• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterkaitan Antara Peran Penutur Dan Ragam Bahasa Dalam Upacara Adat Perkawinan Batak Toba Di Medan:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Keterkaitan Antara Peran Penutur Dan Ragam Bahasa Dalam Upacara Adat Perkawinan Batak Toba Di Medan:"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Keterkaitan Antara Peran Penutur Dan Ragam Bahasa Dalam Upacara

Adat Perkawinan Batak Toba Di Medan:

Suatu Kajian Sosiolinguistik

Yunita Agnes Sianipar

Program Pasca Sarjana Program Studi Linguistik Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penulis tesis ini memberikan keterkaitan antara peran penutur dan ragam bahasa dalam upacara adat perkawinan Batak Toba. Prinsipnya, kebiasaan kegiatan adat mengenai perkawinan memiliki tiga langkah kegiatan yang saling terkait yaitu acara adat marhusip “pembicaraan tidak resmi yang tidak diketahui secara umum” , marhata sinamot “pembicaraan resmi mengenai mahar” dan marunjuk “pesta perkawinan dengan adat penuh”. Didalam tesis ini penulis hanya meneliti acara adat marhata sinamot.

Acara adat marhata sinamot merupakan peristiwa sosial yang mana masing-masing pemeran dari Dalihan Na Tolu yaitu hulahula “pemberi wanita” boru “penerima wanita”, serta dongan sabutuha “kerabat satu marga “ memiliki status yang berbeda pada konteks adat masyarakat Batak Toba. Adanya interaksi dari masing-masing pemeran menjadikan peristiwa tutur melahirkan ragam bahasa karena latar belakang dan status yang berbeda dengan topik bicara adat perkawinan.

Ragam bahasa yang menjadi objek penulis mencakup diksi yang didalamnya termasuk kata , frase, ungkapan, penggunaan umpasa, dan kata sapaan serta keterkaitan peran penutur terhadap munculnya ragam bahasa dalam acara adat marhata sinamot.

Metode penelitian dalam tesis ini adalah teknik deskriptif dalam arti, penulis mendeskripsikan data yang diperoleh melalui observasi dilapangan selama kegiatan acara adat marhata sinamot berlangsung.

Referensi

Dokumen terkait

Jawab : Suami: Saya tidak memahami semua makna dari empat benda adat/simbol adat tersebut, menurut saya simbol ulos hela (ulos pengantin laki- laki) yang diberikan kepada

Pesta marunjuk, ada tahap penting yang harus dilaksanakan menurut adat, yaitu marbagi jambar (membagi bagian, khususnya pembagian jambar juhut). Pembagian jambar juhut

Perkawinan dalam adat Batak Toba tidak terlepas dari musik-musik yang mengiringi proses upacara tersebut berlangsung, yang mana alat musik yang digunakan memiliki peran dalam

Pada saat ini upacara adat perkawinan Batak Toba telah berubah seperti tahapan mangalehon tanda hata ( pemberian tanda burju) sudah jarang dilaksanakan, marhori- hori

Modernisasi yang terdapat di kota medan menjadi salah satu penyebab perubahan yang terjadi dalam musik pada upacara adat perkawinan batak toba, khususnya di kota medan.. Masuknya

Dalam cerita turun temurun, mitologi dalam kepercayaan masyarakat Batak Toba ini yaitu adanya tiga oknum dewa masing-masing Batara Guru, Soripada dan Mangala Bulan sebagai

Perkawinan dalam adat Batak Toba tidak terlepas dari musik-musik yang mengiringi proses upacara tersebut berlangsung, yang mana alat musik yang digunakan memiliki