• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBENTUKAN BLASTOSIS PADA EMBRIO SAPI YANG DIFERTILISASI SECARA IN VITRO DENGAN SEMEN SAPI BALI (Bos javanicus) DAN SEMEN SAPI SIMMENTAL (Bos taurus)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBENTUKAN BLASTOSIS PADA EMBRIO SAPI YANG DIFERTILISASI SECARA IN VITRO DENGAN SEMEN SAPI BALI (Bos javanicus) DAN SEMEN SAPI SIMMENTAL (Bos taurus)"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Proses Spermatogenesis.
Gambar 3.Perkembangan Embrio Sapi.
Table 1. Jumlah Ovarium, Jumlah Oosit yang Diperoleh dan Rataan Perolehan  Oosit/Ovarium
Tabel 2.Tingkat Pembelahan Zigot>2 sel pada Sapi Bali dan Simmental.
+3

Referensi

Dokumen terkait

Umur kawin pertama sapi bali di Desa Pa’rappunganta sejalan dengan Hardjopranjoto (1995) yang menyatakan bahwa sapi dara yang kurang baik pemeliharaannya sebaiknya

Faktor lainnya adalah faktor yang menjadi ancaman bagi pemeliharaan sapi bali dengan sistem pemeliharaan semi intensif adalah jika cuaca di desa kurang baik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan GSH dalam medium maturasi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap tingkat pematangan inti oosit sapi bali yang mencapai

Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 4), proses pre freezing selama 9 menit memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas semen beku Sapi Simmental yang

Simpulan dari penelitian ini adalah produksi semen segar Sapi Bali selama musim penghujan dan kemarau berada pada kisaran normal, dimana kualitas semen segarnya lebih

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kelompok pejantan sapi Bali umur 7 tahun menghasilkan volume semen dan abnormalitas sekunder lebih tinggi

Penelitian ini memberikan gambaran bagaimana hubungan ukuran ovarium dan diameter oosit terhadap kualitas morfologi oosit dari sapi Bali Timor yang dikoleksi secara

Upaya peningkatan produktivitas dan populasi sapi lokal salah satunya adalah produksi embrio metode fertilisasi in vitro, metode ini memanfaatkan oosit ovarium sapi betina