KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA.
Teks penuh
Dokumen terkait
Biasanya untuk mengawali pembicaraan tentang acara adat masyarakat Batak yang pertama bicara dimulai dari pihak teman semarga atau teman seperadatan.Undangan yang datang
” tuhor ni boru ” diberikan Anak boru kepada ibu calon pengantin perempuan. Dalam acara ini kedua belah pihak juga merundingkan tentang:.. a) Mas kawin,. b) Waktu yang baik
Berdasarkan uraian diatas, peneliti ingin mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa di kalangan santri putri, mendiskripsikan pelanggaran-pelanggaran prinsip
anak muna nagabe hela nami dohot boru muna na gabe parumaen
Perkawinan semarga dengan alasan ini juga terjadi akibat dari ketidaktahuan satu sama lain (laki-laki dan perempuan) akan marga masing-masing yang masih dalam satu
Berdasarkan pranata dalihan na tolu, suatu kelompok yang memberikan anak perempuan (hula-hula) dianggap memiliki status yang lebih tinggi daripada kelompok yang menerima anak
Dalam hal pewarisan, sesuai dengan adat batak yang diberikan harta warisan adalah anak laki-laki, perempuan tidak mendapat warisan meskipun ia kawin dengan pria suku
Setelah selesa mangulosi putra-putri mereka, pada tuturan “paidua ni suhut paranak meminta kepada pihak parboru supaya kakak/adik dari orang tua pengantin laki-laki diberikan ulos