• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR RENSTRA DINAS PU-PR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR RENSTRA DINAS PU-PR"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala, atas berkat rahmat dan karunia-Nya kita masih diberi kesempatan untuk dapat melaksanakan kewajiban kita sebagai Aparatur Sipil Negara dalam memberikan pelayanan terbaik berupa penyediaan Infrastruktur kepada masyarakat. Shalawat dan salam kita mohonkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar disampaikan kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boalemo merupakan dokumen berisi upaya-upaya pembangunan infrastruktur dibidang ke PU-an yang dijabarkan dalam bentuk program, kegiatan, indikator, target sampai dengan kerangka pendanaan dan kerangka regulasinya. Renstra ini menjadi dasar dalam penyelenggaraan pembangunan Tahun 2017 – 2022.

Amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah, sehingga Pimpinan OPD menyiapkan Rancangan Renstra OPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman kepada Rancangan Awal RPJMD dan menetapkan Renstra OPD setelah disesuaikan dengan RPJMD. Oleh

(3)

ii

karena itu, setiap OPD berkewajiban untuk menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-OPD).

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyusun Rencana Strategis (Renstra) ini mengacu pada visi, misi kepala daerah terpilih, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun kedepan juga Nawacita (Sembilan cita/harapan/agenda) Presiden terpilih 2015-2020 dalam rangka peningkatan pelayanan bidang ke-PU-an untuk mewujudkan tujuan pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

Terima kasih dan penghargaan disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan meluangkan waktu serta fikiran dalam penyusunan Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tahun 2017-2022 ini. Dalam kesempatan ini saya menyampaikan kepada semua pihak untuk saling bersinergi dalam menyelenggarakan pembangunan, guna tercapai sasaran pembangunan.

Semoga tersusunnya Renstra ini mendapatkan Ridho dari Allah Subhanahu wa ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin

Tilamuta, 25 Juni 2021 Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boalemo

SUPANDRA NUR, ST Pembina Tkt I, IV/b NIP. 19780611 200501 1 008

(4)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Landasan Hukum 3

1.3 Maksud dan Tujuan 7

1.4 Sistematika Penulisan 7

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH 09 2.1 Tugas Pokok, Fungsi Dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah 10

2.1.1 Struktur Organisasi 12

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah 13

2.2.1 Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi 13 2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah 24 2.3.1 Pencapaian Renstra SKPD Periode Sebelumnya 24

2.3.2 Kondisi Kinerja Keuangan 28

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

(Faktor External) 30

2.4.1 Tantangan Pengembangan Pelayanan 30 2.4.2 Peluang Pengembangan Pelayanan 30 2.4.3 Kekuatan dan Kelemahan Pelayanan Dinas (Faktor Internal) 30 BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS OPD 31 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Pelayanan SKPD 31

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan

Wakil Kepala Daerah Terpilih 31

3.3 Telaahan Renstra Kementerian / Lembaga dan Renstra Provinsi 37 3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan

Hidup Strategis 41

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis 42

(5)

iv

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN 43

4.1 Tujuan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang 43

4.2 Sasaran Dinas Pekerjaan Umum 43

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 45

5.1 Strategi 45

5.2 Arah Kebijakan 45

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN 52 6.1 Program dan Kegiatan Lokalitas Kewenangan 52 6.1.1 Rencana Program dan Kegiatan Sekretariat 52 6.1.2 Rencana Program dan Kegiatan Bidang Pengairan 53 6.1.3 Rencana Program dan Kegiatan Bidang Bina Marga 54 6.1.4 Rencana Program dan Kegiatan Penataan Ruang

(Bidang Tata Ruang) 56

6.2 Program dan Kegiatan Lintas Perangkat Daerah 57

6.3 Program dan Kegiatan Kewilayahan 58

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN 113

Lampiran Indikator Kinerja 113

BAB VII PENUTUP 116

(6)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasonal, mengamanatkan bahwa setiap Instansi Pemerintah Daerahwajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Pemerintah Daerah, yang merupakan dokumen perencanaan Instansi Pemerintah untuk periode 5 (lima) tahun.

Dengan ditetapkannya RPJMD 2017-2022 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 6 Tahun 2017 tetap berkiblat kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 dijalankan dengan peneguhan kembali ideologis bangsa.

Ideologi itu adalah Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti. Dengan demikian, prinsip dasar Trisakti menjadi basis dalam pembangunan karakter kebangsaan dan landasan kebijakan nasional 5 (lima) tahun kedepan, serta Nawacita.

Penjabaran Trisakti diwujudkan dalam bentuk :

1. Kedaulatan dalam politik diwujudkan dalam pembangunan demokrasi politik yang berdasarkan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

2. Berdikari dalam ekonomi diwujudkan dalam pembangunan demokrasi ekonomi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan di dalam pengelolaan keuangan negara dan pelaku utama dalam pem- bentukan produksi dan distribusi nasional.

3. Kepribadian dalam kebudayaan diwujudkan melalui pembangunan karakter dan kegotong-royongan yang berdasar pada realitas kebhinekaan dan kemaritiman sebagai kekuatan potensi bangsa dalam mewujudkan implementasi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi Indonesia masa depan.

(7)

2

Kerangka pencapaian tujuan RPJMN 2015-2019 dirumuskan lebih lanjut dalam 9 Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawa Cita), yaitu:

1) Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara

2) Membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya 3) Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat

daerah- daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan

4) Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya

5) Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia

6) Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa- bangsa Asia lainnya

7) Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor- sektor strategis ekonomi domestik

8) Melakukan revolusi karakter bangsa

9) Memperteguh Ke-Bhinneka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia

Pembangunan dibidang infrastruktur pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang bertujuan untuk pemenuhan hak dasar rakyat seperti pangan, sandang, papan, rasa aman, pendidikan dan kesehatan. Selain itu , infrastruktur juga memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing global. Keberhasilan pembangunan infrastruktur sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya- upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif memuat program- program pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan oleh

(8)

3

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menjadi acuan dalam penyusunan perencanaan tahunan (Renja). Penyusunan Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dilaksanakan melalui pendekatan: teknokratik, politik, partisipatif, atas- bawah (top-down), dan bawah-atas (bottom-up).

Renstra merupakan dokumen perencanaan taktis-strategis yang menjabarkan potret permasalahan pembangunan untuk memecahkan permasalahan daerah secara terencana dan bertahap melalui sumber pembiayaan APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN. Dengan demikian program dan kegiatan akan disusun berdasarkan prioritas dan kebutuhan Daerah, disamping Renstra dapat juga dijadikan sebagai bahan evaluasi sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih sistematis, komprehensif dan tetap fokus pada pencarian solusi terhadap permasalahan mendasar yang dihadapi Kabupaten Boalemo khususnya di bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

1.2. Landasan Hukum

Landasan hukum yang digunakandalam penyusunan Renstra SKPD adalah :

1. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 178, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3899) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 50 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 77 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3965);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik

(9)

4

Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 - 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah beberapakali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

(10)

5

11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6042);

18. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

(11)

6

19. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs);

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah);

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036);

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

24. Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 3 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2007 - 2025 (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 03, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 03);

25. Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Gorontalo 2010 - 2030 (Lembaran Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2011 Nomor 04, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 02);

26. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 3 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Boalemo Tahun

(12)

7

2011 - 2031 (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2012 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 283);

27. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Boalemo Tahun 2011 - 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2012 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 284).

28. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2016 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 302).

29. Peraturan Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 6 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2017-2022 (Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Tahun 2016 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Boalemo Nomor 303).

1.3. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra SKPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boalemo adalah:

1. Sebagai pedoman akademik dan normatif bagi pelaksanaan program kurun waktu 5 Tahun dan Rencana Kerja (Renja) SKPD kurun waktu 1 Tahun.

2. Untuk mengukur dan mengevaluasi progres pelaksanaan program kerja Dinas Sebagai Alat Akuntabilitas Kinerja Instansi.

1.4. Sistematika Penulisan

Dokumen Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boalemo Tahun 2017 - 2022 ini disusun dengan Outline sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Landasan Hukum

(13)

8

3. Maksud dan Tujuan 4. Sistematika Penulisan

BAB II. GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

1. Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah 2. Sumber Daya Perangkat Daerah

3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah (Faktor Eksternal dan Internal)

BAB III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS OPD

1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi 2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah Terpilih

3 Telaahan Renstra Kementrian /Lembaga dan Renstra Provinsi 4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan

Hidup Strategis

5 Penentuan Isu-isu Strategis BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN

1. Tujuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 2. SasaranDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang BAB V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

1. Strategi

2. Arah Kebijakan

BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN.

1. Program dan Kegiatan Lokalitas Kewenangan 2. Program dan Kegiatan Lintas Perangkat Daerah 3. Program dan Kegiatan Kewilayahan

BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN BAB VIII. PENUTUP

(14)

9

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Dinas Pekerjaan umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Infrastruktur, serta menjabarkan visi misi Kepala Daerah Terpilih melalui program dan kebijakan secara prioritas.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang memiliki fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia serta penyusun database program, evaluasi pelaporan berdasarkan ruang lingkup dan kewenangan yang ditetapkan dalam peraturan poerundang-undangan.

2. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan kepegawaian, pelaksanaan peningkatan kompotensi tenaga teknis, pengembangan karir, pelaksanaan pembinaan pegawai, evaluasi pelaporan kinerja pemerintah daerah.

3. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum berdasarkan ruang lingkup dan kewenangan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

4. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang Teknik infrastruktur, Pendidikan dan pelatihan berdasarkan ruang lingkup dan kewenangan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala daerah sesuai dengan tugas dan fungsi.

Capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang periode Renstra Tahun 2012-2017 adalah :

1. Presentase jalan dalam kondisi mantap pada kondisi akhir periode renstra tahun 2017 ditargetkan sebesar 48% dan realisasi capaiannya adalah 67,92% dengan total panjang jalan 704,274 Km kondisi mantap

(15)

10

2. Presentase jembatan dalam kondisi mantap pada kondisi akhir periode renstra tahun 2017 ditargetkan sebanyak 48% dan realisasi capaiannya adalah 67,44% dari total jembatan adalah 129 unit.

3. Presentase Jaringan Irigasi dalam Kondisi Baik pada kondisi akhir periode renstra tahun 2017 ditargetkan sebanyak 53,5% dan realisasi capaiannya untuk 5 Daerah Irigasi yang di tergetkan antara lain :

a. D.I Karya Agung : 95% Kondisi Baik b. D.I Kramat : 90% Kondisi Baik c. D.I Mekar Jaya : 92% Kondisi Baik d. D.I Pangea : 96% Kondisi Baik e. D.I Tutulo : 93% Kondisi Baik

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah Susunan Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boalemo, diatur melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan dijabarkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terdiri atas :

1. Kepala Dinas;

2. Sekretaris;

a. Sub Bagian Umum dan Keuangan;

b. Sub Bagian Penyusunan Program dan Kepegawaian;

3. Bidang Pengairan;

a. Seksi Perencanaan Dan Pengembangan;

b. Seksi Eksploitasi Mutu Dan Pemeliharaan;

4. Bidang Bina Marga;

a. Seksi Perencanaan Pembangunan Dan Peningkatan;

b. Seksi Pemeliharaan Mutu Dan Peralatan;

(16)

11

5. Bidang Tata Ruang;

a. Seksi Perencanaan Tata Kota Dan Perizinan;

b. Seksi Pengendalian Dan Pengembangan Kawasan;

6. Unit PelaksanaTeknis Dinas (UPTD);

(17)

12

BIDANG

BINA MARGA

SEKSI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN

PENINGKATAN

SEKSI PEMELIHARAAN MUTU DAN PEMELIHARAAN

UPTD BIDANG

PENGAIRAN

SEKSI PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN

SEKSI EKSPLOTASI MUTU DAN PEMELIHARAAN

BIDANG TATA RUANG

SEKSI PERENCANAAN TATA KOTA DAN PERIZINAN

SEKSI PENGENDALIAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN

SARANA DAN PRASARANA PERDANGAN

{{[KEPALA DINAS

KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL SUB BAGIAN

SEKRETARIS

UMUM DAN KEUANGAN

SUB BAGIAN

PENYUSUNAN PROGRAM KEPEGAWAIAN

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 2.1.1 STRUKTUR ORGANISASI

(18)

13

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah

Jumlah Pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boalemo, adalah 86 Orang yang terdiri dari :

a. PNS / CPNS : 48 Orang b. Tenaga Kontrak : 38 Orang J u m l a h : 86 Orang

Personil diatas tersebar pada 3 (tiga) bidang,2 (dua) Sub Bagian dan 6 (Delapan) Seksi, dengan latar belakang Pendidikan yang bervariasi serta kepangkatan dan golongan yang bervariasi pula.

No Unit Kerja

Tigkat Pendidikan

Jmlh S2 S1/D.I

V D.III SMA SMP SD

1 Kepala Dinas 1 - - - - - 1

2 Sekretariat - 8 1 6 1 2 18

3 Bidang

Pengairan - 5 1 2 - - 8

4 Bidang Bina

Marga - 6 3 6 - - 15

6 Bidang Tata

Ruang 1 5 - 1 - - 7

7 UPTD - - - - - - -

Jumlah 2 22 5 15 1 2 48

2.2.1 Pejabaran Tugas Pokok Dan Fungsi 1. Kepala Dinas

Kepala dinas mempunyai tugas membantu bupati dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintah daerah dalam merencanakan, melaksanakan dan melakukan pengawasan

(19)

14

terhadap program dan kegiatan pembangunan di bidang pengairan, bina marga, dan tata ruang.

Fungsi :

a. Merencanakan sasaran kebijakan pembangunan yang mengacu pada sasaran dan kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat di bidang Pengairan, Bina Marga dan Tata Ruang.;

b. Penyusunan program dan kebijakan dinas;

c. Perencanaan, pelaksanaan dan Pengawasan program kegiatan di lingkungan dinas;

d. Pengendalian, evaluasi dan penilaian terhadap pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan dinas;

e. Memberikan saran dan pertimbangan kepada bupati tentang kebijakan bidang Pengairan, Bina Marga, dan Tata Ruang;

f. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik tingkat pusat maupun tingkat daerah ;

g. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh bupati.

2. Sekretaris Dinas

Sekretaris dinas mempunyai tugas menyelenggarakan urusan administrasi umum, penyusunan program / kegiatan dan urusan administrasi keuangan dinas berdasarkan pedoman dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menyusun laporan dan menyiapkan naskah yang berkenaan dengan bidang tugas;

Fungsi :

a. Menyiapkan hasil rencana serta program kegiatan rutin dan pembangunan di bidang Pengairan, Bina Marga, dan Tata Ruang;

b. Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada staf;

c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas staf;

d. Mengoreksi naskah dinas;

(20)

15

e. Mendistribusikan surat kebidang setelah disposisi kepala dinas;

f. Mengkoordinasikan penyusunan kebijakan teknis dan menghimpun peraturan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi dinas;

g. Melaksanakan Pengendalian, pengawasan dan evaluasi program / kegiatan masing – masing bidang;

h. Menyiapkan pelaksanaan rapat koordinasi kepegawaian dan kediklatan;

i. Melaksanakan pembinaan disiplin pegawai dilingkungan dinas;

j. Mengelola administrasi umum, mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran serta mengawasi pelaksanaan anggaran;

k. Mengkoordinir pengelolaan, penatausahaan dan pelaporan dana APBD;

l. Meneliti laporan yang dibuat oleh para kasubag dilingkungan dinas;

m. Melaporkan secara kontinyu hasil pelaksanaan tugas kepada kepala dinas;

n. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh kepala dinas.

3. Sub Bagian Umumdan Keuangan

Sub bagian keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan umum dan melaksanakan penatausahaan dan pertanggung jawaban anggaran keuangan dinas, menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu dan pengelolaan administrasi keuangan , menghimpun dan mencatat data pendapatan dan belanja keuangan berdasarkan pedoman dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku menyusun laporan dan menyiapkan naskah yang berkenaan dengan bidang tugas.

(21)

16

Fungsi :

a. Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas sub bagian umum dan keuangan;

b. Bertanggung jawab terhadap pendistribusian dan penataan surat keluar masuk;

c. Melaksanakan urusan surat menyurat, pengetikan, penggandaan, urusan perjalanan dinas dan kehumasan;

d. Melaksanakan urusan rumah tangga, keamanan dan kebersihan kantor, penyiapan penyelenggaraan rapat dinas;

e. Merencanakan kebutuhan barang;

f. Menyelia terhadap penggandaan, penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris daerah;

g. Melakukan penataan dan pengelolaan barang inventaris daerah h. Menyusun anggaran dalam RKA dan DPA SKPD berdasarkan

rencana kerja dan plafond anggaran;

i. Menyusun laporan keuangan tahunan yang terdiri dari CALK, laporan realisasi anggaran neraca;

j. Menyusun kelengkapan administrasi keuangan;

k. Menyusun rencana operasional kerja (ROK), rencana umum pengadaan barang (RUPB) SKPD;

l. Membuat konsep permintaan SPD;

m. Meneliti kebenaran pembebanan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku;

n. Mengawasi pelaksanaan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung;

o. Menatausahakan SPD, hutang piutang dan aset daerah;

p. Menyiapkan data permintaan pergeseran anggaran;

q. Menyusun laporan realisasi anggaran triwulan dan tahunan;

r. Melakukan konfirmasi data keuangan dengan bendahara keuangan

s. Mengkoordinir dan mengawasi bendahara pengeluaran dalam menjalankan fungsinya yang berkaitan dengan :

(22)

17

- Penerimaan dokumen tagihan pembayaran dari pelaksana kegiatan atau pihak ketiga;

- Verifikasi kelengkapan tagihan pembayaran, perhitungan, kebenaran penulisan dan kesesuaian dengan perjanjian kontrak;

- Pembuatan bukti pembayaran dan kelengkapannya;

- Perhitungan pajak;

- Penelitian dan penyiapan dokumen pajak;

- Penetapan besarnya beban pembayaran;

- Pembuatan surat pertanggung jawaban sebagai lampiran SPM beban tetap dan uang persediaan;

- Pelaksanaan penatausahaan SPM;

- Pembuatan laporan bulanan dan triwulan dan semester;

t. Mengevaluasi hasil pelaksanaan prgram/kegiatan, berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, agar dapat diukur hasilnya;

u. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara kontinyu kepada sekretaris;

v. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.

4. Sub Bagian Penyusunan Program dan Kepegawaian

Sub bagian penyusunan program mempunyai tugas merencanakan kegiatan, melaksanakan, membagi tugas dan mengontrol urusan perencanaan, evaluasi dan pelaporan yang mengimpun rencana program/kegiatan, evaluasi dan pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu pelayanan administrasi dan pelaksanaan dibidang kepegawaian, umum, ketatausahaan, rumah tangga dan kelengkapan serta laporan dari masing-masing bidang pada dinas, membantu menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis.

Fungsi :

a. Menyusun rencana penggunaan anggaran berdasarkan rencana operasional kegiatan masing masing bidang dan sub bagian;

(23)

18

b. Menyusun rencana strategis dinas, rencana kerja, LAKIP, SAKIP, rencana aksi, realisasi keuangan secara berkala;

c. Menghimpun data dan menyusun perencanaan program kegiatan dinas;

d. Mengimpun dan mengevaluasi kegiatan dalam rangka penyusunan laporan triwulan dan tahunan program kerja;

e. Melakukan koordinasi dengan sub bidang dan sub bagian dilingkungan dinas dan instansi terkait dalam rangka penyusunan program dinas;

f. Menyusun standar operasional prosedur (SOP);

g. Menghimpun dan mendokumentasikan SKP, P2KP, KP4 serta dosir pegawai dilingkungan dinas;

h. Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian dilingkungan dinas yang meliputi data nominative pegawai, penyusunan DUK, kenaikan pangkat, menyusun daftar jaga pension, kenaikan gaji berkala, surat izin, surat cuti, daftar hadir, rekapitulasi disiplin pegawai dan pelaporan kinerja pegawai;

i. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara kontinyu kepada sekretaris;

j. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan

5. Bidang Pengairan

Bidang pengairan dipimpin oleh seorang kepala bidang yang mempunyai tugas melaksanakan kewenangan dinas di bidang sumber daya air meliputi pembuatan data base pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jaringan irigasi, bendungan, dermaga, sungai, danau, rawa dan pantai serta penanggulangan akibat bencana alam, serta pelayanan kepada masyarakat.

Fungsi :

a. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pembangunan peningkatan dan pemeliharaan jaringan irigasi, bendungan, dermaga, rawa, sungai, danau, dan pantai;

(24)

19

b. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan operasi air permukaan, pemeliharaan pengairan dan penanggulangan akibat bencana alam;

c. Merencanakan pengelolaan sumber daya air permukaan;

d. Pengendalian dukungan / bantuan untuk kerja sama antar kabupaten / kota dalam pengembangan prasarana Dan sarana pengairan, bendungan / DAS;

e. Melaksanakan penyusunan inventarisasi bendungan pengairan;

f. Melaksanakan penghimpunan data dan penelitian penggunaan air permukaan hidrologi serta pemanfaatannya;

g. Melaksanakan pembinaan pengembangan dan peningkatan rehabilitasi irigasi kecil pedesaan,

Bidang pengairan terdiri dari :

a. Seksi perencanaan dan pengembangan ;

Seksi perencanaan dan pengembangan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas penyiapan penyusunan kebijakan dan strategis, perencanaan teknis, evaluasi dan pelaporan sarana dan prasarana pengairan.

Fungsi :

- Melaksanakan pembuatan data base;

- Melaksanakan perencanaan teknis;

- Melaksanakan perencanaan pengembangan dan peningkatan jaringan irigasi kecil pedesaan;

- Melaksanakan perencanaan pembangunan irigasi air tanah dan jaringan tersier;

- Melaksanakan perencanaan bendungan dan dermaga;

- Melaksanakan pembangunan, pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana perencanaan;

- Melaksanakan administrasi menyangkut sarana dan prasarana perencanaan;

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

b. Seksi eksploitasi, mutu dan pemeliharaan;

(25)

20

Seksi eksploitasi, mutu dan pemeliharaan dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi, Exploitasi, mutu dan pemeliharaan pengairan

Fungsi :

- Melakukan pengawasandan pengendalian operasional, pengawasan dan pelaporan;

- Melaksanakan pemeliharaan jaringan irigasi;

- Melaksanakan pemeliharaan bendungan, dermaga;

- Melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana pengairan;

- Melaksanakan pengendalian mutu/kualitas bangunan bidang pengairan

- Melaksanakan pembangunan irigasi air tanah dan jaringan tersier;

- Melakukan perbaikan akibat kebocoran alam;

- Melakukan tugas lain yang diberikan atasan.

6. Bidang Bina Marga

Bidang bina marga di pimpin oleh seorang kepala bidang yang mempunyai tugas melaksanakan kewenangan dinas di bidang bina marga yang meliputi kegiatan pembuatan data base, perencanaan teknis, pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan kabupaten serta pembinaan teknislainnya termasuk penanggulangan akibat bencana alam serta pelayanan kepada masyarakat.

fungsi :

a. Melaksanakan pengawasan, pengendalian , pembangunan, dan peningkatan jaringan jalan kabupaten, serta akses lainnya tembasuk pembuatan jembatan;

b. Melakukan pengendalian mutu, bahan/ material bahan;

c. Melaksanakan penyuluhan bidang bina marga, penanggulangan bencana alam dan pemakaian peralatan dinas.

Bidang bina marga terdiri dari :

(26)

21

a. Seksi perencanaan, pembangunan dan peningkatan

Seksi perencanaan, pembangunan dan peningkatan yang dipimpin oleh seorang kepala seksi mempunyai tugas penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi, perencanaan pembangunan dan peningkatan teknis, evaluasi serta pelaporan sarana dan prasarana bina marga;

Fungsi :

- Melaksanakan survey dan pengukuran perencanaan teknis;

- Melaksanakan pengumpulan data dan penyusunan data base;

- Melaksanakan penelitian;

- Melaksanakan perencanaan pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan serta pelaporan;

- Merencanakan UKL/UPL dan Amdal jalan serta rencana pengembangannya;

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

b. Seksi pemeliharaan Mutu dan peralatan

Seksi pemeliharaan Mutu dan peralatan di pimpin oleh seorang Kepala saksi yang mempunnyai tugas sebagai penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi, pemeliharaan mutu dan peralatan, evaluasi serta pelaporan sarana dan prasarana bina marga.

Fungsi :

- Melaksanakan program berdasarkan prioritas kerja dan ketentuan yang berlaku;

- Menyelenggarakan penelitian dan pengendalian mutu bagi pembangunan jalan dan jembatan berdasarkan kajian lingkup penataan ruang;

- Melaksanakan pendataan dan penelitian sesuai dengan lingkup tugas;

- Melaksanakan pengujian mutu pekerjaan jalan dan jembatan;

- Melaksanakan pembangunan, pengendalian dan pengawasan, pelaporan serta sarana dan prasarana bina marga;

- Mengendalikan perbaikan alat berta kantor;

(27)

22

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

7. Bidang Tata Ruang

Bidang Tata Ruang Dipimpin Oleh Seorang Kepala Bidang Yang Mempunyai Tugas Melaksanakan Kewenangan sebagian tugas Dinas Dibidang Tata Ruang yang meliputi kegiatan pembuatan data base, perencanaan teknis, pembangunan, peningkatan dan penataan kota serta pelayanan kepada masyarakat.

Fungsi :

a. Menyusun, Menetapkan Rencana Detail Tata Ruang Kota, Rencana Teknis Program Kerja Dan Perumahan Pengendalian Tata Ruang

b. Mengelola gedung Pemerintah dan Ruang Dinas

c. Memberikan Ijin Bangunan dan Pengendalian Pelaksanaan Bangunan Sesuai RDTRK, Permukiman, Perumahan Dan Lingkungan

d. Pengumpulan Data dan Pelaporan Bidang Tata Kota

e. Melakukan Pembinaan dan Bantuan Teknis serta Pengelolaan Teknis Pembangunan Kawasan.

Bidang Tata Ruang Terdiri Dari :

a. Seksi Perencanaan, Tata Kota dan Perijinan

Seksi Perencanaan, Tata Kota dan Perizinan dipimpin oleh Seorang Kepala Seksi yang Mempunyai Tugas penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi, perencanaan tata kota dan perizinan teknis, evaluasi serta pelaporan serta sarana dan prasarana tata ruang.

Fungsi :

- Melaksanakan pengumpulan data dibidang tata ruang;

- Membuat perencanaan program sesuai teknis;

- Melaksanakan pengendalian terhadap perizinan kawasan dan perumahan;

- Mengendalikan pembangunan sesuai IMB;

- Melakukan tugas lain yang diberikan atasan.

b. Seksi Pengendalian dan Pengembangan Kawasan

(28)

23

Seksi Pengendalian dan Pengembangan Kawasan dipimpin oleh seorang seksi dan bertanggung jawab kepada kepala bidang mempunyai tugas penyiapan penyusunan kebijakan dan strategi, pengendalian dan pengembangan kawasan, evaluasi serta pelaporan sarana dan prasarana tata ruang.

Fungsi :

- Melaksanakan Pengumpulan data kawasan serta pembangunan lingkungan siap bangunan (LISIBA) dan kawasan siap bangunan (KASIBA);

- Menyediakan sarana prasarana fasilitas penunjang kota (Taman Kota, tugu, prasasti, patung, reklame, lampu penerangan, dll);

- Pembangunan dan pengendalian sarana penunjang perumahan dan tempat umum;

- Melakukan pengendalian sempadan jalan, pagar, bangunan;

- Melaksanakan penataan dan pengendalian taman kota;

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan.

8. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas

1. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas adalah unsur pelaksanaan operasional di lapangan, dipimpin oleh seorang koordinator dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas serta diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah atau usul Kepala Dinas

2 Dalam Melaksanakan Tugasnya, Koordinator dibantu oleh petugas Administrasi yang melaksanakan Pengarsipan, penyediaan, dan penyajin data serta petugas operasional program yang melaksanakan tugas penyusunaan, pelaksanaan dan evaluasi program yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Dinas atas usul koordinator

3 Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Mempunyai tugas sebagai pelaksana teknis operasional dinas sesuai dengan bidangnya 4 Dalam Menyelenggarakan tugasnya Koordinator Unit Pelaksana

Teknis Dinas Mempunyai Tugas :

(29)

24

a. Melaksanakan Kebijakan, dan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Kepala Dinas

b. Melaksanakan tugas-tugas yang telah diatur oleh instansi teknisnya yang lebih tinggi

c. Melaksanakan koordinator, integrasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan tugas baik dalam lingkungan masing-masing, antar satuan dan atau dengan instansi terkait dalam wilayah kerjanya

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

2.3.1 Pencapaian Renstra Perangkat Daerah Periode Sebelumnya a. Pengembangan Sumber Daya Air (Bidang Pengairan)

Selama Periode 2012-2016 capaian Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air diarahkan untuk mendukung ketahanan air dan kedaulatan pangan. Adapun untuk menunjang kedaulatan pangan telah dibangun jaringan sekunder antara lain

1. Daerah Irigasi (DI) Tabulo di Kecamatan Mananggu

2. Daerah Irigasi (DI) Karya Agung di Kecamatan Wonosari

3. Daerah Irigasi (DI) Bongo Tua di Kecamatan Paguyaman

4. Daerah Irigasi (DI) Mekar Jaya di Kecamatan Wonosari

5. Daerah Irigasi (DI) Harapan di Kecamatan Wonosari

Target Rehabilitasi/ Peningkatan Jaringan Irigasi dalam kondisi baik untuk pelayanan di Lima Daerah Irigasi selang 2012-2017 sebesar 100% dan capaian s/d tahun 2016 sebesar 95% dari 649 Ha yaitu sebesar 617 Ha.

Untuk Kegiatan Sungai, Tahun 2013 – 2016 telah dibangun Pengalihan Sungai Tilamuta guna menunjang peningkatan luas areal dermaga tilamuta dengan memotong gunung di desa pentadu barat dan mengalihkan alairan sungai tilamuta, hal ini guna mengurangi penyebab kedangkalan Dermaga tilamuta yang akan direncanakan sebagai dermaga nusantara.

(30)

25

Tabel 2.1 Kinerja Bidang Pengairan periode 2007-2012

b. Kinerja Prasarana Jalan (Bidang Bina Marga)

Selain itu, pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, merupakan salah satu formula handal dalam percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan. Infrastruktur jalan dapat membuka akses terhadap kesempatan kerja, pelayanan, investasi, serta dapat menjadi pendorong perputaran/siklus kegiatan ekonomi, khususnya kegiatan ekonomi lokal.

Untuk mendukung Sarana Transportasi serta lancarnya roda perekonomian di Kabupaten Boalemo, pada tahun 2012 – 2017 telah membangun jalan baru sepanjang 52 Km dari target 20 Km, dan juga melakukan perbaikan alinemen vertical dan

NO

DAERA H IRIGASI

DESA /

KECAMATAN

NAMA SUNGAI

LUAS (Ha)

PANJANG IRIGASI YANG

TERBANGUN ( M) KONDISI (Ha)

KET

PRIMER SEKUNDER TERSIER BAIK RUSAK

RINGAN RUSAK BERAT

1.

D.I Karya Agung

Desa Bongo III Kec. Wonosari

S. Karya

Agung 361 500

5.500

20.430 359 1 1

2.

D.I Mekar Jaya

Desa Mekar

Jaya Kec.

Wonosari

S. Mekar

Jaya 103 45

2.730

4.300 102 1 0

3. D.I

Tutulo

Desa Potanga

Kec. Botumoito S. Tutulo 50 75

420

4.312 48 1 1

4. D.I

Pangeya

Desa Pangeya

Kec. Wonosari S. Olibuu 100 125

750

1.450 92 7 1

5. D.I

Kramat

Desa Kramat

Kec. Mananggu S. Kramat 35 60

470

935 30 4 0

6. D.I

Sosial

Desa Sosial

Kecamatan Paguyaman

S Paguyam an

47 - - - - - - Baru

7. D.I

Moliliulo

Desa Tangga

Barito

S

Moliliulo 285 - - - - - - Baru

8. D.I

Saritani Desa Saritani S Paguyam an

490 - - - - - - Baru

TOTAL 1471 805 9.870 31.42

7 631 14 3

Persen

tase

42,90

% 0,95% 0,20%

Sumber : Bidang Pengairan

(31)

26

horizontal pada ruas jalan yang diserahkan kepada pemerintah pusat yaitu :

- Jalan Bolihutuo ; 200M

- Jalan Saripi - Hulawa ; 500 M

- Jalan Bongo Nol – Huwongo ; 2,1 Km - Jalan Huwongo – Polohungo ; 2,3 Km - Jalan Polohungo – Tanah Putih ; 2,929 Km - Jalan Perdagangan – Lamu ; 1,5 Km

Bidang bina marga juga menjadikan Kondisi Jalan Mantap 220,5 Km menjadi 305, 54 Km atau bertambah sebesar 85,04 Km dan Target Pembangunan Jembatan sampai dengan tahun 2017 sebanyak 20 Buah dan yang sudah dilaksanakan sebanyak 18 Buah sampai tahun 2017

c. Kinerja Penataan Ruang/ Wilayah Bidang Tata Ruang

Dibidang penataan ruang dan pengembangan wilayah sejak tahun 2012 – 2016 telah disusun Perda RTRW Kabupaten Boalemo, serta Perda Bangunan Gedung dan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang. Adapun capaian kegiatan lainnya berupa :

1. Pembangunan Tribun di Setiap Kecamatan

2. Penataan Taman dan Lapangan di Pusat Kecamatan dan Kabupaten

3. Penataan Lingkungan dan Pemindahaan Tiang Listrik.

(32)

27

2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)) (15) (16) (17) (18) (19) (20)

1 Laporan ki ne rja dan

ke uangan yang te rsusun 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

2 Pre se ntase pe layanan

pri ma n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

3

Pre se ntase Te rpe nuhi nya Sarana dan Prasarana Aparatur

n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

4

Pre se ntase Aparatur yang me ngi kuti

Bi mte k/Pe lati han

n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

5 Pe rse ntase Are al Kawasan

Kumuh Pe rkotaan 95% 95% 95% 95% 100% 95% 95% 95% 95% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

6 Pre se ntase Je mbatan

Dalam Kondi si Bai k n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

7 Pe nambahan Jalan Baru 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

8

Pe rse ntase Ruas Jalan Kabupate n Dalam Kondi si Bai k

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

9 Pe rse ntase Jari ngan

Iri gasi Dalam Kondi si Bai k 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100,00% 100% 100% 100% 100%

10

Jumlah Alat Be rat Yang Di mi li ki Yang Be rfungsi De ngan Bai k

100% 100% 100% n/a n/a 100% 100% 100% n/a n/a 100,00% 100,00% 100,00% n/a n/a

11

Pre se ntase Pe nanganan Ke rusakan te rhadap jalan dan je mbatan aki bat be ncana

n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

12 Pe rse ntase Drai nase Jalan

te rbangun n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

13 Pre se ntase Bronjong/Talud

Te rbangun n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100% 100,00% 100,00% 100,00%

14 Pre se ntase Drai nase

Dalam Kondi si Bai k n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100% 100,00% 100,00% 100,00%

15

Pe rse ntase Pe mbangunan Turap Di Ali ran Sungai Rawan Longsor

n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

16

Pre se ntase Re kome ndasi Pe manfaatan Ruang Yang Di ke luarkan

n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

17 Jumlah Re gulasi Te ntang

Pe nataan Ruang n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100% 100% 100% 100% n/a 100% 100% 100% 100%

18

Prose ntase Inspe ksi te rhadap kondi si Jalan dan Je mbatan

2 2 2 2 2 0 0 0 0 0 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian Tahun ke-

No. Indikator Kinerja Target

NSPK Target IKK

Target Indikator

Lainnya

Target Renstra Perangkat Daerah Tahun ke-

Tabel TC.23

Pencapaian Kinerja Pelayanan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan RuangKabupaten Boalemo

(33)

28

2.3.2 Kondisi Kinerja Keuangan

Kondisi kinerja keuangan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Boalemo yang dapat disajikan adalah di tahun 2012 sampai dengan 2016. Berikut kondisi kinerja keuangan di tahun 2012 sampai dengan 2016.

(34)

29

2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 Anggaran Realisasi

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 ( (6-2)/5) 18 ((11-7)/5)

239.000.000

238.000.000 99.250.000 119.000.000 119.000.000 34.850.000 53.050.000 115.450.000 84.600.000 56.350.000 15 22 116 71 47 (24.000.000) 4.300.000

239.000.000

238.000.000 99.250.000 119.000.000 119.000.000 34.850.000 53.050.000 115.450.000 84.600.000 56.350.000 15 22 116 71 47 (24.000.000) 4.300.000

239.000.000

238.000.000 99.250.000 119.000.000 119.000.000 34.850.000 53.050.000 115.450.000 84.600.000 56.350.000 15 22 116 71 47 (24.000.000) 4.300.000

239.000.000

238.000.000 99.250.000 119.000.000 119.000.000 34.850.000 53.050.000 115.450.000 84.600.000 56.350.000 15 22 116 71 47 (24.000.000) 4.300.000

- Retribusi Pemakaian

Kekayaan Daerah-Alat Berat 239.000.000 238.000.000 99.250.000 119.000.000 119.000.000 34.850.000 53.050.000 115.450.000 84.600.000 56.350.000 15 22 116 71 47 (24.000.000) 4.300.000

72.302.741.108

65.735.727.787 130.354.640.961 161.987.925.274 137.466.668.838 52.093.893.547 69.648.760.409 109.916.247.501 129.411.859.413 89.735.295.395 72,05 105,95 84,32 79,89 65,28 13.032.785.546 7.528.280.370

3.413.367.007

3.842.827.787 3.865.119.039 4.304.036.823 5.109.226.483 3.404.126.253 3.784.522.211 3.755.282.633 4.090.634.295 4.277.431.365 99,73 98,48 97,16 95,04 83,72 339.171.895 174.661.022

- Belanja Pegawai 3.413.367.007 3.842.827.787 3.865.119.039 4.304.036.823 5.109.226.483 3.404.126.253 3.784.522.211 3.755.282.633 4.090.634.295 4.277.431.365 99,73 98,48 97,16 95,04 83,72 339.171.895 174.661.022 68.889.374.101

61.892.900.000 126.489.521.922 157.683.888.451 132.357.442.355 48.689.767.294 65.864.238.198 106.160.964.868 125.321.225.118 85.457.864.030 70,68 106,42 83,93 79,48 64,57 12.693.613.651 7.353.619.347

- Belanja Pegawai 259.850.000 271.900.000 224.650.000 410.400.000 693.000.000 244.917.500 243.250.000 219.000.000 328.160.000 675.000.000 94,25 89,46 97,48 79,96 97,40 86.630.000 86.016.500 - Belanja Barang dan Jasa 2.473.035.597 1.563.810.567 4.741.919.500 4.527.594.345 6.685.500.182 3.683.283.452 2.380.505.321 4.585.269.774 4.026.990.128 5.112.001.285 148,94 152,22 96,70 88,94 76,46 842.492.917 285.743.567 - Belanja Modal 66.156.488.504 60.057.189.433 121.522.952.422 152.745.894.106 124.978.942.173 44.761.566.342 63.240.482.877 101.356.695.094 120.966.074.990 79.670.862.745 67,66 105,30 83,41 79,19 63,75 11.764.490.734 6.981.859.281

Total 72.541.741.108 65.973.727.787 130.453.890.961 162.106.925.274 137.585.668.838 52.128.743.547 69.701.810.409 110.031.697.501 129.496.459.413 89.791.645.395 86,63 128,24 200,64 150,98 112,63 13.008.785.546 7.532.580.370 Rasio Antara Realisasi dan Anggaran Tahun

Ke-

PENDAPATAN DAERAH

Hasil Retribusi Daerah

a. Retribusi Jasa Usaha

BELANJA DAERAH Uraian

Anggaran Pada Tahun Ke- Realisasi Anggaran Pada Tahun Ke-

Pendapatan Asli Daerah

Rata-Rata Pertumbuhan

1

Belanja Tidak Langsung

Belanja Langsung

Tabel T.C. 2.4

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan RuangKabupaten Boalemo

(35)

30

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah (Faktor External dan Internal)

2.4.1 Tantangan Pengembangan pelayanan

1. Masih banyaknya sarana dan prasarana infrastruktur ke PU-an yang perlu ditingkatkan.

2. Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan pelayanan publik dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

2.4.2 Peluang Pengembangan pelayanan

1. Adanya dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap program dinas.

2. Adanya teknologi penanganan jalan dan jembatan serta bangunan yang maju.

2.4.3 Kekuatan dan Kelemahan Pelayanan Dinas (Faktor Internal) a. Kekuatan Pengembangan Pelayanan

1. Jumlah pegawai yang cukup memadai 2. Adanya kewenangan

b. Kelemahan Pengembangan Pelayanan 1. Kualitas SDM rendah

2. Sarana dan Prasarana kegiatan terbatas

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Strategis (RENSTRA) Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng merupakan dokumen perencanaan 5 (lima) tahunan yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi,

Rencana Strategis Tahun 2012 - 2017 bertujuan untuk memantapkan terlaksananya program dan kegiatan prioritas sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran Badan

Secara umum materi Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015 berisi tentang visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan,

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dipandang perlu untuk menetapkan/menyusun Revisi Rencana Kerja Strategis (RENSTRA) tahun 2015-2019 yang merupakan acuan dan

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru merupakan dokumen perencanaan resmi daerah kota Pekanbaru untuk periode 5 (lima) tahun yang

Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Halal Tahun 2020-2024 memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah kebijakan,

Rencana Strategis Badan Tenaga Nuklir Nasional (Renstra BATAN) Tahun 2015-2019 memuat penetapan visi, misi, tujuan, sasaran strategis dan strategi yang dijabarkan

Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Halal Tahun 2020-2024 memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah kebijakan,