• Tidak ada hasil yang ditemukan

WAWASAN TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI ILMIAH (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "WAWASAN TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI ILMIAH (2)"

Copied!
201
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. Ninik Fajar Puspita
    • Nurul Widyastuti Ph.D
    • Dr. Widyastuti, S.Si, M.Si
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Triyogi Yuwono, DEA
    • Prof. Dr. Ing. Herman Sasangko
    • Dr. Ir. Bambang Sampurno, MT
    • Prof. Budi Santoso Wirjodirjo
    • Prof. Joko Lianto Buliali
    • Prof. Gamatyo Hendrantoro
    • Dr. Wirawan
    • Drs. Bandung Arry S, M.Kom
    • Prof. Suminar Pratapa, M.Sc, Ph.D
    • Nurul Widiyastuti, Ph.D
  • Sekolah: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • Mata Pelajaran: Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah
  • Topik: Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2015
  • Kota: Surabaya

I. BERPIKIR SISTEMIK

Berpikir sistemik adalah pendekatan yang penting dalam memahami hubungan kompleks antara berbagai elemen dalam suatu sistem. Pada bagian ini, dijelaskan bahwa berpikir sistemik tidak hanya sekadar memecahkan masalah secara parsial, tetapi juga memahami interaksi dan dampak dari setiap tindakan. Hal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana setiap komponen saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain dalam konteks yang lebih luas. Dengan berpikir sistemik, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

1.1. Latar Belakang Pentingnya Berpikir Sistemik

Latar belakang berpikir sistemik berfokus pada pengaruh permasalahan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang saling terkait. Contoh nyata seperti kabut asap akibat kebakaran hutan menunjukkan bahwa masalah ini melibatkan banyak faktor, termasuk kebijakan dan perilaku manusia. Dengan memahami pentingnya berpikir sistemik, mahasiswa diajak untuk tidak hanya melihat masalah dari satu sisi, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap tindakan yang diambil.

1.2. Definisi dan Komponen Berpikir Sistemik

Berpikir sistemik melibatkan proses pengamatan fakta, pengumpulan informasi, dan pengambilan keputusan yang holistik. Komponen utama dari berpikir sistemik meliputi fakta yang terindra, panca indra untuk mengamati fakta, informasi yang relevan, dan otak sebagai tempat pengolahan informasi. Dengan memahami komponen ini, mahasiswa dapat lebih baik dalam menganalisis situasi dan membuat keputusan yang lebih tepat.

1.3. Cara Membangun Pola Pikir Sistemik

Membangun pola pikir sistemik memerlukan pengamatan yang mendalam, pengumpulan informasi yang komprehensif, dan latihan berpikir secara terus menerus. Tiga langkah teknis yang disarankan adalah melakukan pengamatan detail, mengumpulkan informasi yang relevan, dan melatih diri untuk berpikir sistemik. Proses ini akan membantu mahasiswa dalam menghadapi permasalahan yang kompleks dan menemukan solusi yang inovatif.

1.4. Monitoring dan Evaluasi Cara Berpikir Sistemik

Monitoring dan evaluasi dalam berpikir sistemik penting untuk memastikan bahwa pemahaman dan aplikasi dari konsep ini berjalan dengan baik. Istilah-istilah yang berbeda sering kali membingungkan, namun memiliki makna yang sama dalam konteks berpikir sistemik. Oleh karena itu, penting untuk terus mengevaluasi pemahaman dan penerapan berpikir sistemik dalam kehidupan sehari-hari.

II. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN KONSERVASI

Pembangunan berkelanjutan adalah konsep yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam setiap proses pembangunan. Dalam bagian ini, dijelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Hal ini mencakup pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dan perlindungan terhadap lingkungan. Mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya konservasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup manusia.

2.1. Latar Belakang Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi

Latar belakang pembangunan berkelanjutan dan konservasi menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah kerusakan lingkungan. Dengan meningkatnya populasi dan kebutuhan, penting untuk menemukan cara yang berkelanjutan dalam memanfaatkan sumber daya alam. Hal ini juga mencakup kesadaran akan dampak dari kegiatan pembangunan terhadap lingkungan dan masyarakat.

2.2. Definisi dan Komponen Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi

Definisi pembangunan berkelanjutan mencakup pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan generasi mendatang. Tiga komponen utama dari pembangunan berkelanjutan adalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Keseimbangan antara ketiga aspek ini sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Konservasi berfokus pada perlindungan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, sehingga dapat mendukung kehidupan di masa depan.

Gambar

Gambar 1. Komponen proses berpikir
Gambar 5. Pemodelan interaksi dalam system dengan loop (a) menuju kesetimbangan (b)
Gambar 7. Analisa loop untuk kecelakaan kerja.
Gambar 2.1. Keberlanjutan sebagai integrasi sosial, ekonomi dan lingkungan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Melalui proses komunikasi organisasi pramuka penggalang, maka remaja akan terbiasa untuk bersosialisasi sehingga dapat menumbuhkan sikap kemandiriannya dalam

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu

4 cita itu merupakan sesuatu yang baik sehingga kehidupan kita akan baik

Berpikir secara mendasar, berpikir secara kritis, dan berpikir secara islami adalah cara berpikir yang perlu kita terapkan dalam kehidupan

Menurut Habermas, “ketika mengatakan sesuatu dalam konteks kehidupan sehari-hari, pembicara merujuk tidak hanya pada sesuatu di dunia obyektif (secara keseluruhan

bahwa usaha orang lain membujuk kita untuk percaya atau melakukan sesuatu, dapat kita respon dengan alasan yang baik untuk percaya atau melakukan sesuatu yang mereka inginkan. –

Jika kita melihat dalam kehidupan, manusia pada dasarnya dalam kehidupan memiliki suatu permasalahan-permasalahan ataupun problematika yang mungkin saja diakibatkan oleh

Gaya berpikir global, ciri-cirinya adalah: 1 Lebih suka dengan sesuatu yang abstrak 2 Melakukan sesuatu secara spontan 3 Lebih suka mencoba mengaitkan informasi dengan permasalahan