• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Penggunaan Serat Ijuk Sebagai Bahan Tambahan Dalam Campuran Beton Mutu Normal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Penggunaan Serat Ijuk Sebagai Bahan Tambahan Dalam Campuran Beton Mutu Normal"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Data Hasil Pengujian sifat-sifat agregat halus
Gambar 3. Grafik hubungan antara tengangan terhadap komposisi serat 1% dan panjang serat  ijuk bervariasi (1 cm, 2 cm, dan 3 cm)
Gambar 4. Grafik hubungan antara tengangan terhadap komposisi serat 2% dan panjang  serat ijuk bervariasi (1 cm, 2 cm, dan 3 cm)
Gambar 6. Grafik hubungan antara tengangan tekan terhadap komposisi serat 1% dan panjang  serat ijuk bervariasi (1 cm, 2 cm, dan 3 cm)
+2

Referensi

Dokumen terkait

dikategorikan sebagai batako ringan dengan menengah ( moderate-strength lightweight concreate), dengan interval kuat tekan 7 – 14 MPa (Iman 2004).Untuk penambahan 1% serat ijuk

Pada gambar 3 dapat diketahui bahwa nilai kekuatan tarik komposit serat tangkai ilalang yang paling optimal adalah pada fraksi volume 40% yaitu sebesar 30,058 Mpa

Pada penambahan serat ijuk yang lebih banyak menyebabkan kuat tekan papan semen-gipsum menurun, hal ini disebabkan komposisi serat ijuk yang lebih

Dengan penambahan serat ijuk ke dalam adukan beton diharapkan dapat menambah kuat tarik belah beton yang optimum, serta beton yang dihasilkan lebih

Kuat tarik belah 3% memperoleh hasil kuat tarik sebesar 7,81 Mpa,Dari hasil analisa test kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan menambahkan serat daun pandan

Kuat tarik belah 3% memperoleh hasil kuat tarik sebesar 7,81 Mpa,Dari hasil analisa test kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan menambahkan serat daun pandan

Grafik tegangan Tarik waktu perendaman 1 jam Pada gambar 3, tampak bahwa serat tanpa perlakuan alkali memiliki nilai kekuatan tarik terendah sebesar 16,49 MPa, sedangkan nilai kekuatan

Pengaruh Serat Ijuk Sebagai Bahan Tambah Terhadap Kuat Tarik Belah Beton.. Jurnal Penelitian LPPM Untag Surabaya,