BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Perusahaan
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas yang berada di Sumatera Utara adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang usaha pengolahan pupuk Phosphate alam, Perusahaan ini didirikan karena semakin meningkatnya kebutuhan akan pupuk terhadap perkebunan swasta maupun BUMN serta tanaman-tanaman keras lainnya.
PT. Rolimex Corporation didirikan pada tanggal 9 Maret 1994 sesuai dengan surat keputusan menteri perindustrian nomor: 032/DJIK/IZ/IV/94 tentang izin tetap usaha industri menteri perindustrian, Kemudian pada tanggal 31 Juli 2000 PT. Rolimex Corporation bergabung dengan PT. Citratama Dian Mas, dan PT. Sinarindo Kimia Nusa, yang kemudian berubah nama menjadi PT. Rolimex Kimia Nusa Mas yang di pimpimpin oleh Tuan Andreas Irawan Oey sebagai direktur utama yang berkedudukan di kantor pusat Jakarta.
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengantongan pupuk Phosphate alam yang di kenal dengan nama pupuk CIRP (Crismas Island Rock Phosphate). Sumber bahan baku diperoleh dari Australia dan Mesir.
2.3. Lokasi Perusahaan
Pabrik pengolahan pupuk CIRP PT. Rolimex Kimia Nusa Mas terletak di jalan Pertahanan No: 11, Km 1,5 Desa Patumbak, Kecamatan Patumbak, kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara dan dibangun diatas areal tanah seluas 26.287 m2.
Dalam areal ini terdapat bangunan seperti : 1. Lahan Tertutup
a. Bangunan Pabrik : 7.697 m2
b. Kantor : 432 m2
c. Gudang : 8.280 m2
d. Pelataran tempat penyimpanan bahan baku/produksi : 4.144 m2
e. Jalan / saluran, pagar : 1.488 m2
f. Tempat parkir : 125 m2
2. Lahan Terbuka : 2.913 m2
3. Lahan Cadangan : 1.208 m2
Areal pabrik PT. Rolimex Kimia Nusa Mas ini mempunyai batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah timur : Ladang milik penduduk setempat - Sebelah barat : Jalan Lintas Medan Patumbak. - Sebelah utara : Pemukiman penduduk
2.4. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi dan manajemen perusahaan merupakan landasan beroperasinya perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa adanya struktur organisasi dan manajemen, maka semua aktivitas, baik proses produksi maupun administrasi tidak akan berjalan dengan lancar. Struktur organisasi merupakan sistem yang mengatur masalah penetapan dan pembagian pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan serta menetapkan hubungan antara unsur-unsur organisasi sehingga diperoleh suatu bentuk kerja sama yang efektif untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan.
Kata organizing berasal dari kata organisum/ organ, yang artinya adalah suatu struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa sehingga satu sama lainnya saling berhubungan dan saling mempengaruhi dengan adanya hubungan secara keseluruhan. Organisasi biasa diartikan sebagai adanya sekelompok orang yang mengadakan kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Struktur organisasi dapat didefenisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan pola hubungan diantara bagian-bagian atau posisi-posisi, yang menunjukkan kedudukan, tugas dan wewenang, serta tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Pembentukan struktur organisasi dapat dengan melakukan pembagian maupun kombinasi sehingga terbentuk departemen atau unit.
Struktur ditentukan atau dipengaruhi oleh badan usaha, jenis usaha, besarnya usaha, dan sistem produksi perusahaan tersebut. Ada beberapa struktur organisasi yang umum yaitu:
1. Organasi garis (Line Organization)
Organisasi garis adalah suatu bentuk struktur organisasi dimana kekuasaan dan tanggung jawab diturunkan secara garis dari tingkat pimpinan atas kepada tingkat bawahannya. Dalam bentuk organisasi seperti ini, tidak seorang bawahan pun yang mempunyai atasan lebih dari satu orang, jadi kesimpang siuran perintah yang diterima oleh bawahan sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.
Pada struktur organisasi garis, prinsip unity of commond atau kesatuan dalam komando akan terpelihara dengan baik. Atasan hanya memerintah bawahan tertentu dan bawahan akan memberikan laporan kepada atasan yang memberinya perintah.
Kebaikan dari struktur organisasi ini adalah:
- organisasi ini sederhana sehingga sesuai dipakai untuk perusahaan kecil. - Adanya Unity Of Commond (kesatuan komando)
- Setiap pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan cepat sebab jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
Kekurangan dari struktur organisasi ini adalah:
- Seluruh organisasi terlalu tergantung pada satu orang, sehingga kalau orang itu tidak mampu, seluruh organisasi akan terancam hancur.
- Adanya kecendrungan seorang pemimpin bertindak otoriter. - Kesempatan karyawan untuk berkembang menjadi terbatas.
2. Organisasi fungsional
Dalam struktur organisasi fungsional, setiap petugas memiliki fungsi yang telah ditentukan oleh pemimpin perusahaan. Jadi tugas dan tanggung jawab dalam organisasi ini dibagi menurut fungsi masing-masing. Pimpinan tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksanaan yang menyangkut bidang kerjanya. Petugas-petugas yang setingkat mempunyai wewenang dan tangung jawab yang sama.
Kebaikan dari struktur organisasi ini adalah:
- Terdapat spesialisasi pekerjaan, sehingga menjamin keahlian setiap pejabat pada bagian masing-masing.
- Daya kreasi para bawahan dapat lebih tidak terlalu mutlak, seperti halnya pada organisasi garis.
- Adanya peraturan-peraturan kerja yang lebih baik. Kekurangan dari struktur organisasi ini adalah:
- Koordinasi sulit diterapkan karena bawahan memiliki beberapa atasan.
- Proses pengambilan keputusan sering kali terlambat karena ditentukan oleh top manajemen.
- Dituntut adanya karyawan yang benar-benar trampil dan menguasai bidangnya, yang kadang-kadang sulit untuk diperoleh.
3. Organisasi Garis dan Staf
Organisasi garis dan staf paling banyak diterapkan karena dianggap paling dapat memenuhi kebutuhan terutama perusahaan-perusahaan besar. Hal ini
disebabkan karena penggabungan dari kebaikan organisasi garis dan fungsional, yakni terdapat Prinsip Unity Of Commond dan spesialisasi bidang pekerjaan.
Pimpinan tertinggi PT. Rolimex Kimia Nusa Mas cabang Medan adalah Manager Cabang. Struktur Organisasi perusahaan PT. Rolimex Kimia Nusa Mas berbentuk struktur organisasi garis dan fungsional dimana pembagian tugas dilakukan dalam bidang atau area pekerjaan yang ada dan sesuai fungsinya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 1 struktur organisasi.
Perhatikan lampiran 1 tersebut, organisasi garis dan fungsional disini berarti setiap bawahan/ karyawan harus berhubungan pada beberapa atasan. Bawahan tersebut hanya menerima tugas, tanggung jawab, wewenang serta haknya dari atasannya dan sesuai fungsinya.
2.4.1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Wewenang dan tanggung jawab untuk masing-masing bagian sesuai dengan struktur organisasi perusahaan, yakitu sebagai berikut:
1. Manager Cabang
Bertanggung jawab kepada PT. Rolimex Kimia Nusa Mas cabang Medan.
Tugas :
a. Menangani, memimpin dan menentukan kebijakan operasional sehari-hari di dalam perusahaan.
b. Mengkoordinir tugas-tugas yang didelegasikan kepada tiap-tiap bagian dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan para karyawan perusahaan agar terbentuk suasana kerja yang harmonis.
Wewenang :
a. Mengambil keputusan dan tindakan yang tepat demi kepentingan dan kelangsungan jalannya perusahaan.
b. Mengembangkan mutu dan konsep perbaikan secara kontinu dan pengembangan mutu pekerja.
2. Kepala Produksi
Bertanggung jawab kepada Manager Cabang. Tugas :
a. Mengawasi pengoperasian dan administrasi seluruh fasilitas pemerosesan pupuk CIRP dan mempertahankan standard mutu produk.
b. Bertanggung jawab atas kelancaran proses produksi mulai dari bahan baku dan hingga ke pengemasan produk.
Wewenang :
a. Ikut serta mengatur perencanaan produksi.
b. Turut dalam pemeriksaan intern mutu dan penilaian manajemen atas mutu.
3. Kepala Maintanance
Bertanggung jawab kepada Manager Cabang. Tugas :
a. Bertanggung jawab atas, pemeliharaan dan perbaikan fasilitas pabrik. b. Mengawasi persediaan suku cadang mesin dan peralatan.
Wewenang :
Mengatur rencana perbaikan kerusakan mesin dan peralatan produksi. 4. Kepala keamanan
Bertanggung jawab kepada Manager Cabang Tugas :
Bertanggung jawab atas seluruh keamanan baik dalam perusahaan yakni kantor dan luar perusahaan.
Wewenang :
a. Memeriksa setiap orang yang ingin berurusan dengan pihak perusaahaan.
b. Menerima dan menyampaikan pesan, surat ataupun berita yang diterima. c. Mengatur antrian setiap truk pengangkut pupuk CIRP yang akan masuk
ke areal perusahaan. 5. Kepala Administrasi
Bertanggung jawab kepada Manager Cabang. Tugas :
a. Bertanggung jawab atas segala kebutuhan yang diperlukan dalam usaha persiapan proses produksi.
b. Mendelegasikan tugas kepada staf administrasi dan divisi lainnya. Wewenang :
a. Mengatur proses administrasi dalam proses pengiriman pupuk CIRP. 6. Bagian umum dan Personalia.
Tugas :
a. Menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan perburuhan.
b. Mengkoordinir kegiatan surat menyurat baik keluar maupun ke dalam perusahaan.
Wewenang :
a. Mengatur tata cara penerimaan, perekrutan dan latihan pendidikan karyawan.
b. Penghubung dengan pihak luar perusahaan terutama mayarakat sekitar. c. Mengadakan hubungan keluar dengan perusahaan lain dan instansi yang
menangani masalah tanaga kerja. 7. Kordinator Marketing
Bertanggung jawab kepada Manager Cabang. Tugas :
a. Mengawasi keamanan barang-barang dan kapal serta mengurus dokumen-dokumen yang di perlukan.
b. Mengawasi transportasi pelabuhan dan gudang
c. Mencatat draft kapal dan penyusutan pupuk pada saat pembongkaran Wewenang:
Mengevaluasi kinerja staf marketing pada setiap bulannya. 8. Kepala Gudang
Tugas :
Mengawasi keamanan bahan baku dan bahan jadi yang ada di gudang. Mencatat draft bahan baku yang masuk dari belawan. Mencatat draft produk yang di pesan konsumen.
Wewenang:
a. Mengatur tata cara penerimaan bahan baku maupun bahan jadi. b. Mengawasi karyawan borongan dan karyawan bagian lapangan. 9. Bagian Timbangan
Bertanggung jawab kepada Manager Cabang. Tugas :
a. Mencatat jumlah pupuk CIRP yang di pesan oleh konsumen. b. Membuat draft untuk bagian gudang
Wewenang :
Mengatur tata cara ataupun urutan proses penimbangan pesanan konsumen.
2.4.2. Jumlah Tenaga Kerja
Kegiatan utama perekrutan tenaga kerja adalah penyusunan program penerimaan tenaga kerja, seleksi dan penempatan. Dengan adanya program rekrutmen ini diharapkan dapat memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Kegiatan penerimaan dan penempatan tenaga kerja pada PT. Rolimex Kimia Nusa Mas diatur sendiri oleh perusahaaan dengan terlebih dahulu melihat situasi kegiatan yang ada apakah perusahaan memerlukan karyawan
atau tidak. Hal ini perlu diperhitungkan mengingat prinsip efektifitas dan efisiensi yang diterapkan perusahaan. Umumnya tenaga kerja pada PT. Rolimex Kimia Nusa Mas adalah tenaga kerja lokal.
Posisi kerja lokal adalah tenaga kerja Indonesia yang ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan skill masing-masing tenaga kerja, seperti Mandor, Analis, Assistant, Karyawan (baik lapangan maupun kantor) serta karyawan borongan lainnya.
Tabel 2.1. Rincian Jumlah Tenaga Kerja
Jabatan Jumlah Pekerja Manager Cabang Staf Ahli Pekerja Buruh 1 12 39 40
Jumlah tenaga kerja pada PT. Rolimex Kimia Nusa Mas sampai saat ini berjumlah 92 orang dengan rincian Manager Cabang 1 orang, buruh/ karyawan 39 orang yang terdiri dari pegawai administrasi, gudang, produksi dan satpam, Staf berjumlah 12 orang, serta pekerja borongan 40 orang yang terdiri dari pengisi pupuk 20 orang dan muat barang 20 oarang.
2.4.3. Jam Kerja
Ketentuan jam kerja di PT. Rolimex Kimia Nusa Mas, diatur menurut aturan Shift. Jumlah jam kerja adalah 42 jam 1 minggu, dimana hari kerja dalam 1 minggu adalah 6 hari kecuali hari libur dan hari besar.
1. Shift, ini berlaku untuk karayawan bagian umum dan administrasi. Dimana jam kerja :
Senin-Jumat, Pukul 08.00 – 16.00 (istirahat pukul 12.00 – 13.00). Sabtu Pukul 07.30 – 15.30.
2. Shift dan jam kerja lembur, ini berlaku untuk bagian produksi, Ini dibagi dalam Shift, 1 yakni :
- Shift I : Pukul 08.00 – 16.00 - Jam Kerja Lembur : Pukul 17.00 – 21.00.
Shift I dihitung tiap 7 jam kerja normal, 1 jam istirahat. Shift II dilaksanakan apabila ada jadwal produksi yang mengharuskan untuk jam kerja lembur. Untuk istirahat diatur secara bergiliran oleh mandor dari masing-masing shift. Apabila keadaan mendesak dan memerlukan jam kerja yang melebihi jam kerja normal maka perusahaan mengadakan waktu kerja lembur. Ini dilakukan bila terjadi order yang belum dipenuhi dan belum memenuhi target produksi. Untuk itu perusahaan akan memberikan upah lembur kepada karyawan yang bekerja lembur.
2.4.4. Sistem Pengupahan
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas memberikan kompensasi dan jaminan sosial kepada semua pekerja berdasarkan status karyawan dalam perusahaan yaitu :
a. Karyawan tetap, merupakan tenaga kerja yang diangkat menjadi karyawan tetap melalui prosedur pengangkatan dan menerima gaji bulanan.
b. Pekerja borongan, merupakan tenaga kerja yang dipekerjakan dan dibayar secara harian tanpa melalui prosedur pengangkatan sebagai karyawan tetap. Upah diberikan sesuai dengan hasil kerjanya dan dibayar perhari.
2.4.5. Fasilitas
Fasilitas yang diberikan perusahaan PT. Rolimex Kimia Nusa Mas Adalah :
a. Imbalan resmi (gaji) dan kompensasi tambahan yang diperoleh setiap karyawan.
b. Upah lembur, yaitu upah yang diberikan apabila karyawan bekerja melebihi jam kerja perusahaan yang telah ditentukan.
c. Insentif produksi, yaitu bonus kepada karyawan bila memenuhi target produksi yang ditetapkan perusahaan.
d. Tunjangan jabatan, merupakan pelengkap gaji pokok mengingat adanya pekerjaan yang memegang tanggung jawab serta tuntutan khusus. Tunjangan ini biasanya diberikan untuk jabatan tingkat Manajer dan kepala bagian.
e. Tunjangan hari raya.
f. Uang transport, hanya diberikan bagi karyawan tetap sebagai tambahan untuk melancarkan produktivitas karyawan. Besarnya uang transport disesuaikan dengan kedudukan karyawan dalam perusahaan.
Selain fasilitas diatas, perusahaan juga melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya seperti :
1. Diikutsertakan dalam keanggotaan Astek. 2. Jaminan hari tua atau uang pensiun.
3. Jaminan kecelakaan kerja, Jaminan ini dilakukan dengan cara pemberian sumbangan yang diberikan oleh perusahaan.
2.5. Proses Produksi
2.5.1. Standar Mutu Produk
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas mempunyai standarisasi dalam menghasilkan produk. Pengawasan mutu dilakukan terhadap proses produksi yang ditujukan untuk menjaga kosistensi dari mutu produk. Produk bermutu dan pelayanan merupakan usaha perusahaan dalam menjual produknya pada konsumen. Keberhasilan perusahaan sangat bergantung dari seberapa jauh perusahaan dapat mengetahui, mengerti dan memahami permintaan pelanggan tersebut. Dalam hal mutu pupuk yang baik telah ditetapkan ketentuan-ketentuan standar bagi spesifikasi pupuk yaitu:
Kandungan hara P2O5 : 32 % Berat bersih : 50 kg
Bentuk / warna : Padat Tepung / coklat muda.
Aturan Pakai : Di tabur kesekeliling lingkaran sesuai dengan dosis yang ditentukan.
Produksi : sesuai tanggal Jaminan Mutu : 0040707 A
Masa edar : 2 tahun
No. SNI : 02/3776/9195
2.5.2. Bahan Yang Digunakan
a. Bahan baku.
Bahan baku yang digunakan ada dua jenis yaitu : CIRP yang langsung diimpor dari Australia dan CIRPyang langsung di impor dari Mesir. Perbedaan kualitas antara dua bahan baku ini tidak terlalu signifikan hanya terletak pada warna. CIRP Australia memiliki warna coklat muda sedangkan CIRP Mesir memiliki warna coklat lebih tua.
b. Bahan tambahan.
1. Karung Luar (Outer bag).
- Bahan Baku : Poly Propylena
- Density : 10 x 10 tape/inchi
- Panjang : 99 cm (Min)
- Lebar : 59 cm (Min)
- Lebar Lipatan Bawah : 2,5 mm (min) - Jarak Jahitan dari Bawah : 1 cm
- Panjang ekor Benang : 2,5 s/d 4 cm - Jarak Rajutan : 3 s/d stitch/inchi 2. Karung Dalam (Inner Bag)
- Lebar : 62 cm
- Lebar Seal : 2 mm
- Jarak Seal dari tepi Bawah : 1 cm 3. Benang
- Bahan : PP Multi Filamet
- Type : Zucros
- Dinier : 1250
- Number of Filament : 148
- Twist : 101
2.5.3. Uraian Proses
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas bergerak dalam bidang pengantongan pupuk butiran. Pengolahan yang dilakukan di PT. Rolimex Kimia Nusa Mas hanya untuk jenis pupuk CIRP (Chrismas Island Rock Phospate).
Dilihat dari sistem kerja (pengoperasian), proses produksinya dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Pembongkaran pupuk butiran (Unloading)
Di sini dilakukan proses pembongkaran pupuk butiran, dimana pupuk butiran CIRP berasal dari pusat produksi Australia dan Mesir yang dibongkar dari kapal yang bersandar di pelabuhan Belawan.
Pada umumnya pembongkaran dilakukan oleh kontaktor yang ditunjuk oleh PT. Rolimex Kimia Nusa Mas. Pembongkaran pupuk butiran dilakukan dengan menggunakan alat tertentu yaitu grade yang di gerakkan dengan electromotor. Perlengkapan yang digunakan antara lain yaitu:
1. Grade
2. Electromotor.
Pupuk butiran yang berada di palka kapal yang diangkat secara bergantian dengan mengggunakan grade yang kemudian langsung diarahkan pada bak truk dengan bantuan electromotor sebagai alat pengankut pupuk butiran menuju pabrik.
Pupuk yang telah di muat ke dalam truk diangkat kegudang penumpukan, sebelum dilakukan penumpukan ke gudang, truk dan muatannya di timbang dengan menggunakan timbangan digital dengan control display yang telah diatur oleh program komputer. Demikian seterusnya sehingga selesainya pembongkaran dilaksanakan. Banyak kesulitan yang timbul pada saat pembongkaran pupuk butiran dengan truk, yaitu areal penumpukan diperlukan luas, karena pupuk tidak dapat di tumpuk tinggi, untuk menghindari kotoran dan penghematan tempat maka pupuk curah di dorong dengan menggunakan wheel loader.
Pembongkaran pupuk dengan truk, untuk kapal yang berkapasitas 12.000 ton, dapat dibongkar kurang lebih selama 5-6 hari.
2. Pencampuran Pupuk
Bahan baku untuk pupuk jenis CIRP yang di keluarkan PT, Rolimex Kimia Nusa Mas ada dua jenis pupuk yaitu: CIRP Australia dan CIRP Mesir.
Proses pencampuran dilakukan dengan menggunakan mesin mixer. Proses pencampuran ini diawali dengan persiapan mesin secara otomatis siap untuk digunakan dan biasanya melakukan setup selama 15 menit. Pupuk jenis CIRP Australia di masukkan terlebih dahulu kedalam hopper menggunakan wheel
loader kemudian pupuk tersebut di bawa screw menuju bucked elevator ke bin pencampuran 1 selang tiga menit pupuk jenis CIRP mesir dimasukan kedalam hopper menggunakan wheel loader kemudian pupuk tersebut dibawa screw menuju bucket elevator ke bin pencampugran 2. secara bergantian tombol bin pencampuran dibuka, sehingga pupuk masuk ke mesin mixer. Setelah selesai pupuk akan jatuh ke bin over , kemudian pupuk dibawa ke bin penampungan atas menggunakan screw untuk diproses lebih lanjut ke mesin hammer mill.
3. Proses Penggilingan
Proses penggilingan butiran pupuk CIRP dilakukan dengan menggunakan mesin hammer mill.
Pupuk butiran yang telah dicampur secara perlahan akan turun menuju hopper HM1 melalui pipa yang berdiameter 20 cm yang berada pada bin penampungan atas pada mesin mixer. Setelah hopper HM1 penuh, pupuk butiran pada hoper akan diangkat menggunakan bucked elevator menuju mesin HM1 untuk dilakukan penggilingan pada mesin hammer mill. Dalam waktu beberapa menit butiran pupuk akan tergiling halus sehingga dapat melewati saringan (screen) dengan ukuran 60 mesh. Kemudian pupuk dibawah oleh screw ke bin penampungan 1 untuk dilakukan proses pengantongan. Setelah hoper HM1 penuh pipa tersebut akan diarahkan ke hopper HM2 yang proses produksinya sama dengan HM1.
4. Pengantongan Pupuk
Sistem pengantongan pupuk dengan menggunakan mesin pengantongan, diperlukan peralatan sebagai berikut:
- Timbangan (Weigth scale) - Karung
- Mesin Jahit - Benang
Pengantongan pupuk dilakukan setelah proses penghalusan. Pupuk yang berada pada bin penampungan HM1 dan HM2 yang berbentuk kerucut, pada bagian bawah bin terdapat lubang yang berdiameter 20 cm yang dilengkapi dengan katup dan tuas yang berfungsi sebagai pengaturan buka tutup yang dilakukan secara manual, sehingga pupuk akan turun secara perlahan dengan mengatur bukaan tuas secara manual oleh operator.
Alat penampung ini disebut Weigth scale, karena alat ini dilengkapi dengan timbangan. Pupuk akan ditampung dengan karung yang telah di siapkan diatasnya, pada saat bersamaan penimbangan pupuk dalam karung dilakukan untuk menentukan berat isi karung yang diinginkan.
Pupuk yang telah dikantongi di bawa ke mesin jahit untuk dijahit, dan kemudian dibawah secara manual untuk penumpukan keatas palet. Penyusunan pupuk diatas palet dilakukan dengan cara manual dan tiap-tiap palet disusun 30 karung. Kecepatan pengantongan sekitar 10-12 karung per menit.
5. Penumpukan
Penumpukan pupuk yang telah selesai dikantongi dan disusun diatas palet, diangkut dengan forklift ke tempat penumpukan (bag storage). Punumpukan ini dikerjakan oleh buruh yang bekerja secara borongan dilaksanakan oleh kontraktor
(pemborong) yang ditunjuk pihak PT. Rolimex Kimia Nusa Mas, yang melaksanakan pekerjaan penumpukan pada saat ini.
Pembongkaran
↓
Pencampuran↓
Penggilingan↓
Pengantongan↓
PenumpukanGambar 2.1. Uraian proses produksi pengantongan pupuk 2.5.4. Mesin dan Peralatan
2.5.4.1. Mesin Produksi dan Peralatan
Berdasarkan proses produksi pupuk CIRP pada PT. Rolimex Kimia Nusa Mas, mesin dan peralatanyang dipergunakan terlampir.
2.5.5. Utilitas
Untuk mendukung proses produksi, dibutuhkan unit-unit pendukung. Adapun unit-unit pendukung tersebut sebagai berikut :
1. Sumber Listrik.
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas bersumber dari Perusahaan Listirk Negara (PLN) dan generator. Sumber Listrik dari PLN digunakan dalam kegiatan proses produksi, seperti menjalankan mesin mixer, menyediakan arus listrik pada mesin-mesin produksi dan fasilitas produksi lainnya.
Selain itu listrik PLN digunakan juga sebagai sumber penerangan pada :
a. Area kerja. b. Kantor-kantor.
c. Perumahan staff karyawan yang terletak dekat lokasi pabrik. 2. Air.
Air tidak digunakan dalam proses pengolahan pupuk di lantai produksi . Sehingga pendirian pabrik juga tidak dipengaruhi sumber dan potensi air di areal pabrik.
Adapun penggunaan air pada pabrik adalah untuk :
a. Sebagai bahan tambahan dan pencuci peralatan di Bengkel. b. Sebagai bahan pendingin, pencuci dan perawatan instalansi
peralatan dan mesin-mesin setiap melakukan maintenance.
Selain untuk keperluan pabrik, air juga digunakan untuk kebutuhan karyawan perusahaan terutama pada kamar mandi. Sumber air di PT. Rolimex Kimia Nusa Mas bersumber sumur bor dan PDAM.
3. Bengkel
Peralatan bengkel dalam kelancaran proses produksi sangat penting menyangkut tingkat produktifitas produksi maupun karyawan serta meminimumkan biaya- biaya yang seharusnya dapat diperkecil dalam upaya melakukan pemeliharaan mesin dan peralatan. Adapun peralatan yang tersedia adalah:
a. Mesin Las Listrik b. Mesin Las Blender c. Grinda potong
d. Ragum e. Elektroda f. Jangka sorong g. Meteran h. Martil
i. Kunci pas dan ring
j. Peralatan kunci pendukung lainnya.
Bengkel yang disediakan oleh perusahaan dalam rangka pemeliharaan, perawatan dan perbaikan alat-alat transportasi yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses produksi. Adapun alat-alat transportasi yang banyak digunakan adalah :
- Dump Truck. - Forklift. - Wheel Loader.
Agar proses produksi berjalan lancar maka perlu adanya pemeliharaan dan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi pada mesin, peralatan dan fasilitas produksi atau kantor. Untuk itu maka perusahaan dilengkapi bengkel dengan tujuan perawatan prepentip terhadap peralatan dan fasilitas produksi.
4. Laboaratorium
Laboratorium di PT. Rolimex Kimia Nusa Mas langsung ditangani oleh bagian Quality Control di BLPP Medan, yang mempunyai peranan sangat penting dalam menunjang mutu produk yang dihasilkan oleh pabrik. Dengan
adanya Laboratorium, maka dapat diadakan analisa yang teliti terhadap hal-hal yang berhubungan dengan mutu produk.
Hasil laboraturium di informasikan ke bagian produksi sehingga dapat diketahui apakah mutu produk yang dihasilkan makin buruk atau makin baik. Dengan adanya informasi yang diterima maka bagian produksi dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan agar mutu produk tetap baik sehingga kerugian-kerugian yang terjadi dapat dihindarkan.
5. Limbah
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas memiliki limbah dari hasil proses produksi, yaitu debu yang berbentuk butiran padat.
2.5.6. Safety & Fire Protection
PT. Rolimex Kimia Nusa Mas merupakan perusahaan yang sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja. Keselamatan kerja merupakan sarana utama untuk mencegah kecelakaan, cacat dan kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat mengakibatkan hambatan-hambatan yang sekaligus juga merupakan kerugian secara tidak langsung seperti kerusakan mesin dan peralatan kerja, terhentinya proses produksi beberapa saat dan hal ini dapat menyebabkan tingginya biaya produksi.
Salah satu untuk memperkecil biaya produksi adalah menggunakan mesin-mesin yang dilengkapi alat pelindung guna memperkecil akibat yang ditimbulkan mesin jika terjadi kecelakaan. Masalah keselamatan kerja harus
benar-benar diperhatikan untuk mencegah dan menguragi tingkat kecelakaan kerja.
Namun sekalipun pabrik sudah beroperasi, perecanaan tetap penting untuk mencapai standard keselamatan kerja yang tinggi. Terdapat beberapa prinsip dalam perencanaan keselamatan dan efisiensi produksi yaitu :
1. Ciptakan keadaan yang aman untuk berjalan di lantai produksi, tangga-tangga, tempat dan daerah kerja, lorong-lorong dan sebagainya.
2. Sediakan lantai yang cukup bagi mesin dan peralatan.
3. Upayakan pencapaian seaman mungkin ke setiap tempat yang menjadi tujuan tenaga kerja.
4. Fasilitas transportasi yang harus di sertai perlengkapan keselamatan. 5. Mengisolasi daerah-daerah yang berbahaya.
6. Tersedianya alat-alat pemadam kebakaran yang memadai pada berbagai tempat yang rawan kebakaran.
Cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menggunakan peralatan pelindung diri pada jenis pekerjaan di lapangan. Alat-alat pelindung diri meliputi :
- Kaca mata biasa dan kaca mata khusus bagi pekerja yang ada di Engineering Department, Khususnya bagian pengelasan.
- Pelindung telinga khusus digunakan bagi pekerja yang mendapatkan kebisingan dari mesin-mesin dan peralatan produksi.
- Sepatu pengaman berupa sepatu bot untuk melindungi pekerja dari kecelakaan yang disebabkan oleh benda berat, paku atau benda tajam, lantai kerja yang licin dan sebagainya.
- Sarung tangan khusus untuk melindungi tangan si pekerja dari tusukan, sayatan, terkena benda panas, bahan kimia, aliran listrik dan sebagainya. Ini banyak digunakan di bagian Pengelasan.
- Pelindung pernafasan berupa masker khusus untuk melindungi pekerja dari terhirupnya zat-zat kimia di bagian produksi.
Khusus untuk Fire Protection, perusahaan menyediakan alat pemadam pada tempat-tempat yang rawan kebakaran. Untuk pengamanan arus listrik maka saklar-saklar harus ditempatkan pada posisi yang mudah dijangkau dan tertutup, sekring harus pada panel tertutup, kabel listrik harus dipasang yang bagus agar tidak terjadi korslet antar kabel dan putuskan listrik bila terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan pekerja.
2.5.7. Pengolahan Limbah (Waste Treatment)
Limbah padat yang dihasilkan oleh PT. Rolimex Kimia Nusa Mas adalah debu yang memiliki partikel-partikel yang sangat kecil sehingga beterbangan menganggu sistem pencahayaan dan pernapasan diruangan produksi terhadap karyawan yang bekerja pada stasiun tersebut.
Saat ini untuk penanggulangan limbah tersebut perusahaan hanya melakukan pemberian masker kepada karyawan yang sedang melakukan pekerjaan di stasiun tersebut dan menambah pencahayaan di ruangan untuk menambah penerangan diruangan tersebut.
2.6. Daerah Pemasaran
Jenis pupuk yang dihasilkan merupakan jenis produk untuk tujuan ekspor, dimana PT. Rolimex Kimia Nusa Mas adalah tempat untuk proses pengolahan pupuk CIRP (Crismes Island Rock Phosphate) dan negara tujuan ekspor yang utama adalah Malaysia. Sedangkan daerah pemasaran di dalam Negara Indonesia sendiri adalah daerah Medan tepatnya seperti perkebunan London sumatera, perkebunan Torganda dan perkebunan-perkebunan sawit milik pribadi yang berukuran sangat luas seperti di daerah Rantau Perapat, perkebunan di daerah Pekan Baru, perkebunan di daerah Palembang, perkebunan di daerah Kalimantan.
2.7. Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lingkungan
Pertumbuhan industri pada suatu daerah tentunya akan memberikan berbagai dampak pada lingkungan sekitarnya, demikian juga halnya dengan perusahaan ini. Dengan adanya perusahaan akan mengurangi tingkat pengangguran karena perusahaan ini menyerap tenaga kerja sekitar perusahaan. Tenaga kerja yang terdapat di PT. Rolimex Kimia Nusa Mas untuk level menengah ke bawah banyak diisi oleh penduduk setempat. Sedangkan level menengah ke atas yang lebih membutuhkan keahlian dan keterampilan sebahagian besar didominasi oleh pihak asing yaitu Jepang.
Keberadaan perusahaan ini juga memberikan dampak positif terhadap tingkat perekonomian masyarakat sekitar dengan cara membuka tempat-tempat usaha di luar kawasan pabrik seperti warung, pemondokan dan lain-lain.