BAB II
PERENCANAAN KINERJA 2.1. Rencana Strategis
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 tahun 2019. RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 merupakan dokumen perencanaan 5 tahun periode kepemimpinan kepala daerah terpilih yang disusun oleh Pemerintah Provinsi dengan melibatkan stakeholder serta para pemangku kepentingan dalam proses penyelenggaraan pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Dokumen RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 selanjutnya akan menjadi pedoman perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing Perangkat Daerah. Dokumen RPJMD ini selanjutnya akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang merupakan dokumen rencana tahunan.
2.2. Perjanjian Kinerja Tahun 2020
Dokumen Perjanjian Kinerja merupakan dokumen pernyataan/ kesepakatan/perjanjian kinerja untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan. Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan telah menetapkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sebagai berikut:
Tabel II – 1
Perjanjian Kinerja Tahun 2020
NO TUJUAN/ SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
1
Meningkatkan kualitas
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
1. Indeks Reformasi Birokrasi B
1. Meningkatnya akuntabilitas kinerja
pemerintahan 2. Nilai SAKIP
B
2.
Berkembangnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan public
3. Indeks Kepuasan Masyarakat atas
Pelayanan Publik B
2 Meningkatkan infrastruktur wilayah 4. Pertumbuhan PDRB Sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan, Konstruksi, Pengadaan Air (%)
NO TUJUAN/ SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
3. Meningkatnya aksesibilitas
infrastruktur 5. Indeks Aksesibilitas Infrastruktur 63,09
3
Meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata antar lapisan dan antar wilayah
6. PDRB Perkapita (Juta Rp) 56,69
7. Angka Kemiskinan (%) 12,19
4.
Meningkatnya produktifitas pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru
8. PDRB Kawasan (Luwu Utara,
Selayar, dan Bone) (Milyar RP) 34.424.045 9. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 8,79 5.
Menurunnya kesenjangan antar lapisan masyarakat dan antar wilayah
10. Indeks Gini Ratio 0,414 11. Indeks Williamson 0,62
4 Meningkatkankualitas SDM secara
inklusif 12.
IPM 72,18
6. Meningkatnya derajat pendidikan
masyarakat 13. Indeks Pendidikan 65,62
7. Meningkatnya keberdayaan perempuan dalam pembangunan
14. IPG (Indeks Pembangunan Gender) 93,40 15. IDG (Indeks Pemberdayaan Gender) 75,54 8. Meningkatnya derajat kesehatan
masyarakat 16. Indeks Kesehatan 77,55
5 Pengelolaan sumberdaya alam yang berdaya saing sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup
17. Pertumbuhan PDRB (%) -0,73
9. Meningkatnya produktivitas dan daya saing produk sektor perekonomian berbasis sumberdaya alam
18. Produktifitas Total Daerah
(Rp/Angkatan Kerja) 80,719.198,89
10.
Terpeliharanya kualitas lingkungan hidup serta kemampuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim
19. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
(IKLH) 75,79
20. Potensi Penurunan emisi GRK
(Juta Ton CO2Eq) 0,89
2.3. Indikator Kinerja Utama (IKU)
Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi Pemerintah yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja. Pemerintah Provinsi Sulsel telah melakukan revisi terhadap IKU sesuai revisi RPJMD yang telah dilakukan sebagai bentuk perbaikan yang berkelanjutan terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja. Masih terdapat indikator yang berupa output tetapi dinilai
merupakan output penting sehingga tetap dimasukkan sebagai IKU. Adapun IKU Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel II – 2
Indikator Kinerja Utama
NO INDIKATOR KINERJA FORMULASI
1 Indeks Reformasi
Birokrasi Nilai Indeks
2 Nilai SAKIP (Ax0,35)+(Bx0,20)+(Cx0,15)+(Dx0,10)+(Ex0,20) Keterangan: A: Perencanaan Kinerja B: Pengukuran Kinerja C: Pelaporan Kinerja D: Evaluasi Kinerja E: Capaian Kinerja 3 Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik 4 Pertumbuhan PDRB Sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan, Konstruksi, dan Pengadaan Air (%) Ket: 5 Indeks Aksesibilitas Infrastruktur (ax50%) + (bx20%) + (cx30%) Keterangan:
a: persentasi kemantapan Jalan b: persentase ketersediaan terminal
c: persentase ketersediaan pelabuhan pengumpan regional.
6 PDRB Perkapita (Juta Rp) 7 Angka Kemiskinan (%) x100 % 8 PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone) (Milyar RP)
PDRB Kabupaten Luwu Utara + PDRB Kabupaten Selayar + PDRB Kabupaten Bone
9 Tingkat Pengangguran Terbuka (%)
Ket:
HLS: Harapan lama sekolah RLS: Rata-rata lama sekolah 10 Indeks Gini Ratio
11 Indeks Williamson
12 IPM
Ket: I = Nilai Indeks
13 Indeks Pendidikan 14 IPG (Indeks Pembangunan Gender) 15 IDG (Indeks Pemberdayaan Gender) Keterangan;
Ia= indek keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Ib= Indeks perempuan sebagai tenaga profesional, kepemimpinan dan teknisi
Ic= Indeks sumbangan pendapatan perempuan
16 Indeks Kesehatan
Keterangan:
AHH: Angka Harapan Hidup
17 Pertumbuhan PDRB (%)
18 Produktifitas Total Daerah (Rp/Angkatan Kerja) 19 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)
IKLH = (IKAx30%) + (IKUx30%) + (IKTLx40%) Keterangan:
IKA: Indeks Kualitas Air IKU: Indeks kualitas Udara
IKTL: Indeks kualitas tutupan lahan
20
Potensi Penurunan emisi GRK (Juta Ton CO2Eq)
Jumlah penurunan emisi sektor lahan + Jumlah penurunan emisi sektor pertanian + Jumlah penurunan emisi sektor energi + Jumlah penurunan emisi sektor limbah
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan pemerintahan yang telah diperjanjikan sebelumnya, maka sebagai wujud tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyusun Laporan Kinerja Tahun 2020 secara sistematis untuk menyajikan keberhasilan, hambatan serta permasalahan yang dihadapi dalam mencapai Sasaran Staregis.
Dalam melakukan evaluasi keberhasilan atau kegagalan capaian kinerja setiap sasaran, maka digunakan skala pengukuran 5 (lima) kriteria sebagai berikut :
Tabel III-1
Skala Nilai Peringkat Kinerja
No. Interval Nilai Realisasi Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja 1 91 % ≤ Sangat Tinggi 2 76 % s.d 90 % Tinggi 3 66 % s.d 75 % Sedang 4 51 % s.d 65 % Rendah 5 50 % Sangat Rendah
Sumber Data: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017
Penghitungan persentase capaian perlu memperhatikan karakteristik komponen realisasi, dalam kondisi :
3.1 Capaian IKU Tahun 2020
Pencapaian terhadap IKU Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara ringkas digambarkan pada tabel sebagai berikut:
Tabel III-2
Capaian Indikator KInerja Utama No Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
Kinerja Realisasi % Capaian 1 Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
1. Indeks Reformasi Birokrasi B B 100
1. Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintahan 2. Nilai SAKIP B B 100 2. Berkembangnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan public 3. Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik B B 100 2 Meningkatkan infrastruktur wilayah 4. Pertumbuhan PDRB Sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan
Konstruksi, Pengadaan Air (%) 1,7 -3,53 -207,65 3. Meningkatnya aksesibilitas infrastruktur 5. Indeks Aksesibilitas Infrastruktur 63,09 77,79 123,30 3 Meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata antar lapisan dan antar wilayah 6. PDRB Perkapita (Juta Rp) 56,69 56,51 99,68 7. Angka Kemiskinan (%) 12,19 8,99 135,60 4. Meningkatnya
produktifitas pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru
8.
PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, & Bone) (Milyar RP) 34.424.045 33.846.680 98,32 9. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 8,79 6,32 139,30 5. Menurunnya kesenjangan antar lapisan masyarakat dan antar wilayah
10. Indeks Gini Ratio 0,414 0,382 108,38 11. Indeks Williamson 0,62 0,602 102,99
4
Meningkatkan kualitas SDM
secara inklusif 12. IPM 72,18 73,05 101,21 6. Meningkatnya derajat
pendidikan masyarakat 13. Indeks Pendidikan 65,62 67,05 102,18 7. Meningkatnya keberdayaan perempuan dalam pembangunan 14. IPG (Indeks Pembangunan Gender) 93,40 93,09 99,67 15. IDG (Indeks Pemberdayaan Gender) 75,54 75,54 100 8. Meningkatnya derajat
5
Pengelolaan sumberdaya alam yang berdaya saing sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup
17. Pertumbuhan PDRB (%) -0.73 -0,70 104,29
9.
Meningkatnya
produktivitas dan daya saing produk sektor perekonomian berbasis sumberdaya alam
18. Produktifitas Total Daerah
(Rp/Angkatan Kerja) 80.719.198,89 76.913.142 95,28
10
Terpeliharanya kualitas lingkungan hidup serta kemampuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim
19. Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup (IKLH) 75,79 71,74 94,66 20. Potensi Penurunan emisi
GRK (Juta Ton CO2Eq) 0,89 0,96 107,87
Indikator Kinerja Utama (IKU) yang mendukung sasaran strategis dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 sebanyak 20 (dua puluh) indikator. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi capaian kinerja di atas 91% atau kriteria “Sangat Tinggi”.
3.2 Capaian Kinerja Sasaran
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai misi ke-1 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023 yaitu ”Mewujudkan Pemerintahan yang Berorientasi Melayani dan Inovatif”, dan tujuan ”Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan”. Sasaran ini didukung oleh Biro Organisasi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Kepegawaian Daerah, Inspektorat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian,
Sebagai catatan untuk Nilai SAKIP sampai saat laporan ini disusun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi belum mengeluarkan Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020, sehubungan hal
SASARAN
tersebut maka pengukuran capaian Indikator Kinerja ini masih mengacu pada capaian tahun sebelumnya sebagai berikut:
a. Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Perbandingan antara target dan realisasi untuk indikator kinerja Nilai SAKIP diuraikan pada tabel berikut:
Tabel III-3
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
No Indikator Kinerja Target
Kinerja Realisasi
Capaian (%)
1 Nilai SAKIP B B 100%
Berdasarkan pengukuran pencapaian Sasaran Strategis 1 yaitu “Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Pemerintah“, dengan realisasi
capaian kinerja yaitu 100%, sehingga capaian kinerja Sasaran Strategis 1 ini tercapai dengan kriteria Sangat Tinggi.
Untuk memperoleh nilai SAKIP, yaitu melalui laporan hasil penilaian hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, dengan formulasi Perhitungan sebagai berikut:
(A x 0,30) + (B x 0,25) + (C x 0,15) + (D x 0,10) + (F x 0,20) Keterangan A = Perencanaan Kinerja B = Pengukuran Kinerja C = Pelaporan Kinerja D = Evaluasi Kinerja E = Capaian Kinerja
Penilaian implementasi SAKIP menunjukkan tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran dibandingkan capaian kinerja, kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan berorientasi hasil pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah baik.
Berdasarkan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Tahun 2019 terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dikeluarkan oleh Kementerian PAN dan RB sesuai Surat Nomor B/183/M.AA.05/2019 tanggal 30 Desember 2019, diperoleh hasil evaluasi dengan nilai 65,06 atau kategori “B”, yang diuraikan dalam tabel berikut:
Tabel III-4 Nilai Hasil Evaluasi
No Komponen yang dinilai Bobot Nilai
A Perencanaan Kinerja 30 21,74
B Pengukuran Kinerja 25 13,22
C Pelaporan Kinerja 15 11,25
D Evaluasi Internal 10 6,60
E Capaian Kinerja 20 12,25
Nilai Hasil Evaluasi 100 65,06
Tingkat Akuntabilitas Kinerja B
Sumber Data: Laporan Hasil Evaluasi Kemenpanrb 2019
b. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya
Adapun perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-5
Perbandingan Realisasi Kinerja 3 (tiga) Tahun terakhir
No Indikator Kinerja 2018 2019 2020
1 Nilai SAKIP B B B
Sumber Data: Laporan Hasil Evaluasi Kemenpanrb 2019
Nilai SAKIP selama 2 (dua) tahun terakhir masih sama yaitu masih pada kategori B, namun secara nilai capaian mengalami peningkatan yaitu pada Tahun 2018 Nilai SAKIP 64,28 dan pada Tahun 2019 meningkat menjadi 65,06.
c. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis dan standar nasional.
Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-6
Perbandingan Realisasi Kinerja 2020, Jangka Menengah dan Nasional
No Indikator Kinerja Realisasi Target 2020 Target Jangka Menengah Target Nasional 1 Nilai SAKIP B AA -
Jika dibandingkan dengan Target Jangka Menengah, Nilai SAKIP yang diraih Tahun 2020 ini menunjukkan trend yang positif dimana dari tahun ke tahun nilainya cenderung naik.
d. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja serta Solusi yang Telah Dilakukan.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian PANRB, realisasi telah mencapai target yang ditetapkan, namun masih terdapat kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki yaitu:
1) Rekomendasi perbaikan yang telah disampaikan tahun sebelumnya belum ditindaklanjuti secara menyeluruh sehingga belum ada kemajuan yang berarti dalam perbaikan manajemen kinerja.
2) Kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah dijabarkan (cascading) ke dalam kinerja setiap Perangkat Daerah, namun belum semua Perangkat Daerah menjabarkan kinerja sampai pada kinerja level eselon IV dan kualitas penjabaran kinerja tersebut masih perlu disempurnakan. 3) Sebagian besar Perangkat Daerah belum menyajikan Laporan Kinerja
dengan baik sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 53 Tahun 2014. 4) Telah dilakukan evaluasi atas implementasi SAKIP Perangkat Daerah,
namun simpulan hasil evaluasi belum menggambarkan kondisi penerapan SAKIP dan belum memberikan umpan balik kepada Perangkat Daerah. 5) Evaluasi program dan kegiatan yang dilakukan Perangkat Daerah masih
pada capaian hasil (outcome) program dan keselarasan program dan kegiatan dalam mendukung capaian organisasi.
Dalam rangka lebih mengefektifkan penerapan manajemen kinerja dan mewujudkan budaya kinerja, disarankan untuk menindaklanjuti hal-hal berikut:
1) Diharapkan seluruh Perangkat Daerah segera menindaklanjuti saran perbaikan berdasarkan hasil evaluasi yang telah disampaikan.
2) Meningkatkan kualitas Cascading kinerja terhadap seluruh Perangkat Daerah dengan menjabarkan kinerja sampai dengan kinerja level eselon IV.
3) Meningkatkan kualitas Laporan Kinerja di tingkat Provinsi maupun Perangkat Daerah berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 53 Tahun 2014.
4) Memanfaatkan Informasi Kinerja dalam Laporan Kinerja oleh Pimpinan secara berjenjang sehingga dapat digunakan sebagai umpan balik perbaikan perencanaan, pelaksanaan program/kegiatan dan peningkatan kinerja.
5) Meningkatkan kualitas evaluasi SAKIP Perangkat Daerah sehingga dapat mendorong perbaikan dalam implementasi SAKIP oleh Perangkat Daerah secara signifikan.
Berdasarkan rekomendasi dan saran tindaklanjut dari Tim Evaluator SAKIP, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan langkah-langkah perbaikan sebagai berikut:
1) Melaksanakan coaching clinic sekaligus Evaluasi SAKIP terhadap seluruh Perangkat Daerah pada tanggal 18 - 20 September 2020, dimana Para Kepala Perangkat Daerah memaparkan pelaksanaan SAKIP Perangkat Daerah masing-masing yang langsung ditanggapi dan dikoreksi oleh evaluator untuk selanjutnya diadakan perbaikan-perbaikan terhadap dokumen SAKIP.
2) Melaksanakan coaching clinic kedua pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2020, dimana para Kepala Perangkat Daerah memaparkan hasil
perbaikan-perbaikan dokumen SAKIP sebagai tindak lanjut dari coaching clinic pertama.
3) Melakukan Perubahan terhadap RPJMD dan dokumen perencanaan lainnya dengan menyesuaikan aturan-aturan yang berlaku.
4) Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan asistensi terhadap penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) kepada seluruh Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan Permenpanrb Nomoo 53 Tahun 2014.
e. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Anggaran yang ditetapkan pada APBD TA 2020 untuk mendukung pencapaian sasaran ini terdiri dari 7 Program sebesar Rp22.811.851.720,00 dengan realisasi sebesar Rp20.958.846.791 atau 91,87%. Dibandingkan dengan capaian kinerja sasaran sebesar 100%, berarti tingkat efisiensi yang mendukung sasaran ini adalah sebesar 8,13%.
Tabel III-7
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
NO URAIAN ANGGARAN TA 2020 REALISASI %
1 Program Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Aparatur (Prioritas) 216.710.700 214.276.700 89,58
2 Program Penilaian Potensi Dan Kompetensi Aparatur (Prioritas) 2.186.019.930 1.701.907.330 99,74
3 Program Penataan Dan Penguatan Kelembagaan (Prioritas) 726.100.200 707.907.196 91,16
4
Program Pembinaan Dan Pengawasan Administrasi Dan Keuangan Daerah (Prioritas)
6.958.900.500 6.573.400.878 94,46
5
Program Perencanaan, Pengendalian Dan
Evaluasi Pembangunan Daerah (Prioritas) 8.779.439.223 8.639.264.451 87,74
6
Program Pengembangan Dan
Implementasi E-Government (Prioritas) 3.072.951.025 2.488.469.025 99,21
7
Program Pengembangan Dan Implementasi Inovasi Pemerintahan (Prioritas)
871.730.142 633.621.211 93,46
Jumlah 22.811.851.720 20.958.846.791 91,87
f. Analisis Program dan Kegiatan yang menunjang keberhasilan/kegagalan pencapaian pernyataan Kinerja
Program dan kegiatan yang mendukung pencapaian sasaran adalah: 1) Program pengembangan kompetensi sumber daya aparatur, dilaksanakan
oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, program ini didukung 10 (sepuluh) Kegiatan;
2) Program penilaian potensi dan kompetensi aparatur, dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah, program ini didukung 9 (sembilan) Kegiatan;
3) Program penataan dan penguatan kelembagaan, dilaksanakan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana program ini didukung 6 (enam) Kegiatan;
4) Program pembinaan dan pengawasan administrasi dan keuangan daerah, dilaksanakan oleh Inspektorat Daerah, program ini didukung 9 (sembilan) Kegiatan;
5) Program perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, program ini didukung 18 (delapan belas) Kegiatan;
6) Program pengembangan dan implementasi e-government, dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian, program ini didukung 8 (delapan) Kegiatan;
7) Program pengembangan dan implementasi inovasi pemerintahan, dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, program ini didukung 9 (sembilan) Kegiatan.
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai misi ke-1 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023 yaitu ”Mewujudkan Pemerintahan yang Berorientasi Melayani dan Inovatif”, dan tujuan ”Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan”. Sasaran ini didukung oleh Dinas
SASARAN
Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (dahulu Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi), Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Dan Pertanahan, Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Biro Kesejahteraan. Untuk mengukur sasaran tersebut terdapat 1 (satu) indikator kinerja dengan analisis pencapain sebagai berikut:
a. Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Perbandingan antara target dan realisasi untuk indikator kinerja “Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik” diuraikan pada tabel berikut:
Tabel III-8
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
No Indikator Kinerja Target
Kinerja Realisasi
Capaian (%)
1 Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan
Publik B B 100
Berdasarkan pengukuran pencapaian Sasaran Strategis 2 yaitu “Berkembangnya Inovasi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pelayanan Publik“, dengan realisasi capaian kinerja yaitu 100%, sehingga capaian kinerja Sasaran Strategis 2 ini tercapai dengan kriteria Sangat tinggi.
Nilai survey pelayanan dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata tertimbang” masing-masing unsur pelayanan. Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 10 unsur pelayanan yang dikaji yaitu:
1) Kemudahan Prosedur/alur 2) Kemudahan persyaratan 3) Kejelasan Informasi biaya 4) Waktu Pelayanan
5) Jangka Waktu Penyelesaian 6) Kecepatan Petugas
7) Keahlian Petugas 8) Integritas Petugas 9) Sarana dan Prasarana
10) Penanganan pengaduan
Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:
Tabel III-9
Interval konversi IKM dan Kategori
Nilai Interval Konversi Mutu Palayanan Kinerja Unit Pelayanan
25,00 – 64,99 D Tidak Baik
65,00 – 76,60 C Kurang Baik
76,61 – 88,30 B Baik
88,31 – 100,0 A Sangat Baik
Berdasarkan hasil survey pelayanan publik Tahun 2020 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan (P2KP) Universitas Hasanuddin, diperoleh hasil IKM dengan nilai 77,32 atau kategori “B”, yang diuraikan dalam tabel berikut:
Tabel III-10
Hasil Indeks Kepuasan Masyarakat
No Unit Kerja Indeks
Kepuasan Mutu Pelayanan Kinerja Unit Palayanan 1 UPT. Laboratorium
Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup
88,53 A Sangat Baik
2 Dinas Pendidikan 71,72 C Kurang Baik
3 Dinas Penanaman Modal Dan PTSP 73,56 C Kurang Baik
4 UPT. Pengelolaan Sarana Prasarana
Keolahragaan Dinas Kepemudaan Dan Olahraga
76,81 B Baik
5 UPT. Balai Pengujian Mutu Produk Perikanan Dinas Kelautan Dan Perikanan
91,35 A Sangat Baik
6 Dinas Perindustrian 80,30 B Baik
7 Dinas Perpustakaan 68,83 C Kurang Baik
8 Dinas Sosial 73,67 C Kurang Baik
10 UPT. Pendapatan Wilayah Makassar I 76,49 C Kurang Baik
11 Badan Kepegawaian Daerah 73,67 C Kurang Baik
12 RSKD Dadi 72,03 C Kurang Baik
13 RSKIA Pertiwi 80,14 B Baik
14 RSKIA Siti Fatimah 75,00 C Kurang Baik
15 RSUD Sayang Rakyat 74,72 C Kurang Baik
16 RSUD Haji Makassar 76,14 C Kurang Baik
17 RSUD Gigi Dan Mulut 79,42 B Baik
18 Sekretariat DPRD 90,54 A Sangat Baik
Provinsi Sulawesi Selatan 77,30 B Baik
Dari tabel di atas UPT. Balai Pengujian Mutu Produk Perikanan Dinas Kelautan Dan Perikanan memperoleh nilai indeks kepuasan tertinggi yaitu 91,35 point dengan Mutu Layanan A atau Sangat Baik, diikuti oleh Sekretariat Daerah memperoleh nilai yaitu 90,54 point dengan Mutu Layanan A atau Sangat Baik, disusul oleh UPT. Laboratorium Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan nilai 88,53 point dengan Mutu Layanan A atau Sangat Baik. Di sisi lain Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Badan Pendapatan Daerah memperoleh nilai indeks kepuasan terendah yaitu 68,83 point dengan Mutu Layanan C atau Kurang Baik.
b. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya
Adapun perbandingan realisasi kinerja Tahun 2020 dengan tahun lalu dan tahun sebelumnya untuk indikator kinerja Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-11
Perbandingan Realisasi Kinerja 3 Tahun terakhir
No Indikator Kinerja 2018 2019 2020
1 Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik D B B Sumber Data: RPJM Provinsi Sulawesi Selatan 2018-2023
Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik berdasarkan kondisi awal RPJMD Tahun 2018 diperoleh kategori “D”, untuk Tahun 2019 hasil survey diperoleh nilai IKM 80,92 atau kategori “B”. Akan tetapi Untuk Tahun 2020 capaian IKM atas Pelayanan Publik terjadi penurunan yaitu 77,32 walaupun masih kategori “B”.
c. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis dan standar nasional.
Perbandingan realisasi Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik Tahun 2020 dengan target jangka menengah dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-12
Perbandingan Realisasi Kinerja 2020, Jangka Menengah dan Nasional
No Indikator Kinerja Realisasi Target 2020 Target Jangka Menengah Target Nasional
1 Indeks Kepuasan Masyarakat atas
Pelayanan Publik B B -
Realisasi Kinerja Tahun 2020 untuk indikator Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik memperoleh nilai IKM sebesar 77,32 dengan Mutu Layanan B atau Baik dengan demikian target Jangka Menengah telah dicapai.
d. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja serta Solusi yang Telah Dilakukan.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik adalah dengan melakukan survey kepuasan masyarakat sebagai tolok ukur untuk menilai kinerja pelayanan publik. Di samping itu data indeks kepuasan masyarakat akan dapat menjadi bahan penilaian terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi pendorong setiap unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.
Berdasarkan hasil Survei IKM terhadap Pelayanan Publik yang telah dilakukan, Balai Pengujian Mutu Produk Perikanan memberikan tingkat kepuasan masyarakat tertinggi dari layanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, disusul oleh Sekretariat DPRD dan UPT. Laboratorium Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berkategori Sangat Baik. Dinas Perindustrian dan beberapa Rumah Sakit, seperti RSKD Ibu dan Anak Pertiwi dan RSKD Giigi dan Mulut, mencapai kinerja Baik. Selebihnya Instansi yang menunjukan kinerja pelayanan Kurang Baik terhadap masyarakat. Kinerja pelayanan yang tinggi ditunjang dengan kesesuaian persyaratan, kewajaran biaya layanan, kompetensi petugas, dan prilaku petugas yang ramah. Sebaliknya kinerja pelayanan yang rendah terjadi berkaitan jenis layanan yang bersifat kemudahan, waktu layanan yang masih lama, dan penanganan pengaduan yang kurang tanggap. Perhatian khusus oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap unit kerja yang memiliki unsur layanan yang relatif rendah dibanding unsur yang lain pada setiap unit kerja. Faktor yang harus diperhatikan dan diperlukan perbaikan atau penanganan yang baik, seperti perbaikan prosedur yang dianggap tidak sesuai dengan jenis layanan, kualitas sarana dan prasarana yang dianggap masih sangat kurang atau kurang baik pada beberapa rumah sakit, maupun instansi lain. Beberapa faktor tersebut secara kombinasi menyebabkan waktu dianggap lama. Tanggap terhadap pengaduan dianggap kurang, sehingga faktor tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus. Pengaduan merupakan kontrol dan evaluasi yang dilakukan oleh masyarakat yang memanfaatkan dan merasakan tingkat kualitas layanan, serta merupakan informasi yang baik dan gratis sekaligus merupakan bahan peningkatan pelayanan publik ke depan.
e. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Anggaran yang ditetapkan pada APBD TA 2020 untuk mendukung pencapaian sasaran ini terdiri dari 13 Program sebesar Rp105.100.000. dengan realisasi sebesar Rp102.591.893, atau 97,61%. Dibandingkan dengan capaian kinerja sasaran sebesar 100%, berarti tingkat efisiensi yang mendukung sasaran ini adalah sebesar 2,39%.
Tabel III-13
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
NO URAIAN ANGGARAN
TA 2020 REALISASI %
1 Program Pengembangan Baruga Layanan Publik 105.100.000,00 102.591.893,00 97,61
2 Program Peningkatan Partisipasi Pendidikan Menengah Dan Khusus 798,976,666,599.60 728,723,230,947.00 91.21
3 Program Pendidikan Siswa Kebutuhan Khusus 690,000,000.00 489,150,000.00 70.89
4 Program Pengembangan Layanan Kesehatan Brigade Siaga Bencana 250,000,000.00 50,800,000.00 20.32 5 Program Pengembangan Air Minum
Curah Lintas Kabupaten/Kota 100,000,000.00 73,136,020.00 73.14
6
Program Pengembangan Dan Pengelolaan Irigasi Dan Jaringan
Pengairan Lainnya 139,878,832,554.86 85,940,976,203.00 89.20 7 Program Bina Konstruksi 340,000,000.00 322,943,400.00 94.98
8
Program Penyediaan Dan Rehabilitasi Rumah Bagi Korban Bencana Dan Relokasi Program Pemerintah Daerah
1,291,848,000.00 1,272,814,539.00 98.53
9
Program Pelayanan Dan
Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 762,995,000.00 734,001,000.00
96.20 10
Program Pelayanan & Pembinaan
Kesejahteraan Sosial Anak 1,543,857,177.50 1,523,251,973.00 98.67
11
Program Pelayanan Panti Asuhan/Panti Jompo
698,938,060.00 691,262,933.00 98.90
12 Program Layanan Dan Penegakan Produk Hukum Daerah 153,530,204.00 152,896,704.00 99.59 13 Program Pembinaan Mental Dan Spiritual (Prioritas) 51,850,000.00 50,850,000.00 98.07
Jumlah 105.100.000,00 102.591.893,00 97,61
Sumber Data: Laporan Keuangan TA 2020 unaudited
f. Analisis Program dan Kegiatan yang menunjang keberhasilan/kegagalan pencapaian pernyataan Kinerja
Program dan kegiatan yang mendukung pencapian sasaran di atas adalah:
1) Program pengembangan baruga layanan publik, dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian, program ini didukung 2 (dua) Kegiatan;
2) Program peningkatan partisipasi pendidikan menengah dan khusus, dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, program ini didukung 17 (tujuh belas) Kegiatan;
3) Program pendidikan siswa kebutuhan khusus, dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, program ini didukung 4 (empat) Kegiatan;
4) Program pengembangan layanan kesehatan brigade siaga bencana (BSB), dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, program ini didukung 4 (empat) Kegiatan;
5) Program pengembangan air minum curah lintas kabupaten/kota, dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, program ini didukung 1 (satu) Kegiatan;
6) Program pengembangan dan pengelolaan irigasi dan jaringan pengairan lainnya, dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, program ini didukung 11 (sebelas) Kegiatan;
7) Program bina konstruksi, dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, program ini didukung 3 (tiga) Kegiatan;
8) Program penyediaan dan rehabilitasi rumah bagi korban bencana dan relokasi program pemerintah daerah, dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Dan Pertanahan, program ini didukung 2 (dua) Kegiatan;
9) Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial, dilaksanakan oleh Dinas Sosial, program ini didukung 11 (sebelas) Kegiatan;
10) Program pelayanan dan pembinaan kesejahteraan sosial anak, dilaksanakan oleh Dinas Sosial, program ini didukung 9 (sembilan) Kegiatan;
11) Program pelayanan panti asuhan/panti jompo, dilaksanakan oleh Dinas Sosial, program ini didukung 3 (tiga) Kegiatan;
12) Program layanan dan penegakan produk hukum daerah, dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja, program ini didukung 3 (tiga) Kegiatan;
13) Program pembinaan mental dan spiritual, dilaksanakan oleh Biro Kesejahteraan program ini didukung 4 (empat) Kegiatan.
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai misi ke-2 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023 yaitu ”Mewujudkan Infrastruktur yang Berkualitas dan Aksesibel” dan Tujuan ”Meningkatkan infrastruktur wilayah”. Sasaran ini didukung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (dahulu Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang), Dinas Perhubungan, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Untuk mengukur sasaran tersebut terdapat 1 (satu) indikator kinerja dengan analisis pencapaian sebagai berikut:
a. Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Perbandingan antara target dan realisasi untuk indikator kinerja “Indeks Aksesibilitas Infrastruktur” diuraikan pada tabel berikut:
Tabel-14
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
No Indikator Kinerja Target Kinerja Realisasi Capaian
1 Indeks Aksesibilitas Infrastruktur 63,09 77,79 123,30%
Berdasarkan pengukuran pencapaian Sasaran Strategis 3 yaitu “Meningkatnya Aksesibilitas Infrastruktur“, dengan realisasi capaian kinerja
yaitu 123,30%, sehingga capaian kinerja Sasaran Strategis 3 ini tercapai dengan kriteria Sangat tinggi.
Untuk memperoleh “Indeks Aksesibilitas Infrastruktur” digunakan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
SASARAN
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan diperoleh nilai Indeks Aksesibilitas Infrastruktur Tahun 2020 sebesar 77,79%.
b. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya
Adapun perbandingan realisasi kinerja Tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya untuk indikator kinerja Indeks Aksesibilitas Infrastruktur, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-15
Perbandingan Realisasi Kinerja 3 (tiga) Tahun terakhir
No Indikator Kinerja 2018 2019 2020
1 Indeks Aksesibilitas Infrastruktur 62,33 63,07 77,79
Indeks Aksesibilitas Infrastruktur dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, Tahun 2018 dengan nilai 62,33 pada Tahun 2019 meningkat menjadi 63,07 dan Tahun 2020 menjadi 77,79.
c. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis dan standar nasional.
Perbandingan realisasi Indeks Aksesibilitas Infrastruktur Tahun 2020 dengan target jangka menengah dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-16
Perbandingan Realisasi Kinerja 2020, Jangka Menengah dan Nasional
No Indikator Kinerja Realisasi Target 2020 Target Jangka Menengah Target Nasional 1 Indeks Aksesibilitas Infrastruktur 77,79 73 -
Jika dibandingkan dengan target jangka menengah, Indeks Aksesibilitas Infrastruktur Tahun 2020 dengan nilai sebesar 77,79 angka tersebut sudah melampaui target jangka menengah yaitu 73.
d. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja serta Solusi yang Telah Dilakukan.
Peningkatan Indeks Aksesibilitas Infrastruktur sangat didukung oleh kemantapan jalan provinsi yaitu 66,62%, ketersediaan terminal pada pusat kegiatan wilayah yaitu sebesar 14,3% adapun ketersediaan pelabuhan pengumpan regional yaitu sebesar 100%. Peningkatan infrastruktur ini sangat dipengaruhi oleh program Gubernur untuk membuka akses bagi kawasan terisolir dan menghubungkan antara daerah kab/kota yang satu dengan yang lainnya. Daerah pada Kabupaten Luwu Utara yaitu Kecamatan Seko dan Rampi yang selama ini harus ditempuh dengan waktu yang lama, saat ini sudah dapat digunakan. Begitupun akses yang menghubungkan Kabupaten Toraja Utara dan Luwu yang sudah bisa dinikmati oleh masyarakat.
Pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral pembangunan daerah dan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Jaringan transportasi merupakan salah satu tulang punggung distribusi baik barang, penumpang maupun jasa, serta merupakan aspek penting dalam peningkatan produktivitas sektor produksi. Ketersediaa pelabuhan, terminal, elektrifikasi, irigasi, layanan air minum dan sanitasi secara luas dan merata serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan turut menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyediakan fasilitas dan layanan infrastruktur yang berkualitas, baik dalam bentuk pengaturan dengan kerangka regulasi maupun kerangka investasi melalui rehabilitasi dan peningkatan kapasitas fasilitas infrastruktur yang rusak, serta pembangunan baru yang diharapkan akan meningkatkan ketersediaan fasilitas dan layanan infrastruktur.
Infrastruktur jalan merupakan instrumen penting untuk mengakselerasi perwujudan posisi Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pilar utama pembangunan nasional. Infrastruktur jalan yang berkualitas akan berdampak langsung terhadap efisiensi sektor-sektor lainnya sebagai akibat dari terinduksinya biaya transportasi dan meningkatnya waktu tempuh, yang pada akhirnya akan mendorong akselerasi kesejahteraan masyarakat.
Pemeliharaan dan peningkatan kapasitas jalan berbasis simpul jaringan intra dan extra Sulawesi Selatan termasuk pengembangan kawasan strategis. Penguatan konektivitas melalui pembangunan keterpaduan sistem transportasi multimoda dan antar moda untuk mendukung peran Sulawesi Selatan sebagai simpul perhubungan luar Jawa dan Kawasan Timur Indonesia dalam pengembangan Tol Laut. Mendorong peningkatan literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan pengelolaan informasi dan komunikasi publik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Peningkatan keterjangkauan layanan dan akses perumahan dan penataan bangunan, pelayanan air bersih dan sanitasi masyarakat. Penguatan keterpaduan hulu dan hilir dalam pengelolaan sumberdaya air serta peningkatan kapasitas infrastruktur irigasi. Pengembangan sumber-sumber energi alternatif terbarukan dan optimalisasi pengelolaan sumberdaya mineral. Koordinasi lintas sektor dan daerah dalam pemenuhan infrastruktur dasar dan layanan dasar pulau-pulau kecil.
Penyediaan sarana dan prasarana perhubungan juga merupakan salah satu tugas penting Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan Indeks Aksesibilitas Infrastruktur. Terminal penumpang merupakan prasarana untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan atau antar moda transportasi serta untuk mengatur kedatangan dan keberangkatan kenaraan penumpang. Terminal Regional Daya sebagai salah satu terminal penumpang tipe A di Kota Makassar memiliki fungsi melayani kendaraan umum untuk Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan/atau angkutan lintas batas negara, Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), angkutan kota dan angkutan pedesaan. Belum terintegrasinya transportasi antar moda dan belum optimalnya pelayanan pelabuhan laut/udara/terminal serta terjadinya berbagai perubahan kebijakan pemerintah pusat mengenai kewenangan pengelolaan pelabuhan laut, Bandar Udara dan Terminal. Kecenderungan peningkatan jumlah pelabuhan laut, udara dan terminal bis.
e. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Anggaran yang ditetapkan pada APBD TA 2020 untuk mendukung pencapaian sasaran ini terdiri dari 5 Program sebesar Rp263.589.162.593,11
dengan realisasi sebesar Rp219.594.937.740,80 atau 83,31%. Dibandingkan dengan capaian kinerja sasaran sebesar 123,30%, berarti tingkat efisiensi yang mendukung sasaran ini adalah sebesar 39,99%.
Tabel III-17
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
NO URAIAN ANGGARAN
TA 2020 REALISASI % 1 Program Preservasi Jalan 258.931.363.430,11 216.392.636.639,80 83,57
2 Program pengendalian Jalan akses
wilayah terisolir
3
Program Penyelenggaraan Kepelabuhanan Dan Angkutan Pelayaran
1.114.378.810,00 890.284.923,00 79,89
4 Program Penyelenggaraan Lalu Lintas
Angkutan Jalan 2.865.720.253,00 1.927.850.470,00 62,67
5 Program Penanggulangan
Daerah-Daerah Potensi Banjir 72.000.000,00 56.935.000,00 79,08
6 Program Penyediaan Listrik Dan
Ketahanan Energi 605.700.100,00 327.230.708,00 54,03
Jumlah 263.589.162.593,11 219.594.937.740,80 83,31
Sumber: Laporan Keuangan TA. 2020 Unaudited
g. Analisis Program dan Kegiatan yang menunjang keberhasilan/kegagalan pencapaian pernyataan Kinerja
Program dan kegiatan yang mendukung pencapian sasaran diatas adalah:
1) Program preservasi jalan, dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (dahulu Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi), program ini didukung 48 (empat puluh delapan) Kegiatan;
2) Program pengendalian Jalan akses wilayah terisolir, dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (dahulu Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, program ini didukung 10 (sepuluh) Kegiatan;
3) Program penyelenggaraan kepelabuhanan dan angkutan pelayaran, dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, program ini didukung 13 (tiga belas) Kegiatan;
4) Program penyelenggaraan lalu lintas angkutan jalan, dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, program ini didukung 11 (sebelas) Kegiatan;
5) Program penanggulangan daerah-daerah potensi banjir, dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (dahulu Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang), program ini didukung 2 (dua) Kegiatan;
6) Program penyediaan listrik dan ketahanan energy, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, program ini didukung 6 (enam) Kegiatan.
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai mencapai misi ke-3 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023 yaitu ”Mewujudkan Pusat- Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru yang Produktif”, dan Tujuan ”Meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata antar lapisan dan antar wilayah”. Sasaran ini didukung oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, serta Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi. Untuk mengukur sasaran tersebut terdapat 2 (dua) indikator kinerja dengan analisis pencapain sebagai berikut:
a. Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Perbandingan antara target dan realisasi untuk indikator kinerja “PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone)” serta “Tingkat Pengangguran Terbuka (%)” diuraikan pada tabel berikut:
Tabel III-18
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
No Indikator Kinerja Target
Kinerja Realisasi
Capaian (%) 1 PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar,
dan Bone) 34.424.045 33.846.680 98,32
2 Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 8,79 6,31 139,30
Rata-rata Capaian 118,81
SASARAN 4
Meningkatnya Produktifitas Pada Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Berdasarkan pengukuran pencapaian Sasaran Strategis 4 yaitu “Meningkatnya Produktifitas pada Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Baru“, dengan 2 (dua) Indikator Kinerja yaitu PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone) realisasi capaian kinerja yaitu 98,32%, dan Tingkat Pengangguran Terbuka dengan realisasi capaian 139,30% sehingga rata-rata capaian kinerja Sasaran Strategis 4 yaitu 118,81% atau tercapai dengan kriteria Sangat Tinggi.
Untuk memperoleh “PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone)” dengan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
Berdasarkan formulasi perhitungan tersebut di atas, maka dari BPS Provinsi Sulawesi Selatan diperoleh data PDRB kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone) Tahun 2020 sebesar Rp33.846.680,- dengan uraian sebagai berikut:
Tabel III-19
PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone)
Kabupaten PDRB (Rp)
Luwu Utara 8.172,740
Selayar 3.620,200
Bone 22.053,740
PDRB Kawasan 33.846,680
Sumber Data: BPS Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020
Untuk memperoleh “Tingkat Pengangguran Terbuka” dengan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sulawesi Selatan, maka diperoleh hasil Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun 2020 sebesar 6,31%. b. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun
sebelumnya
Adapun perbandingan realisasi kinerja Tahun 2020 dengan tahun lalu dan tahun sebelumnya untuk kedua indikator ini, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-20
Perbandingan Realisasi Kinerja 3 (tiga) Tahun terakhir
No Indikator Kinerja 2018 2019 2020
1 PDRB Kawasan (Luwu Utara,
Selayar, dan Bone) 31.757.940 34.013.980 33.846.680 2 Tingkat Pengangguran Terbuka
(%) 5,34 4,97 6,31
Realisasi capaian untuk indikator PDRB Kawasan dari tahun ke tahun dapat diuraikan sebagai berikut, pada Tahun 2018 sebesar Rp31.757.940 di Tahun 2019 meningkat menjadi sebesar Rp34.013.980, sebaliknya untuk Tahun 2020 ini terjadi penurunan yaitu Rp33.846.680, sebagaimana terlihat pada tabel berikut:
Tabel III-21
Perbandingan PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone)
Kabupaten 2017 2018 2020
Luwu Utara 7.675.200,00 8.221.200,00 8.172,74,00 Selayar 3.422.670,00 3.684.740,00 3.620,20,00 Bone 20.660.070,00 22.108.040,00 22.053,74,00 PDRB Kawasan 31.757.940,00 34.013.980,00 33,846,68,00 Sumber Data: BPS Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020
Untuk indikator Tingkat Pengagguran Terbuka Tahun 2020 mengalami peningkatan jika dibanding 2 (dua) tahun sebelumnya, dimana untuk Tahun 2020 Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada angka 6,31%, sedangkan Tahun 2019 berada pada angka 4,97% dan Tahun 2018 berada pada angka 5,35%. c. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah
yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis dan standar nasional. Adapun perbandingan realisasi untuk indikator PDRB Kawasan dan Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun 2020 dengan target jangka menengah dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-22
Perbandingan Realisasi Kinerja 2020, Jangka Menengah dan Nasional
No Indikator Kinerja Realisasi Target 2020 Target Jangka Menengah Target Nasional
1 PDRB Kawasan (Luwu Utara,
Selayar, dan Bone) 33.846.680 41.166.380,41 - 2 Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 6,31 4,37 -
Capaian Indikator Kinerja PDRB Kawasan (Luwu Utara, Selayar, dan Bone) Tahun 2020 dengan nilai Rp33.846.680, masih berada di bawah target jangka menengah dengan nilai Rp41.166.380,41.
Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun 2020 yaitu 6,31, jika dibandingkan dengan target jangka menengah yaitu 4,37%, masih terdapat selisih beberapa point untuk mencapai target jangka menengah.
d. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja serta Solusi yang Telah Dilakukan.
➢ PDRB Kawasan (Bone, Selayar, Luwu Utara)
PDRB Kawasan (Bone, Selayar, Luwu Utara) menggambarkan pertumbuhan ekonomi pada ketiga daerah kabupaten. Cara mengukurnya adalah dengan menjumlahkan nilai PDRB dari ketiga kabupaten tersebut.
Dari segi distribusi lapangan usaha terhadap PDRB yang terbesar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,89%, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,94% dan kemudian industri pengolahan sebesar 13,71%. Gambaran tentang perekonomian Sulawesi Selatan berdasarkan PDRB ADHK seluruh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran terbesar yaitu 53,65%.
➢ Tingkat Pengangguran Terbuka
Walaupun capaian Tingkat Pengangguran Terbuka di Tahun 2020 melanpaui target yang telah ditetapkan, akan tetapi angka 6,31% masih tinggi jika dibandingkan dengan Tahun 2019 yaitu 4,97%. Dampak wabah Covic-19, menyebabkan terjadinya PHK di beberapa perusahaan yang berada di Kabupaten dan Kota, terbatasnya lowongan pekerjaan yang tersedia, kualitas dan kompetensi tenaga kerja yang masih rendah, terbukti dari data release BPS per Agustus 2020, bahwa Dominasi Penduduk yang bekerja menurut tingkat pendidikan adalah tamatan SD sebanyak 40,74%, disusul tamatan SMA sebanyak 19,94%, tamatan SMP sebanyak 15,75%, tamatan universitas 13,76%, lalu tamatan SMK 7,17% dan yang terakhir tamatan diploma II/III sebanyak 2,65%.
Adapun upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menekan angka pengangguran antara lain dengan senantiasa memperhatikan kondisi ketenagakerjaan baik menyangkut tingkat pengangguran terbuka maupun penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor-sektor perekonomian yang ada dalam menyerap tenaga kerja. Jumlah penduduk yang bekerja pada setiap kategori lapangan pekerjaan menunjukkan kemampuan dalam penyerapan tenaga kerja. Melakukan penanganan yang lebih serius seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan pemberian pelatihan keterampilan, mengadakan pelatihan peningkatan produktivitas dan kewirausahaan kepada calon-calon wirausaha muda agar tercipta entrepreneur, memberikan pelatihan berbasis kompetensi bagi para tenaga kerja maupun calon tenaga kerja. Perlunyan pelatihan
peningkatan produktivitas dan kewirausahaan kepada calon calon wirausaha muda agar tercipta entrepreneur entrepreneur. Perlunya pelatihan berbasis kompetensi kepada para tenaga kerja maupun calon tenaga kerja.
e. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Anggaran yang ditetapkan pada APBD TA 2020 untuk mendukung pencapaian sasaran ini terdiri dari 5 Program sebesar Rp7.334.208.271 dengan realisasi sebesar Rp5.810.443.132, atau 79,22%. Dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja pada sasaran ini sebesar 118,81%, berarti tingkat efisiensi yang mendukung sasaran ini adalah sebesar 39.59%.
Tabel III-23
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
NO URAIAN ANGGARAN
TA 2020 REALISASI %
1 Program Pengembangan Pusat Pertumbuhan Baru 1.505.175.271,00 916.431.659,00 60,89 2
Program Peningkatan Promosi Dan Kerjasama Perdagangan Internasional
1.487.000.000,00
1.455.256.558,00 97,87
3 Program Peningkatan Dan Pengembangan Ekspor
1.424.356.000,00
1.385.745.340,00 97,29 4 Program Pengembangan
Sentra-Sentra Industri 1.414.383.000,00 1.009.467.606,00 71,37 5 Program Perluasan Dan
Pengembangan Tenaga Kerja 1.503.294.000,00 1.043.541.969,00 69,42
Jumlah 7.334.208.271,00 5.810.443.132,00 79,22
Sumber Data: Laporan Keuangan TA. 2020 Unaudited
f. Analisis Program dan Kegiatan yang menunjang keberhasilan/kegagalan pencapaian pernyataan Kinerja
Program dan kegiatan yang mendukung pencapian sasaran diatas adalah:
1) Program pengembangan pusat pertumbuhan baru, dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, program ini didukung 5 (lima) Kegiatan; 2) Prgram peningkatan promosi dan kerjasama perdagangan internasional,
dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan, program ini didukung 2 (dua) Kegiatan;
3) Program peningkatan dan pengembangan ekspor, dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan, program ini didukung 5 (lima) Kegiatan;
4) Program pengembangan sentra-sentra industri, dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, program ini didukung 8 (delapan) Kegiatan;
5) Program perluasan dan pengembangan tenaga kerja, dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, program ini didukung 6 (enam) Kegiatan.
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai mencapai misi ke-3 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023 yaitu ”Mewujudkan Pusat- Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru yang Produktif”, dan tujuan ”Meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata antar lapisan dan antar wilayah”. Sasaran ini didukung oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan, Dinas Kebudayaan Dan Kepariwisataan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan. Untuk mengukur sasaran tersebut terdapat 2 (dua) indikator kinerja dengan analisis pencapain sebagai berikut: a. Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Perbandingan antara target dan realisasi untuk indikator kinerja “Indeks Gini Ratio” diuraikan pada tabel berikut:
Tabel III-24
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
No Indikator Kinerja Target Kinerja Realisasi Capaian (%)
1 Indeks Gini Ratio 0,414 0,382 108,38
2 Indeks Wiliamson 0,62 0,602 102,99
Rata-rata Capaian Kinerja 105,68
SASARAN 5
Menurunnya Kesenjangan Antar Lapisan Masyarakat dan Antar Wilayah
Berdasarkan pengukuran pencapaian Sasaran Strategis 5 yaitu “Menurunnya Kesenjangan Antar Lapisan Masyarakat dan antar Wilayah“,
terdiri dari 2 (dua) Indikator Kinerja yaitu Indeks Gini Ratio realisasi capaian kinerja yaitu 108,38%, dan Indeks Williamson realisasi capaian kinerja yaitu 102,99% sehingga rata-rata capaian kinerja Sasaran Strategis 5 yaitu 105,68% atau tercapai dengan kriteria Sangat Tinggi.
Untuk memperoleh “Indeks Gini Ratio” dengan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh BPS diperoleh hasil Indeks Gini Ratio Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 adalah sebesar 0,382.
Untuk memperoleh “Indeks Wiliamson” dengan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh BPS diperoleh hasil Indeks Wiliamson Tahun 2020 adalah sebesar 0,602.
b. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya
Untuk perbandingan realisasi Indeks Gini Ratio dan Indeks Wiiamson Tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-25
Perbandingan Realisasi Kinerja 3 (tiga) Tahun terakhir
No Indikator Kinerja 2018 2019 2020
1 Indeks Gini Ratio 0,397 0,391 0,382
2 Indeks Wiliamson - 0,63 0,602
Indeks Gini R atio Provinsi Sulawesi Selatan berfluktuasi dari waktu ke waktu, pada Tahun 2018 Indeks Gini Ratio adalah 0,397, untuk Tahun 2019 turun menjadi 0,391 dan pada Tahun 2020 menjadi 0,382.
Untuk Indeks Wiliamson di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 tercatat sebesar 0,610, untuk Tahun 2019 meningkat menjadi 0,63 dan Tahun 2020 menurun menjadi 0,602.
c. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis dan standar nasional.
Adapun perbandingan realisasi Tahun 2020 dengan target jangka menengah dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-26
Perbandingan Realisasi Kinerja 2020, Jangka Menengah dan Nasional
No Indikator Kinerja Realisasi Target 2020 Target Jangka Menengah Target Nasional
1 Indeks Gini Ratio 0,382 0,347 0,38 – 039
2 Indeks Wiliamson 0,602 0,539 -
Indeks Gini Ratio Tahun 2020 berada pada angka 0,382, sedangkan untuk target jangka menengah adalah 0,347 sehingga diharapkan untuk tahun-tahun berikutnya dapat ditingkatkan sehingga target jangka menengah dapat dicapai demikian halnya dengan target nasional.
Untuk Indeks Williamson Tahun 2020 berada pada angka 0,602 sedangkan untuk target jangka menengah adalah 0,539, diharapkan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun yang akan datang sehingga target jangka menengah dapat dicapai.
d. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja serta Solusi yang Telah Dilakukan.
➢ Indeks Gini Ratio
Indeks Gini merupakan indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh. Distribusi pendapatan dikatakan makin merata bila nilai koefisien gini mendekati nol, sedangkan makin tidak merata distribusi pendapatan, maka nilai koefisen gini mendekati satu. Semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi. Penurunan ini mengindikasikan adanya upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan. Peningkatan pendapatan perkapita atau PDRB perkapita dari beberapa sektor antara lain: Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta sektor Industri Pengolahan menjadi faktor penurunan Indeks Gini dimana distribusi pendapatan yang semakin meningkat akan memperkecil ketimpangan.
➢ Indeks Wiliamson
Indeks Ketimpangan Williamson merupakan ukuran ketimpangan pendapatan untuk menganalisis seberapa besarnya kesenjangan antar wilayah/daerah berdasarkan nilai PDRB Perkapita dalam kaitannya dengan jumlah penduduk pada setiap wilayah/daerah. Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga berpengaruh terhadap jumlah penerimaan pendapatan daerah yang selanjutnya akan berdampak pada proses pembangunan dan menyangkut kesejahteraan dari masyarakat. Akan tetapi, proses pembangunan tidak selalu berjalan sesuai rencana, terdapat beberapa daerah yang mengalami pembangunan secara cepat sementara daerah yang lainnya mempunyai laju pembangunan yang lambat. Sulawesi Selatan sebagai Provinsi yang meliputi 24 kabupaten/kota mempunyai keberagaman karakteristik, mulai dari wilayah, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana sosial-ekonomi maupun kebijakan pemerintah daerah. Adanya keberagaman tersebut menyebabkan terjadinya disparitas pertumbuhan ekonomi maupun PDRB perkapita antar wilayah.
e. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Anggaran yang ditetapkan pada APBD TA 2020 untuk mendukung pencapaian sasaran ini terdiri dari 14 Program sebesar Rp9.534.910.700 dengan realisasi sebesar Rp8.958.897.230 atau 93,95%. Dibandingkan dengan capaian kinerja sasaran sebesar 105,68%, berarti tingkat efisiensi yang pada sasaran ini adalah sebesar 11,73%.
Tabel III-27
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
NO URAIAN ANGGARAN
TA 2020 REALISASI %
1
Program Pengembangan Dan Pembinaan Kelompok UKM Bagi Masyarakat Miskin
1.565.610.500,00 1.219.080.819,00 77,87
2 Program Pengembangan Dan Penataan Fasilitas Umum 70.000.000,00 69.870.000,00 99,81
3 Program Pengembangan Pemasaran
Pariwisata 4.191.876.600,00 3.100.690.153,00 73,97
4
Program Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Bagi Masyarakat Miskin dan MBR
49.840.000,00 49.837.906,00 99,99
5 Program Pengembangan Destinasi
Pariwisata Halal 185.886.000,00 170.441.440,00 91,69
6 Program Pengembangan Usaha Dan Promosi Produk UMKM 553.698.000,00 379.951.712,00 66,62
7 Program Penataan Permukiman 1. 791.225.000 1.777.090.200 99,21%
8
Program Upaya Kesehatan Dan Standarisasi Pelayanan Kesehatan (Dinas Kesehatan)
249.970.400,00 31.220.400,00 12,49
9 Program Bantuan Pendidikan Sma/Smk/Ma Bagi Siswa Miskin 0 0 0
10 Program Penyediaan Air Bersih 2.668.029.200,00 2.160.714.600,00 80,99
Jumlah 9.534.910.700,00 8.958.897.230,00 93,95
Sumber Data: Laporan Keuangan TA 2020 Unaudited
f. Analisis Program dan Kegiatan yang menunjang keberhasilan/kegagalan pencapaian pernyataan Kinerja
Program dan kegiatan yang mendukung pencapian sasaran diatas adalah:
1) Program pengembangan dan pembinaan kelompok UKM bagi masyarakat miskin, dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, program ini didukung 7 (tujuh) Kegiatan;
2) Program pengembangan dan penataan fasilitas umum, dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Dan Pertanahan, program ini didukung 5 (lima) Kegiatan;
3) Program pengembangan pemasaran pariwisata, dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Dan Kepariwisataan, program ini didukung 17 (tujuh belas) Kegiatan;
4) Program Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Bagi Masyarakat Miskin dan MBR, program ini didukung 17 (tujuh belas) Kegiatan;
5) Program pengembangan destinasi pariwisata halal, dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Dan Kepariwisataan, program ini didukung 1 (satu) Kegiatan; 6) Program pengembangan usaha dan promosi produk UMKM, dilaksanakan
oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, program ini didukung 5 (lima) Kegiatan;
7) Program Penataan Permukiman, program ini didukung 5 (lima) Kegiatan; 8) Program upaya kesehatan dan standarisasi pelayanan kesehatan,
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, program ini didukung 23 (dua puluh tiga) Kegiatan;
9) Program bantuan pendidikan sma/smk/slb bagi siswa miskin, dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, program ini didukung 7 (tujuh) Kegiatan;
10) Program penyediaan air bersih, dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Dan Pertanahan, program ini didukung 2 (dua) Kegiatan.
Sasaran strategis ini merupakan salah satu upaya mencapai mencapai misi ke-4 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023 yaitu ”Mewujudkan Kualitas Manusia yang Kompetitif, Inklusif, dan Berkarakter”, dan tujuan ”Meningkatkan kualitas SDM secara inklusif”. Sasaran ini didukung oleh Dinas Pendidikan, serta
SASARAN
Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Untuk mengukur sasaran tersebut terdapat 1 (satu) indikator kinerja dengan analisis pencapain sebagai berikut:
a. Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Perbandingan antara target dan realisasi untuk indikator kinerja “Indeks Pendidikan” dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-28
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
No Indikator Kinerja Target Kinerja Realisasi Capaian (%)
1 Indeks Pedidikan 65.62 67,05 102,18
Berdasarkan pengukuran pencapaian Sasaran Strategis 6 yaitu “Meningkatnya Derajat Pendidikan Masyarakat“, realisasi capaian kinerja
yaitu 102,18%, sehingga capaian kinerja Sasaran Strategis 6 tercapai dengan kriteria Sangat tinggi.
Untuk memperoleh “Indeks Pedidikan” dengan Formulasi Perhitungan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil pengukuran BPS Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan diperoleh hasil Indeks Pendidikan Tahun 2020 adalah 67,05, belum dapat mencapai target yang ditetapkan yaitu sebesar 65,62.
b. Perbandingan antara realisasi kinerja tahun 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya
Indeks Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 lebih baik dan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana
untuk Tahun 2020 Indeks Pendidikan 67,05, Tahun 2019 yaitu 64,64, dan Tahun 2018 yaitu 63,79 sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-29
Perbandingan Realisasi Kinerja 3 (tiga) Tahun terakhir
No Indikator Kinerja 2018 2019 2020
1 Indeks Pedidikan 63,79 64,64 67,05
c. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2020 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis dan standar nasional.
Perbandingan realisasi Indeks Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 dengan target jangka menengah dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III-30
Perbandingan Realisasi Kinerja 2020, Jangka Menengah dan Nasional
No Indikator Kinerja Realisasi Target 2020 Target Jangka Menengah Target Nasional 1 Indeks Pendidikan 67,05 68,5 -
Indeks Pendidikan Tahun 2020 masih jauh jika dibandingkan dengan target jangka menengah, dimana realisasi Tahun 2020 adalah 67,05 sedangkan target jangka menengah adalah 68,5.
d. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/Penurunan Kinerja serta Solusi yang Telah Dilakukan.
Indeks Pendidikan merupakan gambaran pengetahuan yang diukur melalui Angka Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata jumlah tahun yang telah dihabiskan oleh penduduk usia 25 tahun ke atas di seluruh jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani, dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki. Walaupun masih belum tinggi, namun sepanjang periode tahun 2017-2020 rata-rata lama sekolah di Sulawesi Selatan terus mengalami