• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Laporan Keuanga id. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Laporan Keuanga id. pdf"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PT CAHAYA PERMATA Tbk

Tahun 2013 dan 2012

OLEH

Elmaria Pasaribu

(7122220002)

Juanti

(7123220032)

Lenny Khristina Butarbutar

(7123220034)

Rizki Berliana Simanjuntak

(7121220018)

Yeni Rahmayani

(7123220062)

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan gambaran informasi mengenai posisi

keuangan dan kinerja perusahaan yang dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan

bisnis. Untuk itu diperlukan suatu alat untuk menganalisis bagaimana kondisi laporan

keuangan suatu perusahaan melalui suatu analisa laporan keuangan.

Analisa laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit

informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang

mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kualitatif maupun data

non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat

penting dalam proses menghasilkan putusan yang tepat.

Analisa laporan keuangan pada hakikatnya bertujuan untuk memberikan dasar

pertimbangan yang lebih layak dan sistematis dalam rangka memprediksi apa yang mungkin

akan terjadi di masa datang, mengingat data yang disajikan oleh laporan keuangan

menggambarkan apa yang telah terjadi. Selain itu,analisa laporan keuangan juga akan mampu

mengurangi dan mempersempit berbagai ketidakpastian serta dapat memberikan dasar

pertimbangan mengenai potensi keberhasilan perusahaan di masa datang.Laporan tahunan

dapat berupa laporan laba rugi, neraca, arus kas, catatan dari laporan, atau pun dari informasi

pengungkapan.

Dalam makalah yang penulis buat ini akan dilakukan analisis laporan keuangan berupa

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Laba Rugi terhadap entitas PT CAHAYA

PERMATA Tbk. Analisis yang digunakan penulis dalam melakukan analisis laporan ini adalah sebagai berikut :

a. Analisis Perbandingan (Komparatif)

b. Analisis Common Size

c. Analisis Rasio Keuangan

Analisis Perbandingan (Komparatif) adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara

membuat perbandingan antar elemen (laporan keuangan) yang sama untuk beberap aperiode

yang berurutan, analisis ini bisa disebut juga dengan analisis yang menggunakan metode

(3)

Analisis common-size adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat

perbandingan antara suatu elemen (laporan keuangan) tertentu sebagai komponen dari elemen

yang lain pada laporan keuangan yang sama, analisis ini bisa disebut juga dengan analisis

yang menggunakan metode vertical.

Analisis Rasio Keuangan adalah analisis yang memungkinkan dilakukannya

pembandingan kinerja perusahaan antar waktu, ataupun pembandingan kinerja antar

perusahaan, rasio yang digunakan dapat berupa rasio likuiditas, aktivitas, operasi dan

leverage

Analisis laporan keuangan menggunakan perhitungan rasio-rasio agar dapat

mengevaluasi keadaan finansial perusahaan dimasa lalu, sekarang, dan masa yang akan

datang. Rasio dapat dihitung berdasarkan sumber datanya yang terdiri dari rasio-rasio neraca

yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, rasio-rasio laporan laba-rugi yang

disusun dari data yang berasal dari perhitungan laba-rugi, dan rasio-rasio antar laporan yang

disusun berasal dari data neraca dan laporan laba-rugi. Laporan keuangan perlu disusun

untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan tersebut meningkat atau bahkan menurun dan

didalam menganalisis laporan keuangan diperlukan alat analisis keuangan, salah satunya

adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio keuangan tersebut meliputi rasio

likuiditas, rasio solvabilitas (leverage), rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio

pertumbuhan.

TUJUAN ANALISA LAPORAN KEUANGAN

a. Investasi Pada Saham Analisa resiko difokuskan pada kemampuan perusahaan melewati

masa-masa sulit dan kemudian memproyeksikan kemampuan ini untuk periode-periode

masa yang akan datang.

b. Pemberian Kredit

Menilai kemampuan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan beserta

bunga yang berkaitan dengan pinjaman tersebut.

c. Kesehatan Pemasok

Menganalisa profitabilias perusahaan pemasok, kondisi keuangan, kemampuan untuk

menghasilkan kas untuk memenuhi operasinya sehari-harinya, dan kemampuan membayar

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

1. Analisis Perbandingan (Komparatif)

Analisis perbandingan adalah analisis yang menggunakan metode horizontaldalam melakukan analisisnya dengan tujuan untuk memperoleh

gambaran tentang arah dan kecenderungan (tendensi) tentang perubahan yang mungkin akan terjadi pada setiap elemen laporan keuangan di

masa yang akan datang.

Informasi hasil analisis komparatif bermanfaat untuk memperediksi tentang kemungkinan yang akan terjadi pada setiap elemen laporan

keuangan di masa yang akan datang.

Berikut merupakan ringkasan laporan posisi keuangan (Neraca) dan laporan laba rugi PT CAHAYA PERMATA Tbk dengan melakukan

analisis metode perbandingan.

Pos Neraca 2013 2012 Naik/turun Ratio % dari total

Rp % 2013 2012

ASET

Aset Lancar

Kas dan Setara Kas 611.624.871.676

535.889.526.748

75.735.344.928 14,13% 1,14 21,75% 22,14%

Piutang Usaha 368.549.136.075

297.400.522.080

71.148.613.995 23,92% 1,24 13,11% 12,29%

Piutang Lain-lain:

Piutang Pihak Ketiga 6.667.801.268 5.814.947.244 852.854.024 14,67% 1,15 0,24% 0,24%

Pihak Berelasi 6.735.873.458 5.583.463.949 1.152.409.509 20,64% 1,21 0,24% 0,23%

Persediaan 534.977.217.239

334.169.035.934

200.808.181.305 60,09% 1,60 19,03% 13,80%

uang muka 32.446.909.931

15.213.609.789

(5)

Beban Dibayar di Muka entitas asosiasi dan ventura bersama

(6)

Ekuitas

ditentukan penggunaannya 74.300.000.000 39.000.000.000 35.300.000.000 90,51% 1,91 2,64% 1,61%

Belum ditentukan Penggunaannya

1.294.930.340.599 1.004.984.228.158 289.946.112.441 28,85% 1,29 46,06% 41,51%

Ekuitas yang dapat diatribusikan

Kepada pemilik entitas induk

1.998.037.182.326 1.672.791.069.885 325.246.112.441 19,44% 1,19 71,06% 69,10%

Kepentingan non pengendali 17.109.351.760 3.728.043.537 13.381.308.223 358,94% 4,59 0,61% 0,15%

Jumlah Ekuitas 2.015.146.534.086 1.676.519.113.422 338.627.420.664 20,20% 1,20 71,67% 69,25%

(7)

Kerugian selisih kurs-bersih

Laba Sebelum Pajak Penghasilan

laba yg dapat diatribusikan kepada:

(8)

pemilik entitas induk 325.246.112.441 352.965.099.993 27.718.987.552

8,52% 0,92 9% 13%

kepentingan non-pengendali -118.691.777 466.519.492 585.211.269

-493,05% -0,25 0% 0%

Jumlah laba tahun berjalan 325.127.420.664 353.431.619.485 28.304.198.821

8,71% 0,92 9% 13%

Laba komprehensif yang dapat

diatribusikan kepada:

pemilik entitas induk 325.246.112.441 352.965.099.993 27.718.987.552

8,52% 0,92 9% 13%

kepentingan non-pengendali -118.691.777 466.519.492 585.211.269

-493,05% -0,25 0% 0%

Jumlah laba komp. tahun berjalan

325.127.420.664 353.431.619.485 28.304.198.821

(9)

Dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi diatas dapat diambil kesimpulan, sebagai berikut :

1) Dari sisi neraca, terjadi kenaikan nilai pada akun Kas sebesar 14,13 % dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2012. Hal ini disebabkan karena meningkatnya penerimaan Kas di PT CAHAYA PERMATA Tbk.

2) Dari sisi neraca, akun yang mengalami peningkatan nilai yang cukup signifikan

terjadi pada pos “Persediaan” dimana terjadi peningkatan hampir 2x lipat dari tahun sebelumnya dengan kenaikan persentase sebesar 60,09%. Hal ini dilakukan guna untuk meningkatkan persediaaan yang nantinya akan berpengaruh pada peningkatan penjualan pada PT CAHAYA PERMATA Tbk

3) Dari sisi neraca, secara garis besar semua pos di Aset Lancar mengalami kenaikan nilai, dimana dengan persentase 30,85% meningkat dari tahun sebelumnya.

4) Dari sisi neraca, jumlah aset tidak lancar secara umum mengalami kenaikan tetapi terjadi penurunan nilai pada akun aset tetap setelah dikurangi penyusutan sebesar 1,38%. Sementara total aset tidak lancar mengalami kenaikan nilai dengan persentase 1,78 dari tahun sebelumnya.

5) Dari sisi neraca, dapat disimpulkan bahwa terjadi kenaikan Total Aset pada PT CAHAYA PERMATA Tbk dari tahun sebelumnya sebesar 16,14%. Hal ini terjadi karena usaha dari perusahaan untuk meningkatkan aktivitas dalam peningkatan penerimaan perusahaan.

6) Dari sisi neraca, dapat disimpulkan pada akun LIABILITAS, semua pos mengalami kenaikan

nilai, dimana total persentase kenaikan TOTAL LIABLITAS sebesar 7,01% dari tahun sebelumnya.

7) Dari sisi neraca, dapat disimpulkan bahwa Jumlah Ekuitas mengalami kenaikan nilai dari

tahun sebelumnya yaitu dengan persentase 20,20%.

8) Dari sisi laba rugi, terjadi kenaikan nilai pada pos “Penjualan “ dengan persentase sebesar 23,15%. Hal ini terlihat dari usaha dari PT CAHAYA PERMATA Tbk dalam proses meningkatkan aktivitas penjualan perusahaan mereka.

9) Dari sisi laba rugi, disimpulkan bahwa Laba dari usaha yang diterima oleh PT BANK

(10)

2. Analisis Common-Size

Analisis perbandingan adalah analisis yang menggunakan metode vertical dalam melakukan analisisnya dengan tujuan untuk memperoleh

gambaran tentang Komposisi dan proporsi investasi pada setiap jenis aktiva, struktur modal dan pendanaan, serta distribusi hasil penjualan pada

biaya dan laba.

Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi, investasi, dan pendanaan) yang diambil oleh perusahaan

di masa lalu, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.

Berikut merupakan ringkasan laporan posisi keuangan (Neraca) dan laporan laba rugi PT BANK CAHAYA PERMATA Tbk dengan melakukan analisis metode common-size.

Pos Neraca 2013 2012 2013

(%)

2012 (%)

ASET

Aset Lancar

Kas dan Setara Kas

611.624.871.676

535.889.526.748

21,75% 22,14%

Piutang Usaha

368.549.136.075

297.400.522.080

13,11% 12,29%

Piutang Lain-lain:

Piutang Pihak Ketiga 6.667.801.268 5.814.947.244 0,24% 0,24%

Pihak Berelasi 6.735.873.458 5.583.463.949 0,24% 0,23%

Persediaan

534.977.217.239

334.169.035.934

19,03% 13,80%

uang muka

32.446.909.931

15.213.609.789

1,15% 0,63%

Beban Dibayar di Muka

4.508.845.491

2.355.498.099

0,16% 0,10%

Total Aset Lancar

1.565.510.655.138

1.196.426.603.843

(11)

Aset Tidak Lancar

Penyertaan Saham pada entitas asosiasi dan ventura bersama

panjang (setelah dikurangi akum. Amortisasi)

Aset tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan)

Modal Saham 577.676.400.000 577.676.400.000 20,55% 23,86%

(12)

saldo Laba: 0,00%

ditentukan penggunaannya 74.300.000.000 39.000.000.000 2,64% 1,61%

Belum ditentukan Penggunaannya 1.294.930.340.599 1.004.984.228.158 46,06% 41,51%

Ekuitas yang dapat diatribusikan Kepada pemilik entitas induk

1.998.037.182.326 1.672.791.069.885 71,06% 69,10%

Kepentingan non pengendali 17.109.351.760 3.728.043.537 0,61% 0,15%

Jumlah Ekuitas 2.015.146.534.086 1.676.519.113.422 71,67% 69,25%

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

2.811.620.982.142 2.420.793.382.029 100,00% 100,00%

2.013 2.012 2013

(%)

2012(%)

Penjualan 3.460.231.249.075

2.809.851.307.439

100,00% 100,00%

Beban Pokok Penjualan

(2.446.448.128.599) (1.908.109.047.237)

-70,70% -67,91%

Laba Kotor 1.013.783.120.476 901.742.260.202 29,30% 32,09%

Beban Usaha

Beban Penjualan

(433.576.647.265)

(366.413.401.362)

-12,53% -13,04%

Beban Umum & Adm

(117.578.345.972)

(82.694.854.869)

-3,40% -2,94%

Kerugian selisih kurs-bersih (36.748.585.605)

(13.513.232.874)

-1,06% -0,48%

Rugi penjualan aset tetap (2.264.294.635)

(14.849.245.962)

-0,07% -0,53%

Lain-lain-Bersih (420.223.874) 5.069.974.743 -0,01% 0,18%

Jumlah Beban Usaha

(590.588.097.351)

(472.400.760.324)

-17,07% -16,81%

LABA DARI USAHA 423.195.023.125 429.341.499.878 12,23% 15,28%

(13)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

pendapatan keuangan 22.439.459.095 12.085.195.324 0,65% 0,43%

bagian l/r bersih entitas (7.955.069.915)

(11.948.954.781)

-0,23% -0,43%

asosiasi dan ventura bersama (959.224.432) 28.492.374.763 -0,03% 1,01%

jumlah pendapatan lain-lain bersih 13.525.164.748 28.628.615.306 0,39% 1,02%

Laba Sebelum Pajak Penghasilan 436.720.187.873 457.970.115.184 12,62% 16,30%

Pajak Penghasilan

Kini

(122.665.084.500)

(111.603.230.250)

-3,54% -3,97%

Ditangguhkan 11.072.317.291 7.064.734.551 0,32% 0,25%

Jumlah Pajak Penghasilan

(111.592.767.209)

(104.538.495.699)

-3,23% -3,72%

LABA TAHUN BERJALAN 325.127.420.664 353.431.619.485 9,40% 12,58%

laba komprehensif lainnya

JUMLAH LABA KOMP. TAHUN BERJALAN

325.127.420.664 353.431.619.485 9,40% 12,58%

laba yg dapat diatribusikan kepada:

pemilik entitas induk 325.246.112.441 352.965.099.993 9,40% 12,56%

kepentingan non-pengendali -118.691.777 466.519.492 0,00% 0,02%

Jumlah laba tahun berjalan 325.127.420.664 353.431.619.485 9,40% 12,58%

Laba komprehensif yang dapat

diatribusikan kepada:

pemilik entitas induk 325.246.112.441 352.965.099.993 9,40% 12,56%

kepentingan non-pengendali -118.691.777 466.519.492 0,00% 0,02%

(14)

Dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi diatas dapat diambil kesimpulan,

sebagai berikut :

1. Dari sisi laporan posisi keuangan pada tahun 2013 komposisi aset lancar sebagian besar

berupa persediaan (19,03% dari total aktiva atau 34% dari total aktiva lancar). Hal itu

mengindikasikan adanya kemungkinan kesulitan perusahaan dalam melakukan penjualan

barang dagangan.

2. Dari sisi laporan laba rugi, secara absolut maupun relatif peusahaan mengalami

(15)

3) Analisis Trend

Analisis trends merupakan suatu metode analisis statistika yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa

yang akan datang. Untuk melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga hasil analisis tersebut dapat mengetahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi terhadap perubahan tersebut.

Secara teoristis, dalam analisis runtun waktu (time series) hal yang paling menentukan adalah kualitas dan keakuratan dari data-data yang diperoleh, serta waktu atau periode dari data-data tersebut dikumpulkan. Jika data yang dikumpulkan tersebut semakin banyak maka semakin baik pula estimasi atau peramalan yang diperoleh. Sebaliknya, jika data yang dikumpulkan semakin sedikit maka hasil estimasi atau peramalannya akan semakin jelek.

Berikut merupakan ringkasan laporan posisi keuangan (Neraca) dan laporan laba rugi PT BANK CAHAYA PERMATA Tbk dengan melakukan analisis metode analisis trend.

2013 2012 2012 2013

ASET

Aset Lancar

Kas dan Setara Kas 611.624.871.676 535.889.526.748 100% 114%

Piutang Usaha 368.549.136.075 297.400.522.080 100% 124%

Piutang Lain-lain:

Piutang Pihak Ketiga 6.667.801.268 5.814.947.244 100% 115%

Pihak Berelasi 6.735.873.458 5.583.463.949 100% 121%

Persediaan 534.977.217.239 334.169.035.934 100% 160%

uang muka 32.446.909.931 15.213.609.789 100% 213%

Beban Dibayar di Muka 4.508.845.491 2.355.498.099 100% 191%

Total Aset Lancar 1.565.510.655.138 1.196.426.603.843 100% 131%

Aset Tidak Lancar

Aset Keuangan Tidak Lancar 43.521.681.858 35.204.659.333 100% 124%

(16)

entitas asosiasi dan ventura bersama

119.735.695.043 105.844.919.475

Hewan ternak

produksi-Aset tetap (setelah dikurangi akumulasi)

Modal Saham 577.676.400.000 577.676.400.000 100% 100%

Tambahan modal disetor bersih

51.130.441.727 51.130.441.727 100% 100%

saldo Laba:

ditentukan penggunaannya 74.300.000.000 39.000.000.000 100% 191%

(17)

Penggunaannya Ekuitas yang dapat diatribusikan

Kepada pemilik entitas induk

1.998.037.182.326 1.672.791.069.885 100% 119%

Kepentingan non pengendali 17.109.351.760 3.728.043.537 100% 459%

Jumlah Ekuitas 2.015.146.534.086 1.676.519.113.422 100% 120%

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

2.811.620.982.142 2.420.793.382.029 100% 116%

2.013 2.012 2012 2013

Rp Rp

Penjualan

3.460.231.249.075

2.809.851.307.439 100% 123%

Beban Pokok Penjualan

(2.446.448.128.599)

(1.908.109.047.237)

100% 128%

Laba Kotor

1.013.783.120.476

901.742.260.202 100% 112%

Beban Usaha

Beban Penjualan

(433.576.647.265)

(366.413.401.362) 100% 118%

Beban Umum & Adm

(117.578.345.972)

(82.694.854.869) 100% 142%

Kerugian selisih kurs-bersih

(36.748.585.605)

(13.513.232.874) 100% 272%

Rugi penjualan aset tetap (2.264.294.635) (14.849.245.962) 100% 15%

Lain-lain-Bersih (420.223.874) 5.069.974.743 100% -8%

Jumlah Beban Usaha (590.588.097.351) (472.400.760.324) 100% 125%

LABA DARI USAHA 423.195.023.125 429.341.499.878 100% 99%

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

pendapatan keuangan 22.439.459.095 12.085.195.324 100% 186%

(18)

asosiasi dan ventura bersama

(959.224.432) 28.492.374.763 100% -3%

jumlah pendapatan lain-lain bersih

13.525.164.748 28.628.615.306 100% 47%

Laba Sebelum Pajak Penghasilan

436.720.187.873 457.970.115.184 100% 95%

Pajak Penghasilan

Kini (122.665.084.500) (111.603.230.250) 100% 110%

Ditangguhkan 11.072.317.291 7.064.734.551 100% 157%

Jumlah Pajak Penghasilan (111.592.767.209) (104.538.495.699) 100% 107%

LABA TAHUN BERJALAN 325.127.420.664 353.431.619.485 100% 92%

laba komprehensif lainnya

JUMLAH LABA KOMP. TAHUN BERJALAN

325.127.420.664 353.431.619.485 100% 92%

laba yg dapat diatribusikan kepada:

pemilik entitas induk 325.246.112.441 352.965.099.993 100% 92%

kepentingan non-pengendali -118.691.777 466.519.492 100% -25%

Jumlah laba tahun berjalan 325.127.420.664 353.431.619.485 100% 92%

Laba komprehensif yang dapat

diatribusikan kepada:

pemilik entitas induk 325.246.112.441 352.965.099.993 100% 92%

kepentingan non-pengendali -118.691.777 466.519.492 100% -25%

Jumlah laba komp. tahun berjalan

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Munawir (1993:64), analisis rasio merupakan suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba rugi

Informasi posisi laporan keuangan yang dihasilkan dari kinerja.. dan aset perusahaan sangat dibutuhkan oleh para

CV Cahaya Sejati memiliki kinerja keuangan yang cukup baik jika dilihat dari laporan posisi keuangan tahun 2016-2020, karena pada komponen aset lancar terus meningkat, hal

Analisis Pada neraca komparatif dalam presentase per-komponen di atas, PT Gudang Garam Tbk menginvestasikan asset perusahaan sebagian besar kepada asset lancar yaitu berturut-turut

Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan rugi – laba serta laporan perubahan modal,

Di sisi lain, rasio lancar ASRI pada tahun 2020 adalah 1,9, sedikit lebih rendah dari SMRA, tetapi masih menunjukkan bahwa ASRI memiliki aset lancar yang cukup untuk menutupi kewajiban

Kenaikan ini antara lain disebabkan oleh penerimaan dari jasa kustodian sentral dan penerimaan dari penyelesaian transaksi bursa Peningkatan aset lancar dan modal kerja bersih dari

Modal Kerja yang Positif: Jika perusahaan memiliki modal kerja yang positif aktiva lancar lebih besar dari utang lancar, ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset yang cukup untuk