• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PRODUK HARGA DAN KUALITAS PELAY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PRODUK HARGA DAN KUALITAS PELAY"

Copied!
169
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PRODUK, HARGA, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP

KEPUASAN TAMU DI TASNEEM CONVENTION HOTEL YOGYAKARTA

TESIS

Disusun oleh :

RULLYANA PUSPITANINGRUM MAMENGKO

NPM 14.61.1204

PROGRAM STUDI S2 MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PARIWISATA INDONESIA (STIEPARI)

SEMARANG

(2)

i

PENGARUH PRODUK, HARGA, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP

KEPUASAN TAMU DI TASNEEM CONVENTION HOTEL YOGYAKARTA

TESIS

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Derajat Sarjana S2

pada Program Studi S2 Manajemen Konsentrasi : Magister Manajemen Pariwisata

Disusun oleh :

RULLYANA PUSPITANINGRUM MAMENGKO

NPM 14.61.1204

PROGRAM STUDI S2 MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PARIWISATA INDONESIA (STIEPARI)

SEMARANG

(3)

ii

HALAMAN PERSETUJUAN

PENGARUH PRODUK, HARGA, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP

KEPUASAN TAMU DI TASNEEM CONVENTION HOTEL YOGYAKARTA

Diajukan oleh :

RULLYANA PUSPITANINGRUM MAMENGKO

NPM 14.61.1204

Telah disetujui oleh :

Pembimbing 1, Pembimbing 2,

Dr. Ir. Bambang Dwiloka, M.S. Dra. Renny Aprilliyani, MM.

(4)

iii

HALAMAN PENGESAHAN TESIS

PENGARUH PRODUK, HARGA, DAN KUALITAS PELAYANAN

TERHADAP KEPUASAN TAMU DI TASNEEM CONVENTION HOTEL

YOGYAKARTA

Diajukan Oleh:

RULLYANA PUSPITANINGRUM MAMENGKO

NPM 14.61.1204

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji

pada tanggal 31 Oktober 2016

Susunan Dewan Penguji

Penguji 1 Penguji 2

Dr. H. Bambang Guritno, SE., MM Drs. Laksono Hujianto, MM., MBA

Penguji 3

Dr. Ir. Bambang Dwiloka, MS

Tesis ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Magister Manajemen Kepariwisataan (M.M.Par)

tanggal : ……….

Prof. Dr. Dr. Soetomo WE, M.Pd.

(5)

iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS TESIS

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama Mahasiswa : Rullyana Puspitaningrum Mamengko

NPM : 14.61.1204

Program Studi : S2 Manajemen

Konsentrasi : Magister Manajemen Pariwisata

Judul Tesis : Pengaruh Produk, Harga, dan Kualitas Pelayanan

terhadap Kepuasan Tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta

Pembimbing : 1. Dr. Ir. Bambang Dwiloka, M.S.

2. Dra. Renny Aprilliyani, MM.

adalah karya saya sendiri. Dalam karya ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.

Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik tesis yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri. Bila terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, maka gelar dan ijazah yang telah diberikan oleh STIEPARI Semarang batal saya terima.

Semarang, Oktober 2016 Yang menyatakan,

Rullyana Puspitaningrum M

(6)

v

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan

hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini yang

berjudul : “Pengaruh Produk, Harga, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan

Tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta”. Tesis ini diajukan untuk

melengkapi persyaratan yang diperlukan dalam menyelesaikan Program

Pascasarjana konsentrasi Magister Pariwisata pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang.

Dalam penulisan tesis ini penulis memperoleh bimbingan, pengarahan, dan

informasi dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung,

sehingga penyusunan tesis ini dapat selesai dengan waktu yang telah ditentukan,

maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang

terhormat :

1. Dra. Renny Apriliani, MM., sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang sekaligus pembimbing 2, yang

telah memberi kesempatan penulis untuk dapat mengikuti sekolah program

pascasarjana.

2. Prof. Dr. Dr. Soetomo, WE, MPd selaku Direktur Program Pascasarjana

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang,

yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat mengikuti

sekolah program pascasarjana dan juga telah memberikan bimbingan dan

arahan dalam belajar di Program Pascasarjana STIEPARI Semarang.

3. Dr. Ir. Bambang Dwiloka, MS, selaku Ketua Program Studi Pascasarjana

(7)

vi

Indonesia (STIEPARI) Semarang sekaligus pembimbing 1, yang telah

memberikan arahan demi terselesainya penyusunan tesis ini.

4. Seluruh Dosen beserta karyawan dan Sekretariat Program Pascasarjana

STIEPARI Semarang.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunantesis ini, masih banyak

kekurangan dan kesalahan yang tidak disengaja sehingga menjadikan penyusunan

tesis ini jauh dari sempurna, maka penulis mengharap saran dan kritik yang

membangun untuk kesempurnaan penyusunan tesis ini, juga untuk penelitian yang

akan datang. Disamping itu penulis berharap dan berdoa semoga tesis ini dapat

bermanfaat.

Semarang, Oktober 2016

(8)

vii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO :

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka

apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan) kerjakanlah

dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada

Tuhan-mu lah hendaknya kamu berharap.” (Al Qur’an surat Al Insyirah: 6-8)

“Apapun yang dapat Anda lakukan, atau ingin Anda lakukan,

mulailah. Keberanian memiliki kecerdasan, kekuatan, dan

keajaiban di dalamnya.”

(Goethe)

“Jika kamu percaya bahwa kamu bisa, kamu pasti bisa.”

(Maxwell Mals)

“Takkan ada yang bisa menghalangiku dari meraih mimpiku. Berpikirlah demikian, maka yang akan terjadi juga demikian.”

(9)

viii

PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, karya ini saya persembahkan untuk:

Suamiku tercinta Franky Andrean dan putriku tersayang Fatimah Az-Zahra Putri Andrean. Terima kasih atas support dan kasih sayangnya sehingga karya ini bisa

selesai tepat waktu.

Mamaku tercinta Sri Puji Astuti dan Papiku tercinta Alm H. Jackson Soewito Mamengko. Terima kasih Mama atas doanya, dan terima kasih Papi atas

dukungannya sehingga Anna bisa melanjutkan pendidikan S2.

Marketing team Mandira Baruga Yogyakarta, Mild Wigan, Dewi Puspita, Dira Van, Riri Kusuma, Eddy DJ, dan Imam Al. Tak lupa saudara-saudaraku di Tasneem

Convention Hotel Yogyakarta yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, para

Head of Department Mandira Baruga, dan Bapak Taufik Hidayat selaku owner Mandira Baruga yang memberikan dukungannya hingga karya ini selesai.

Keluarga besar S2 Stiepari Semarang angkatan 18 C yang saling mendukung dan kompak selalu. Terima kasih atas kebersamaannya selama menempuh

(10)

ix

Pengaruh Produk, Harga, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta, Semarang. 2016.

Rullyana P Mamengko, Bambang Dwiloka, Renny Aprilliani.

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di

Tasneem Convention Hotel

Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu.

Hasil analisis regresi

menunjukan bahwa peningkatan

produk, harga, dan kualitas

pelayanan akan di ikuti peningkatan

kepuasan tamu, begitu pula

sebaliknya. Hasil uji analisis regresi berganda menunjukan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi R2 sebesar 0,980. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan tamu dipengaruhi

produk, harga, dan kualitas

pelayanan sebesar 98 %.

Hal ini menunjukan bahwa untuk meningkatkan kepuasan tamu perlu adanya peningkatan produk, harga, dan kualitas pelayanan.

Kata Kunci : Produk, Harga, Kualitas Pelayanan, dan Kepuasan Tamu

ABSTRACT

This researchconducted in

Tasneem Convention Hotel

Yogyakarta, to determine the affect of product, price, quality service, and guest satisfaction.

The result of regression

analysis indicates that increasing product, price, and quality service will be followed increasing guest satisfaction, as well as on the contrary. The result of regression analysis test indicated that value of F is significant, with correlation value determination adjusted R2as big as 0,980. This case inform that guest satisfaction influenced by product,

price, and quality servicewith

percentage 98%.

This case indicates that to increasing guest satisfaction, need to increase product, price, and quality service as well.

(11)

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PERSETUJUAN ii

HALAMAN PENGESAHAN TESIS iii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS TESIS iv

PRAKATA v

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN vii

ABSTRAK ix

DAFTAR TABEL xii

DAFTAR GAMBAR xiii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 4

1.3Pembatasan Masalah ... 4

1.4 Perumusan Masalah ... 5

1.5Tujuan Penelitian ... 5

1.6 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA TEORETIS 2.1 Kajian Teori ... 7

2.2 Pengaruh Antar Variabel ... 29

2.3 Penelitian Terdahulu ... 31

2.4 Kerangka Pemikiran Teoretis ... 33

2.5 Pengajuan Hipotesis Penelitian ... 34

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian ... 35

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 36

3.3 Populasi dan Sampel ... 36

3.4 Jenis dan Sumber Data ... 37

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 38

3.6 Variabel, Definisi Konseptual dan Definisi Operasional ... 39

3.7Uji Kelayakan Instrumen ... 41

(12)

xi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian...47

4.2Pembahasan...87

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan...92

5.2 Saran/ Rekomendasi ... 93

5.3 Implikasi Hasil Penelitian ... 95

5.4 Riset Yang Akan Datang dan Keterbatasan Penelitian ... 96

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1Penelitian Terdahulu 31

Tabel 3.1Variabel, Definisi Konsep, dan Definisi Operasional 39

Tabel 4.1 Karakteristik Jenis Kelamin 48

Tabel 4.2 Karakteristik Usia 49

Tabel 4.3 Karakteristik Kewarganegaraan 49

Tabel 4.4 Tanggapan Responden terhadap Variabel Produk 51

Tabel 4.5 Tanggapan Responden terhadap Variabel Harga 57

Tabel 4.6 Tanggapan Responden terhadap Variabel Kualitas Pelayanan 62

Tabel 4.7 Tanggapan Responden terhadap Variabel Kepuasan Tamu 70

Tabel 4.8 Pengujian Validitas Variabel Produk 77

Tabel 4.9 Pengujian Validitas Variabel Harga 78

Tabel 4.10 Pengujian Validitas Variabel Kulaitas Pelayanan 79

Tabel 4.11 Pengujian Validitas Variabel Kepuasan Tamu 80

Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas 81

Tabel 4.13 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda 82

Tabel 4.14 Hasil Uji F 84

(14)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1Konsep Kepuasan Pelanggan 22

Gambar 2.2Kerangka Pemikiran Teoritik 33

(15)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kompetensi global yang semakin intensif menuntut setiap perusahaan

agar mampu menciptakan dan mempertahankan kepuasan konsumen. Bisnis

modern membutuhkan sistem penilaian kinerja yang komprehensif dan

sistematis, dalam rangka mengukur tingkat kepuasan konsumen yang telah

menjadi konsep sentral dalam teori dan praktik pemasaran, serta merupakan

salah satu tujuan esensial bagi aktivitas bisnis. Kepuasan konsumen

berkontribusi pada sejumlah aspek krusial, seperti terciptanya loyalitas

pelanggan, meningkatnya reputasi perusahaan, berkurangnya elastisitas harga,

berkurangnya biaya transaksi masa depan, dan meningkatnya efisiensi dan

produktivitas karyawan (Tjiptono 2014).

Setiap perusahaan (hotel) memiliki tujuan. Secara umum tujuan

perusahaan adalah mendapatkan laba dan mempertahankan perusahaannya

dengan berbagai cara, antara lain dengan meningkatkan penjualan kamarnya.

Tujuan pemasaran hotel pada hakikatnya adalah menarik tamu untuk tinggal

dan menginap serta menggunakan fasilitas yang dimiliki hotel. Hendaknya

kegiatan menarik tamu untuk datang dan menginap di hotel dilakukan dalam

rangka memuaskan tamu. Untuk itu perlu dilakukan penyesuaian antara

fasilitas yang dimiliki hotel dengan needs dan wants tamu yang diharapkan

(16)

2 tamu, maka perusahaan hotel sebaiknya menentukan produk, harga, dan

pelayanan yang sesuai yang diinginkan oleh tamu.

Tasneem Convention Hotel Yogyakarta merupakan hotel dengan

klasifikasi premium budget yang memiliki 62 kamar terdiri dari 44 kamar tipe

Superior dan 18 kamar tipe Deluxe. Terletak di Jalan Brigjend Katamso –

Ireda Yogyakarta, satu kawasan dengan Purawisata Yogyakarta. Tasneem

Convention Hotel Yogyakarta tidak hanya menjual akomodasi kamar pada

umumnya, tetapi juga melengkapinya dengan paket MICE (Meeting,

Incentive, Conference, Exhibition), food and beverage, sekaligus pertunjukan Ramayana Ballet.

Tasneem Convention Hotel terletak pada lahan seluas 2,5 ha dimana

dalam kawasan yang sama, terdapat Ballroom dengan kapasitas 1.000 orang,

Garden dengan kapasitas 1.500 orang, 2 Joglo Restaurant dengan kapasitas

masing-masing 100 orang, VIP Dining Room dengan kapasitas 100 orang, 3

ruang meeting dengan kapasitas mulai dari 50 – 100 orang, Taman Enggal

dengan kapasitas mencapai 300 orang, Etnik Kafe dengan kapasitas mencapai

125 orang, dan Gedung Pertunjukan Ramayana Ballet dengan kapasitas

mencapai 550 orang. Ditambah dengan area parkir yang luas yang bisa

menampung hingga 20 bus pariwisata.

Sedangkan fasilitas di dalam Tasneem Convention Hotel sendiri

(17)

3 adalah luas kamar yaitu 24 m2 sehingga tamu nyaman menginap di Tasneem

Convention Hotel, king koil bed, adanya pilihan twin bed maupun queen bed,

32” LED TV, IDD Phone, Tea and Coffee Maker, Air Conditioning, Hot Cold

Water, Bath Shower, Complimentary Mineral Water, and Bath Amenities. Berangkat dari pengalaman penulis selama bekerja di Tasneem

Convention Hotel Yogyakarta, penulis memperoleh informasi bahwa produk

yang ditawarkan kepada tamu, baik itu kamar beserta segala fasilitasnya,

fasilitas hotel secara keseluruhan, pertunjukan Ramayana Ballet, maupun

mengenai food and beverage nya, ada yang sesuai dengan harapan tamu dan

ada yang tidak sesuai dengan harapan tamu. Selain itu, harga yang ditawarkan

kepada tamu juga masih kurang kompetitif, ada beberapa produk yang harga

jualnya masih terlalu tinggi dibandingkan dengan harga di pasaran.

Selanjutnya mengenai kualitas pelayanan di Tasneem Convention Hotel pun

masih selalu dikaji konsistensinya, masih belum berstandard dan masih ada

complain. Kurangnya sarana dan prasarana serta tidak terpeliharanya fasilitas dengan baik, sehingga mengurangi tingkat kenyamanan tamu yang menginap

di Tasneem Convention Hotel.

Mengetahui adanya variasi produk, harga, dan kualitas pelayanan

tersebut, maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian yang berjudul

“Pengaruh produk, harga, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu

(18)

4

1.2Identifikasi Masalah

Melihat pada latar belakang di atas, ada beberapa hal yang dapat

diidentifikasi yaitu sebagai berikut :

1. Jenis produk yang dibeli oleh tamu, ada yang tidak sesuai dengan harapan

tamu.

2. Harga yang tidak kompetitif, beberapa produk memiliki harga yang cukup

tinggi.

3. Kualitas pelayanan yang masih belum berstandard, sehingga masih menuai

complain.

4. Kondisi kebersihan area hotel dan public area yang masih belum terjaga.

5. Kurangnya fasilitas hotel seperti swimming pool, safe deposit box, dan

mini bar.

6. Tidak adanya smooking room.

7. Terbatasnya fasilitas penunjang yang lain misalnya setrika, hair dryer, mukena, extra pillow, maupun extra towel.

1.3Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang berkaitan perusahaan jasa dan

demi tercapainya pembahasan penelitian yang mendalam serta tercapainya

tujuan penelitian yang akan dilakukan, maka permasalahan hanya dibatasi dan

difokuskan pada pengaruh produk, harga, dan kualitas pelayanan terhadap

(19)

5

1.4Perumusan Masalah

1.4.1 Perumusan Masalah Umum

Rumusan masalah umum dalam penelitian ini yakni apakah

terdapat pengaruh secara positif dan signifikan produk, harga, dan kualitas

pelayanan terhadap kepuasan tamu di Tasneem Convention Hotel

Yogyakarta.

1.4.2 Perumusan Masalah Khusus

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah pada penelitian

ini adalah.

1. Bagaimana pengaruh produk terhadap kepuasan tamu di Tasneem

Convention Hotel Yogyakarta?

2. Bagaimana pengaruh harga terhadap kepuasan tamu di Tasneem

Convention Hotel Yogyakarta?

3. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu di

Tasneem Convention Hotel Yogyakarta?

1.5Tujuan Penelitian

1.5.1 Tujuan Penelitian Umum

Adapun tujuan penelitian ini ialah menjelaskan pengaruh produk,

harga, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu di Tasneem

(20)

6

1.5.2 Tujuan Penelitian Khusus

1. Untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh produk terhadap

kepuasan tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta.

2. Untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh harga terhadap

kepuasan tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta.

3. Untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan

terhadap kepuasan tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta.

1.6Manfaat Penelitian

1.6.1 Manfaat Teoretis

Secara teoritis, memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai

pengaruh produk, harga, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan

tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta kepada semua pihak

yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.

1.6.2 Manfaat Praktis

Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan tamu

di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta. Hal ini dapat dijadikan

(21)

7

BAB II

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA TEORITIS

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Produk

Di dalam menjalankan suatu bisnis produk maupun jasa yang

dijual harus memiliki kualitas yang baik atau sesuai dengan harga yang

ditawarkan. Agar suatu usaha atau perusahaan dapat bertahan dalam

menghadapi persaingan, terutama persaingan dari segi kualitas, perusahaan

perlu terus meningkatkan kualitas produk atau jasanya. Karena

peningkatan kualitas prosuk dapat membuat konsumen merasa puas

terhadap produk atau jasa yang mereka beli, dan akan mempengaruhi

konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

Menurut Kotler dalam Ali (2010), pengertian produk dalam arti

yang lebih luas untuk mencakup segala sesuatu yang diberikan kepada

seseorang guna memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan. Konsep

produk berpendapat bahwa para konsumen akan menyukai produk-produk

yang memberikan kualitas, penampilan dan ciri-ciri yang terbaik.

Manajemen dalam organisasi yang berorientasi pada produk demikian

memusatkan energi mereka untuk membuat produk yang baik dan

terus-menerus meningkatkan mutu produk tersebut.

Persepsi konsumen terhadap kualitas produk, dapat dipengaruhi

(22)

8 harga suatu produk maka semakin tinggi pula kualitas dari produk

tersebut. Konsumen dapat mempunyai persepsi seperti itu ketika mereka

tidak memiliki petunjuk atau acuan lain dari kualitas produk, selain harga

produk. Namun sebenarnya persepsi kualitas suatu produk dapat

dipengaruhi pula oleh reputasi toko, iklan, dan variabel-variabel lainnya.

Mutu produk atau jasa dapat mempengaruhi kepuasan konsumen.

Definisi mutu yang berpusat pada konsumen sendiri adalah keseluruhan

fitur dan sifat produk atau pelayanan yang berpengaruh pada

kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau

tersirat. Kita dapat mengatakan bahwa penjual telah menghasilkan mutu

bila produk atau pelayanan penjual tersebut memenuhi atau melebihi

harapan konsumen. (Kotler, 2007).

Kotler & Armstrong (2006) berpendapat bahwa kualitas dan

peningkatan produk merupakan bagian yang penting dalam strategi

pemasaran. Meskipun demikian, hanya memfokuskan diri pada produk

perusahaan akan membuat perusahaan kurang memperhatikan faktor

lainnya dalam pemasaran. Pengertian produk konsumen adalah produk dan

jasa yang dibeli oleh konsumen dengan tujuan untuk konsumsi pribadi.

Pemasar biasanya menggolongkan produk dan jasa ini berdasarkan cara

konsumen membelinya.

Ketika konsumen akan mengambil suatu keputusan pembelian,

variabel produk merupakan pertimbangan paling utama, karena produk

(23)

9 konsumen merasa cocok dengan suatu produk dan produk tersebut dapat

memenuhi kebutuhannya, maka konsumen akan mengambil keputusan

untuk membeli produk tersebut terus menerus (Nabhan dan Kresnaini,

2005). Menurut Tedjakusuma, Hartini, dan Muryani (2001), untuk produk

yang merupakan kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman,

konsumen sangat mempertimbangkan kualitasnya. Karena merupakan

kebutuhan pokok dan sangat berhubungan dengan kesehatan manusia,

maka kualitas produk sangat mempengaruhi konsumen dalam mengambil

keputusan pembelian produk. Apabila kualitas produk ditingkatkan,

perilaku konsumen untuk melakukan pembelian juga akan meningkat.

Menurut Tjiptono (2014), dimensi kualitas produk meliputi :

1) Kinerja (performance)

Yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti (core product) yang

dibeli, misalnya kecepatan, konsumsi bahan bakar, jumlah penumpang

yang dapat diangkut, kemudahan dan kenyamanan dalam mengemudi dan

sebagainya.

2) Keistimewaan tambahan (features)

Yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap, misalnya kelengkapan

interior dan eksterior seperti dash board, AC, sound system, door lock

system, power steering, dan sebagainya.

3) Keandalan (reliability)

Yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai,

(24)

10

4) Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications)

Yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi

standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya standar-standar keamanan dan

emisi terpenuhi, seperti ukuran as roda untuk truk tentunya harus lebih

besar daripada mobil sedan.

5) Daya tahan (durability)

Berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.

Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis penggunaan

mobil.

Adapun dimensi produk, meliputi kualitas produk, variasi produk,

merek produk, pengemasan produk, dan ketersediaan produk.

2.1.2 Harga

Harga produk atau jasa yang dipasarkan merupakan faktor yang

sangat penting. Harga sangat menentukan atau mempengaruhi permintaan

pasar. Di dalam persaingan usaha yang semakin ketat sekarang ini dan

semakin banyaknya usaha-usaha baru yang bergerak di bidang yang sama

atau hampir sama, menuntut perusahaan dapat menentukan harga terhadap

produk atau jasa yang mereka jual dengan tepat. Persaingan harga sangat

mempengaruhi bertahan atau tidaknya suatu perusahaan menghadapi para

pesaingnya.

Menurut Kotler & Amstrong (2006) harga merupakan sejumlah

(25)

11 yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau

menggunakan produk atau jasa tersebut. Sedangkan menurut Stanton

(2004) harga pasar sebuah produk mempengaruhi upah, sewa, bunga, dan

laba. Artinya, harga produk mempengaruhi biaya faktor-faktor produksi

(tenaga kerja, tanah, modal, dan kewiraswastaan. Sehingga definisi harga

adalah alat pengukur dasar sebuah sistem ekonomi karena harga

mempengaruhi alokasi faktor-faktor produksi. Dan harga juga dapat

didefinisikan sebagai jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh

beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.

Menurut Tjiptono (2008) terdapat sejumlah dimensi stratejik harga

yakni sebagai berikut.

1. Harga mempengaruhi citra dan strategi positioning. Dalam pemasaran

produk prestisius yang mengutamakan citra kualitas dan exklusivitas,

harga menjadi unsur penting. Harga cenderung mengasosiasikan harga

dengan tingkat kualitas produk. Harga yang mahal dipersepsikan

mencerminkan kualitas yang tinggi dan sebaliknya.

2. Harga merupakan pernyatan nilai dari suatu produk (a statement of

value). Nilai adalah rasio perbandingan antara persepsi terhadap

manfaat (perceive benefits) dengan biaya- biaya yang dikeluarkan

untuk mendapat produk. Manfaat atau nilai pelanggan total meliputi

nilai produk (seperti: realibilitas, durabilitas, kinerja, dan nilai jual

kembali), nilai layanan (pengiriman produk, pelatihan, pemeliharaan,

(26)

12 kesopanan, responsivitas dan empati) dan nilai citra (reputasi produk,

distributor dan produsen). Sedangkan biaya pelanggan total mencakup

biaya moneter (harga yang dibayarkan), biaya waktu, biaya energy,

dan psikis. Dengan demikian istilah good value tidak lantas berarti

produk yang harganya murah. Namun, istilah tersebut lebih

mencerminkan produk tertentu yang memililki tipe dan jumlah

manfaat potensial (seperti: kualitas, citra dan kenyamanan belanja)

yang diharapkan konsumen pada tingkat harga tertetu.

3. Harga bersifat fleksibel, artinya dapat disesuaikan dengan cepat. Dari

empat unsur bauran pemasaran tradisional, harga adalah elemen yang

paling mudah diubah dan diadaptasikan dengan dinamika pasar.

Dalam menghadapi persaingan, perusahaan perlu lebih bijaksana

dalam menentukan harga produknya. Banyak hal-hal yang harus

dipertimbangkan oleh pengusaha sebelum menetapkan harga suatu produk.

Stanton (2004) berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang biasanya

mempengaruhi keputusan penetapan harga, antara lain :

a. Permintaan produk

Memperkirakan permintaan total terhadap produk adalah langkah yang

penting dalam penetapan harga sebuah produk. Ada dua langkah yang

dapat dilakukan dalam memperkirakan permintaan produk, yaitu

menentukan apakah ada harga tertentu yang diharapkan oleh pasar dan

(27)

13

b. Permintaan Pasar

Perusahaan yang berupaya meningkatkan pangsa pasarnya bisa

menetapkan harga dengan lebih agresif dengan harga yang lebih rendah

dibandingkan perusahaan lain yang hanya ingin mempertahankan pangsa

pasarnya. Pangsa pasar dipengaruhi oleh kapasitas produksi perusahaan

dan kemudahan untuk masuk dalam persaingan pasar.

c. Reaksi pesaing

Adanya persaingan baik yang sudah ada maupun yang masih potensial,

merupakan faktor yang mempunyai pengaruh penting dalam menetukan

harga dasar suatu produk. Persaingan biasanya dipengaruhi oleh

adanya produk serupa, produk pengganti atau substitusi, dan adanya

produk yang tidak serupa namun mecari konsumen atau pangsa pasar

yang sama.

d. Penggunaan strategi penetapan harga: penetrasi ratai saringan

Untuk produk baru, biasanya menggunakan strategi penetapan harga

saringan. Strategi ini berupa penetapan harga yang tinggi dalam lingkup

harga-harga yang diharapkan atau harga yang menjadi harapan

konsumen. Sedangkan strategi berikutnya yaitu strategi penetapan harga

penetrasi. Strategi ini menetapkan harga awal yang rendah untuk suatu

produk dengan tujuan memperoleh konsumen dalam jumlah banyak dan

(28)

14

e. Produk, saluran distribusi dan promosi

Untuk beberapa jenis produk, konsumen lebih memilih membeli produk

dengan harga yang lebih murah dengan kualitas dan kriteria yang mereka

perlukan. Sebuah perusahaan yang menjual produknya langsung kepada

konsumen dan melalui distribusi melakukan penetapan harga yang

berbeda. Sedangkan untuk promosi, harga produk akan lebih murah

apabila biaya promosi produk tidak hanya dibebankan kepada perusahaan,

tetapi juga kepada pengecer.

f. Biaya memproduksi atau membeli produk

Seorang pengusaha perlu mempertimbangkan biaya-biaya dalam produksi

dan perubahan yang terjadi dalam kuantitas produksi apabila ingin dapat

menetapkan harga secara efektif. Fandy Tjiptono (2001) mengemukakan

harga sering kali digunakan sebagai indikator nilai bilamana indikator

tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang

atau jasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat harga

tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya

akan meningkat pula.

Harga merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam

menentukan suatu keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun

jasa. Apalagi apabila produk atau jasa yang akan dibeli tersebut

merupakan kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman dan

kebutuhan pokok lainnya, konsumen akan sangat memperhatikan

(29)

15 persaingan usaha, harga yang ditawarkan oleh pesaing bisa lebih rendah

dengan kualitas yang sama atau bahkan dengan kualitas yang lebih baik.

Sehingga dalam penentuan harga produk atau jasa yang dijual, baik

perusahaan besar maupun usaha kecil sekalipun harus memperhatikan

konsumen dan para pesaingnya.

Adapun dimensi harga, meliputi harga yang kompetitif, kesesuaian

harga dengan variasi market segment, kesesuaian harga dengan variasi

produk, dan kesesuaian harga dengan kualitas.

2.1.3 Kualitas Pelayanan

Goetsch dan Davis mendefinisikan kualitas sebagai “kondisi

dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya manusia,

proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan”

(Tjiptono, 2014). Sementara itu kualitas menurut Kotler (2009) adalah

seluruh ciri serta sifat suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh

pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau

yang tersirat. Definisi kualitas ini berpusat pada konsumen, seorang

produsen dapat memberikan kualitas bila produk atau pelayanan yang

diberikan dapat memenuhi atau melebihi harapan konsumen.

Definisi kualitas diatas tidak jauh berbeda dengan yang di

paparkan Hunt (dalam Nasution, 2004), kualitas pelayanan adalah

kecocokan penggunaan produk (fitness for use) untuk memenuhi

(30)

16 didasarkan atas lima ciri utama yaitu:

1. Teknologi, yaitu kekuatan dan daya tahan.

2. Psikologis, yaitu citra rasa atau status.

3. Waktu, yaitu kehandalan.

4. Kontraktual, yaitu adanya jaminan.

5. Etika, yaitu sopan-santun, ramah dan jujur.

Untuk jasa, diperlukan pelayanan kepada tamu yang dapat

menyenangkan atau memuaskan tamu. Mengacu pada pelayanan tersebut,

maka tingkat kualitas pelayanan yang baik akan selalu dilihat dan diukur

dari sisi konsumen serta pemenuhan kepuasannya akan suatu pelayanan

yang diterimanya. Selanjutnya, kualitas ini mempengaruhi kesan

konsumen terhadap suatu produk dan kesan ini akan berdampak pada

proses dari kualitas yang diharapkan terhadap kualitas yang dirasakan

(Prabaharan, 2008).

Tjiptono (2014) menyatakan bahwa terdapat 4 (empat)

karakteristik pokok pada jasa yang membedakannya dengan barang.

Keempat karakteristik tersebut meliputi :

1. Intangibility

Jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja

(performance), atau usaha. Jasa bersifat intangibility, artinya tidak dapat dilihat, dirasa, diraba atau didengar sebelum dibeli.

2. Inseparability

(31)

17 Pemberian jasa membutuhkan kehadiran pemberi jasa, baik berupa

alat atau manusia. Jadi produksi dan konsumsi terjadi bersama-sama

dengan pemberian jasa.

3. Variability/ Heterogeneity/ Inconsistency

Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non-standardized

output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis, tergantung

pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut diproduksi.

4. Perishability

Jasa merupakan komoditas yang tidak tahan lama dan tidak

dapat disimpan. Ketidaktahanlamaan jasa tersebut tidak akan

menjadi masalah jika permintaannya konstan. Tetapi kenyataanya,

permintaan konsumen akan jasa sangat bervariasi dan dipengaruhi

oleh faktor musiman.

Kualitas pelayanan (service quality) dapat diukur dengan

menggunakan lima dimensi. Kelima dimensi tersebut menurut Tjiptono

(2014), adalah :

1. Reliabilitas (reliability), kemampuan untuk memberikan pelayanan

yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan.

2. Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan untuk membantu

para konsumen dan memberikan layanan dengan tanggap.

3. Jaminan (assurance), mencakup pengetahuna, kompetensi, kesopanan,

dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf; bebas dari bahaya,

(32)

18

4. Empati (empathy), meliputi kemudahan dalam menjalin relasi,

berkomunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan pemahaman atas

kebutuhan individual para pelanggan.

5. Bukti langsung (tangible), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.

Pelayanan yang berkualitas adalah kemampuan perusahaan

menyajikan atau memenuhi apa yang di janjikannya kepada para

pelanggan (Valerie A Z, 2003).

Kepuasan Tamu = f (expectations, perceived performance)

(Tjiptono,1999). Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa ada

dua variabel utama yang menentukan kepuasan tamu, yaitu

expectations dan perceived performance. Apabila perceived performance

melebihi expectations, maka tamu akan merasa puas, tetapi apabila

sebaliknya maka tamu akan merasa tidak puas.

Kualitas pelayanan yang baik sering dikatakan sebagai salah satu

faktor penting dalam keberhasilan suatu bisnis. Penelitian yang dilakukan

oleh Dabholkar, et. al. (2000) dalam Tjiptono (2008) menyatakan bahwa

kualitas jasa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan

tamu. Maka, suatu perusahaan dituntut untuk memaksimalkan kualitas

pelayanannya agar mampu menciptakan kepuasan para tamunya.

Ali (2012) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa fasilitas

yang diterima pengunjung, akses ke lokasi wisata, dan daya tarik secara

(33)

19 yang signifikan dari kualitas pelayanan dan kepuasan pengunjung.

Kualitas pelayanan memberikan dorongan khusus bagi para

konsumen untuk menjalin ikatan relasi saling menguntungkan dalam

jangka panjang dengan perusahaan, yang selanjutnya konsumen

berkontribusi pada terciptanya rintangan beralih (switching barriers), biaya beralih (switching cost), dan loyalitas konsumen (Tjiptono, 2008).

Bentuk loyalitas konsumen kaitannya dengan kunjungan

pengunjung dan pembelian jasa pariwisata disebut sebagai

behavioraitention to visit (Basiya R dan Hasan A R, 2012). Pengembangan konseptualisasi model hubungan antara kualitas

pelayanan yang dirasakan, nilai layanan, dan kepuasan serta pengaruh

relatifnya terhadap perilaku minat beli seperti dikemukanan oleh Baker &

Crompton (2000) dan Tian-Cole et al. (2002) yang menyatakan bahwa

persepsi kualitas layanan dan kepuasan telah terbukti menjadi prediktor

yang baik dari minat kunjungan kembali pengunjung (visitors future behavioral intention).

Adapun dimensi kualitas pelayanan, meliputi berwujud,

(34)

20

2.1.4 Kepuasan Tamu

Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang

muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap

kinerja (hasil) suatu produk dan harapan-harapannya (Kotler, 1997). Jadi,

tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang

dirasakan dengan harapan. Apabila kinerja di bawah harapan, maka

konsumen akan kecewa. Bila kinerja sesuai dengan harapan, konsumen

akan puas. Sedangkan bila kinerja melebihi harapan, konsumen akan

sangat puas. Konsumen yang melakukan pembelian ulang atas produk dan

jasa yang dihasilkan perusahaan adalah konsumen dalam arti yang

sebenarnya. Untuk menciptakan pembelian ulang salah satu barang, tentu

perusahaan harus memberikan kepuasan kepada konsumen. Hal ini

menunjukkan bahwa kepuasan konsumen merupakan faktor penting bagi

konsumen dalam melakukan pembelian ulang. Memberikan kepuasan

kepada konsumen hanya diperoleh jika perusahaan memperhatikan apa

yang diinginkan konsumen.

Kepuasan konsumen menjadi salah satu pilar dalam upaya

manajemen kualitas total (Total Quality Management). Kenyataan ini

membuat banyak perusahaan mengembangkan program pengukuran di

mana konsumen mengevaluasi kualitas produk dan jasa yang

direalisasikan perusahaan. Kualitas layanan, kualitas hubungan, dan

kepuasan secara keseluruhan ini dianggap mampu meningkatkan niat

(35)

21 Kepuasan konsumen merupakan salah satu faktor penting dari

semua aktifitas pemasaran pada perusahaan yang berorientasi pasar.

Alasan utama perusahaan untuk memuaskan konsumen adalah untuk

memperluas bisnis, mendapatkan pangsa pasar yang lebih tinggi yang

semuanya mengarah pada peningkatan keuntungan perusahaan.

Pencapaian kepuasan dapat merupakan proses yang sederhana, maupun

kompleks dan rumit. Untuk dapat mengetahui tingkat kepuasan konsumen

secara lebih baik, maka perlu dipahami sebab-sebab kepuasan (Tjiptono,

2008).

Untuk mewujudkan dan mempertahankan kepuasan konsumen,

organisasi jasa harus melakukan empat hal, yaitu :

1. Mengidentifikasi siapa konsumennya.

2. Memahami tingkat harapan konsumen atas kualitas.

3. Memahami strategi kualitas layanan konsumen.

4. Memahami siklus pengukuran dan umpan balik dari kepuasan

konsumen (Tjiptono, 2008).

Perusahaan perlu mengidentifikasi konsumen-konsumen internal

atau konsumen eksternal, konsumen bisnis atau konsumen akhir.

Sementara itu, kepuasan tamu tercapai bila kebutuhan, keinginan dan

harapan tamu terpenuhi. Konsep kepuasan tamu dapat dijelaskan pada

(36)

22

Gambar 2.1

Konsep Kepuasan Tamu Sumber: Tjiptono (2008)

Pada prinsipnya, strategi kepuasan tamu menyebabkan para pesaing

harus berusaha keras dan memerlukan biaya tinggi dalam usahanya

merebut konsumen suatu perusahaan. Satu hal yang perlu diperhatikan

adalah bahwa kepuasan tamu merupakan strategi jangka panjang yang

membutuhkan komitmen, baik menyangkut dana maupun sumber daya

manusia (Tjiptono, 2008).

Ada beberapa strategi yang dapat dipadukan untuk meraih dan

meningkatkan kepuasan tamu (Tjiptono, 2008):

a. Strategi pemasaran berupa relationship marketing yaitu strategi

dimana transaksi pertukaran antara pembeli dan penjual berkelanjutan, Tujuan

Perusahaan

Produk

Nilai Produk Bagi Tamu

Kebutuhan dan Keinginan Tamu

Harapan Tamu Terhadap Produk

(37)

23 tidak berakhir setelah penjualan selesai. Dengan kata lain, dijalin suatu

kemitraan dengan konsumen secara terus menerus yang pada akhirnya

akan menimbulkan kesetiaan konsumen sehingga terjadi bisnis

ulangan (repeat business). Agar relationship marketing dapat

diimplementasikan, perlu dibentuk customer database, yaitu daftar nama tamu yang oleh perusahaan dianggap perlu dibina hubungan

jangka panjang dengan mereka. Database tersebut tidak sekedar berisi

nama tamu, tetapi juga mencakup hal-hal penting lainnya, misalnya

frekuensi dan jumlah pembelian, preferensi, saat-saat pembelian, dan

lain sebagainya. Dengan tersedianya informasi seperti itu, maka

diharapkan perusahaan dapat memuaskan tamunya secara lebih baik,

yang pada gilirannya dapat menumbuhkan loyalitas pelanggan

sehingga terjadi pembelian ulang. Selain itu, informasi tersebut

memungkinkan perusahaan untuk merancang produk khusus yang

disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan tamu tertentu. Supaya

bisa memberikan hasil yang lebih efektif, hubungan yang baik tidak

hanya dibina dengan tamu akhir, tetapi juga dengan pemasok, bahkan

dengan perusahaan pesaing. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dampak

kepuasan tamu terhadap loyalitas tamu dan pembelian ulang

berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Tamu yang loyal belum tentu mereka

puas. Sebaliknya tamu yang puas cenderung untuk menjadi pelanggan

(38)

24 b. Strategi superior customer service yaitu menawarkan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing. Hal ini membutuhkan dana yang besar,

kemampuan sumber daya manusia, dan usaha gigih agar dapat tercipta

suatu pelayanan yang superior. Oleh karena itu, seringkali (tetapi tidak

harus) perusahaan yang menawarkan layanan tamu superior akan

membebankan harga yang lebih tinggi pada produk-produknya. Akan

tetapi, biasanya mereka memperoleh manfaat besar dari pelayanan

superior tersebut, yaitu berupa tingkat pertumbuhan yang cepat dan

besarnya laba yang diperoleh. Contoh layanan superior yang dapat

diberikan layanan distributor komputer memberikan layanan konsultasi

gratis seputar permasalahan komputer, surat kabar yang memberikan

jasa pelayanan gratis dalam menentukan format iklan dan sebagainya.

c. Strategi unconditional service guarantees

Strategi ini berintikan komitmen untuk memberikan kepuasan kepada

tamu yang pada gilirannya akan menjadi sumber dinamisme

penyempurnaan mutu produk atau jasa dan kinerja perusahaan. Selain

itu juga akan meningkatkan motivasi para karyawan untuk mencapai

tingkat kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Garansi atau

jaminan istimewa atau mutlak ini dirancang untuk meringankan resiko

atau kerugian tamu tidak puas dengan suatu produk atau jasa yang

telah dibayarnya. Garansi tersebut menjanjikan kualitas prima dan

kepuasan pelanggan. Fungsi utama garansi adalah untuk mengurangi

(39)

25 sekaligus memaksa perusahaan bersangkutan untuk memberikan yang

terbaik dan meraih loyalitas pelanggan. Garansi ini dapat diberikan

dalam dua bentuk, yaitu:

1) Garansi internal, yaitu janji yang dibuat oleh suatu departemen atau

divisi kepada tamu internalnya, yakni pemproses lebih lanjut dan

setiap orang dalam perusahaan yang sama yang memanfaatkan

hasil atau jasa departemen tersebut. Contohnya adalah jaminan dari

divisi transportasi untuk mengantarkan atau mengambil barang

secara tepat waktu bagi divisi lainnya.

2) Garansi eksternal, yaitu jaminan yang dibuat oleh perusahaan

kepada para tamu eksternalnya, yakni mereka yang membeli dan

menggunakan produk perusahaan. Garansi menyangkut servis yang

unggul dan produk yang handal serta berkualitas tinggi.

Perusahaan harus benar-benar berusaha menepatinya, karena

apabila tidak ditepati malah akan menjadi boomerang. Contohnya

adalah janji mengantarkan produk secara tepat waktu, garansi

bahwa produk berkualitas tinggi, jaminan potongan harga bila

melakukan pembelian ulang di perusahaan yang sama dan lain-lain.

d. Strategi penanganan keluhan yang efisien

Penanganan keluhan memberikan peluang untuk mengubah tamu yang

tidak puas menjadi tamu produk perusahaan yang puas (atau bahkan

(40)

26 dan penentuan sumber masalah yang menyebabkan tamu tidak puas

dan mengeluh.

Ada 4 (empat) aspek penanganan keluhan yang penting, yaitu:

1) Empati terhadap tamu yang marah

Agar situasi tidak bertambah runyam maka perusahaan harus

meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan mereka dan

berusaha memahami situasi yang dirasakan oleh tamu tersebut.

2) Kecepatan dalam penanganan keluhan

Apabila keluhan tamu tidak segera ditanggapi, maka rasa tidak

puas terhadap perusahaan akan menjadi permanen dan tidak dapat

dirubah lagi. Sedangkan apabila keluhan dapat ditangani dengan

cepat, maka ada kemungkinan tamu itu menjadi puas dan besar

kemungkinan ia akan menjadi pelanggan perusahaan kembali.

3) Kewajaran atau keadilan dalam memecahkan permasalahan atau

keluhan

Perusahaan harus memperhatikan aspek kewajaran dalam hal biaya

dan kinerja jangka panjang.

4) Kemudahan bagi konsumen untuk menghubungi perusahaan

Hal ini sangat penting bagi konsumen untuk menyampaikan

komentar, saran, kritik, pertanyaan, maupun keluhannya.

Perusahaan dapat menyediakan jalur atau saluran telepon khusus

(41)

27

e. Strategi peningkatan kinerja perusahaan, meliputi berbagai upaya

seperti melakukan pemantauan dan pengukuran kepuasan tamu secara

berkesinambungan, memberikan pendidikan dan pelatihan menyangkut

komunikasi, salesmanship, dan public relations kepada pihak

manajemen dan karyawan, dan memasukkan unsur kemampuan untuk

memuaskan tamu ke dalam sistem penilaian prestasi karyawan.

f. Strategi melibatkan tamu. Hal ini dilakukan dengan melibatkan tamu

dalam proses pengembangan produk sedini mungkin. Hal tersebut

memungkinkan suatu perusahaan untuk memprioritaskan kebutuhan

tamu, menemukan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan tersebut, dan

memperbaiki proses hingga tercapai efektifitas maksimum.

Menurut Budiastuti dalam Purwanto (2007) pelanggan dalam

mengevaluasi kepuasan terhadap jasa pelayanan yang diterima mengacu

pada beberapa faktor, antara lain:

1. Kualitas produk. Pelanggan akan puas bila kualitas produk

(barang/jasa) yang ditawarkan relatif baik. Kualitas produk ini

merupakan dimensi global. Pelanggan akan merasa puas saat membeli

produk yang kualitasnya bagus, tahan lama, modelnya apik, dan

memiliki banyak keunggulan (fasilitas). Produk yang berbentuk

pelayanan jasa, kualitas yang baik dapat diartikan sebagai pelayanan

yang tepat waktu, aman, paripurna, dan diberkan oleh ahli, dan mudah

(42)

28

2. Harga. Komponen yang satu ini hanya berlaku bagi mereka yang

sensitif terhadap masalah value of money. Dengan harga yang murah

mereka yang sensitif akan mendapatkan value of money yang tinggi dan

merasa kepuasan karenanya.

3. Service Quality. Kedua faktor di atas (kualitas dan harga) ternyata bukan jaminan untuk memuaskan pelanggan. Kualitas yang baik dan

harga yang murah akan menjadi hal yang tidak bermakna bila

pelayanan yang diberikan karyawan tidak baik (tidak ramah, prosedur

yang susah, dan pelayanan yang tidak nyaman).

4. Emotional factor. Pada awalnya kajian tentang kepuasan mengarah pada asumsi bahwa para pelanggan menggunakan rasionalitasnya dalam

berbelanja. Namun kajian-kajian kekinian membuktikan bahwa

pelanggan tidak selalu rasional untuk melakukan transaksi, bahkan ada

kecenderungan irasional. Sering terjadi pelanggan mau membayar harga

yang teramat tinggi (tidak masuk akal) untuk sebuah barang maupun

jasa, hanya karena barang terseut bentuknya/warnanya sesuai dengan

bentuk/penampilan/warna favoritnya. Dengan demikian kajian kekinian

menjadikan faktor emosi sebagai hal yang menjadi driver kepuasan

pelanggan.

Adapun dimensi kepuasan tamu, meliputi harapan produk

terpenuhi, harapan harga terpenuhi, harapan pelayanan terpenuhi, dan

(43)

29

2.2 Pengaruh Antar Variabel

2.2.1 Pengaruh Produk terhadap Kepuasan Tamu

Seorang tamu yang puas adalah tamu yang merasa mendapatkan

value dari produsen atau penyedia jasa. Value ini bisa berasal dari produk,

pelayanan, sistem atau sesuatu yang bersifat emosi. Tamu dalam produk

jasa selain mementingkan aspek tempat juga sangat mepertimbangkan

produk yang akan diberikan pada tamu. Dalam sebuah industri hotel

berbagai pelayanan yang ditawarkan dan juga dalam berbagai memberikan

servis menjadi salah satu faktor kesuksesan suatu kualitas produk yang

diberikan, karena tamu yang hadir puas dengan seluruh pelayanan.

2.2.2 Pengaruh Harga terhadap Kepuasan Tamu

Harga, dilihat dari sudut pandang konsumen, seringkali digunakan

sebagai indikator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan

manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Pada tingkat harga

tertentu, jika manfaat yang dirasakan meningkat, maka nilainya akan

meningkat pula. Apabila nilai yang dirasakan tamu semakin tinggi, maka

akan menciptakan kepuasan tamu yang maksimal (Tjiptono, 2008).

Kertajaya (2002) mengungkapkan bahwa indikator penilaian harga dapat

di lihat dari kesesuaian antara suatu pengorbanan dari tamu terhadap nilai

yang diterimanya setelah melakukan pembelian, dan dari situlah tamu

(44)

30 merupakan hasil dari rasa puas akan suatu pembelian yang dilakukannya,

sedangkan persepsi yang negatif merupakan suatu bentuk dari

ketidakpuasan tamu atas produk atau jasa yang dibelinya.

2.2.3 Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Tamu

Kotler (2006) menyatakan bahwa kualitas pelayanan harus dimulai

dari kebutuhan tamu dan berakhir pada persepsi tamu. Karena variabel

kualitas pelayanan tersebut diukur dengan persepsi, sehingga berpengaruh

positif.

Penelitian yang dilakukan Dabholkar et. al (2000) dalam Tjiptono

(2008) menyatakan bahwa kualitas jasa mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap kepuasan tamu. Cronin dan Taylor (1992) dalam

Margaretha (2004) menemukan adanya hubungan yang kuat dan positif

(45)

31

2.3 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

No Nama, Tahun Dan Judul Variable Metode Penelitian Hasil

1 Pradana Jaka Purnama

2011

2 Septhani Rebeka Larosa,

(46)

32

5 Ika Putri Iswayanti, 2010

(47)

33

2.4 Kerangka Pemikiran Teoritis

Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dijelaskan sebelumnya, maka

dapat dibuat kerangka pemikiran teoritis sebagai berikut :

(48)

34

2.5 Hipotesis

2.5.1 Hipotesis Umum

Hipotesis umum yang di ajukan dalam penelitian ini adalah dapat

diduga bahwa produk, harga, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif

dan signifikan terhadap kepuasan tamu di Tasneem Convention Hotel

Yogyakarta.

2.5.2 Hipotesis Khusus

Hipotesis khusus yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut.

1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan produk terhadap kepuasan

tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta.

2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan harga terhadap kepuasan

tamu di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta.

3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan terhadap

(49)

35

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Desain Penelitian

3.1.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survei, yaitu penelitian yang

dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah

data dari populasi yang ada, sehingga ditentukan kejadian-kejadian relatif,

distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun

psikologis (Sugiyono, 2005).

3.1.2 Desain Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan kombinasi penelitian yaitu :

a. Berdasarkan segi tujuan yang mempelajari (purpose of study) adalah

penelitian deskriptif presentase dan uji hipotesis yaitu dengan

mendeskriptifkan variabel peningkatan pengembangan dan pengetahuan

pengaruh produk, harga, dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu.

b. Berdasarkan tipe penelitian termasuk penelitian deskriptif dan verifikasi

penelitian ini bertujuan untuk meperoleh gambaran parameter yang diukur

dari kontribusi setiap item serta indikator variabel, yang terdiri dari

variabel produk, harga, dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap

kepuasan tamu berkaitan dengan meningkatkan pengetahuan dalam

(50)

36 memperjelas uraian diatas dapat digambarkan dalam bagan gambar desain

penelitian sebagai berikut.

Gambar 3.1

Desain Penelitian

3.2Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilakukan di Tasneem Convention Hotel

Yogyakarta. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober

2016.

3.3Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek

yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,

2005). Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk

(barang dan atau jasa) dari Tasneem Convention Hotel Yogyakarta. Informasi

Produk (X1)

Kepuasan Tamu (Y) Harga (X2)

(51)

37 dari Sales & Marketing Departement dalam satu minggu rata-rata diperoleh

rata-rata tamu sebanyak 250 tamu/minggu.

3.3.2 Sampel

Sampel yaitu sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiyono, 2005). Metode pengambilan sampel yang

digunakan adalah metode convenience sampling yaitu pengambilan sampel

secara nyaman, mudah ditemui dan diajak bekerjasama serta dilakukan dengan

memilih sampel bebas sekehendak peneliti (Jogiyanto, 2004). Sampel dalam

penelitian ini sebanyak 250 responden.

Besar sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui rumus slovin sbb

n= . N . 1 + Ne (0,052)

n= 250 1 + 250 ( 0,0025)

n = 250 1,625

n = 154 orang

3.4Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Data primer

Data primer yaitu data aktual yang diperoleh secara langsung dari obyek

penelitian yang dikumpulkan dan diolah oleh peneliti. Data primer berupa

(52)

38

2. Data Sekunder

Data sekunder berupa data yang sudah diolah dan biasanya sudah berupa

arsip, buku, literatur, bahan bacaan lain yang berhubungan dengan

masalah yang diteliti.

3.5Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi :

3.5.2. Kuesioner

Kuesioner merupakan salah satu metode pengumpulan data yang

dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden, baik

pertanyaan yang sifatnya tertutup maupun terbuka. Pertanyaan bersifat

tertutup, diukur dengan menggunakan skala dengan internal 1-5 yaitu

sangat setuju, setuju, cukup setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

3.5.3. Observasi

Observasi merupakan pengamatan secara langsung pada obyek

penelitian. Pengamatan dilakukan pada obyek penelitian Tasneem

Convention Hotel Yogyakarta.

Adapun pengukuran variabel item-item menggunakan skala likert.

Menurut Sugiyono (2005), skala likert adalah skala yang digunakan untuk

mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang

(53)

39 menyusun item-item yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Pemberian

skornya adalah sebagai berikut:

3.6Variabel, Definisi Konsep dan Definisi Operasional

Tabel 3.1

Variabel, Definisi Konsep dan Definisi Operasional

No Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala

Ukur

1 Produk

(X1)

Menurut Kotler dan

Armstrong dalam Ali

(2010), pengertian produk dalam arti yang lebih luas untuk mencakup segala

sesuatu yang diberikan

kepada seseorang guna

memuaskan suatu

Menurut Tjiptono (2008), harga mempengaruhi citra dan strategi positioning,

harga merupakan

pernyataan nilai dari suatu

produk (termasuk nilai

(54)

40

3 Kualitas

Pelayana n (X3)

(55)

41

3.7Uji Kelayakan Instrumen

3.7.1 Uji Validitas

Uji validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur

apa yang akan diukur. Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan

kecermatan suatu alat ukur dalam melaksanakan fungsi ukur. Untuk

mengetahui validitas, maka teknik yang digunakan dalam penelitian ini

adalah metode korelasi Product Moment Pearson. Teknik ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing item pernyataan dengan skor

total atau keseluruhan. Hasil korelasi harus signifikan berdasarkan ukuran

statistik tertentu. Kuesioner sebagai alat ukur dapat dikatakan valid apabila

rhitung lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi () = 5%. Rumus

korelasi Product Moment Pearson (Sugiyono, 2005:109) adalah sebagai

(56)

42

3.7.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan pengujian yang menunjukkan sejauh

mana stabilitas dan konsistensi dari alat ukur yang digunakan, yang

mampu memberi hasil yang relatif konsisten jika pengukuran tersebut

diulangi. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dengan menggunakan

Cronbach’s Alpha. Menurut Indriantoro dan Supomo (2002), suatu alat

ukur disebut reliabel apabila memiliki nilai Cronbach Alpha sama dengan

atau lebih besar dari 0,6. Rumus Alpha digunakan untuk mencari

reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau

dan skala bertingkat (rating scale). Rumus Alpha (Arikunto, 2002:89):

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

b2 = jumlah varians butir

12 = varians total

3.7.3 Teknik Analisis Data

1. Analisis Regresi Berganda

Penelitian ini menggunakan alat analisis Regresi Berganda dengan

menggunakan SPSS Versi 11.5. Analisis ini digunakan untuk mengetahui

(57)

43 terhadap kepuasan tamu (variabel terikat), yaitu dengan menggunakan

model sebagai berikut:

Y = a+ b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e

Dimana:

Y = Kepuasan Tamu

a = Konstanta

X1 = Produk

X2 = Harga

X3 = Kualitas Pelayanan

e = Kesalahan penganggu

b1, b2, b3 b4 = Koefisien regresi X1, X2, X3

2. Uji Hipotesis Simultan (Uji F)

Uji F ini akan dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh

variabel-variabel bebas (produk, harga, dan kualitas pelayanan) terhadap

variabel terikat (kepuasan tamu) secara simultan. Langkah-langkahnya

adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan hipotesis

Ho1: produk, harga, dan kualitas pelayanan secara simultan tidak

berpengaruh terhadap kepuasan tamu.

Ha1: produk, harga, dan kualitas pelayanan secara simultan

berpengaruh terhadap kepuasan tamu.

b. Menentukan nilai kritis F (Ftabel) dengan tingkat signifikansi  sebesar

(58)

44 c. Menghitung nilai Fhitung dengan rumus:

F =

R² = koefisien determinasi

k = jumlah variabel bebas

n = jumlah anggota sampel

d. Ketentuan kriteria pengujian yang digunakan dalam pengujian Fhitung

adalah sebagai berikut:

1) Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima, artinya

produk, harga, dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh

terhadap kepuasan tamu.

2) Jika Fhitung  Ftabel, maka Ho1 diterima dan Ha1 ditolak, artinya

produk, harga, dan kualitas pelayanan secara simultan tidak

berpengaruh terhadap kepuasan tamu.

3. Uji Hipotesis Parsial (Uji t)

Uji t ini akan dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh

variabel-variabel bebas (produk, harga, dan kualitas pelayanan) terhadap

variabel terikat (kepuasan tamu) secara parsial. Langkah-langkahnya

adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan hipotesis

Ho2: Produk, harga, dan kualitas pelayanan secara parsial tidak

(59)

45

Ha2: Produk, harga, dan kualitas pelayanan secara parsial

berpengaruh terhadap kepuasan tamu.

b. Menentukan nilai kritis t (ttabel) dengan tingkat signifikansi  sebesar

0,05 dan derajat bebasnya (df) = n-k-1.

c. Menghitung nilai thitung dengan rumus:

d. Ketentuan kriteria pengujian yang digunakan dalam pengujian thitung

adalah sebagai berikut:

1) Jika ttabel > thitung > ttabel, maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima,

artinya produk, harga, dan kualitas pelayanan secara parsial

berpengaruh terhadap kepuasan tamu.

2) Jika ttabel  thitung  ttabel, maka Ho2 diterima dan Ha2 ditolak,

artinya produk, harga, dan kualitas pelayanan secara parsial tidak

berpengaruh terhadap kepuasan tamu.

4. Koefisien Determinasi (R²)

Koefisien determinasi ganda (R Square atau R²) digunakan untuk mengukur sumbangan dari variabel bebas (produk, harga, dan kualitas

pelayanan) yang diteliti terhadap variabel terikat (kepuasan tamu).

(60)

46 < R² < 1. Semakin besar R² yang diperoleh dari hasil perhitungan

(mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa sumbangan dari variabel

bebas terhadap variabel terikat semakin besar. Sebaliknya jika R² semakin

kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa sumbangan dari

variabel bebas (produk, harga, dan kualitas pelayanan) terhadap variabel

terikat (kepuasan tamu) semakin kecil. Adapun rumus koefisien

determinasi ganda adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2005:170):

R² =

SSe = Jumlah kuadrat kesalahan

SSt = Jumlah kuadrat total

3.8Jadwal Penelitian

NO URAIAN

BULAN

JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER

1. Pembuatan Data Kuesioner

2. Penyebaran Data Kuesioner (Penelitian) 3. Pengolahan Data

(61)

47

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1.1 Deskripsi Tasneem Convention Hotel

Tasneem Convention Hotel adalah hotel dengan klasifikasi premium

budget yang terletak di tengah kota Yogyakarta, tepatnya di Jl Brigjend Katamso

– Ireda Yogyakarta. Hotel yang baru berdiri di bulan Mei tahun 2015 ini memiliki

2 tipe kamar yaitu Superior dan Deluxe dengan jumlah total 62 kamar yang terdiri

dari 44 kamar Superior dan 18 kamar Deluxe. Semua kamar dengan tipe Superior

adalah twin bed (2 single bed) dan semua kamar dengan tipe Deluxe adalah queen

bed (1 double bed).

Keunikan yang dimiliki oleh Tasneem Convention Hotel adalah adanya

pertunjukan Ramayana Ballet yang selalu tampil setiap malam tanpa libur pada

pukul 20.00 – 21.30 WIB. Pertunjukan tersebut disajikan dalam bentuk sendratari

dengan penampilan live gamelan dan sinden. Dalam setiap pertunjukan,

dibutuhkan kurang lebih 45 orang termasuk para penari, perias, dan para

pelaksana acara. Pertunjukan tersebut diselenggarakan di dalam Purawisata

Amphitheater yang bisa menampung hingga 600 penonton. Dalam durasi 1,5 jam

tersebut Ramayana Ballet disajikan dalam cerita full story.

Selain adanya pertunjukan Ramayana Ballet yang merupakan nilai lebih

Gambar

Gambar 2.1 Konsep Kepuasan Tamu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Gambar 2.2  Kerangka Pemikiran Teoritik
Gambar 3.1 Desain Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan

Kualitas pelayanan dan harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen I Gede Surya Apria Darma (2012) Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga , kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan tamu Garuda Citra Hotel Medan.. Penelitian ini

Berdasarkan perumusan masalah, landasan teori maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk dan harga terhadap kepuasan

Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Persepsi Harga, Kepercayaan Pelangan dan Kepuasan Pelanggan berpengaruh Terhadap Loyalitas Pelanggan Berdasarkan hasil pengujian

i PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN KOSMETIK PRODUK NASA DI KECAMATAN BULUKERTO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi

“Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan dengan Variabel Moderasi Kepuasan Pelanggan Studi Pada Kopontren Al Munawwir Yogyakarta”..

Penelitian pengaruh kualitas pelayanan, harga, dan produk terhadap kepuasan pelanggan skincare MS Glow di