• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

i DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Program ... 2

1.4 Luaran yang diharapkan ... 2

1.5 Manfaat program ... 2

BAB II GAMBARAN UMUM DAN RENCANA USAHA ... 3

2.1 Gambaran Umum Lingkungan ... 3

2.2 Potensi Sumber Daya ... 3

2.3 Deskripsi Produk ... 4

a. Nama Produk... 4

b. Bentuk Produk ... 4

c. Bahan Baku ... 5

d. Keunggulan Produk ... 5

2.4 Peluang Usaha dan Pasar ... 5

2.5 Analisis SWOT... 5

2.6 Analisis Keuangan ... 6

BAB 3 METODE PELAKSANAAN ... 7

3.1 Tahap Pra Produksi ... 7

3.2 Tahap Pengadaan Alat dan Bahan ... 7

3.3 Tahap Produksi ... 7

3.4 Tahap Pengemasan ... 8

3.5 Tahap Pemasaran ... 8

3.6 Tahap Penjualan Produk ... 8

3.7 Evaluasi ... 9

3.8 Laporan Akhir ... 9

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 9

4.1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya ... 9

4.2 Jadwal Kegiatan ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 10

Lampiran Biodata Ketua, Anggota, Dosen Pembimbing ... 12

Biodata Ketua ... 12

Biodata Anggota 1 ... 13

Biodata Anggota 2 ... 14

Biodata Anggota 3 ... 15

Lampiran 2 Biodata Dosen Pendamping ... 16

(2)

ii Lampiran 3. Format Justifikasi Anggaran Kegiatan (contoh) ... 18 Lampiran 4. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas ... 19

(3)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UNESCO pada 02 Oktober 2009 menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non bendawi Indonnesia (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humnity). Dalam situs resminya UNESCO menuliskan bahwa motif batik Indonesia memiliki banyak simbol yang berhubungan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah batik itu sendiri (TANTHOWY, 2015). Kain batik sering digunakan sebagai pakaian, aksesoris dalam fashion, selendang, jarik hingga hiasan simbol sosial. Namun dalam pemanfaatan kain batik sering terjadi limbah kain perca batik yang menumpuk, dibuang begitu saja tanpa diolah kembali. Selain masalah limbah jika dibiarkan begitu saja kebudayaan akan semakin luntur. Dalam fakta yang disampaikan oleh Iwet Ramadhan seorang desainer sekaligus pelestari batik bahwasannya anak muda sekarang kurang minat akan pembelian dan pemakaian batik, hal tersebut dikarenakan mahalnya harga batik sendiri lalu disusul karena factor desain pada batik itu sendiri (Haris, 2018).

Bojonegoro merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi dan wisata alam yang besar. Diantaranya adalah pohon jati, minyak bumi, tembakau, wisata kayangan api, wayang tengul dan masih banyak lagi. Dari kekayaan alam tersebut muncul ide untuk membut karya seni tertulis yaitu batik (Sandika, 2017). Burung Meliwis Putih sebagai icon kabupaten Bojonegoro, dengan adanya boneka maskot Meliwis Putih perpaduan antara boneka motif batik Bojonegro dengan limbah perca batik yang kekinian sebagai media promosi kearifan local dan memiliki pasar yang luas.

Banyak dipasaran yang menjual boneka baik secara offline maupun online. Selain itu selama adanya pandemi boneka yang diimpor dari amerika dan china semakin meningkat, bukan hanya masalah keunikan saja tapi juga eksisnya pasar online. Adanya pasar online yang semakin eksis produk UMKM akan kalah bersaing baik dari segi kualitas dan harganya jika tidak dilakukan inovasi. Dengan hal ini kecintaan akan kearifan local budaya semakin memudar.

Limbah kain perca dengan ketebalan 30s yang berpotensi digunakan sebagai baju untuk maskot Meliwis Putih yang menarik. Menurut Kemendikbud Tahun 2020 pengembangan sektor kriya yang berbasis tradisi dan kearifan lokal, bernilai tinggi, serta berdaya saing, semakin penting untuk terus didukung kemajuannya (Pers), 2020). Batik Bojonegoro yang memiliki keunikan motif dapat dikembangkan menjadi media yang bernilai budaya.

(4)

Untuk itu penulis menemukan solusi produk Boneka Maskot Meliwis Putih dari Limbah Kain Perca Batik Jonegoroan sebagai Media Promosi Local Wisdom Bojonegoro. Boneka Maskot Meliwis Putih memiliki desain yang unik, praktis, menarik dan harganya terjangkau sehingga boneka maskot akan memiliki pasar menjanjikan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Inovasi Boneka Maskot Meliwis Putih yang ramah lingkungan dan memuat nilai local wisdom?

2. Bagaimana strategi usaha dari produk Boneka Maskot Meliwis Putih yang menguntungkan?

3. Bagaimana menciptakan peluang usaha dari produk Boneka Maskot Meliwis Putih?

4. Bagaimana perhitungan biaya dan keuntungan dari produk Boneka Maskot Meliwis Putih?

1.3 Tujuan Program

1. Mengahasilkan produk Boneka Maskot Meliwis Putih yang ramah lingkungan dan memuat nilai local wisdom.

2. Melatih kemandirian dan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

3. Mendatangkan peluang bisnis dan peluang pasar di masa pandemic covid 19.

4. Membuat laporan keuangan secara rinci 1.4 Luaran yang diharapkan

1. Laporan kemajuan tentang produk Boneka Maskot Meliwis Putih 2. Laporan akhir tentang produk Boneka Maskot Meliwis Putih.

3. Produk usaha Boneka Maskot Meliwis Putih 1.5 Manfaat program

1. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam memanfaatkan limbah perca menjadi kerajinan boneka maskot yang bernilai budaya kearifan lokal.

2. Mempromosikan kearifan lokal Bojonegoro melalui simbol Boneka Maskot.

3. Melatih kerjasama dalam tim untuk membangun dan menjalankan usaha yang kreatif dan inovatif.

4. Meningkatkan skill dalam wirausaha, menajemen usaha dan keuangan.

5. Membuka peluang lapangan pekerjaan baru serta mengurangi tingkat kemiskinan.

(5)

BAB II GAMBARAN UMUM DAN RENCANA USAHA 2.1 Gambaran Umum Lingkungan

Analisis lingkungan merupakan indikator yang sangat penting untuk suatu usaha terkait layak atau tidak tidaknya usaha dijalankan. Peminatan akan pembelian boneka sangatlah tinggi di era saat ini, ditambah budaya kearifan local yang semakin meredup maka diperlukan promosi kearifan local melalui boneka dengan berbentuk maskot. Kemudahan dalam memperoleh bahan baku juga menjadi focus utama dalam menjalankan usaha ini. Kondisi Bojonegoro yang turut aktif dan banyak dalam batik, bahan baku limbah perca batik Jonegoroan mudah ditemukan bahkan banyak yang terbuang sia- sia tanpa diolah.

Gambar 2.1.1 Limbah perca Gambar 2.1.2 Batik Bojonegoro

Pengenalan budaya kearifan local Bojonegoro akan semakin mudah dikenal dan diingat masyarakat melalui Boneka Maskot Meliwis Putih. Pusat produksi yang akan gunakan dalam menjalankan usaha Boneka Maskot Meliwis Putih yaitu di Rt. 03 Rw. 01 Dk. Gumeno Ds. Sambongrejo Kec.

Bojonegoro Kab. Bojonegoro. Proses produksi Boneka Maskot Meliwis Putih ini melalui beberapa tahapan diantaranya adalah penyiapan bahan baku, proses pembuatan desain, proses pembuatan produk, pengemasan, promosi dan pemasaran.

2.2 Potensi Sumber Daya

Limbah kain perca batik Jonegoroan mudah ditemukan di Bojonegoro karena pegawai pemerintahan dan ASN diwajibkan untuk memiliki dan memakai batik khas Bojonegoro di hari dan waktu yang telah ditentukan. Untuk motif batik Bojonegoro terdiri dari 14 motif, dengan banyaknya kain batik yang digunakan sebagai pakaian kain sisa potongannya pun juga banyak. Untuk produk Boneka Maskot Meliwis Putih ini belum ada di Bojonegoro. Dalam data BPS kabupaten Bojonegoro bahwasanya sekitar tahun 2020 jumlah penduduknya adalah sekitar 1.301.635 jiwa hal ini terdiri dari laki-laki maupun perempuan.

(6)

2.3 Deskripsi Produk a. Nama Produk

Nama produk yang akan dihasilkan adalah Boneka Maskot Si Melti, ini merupakan singkatan dari Meliwis Putih. Dengan tagline “Local Wisdom Bojonegoro”. Tagline ini memiliki arti kearifan local Bojonegoro selain itu produk berupa maskot ini diharapkan mampu menjadi branding sekaligus buah tangan khas kabupaten Bojonegoro. Selain itu Boneka Maskot Si Melti mampu dikenal masyarakat luas karena ini adalah yang pertama icon Bojonegoro. Meliwis Putih dijadikan sebagai maskot dan disertai motif batik yang diperjualbelikan agar bisa dinikmati semua kalangan.

2.3.1 Logo produk Si Melti b. Bentuk Produk

Bentuk dari Boneka Maskot ini adalah seperti halnya burung Meliwis Putih lalu dalam bonekanya berisikan dakron. Dan sebagai bajunya diselimuti oleh motif batik Jonegoroan dari limbah perca batik khas Bojonegoro.

Gambar 2.3.2 Desain maskot Si Melti

(7)

c. Bahan Baku

Bahan baku untuk maskot ini adalah boneka, limbah kain perca batik khas Bojonegoro. Batik Bojonegoro juga merupakan sentra penghasil yang cukup besar. Penggunaan kain batik Bojonegoro sangat aktif diperjualbelikan, selain kainnya yang bagus motifnya juga keren karena mencirikan budaya local Bojonegoro. Selain itu Namun dalam penggunaan kain batik khas Bojonegoro masih banyak limbah kain perca yang terbuang sia-sia tanpa dimanfaatkan dan diolah.

d. Keunggulan Produk

1. Ramah lingkungan karena dalam kreatifitas produk menggunakan limbah kain perca.

2. Harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan.

3. Produk pertama yang menawarkan Local Wisdom Bojonegoro dan diperjualbelikan secara umum.

4. Boneka Maskot yang indah serta menarik karena bermotif batik Bojonegoro.

5. Boneka yang mudah dibawa dan Icon maskot Local Wisdom Bojonegoro yang mudah dikenal semua kalangan.

2.4 Peluang Usaha dan Pasar

Kabupaten Bojonegoro memiliki 208 wisata. Pada tahun 2020 di semua wisata tersebut bisa mencapai 2.980.658 pengunjung. Dengan jumlah pengunjung sebanyak itu kami yakin bahwa peluang pasar sangat menjanjikan dalam menjalankan usaha produk Boneka Maskot Si Melti ini sebagai oleh-oleh IIcon Kabupaten Bojonegoro yang diminati pengunjung dan tentunya menjadikan peluang usaha yang menjanjikan. Apalagi produk yang kami tawarkan adalah yang pertama ada di Bojonegoro dengan menawarkan harga yang murah, desain yang unik dan berkualitas.

2.5 Analisis SWOT a. Srenght (Kekuatan)

- Produk original dan terbaru tidak menjiplak karya dari orang lain.

- Memiliki motif yang beragam dan khas kabupaten Bojonegoro.

- Produk tidak mudah kadaluarsa.

- Model produk yang elegant dan unik.

- Harga produk terjangkau.

- Produk bisa digunakan sebagai Icon dalam setiap event di kabupaten Bojonegoro.

b. Weakness (Kelemahan)

- Tidak tersedia dalam bentuk yang beragam.

- Pengembangan produk dari Icon Bojonegoro yang hanya ada di event tertentu.

(8)

c. Opportunities (Peluang)

- Tidak ada yang menjual produk Boneka Maskot Si Melti . - Produk terbaru dan pertama kali ada.

- Banyak peminat boneka yang unik dan menarik.

- Memiliki banyak motif karena berasal dari motif batik Bojonegoro

- Harga yang terjangkau sehingga bisa dinikmati semua kalangan masyarakat.

- Local Wisdom yang mudah dikenal masyarakat luar non Bojonegoro karena produk bisa digunakan sebagai buah tangan khas Bojonegoro.

d. Threats (Ancaman)

- Banyak bermunculan boneka beraneka bentuk yang diperoleh dari impor dengan harga yang lebih murah di pasaran.

2.6 Analisis Keuangan

A. Biaya Produksi= Bahan habis pakai + Peralatan

= 4.500.000+ 2.500.000

= 7.000.000

B. BEP Harga = Biaya produksi / Total produksi

= 7.000.000 / 350

BEP Harga akan mencapai titik Impuls saat harga mencapai Rp. 20.000 C. Pendapatan = Harga jual produk x Jumlah Produksi

= 35.000 x 350

= 12.250.000

D. Keuntungan = Pendapatan - Biaya produksi

= 12.250.000 – 7.000.000

= 5.250.000

E. BEP Produksi = Biaya Produksi / Harga jual produk

= 7.000.000 / 35.000

= 200 Produk Boneka Maskot Si Melti

Jadi pemasaran produk Boneka Maskot Si Melti akan mencapai titik implus pada saat produksi mencapai 200 Produk.

F. BOP Tingkat pengembalian = Biaya Produksi / Keuntungan

= 7.000.000 /5.250.000

= 1,3 Bulan

BEP Tingat Pengembalian akan tercapai dalam waktu kurang lebih 1,3 bulan.

(9)

BAB 3 METODE PELAKSANAAN

Program ini dilaksanakan secara Offline dan Online. Kegiatan Offline meliputi tahap pra produksi, evaluasi, laporan akhir, pemasaran dan penjualan. Lalu untuk tahap Online meliputi pengadaan alat dan bahan, proses produksi, pengemasan, pemasaran dan penjualan. Dalam pemasaran dan penjualan akan kami lakukan secara Offline maupun Online agara lebih maksimal.

3.1 Tahap Pra Produksi

Hal pertama yang kami lakukan adalah identifikasi permasalahan yang ada di kabupaten Bojonegoro, kemudian kami mencari solusi dan pematangan konsep mengenai produk yang akan buat. Selanjutnya kami melakukan identifikasi terkait segmentasi pasar apakah memiliki peluang pasar dan peluang usaha yang bagus untuk produk ini. Langkah berikutnya kami mempersiapkan strategi terkait semua pemasaran baik secara Offline maupun Online. Untuk bahan baku kami melakukan surve di daerah Sumberejo Kabupaten Bojonegoro yang menjadi sentra batik Bojonegoro dan menemui penjahit untuk mengajak kerjasama mengenai pasokan bahan baku limbah perca secara Offline dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan.

3.2 Tahap Pengadaan Alat dan Bahan

Pada tahap ini dilakukn pembelian alat penunjang secara offline dan Online dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan. Dalam pembelian alat serta bahan dibutuhkan ketelitin agar alat dan bahan yang dibeli benar-benar berkualitas. Berikut alat-alat yang dibutuhkan:

- Alat: Jasa obras, jasa jahit, jarum, benang, alat lem tembak.

- Bahan: Limbah perca batik, dakron, Lem, kain flannel.

3.3 Tahap Produksi

Proses pembuatan produk dengan menggunakan tangan dan alat jahit dan obras agar terbentuk karya yang autentik dengan didukung alat- alat penunjang lainnya secara offline dengan mematuhi protokol kesehatan. Dalam pembuatan produk ini ada beberapa tahap yaitu sebagai berikut :

Tahap Pra Produksi

Tahap Pengadaan Alat dan Bahan

Tahap Produksi

c

Tahap Pengemasan Produk Baru

Pemasaran dan Penjualan

(10)

1. Pembuatan pola, pola berbentuk burung meliwis putih dan sisinya dijahit serta di obras tersusun menyesuaikan pola dari burung Meliwis Putih.

2. Setelah pola jadi, dilakukan pengguntingan bahan boneka maskot sesuai dengan pola yang telah dibuat.

3. Berikutnya adalah proses penjahitan pola boneka dan setelah dijahit boneka siap diisi dengan dakron.

4. Langkah selanjutnya adalah pembersihan limbah perca dengan benar-benar bersih, kemudian susun kain perca sesuai dengan pola yang dibuat.

5. Brntuk dan ukuran limbah perca yang berbeda-beda maka diperlukan ketelitian dan pemilahan dalam pembuatan baju maskot. 1 baju maskot tersusun dari kain perca batik yang terdiri motif yang sama agar terlihat lebih rapid dan elegan.

6. Sesuaikan kain perca yang telah disusun dengan rapi lalu tempelkan ke maskot yang berfungsi sebagai baju maskot.

7. Terakhir tahap finishing, merapikan jika ada yang kurang rapi dan diberi logo dari produk Boneka Makot Si Melti selanjutnya lampu siap dikemas dan dipasarkan.

3.4 Tahap Pengemasan

Desain kemasan dari Boneka Maskot Si Melti berbentuk kotak seperti paper bag, dengan ukuran lebih longgar. Desain luar diberi nama Si Melti dan diberi pegangan yang kuat agar memudahkan dibawa kemana-mana. Pengemasan dilakukan secara Offline dengan tetap mematuhi protocol kesehatan.

3.5 Tahap Pemasaran

Ada 4 kegiatan dalam proses pemasaran, yaitu analisis situasi dan kondisi, strategi pemasaran, strategi produk, dan implementasi serta pengendalian.

Analisis situasi dan kondisi perlu dilakukan untuk mengetahui keadaan pasar.

Pada tahap promosi ini dilakukan secara Offline dan Online untuk strategi Offline dengan promosi melalui Dina Koperasi dan UMKM, pemasaran melalui tempat wisata Bojonegoro, penyebaran dan pemasangan pamflet di pinggir jalan. Untuk pemasaran melalui Online menggunakan media social sebagai berikut:

1. WhatsApp 2. IG @Si Melti

3. Shoppe: Maskot Si Melti 4. Tokopedia: Maskot Si Melti 3.6 Tahap Penjualan Produk

Penjualan produk Boneka Maskot Si Melti dilakukan kerjasama dengan UMKM pusat oleh-oleh khas Bojonegoro di seluruh tempat wisata baik

(11)

secara Offline dan Online. Pemasarannya juga dilakukan di pasar tradisional, swalayan dan sejenisnya lalu mengikuti agenda-agenda besar di Bojonegoro seperti Hari jadi Kabupaten Bojonegoro dan even besar lainnya dengan cara membuka stand dan tetap mematuhi protocol kesehatan. Penjualan Online dilakukan secara PO melalui media social yang telah ada.

3.7 Evaluasi

Evaluasi dalam menjalankan usaha produk Boneka Maskot Si Melti dilakukan 2 minggu sekali melalui Offline dan Online antar anggota tim untuk menganalisis sejauh mana perkembangan dari segala aspek, dantaranya aspek produksi, pemasaran sampai penjualan apakah sudah sesuai dengan target atau belum.

3.8 Laporan Akhir

Seluruh kegiatan yang sudah kami jalankan akan dilaporkan ke DIKTI sesuai dengan format yang ditentukan secara Online.

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya

No Jenis Pengeluaran Sumber Dana Besaran

Dana (Rp)

1

Bahan habis pakai (contoh:

ATK, kertas, bahan, dll)

maksimal 60% dari jumlah dana yang diusulkan

Belmawa 3.150.000

Perguruan Tinggi 600.000 Instansi Lain (jika

ada)

-

2

Sewa dan jasa (sewa/jasa alat;

jasa pembuatan produk pihak ketiga, dll), maksimal 15% dari jumlah dana yang diusulkan

Belmawa 1.950.000

Perguruan Tinggi 400.000 Instansi Lain (jika

ada)

-

3

Transportasi lokal maksimal 30% dari jumlah dana yang diusulkan

Belmawa 300.000

Perguruan Tinggi 150.000 Instansi Lain (jika

ada)

-

4

Lain-lain (contoh: biaya komunikasi, biaya bayar akses publikasi, dll) maksimal 15%

dari jumlah dana yang diusulkan

Belmawa 300.000

Perguruan Tinggi 150.000 Instansi Lain (jika

ada)

-

Jumlah

Rekap Sumber Dana Belmawa 5.700.000

(12)

Perguruan Tinggi 1.300.000 Instansi Lain (jika

ada)

-

Jumlah 7.000.000

4.2 Jadwal Kegiatan Tabel 4.2 Jadwal kegiatan

No Jenis Kegiatan Bulan Person

Penanggung Jawab

1 2 3 4

1. Kegiatan 1 Persiapan Program

Amanat Solikah 2. Kegiatan 2 Pengadaan

Alat dan Bahan

Hengki Pradana 3. Kegiatan 3 Pembuatan

Produk

Wisam Wahyu Khan 4. Kegiatan 4 Proses

Penggandaan

Wisam Wahyu Khan 5. Kegiatan 5 Surve Pasar Luthfiah sari 6. Kegiatan 6 Promosi Luthfiah Sari 7. Kegiatan 7 Distribusi dan

Penjualan

Hengki Pradana 8. Kegiatan 8 Evaluasi Amanat

Solikah

DAFTAR PUSTAKA

Haris, A., 2018. Ini Penyebab Batik Kurang Diminati Anak Muda. [Online]

Available at: https://akurat.co/ini-penyebab-batik-kurang- diminati-anak-muda

Pers), L. N. (., 2020. Kemendikbud Bersama Dewan Kerajinan Nasional Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha. [Online]

Available at: https://lpmpntt.kemdikbud.go.id/siaran- pers/kemendikbud-bersama-dewan-kerajinan-nasional-gelar- pendidikan-kecakapan-wirausaha/

Sandika, R., 2017. Sejarah kontemporer dan makna 14 motif batik

Bojonegoro. [Online]

(13)

Available at: https://rachnasandika.com/2017/11/27/sejarah- kontemporer-dan-makna-motif-batik-khas-bojonegoro/

TANTHOWY, H. A., 2015. Ragam Motif Batik Bojonegoro Sebagai Upaya Membangun Identitas Daerah Di Bojonegoro Tahun 2009-2014.

AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, p. 327.

(14)

Lampiran Biodata Ketua, Anggota, Dosen Pembimbing

Biodata Ketua A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Amanat Solikah 2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Pendidikan Matematika

4 NIM 20191112022

5 Tempat dan Tanggal Lahir

Bojonegoro 15 Agustus 2002

6 Alamat E-mail [email protected] 7 Nomor Telepon/HP 085335657572

B. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti

No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat

1

2

3

C. Penghargaan yang Pernah Diterima

No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun

1

2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup

menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-K.

Surabaya, 11 Maret 2022 Ketua

(Amanat Solikah)

(15)

Biodata Anggota 1 A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Wisam Wahyu Khan 2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Pendidikan Matematika 4 NIM

5 Tempat dan Tanggal Lahir

6 Alamat E-mail 7 Nomor Telepon/HP

B. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti

No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat

1

2

3

C. Penghargaan yang Pernah Diterima

No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun

1

2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup

menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-K.

Surabaya, 11 Maret 2022 Anggota 1

(Wisam Wahyu Khan)

(16)

Biodata Anggota 2 A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap M. Hengki Pradana 2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi S1 Teknik Mesin 4 NIM

5 Tempat dan Tanggal Lahir

6 Alamat E-mail 7 Nomor Telepon/HP

B. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti

No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat

1

2

3

C. Penghargaan yang Pernah Diterima

No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun

1

2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup

menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-K.

Surabaya, 11 Maret 2022 Anggota 2

(M. Hengki Pradana)

(17)

Biodata Anggota 3 A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Luthfiah Sari 2 Jenis Kelamin Perempuan 3 Program Studi S1 Manajemen

4 NIM 20211221047

5 Tempat dan Tanggal Lahir

Surabaya, 14 Desember 2003

6 Alamat E-mail [email protected] 7 Nomor Telepon/HP 085706603522

D. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti

No Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan Waktu dan Tempat

1

2

3

E. Penghargaan yang Pernah Diterima

No Jenis Penghargaan Pihak Pemberi Penghargaan Tahun

1

2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup

menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-K.

Surabaya, 11 Maret 2022 Anggota 3

(Luthfiah Sari)

(18)

Lampiran 2 Biodata Dosen Pendamping

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Shoffan Shofa, S.Pd, M.Pd

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi

4 NIP/NIDN

5 Tempat dan Tanggal Lahir

6 Alamat E-mail

7 Nomor Telepon/HP

B. Riwayat Pendidikan

No Jenjang Bidang Ilmu Institusi Tahun Lulus

1 Sarjana (S1)

2 Magister (S2)

3 Doktor (S3)

C. Rekam Jejak Tri Dharma PT Pendidikan/Pengajaran

No Nama Mata Kuliah Wajib/Pilihan sks

1

2

Penelitian

No Judul Penelitian Penyandang

Dana

Tahun

1

2

Pengabdian kepada Masyarakat

No Judul Pengabdian kepada Masyarakat Penyandang Dana

Tahun

1

2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup

menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-K.

Kota, tanggal-bulan-tahun Dosen Pendamping

(19)

(Shoffan Shofa, S.Pd, M.Pd)

(20)

Lampiran 3. Format Justifikasi Anggaran Kegiatan (contoh)

No Jenis Pengeluaran Volume Harga Satuan

(Rp)

Total (Rp) 1 Belanja Bahan (maks. 60%)

Cangkul/sabit/gunting

Bahan kimia lab./bahan logam/kayu dan sejenisnya

Pakaian tari/kanvas dan cat

Bibit tanaman/simplisia/pupuk

Alat ukir/alat lukis

Suku cadang/microcontroller/sensor/kit

Bahan lainnya sesuai program PKM

SUB TOTAL -

2 Belanja Sewa (maks. 15%)

Sewa gedung/alat

Sewa server/hosting/domain/SSL/akses jurnal

Sewa lab. (termasuk penggunaan alat lab)

Sewa lainnya sesuai program PKM

SUB TOTAL

3 Perjalanan lokal (maks. 30 %)

Kegiatan penyiapan bahan

Kegiatan pendampingan

Kegiatan lainnya sesuai program PKM

SUB TOTAL

4 Lain-lain (maks. 15 %)

Protokol kesehatan (masker, sanitizer, dll)

Jasa layanan instrumentasi

Jasa bengkel/uji coba

Percetakan produk

ATK lainnya

Lainnya sesuai program PKM

SUB TOTAL

GRAND TOTAL -

(21)

Lampiran 4. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas

No Nama

/NIM

Program Studi

Bidang Ilmu

Alokasi Waktu

(jam/minggu) Uraian Tugas

1

2

3

Gambar

Gambar 2.1.1 Limbah perca    Gambar 2.1.2 Batik Bojonegoro
Gambar 2.3.2 Desain maskot Si Melti

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan surface fitting pada peta anomali Bouguer untuk mendapatkan anomali surface (regional) dan residual dengan orde 7, orde 10, dan orde 13.. Pola

Dalam pembuatan tempat makan biodegradable berbahan komposit yang akan kita buat terinspirasi dari bentuk wadah makan berbahan styrofoam yang memiliki ukuran 18 cm

Pada tahapan produksi dibuat storyboard untuk memudahkan proses shooting dan pembuatan animasi serta draft narasi video yang dilakukan secara daring. Kemudian juga

1. Proses penjualan yang masih tradisional karena Belum adanya aplikasi penjualan bahan bangunan pada TB Depot Sederhana 2 palembang. Proses pembuatan laporan yang masih

Bila petugas mendapati santri karantina sakit dengan gejala Covid-19 maka segera laporkan ke UKS guna dipindahkan ke ruang isolasi.. Menjaga jarak lebih dari

Bila petugas mendapati santri karantina sakit dengan gejala Covid-19 maka segera laporkan ke UKS guna dipindahkan ke ruang isolasi4. Menjaga jarak lebih dari

Untuk mengetahui bagaimana bauran promosi yang meliputi Periklanan, Penjualan Pribadi, Promosi Penjualan, Publisitas dan Pemasaran Langsung berpengaruh secara simultan terhadap Kepuasan

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh strategi promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan pribadi dan pemasaran langsung dalam upaya meningkatkan minat nasabah membuka