• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem

Pada umumnya setiap organisasi mempunyai sistem informasi dalam mengumpulkan, menyimpan, melihat, dan menyalurkan informasi dalam membuat perancangan sistem informasi.

Mempelajari suatu sistem akan lebih paham bila mengetahui terlebih dahulu apakah suatu sistem itu, lebih lanjut pengertian tentang sistem pertama kali dapat diperoleh dari definisinya seperti yang di kemukakan oleh para ahli.

Sistem menurut Mulyadi (2016:4), sistem adalah “suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”. 2.1.1 Pengertian Sistem

Menurut Mustakini dalam (Amin, 2017:114) “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatau kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.

Menurut (Kerz dalam Purwati & Hasan, 2016:38) “Sistem yaitu sekelompok gabungan dari komponen yang diatur untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut Mulyani (2016:2) mengatakan bahwa “sistem bisa diartikan sebagai sekumpulan sub sistem, komponen atau element yang saling bekerja sama dengan tujuan yang sama untuk menghasilkan output yang sudah ditentukan sebelumnya”.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupkan kumpulan suatu komponen yang saling terhubung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan dimana

(2)

sistem biasanya terbagi dalam sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar.

2.1.2 Karakteristik Sistem

Ciri-ciri atau kriteria dapat juga digunakan sebagai tolak ukur dalam menilai keberhasilan suatu sistem dan menjadi dasar dilakukannya suatu pengendalian.

Adapun ciri-ciri sistem Menurut (Hutahaean, 2015) adalah, sebagai berikut : a. Komponen

Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan. Komponen sistem dapat berupa sub sistem atau bagian-bagian dari sistem.

b. Batasan Sistem (boundary)

Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luar dinamakan dengan batasan sistem. Batasan sistem ini memungkinkan sistem dipandang sebagai satu kesatuan dan juga menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem (environment)

Apapun yang berada di luar batas dari sistem dan mempengaruhi sistem tersebut dinamakan dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar yang 9 bersifat menguntungkan wajib dipelihara dan yang merugikan harus dikendalikan agar tidak mengganggu kelangsungan sistem.

d. Penghubung Sistem (interface)

Media penghubung diperlukan untuk mengalirkan sumber-sumber daya dari sub sistem ke sub sistem lainnya dinamakan dengan penghubung sistem.

(3)

e. Masukan Sistem (input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem dinamakan dengan masukan sistem (input) dapat berupa perawatan dan masukan sinyal. Perawatan ini berfungsi agar sistem dapat beroperasi dan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk menghasilkan keluaran (output).

f. Kelaran Sistem (output)

Hasil dari energi yang telah diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dinamakan dengan keluaran sistem (output). Informasi merupakan contoh keluaran sistem.

g. Pengelolah Sistem

Untuk mengolah masukan menjadi keluaran diperlukan suatu pengolah yang dinamakan dengan pengolah sistem.

h. Sasaran Sistem

Sistem pasti memiliki tujuan atau sasaran yang sangat menentukan input yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang dihasilkan.

2.1.3 Klasifikasi Sistem

Klasifikasi Sistem menurut (Kristanto, 2018) Sistem dapat diklasifikasikan atas beberapa jenis, yaitu :

a. Sistem Abstrak dan Fisik

Sistem abstrak merupakan sistem yang kasat mata dan biasanya berupa pemikiran atau ide-ide, misalnya : filsafat. Sedangkan fisik merupakan sistem yang kasat mata dan serig digunakan oleh manusia, misalnya : sistem komputer.

(4)

Sistem alamiah merupakan sistem yang terjadi karena pengaruh alam, seperti rotasi bumi. Sedangan sistem buatan merupakan sistem yang dirancang dan dibuat oleh manusia, contohnya : sistem pengolahan gaji

c. Sistem Tertutup dan terbuka

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan bagian luar sistem, sedangkan sistem terbuka merupakan sistem yang berhubungan dengan bagian luar sistem.

2.1.4 Pengertian Informasi

Menurut (Mulyanto, 2015) mengatakan bahwa “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata”

Sedangkan menurut (Mulyani, 2016a) “Informasi merupakan data yang sudah diolah yang ditujukan seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang membutuhkan. Informasi akan menjadi berguna apabila objek yanga menerima informasi membutuhkan tersebut”.

Menurut (Krismaji, 2015) “Informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat”

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang diolah dan diproses agar bermanfaat dalam pengambilan keputusan bagi penggunanya.

2.1.5 Pengertian Sistem Informasi

Menurut (Krismaji, 2014) ”Sistem informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukkan, dan mengolah serta menyimpan data, dan cara-cara

(5)

yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

Menurut (Anggraeni dan Rita Iriviani, 2017:2) Mengemukakan bahwa ”Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan”.

Menurut (Heriyanto, 2018:67) “Sistem informasi merupakan data yang dikumpulkan, dikelompokan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling dan saling mendukung sehingga menjadi informasi yang berharga bagi yang menerimanya”.

Menurut (Nasril & Saputra, 2016) “Sistem nformasi merupakan sebuah investasi yang cukup signifikan pada saat ini. Dengan informasi yang cepat, akurat serta efektif dan efisien maka kenyamanan dan kepuasan dari user dapat maksimal”.

Dari beberapa definisi diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi dalam pengambilan keputusan yang ada dalam suatu organisasi.

2.1.6 Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Menurut (Yusuf, 2018) “Sistem yang dinamakan sistem informasi manajemen ini dibentuk menjadi sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System). Pada era modern sekarang ini sistem informasi telah beroperasi secara terpadu dan dijalankan secara otomatis”.

(6)

Menurut (Nurlifa & Kusumadewi, 2017) “Sistem informasi manajemen ini akan mengelola data untuk dijadikan informasi yang lebih mudah dilihat seperti menggunakan grafik. Sistem informasi manajemen ini disertai peramalan untuk membantu pengguna terutama manajer dalam pengambilan keputusan. Metode yang digunakan untuk melakukan peramalan pada sistem informasi manajemen ini adalah moving average salah satu dari metode time series dalam peramalan”.

Menurut (Frisdayanti, 2019) “Sistem informasi manajemen sangat bergantung dari komponen-komponen dalam menghasilkan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesenjangan yang terjadi dalam pelaksanaan komponen tersebut akan menghasilkan informasi yang kurang akurat, kurang detail, kurang tepat waktunya dan kurang relevan akan mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan pada perusahaan atau organisasi”

2.1.7 Pengertian Akademik

“Kata akademik berasal dari bahasa yunani yakni academos yang berarti sebuah taman umum (plasa) disebalah barat laut kota athena. Setelah itu kata academos berubah menjadi akademik yaitu semacam tempat perguruan.“ Menurut Jogiyanto dalam (Lutfi, 2017)

”Akademik atau akademis menurut kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bersifat ilmiah ; bersifat ilmu pengetahuan ; bersifat teori, tanpa arti praktis yang langsung.” (Wibawa, 2017)

“Akademik adalah suatu bidang yang mempelajari tentang kurikulum atau pembelajaran dalam fungsinya untuk meningkatkan pengetahuan dalam segi pendidikan /

(7)

pembelajaran yang dapat dikelola oleh suatu sekolah atau lembaga pendidikan.” (Muksin, 2019)

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Akademik adalah semacam tempat perguruan yang mempelajari tentang kurikulum, pembelajaran atau administrasi yang dapat dikelola oleh suatu sekolah atau lembaga.

2.1.8 Pengertian Sistem Informasi Akademik

“Sistem Informasi Akademik merupakan sistem yang mengolah data dan melakukan proses akademi yang melibatkan antara mahasiswa, dosen, administrasi akademik, keuangan dan data atribut lainnya.” (Rismayadi et al., 2019)

“Sistem Informasi Akademik adalah sistem yang memberikan layanan informasi yang berupa data dalam hal yang berhubungan dengan akademik. Dimana dalam hal ini pelayanan yang diberikan seperti: penyimpanan data untuk siswa baru, penentuan kelas, penentuan jadwal pelajaran, pembuatan jadwal mengajar, pembagian wali kelas, peroses penilaian” Menurut Saputra dalam (Dzulhaq et al., 2017)

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akademik adalah pelayanan informasi yang berupa data dalam hal yang berhubungan dengan akademik.

2.1.9 Pengertian TK/Paud

Menurut (Maryatun, 2016) “Pendidikan Anak Usia Dini merupakan penjabaran dari sebuah pendidikan yang bermula dari seluruh negara didunia yang dalam bahasa inggrisnya disebut dengan early childhood education (EDC)”.

“Suatu upaya pembinaan yang ditunjukan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian perangsangan pendidikan untuk

(8)

membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. (Pkbm et al., n.d., 2020)

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu pembinaan atau penjabaran dari sebuah pendidikan untuk anak usia dini terhitung mulai sejak lahir hingga usia 6 (enam) tahun untuk menyiapkan mental serta kesiapan dalam memasuki pendidikan selanjutnya.

2.1.10 Pengertian Basis Data (Database)

Menurut Dantes, dkk (2019:12) mengemukakan bahwa Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah sistem data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:43) menjelaskan bahwa Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atai informasi dan membuat informasi tersedia saat dibuthkan. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Menurut Enterprise (2015:6) mengungkapkan bahwa “Database adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk menyimpan dan mengolah sekumpulan data”. Setiap database mempunyai API tertentu untuk membuat, mengakses, mengatur, mencari, dan menyalin data yang ada di dalamnya sehingga bisa dimanfaatkan oleh aplikasi lainnya.

Dapat disimpulakan bahwa sistem basis data adalah sistem yang memungkinkan untuk mengakses dan memanipulasi file-file serta sebagai media untuk menyimpan agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

(9)

2.1.11 Structured Query Language (SQL)

Menurut Dantes, dkk (2019:58) menjelaskan bahwa “SQL adalah bahasa perograman komputer standar yang digunakan untuk komunikasi dengan sistem basis data relasional”.

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:46) menyimpulkan bahwa “SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS. SQL awalnya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus”. Dalam penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa pemrograman pengolah data pada RDBMS berdasarkan teori aljabar.

2.1.12 MySQL

Menurut Prasetyo, dkk (2019:13) menjelaskan bahwa “MySQL adalah satu jenis database server yang sangat terkenal. Ke populerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya”.

Menurut Haqi dan Heri Satria Setiawan (2019:8) mengungkapkan bahwa “Sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan 6 juta instalasi di seluruh dunia".

Adapun kesimpulan dari penjelasan para ahli diatas adalah bahwa MySQL merupakan satu jenis database yang multithread, multi-user, dengan 6 juta instalasi di seluruh dunia yang menggunakan bahasa SQL.

(10)

Menurut Dantes, dkk (2019:98) menjelaskan bahwa “XAMPP merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan digunakan sebagai web server. XAMPP merupakan sebuah paket software yang berisi Apache HTTP server dan MySQL dan mendukung program PHP dan Perl dan berjalan di beberapa Sistem Operasi (windows, MAC, Linux, BSD)”.

Sedangkan meurut Haqi (2019:8) “XAMPP adalah perangkat lunak bebas (free software) yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsi XAMPP sendiri sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri dari beberapa program, antara lain : Apache HTTP server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl”.

Dalam penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa XAMPP adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan digunakan sebagai web server yang dapat berdiri sendiri.

2.1.14 PHPMyAdmin

Menurut Dantes, dkk (2019:103) “PhpMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL melalui Dunia Jejaring (World Wide Web)”. phpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya (mengelola basis data, tabel-tabel, bidang (fields), relasi (relations) indeks, pengguna (user), perizinan (permissions), dan lain-lain).

Menurut Haqi (2019:9) menjelaskan bahwa “phpMyAdmin merupakan bagian untuk mengelola basis data MySQL yang ada di komputer”. Untuk membukanya, buka browser dan ketik alamat http://localhost/phpMyAdmin. Halaman phpMyAdmin akan muncul.

(11)

Dari penjelasan para ahli diatas bahwa phpMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang mengelola basis data MySQL melalui Dunia Jejaring (World Wide Web) untuk membukanya.

2.1.15 Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut (Mulyani, 2016b) “Prototyping merupakan teknik pengembangan sistem yang menggunakan prototype untuk menggambarkan sistem, sehingga pengguna atau pemilik sistem mempunyai gambaran pengembangan sistem yang akan dilakukannya”. 1. Analisa Kebutuhan

Pengembang dan pengguna atau pemilik sistem melakukan diskusi dimana pengguna atau pemilik sistem menjelaskan kepada pengembang tentang kebutuhan sistem yang mereka inginkan.

2. Membuat Prototype

Pengembangan pembuat prototype dari sistem yang telah dijelaskan oleh pengguna atau pemilik sistem.

3. Menyesuaikan Prototype dengan keinginan user

Pengembang menanyakan kepada pengguna atau pemilik sistem tentang prototype yang sudah dibuat, apakah sesuai atau tidak dengan kebutuhan sistem.

4. Menggunakan Protype

(12)

Sumber: Purnomo (2017:56)

Gambar II.I.

Langkah-langkah Prototype

2.2 Teori Pendukung

2.2.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut (Fathansyah, 2018) “Entity Relationship Diagram berisi komponen-komponen himpunan Entitas dan himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta dari ‘dunia nyata’ yang kita tinjau.

Teknik Entity Relationship Diagram menurut (Kristanto, 2018):

1. Analisa kebutuhan, pertama kali yang harus dipahami adalah kebutuhan user

2. Desain konseptual basis data, informasi dikumpulkan pada bagian analisis kebutuhan dan digunakan untuk mengembangkan deskripsi.

3. Desain logika basis data, tahap desain logika digunakan untuk mengubah skema ERD kedalam skema data relasional.

(13)

4. Skema perbaikan, himpunan relasi dalam skema basis data relasional dianalisa untuk mengidentifikasi persoalan yang akan muncul, kemudian memperbaikinya.

5. Desain fisik basis data, ditentukan masukan yang harus didukung, memperbaiki desain basis data untuk memastikan kriteria kinerja yang diinginkan sudah tercapai. 6. Desain keamanan, diidentifikasi kumpulan user yang berbeda dengan peranannya

masing-masing.

Sumber : Purwanto (2017:28)

Gambar II.2.

(14)

2.2.2 Logical Record Stucture (LRS)

Menurut Frieyadie dalam (Sopandi, 2018) ”LRS merupakan hasil dari pemodelan Entity Relational Ship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas”.

Menurut Frieyadie dalam (Sopandi, 2018), pembuatan LRS terdapat 3 hal yang dapat mempengaruhi , yaitu:

a. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka di gabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit.

b. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many), maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.

c. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.

(15)

Sumber : (Ali & Septiani, 2016)

Gambar II.3.

Logical Record Structure (LRS) 2.2.3 Unified Modeling Language ( UML )

A. Definisi UML

Menurut (Munawar, 2018) mengemukakan bahwa: “UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu alat bantu yang sangat handal di dunia pengembangan sistem yang beroientasi objek”.

(16)

Adapun diagram-diagram dalam UML : B. Use case Diagram

Menurut (Munawar, 2018) menyatakan bahwa, “Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari perspektif pengguna”. Use case adalah alat bantu terbaik guna menstimulasi pengguna potensial untuk mengatakan tentang suatu sistem dari sudut pandangnya.

Sumber : ( Djaelangkara,dkk, 2015 )

Gambar II.4.

Use case Diagram

C. Activity Diagram

Menurut Munawar (2018:127), “Activity Diagram adalah bagian penting dari UML yang menggambarkan aspek dinamis dari sistem”. Logika prosedural, proses bisnis dan aliran kerja suatu bisnis bisa dengan mudah dideskripsikan dalam activity diagram.

(17)

Activity Diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku paralel sedangakan flowchart tidak bisa.

Sumber : ( Rahmawati & Rahmat, 2018 )

Gambar II.5. Activity Diagram

D. Class Diagram

Menurut Munawar (2018:101), Class Diagram adalah diagram statis. Ini mewakili pandangan statis dari suatu aplikasi. Class Diagram tidak hanya digunakan untuk memvisualisasikan, menggambarkan, dan mendokumentasikan berbagai aspek sistem

(18)

tetapi juga untuk membangun kode eksekusi (executable code) dari aplikasi perangkat lunak. Sumber : ( Adnyana, 2016 ) Gambar II.6. Class Diagram E. Squece Diagram

Menurut Sukamto & M. Shalahuddin (2014:165), “Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”.

(19)

Sumber : ( Adnyana, 2016 )

Gambar II.7. Squence Diagram

F. Black Box Testing

Black box testing adalah pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Menurut (R.sukamto dan Shalahuddin, 2016) Yaitu “Menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan fungsi program”. Pengujian dimaksudkan untuk apakah fungsi-fungsi masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

(20)

Menurut (R.sukamto dan Shalahuddin, 2016).Pola pengujian pada perangkat lunak adalah sebagai berikut :

1. Pengujian dimulai dari level komponen hingga integrasi antara komponen menjadi sebuah sistem.

2. Teknik pengujian berbeda-beda sesuai dengan berbagai sisi atau unit uji dalam waktu yang berbeda-beda pula tergantung pada pengujian pada bagian mana yang dibutuhkan.

3. Pengujian dilakukan oleh pengembang perangkat lunak, dan jika untuk proyek besar, pengujian bisa dilakukan oleh tim uji yang tidak terkait dengan tim pengembang perangkat lunak (independent test group (ITG)).

4. Pengujian dan penirkutuan (debugging) merupakan aktifitas yang berbeda, tapi penirkutuan (debugging) harus diakomodasi pada berbagai strategi pengujian. Pengujian lebih fokus untuk mencari adanya kesalahan (error) baik dari sudut pandang pengembang tanpa harus menemukan lokasi kesalahan pada kode program. penirkutuan (debugging) adalah proses mencari lokasi kesalahan (error) pada kode program sehingga dapat segera diperbaiki oleh pembuat program (programmer).

(21)

Tabel II.I.

Contoh black box testing

No Pengetesan Proses Status

1 Mengelola input data siswa Baru, simpan, ubah, batal,

hapus, detail Sukses 2 Mengelola input data admin Baru, simpan, ubah, batal,

hapus, detail Sukses 3 Mengelola data kelas Baru, simpan, ubah, batal,

Hapus Sukses

4 Mengelola input data guru Baru, simpan, ubah, batal,

hapus, detail Sukses 5 Mengelola input data jadwal Baru, simpan, ubah, batal,

hapus Sukses

6 Mengelola input data nilai Baru, simpan, ubah, batal,

hapus, detail Sukses

Gambar

Gambar II.I.
Gambar II.2.
Gambar II.3.
Gambar II.5.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Tata Sutabri, S.Kom., MM (2005:36) “Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang

Menurut Leitch dan Davis dalam Puspitawati dan Anggadini (2011:14) sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan

Menurut Tata Sutabri, S.Kom., MM (2005:36) “Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang

Menurut Sutabri (2012:38) sistem informasi adalah ”suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan tramsaksi harian yang mendukung fungsi

Menurut Tata Sutabri (2012) Sistem Informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi

Menurut Tata Sutabri (2012) Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi

Menurut Sutabri (Fitri Ayu1, 2015) “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung