• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Bioteknologi dan id bab 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Bioteknologi dan id bab 1"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada awalnya, roti dibuat dari bahan yang sederhana dengan cara pembuatan yang sederhana pula. Caranya roti dibuat dari gandum yang digiling

menjadi terigu murni dan dicampur air, kemudian dibakar di atas batu panas atau

oven. Dengan berkembangnya teknologi tercipta roti yang lebih bervariasi baik

dari segi ukuran, penampilan, bentuk, tekstur, rasa, dan bahan pengisinya karena

adanya pengaruh terhadap perkembangan pembuatan roti yang meliputi aspek

bahan baku, proses pencampuran, dan metode pengembangan adonan (Mudjajanto

dan Yulianti, 2004). Roti yang dapat mengembang pertama kali ditemukan di

Mesir secara tidak sengaja yaitu adonan yang belum sempat dipanggang tertutup

oleh mikroorganisme dan setelah dipanggang hasilnya mekar dan teksturnya

empuk atau lunak serta mempunyai flavor yang khas ( Sulistyo, 1992 ).

Roti tawar merupakan salah satu jenis makanan yang membentuk sponge

dibuat dengan bahan dasar terigu, air, shortening, gula dan yeast melalui tahap

pembentukan adonan, fermentasi dan pemanggangan. Produk tersebut terdiri dari

gas sebagai fase diskontinyu dan zat padat sebagai fase kontinyu (Matz, 1972).

Mutu roti tawar ditentukan berdasarkan dua kriteria yaitu kriteria bagian

dalam dan kriteria bagian luar. Kriteria bagian luar meliputi volume, warna kulit,

bentuk simetri, dan karakteristik kulit. Kriteria bagian dalam adalah porositas,

warna daging, dan sifat tekstural roti. Dari beberapa kriteria tersebut, kriteria yang

(2)

tersebut sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara kemampuan adonan dalam

pembentukan gas dan penahanan gas selama fermentasi dan pemanggangan

(Kramer dan Twigg,1973).

Dalam kurun waktu yang lama konsumen roti meningkat di seluruh dunia

sehingga kebutuhan akan tepung terigu juga meningkat. Sejalan dengan itu

penelitian tentang Bakery Product ikut berkembang dengan maksud untuk

mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu. Adapun bahan-bahan yang

pernah digunakan adalah sorgum, beras juwawut, kedelai dan gude serta bahan

dari umbi-umbian seperti ubi jalar ( Sulistyo, 1999).

Umbi gembili (Dioscorea esculenta L.) mengandung air sebesar 75% akan

tetapi apabila dikeringkan seperti beras (giling) atau gandum (tepung terigu),

gembili (Dioscorea esculenta L.) memiliki gizi yang sepadan atau lebih baik

ketimbang beras dan gandum. Selain itu gembili (Dioscorea esculenta L.)

memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi (4 mg/100g) (Khudori,2003).

Menurut hasil penelitian Husniarti (1996) penambahan pati garut (Maranta

arundinaceae L.) dan tepung terigu berdasarkan uji farinograf adalah proporsi

penambahan pati garut 10 % s/d 40 %, dan berdasarkan uji ektensograf dapat

(3)

B. Perumusan Masalah

Permasalahan yang perlu diteliti adalah apakah substitusi tepung gembili

(Dioscorea esculenta L.) dengan kadar yang berbeda akan mengubah kualitas

produk roti tawar yang dihasilkan serta berapa kadar tepung gembili (Dioscorea

esculenta L.) yang optimal yang perlu ditambahkan agar menghasilkan roti tawar

yang baik.

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

1. Pengaruh substitusi tepung gembili (Dioscorea esculenta L.) dalam

pembuatan roti tawar terhadap kualitas roti tawar yang dihasilkan.

2. Perbandingan tepung gembili (Dioscorea esculenta L.) dan tepung terigu

yang optimal.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh

substitusi tepung gembili (Dioscorea esculenta L.) pada tepung terigu terhadap

kualitas dan gizi terhadap roti tawar yang dihasilkan, serta meningkatkan nilai

Referensi

Dokumen terkait

lain yang ada di sekitarnya. Antibiotika dapat diperoleh dari jamur.. atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu.. Zat antibiotika telah mulai diproduksi

Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut

Sebuah sistem transformasi seluruh tanaman sederhana dan efisien untuk tanaman obat ini merupakan langkah penting dalam memajukan pemahaman kita dalam produksi

Seperangkat teknik yang memanfaatkan organisme hidup atau bagian dari organisme hidup, untuk menghasilkan atau memodifikasi produk, meningkatkan kemampuan... Sejarah

Berdasarkan hasil praktikum yang telah di lakukan dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pengenalan alat-alat laboratorium In Vitro perlu dilakukan karena

Bahan baku pembuatan tempoyak terdiri dari buah durian dan garam, mikroorganisme yang yang berperan dalam pembuatan tempoyak termasuk kedalam bakteri asam

Awalnya ukuran roti yang dibuat berukuran standar roti, tetapi karena keinginan membuat bentuk dan rasa roti yang beda dari biasanya dua bersaudara ini mencoba membuat roti

Chicken nugget merupakan produk yang dihasilkan dari bagian daging dada ayam yang diasinkan, digiling, dicincang dan dimasak dengan remahan roti.. Nugget merupakan produk olahan