehat, bersih, dan indah.

3. Tujuan Pendidikan di Madrasah

a. Tujuan Pendidikan di Madrasah (UMUM)

Untuk mencapai visi dan misi di atas, pendidikan pada MTs Al Amanah Besuki bertujuan agar:

1. Mengembangkan KTSP dengan dilengkapi Silabus tiap mata pelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Sistem Penilaian,

2. Mengembangkan Kurikululm dengan dilengkapi Silabus tiap mata pelajaran,

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa dan Sistem Penilaian, 4. Mengembangkan program-program pengembangan diri,

5. Mengikutsertakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelatihan peningkatan profesionalisme,

6. Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran serta sarana penunjang berupa tempat ibadah, kebun madrasah, tempat parkir,kantin sekolah, lapangan olahraga, dan WC sekolah dengan mengedepankan skala prioritas,

7. Melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah secara demokratis, akuntabel, dan terbuka,

8. Menggalang pembiayaan pendididikan secara adil dan demokratis dan memanfaatkan secara terencana serta dipertanggungjawabkan secara jujur,transparan, dan memenuhi akuntabilitas public,

9. Mengoptimalkan pelaksanaan penilaian autentik secara berkelanjutan, 10. Mengoptimalkan pelaksanaan program remedi dan pengayaan,

11. Membentuk kelompok kegiatan bidang Ekstrakurikuler yang bertaraf lokal,regional maupun nasional,

12. Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan Porseni tingkat Kabupaten ataujenjang berikutnya,

13. Memiliki tim olah raga yang dapat bersaing pada tingkat kabupaten atau jenjang berikutnya,

14. Memiliki Intrakurikuler Pramuka yang dapat berperan serta secara aktif dalam Jambore Daerah, serta even kepramukaan lainnya,

15. Menanamkan sikap santun, berbudi pekerti luhur dan berbudaya, budaya hidup sehat, cinta kebersihan, cinta kelestarian lingkungan dengan dilandasi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa,

(18)

b. Tujuan Madrasah pada Tahun Berjalan (KHUSUS)

Untuk mencapai visi dan misi di atas, pendidikan pada MTs Al Amanah Besuki pada tahun pelajaran 2021/2022 ini yang akan dicapai adalah:

1. Lulusan dapat melaksanakan shalat dengan tertib, dapat membaca Al-Qur’an dengan benar dan tartil, hafal surat Yasin dan Juz Amma dan mempunyai dasar keimanan, amal saleh dan akhlakul karimah, sehingga siswa mampu bergaul dimasyarakat.

2. Lulusan dapat menyukai buku materi dan suka membacanya.

3. Mampu meningkatkan perolehan nilai diatas standar kelulusan.

4. Mampu menjadi Madrasah yang berprestasi, sehingga menjadi pilihan pertama masyarakat.

5. Mampu menciptakan kondisi KBM yang inovatif sehingga lebih efisien dan efektif.

6. Tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan sehingga menjadi madrasah berbasis IT.

7. Mengembangkan minat dan bakat melalui ektrakulikuler.

8. Peserta didik dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris dan arab baik secara aktif maupun pasif sesuai dengan tingkat perkembangannya.

9. Terjalinnya Kerjasama yang harmonis antara lembaga dan steakholder yang ada di lingkungan madrasah.

10. Terjadi penigkatan kepedulian dan kesadaran warga madrasah terhadap keamanan, kebersihan dan keindahan lingkungan madrasah.

Tujuan tersebut dapat dilaksanakan dengan melaksanakan program- program sebagai berikut:

1. Pendalaman materi mapel Ujian Madrasah,

2. Pembiasaan hafalan ayat dan doa, Hafalan Juz Amma, Asmaul Husna, dan Surat Yaasin, untuk kelas VII - IX sebelum pelajaran,

3. Pembentukan dan pembimbingan kelompok belajar Bahasa dan MIPA,

4. Bimbingan sholat secara kontinyu melalui kegiatan pembiasaan sholat berjamaah dan pemantauan kegiatan keagamaan,

5. Pembiasaan dan pemantauan pelaksanaan akhlak di madrasah dan di luar madrasah, 6. Pembiasaan dan pemantauan sholat dhuha dan sholat dhuhur berjama’ah,

7. Pembiasaan perilaku dan budaya islami bagi seluruh warga madrasah, 8. Penegakan disiplin bagi seluruh warga madrasah,

9. Peningkatan pengelolaan madrasah dengan MBM (Manajemen Berbasis Madrasah), 10. Pelaksanaan pembelajaran ramah lingkungan, baik di dalam kegiatan intra maupun

kegiatan ekstra kurikuler,

11. Penggalangan dan penyaluran dana infaq dan sedekah warga madrasah.

(19)

D.Target Madrasah

Target madrasah Tsanawiyah Al-Hikmahpada Tahun Pelajaran 2021/2022 baik dari sisi akademik maupun non akademik pada tabel Beikut ini :

Tabel 2 Target Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022

No TARGET MADRASAH UPAYA YANG DILAKUKAN

1

Terciptanya kegiatan di madrasah yang terencana dan terarah dengan acuan manajemen yang baik.

Mengadakan kunjungan kesekolah lain (studi komperatif)

2

Meningkatnya kualitas para guru dan jajaran pengelola madrasah lainnya, sehingga memungkinkan terciptanya proses belajar mengajar yang kondusif dan menciptakan output yang handal.

Mengikuti kursus-kursus pendidikan Meningkatkan dalam pemakaian metode

3

Berfungsinya unit – unit pendidikan baik yang berkaitan dengan kegiatan murid, guru dan kepala sekolah serta seluruh jajaran pengelola dan

masyarakat, baik unit organisasional maupun fungsional , sehingga memungkinkan terjadinya kerjasama yang baik dan terbangunnya rasa tanggung jawab bersama antara kita

a. Peningkatan Tupoksi kepala Madrsah, Guru dan tata Usaha

b. Rapat rutin kepala Madrasah guru dan mengadakan evaluasi Pembelalajaran setiap 1 bulan sekali

c. Mengadakan Rapat Rutin dengan wali siswa setiap 5 bulan sekali

(20)

18

BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus di tempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran di MTs Al Amanah Besuki tertuang dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam muatan kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas Kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) kurikulum 2013. Kedua kompetensi tersebut kemudian kembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari muatan kurikulum pada jenjang menengah.

Struktur kurikulum MTs Al Amanah Besuki terdiri atas 2 kelompok, yakni Mata pelajaran kelompok A dan mata pelajaran kelompok B. Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat sedangkan mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

1. Kompetensi Lulusan

Pada tahun pelajaran 2021/2022 kurikulum MTs Al Amanah Besuki mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2013 tentang SNP dan Permendikbud No. 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan SK Dirjen 6892 tentang Juknis KTSP, Permendikbud No. 69 tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum SMP/SMA serta KMA no 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab, serta KMA no 184 tahun 2019 tentang kurikulum madrasah, maka dengan mengikuti aturan tersebut adanya kelompok mata pelajaran wajib/A dan wajib/B, diarahkan pada pencapaian Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana tertera dalam tabel 3 dibawah ini:

Tabel 3: Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan

No. Domain Kompetensi

1 Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, 2. berkarakter, jujur, dan peduli,

3. bertanggungjawab,

4. pembelajar sejati sepanjang hayat, dan 5. sehat jasmani dan rohani

sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga, madrasah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

2 Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan:

1. ilmu pengetahuan,

(21)

2. teknologi, 3. seni, dan 4. budaya.

Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga, madrasah, masyarakat dan

lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional..

3 Keterampilan Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:

1. kreatif, 2. produktif, 3. kritis, 4. mandiri,

5. kolaboratif, dan 6. komunikatif

melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang

dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

Istilah pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dijelaskan berikut.

a. Faktual: Pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

b. Konseptual: Terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi, teori,model, dan struktur yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

c. Prosedural: Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

d. Metakognitif: Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Gradasi untuk dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan antar jenjang pendidikan memperhatikan:

1) perkembangan psikologis anak;

2) lingkup dan kedalaman;

3) kesinambungan;

4) fungsi satuan pendidikan; dan 5) lingkungan.

(22)

2. Struktur Kurikulum Kelas VII,VIII dan IX a. Kompetensi Inti

Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi Dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:

1) Kompetensi Inti 1 (KI 1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;

2) Kompetensi Inti 2 (KI 2) untuk kompetensi inti sikap sosial;

3) Kompetensi Inti 3 (KI 3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan 4) Kompetensi Inti 4 (KI 4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Uraian tentang Kompetensi Inti di MTs Al Amanah Besukidapat dilihat pada Tabel berikut.

Kompetensi lulusan MTS MTs Al Amanah Besuki dapat dicapai melalui Kompetensi Inti sebagai berikut:

Tabel 4: Kompetensi Inti Mandrasah Tsanawiyah KOMPETENSI INTI

KELAS VII

KOMPETENSI INTI KELAS VIII

KOMPETENSI INTI KELAS IX 1. Menghargai dan menghayati

ajaran agama yang dianutnya

1. Menghargai dan

menghayati ajaran agama yang dianutnya

1. Menghargai dan

menghayati ajaran agama yang dianutnya

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,

tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

2. Menghargai dan

menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

2. Menghargai dan

menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

3. Memahami dan

menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

3. Memahami dan

menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mencoba, mengolah, dan

menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,

(23)

KOMPETENSI INTI KELAS VII

KOMPETENSI INTI KELAS VIII

KOMPETENSI INTI KELAS IX madrasah dan sumber lain yang

sama dalam sudut pandang/teori

menggambar, dan

mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di madrasah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

menggambar, dan

mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di madrasah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Inti tersebut dijabarkan kedalam Kompetensi Dasar. Kompetensi dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan peserta didik, dan kekhasan masing- masing mata pelajaran.

Kompetensi Dasar meliputi empat kelompok sesuai dengan pengelompokan Kompetensi Inti sebagai berikut:

1). Kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1;

2). kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2;

3). Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3;

dan

4). kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.

B. MUATAN KURIKULUM

1. Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu

Mata pelajaran umum kelompok A merupakan program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.

Secara operasional muatan kurikulum MTs Al Amanah Besuki meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Secara umum muatan kurikulum disusun berdasarkan kompetensi inti dan/atau standar kompetensi mata pelajaran. kurikulum 2013 terdiri atas 7 mata pelajaran

(24)

Kelompok A (umum), 3 mata pelajaran kelompok B (umum), dan 1 mata pelajaran peminatan (Kelompok C) muatan lokal dan pengembangan diri, Muatan kurikulum MTs Al Amanah Besuki kelas VII, VIII, IX disajikan dalam table 5 berikut:

Tabel 5: Mata Pelajaran Kelas VII,VIII dan IX

Kelompok Mata Pelajaran

Alokasi Waktu Per

Minggu

Alokasi Waktu Per

Minggu

Alokasi Waktu Per

Minggu Kelas VII Kelas VIII Kelas IX A Kelompok A

1. Pendidikan Agama Islam

a. Al Qur’an Hadits 2 2 2

b. Akidah akhlak 2 2 2

c. Fikih 2 2 2

d. Sejarah Kebudayaan Islam 2 2 2

2. Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaran 3 3 3

3. Bahasa Indonesia 6 6 6

4. Bahasa Arab 3 3 3

5. Matematika 5 5 5

6. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5

7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4

8. Bahasa Inggris 4 4 4

B Kelompok B

1. Seni Budaya 3 3 3

2. Pendidikan, Jasmani, Olahraga,

dan Kesehatan 3 3 3

3 Informatika 2 2 2

4 Keterampilan Muatan Lokal

1 (Bahasa Madura) 2 2 2

C Pengembangan Diri *) 1 .Pramuka

2.Drumband *) 3.Sepak bola *) D

Kemampuan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

1. Komputer *)

Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 46 46 46

(25)

2. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas lingkungan dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh MTs Al Amanah Besuki. Muatan lokal MTs Al Amanah Besuki terdiri dari muatan lokal wajib yang dikembangkan pemerintah daerah dan muatan lokal khas yang dikembangkan oleh Madrasah sebagai kekhasan madrasah.

a. Muatan Lokal wajib

Muatan lokal yang dikembangkan daerah berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 19 Tahun 2014 tanggal 3 April 2014 adalah mata pelajaran Bahasa Daerah. Sebagai muatan lokal wajib, bahasa daerah merupakan isi kurikulum kelompok wajib B untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran sendiri.

Tujuan pembelajaran muatan lokal bahasa daerah (Madura) :

1) demi melestarikan, memelihara, dan menghiormati keanekaragaman bahasa daerah, maka Bahasa Daerah menjadi penting diajarkan di madrasah pada setiap jenjang pendidikan.

2) Demi menciptakan sikap positif generasi muda terhadap bahasa daerahnya, yaitu:

menghargai bahasa daerah, merasa bangga memiliki bahasa daerah, dan merasa bangga menggunakan bahasa daerah maka sangat straregis anak didik generasi muda memperoleh pengajaran bahasa daerah secara formal di madrasah pada setiap jenjang pendidikan.

3) Demi meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar bangsa dan antar suku bangsa maka perlu ditumbuhkan melalui pengajaran bahasa daerah secara formal di madrasah pada setiap jenjang pendidikan.

4) Demi melindungi anak didik/ generasi muda dari ancaman pengaruh- pengaruh asing yang mengakibatkan degradasi moral dalam bertindak tutur, maka penting dibendung dengan cara mengajarkan secara formal di madrasah pada setiap jenjang pendidikan.

(26)

Yang menjadi sasaran diajarkannya bahasa daerah sebagai mata pelajaran di MTs Al Amanah Besuki adalah terpeliharanya bahasa daerah di Nusantara dari kepunahan dan terbinanya perasaan bangga masyarakat Indonesia berbahasa daerah.

Sedangkan Untuk mencapai sasaran tersebut, strategi yang dilakukan dalam proses pelajaran bahasa daerah di madrasah pada setiap jenjang pendidikan adalah:

1) Memberikan materi pengajaran bahasa daerah dalam tataran empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu: memnyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

2) Menciptakan pembelajaran aktif, inspirstif/interaktif/inovatif, kritis/kreatif, efektif sehingga pengajaran bahasa daerah menjadi pengajaran yang menyenangkan bagi peseta didik pada setiap jenjang pendidikan.

3) Mendidik, melatih, dan mengangkat pendidik bahasa daerah yang memiliki dedikasi yang tinggi dan idealisme kependidikan.

4) Menggelar jenis perlombaan keterampilan berbahasa daerah dalam bentuk tutur dan tulis, seperti berpidato, berdebat, membaca puisi, bernyanyi, dan mengarang dalam bahasa daerah.

Substansi muatan lokal ditentukan oleh MTs Al Amanah Besuki, tidak terbatas pada mata pelajaran bahasa daerah. Muatan lokal merupakan mata pelajaran sehingga MTs Al Amanah Besuki mengembangkan Kompetensi Dasar dan indicator untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Dengan mengacu pada substansi, MTs Al Amanah Besuki memberikan muatan lokal berdasarkan kebutuhan dan budaya daerah yaitu keterampilan yang utuh terhadap Bahasa Daerah (Madura). Muatan lokal yang dikembangkakn di MTs Al Amanah Besuki adalah pemenuhan kebutuhan peserta didik dalam menghadapi perkembangan era global yang berjalan begitu cepat sehingga bahasa jawa membekali peseta didik agar terhindar dari lunturnya budaya bangsa dan masuknya budaya asing yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa.

3. Pengembangan Diri

a. Konsep dan Sifat Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal, yaitu menjadi manusia yang mampu menata diri dan menjawab berbagai tantangan, baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya secara adaptif dan konstruktif baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat. Penembangan diri di MTs

(27)

Al Amanah Besuki bersifat pilihan dalam arti setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pengembangan diri sebanyak-banyaknya 2 pengembangan diri, tidak termasuk dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang merupakan program pengembangan diri wajib.

b. Bentuk dan Sasaran Pengembangan Diri

Bentuk pengembangan diri pengembangan diri di MTs Al Amanah Besuki meliputi kegiatan terstruktur diluar kegiatan belajar mengajar intrakurikuler, yang mencakup ruang lingkup sebagai berikut:

1) keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME 2) kesadaran mengikuti aturan

3) kesadaran akan kemandirian dan bersosialisasi 4) kesadaran untuk mengembangkan panca indera 5) kesiapan menuju kematangan

6) kematangan untuk melakukan aktivitas dalam suasana normal 7) kemampuan ketrampilan hidup yang dasar dan ketrampilan sosial 8) ketrampilan mengelola perasaan, agresivitas, dan stress

9) ketrampilan merencanakan

10) ketrampilan memecahkan masalah 11) ketrampilan pengembangan diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh pendidik. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi madrasah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, pendidik, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan.

MTs Al Amanah Besuki memfasilitasi kegiatan pengembangan diri seperti berikut ini:

1) Bimbingan/pelayanan Konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan, belajar, dan karier peserta didik.Bimbingan Konseling diasuh oleh pendidik yang ditugaskan.

2) Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas (ekstrakurikuler) diasuh oleh pembina khusus. Pelaksanaannya secara reguler setiap hari pada sore hari.

(28)

c. Kompetensi Dasar dan Indikator

Jenis kegiatan Pengembangan diri berikut kompetensi dasar dan indikator dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini.

Tabel 6: Jenis, Kompetensi Dasar, Indikator, Sasaran Pengembangan Diri

N o

Jenis Pengemba-

ngan Diri

Kompetensi

Dasar Indikator Sasaran

1. PENGEMBANGAN DIRI DALAM BENTUK PELAYANAN KONSELING

1 Pelayanan Konseling

Kemampuan Bersosialisasi dalam

lingkungan madrasah dan masyarakat

1. Mengidentifikasi

masalah-masalah sosial 2. Mengidentifikasi norma-

norma yang berlaku 3. Mengembangkan

kepekaan sosial 4. Mengembangkan diri

dalam konteks yang lebih luas

Semua Kelas Kemampuan

merencakan belajar dan mengatasi masalah belajar

1. Mengidentifikasi masalah belajar 2. Mengumpulkan

alternatif pemecahan masalah belajar

3. Merencanakan prioritas masalah yang harus diselesaikan

4. Memecahkan masalah belajar dengan bantuan 5. Memecahkan masalah

belajar mandiri 6. merencanakan belajar

efektif terbimbing dan mandiri

Kemampuan mengenali potensi dan bakat untuk pengembangan karir

1. Mengidentifikasi kemampuan diri 2. Mengindentifikasi

potensi dan bakat mandiri

3. Melakukan studi kasus mengenai bakat dan minat dilingkungan madrasah

4. memilih kegiatan

pengembangan diri yang sesuai dengan potensi diri

5. memilih program studi dan studi lanjut

(29)

Kemampuan mengelola diri dan potensi diri secara

maksimal

1. Merencanakan studi kasus penggalian potensi diri

2. Membantu pemecahan masalah sejawat

3. Mengembangkan bakat dan minat secara maksimal melalui kegiatan pengembangan diri

2. PENGEMBANGAN DIRI DALAM BENTUK KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

1 KIR Mengekspresi- kan ide/pikiran dalam karya tulis ilmiah dari hasil

penyelidikan atau kajian

1. Melatih peserta didik berpikir kritis dan ilmiah 2. melatih peserta didik

trampil dalam menulis karya ilmiah

3. melatih pesrta didik mengkomunikasikan temuannya kepada pihak lain

4. melatih peserta didik melakukan penelitian ilmiah

Target:

Terbentuknya kelompok KIR dan terselesaikan nya 2 jenis karya penelitian anak.

Sasaran:

Semua Kelas (wajib) 2 Pramuka Membentuk

dan melatih diri dalam kemandirian dan organisasi

1. Sebagai wahana peserta didik untuk berlatih berorganisasi

2. Melatih peserta didik untuk trampil dan mandiri

Target:

Terbentuknya peserta didik yang mandiri Sasaran:

Semua kelas

3 LDK Kemampuan

Mengelola organisasi dalam bentuk kepemimpinan dan

administrasi

1. Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin yang handal 2. melatih peserta didik

bersifat demokratis 3. melatih peserta didik

untuk mengambil keputusan cepat dan tepat

Target:

95% peserta memahami pengelolaan organisasi dengan baik Sasaran:

Kelas VII dan VIII 4 PMR Mengelola

hidup sehat dan kepedulian sosial

1. Melatih peserta didik untuk mampu

menanggulangi dan menolong dalam setiap kecelakaan disekitarnya 2. Mengembangkan jiwa

sosial dan peduli terhadap orang lain 3. membiasakan hidup

sehat

Target:

95% peserta memiliki kemampuan dalam bantuan kesehatan dan cara hidup sehat Sasaran

Kelas VII dan VIII 5 Seni Musik Mengembangk

an kecintaan pada seni music

1. Menumbuhkembangkan perasaan cinta seni musik

2. Memberikan bekal kecakapan hidup berupa

Target:

Peserta memiliki kemampuan seni music

(30)

seni music Sasaran:

Semua kelas 6 Seni Tari Mengembangk

an kecintaan pada seni tari

1. Menumbuhkankembang - kan sifat cinta

keindahan 2. melestarikan tari

tradisional dan mengembangkan tari islami

Target:

Peserta memiliki kemampuan seni tari dan memenangi lomba tingkat daerah

Sasaran:

Semua kelas 7 Seni Baca

Al Qur’an

Mengembangk an kecintaan pada al Qur’an melalui seni baca al Qur’an

1. Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap agama khususnya pada kitab suci Al Qur’an 2. Melestarikan budaya

islami

Target:

95% peserta memiliki Kemampuan tampil didepan umum dan bias juara dalam lomba (musabaqoh) seni baca al Qur’an Sasaran:

Kelas VII dan VIII 8 Nasyit Mengembangk

an kemampuan seni suara islami melalui nasyit

1. Membekali peserta didik dengan kemampuan melantunkan suara dalam nasyit 2. Membekali seni

bernuansa islami

Target:

95% peserta mampu menampilkan seni nasyit untuk umum Sasaran:

Kelas VII dan VIII 90 Mahir

Bahasa Arab dan Inggris

Mengkomuni- kasikan ide/gagasan dan

berinteraksi dalam bahasa Arab/Inggris

1. Membekali peserta didik dengan ketrampilan bahasa asing (Arab dan Inggris)

2. Mengembangkan komunikasi dalam bahasa Asing (Arab dan Inggris)

Target:

95% peserta mampu berkomunika si dua bahasa (Arab/Inggris ) dalam kehidupan sehari-hari Sasaran:

Kelas VII dan VIII 10 Olah Raga Mengembangk

an pola hidup sehat dan berprestasi

1. Mengembangkan bakat peserta dibidang Olah Raga

2. Membiasakan pola hidup sehat jasmani dan rohani

Target:

Mampu berprestasi dalam even/lomba olah raga yang dipilih Sasaran:

Semua Kelas

(31)

d. Pelaksanaan dan Kriteria Keikutsertaan Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri praktis (ekstrakurikuler) dilaksanakan sebagian besar di luar jam intra kurikuler sesuai dengan jam yang disepakati dan difasilitasi oleh madrasah dalam bentuk sarana/prasarana yang dibutuhkan. Kegiatan ini dibimbing, dibina, dan dinilai oleh pendidik pembina khusus yang kompeten dalam bidangnya.

Secara umum kegiatan pengembangan diri kelompok ekstrakurikuler dilakukan dengan dua cara:

1) Kegiatan pengembangan diri wajib

MTs Al Amanah Besuki Mewajibkan semua peserta didik untuk mengikuti 1 kegiatan pengembangan diri dan sekurang-kurangnya 1 kegiatan pengembangan diri pilihan

2) Kegiatan pengembangan diri pilihan

Kegiatan pengembangan diri pilihan adalah jenis kegiatan yang mana peserta didik bebas memilih sesuai dengan bakat dan minatnya. Persyaratan yang ditentukan untuk jenis ini adalah:

1) Peserta didik tersebut duduk di kelas X dan XI

2) Memiliki kelompok tidak kurang dari setengah rombongan belajar plus 1 (jika satu kelas 32 peserta didik maka peserta tidak boleh kurang dari 20 peserta didik)

3) Bersedia mematuhi segala peraturan pengembangan diri yang dipilih (karena setiap pengembangan diri memiliki karateristik dan aturan yang secara khusus berbeda)

.

e. Target Pengembangan Diri

Target dari pelaksanaan pengembangan diri adalah kemampuan outcomes mengembangkan potensinya secara maksimal untuk dipergunakan dikemudian hari. Target tersebut merupakan jabaran umum dari KD dan indikator masing-masing pengembangan diri yang tertera pada tabel 9 diatas. Sedangkan Penilaian kegiatan pengembangan dan pembiasaan diri bersifat kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian.

f. Pembiasaan Diri

Selain pengembangan diri, dikembangkan pula program pembiasaan diri yaitu mencakup kegiatan yang bersifat pendidikan dan penguatan karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan. Program pembiasaan diri di MTs Al Amanah Besuki adalah sebagaimana tertera pada tabel.7 dibawah ini:

Tabel 7 : Program Pembiasaan Diri

RUTIN (jadwal) SPONTAN KETELADANAN

Upacara/apel pagi Membiasakan antri Berpakaian rapi Tadarus dan membaca

(Gerakan Literasi)

Memberi salam Memberikan pujian Doa bersama saat Membuang sampah pada Tepat waktu

(32)

mulai dan akhir pelajaran

tempatnya Melakukan diskusi

memecahkan tugas

Minta maaf jika melakukan kesalahan

Tanggung jawab tugas dan disiplin

Kunjungan pustaka Musyawarah Hidup sederhana Sholat dhuha Saling mengingatkan Berbicara Jujur Sholat Berjamaah Saling membantu satu

sama lain

Dermawan Membuat perencanaan

belajar

Menyampaikan pendapat Berbicara dengan sopan dan santun

Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di Madrasah. Seluruh pendidik dan karyawan berkewajiban untuk membina Program Pembiasaan yang telah ditetapkan oleh Madrasah.

4. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.

a. Beban belajar di MTs Al Amanah Besuki dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu. Beban belajar satu minggu Kelas VII, VIII dan IX adalah 46 jam pembelajaran. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 40 menit.

b. Beban belajar di Kelas VII dan VIII dalam satu semester adalah 18 minggu.

c. Beban belajar di kelas IX pada semester ganjil adalah 18 minggu.

d. Beban belajar di kelas IX pada semester genap adalah 14 minggu e. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran 2021/2022 adalah 36 minggu.

Penentuan beban belajar di MTs Al Amanah Besuki didasarkan pada sistem paket. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam muatan kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Secara rinci pengaturan beban belajar adalah sebagai berikut:

a. Beban belajar dengan sistem paket sebagaimana diatur dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan merupakan pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester gasal dan genap dalam satu tahun ajaran.

b. Beban belajar pada sistem paket terdiri atas pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

c. MTs Al Amanah Besuki menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting, namun yang diperhitungkan Pemerintah maksimal 2 (dua) jam/minggu.

d. Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Mata Pelajaran Prakarya MTs Al Amanah Besuki menyelenggarakan 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu

(33)

aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.

e. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan madrasah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

5. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan Belajar adalah indikator nilai minimal yang harus didapat oleh seorang peserta didik untuk menandai bahwa peserta didik tersebut telah mencapai ketuntasan.

Ketuntasan belajar di MTs Al Amanah Besuki didasarkan pada kriteria sebagaimana tabel 8 dibawah ini:

Tabel 8 : Prosedur dan Kriteria Penetapan Ketuntasan Belajar

No

Kriteria Klasifikasi

Skor Keterangan

1 A. Kompleksitas

Tinggi 1 Tingkat kesulitan materi sehingga memerlukan tingkat berpikir dan

kecermatan tinggi

Sedang 2

Rendah 3

2 B. Daya Dukung

Tinggi

3 Daya dukung meliputi

sarana/prasarana yang dibutuhkan, stakeholders, BOS/BOSDA, managemen madrasah, Visi dan

misi MTsAl Amanah

Sedang 2

Rendah

1

3

Intake Peserta didik

Tinggi 3 Untuk kelas VII, intake peserta didik berasal dari nilai NUN/rapor

terakhir kelas VI SD/MI, sedangkan untuk kelas VIII dan IX berasal dari nilai rata-rata mata

pelajaran rapor kelas sebelumnya

Sedang 2

Rendah 1

Prosedur penetapan KKM adalah MGMP mengadakan pertemuan untuk melakukan:

a. Pemetaan materi, KD dan indikator dan menetapkan kriteria penghitunganya

b. KKM secara bertahap ditingkatkan nilainya sebagai bagian dari peningkatan mutu mata pelajaran

c. Rumus penghitungan KKM KD/indikator dan mengacu kriteria yang ditentukan diatas adalah sebagai berikut:

KKM KD/Indikator = Jumlah Skor Perolehan X 10 Jumlah Skor Tertinggi

KKM yang telah dihitung dan ditetapkan oleh Musyarawah Pendidik Mata Pelajaran (MGMP) sesuai dengan acuan yang ditetapkan tersebut kemudian hasilnya diumumkan dengan urutan kegiatan sebagai berikut:

a. Hasil perhitungan KKM seluruh mata pelajaran yang kemudian menjadi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) diumumkan pada rapat pleno pendidik/karyawan awal tahun pelajaran 2020/2021

(34)

b. Wali kelas mengumumkan KKM yang sudah menjadi SKBM tersebut Mata pelajaran kepada kelasnya masing-masing

c. Pendidik masing-masing mata pelajaran mengumumkan KKM setiap KD / Indikator pada awal kegiatan belajar mengajar dan mekanisme dalam mencapai KKM setiap KD menuju KBM mata pelajaran.

Tabel 9: Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Tahun Pelajaran 2020/2021

No Mata Pelajaran KKM KELAS

VII VIII IX

Kelompok A

1. Pendidikan Agama Islam

a. Al Qur’an Hadits 70 70 70

b. Akidah akhlak 70 73 75

c. Fikih 70 73 75

d. Sejarah Kebudayaan Islam 70 70 70 2. Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaran 70 70 70

3. Bahasa Indonesia 70 70 70

4. Bahasa Arab 65 67 70

5. Matematika 65 65 65

6. Ilmu Pengetahuan Alam 65 65 70

7. Ilmu Pengetahuan Sosial 70 70 70

8. Bahasa Inggris 65 65 70

Kelompok B

1. Seni Budaya 70 70 70

2. Pendidikan, Jasmani,

Olahraga, dan Kesehatan 70 70 70

3 Informatika 70 70 70

4 Muatan Lokal (Bahasa

Madura) 70 70 70

Rata-rata

6. Penilaian Hasil Belajar

a. Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/ data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Penilaian hasil belajar oleh pendidik di MTs Al Amanah Besuki dilaksanakan untuk memenuhi fungsi formatif dan sumatif dalam bentuk penilaian harian dan dapat juga dilakukan penilaian tengah semester.

Penilaian tengah semester merupakan penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang cakupan materinya terdiri atas beberapa KD dan pelaksanaannya tidak dikoordinasikan oleh satuan pendidikan. Penilaian harian dapat berupa ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan yang digunakan untuk:

1) mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik;

(35)

2) menetapkan program perbaikan dan/atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi;

3) memperbaiki proses pembelajaran; dan 4) menyusun laporan kemajuan hasil belajar.

Laporan penilaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam bentuk predikat (sangat baik, baik, cukup, atau kurang) dan dilengkapi dengan deskripsi. Laporan penilaian pengetahuan dan keterampilan berupa angka (0-100), predikat (A, B, C, atau D), dan deskripsi.

b. Penilaian Hasil Belajar Oleh Madrasah

Penilaian hasil belajar oleh MTs Al Amanah Besuki adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran, dalam bentuk penilaian akhir dan ujian madrasah.

Penilaian akhir yang dimaksud adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester dan/atau akhir tahun, sedangkan ujian madrasah adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Cakupan penilaian akhir semester adalah seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester ganjil, sedangkan cakupan materi pada penilaian akhir tahun meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester genap. Materi ujian madrasah meliputi KD yang merepresentasikan pencapaian SKL.

c. Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah.

Penilaian hasil belajar oleh pemerintah adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk ujian nasional dan/atau bentuk lain yang diperlukan yang bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu (Permendikbud no 23 tahun 2016).

d. Teknik Penilaian 1) Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah penilaian terhadap kecenderungan perilaku peserta didik sebagai hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Penilaian sikap spiritual dan sikap sosial harus dilakukan secara berkelanjutan oleh semua guru, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan wali kelas, melalui observasi dan informasi lain yang valid dan relevan dari berbagai sumber. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan yang ditulis dalam jurnal dan teknik penilaian lain yang relevan, dilaksanakan oleh guru selama proses pembelajaran, dan guru BK, Wali kelas diluar jam pelajaran, serta pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas;

Gambar

Tabel 2 Target Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022
Tabel 3: Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan
Tabel 4: Kompetensi Inti Mandrasah Tsanawiyah  KOMPETENSI INTI   KELAS VII  KOMPETENSI INTI  KELAS VIII  KOMPETENSI INTI  KELAS IX  1
Tabel 5: Mata Pelajaran Kelas VII,VIII dan IX
+7

Referensi

Dokumen terkait

4.15 Menyusun teks recount lisan dan tulis, pendek dan sederhana, tentang kegiatan, kejadian, peristiwa, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan

lisan dan tulis, pendek dan sederhana, tentang orang, binatang, benda, gejala dan peristiwa alam dan sosial, terkait dengan mata pelajaran lain di Kelas IX, dengan

kebahasaan beberapa teks information report lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait mata pelajaran lain di Kelas IX, pendek dan

4.8 Menyusun teks prosedur, lisan dan tulis, pendek dan sederhana, berbentuk resep dan manual, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar

4.2 Menyusun teks lisan dan tulis sederhana untuk menyatakan, menanyakan, dan merespon perkenalan diri, dengan sangat pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial,

4.8.2 Menyusun teks report lisan dan tulis, terkaitteknologi yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas X, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur

dan unsur kebahasaan teks information report lisan dan tulis, sangat pendek dan sederhana, terkait topik yang tercakup dalam mata pelajaran lain di Kelas IX teks report tersurat

Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis, pendek dan sederhana, terkait tempat wisata Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis, pendek dan sederhana, terkait