PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PERMAINAN JUDI DADU GULING (SAMKWAN)
(STUDI PUTUSAN No. 141/Pid.B/2013/PN.KBJ)
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Hukum Universitas Sumatera Utara
OLEH:
ORIS MEIDITUS HULU
NIM: 100200138
DEPARTEMEN HUKUM PIDANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS HUKUM
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PERMAINAN JUDI DADU GULING (SAMKWAN)
(STUDI PUTUSAN No. 141/Pid.B/2013/PN.KBJ)
Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh SKRIPSI
Gelar Sarjana Hukum Universitas Sumatera Utara OLEH :
ORIS MEIDITUS HULU NIM : 100200138 Departemen Hukum Pidana
Disetujui,
Ketua Departemen Hukum Pidana
NIP. 195703261986011001 Dr. M. Hamdan, S.H., M.H.
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Dr. M. Hamdan, S.H., M.H.
NIP. 195703261986011001 NIP. 196005201998081001
Alwan, S.H., M.Hum
FAKULTAS HUKUM
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Sang Kausa Prima yang karena rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Skripsi ini merupakan tugas akhir dan juga sebagai syarat untuk dapat mengikuti ujian Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Adapun judul dari skripsi ini adalah Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Permainan Judi Dadu Guling (Samkwan).
Penulis mendapatkan banyak bantuan baik selama proses belajar juga selama menulis skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orangtua penulis yang senantiasa menyemangati dan selalu membantu penulis baik dari segi materi dan juga moril.
2. Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum. selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.
3. Prof. Dr. Budiman Ginting, S.H., M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
4. Dr. O.K. Saidin, S.H., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
6. Dr. Jelly Leviza, S.H., M.Hum. selaku Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
7. Dr. M. Hamdan, S.H., M.Hum selaku Ketua Departemen Hukum Pidana sekaligus Dosen Pembimbing I penulis yang telah banyak membantu penulis baik waktu serta pikiran dan memberikan masukan-masukan yang sangat berarti kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
8. Liza Erwina, S.H., M.Hum selaku Sekretaris Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
8. Alwan, S.H., M.Hum. selaku Dosen Pembimbing II penulis yang telah banyak membantu penulis baik waktu serta pikiran dan memberikan masukan-masukan yang berarti kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Prof. Dr. Tan Kamello, S.H., M.S. selaku Dosen Penasehat Akademik penulis yang telah mengarahkan dan membimbing penulis selama menjalani proses belajar di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
10. Seluruh Dosen dan Para Staf Pengajar yang telah mengajar penulis selama menjalani proses belajar di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
12. Kepada adik-adik penulis, Selvia, Indah, Lilin, Ari, Yana, Opik dan para saudara penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu di sini yang telah menyemangati penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini.
13. Kepada sahabat penulis Dema, Anggik, Titok, dan Rey yang selalu mendorong dan menyemangati penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
14. Kepada rekan-rekan perjuangan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Wujudkan sosialisme Indonesia kawan-kawan. Perjuangan belum selesai, salam setengah merdeka.
15. Kepada kawan-kawan 2010 khususnya Rio, Michael, Advent, Henny, Lorenza, Charles dan Teguh.
16. Kepada senior yang telah membantu penulis khususnya Bang Ivan, Bang Udur, Bang Herman, Bang Agus, Bang Slamet dan semua senior yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis sadar bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna oleh karena itu penulis memohon maaf apabila adanya keterbatasan pengetahuan dan informasi penulis. Besar harapan penulis agar skripsi ini dapat berguna sebaik-baiknya bagi para pembaca dan juga bagi perkembangan hukum di Indonesia.
Medan, Maret 2017 Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... v
ABSTRAK ... vii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 8
C. Manfaat dan Tujuan Penulisan ... 9
D. Keaslian Penulisan... 10
E. Tinjauan Pustaka ... 11
F. Metode Penelitian ... 37
G. Sistematika Penulisan ... 39
BAB II KETENTUAN TINDAK PIDANA JUDI BERDASARKAN PERATURAN YANG BERLAKU DI INDONESIA ... 41
A. Ketentuan Tindak Pidana Judi menurut Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) ... 42
1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban
Perjudian ... 54
2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ... 59
3. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian ... 64
BAB III PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PERMAINAN JUDI DADU GULING (SAMKWAN) ... 67
A. Permainan Dadu Guling Ditinjau dari Hukum Pidana di Indonesia ... 67
B. Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pelaku Permainan Judi Dadu Guling (Samkwan) berdasarkan Putusan No. 141/Pid.B/2013/PN.KBJ... 72
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 86
A. Kesimpulan ... 86
B. Saran ... 87
ABSTRAK Oris Meiditus Hulu*
M. Hamdan** Alwan***
Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat, satu bentuk patologi sosial. Oleh karena itu praktek perjudian harus dihapuskan. Penegakan hukum pidana dalam menanggulangi perjudian memiliki perjalanan yang panjang. Hal ini dikarenakan perjudian telah dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar walaupun di dalam masyarakat itu sendiri ada yang merasakan dampak negatif serta memberikan ancaman terhadap keamanan mereka. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa perjudian membentuk karakter manusia yang pemalas, yang menggantungkan hidupnya pada harapan-harapan yang belum pasti. Oleh karena itu hukum pidana yang salah satu fungsinya merupakan kontrol sosial harus mampu memberikan kontrol terhadap anggota masyarakat untuk patuh terhadap norma-norma hukum yang berlaku.Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, maka dalam rangka menanggulangi masalah perjudian diperlukan adanya kebijakan hukum pidana (penal policy). Kebijakan tersebut harus dikonsentrasikan pada dua arah yaitu kebijakan bagaimana memaksimalkan peraturan perundang-undangan yang telah ada saat ini dan kebijakan untuk memperbaharui hukum pidana khususnya dalam rangka mengatasi perjudian di masa yang akan datang.
Permasalahan yang dibahas di dalam skripsi ini adalah bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku permainan judi dadu guling (samkwan) berdasarkan Putusan No. 141/Pid.B/2013/PN.KBJ. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah permainan dadu guling dapat dikatgorikan perjudian dengan melihat unsur-unsurnya dan bagaimana sanksi yang dijatuhkan kepada para pelaku permainan dadu guling tersebut sebagai pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa studi kepustakaan. Analisis data dalam penulisan ini menggunakan analisis data kualitatif kemudian disimpulkan secara deskriptif.
Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) permainan judi dadu guling (samkwan) berdasarkan unsur-unsurnya telah memenuhi kategori sebagai perjudian. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 303 ayat (3) KUHPidana. 2) berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Kabanjahe No. 141/Pid.B/2013/PN.KBJ, para terdakwa di dalam Putusan tersebut dijatuhi hukuman pidana dikarenakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan permainan judi jenis dadu guling (samkwan).
Kata kunci : Pertanggungjawaban Pidana, Perjudian Dadu Guling (Samkwan)
*Mahasiwa Fakultas Hukum USU ** Dosen Pembimbing I