BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam berfungsi untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan alam, mengembangkan keterampilan, wawasan, dan kesadaran teknologi dalam kaitan dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari- hari. Pengetahuan itu tentunya akan terekam baik dalam pikiran siswa kalau pembelajaran itu bermakna. Guru yang belum mengembangkan keterampilan proses dan sikap ilmiah akan mengakibatkan suasana kelas dalam pembelajaran cenderung pasif, aktivitas siswa rendah dan kurang kondusif. Siswa tidak aktif bertanya, kalaupun ada yang bertanya jenis pertanyaannya berkualitas rendah dan tidak menunjukkan proses berpikir ilmiah.
Keberhasilan pembelajaran IPA di SD tidak terlepas dari kemampuan guru dalam membelajarkan siswa di kelas. Model pembelajaran yang menarik dan mudah dilaksanakan di kelas dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk aktif, kreatif, dan inovatif memperoleh pengetahuan dalam suasana yang menyenangkan. Tentunya model pembelajaran ini harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, keadaan siswa, kemampuan guru, dan sarana prasarana yang ada di sekolah. Semua ini bertujuan agar siswa dapat mencapai kompetensi secara optimal.
Namun fakta di lapangan, berdasarkan observasi tindakan prasiklus menunjukkan dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SD N Margorejo mengalami hambatan. Hal itu ditunjukkan dari rata-rata nilai tes akhir hanya mencapai 60. Padahal kriteria ketuntasan minimal untuk standar kompetensi benda dan sifatnya di SD N Margorejo adalah 75. Menurut hasil pengamatan peneliti, rendahnya kemampuan itu disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: (1) pembelajaran masih didominasi oleh siswa yang pandai, (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran kurang, (3) jumlah siswa yang besar (30 siswa), (4) Anggapan siswa bahwa pelajaran IPA hanya beban di sekolah dan tidak ada pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari dan sedapat mungkin dihindari hingga dewasa kelak. Hal itu merupakan penyebab rendahnya taraf serap terhadap suatu pelajaran.
1
Sehubungan dengan kesenjangan antara kenyataan dan harapan baik dari siswa maupun guru tersebut, maka guru berkewajiban untuk mengeliminir kesenjangan-kesenjangan tersebut dengan berusaha memperbaiki pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Circuit Learning dengan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas IV SD N Margorejo Semester 1/ 2012-2013”.
1.2 Permasalahan Penelitian
Seiring bergulirnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan serta otonomi sekolah, guru yang biasa melaksanakan pembelajaran secara monoton diharapkan dapat menyiapkan kompetensi yang telah ditetapkan dengan menekankan peran aktif siswa dalam pembelajaran. Agar siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran dibutuhkan kreativitas dan profesionalitas guru dalam memilih dan mendesain teknik pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas, penulis menemukan masalah dalam pembelajaran IPA di kelas IV tentang Benda dan Sifatnya, sebagai berikut:
1. Hasil evaluasi formatif pada mata pelajaran IPA dengan materi benda dan sifatnya menunjukkan bahwa dari 30 siswa hanya 18 siswa (60%) yang dapat mencapai ketuntasan (nilai 70) dan nilai rata-rata kelas hanya 60.
2. Siswa kurang tertarik pada pembelajaran IPA, karena beranggapan susah.
3. Guru kesulitan dalam menentukan model pembelajaran dan metode yang mendukung aktivitas, kreativitas, dan imajinasi siswa untuk mempermudah siswa dalam memahami materi benda dan sifatnya.
4. Interaksi pembelajaran cenderung satu arah dan dominasi guru masih kuat.
Adanya fakta di atas, maka guru sebagai salah satu pilar pendidikan yang paling strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan hasil belajar pada khususnya dituntut untuk melakukan introspeksi dan perubahan- perubahan dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Menurut Nana Sudjana (2000 : 39 – 40) hasil belajar siswa itu dapat dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern mencakup: faktor aktivitas belajar, ketekunan belajar siswa, keadaan sosial ekonomi orang tua, dan faktor fisik, serta faktor psikis siswa.
Sedangkan faktor ekstern mencakup : faktor kualitas pengajaran, yang di dalamnya meliputi faktor kemampuan guru, faktor karakteristik kelas, dan faktor karakteristik sekolah.
1.3 Cara Pemecahan Masalah
Guru kelas mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pihak menentukan model pembelajaran dan media pembelajaran baru agar aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA khususnya benda dan sifatnya. Model Pembelajaran Circuit Learning dengan Metode Eksperimen dipilih sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran IPA.
Penerapan Model Pembelajaran Circuit Learning dengan Metode Eksperimen ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dari yang kurang tertarik menjadi tertarik. Selain itu hasil belajar siswa dari pembelajaran benda dan sifatnya yang tuntas sebanyak 60% menjadi tuntas minimal 75% dengan KKM sebesar 75.
Berdasarkan permasalahan penelitian yang diuraikan di atas maka Identifikasi masalah yang diperhatikan dalam upaya perbaikan pembelajaran agar lebih menarik dan meningkatkan hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:
1. Mengapa hasil belajar benda dan sifatnya pada siswa kelas IV dalam pembelajaran IPA rendah?
2. Mengapa siswa kelas IV SD Negeri Margorejo kurang teraktivitas dalam mengikuti pembelajaran IPA benda dan sifatnya?
3. Upaya apakah yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar benda dan sifatnya pada siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SD Negeri Margorejo?
4. Model pembelajaran dan metode apakah yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar benda dan sifatnya pada siswa mata pelajaran IPA di SD Negeri Margorejo?
Agar penelitian ini lebih terfokus, maka perlu diadakan pembatasan masalah sebagai berikut:
Istilah peningkatan menurut kamus Bahasa Indonesia adalah suatu proses upaya. Aktivitas adalah sejumlah keterlibatan siswa pada kegiatan pembelajaran.
Aktivitas guru adalah sejumlah keterlibatan guru pada kegiatan pembelajaran,
sedangkan hasil belajar adalah pencapaian kompetensi yang menggambarkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap sesuai tujuan pembelajaran yang berupa nilai atau angka. Dalam hal ini hasil belajar diperoleh melaui tes tertulis atau ulangan harian setelah proses pembelajaran. Peningkatan aktivitas dan hasil belajar berarti suatu proses yang dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Pembelajaran berdasarkan makna leksikal berarti proses atau cara, perbuatan mempelajari. Pembelajaran juga dapat didefinisikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh guru untuk membantu siswa agar dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Pembelajaran yang dimaksud dalam hal ini adalah kegiatan pembelajaran IPA benda dan sifatnya.
Mata Pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran di SD, berdasarkan peraturan Menteri No. 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Muatan materi pelajaran IPA satu diantaranya adalah benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas.
Siswa kelas IV SD Negeri Margorejo tahun pembelajaran 2012/2013 merupakan anak didik peneliti yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran IPA benda dan sifatnya.
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, permasalahan penelitian, dan cara pemecahan masalah diajukan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah proses pembelajaran IPA benda dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran circuit learning dengan metode eksperimen pada siswa kelas IV SD N Margorejo semester 1/2012-2013?
2. Bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas IV SD N SD N Margorejo semester 1/2012-2013 dalam pembelajaran IPA benda dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran circuit learning dengan metode eksperimen?
3. Seberapa besar peningkatan hasil belajar IPA benda dan sifatnya pada siswa kelas IV SD N Margorejo semester 1/2012-2013 dengan diterapkannya model pembelajaran circuit learning dengan metode eksperimen?
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan proses pembelajaran IPA benda dan sifatnya dengan diterapkannya model pembelajaran Circuit Learning dengan metode eksperimen pada siswa kelas IV SD N Margorejo semester 1/2012-2013.
2. Mendeskripsikan perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran IPA benda dan sifatnya dengan diterapkannya model pembelajaran Circuit Learning dengan metode eksperimen pada siswa kelas IV SD N Margorejo semester 1/2012-2013 3. Mendeskripsikan sejauh mana penerapan model pembelajaran Circuit Learning
dengan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar benda dan sifatnya pada siswa kelas IV SD N Margorejo semester 1/2012-2013.
1.6 Manfaat Penelitian
Perbaikan pembelajaran IPA di kelas IV SD yang dilaksanakan melalui PTK ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Guru
Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai panduan guru dalam pembelajaran IPA di pendidikan dasar.
2. Siswa
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan pengalaman baru bagi siswa untuk meningkatkan hasil belajar IPA.
3. Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada sekolah untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan model-model pembelajaran yang inovatif.