• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2009"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

No. 19/05/31/Th.XI, 15 Mei 2009

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA

FEBRUARI 2009

TPT DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2009 SEBESAR 11,99 PERSEN

• Jumlah angkatan kerja pada Februari 2009 tercatat 4,76 juta orang, bertambah sekitar 0,20 juta orang dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2008 sebesar 4,56 juta orang.

• Jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi DKI Jakarta pada Februari 2009 sebesar 4,19 juta orang, bertambah sekitar 0,14 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2008 sebesar 4,05 juta orang.

• Jumlah penganggur mengalami peningkatan sebesar 67 ribu orang dibandingkan keadaan Februari 2008 yaitu dari 504 ribu orang pada bulan Februari 2008 menjadi 571 ribu orang pada bulan Februari 2009.

• Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi DKI Jakarta pada Februari 2009 sebesar 11,99 persen, mengalami peningkatan dibandingkan keadaan Februari 2008 (11,06 persen).

• Pada periode Februari 2008 – Februari 2009, ada pengurangan penduduk yang bekerja di sejumlah sektor, yaitu sektor Primer berkurang 2,31 ribu orang, sektor Sekunder berkurang 95,10 ribu orang. Sementara itu sektor Tersier mengalami penambahan sebesar 229,39 ribu orang.

• Februari 2009, Sektor formal di Provinsi DKI Jakarta mampu menyerap jumlah pekerja sebesar 64,55 persen, sedangkan sektor informal sebesar 35,45 persen.

1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Angka Pengangguran

Secara keseluruhan struktur ketenagakerjaan Provinsi DKI Jakarta pada bulan Februari 2009 telah mengalami perubahan. Pada bulan Februari 2009, jumlah angkatan kerja tercatat 4,76 juta orang, meningkat sebanyak 0,20 juta orang dibanding keadaan Februari 2008. Jumlah angkatan kerja laki-laki meningkat sebanyak 90 ribu orang, dan angkatan kerja perempuan meningkat sebesar 109 ribu orang. Peningkatan jumlah angkatan kerja disebabkan dampak krisis keuangan global yang berpengaruh pada penurunan daya beli masyarakat, sehingga mendorong rumahtangga untuk menambah anggota rumah tangganya yang bekerja dan mencari kerja.

(2)

Jumlah penduduk yang bekerja meningkat dari 4,05 juta orang pada Februari 2008 menjadi 4,19 juta orang pada Februari 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 0,14 juta orang. Selama satu tahun ini, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja didominasi oleh laki-laki. Peningkatan penduduk laki-laki yang bekerja sebesar 82 ribu orang, sementara itu penduduk perempuan yang bekerja juga mengalami peningkatan sebesar 50 ribu orang. Tingginya peningkatan penduduk laki-laki yang bekerja diduga karena dorongan ekonomi, yaitu tuntutan keluarga untuk menambah penghasilan. Peningkatan tenaga kerja laki-laki terutama berasal dari penduduk laki-laki yang sebelumnya hanya mempunyai kegiatan lainnya.

Selama periode 2008-2009, terjadi peningkatan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT), yaitu dari 11,06 persen menjadi 11,99 persen. Menurut jenis kelamin, TPT perempuan mengalami peningkatan 2,48 persen yaitu dari 10,56 persen pada tahun 2008 menjadi 13,04 persen pada tahun 2009, sedangkan TPT laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,08 persen yaitu dari 11,38 persen pada tahun 2008 menjadi 11,30 persen pada tahun 2009. Secara absolut, jumlah penganggur mengalami peningkatan sebesar 67 ribu dari 504 ribu orang pada Februari 2007 menjadi 571 ribu orang pada Februari 2009. Selama setahun terakhir peningkatan penganggur terbesar terjadi pada perempuan, yaitu sebesar 59 ribu orang sementara penganggur laki-laki mengalami peningkatan sebesar 8 ribu orang. Secara umum terjadinya peningkatan TPT di Provinsi DKI Jakarta diduga disebabkan pengaruh krisis keuangan global yang melanda negara Amerika dan negara maju lainnya.

Selama setahun terakhir terjadi peningkatan jumlah penduduk yang bekerja dan jumlah pengangguran. Sejalan dengan itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Februari 2009 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan TPAK Februari 2008 yaitu dari 65,92 persen pada tahun 2008 menjadi 67,88 persen pada tahun 2009. TPAK laki-laki meningkat menjadi 83,49 persen dari 80,92 persen pada Februari 2008, begitupun TPAK perempuan meningkat menjadi 53,16 persen dari 51,42 persen pada Februari 2008.

Tabel 1

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas menurut Kegiatan Utama Tahun 2007-2009 (Dalam Ribuan)

Kegiatan Utama

Februari 2007 Februari 2008 Februari 2009 Laki-laki Perem puan Jumlah Laki-laki Perem-puan Jumlah Laki-laki Perem-puan Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Penduduk Usia 15 + 3.340 3.352 6.692 3.400 3.516 6.916 3.403 3.606 7.009 1. Angkatan Kerja 2.644 1.441 4.085 2.751 1.808 4.559 2.841 1.917 4.758 a. Bekerja 2.305 1.238 3.543 2.438 1.617 4.055 2.520 1.667 4.187 b. Penganggur 339 203 542 313 191 504 321 250 571 2. Bukan Angkatan Kerja 696 1911 2.607 649 1.709 2.357 562 1.689 2.251 Tingkat Partisipasi Angkatan

(3)

2. Lapangan Pekerjaan Utama

Distribusi Penduduk bekerja menurut lapangan usaha, dibedakan menurut tiga sektor yaitu sektor Primer, Sekunder dan Tersier. Sektor primer merupakan sektor pertanian dan pertambangan, sektor sekunder merupakan agregat sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, serta sektor listrik, gas dan air. Sektor tersier merupakan gabungan sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor angkutan dan komunikasi; sektor keuangan dan jasa perusahaan; serta sektor jasa kemasyarakatan.

Tabel 2 memperlihatkan struktur penduduk yang bekerja menurut tiga sektor utama. Selama periode Februari 2008 – Februari 2009, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan. Pada sektor tersier terjadi peningkatan penduduk yang bekerja sebesar 229,39 ribu orang, sementara sektor primer dan sekunder mengalami penurunan. Sektor primer mengalami penurunan sebanyak 2,31 ribu orang dan sektor sekunder sebanyak 95,10 ribu orang dibandingkan keadaan Februari 2008. Jika diamati dari ketiga sektor tersebut, terjadi pergeseran jumlah pekerja dari sektor Primer ke sektor Sekunder, kemudian ke sektor Tersier.

Pada Februari 2009, jumlah penduduk bekerja pada sektor Tersier tercatat 3.354,19 ribu orang, dan pada Februari 2008 tercatat 3.124,80 ribu orang, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 229,39 ribu orang. Peningkatan yang cukup signifikan ini sebagian besar merupakan kontribusi dari sektor perdagangan, sektor transportasi pergudangan dan komunikasi serta sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.

Tabel 2

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja menurut Sektor Utama 2008 – 2009 (dalam ribuan)

Sektor Utama Februari 2007 Februari 2008 Februari 2009 Selisih Kol (4) dan kol (3)

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Primer 29,53 31,91 29,60 -2,31

2. Sekunder 755,95 898,27 803,17 -95,10

3. Tersier 2.757,56 3.124,80 3.354,19 229,39

Jumlah 3.543,04 4.054,98 4.186,96 131,98

Sumber: Sakernas Februari-BPS

Pada Februari 2009, jumlah penduduk bekerja pada sektor Tersier tercatat 3.354,19 ribu orang, dan pada Februari 2008 tercatat 3.124,80 ribu orang, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 229,39 ribu orang. Peningkatan yang cukup signifikan ini sebagian besar merupakan kontribusi dari sektor perdagangan, sektor transportasi pergudangan dan komunikasi serta sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.

(4)

3. Status Pekerjaan

Kegiatan formal dan informal dapat dilihat berdasarkan pendekatan status pekerjaan. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, yang diklasifikasikan bekerja di sektor formal adalah status pekerjaan sebagai berusaha dengan dibantu buruh tetap dan sebagai buruh/karyawan. Lima status pekerjaan lainnya diklasifikasikan bekerja di sektor informal. Pada bulan Februari 2009, sekitar 64,55 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal, dan sisanya sebesar 35,45 persen bekerja pada kegiatan informal.

Tabel 3

Penduduk yang Bekerja menurut Status Pekerjaan, Tahun 2007 – 2009 (dalam ribuan )

Status Pekerjaan Utama Februari 2007 Februari 2008 Februari 2009

(1) (2) (3) (4)

1. Berusaha Sendiri 672,29 682,65 884,48

2. Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar 220,64 228,78 284,09

3. Berusaha dibantu buruh tetap/ buruh dibayar 159,72 175,96 207,35

4. Buruh/karyawan 2.152,08 2.663,89 2.495,54

5. Pekerja Bebas Pertanian 1,93 0,78 0,69

6. Pekerja Bebas non Pertanian 128,36 93,00 88,02

7. Pekerja tidak Dibayar 208,01 209,92 226,80

Jumlah 3.543,04 4.054,98 4.186,96

Sumber: Sakernas Februari-BPS

Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa dari 4.187 ribu orang yang bekerja, terdapat sekitar 59,60 persen penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan dan sekitar 4,95 persen bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap/dibayar. Dari penduduk yang bekerja dengan status buruh/karyawan, 59,73 persen adalah laki-laki dan 40,27 persen perempuan. Sementara itu, penduduk yang bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap, 91,03 persen adalah laki-laki dan hanya 8,97 persen perempuan.

(5)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

Informasi lebih lanjut hubungi: Sri Santo Budi Muliatinah, M.A.

Kepala Bidang Statistik Sosial Telepon : 021- 42877301

Fax : 021- 42877350 e-mail : [email protected]

Gambar

Tabel 2 memperlihatkan struktur penduduk yang bekerja menurut tiga sektor utama. Selama  periode Februari 2008 – Februari 2009, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan

Referensi

Dokumen terkait

Selama setahun terakhir terjadi penurunan jumlah penganggur laki-laki, sebesar 12,84 ribu orang yaitu dari 336,48 ribu orang pada Agustus 2007 menjadi 323,64 ribu orang pada

Penduduk yang bekerja pada Februari 2011 bertambah 24,5 ribu orang dibanding keadaan setahun yang lalu (Februari 2010) dan bertambah sebesar 108,4 ribu orang dibanding

Jumlah angkatan kerja di Kalimantan Timur pada Februari 2015 mencapai 1,65 juta orang yang terdiri dari pekerja sebanyak 1,53 juta orang dan penganggur sebanyak 118

Dari uraian diatas diketahui bahwa orang yang bekerja pada Bulan Februari 2017 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2016 mengalami peningkatan, pengangguran mengalami

Pada bulan Februari 2013 partisipasi angkatan kerja di Provinsi Gorontalo sebesar 64,33 persen, mengalami peningkatan dibandingkan keadaan Agustus 2012 sebesar 63,08

Jumlah penduduk yang bekerja di sektor industri peningkatannya, pada bulan Agustus 2008 berjumlah 185.624 orang menjadi 223.902 orang pada bulan Februari 2009, atau bertambah

Jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2010, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 1,1 juta orang

Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2014, jumlah pekerja yang mengalami peningkatan pada Februari 2015 yaitu Sektor Perdagangan naik sebesar 290 ribu orang (7,78