IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT UNTUK MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI ATAS
KAPAL LOGINDO ENERGY
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Pelayaran
MUHAMMAD DAMAR ERSYAH SETIAWAN NIT 05.17.015.1.41
AHLI NAUTIKA TINGKAT III
PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
TAHUN 2020
i
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT UNTUK MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI ATAS
KAPAL LOGINDO ENERGY
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III
MUHAMMAD DAMAR ERSYAH SETIAWAN NIT 05.17.015.1.41 / N
AHLI NAUTIKA TINGKAT III
PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
TAHUN 2020
ii
PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Muhammad Damar Ersyah Setiawan
Nomor Induk Taruna : 05.17.015.1.41/N
Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III
Menyatakan bahwa Karya Ilmiah Terapan (KIT) yang saya tulis dengan judul :
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT UNTUK MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL
Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam Karya Ilmiah Terapan (KIT) tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.
Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya sendiri menerima sanksi yang di tetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.
SURABAYA, ... 2020
Materai 6000
MUHAMMAD DAMAR ERSYAH SETIAWAN
iii
PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN
Judul : IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SAFETY
EQUIPMENT UNTUK MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL Nama Taruna : Muhammad Damar Ersyah Setiawan
N I T : 05.17.015.1.41 / N
Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III
Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk di seminarkan
SURABAYA,... 2020
Menyetujui:
iv Menyetujui Penguji II
A.A Ngurah Ade Dwi P.S,Sit.M,Pd Upik Widyaningsih, M. Mar Cornelius Rumambi, M. M Penata (III/d)
NIP. 198302262010121003
Penata (III/c) NIP. 198404112009122002
Penguji I Penguji III
Pembina (IV/a) NIP. 195710101980031003 IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT UNTUK
MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL Disusun dan diajukan Oleh:
MUHAMMAD DAMAR ERSYAH SETIAWAN NIT : 05.17.015.1.41/N
AHLI NAUTIKA TINGKAT III
Telah dipresentasikan di depan Panitia seminar Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya
Pada tanggal, 2020
v
KATA PENGANTAR
Kami memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, karena atas penelitian Implementasi Penggunaan Safety Equipment Untuk Menghindari Kecelakaan Kerja Di Atas Kapal dapat dilaksanakan dan tugas ini ditunjukkan untuk memenuhi persyaratan sebelum penulis melakukan PRALA.
Penelitian ini dilaksanakan karena ketertarikan peneliti pada masalah yang sering terjadi dan di anggap menjadi masalah. Masalah ini menjadi salah satu faktor yang menghambat terwujudnya kegiatan operasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini mendalami tentang penggunaan safety equipment di atas kapal. Peneliti telah melakukan pengumpulan data kemudian melakukan interprestasi dan menyusun simpulan sehingga tersaji fakta komprehensif sesuai tujuan penelitian. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyelesaian tugas akhir ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi bahasa, susunan kalimat, maupun cara penulisan serta pembahasan materi akibat keterbatasan penulis dalam penguasaan materi, waktu dan data-data yang diperoleh.
Untuk itu penulis senantiasa menerima kritikan dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan tugas akhir ini. Penulisan karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan karena adanya bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada kedua orang tua dan saudara tercinta serta senior–senior yang selalu memberi dukungan baik moril maupun material serta kepada:
1. Bapak Capt. Dian Wahdiana,MM selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya.
vi
2. Bapak Capt. Daviq Wiratno, S.Sit.,M.T.,M.Mar selaku Ketua Jurusan Nautika.
3. Ibu Capt.Upik Widyaningsih, M.Pd,M.Mar selaku dosen pembimbing 4. Bapak Cornelius Rumambi, SE.,M.M.selaku dosen pembimbing 5. Bapak dan Ibu Dosen Politeknik Pelayaran Surabaya
6. Kedua orang tua tercinta Bapak Ir.Surya Darmasya dan ibu Mega Fibrianti 7. Rekan-rekan taruna/i Politeknik Pelayaran Surabaya dan pihak yang
membantu dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.
Terima kasih kepada beliau dan semua pihak yang telah membantu, semoga semua amal dan jasa baik mereka mendapat imbalan dari Allah SWT.
Akhir kata penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan didalam penulisan karya tulis ilmiah ini. Penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan bagi penulis serta berguna bagi pembaca.
Surabaya ... 2020
MUHAMMAD DAMAR ERSYAH SETIAWAN
vii ABSTRAK
MUHAMMAD DAMAR ERSYAH SETIAWAN, Implementasi Penggunaan Safety Equipment Untuk Menghindari Kecelakaan Kerja di atas Kapal. Dibimbing oleh ibu Upik Widyaningsih dan Bapak Cornelius Rumambi.
Pelayaran merupakan bagian dari sarana transportasi laut yang sangat strategis bagi wawasan nasional serta menjadi sarana vital yang menunjang ekonomi dan pembangunan nasional karena dapat mempermudah akses ke wilayah satu dengan yang lain melalui wilayah perairan. Dalam hal ini permasalahan yang penulis ambil adalah bagaimana penggunaan alat keselamatan para crew pada saat melaksanakan tugas di atas kapal dan bagaimana cara meningkatkan kesadaran para crew di atas kapal akan pentingnya penggunaan alat keselamatan pada saat melaksanakan tugas di atas kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah agar seluruh Awak kapal dapat memahami penerapan safety equipment dengan benar sehingga kecelakaan kerja dapat dikurangi. Metode penelitian yang di pakai adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dimana penulis memilih teknik pengambilan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, pada saat penulis melaksanakan praktek laut selama 1 tahun di atas kapal yang penulis tempati.Dari hasil penelitian dan pembelajaran yang penulis alami selama 1 tahun di atas kapal Logindo Energy dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata crew di atas kapal mengetahui akan pentingnya penggunaan alat keselamatn saat melaksanakan tugas di atas kapal akan tetapi karna kurangnya kesadaran para crew dan kurangnya teguran-teguran dari officer serta kurang maksimalnya penyampaian saat safety meeting membuat crew seringkai lalai menggunakan alat keselamatn saat bekerja.
Kata kunci : Alat keselamatan
viii
ABSTRACT
MUHAMMAD DAMAR ERSYAH SETIAWAN, Implementing the Use of Safety Equipment to Avoid Work Accidents onboard. Supervised by Mrs. Upik Widyaningsih and Mr. Cornelius Rumambi.
Shipping is part of sea transportation which is very strategic for the national perspective as well as being a vital means of supporting the national economy and development because it can facilitate access to one area to another through water areas. In this case, the problem that the writer takes is how to use the safety equipment of the crew when carrying out tasks on the ship and how to increase the awareness of the crew on board the importance of using safety equipment when carrying out duties on board. The purpose of this research is that all crew members can understand the application of safety equipment correctly so that work accidents can be reduced. The research method used is descriptive qualitative research. Where the authors chose data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation, when the authors carried out marine practice for 1 year on the ship the author was in. From the results of research and learning that the author experienced during 1 year on the Logindo Energy ship, conclusions can be drawn that the average crew on board knows the importance of using safety equipment when carrying out tasks on the ship, but due to the lack of awareness of the crew and the lack of warnings from the officers and the inadequate delivery during safety meetings, crew members neglect to use safety equipment while working.
Key Words : Safety Equipment
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL DEPAN ... i
PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
PERSETUJUAN SEMINAR KEASLIAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR... v
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ... 1
B. Rumusan masalah ... 3
C. Batasan masalah ... 3
D. Tujuan Penelitian ... 3
E. Manfaat Penelitan ... 4
1. Teoristis ... 4
2. Praktis ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori ... 5
1. Pengertian Safety Equipment ... 5
a. Alat-alat Safety Equipment ... 5
2. Pengertian kecelakaan kerja ... 10
3. Pengertian Kapal ... 11
B. Kerangka Penelitian ... 12
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 14
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 14
C. Sumber Data dan teknik pengumpulan data ... 15
E. Teknis Analisis Data ... 18
x
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 20 B. Penyajian Data ... 20 C. Analisis Hasil Penelitian ... 22
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan... 25 B. Saran ... 26
DAFTAR PUSTAKA ... 27
DAFTAR LAMPIRAN 1. Ship Particular
2. Crew List 3. Jadwal drill
4. Pedoman Wawancara 5. Foto-foto
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PENELITIAN
Seiring dengan adanya perkembangan zaman, penggunaan alat transportasi ikut mengalami kemajuan yang begitu pesat. Alat transportasi dibagi menjadi 3 yaitu darat, laut, dan udara. Dewasa ini, banyak dari pemilik perusahaan lebih memilih alat transportasi laut karena dinilai lebih efisien. Hal ini di dukung dengan adanya beberapa tipe kapal seperti cargo tanker, container dan lain sebagainya. Demi mendukung lancarnya perjalanan untuk mencapai tujuan, kapal juga memerlukan alat keselamatan untuk mengatasi masalah-masalah yang mungkin terjadi diatas kapal. International Convention of Training, Certification and Watchkeeping for seafarer (STCW) 1978 Amandemen Manilla 2010, mempersyaratkan Nakhoda serta Mualim dalam melaksanakan fungsi dan kompetensi tugas sesuai tingkat/levelnya, baik pada operasional level maupun manajemen level, sehingga kapal dapat sampai ke tempat tujuan dengan selamat dan aman.
Mengambil pelajaran dari beberapa peristiwa kecelakaan kapal, misalnya seperti meninggalnya buruh dan teanaga medis di kapal Sumiei yang dikutip dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) pada tanggal 24 februari 2018 di pelabuhan martapura,
1
2
Banjarmasin, Kalimantan selatan, di mana dalam kasus tersebut buruh dan medis yang masuk ke dalam palka tidak di bekali oleh alat pelindung pernapasan sehingga pada saat masuk ke dalam palka menghirup gas-gas yang tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh yang mengakibatkan kematian pada buruh dan tenaga medis yang akan membantu buruh tersebut. maka setelah beberapa kali dikeluarkan peraturan keselamatan secara regional organisasi International Governmental Maritime Consultative Organization ( IMCO) sekarang menjadi International Maritime Organization (IMO) pada 17 JUNE 1960 menerbitkan peraturan internasional untuk Keselamatan Jiwa di Laut yang dikenal dengan nama Safety of life at sea (SOLAS) 1960, yang terus disempurnakan dan ditambah pada tahun 1974, 1978, 1981, 1981, 1988, 1991, 1997 dan terakhir tahun 2000. Di mana di dalam (SOLAS) sesuai ISM code part A-implementation menyatakan bahwa perusahaan harus menerapkan safety management untuk seluruh kegiatan di atas kapal dan bekerja dengan aman dan nyaman. Dan save working informent khusus personal protective equipment di atur dalam code of safe working practice for merchant seafarers chapter 8 mengatur tentang Personal protective equipment yang membahas tentang pemakaian alat keselamatan pada saat melaksanakan tugas di atas kapal untuk mengendalikan langkah-langkah yang akan membuat lingkungan kerja dan metode kerja seaman mungkin secara wajar.
Peralatan keselamatan peraturannya dikelompokkan untuk penggunaan jenis kapal penumpang dan kapal barang. Melihat bahwa nama dan
3
jenis peralatan keselamatan belum secara keseluruhan dikenal dengan nama baku Indonesia, maka banyak nama-nama yang masih menggunakan sebutan dalam bahasa Inggris. Jenis peralatan keselamatan dikapal sangat dipengaruhi dari jenis kapal, gross tonnage, bendera kapal, ukuran dimensi kapal dan jumlah orang yang berada dikapal. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan, dan masalah-masalah di atas penulis tertarik untuk membahas permasalahan di atas dengan mengambil judul “IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT UNTUK MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL”
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penggunaan alat keselamatan para crew pada saat melaksanakan tugas di atas kapal?
2. Bagaimana cara meningkatkan kesadaran crew di atas kapal akan pentingnya penggunaan alat keselamatan pada saat melaksanakan tugas di atas kapal ?
C. Batasan Masalah
Penulis hanya membatasi masalah sampai dengan penggunaan alat keselamatan pelindung diri.
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pentingnya penggunaan alat keselamatan pada saat melakukan tugas di atas kapal.
4
2. Untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kesadaran crew di atas kapal akan pentingnya penggunaan alat keselamatan pada saat melaksanakan tugas di atas kapal.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat Teoritis
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan dalam perkembangan ilmu pelayaran khususnya dalam pemahaman mengenai alat keselamatan di atas kapal.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi seluruh crew di atas kapal bahwa penggunaan alat keselamatan di atas kapal adalah penting guna mengurangi kecelakaan kerja.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori
1. Pengertian Safety Equipment
Berdasarkan (Chengi KUO, 1995). Safety adalah kualitas yang dirasakan yang menentukan sejauh mana manajemen, rekayasa dan pengoperasian sistem bebas dari bahaya terhadap kehidupan,properti dan lingkungan. Menurut (Griffin dan Neal, 2003) Peralatan keselamatan atau safety equipment adalah alat-alat yang dibutuhkan untuk keselamatan kerja. Keselamatan kerja yang melingkupi seluruh badan dan jiwa manusia dalam dunia kerja khususnya maupun dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan yang namanya peralatan safety. Bisa ditarik kesimpulan dari beberapa ahli diatas safety equipment adalah kewajiban bagi semua pekerja baik di darat maupun di laut yang memiliki resiko terhadap kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.dari pengertian dia atas dapat di Tarik kesimpulan bahwa Safety equipment adalah alat-alat yang di gunakan yang melingkupi seluruh badan untuk melindungi diri pada saat melaksanakan tugas di atas kapal.
a. Alat-alat Safety Equipment
Di kapal para awak kapal harus mematuhi aturan yang berlaku di kapal, terutama penggunaan peralatan safety equipment yang harus dipakai ketika beraktivitas di daerah kerja untuk menjamin keselamatan pekerja. Macam-macam safety equipment menurut buku personal safety and social responsibilities (2010)
5
6
1) Alat pelindung kepala / safety helmet
Bagian paling penting bagi tubuh manusia adalah kepala.
Perlu perlindungan terbaik yang sediakan oleh helm plastik keras di atas kapal. Sebuah tali dagu juga di sediakan dengan helm yang menjaga helm di tempat ketika perjalanan atau jatuh. Helm dapat menahan bahaya yang disebabkan oleh benda yang jatuh dari suatu ketinggian, bahaya lain adalah panas yang tidak normal,resiko timpukan atau pukulan yang menghancurkan atau cipratan bahan kimia.
Gambar 2. 1 Alat Pelindung Kepala
Sumber: https://www.safetysign.co.id/news/293/Suspensi-Komponen- Penting-yang-Harus-Dipertimbangkan-Saat-Membeli-Safety-Helmet
2) Alat pelindung mata / goggles / safety glasses
Mata adalah bagian paling sensitif dari tubuh manusia dan pada oprasi sehari-hari memiliki kemungkinan besar untuk cedera mata, kaca pelindung atau kacamata digunakan untuk perlindungan mata, sedangkan kacamata las digunakan untuk operasi pengelasan yang melindungi mata dari percikan intensitas tinggi.
7
Gambar 2. 2 Alat Pelindung Mata
Sumber: https://k3tium.wordpress.com/2012/12/14/alat-pelindung-diri-di-tempat-industri/
3) Alat pelindung pernapasan / respirator
Alat pelindung pernapasan atau Respiratory protective equipment (RPE) adalah perangkat yang melindungi pekerja dari paparan zat berbahaya, seperti bahan kimia, kabut, debu, uap, dan asap. Penggunaan pelindung pernapasan mencegah pekerja agar tidak menghirup langsung kontaminan yang ada di area kerja.
Pemilihan pelindung pernapasan yang tepat dan fit terpasang ke wajah bisa melindungi pekerja dari kontaminan di lingkungan.
Gambar 2. 3 Alat Pelindung Pernafasan
Sumber: http://mandirikaryateknindo.co.id/general-supply/alat-pelindung-diri- apd/alat-pelindung-diri-apd
8
4) Alat pelindung tangan / gloves
Pemakaian sarung tangan atau gloves yang tepat harus memperhatikan bahaya yang dihadapi. Berbagai jenis sarung tangan disediakan di kapal, sarung tangan ini digunakan dalam operasi dimana hal ini menjadi keharusan untuk lindungi tangan orang-orang. Beberapa sarung tangan yang diberikan adalah sarung tangan tahan panas, untuk bekerja di permukaan yang panas, sarung tangan kapas, untuk operasi pekerjaan yang normal, sarung tangan las, sarung tangan kimia,Pada waktu penggunaan sarung tangan (gloves) harus benar benar diperhatikan karena sarung tangan mudah terjepit dan ketika basah sangatlah licin oleh karena itu diperlukan perhatian khusus dalam penggunaannya saat bekerja.
Gambar 2. 4 Gloves
Sumber: http://mandirikaryateknindo.co.id/general-supply/alat-pelindung-diri- apd/alat-pelindung-diri-apd
9
5) Alat pelindung kaki / safety shoes
Sepatu safety (safety shoes) adalah adalah salah satu Alat pelindung diri (APD) yang harus dipakai oleh seseorang ketika bekerja guna menghindari resiko cidera kaki ataupun hal-hal terjadinya resiko kecelakaan. Bukan sekedar membuat perlindungan bagian tubuh pekerja pada adanya resiko kecelakaan saja, tetapi dengan memakai sepatu safety pekerja akan lebih leluasa bergerak hingga dapat meningkatkan efektivitas dan hasil produksi yang diharapkan.Maksimal dari ruang internal kapal digunakan oleh kargo dan mesin, terbuat dari logam keras yang sangat berbahaya bagi pekerja. Manfaat sepatu safety disini untuk memastikan bahwa tidak ada luka yang terjadi di kaki para pekerja atau crew di atas kapal. Sepatu ini terbuat dari kulit dipadukan dengan metal, di bagian bawahnya terbuat dari karet yang tebal. Dengan bahan itu, pekerja akan aman dari berbagai kecelakaan pada kakinya.
Gambar 2. 5 Safety Shoes
Sumber: http://sepatubootsafety.com/jual-safety-shoes-safety-shoes- sebagai-alat-pelindung-diri-apd/
10
6) Alat pelindung badan / apron /coverall / protective clothing
Arti coverall itu sendiri adalah Sebuah pakaian pelindung longgar dikenakan di atas pakaian lainnya. Pakaian pelindung adalah coverall yang melindungi tubuh anggota awak dari bahan- bahan berbahaya seperti minyak panas,air, percikan pengelasan, dan pekerjaan berbahaya lainnya. Hal ini dikenal ‘dangri’ or
‘boiler suit’.
Gambar 2. 6 Coverall
Sumber: https://indonesian.alibaba.com/product-detail/100-cotton-ppe- personal-protective-equipment-safety-workwear-coverall-for-mining- workers.apd/
7) Self-contained breathing apparatus
Self-contained breathing apparatus adalah alat bantu pernafasan yang digunakan oleh pekerja saat memasuki ruangan yang kadar oksigenya berkurang. Masker ini disebut self- contained karena tidak bergantung pada persediaan udara jarak jauh, misalnya dari selang panjang. Alat yang bersifat resisten terhadap api ini memberikan udara layak untuk bernafas dalam kondisi hidup-mati atau IDLH (immediate danger to life and health) melalui tabung udara bertekanan, yang dibawa sendiri oleh pekerja.
11
Gambar 2. 7 Self-contained breathing apparatus
Sumber: http://aquamaristrading.com/safety-equipments/
2. Pengertian Kecelakaan Kerja
Menurut (OHSAS 18001, 1999) dalam Shariff (2007), kecelakaan kerja adalah suatu kejadian tiba-tiba yang tidak diinginkan yang mengakibatkan kematian, luka-luka, kerusakan harta benda atau kerugian waktu. Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda (Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor: 03/Men/1998)
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki, yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun harta benda. Dapat di tarik kesimpulan bahwa kecelakaan kerja yaitu kejadian yang tidak diinginkan yang terjadi pada manusia tersebut yang menimbulkan kerugian pada dirinya.
3. Pengertian Kapal
Di dalam Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 1988 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Pengangkutan Laut, yang disebut
12
dengan kapal adalah “alat apung dengan bentuk dan jenis apapun.”
dalam Undang-undang no. 17 tahun 2008 mengenai Pelayaran, yang menyebutkan Kapal adalah “kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda. pasal 309 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) yang menyebutkan kapal sebagai “alat berlayar, bagaimanapun namanya, dan apapun sifatnya.” Dari pengertian berdasarkan KUHD ini dapat dipahami bahwa benda-benda apapun yang dapat terapung dapat dikatakan kapal selama ia bergerak, misalnya mesin penyedot lumpur atau mesin penyedot pasir. Dari pengertian di atas dapat di tarik kesimpula bahwa kapal adalah alat atau kendaraan air yang dapat di gerakan dengan tenaga angin mekanik atau tenaga lainnya.
B. Kerangka Penelitian
Implementasi penggunaan safety equipment untuk menghindari kecelakaan kerja di atas kapal, dalam hal ini para awak kapal banyak yang masih belum memahami sepenuhnya tentang pentingnya penggunaan alat keselamatan kerja pada saat sedang melaksanakan tugas di atas kapal yang mengakibatkan banyak resiko-resiko yang mungkin terjadi yang dapat membahayakan para crew di atas kapal. Dalam hal ini penulis tertarik untuk meneliti kenapa para crew kurangnya memiliki kesadaran untuk senantiasa menggunakan alat keselamatan pada saat melaksanakan tugas di atas kapal yang mana nantinya di harapakan dapat mengurangi angka kecelakaan kerja yang terjadi di atas kapal, dan dapat meningkatkan kesadaran para crew tentang penggunaan alat keselamatan kerja pada saat sedang bertugas di atas kapal.
13
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT UNTUK MENGHINDARI KECELAKAAN KERJA DI ATAS KAPAL
Instrumental Input :
1. ISM CODE chapter 8 tentang Personal Protectife equipment
2. Undang-Undang RI nomor 1 pasal 3 dan pasal 9 tahun 1970 tentang alat pelindung diri
3. UU RI nomor 17 bab 8 pasal 116, tahun 2008 tentang keselamatan dan keamanan pelayaran 4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja
(Permenaker) Nomor: 03/Men/1982 pasal 4 ayat 3 tentang kewajiban pengurus
menyediakan alat pelindung diri
Tidak terealisasi Terealisasi
Kerangka Penelitian
Solution
Mengadakan meeting kepada crew untuk menjelaskan
keselamatan
cara kerja
pemakaian benar,menjelasakan
yang tentang
baik alat dan pentingnya menggunakan alat keselamatan kerja pada saat melaksanakan tugas di atas kapal
the condition should be Penerapan
safety equipment sesuai dengan
aturan Main Problem
1. Kurangnya pemahaman penggunaan alat keselamatan para crew pada saat melaksanakan tugas di atas kapal ? 2. Kurangnya kesadaran crew di atas kapal
akan pentingnya penggunaan alat keselamatan pada saat melaksanakan tugas di atas kapal ?
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dimana tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan secara sistematis atau suatu kenyataan mengenai permasalahan penerapan safety equipment kapal.
Menurut Bungin (2011:6) mengatakan penelitian kualitatif dalam menangkap fakta atau fenomena-fenomena sosial, melalui pengamatan di lapangan, kemudian menganalisanya dan kemudian berupaya melakukan teorisasi berdasarkan apa yang diamati itu. Dengan permasalahan- permasalahan yang ditemui, penulis menggunakan metode kualitatif supaya mempunyai makna yang sama dan alami seperti data yang diteliti.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Sebagai penerapan pengetahuan yang telah didapat selama menimba ilmu di Politeknik Pelayaran Surabaya, maka setiap taruna diwajibkan melaksanakan praktek laut di perusahaan-perusahaan pelayaran yang telah bekerja sama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya untuk penempatan taruna- taruni diatas kapal-kapalnya, sehingga dalam penyusunan penelitian ini, data yang diambil oleh penulis berasal dari pengalaman, pengamatan dan observasi yang dialami oleh penulis saat melaksanakan praktek diatas kapal yang penulis tempati. Untuk mendapat data-data informasi di lapangan, penulis melakukan penelitian ketika melaksanakan praktek laut selama 1 tahun di kapal Logindo Energy.
14
15
Selama penelitian tersebut peneliti akan mengamati tentang penggunaan safety equipment yang dipergunakan sehari-hari saat beraktivitas kerja di atas kapal.
C. Sumber Data dan teknik pengumpulan data 1. Sumber data
Menurut Riduwan (2003:34), data ialah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta. Berdasarkan cara memperolehnya, data yang diperoleh selama penelitian sebagai pendukung tersusunnya penulisan penelitian ini.
Jenis dan sumber data yang diperlukan dan dipergunakan dalam penyusunan karya ilmiah penelitian ini merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dan informasi yang diperoleh penulis melalui buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Adapun data yang diperoleh dari sumber-sumber ini sebagai berikut :
a. Data Primer
Menurut Maulidi (2016) Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda). Dengan kata lain, peneliti mendapatkan datanya melalui observasi atau pengamatan yang dilakukan peneliti kepada objek penelitian khususnya penerapan safety equipment.
16
b. Data Sekunder
Menurut (Maulidi: 2016). Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara berkunjung ke perpustakaan, pusat kajian, pusat arsip atau membaca banyak buku yang berhubungan dengan penelitiannya
2. Teknik pengumpulan data
Menurut Bungin (2011:79) pengumpulan data kualitatif
menggunakan metode pengamatan yang umumnya digunakan dari tradisi kualitatif seperti wawancara bertahap dan mendalam (in-depth interview), observasi partisipasi (participant observer). Suatu pengumpulan data harus didukung teknik yang tepat dan disertai dengan pelaksanaan yang
sistematis. Karena dengan hal tersebut data yang diperoleh akan lebih lengkap, obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga dalam penyajiannya akan memberikan suatu gambaran yang benar. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut.
a. Observasi
Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang didasarkan pada pengamatan-pengamatan yang dilakukan langsung terhadap obyek penelitian, dalam hal ini adalah penerapan Safety equipment bagi awak kapal guna mengurangi kecelakaan kerja.
17
Dalam melakukan observasi peneliti menggunakan observasi partisipasi dimana peneliti dalam melakukan pengumpulan data melalui observasi terhadap objek pengamatan dengan langsung hidup bersama, merasakan serta berada dalam aktivitas kehidupan objek pengamatan menurut Bungin (2011:119). Dan peneliti akan melakukan observasi dengan mengamati penerapan alat safety equipment yang digunakan para awak kapal saat dilapangan.
b. Wawancara
Dalam melakukan wawancara peneliti menggunakan metode wawancara mendalam (indepht intervew). Wawancara dilakukan bersama narasumber yang mengerti tentang implementasi Safety Equipments di atas kapal yaitu nakhoda dan perwira senior yang ada ditas kapal. Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Bungin: 2011:111). Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara adalah awak kapal yang mengerti tentang safety equipment di atas kapal.
Tohirin (2012:65) menyatakan Dalam melakukan wawancara, peneliti boleh menggunakan 3 pola pendekatan sebagai berikut.
18
1) Dalam bentuk percakapan informal yang dilakukan secara spontanitas, santai, tanpa pola atau arah yang ditentukan sebelumnya.
2) Menggunakan lembaran berisi garis besar pokok-pokok, topik atau masalah yang dijadikan pegangan dalam melakukan wawancara.
3) Menggunakan daftar pertanyaan (pedoman wawancara) yang lebih terperinci, tetapi bersifat terbuka yang telah dipersiapkan terlebih dahulu dan akan diajukan menurut urutan pertanyaan yang telah dibuat.
c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan memanfaatkan arsip dan dokumen-dokumen yang berada di kapal yang berhubungan dengan obyek yang sedang diteliti. Dari teknik pengumpulan data seperti diatas penulis berharap data yang terkumpul akan lebih akurat karena berasal langsung dari obyek yang diteliti.
D. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Bogdan dalam Sugiyono, 2013:244). Terdapat langkah- langkah dalam menganalisis data:
19
1. Data yang terkumpul dikategorikan dan dipilah-pilah menurut jenis datanya.
2. Melakukan seleksi terhadap data yang dianggap data inti yang berkaitan langsung dengan permasalahan dan yang hanya merupakan data pendukung.
3. Menelaah, mengkaji dan mempelajari lebih dalam data tersebut kemudian melakukan interpretasi data untuk mencari solusi dalam permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Pada penelitian kualitatif ini, analisis data dilakukan semenjak awal penelitian. Pengamatan dilaksanakan di salah satu kapal niaga yang akan dilaksanakan pada saat praktek layar.
27
Daftar Pustaka
Asri, S., Indri, S., & And, J. I. (2014, 11). Analisa Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Allowance Proses Kerja Pemotongan Kayu (Studi Kasus: PT. PAL Indonesia). Diambil kembali dari e-jurnal: http://www.e- jurnal.com/2014/11/pengertian-kecelakaan-kerja.html ( Diakses pada tanggal 26 mei 2019 )
Basic Safety Training. Surabaya : Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Dasar Surabaya.(2007)
Bungin, B. (2011). PENELITIAN KUALITATIF KOMUNIKASI, EKONOMI, KEBIJAKAN PUBLIK, DAN ILMU SODIAL LAINNYA. Jakarta: KENCANA PRENADA MEDIA GROUP.
https://www.kajianpustaka.com/2017/12/pengertian-jenis-penyebab-pencegahan- kecelakaan-kerja.html
definisi pengertian faktor kecelakaan kerja. (2015, 07). Diambil kembali dari definisi- pengertian.com: http://www.definisi-pengertian.com/2015/07/definisi-pengertian- faktor-kecelakaan-kerja.html. Diakses pada tanggal 26 mei 2019
komara.weebly.com:http://komara.weebly.com/peraturan-kesehatan-dan-keselamatan- kerja/permenakertrans-no-08-tahun-2010-tentang-alat-pelindung-diri. Diakses pada tanggal 27 mei 2019
http://knkt.dephub.go.id/knkt/ntsc_home/ntsc.htm. Diakses pada tanggal 28 juni 2019
Maulidi, A. (2016, Oktober 19). pengertian data primer dan data sekunder. Diambil kembali dari kanalinfo.web.id: http://www.kanalinfo.web.id/2016/10/pengertian- data-primer-dan-data-sekunder.html. Diakses pada tanggal 26 mei 2019
Nueralim. (2002). Alat- alat penyelamat ( life safving appliance and arragemant ).
28
OHSAS. (2007). Ahli K3 Umum. Dari nsai: https://www.nsai.ie/getattachment/Our- Services/Certification/Management-Systems/OHSAS-18001/MD-19-02-Rev-4-- OHSAS-18001-Occupational-Health-and-Safety.pdf.aspx ( Diakses pada tanggal 25 Mei 2019 )
Peraturan Menteri tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia (2010). Alat Pelindung Diri, Fungsi dan Jenis Alat Pelindung Diri nomor
PER.08/MEN/VII/2010.
Rachmat Tjahjanto, I. A. (2016). Analisis Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja Di atas Kapal MV. CS Brave. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan, kapal article.
RE Prastika (2016)//digilib.uinsby.ac.id/13277/5/Bab%202.pdf.Diakses pada tanggal 27 Mei 2019
Sedarmayanti & Hidayat, S. (2011). Metodologi penelitian. Bandung: Mondar Maju Tofan Agung Eka Praseya, Y. A. (2016). Gambaran Penggunaan Alat Pelindung Diri
Pekerja Bongkar Muat Petikemas PT.X Surabaya. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, JIHOH article.
Tim Penyususn (2015), Basic Safety Training, Surabaya : Politeknik Pelayaran Surabaya.