• Tidak ada hasil yang ditemukan

The Greatest Money Making in History Versi Bahasa.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "The Greatest Money Making in History Versi Bahasa.pdf"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

The Greatest

Money-Making Secret in History!

Terjemahan Bahasa Indonesia

Apakah rahasia terbesar menghasilkan uang dalam sejarah? Rahasia apakah yang membuat para miliuner hidup berkelimpahan harta? Anda akan terkejut, bahwa rahasia itu begitu sederhana, hingga anda bisa melakukannya SEKARANG JUGA! Bacalah buku ini dan KUASAILAH seni RAHASIA TERBESAR MENGHASILKAN UANG DALAM SEJARAH.

By JOE VITALE

(2)

Greatest Money-Making Secret in History!

Rahasia Terbesar Menghasilkan Uang dalam Sejarah! Oleh: Joe Vitale

Penulis buku paling laris nomer satu, Spiritual Marketing, dan yang

(3)

Pengantar Penerjemah (mohon dibaca, ADA BONUS

DI AKHIR TULISAN)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Terima kasih sudah berkenan memiliki terjemahan ebook dihadapan anda ini. Adapun ada beberapa hal yang substansi yang menjadi disclaimer saya sebelum anda membaca buku ini, yaitu:

1) Buku ini aslinya berbahasa Inggris. Tidak ada buku yang bisa menyampaikan secara lebih baik ide pengarangnya kecuali dibaca dengan bahasa aslinya. Oleh sebab itu, saya menyarankan anda membaca versi bahasa aslinya. Fakta bahwa anda membaca buku ini, asumsi saya, anda saya anggap mampu membaca buku versi bahasa Inggris, tapi lebih menyukai membaca bahasa Indonesianya, hehehe. Oleh, sebab itu saya bukan sekedar menerjemahkannya tapi juga mengeditnya. Sebagian besar substansinya mirip, tapi beberapa tidak saya terjemahkan, asal substansi ide pengarang tetap tersampaikan. 2) Jangan perlakukan buku self help ini seperti kitab suci. Kritislah dan

(4)

latar belakang budaya, kepercayaan yang bisa beda dan bertolak belakang dengan budaya dan kepercayaan anda. Hanya karena buku ini ditulis dalam bahasa inggris, belum tentu ini lebih baik dari apa yang sudah lebih dulu anda percaya dan ketahui. Ambillah yang baik, tinggalkan yang tidak sesuai.

3) Buku yang saya terjemahkan dilindungi oleh hak cipta. Oleh sebab itu menerjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia tanpa ijin sebetulnya DILARANG dan DANCAM PIDANA dan PERDATA, jika hasil terjemahan itu diperjual belikan.

4) Pertimbangan saya menerjemahkan adalah:

i) Buku yang saya terjemahkan telah diberikan secara bebas oleh pemegang hak ciptanya dalam hal buku ini Joe Vitale. Anda bisa mengunduh versi ebooknya di banyak situs di internet, terutama di situs resmi Joe Vitale.

ii) Menurut asumsi saya, buku yang sudah diberikan secara gratis, berarti diikhlaskan pemegang hak ciptanya untuk dibaca. Namun maksud pemberian secara gratis tersebut kurang optimal akibat beberapa pembaca yang kurang telaten membaca dalam bahasa aslinya (termasuk anda, ngakuuuuuuu!). Maka saya punya inisiatif menerjemahkan ke bahasa yang anda sangat nyaman menggunakannya, BAHASA INDONESIA, demi kenyamanan pengalaman membaca anda, padahal nilai BAHASA INGGRIS

(5)

anda belum tentu lebih rendah dari nilai saya, wkwkwkwkwkwkwk.

iii) Buku atau tepatnya terjemahan ebook ini tidak saya perjualbelikan (it’s the biggest disclaimer of mine yaaaaahhh, nggak lucu kan, niat mau amal malah dipenjara, hehehehe).

iv) Last but not least, buat anda yang apresiatif terhadap karya terjemahan saya yang sudah maupun yang akan saya terjemahkan, saya tidak menolak apresiasi anda (bukan himbauan, atau kewajiban, saya sudah terima kasih banget anda mengunduh buku ini) berupa bantuan dana, yang batas bawahnya tidak terbatas dan BATAS MAKSIMAL JANGAN MELEBIHI Rp. 19.977 (Sembilan belas ribu Sembilan ratus tujuh puluh tujuh rupiah, KURANG BOLEH, JANGAN LEBIH YAAAA, BIAR PAHALA SAYA MAKSIMAL). Bagi anda yang menyampaikan bantuan harap kirim sms konfirmasi niat transfer dan email ke nomor 083850770935 (sengaja nomer rekening saya tidak saya cantumkan disini, karena niat saya menerjemahkan ikhlas), ada bonus buku terjemahan yang LEBIH DAHSYAT DARI BUKU INI gratis buat anda, akan saya kirimkan ke email anda. Buku berusia lebih 50 tahun yang akan saya berikan khusus buat anda ini adalah buku yang melatar belakangi buku ini, yang menurut Joe Vitale di halaman 125 di buku ini, merupakan buku kemakmuran paling

(6)

besar sepanjang waktu, yang membahas tehnik bersedekah yang mampu membuat pelakunya kaya raya, seperti Rockefeller, Carnegie, Melon, Guggenheim dan tentu saja Bill Gates, yaitu Seed Money in Action. Anda bisa kok mengunduh dan membaca buku aslinya gratis di internet. Tapi kalau butuh yang bahasa Indonesia, boleh hubungi saya lewat tata cara diatas, hehehehe. v) Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.

(7)

Persembahan

Buku ini didedikasikan buat John Harricharan,

Penulis buku paling laris, penasehat spiritual dan teman terkasih Seorang laki-laki yang telah berbagi dengan ikhlas sepanjang hidupnya.

(8)

"Jika engkau mengalami suatu kekurangan dalam hal apapun, apakah

itu kebutuhan akan kerja, atau uang, atau bimbingan (petunjuk), atau

bahkan kebutuhan akan kesembuhan, ada penyebabnya yaitu sesuatu

telah menghalangi arus

1

. Dan obat yang paling manjur: Berbagilah!

Memberilah! "- Eric Butterworth,

Spiritual Economics: The Prosperity

Process.

1Arus disini mengambil analogi fenomena alam, semisal arus air, arus listrik. Dalam

peristiwa alam, jika arus terhambat, maka jalannya arus dalam siklus perputarannya akan terhambat dan menciptakan masalah. Dalam kehidupan manusia, orang yang pelit dan jarang beramal, akan mengganggu arus kehidupan financial, spiritual, arus keuntungan materi dan materi dalam hidupnya, atau bahkan kemalanganlah yang menghampirinya. Pelit atau kikir disebut menghambat arus.

(9)

Kekuatan Berbagi dan Memberi (The Power of

Giving)

Pengantar Oleh John Harricharan

Siang itu adalah suatu siang di musim yang sangat panas beberapa tahun yang lalu. Saya sedang berada di tengah perjalanan untuk membeli dua barang kebutuhan pada sebuah toko kelontong. Di masa itu, saya adalah seorang pembeli yang sering bolak balik ke supermarket, karena saya tidak pernah punya cukup uang untuk belanja kebutuhan hidup selama seminggu penuh dengan satu kali belanja. Sekedar tahu, istri saya yang masih muda, setelah pertempuran tragis dengan kanker, akhirnya meninggal hanya beberapa bulan sebelumnya. Tidak ada asuransi, sebaliknya begitu banyak biaya yang jadi tanggungan dan segunung tagihan. Saya hanya punya pekerjaan paruh waktu, yang hampir tidak menghasilkan uang yang cukup untuk memberi makan kedua anak saya

(10)

yang masih kecil. Saat itu hampir semua aspek hidup saya dalam keadaan yang buruk, bahkan sangat buruk.

Demikianlah, pada hari itu, dengan hati berat dan empat dolar dalam saku saya, saya sedang dalam perjalanan ke supermarket untuk membeli satu gallon susu dan sepotong roti. Anak-anak tengah lapar dan saya harus segera mendapatkan sesuatu untuk mereka makan. Saat saya tiba di sebuah lampu merah, saya melihat di sebelah kanan saya ada seorang laki-laki muda, seorang wanita muda dan seorang anak berada diatas rumput di samping jalan. Teriknya matahari siang itu menyerang tanpa belas kasihan. Pria itu mengangkat tanda karton yang berbunyi, "Mohon dikasih kerja untuk (membeli) Makanan". Sang wanita berdiri di sampingnya. Dia hanya menatap beberapa mobil yang berhenti disekitar lampu merah. Anak itu, usianya sekitar dua tahun, duduk diatas rumput memegang boneka rusak yang tangannya tinggal satu. Saya memperhatikan semua ini dalam tiga puluh detik, selama waktu yang dibutuhkan lampu merah untuk berubah menjadi hijau. Saya sangat ingin memberi mereka beberapa dolar, tapi jika saya lakukan itu, uang saya tidak akan cukup untuk membeli susu dan roti. Cuma itulah kekuatan yang bisa dilakukan uang empat dolar. Saat lampu hijau menyala, saya melirik mereka bertiga untuk terakhir kalinya dan timbul dua perasaan dominan di hati saya, merasa bersalah (karena tidak membantu mereka) dan sedih (karena saya tidak punya cukup uang untuk berbagi dengan mereka).

(11)

Selanjutnya, saat saya meneruskan mengemudi, saya tidak bisa melupakan pemandangan mereka bertiga dari pikiran saya. Kesedihan dan ekspresi mata lelaki muda dan keluarganya selalu menghantui pikiran saya selama satu mil saya mengemudi. Saya sudah tak tahan lagi. Saya bisa merasakan kesakitan mereka dan harus melakukan sesuatu untuk menolongnya. Saya berbalik dan melaju kembali ke tempat dimana saya terakhir kali melihat mereka.

Saya berhenti di dekat mereka dan menyerahkan pada lelaki itu dua dari empat dolar saya. Ada air mata di matanya saat dia berterima kasih pada saya. Aku tersenyum dan kembali melaju ke supermarket. Siapa tahu, mungkin, susu dan roti akan diobral hari ini, pikirku. Dan bagaimana jika saya hanya mendapat susu saja, atau hanya roti saja? Yah, tak apa-apalah jika itu yang uang 2 dollar bisa beli.

Saya masuk ke tempat parkir, masih berpikir tentang seluruh kejadian yang baru saya alami, namun tetap merasa puas dan bersyukur atas apa yang telah saya lakukan. Saat aku melangkah keluar dari mobil, kaki saya menginjak sesuatu di trotoar. Dekat kaki saya, tampak uang dua puluh dolar. Aku tidak percaya. Aku melihat sekitar, mengambil pecahan 20 dollar itu dengan kagum, masuk ke toko dan tidak hanya membeli roti dan susu, tetapi beberapa barang lainnya yang saya sangat butuhkan.

Saya tidak pernah lupa kejadian itu. Kejadian tadi mengingatkan saya bahwa alam semesta itu aneh dan misterius. Peristiwa tadi

(12)

membuktikan keyakinan saya bahwa ketika Anda memberi, alam semesta tidak akan menyia-nyiakan aksi pemberian anda tadi, dengan mengembalikan berlipat-lipat. Saya menyerahkan dua dolar dan mendapat dua puluh sebagai balasannya. Dalam perjalanan pulang dari supermarket saya kembali pergi menuju ke tempat keluarga yang kelaparan tadi dan memberi lagi lima dolar tambahan kepada mereka. Kejadian ini hanya salah satu dari begitu banyak yang telah terjadi dalam hidup saya. Tampaknya semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita dapatkan. Hal ini, mungkin, satu dari banyak hukum universal yang mengatakan, "Jika Anda ingin menerima, Anda harus memberi dahulu. "

Ada sebuah sajak pendek yang berbunyi seperti ini: Dulu ada seorang pria, dan orang-orang menyebutnya gila,

Semakin banyak dia memberi, semakin banyak yang dia miliki. "

Hampir sepanjang waktu, kita berpikir bahwa kita tidak punya apa-apa untuk diberikan dan dibagi. Namun, jika kita melihat lebih cermat, kita akan menemukan bahwa hal sedikit yang kita punya bisa kita bagi dengan orang lain. Janganlah kita menunggu suatu waktu dimana kita akan memberi bila kita telah mempunyai jumlah yang banyak. Dengan memberi dan berbagi sedikit kita miliki, kita membuka gudang kekayaan alam semesta dan membuka arus kekayaan agar datang menuju kita.

Jangan percaya kata saya untuk begitu saja. Uji dengan jujur perkataan saya dengan mencoba memberi dan Anda akan terkejut dengan

(13)

hasilnya. Umumnya, imbalan atau balasan pemberian kita tidak berasal dari orang yang kita beri. Imbalan atau balasan datang dari sumber kita tidak bisa bayangkan sebelumnya. Jadi bukalah jalan anda bagi kekayaan untuk datang menuju anda dengan cara memberi. Manfaatkan prinsip universal power of giving ini bagi kehidupan makmur anda. Cobalah sendiri. Prinsip-prinsip universal selalu terbukti berhasil.

Kadang-kadang balasan atau imbalan dari memberi terjadi sangat cepat seperti pada kisah nyata di atas. Lain kali, dibutuhkan waktu lebih lama lagi. Tapi yakinlah ini: memberilah dan Anda pasti akan menerima - dan Anda akan menerima banyak lebih daripada yang pernah Anda berikan. Dan perhatikan ketika Anda memberi, jangan memberi dengan hati yang takut, tapi dengan penuh rasa syukur. Anda akan takjub melihat

bagaimana semua prinsip universal2 ini bekerja. Buka gerbang

kemakmuran dalam hidup Anda dengan memberikan sedikit dari apa yang Anda punya pada mereka yang membutuhkan. Sebagai Sang Guru Besar berkata, "Berikan dan akan diberikan kepadamu. "

Cobalah. Anda akan menyukainya.

2 Prinsip universal berlaku bagi semua orang, tak peduli latar belakang apapun. Siapapun yang member dengan benar, PASTI MENERIMA BALASAN.

(14)

Rahasia Terbesar Menghasilkan Uang dalam

Sejarah

Jika Anda ingin uang, Anda hanya perlu melakukan satu hal.

Satu hal ini, adalah hal yang pernah dan sedang dilakukan oleh beberapa orang terkaya di atas planet ini.

Ini adalah satu hal yang tertulis dalam bebagai budaya kuno dan masih dianjurkan saat ini.

Ini adalah satu hal yang akan membuat uang datang kepada siapa pun yang melakukannya, tetapi pada saat yang sama kebanyakan orang akan takut melakukannya.

Apakah satu hal itu?

John D. Rockefeller melakukannya sejak ia masih kecil. Ia menjadi miliarder.

(15)

Andrew Carnegie melakukannya juga. Ia menjadi seorang konglomerat.

Apa rahasia terbesar menghasilkan uang didalam sejarah? Apa satu jenis hal yang berlaku untuk semua orang itu? Berilah dan berikan uang pada orang lain!

Benar. Berikan uang anda!

Berikan kepada orang yang membimbing Anda berhubungan dengan dunia batin spiritual Anda.

Berikan kepada orang yang menginspirasi Anda, melayani Anda, menyembuhkan Anda, mencintai Anda.

Memberilah ke orang lain tanpa mengharapkan mereka membalas pemberian anda, tapi memberilah dengan YAKIN BAHWA APA YANG ANDA BERIKAN akan dibalas beberapa lipat yang akan datang dari beberapa arah.

Pada tahun 1924 John D. Rockefeller (orang terkaya dalam sejarah modern, yang kekayaannya tak akan habis dimakan anak cucunya sampai sekarang) menulis kepada anaknya dan menjelaskan kebisaaannya dalam mengamalkan uang dengan cara memberikan uangnya kepada orang lain. Dia menulis, "... pada awal perjuangan hidup menghasilkan uang, saya ingat, jauh kembali di masa kecil saya, saya mulai memberikan uang yang saya punya kepada orang lain, terus meningkatkan jumlah uang yang saya berikan seiring meningkatnya pendapatan saya... "

(16)

Apa Anda memperhatikan apa yang dia katakan?

Dia memberikan uangnya lebih banyak lagi pada orang lain seiring pendapatannya meningkat. Dia mengamalkan uang sekitar $ 550.000.000 dolar semasa hidupnya.

Beberapa orang berpikir bahwa Rockefeller mulai memberikan uang sebagai tindakan publisitas buat meningkatkan citranya. Tapi, itu tidak benar. Pria yang bekerja pada Rockefeller sebagai personal humas atau PR

adalah pria bernama Ivy Lee. Dalam buku Courtier To The Crowd, sebuah

buku biografi besar mengenai Lee, Ray Eldon Hiebert mengatakan bahwa Rockefeller telah memberikan uang selama beberapa dekade atas kemauan dan nama sendiri tanpa melibatkan protocol publisitas. Jadi, mengapa semua amal yang dilakukan Rockefeller itu diketahui public, karena Lee sebagai PR lah yang punya inisiatif untuk memberi tahu pada public.

P.T. Barnum memberi uang dengan beramal pada orang lain juga.

Sebagaimana saya tulis dalam buku saya tentang dia, There’s A Customer

Born Every Minute, Barnum percaya apa yang disebut "filantropi yang menguntungkan." Dia YAKIN kalau dengan memberi menyebabkan dia akan menerima. Sejarah membuktikan, dia juga menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Andrew Carnegie memberi uang dalam jumlah besar pula. Tentu saja, ia menjadi salah satu orang terkaya dalam sejarah Amerika.

(17)

Bruce Barton, salah seorang pendiri dari agen periklanan BBDO yang

terkenal dan subjek kunci dari buku saya The Seven Lost Secrets of Success

juga YAKIN kekuatan memberi. Pada tahun 1927 ia menulis: "Jika seorang pria berlatih melakukan sesuatu demi kepentingan orang lain sedemikian rupa hingga terbentuk sebagai sebuah kebisaaan yang menancap dialam bawah sadarnya (maksudnya, tanpa perlu berpikir panjang untuk melakukan kebiasaan itu), maka semua kekuatan yang bersifat baik baik yang ada di alam semesta akan berbaris di belakang untuk mendukungnya dan apa pun yang akan dia dilakukan." Semasa hidupnya, Barton menjadi penulis buku terlaris, selebriti bisnis, donator banyak yayasan sosial, dan sangat, sangat, kaya.

Sementara itu, beberapa orang mungkin berpendapat bahwa para konglomerat tadi sudah punya banyak uang untuk diberikan dan dibuat beramal, maka amat mudah bagi mereka beramal, saya justru berpendapat bahwa disatu sisi mereka (justru) bisa mendapat uang banyak karena mereka berniat dan bersedia untuk memberikan dan mengamalkan uang pada orang lain. Memberi menyebabkan proses menerima. Memberi menyebabkan proses datangnya lebih banyak kekayaan. Saya ulangi lagi bahwa:

Memberi menyebabkan terjadinya proses menerima.

(18)

Saat ini sudah menjadi kebisaaan yang baik bagi perusahaan untuk memberi uang dan beramal uang kepada yayasan sosial. Hal itu selain membuat citra perusahaan terlihat baik dan tentu saja hal ini membantu bagi mereka yang menerimanya. Gerai Anita Roddick’s Body Shop, Ben Cohen dan Jerry Greenfield’s ice cream, dan Yvon Chouinard di Patagonia, adalah contoh hidup bagaimana dengan memberi dan beramal bisa berakibat sangat baik untuk bisnis.

Tapi apa yang saya bicarakan di sini adalah memberi sebagai tindakan yang dilakukan oleh individu atau amal yang dilakukan secara perorangan. Saya sedang berbicara tentang bila Anda memberi dan beramal uang pada orang lain, maka Anda akan menerima uang lebih banyak dari jumlah uang yang anda amalkan.

Jika ada satu hal yang saya pikir orang melakukan kesalahan ketika mereka berlatih memberi adalah mereka memberi atau beramal terlalu sedikit. Mereka menggenggam erat uang mereka dengan erat serta beramal dan memberi dari apa yang menetes keluar dari tangan mereka (terlalu pelit) di saat waktunya harus beramal. Dan itulah mengapa apa yang mereka amalkan tidak berbuah menjadi proses menerima. Anda harus

memberi, dan memberi dengan jumlah banyak, agar bisa masuk dalam aliran

arus siklus hidup untuk menerima.

Saya ingat ketika pertama kali mendengar tentang gagasan memberi

(19)

pihak-pihak tertentu agar saya memberikan uang kepada orang yang menyuruh dan menceramahi saya untuk beramal.

Jika saya memberi, itu seperti orang yang kikir lakukan. Tentu, apa yang saya dapatkan sebagai imbalan setara dengan apa yang saya berikan. Saya memberi sedikit. Saya mendapat sedikit.

Tapi kemudian suatu hari aku memutuskan untuk menguji teori memberi. Saya suka cerita cerita inspiratif. Saya membaca cerita-cerita itu, mendengarkannya, berbagi dan menyampaikanya pada orang lain. Saya memutuskan untuk berterima kasih kepada Mike Dooley dari www.tut.com untuk pesan inspiratif yang ia bagi pada saya dan orang lain setiap hari melalui email.

Saya memutuskan untuk memberinya sejumlah uang. Di masa lalu saya mungkin akan memberinya sejumlah lima dolar. Tapi itu ketika saya masih dalam mindset kekurangan dan takut kalau prinsip memberi tidak akan bekerja. Kali ini berbeda. Saya mengeluarkan buku cek saya dan menulis cek seribu dolar.

Itu adalah amal terbesar yang pernah lakukan dalam hidup saya pada saat itu dalam satu kali tindakan memberi. Ya, itu membuat saya sedikit gugup. Tapi sebagian besar membuat saya bersemangat. Saya ingin membuat satu perbedaan. Saya ingin memberi penghargaan pada Mike. Dan saya ingin melihat apa yang akan terjadi.

(20)

Mike tertegun. Ia mendapatkan cek melalui pos dan segera melaju berkendara saat jalan pulang. Dia masih tidak percaya. Dia bahkan menelepon saya dan mengucapkan terima kasih. Saya menikmati kejutan kekanak-kanakannya. Itu membuat saya merasa seperti menyumbang

sejuta dolar. (Perhatikan ini!)

Saya puas membuatnya begitu bahagia. Saya sangat senang saat memberi uang kepadanya. Apapun yang akan ia lakukan dengan uang itu tidak jadi masalah buat saya. Imbalan pertama yang saya dapatkan adalah sebuah perasaan luar bisaa bahwa saya telah membantu seseorang terus melakukan apa yang ia yakini. Itu adalah dorongan batin terdalam untuk membantunya. Saya masih merasakan kegembiraan mengirim dia uang.

Dan kemudian sesuatu yang indah mulai terjadi.

Tiba-tiba saya mendapat telepon dari seseorang yang ingin aku menjadi penulis bukunya, pekerjaan yang akhirnya membayar saya berkali-kali dari apa yang saya telah berikan pada Mike.

Dan kemudian satu penerbit di Jepang menghubungi saya, menyatakan ingin membeli hak terjemahan buku laris saya, Spiritual Marketing. Mereka juga memberi saya berkali lipat sejumlah apa yang telah saya berikan pada Mike sebagai hadiah.

Seorang skeptis sejati dapat mengatakan bahwa berbagai peristiwa ini tidak saling berhubungan. Mungkin di pikiran skeptis, tidak. Di pikiran saya, ya, berbagai kejadian ini sangat berhubungan.

(21)

Ketika saya memberikan uang kepada Mike, saya mengirim pesan kepada diri saya sendiri dan pada dunia bahwa saya berada dalam posisi

cukup dan dalam aliran kecukupan akan kekayaan3. Saya juga

menghidupkan prinsip magnetic, yaitu prinsip yang mampu menarik uang kepada saya: yaitu bila Anda memberi, Anda akan menerima.

Berikan waktu dan Anda akan mendapatkan waktu. Berikan produk dan Anda akan mendapatkan produk. Berikan cinta dan Anda akan mendapatkan cinta. Berikan uang dan Anda akan mendapatkan uang.

Tips satu ini saja dapat mengubah nasib keuangan Anda. Pikirkan satu atau beberapa orang yang telah mengilhami Anda selama seminggu terakhir. Siapa yang telah membuat Anda merasa nyaman dan senang terhadap diri Andai, kehidupan Anda, mimpi Anda, atau tujuan Anda?

Berikan orang itu sejumlah uang. Beri mereka uang dengan keikhlasan yang datang dari lubuk hati Anda. Jangan pelit. Datanglah dari keberlimpahan, jangan datang dari kekurangan. Berilah dengan tanpa

3

Sesuai kaidah hukum tarik menarik, law of attraction, like attracts the like, seseorang menarik sesuatu yang sama levelnya dengan level pemikirannya. Orang yang punya mindset bersyukur dan merasa cukup akan menarik banyak lagi dari apa yang sudah dipunyainya. Sebaliknya orang yang mindsetnya suka mengeluh dan kekurangan, akan menarik kondisi yang seimbang dengan mindsetnya. Contoh praktisnya seperti ini, kalau beramal atau bersedekah, mindset anda harus mendasarinya bahwa tindakan itu anda lakukan karena rasa syukur dan berbagi, karena anda merasa bahwa apa yang anda miliki sudah cukup, makanya anda berbagi sebagai bentuk syukur terhadap nikmat yang anda miliki. JANGAN bersedekah karena ingin mendapat balasan, karena pamrih anda mendapat balasan itu, menunjukkan mindset bahwa anda merasa bahwa apa yang anda miliki MASIH KURANG. Orang yang punya mindset kekurangan justru akan menarik kondisi kekurangan. Makanya benar seperti kata orang tua, kalau beramal setelah itu lupakan seperti membuang kotoran, jangan menunggu-nunggu balasan dari Tuhan. Justru yang seperti itu malah akan mendapat balasan.

(22)

mengharapkan imbalan dari orang tersebut, tapi dalam hati harapkan yakini anda akan dapat imbalan.

Ketika Anda melakukannya, Anda akan melihat kemakmuran dan kekayaan Anda sendiri tumbuh.

Itulah Rahasia Terbesar Menghasilkan Uang dalam Sejarah!

"Jika Anda melihatnya, sentuhlah! Jika Anda menyentuhnya, rasakanlah! Jika Anda merasakannya, sukailah!. Jika Anda menyukainya ... Berikanlah!"

Karena TIDAK ADA yang mampu berbicara lebih keras pada ALAM SEMESTA mengenai KEYAKINAN Anda pada diri sendiri, keberlimpahan, dan cinta dibanding memberi. Dan ketika alam semesta mendengar, yang lebih berlimpah akan ditambahkan kepada anda. bukan SEBAGAI imbalan, tapi karena anda benar-benar yakin akan diri sendiri, keberlimpahan, dan cinta.

(23)

- Dari www.tut.com

Rahasia Besar Mengaktifkan Hukum (Memberi

agar Mendapatkan Balasan Yang Kuasa)

4

Suara wanita di telepon itu bertanya.

"Saya telah memberi dan beramal dengan uang selama

bertahun-tahun dan saya belum melihat kekayaan saya bertambah sama sekali. Bagian yang mana saya lakukan dengan salah? "

"Di mana Anda memberikan uang?"

"Di gereja lokal saya."

"Apa alasan Anda memberikan mereka uang?" Tanya saya. "Mereka membutuhkannya."

4

Judul aslinya rahasia besar mengaktifkan hukum. Hukum dimaksud disini adalah hukum universal yang mengatur seluruh umat manusia, khususnya hukum universal metafisik yang mengatur orang beramal. Hukum universal itu berlaku bagi semua orang, tak perduli latar belakang apapun. Misal hukum gravitasi, tak peduli anda tebal imannya atau atheis, pintar atau bodoh, kalau anda jatuh dari lantai 13, anda pasti jatuh kebawah. Di bab ini, hukum universal dalam beramal mengatur siapapun anda, kalau beramal secara benar, pasti akan dapat balasan dari Yang Maha Kuasa, tak peduli latar belakang anda.

(24)

"Bagaimana perasaan Anda ketika Anda memberikan kepada mereka?"

"Saya merasa seperti membantu mereka keluar dari lubang."

"Tapi”, tegas saya,”bagaimana yang benar-benar Anda rasakan ketika Anda memberikan uang itu pada mereka?"

Ada jeda sejenak di telepon itu.

"Yah, perasaan hati saya merasa tidak enak," akunya. "Saya merasa

tidak nyaman dan tulus ketika saya menulis cek uang untuk diserahkan pada mereka. "

Jawaban tidak bagus.

"Jika Anda merasa tidak bagus atau buruk disaat Anda memberi atau beramal mengeluarkan uang, maka fikiran Anda menghubungkan (mengasosiasikan) uang dengan perasaan buruk, "saya menjelaskan, "sehingga fikiran bawah sadar Anda menafsirkan anda tidak ingin menarik lebih banyak perasaan buruk, sehingga Anda tidak akan menarik lebih banyak uang juga. "

"Wow. Saya tidak pernah berpikir hal itu dari sisi pemahaman anda!"

"Dan jika Anda memberi uang disebabkan: seseorang meminta atau

mengemis pada anda5 memberi bukan karena inisiatif ikhlas dari dalam

diri anda, tapi dipaksa dari luar, maka itu termasuk memperkuat persaaan

(25)

buruk Anda akan uang, saya menjelaskan. Agar supaya Anda mengalami peningkatan kekayaan, Anda harus beramal uang hanya disaat ketika Anda memberi uang, perasaan anda dibarengi dengan peresaan tulus dan senang ketika melakukannya. Dengan kata lain, memberikan pada seseorang yang membutuhkan adalah hal mulia untuk dilakukan. Terus lakukanlah. Tapi itu bukan prinsip universal yang saya bicarakan di sini."

"Aku mengerti!" Katanya. Saya merasa beberapa bagian dari kekuatan alam semesta diluar kekuatan saya telah membantu dia memahami apa yang tidak bisa saya jelaskan.

"Lho, bagaimana anda bisa paham?" Tanya saya.

"Aku sudah memperlakukan gereja sebagai pihak yang berada dalam posisi mengemis," katanya.

"Lain kali ketika beramal, saya harus beramal ketika saya merasa jiwa rohani

Say senang melakukannya, tak peduli pada siapa. Hal itu bisa beramal ke gereja saya, bisa ke selain gereja (pihak sekuler, seperti yayasan, orang pribadi, rumah sakit dll)."

"Nah, itu maksud saya!" sela saya.

Anda dapat memberikan uang anda pada yayasan sosial yang Anda suka. Saya telah membantu Palang Merah, Yayasan Make-A-Wish, dana kanker, dan banyak lagi. Tapi saat saya beramal, saya tidak berharap keuangan saya meningkat dari yang memberi. Beramal disini saya niatkan membantu,

(26)

tetapi tidak dimaksudkan mengaktifkan hukum spiritual peningkatan kekayaan.

Hukum spiritual yang mengatur masalah keuangan tampaknya akan

aktif ketika Anda memberikan uang dengan ikhlas kapanpun jiwa Anda mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan ketika Anda melakukan amal itu, dengan tanpa pamrih dan tanpa berpikir bagaimana, atau cara apa, atau kapan keuangan anda akan meningkat sebagai imbalannya.

Beramal uang ke yayasan social bisa saja mengaktifkan hukum spiritual kekayaan jika ketika Anda melakukannya jiwa Anda merasa puas, ikhlas dan bahagia. Tapi jika Anda tidak merasa demikian, dan Anda tetap beramal di yayasan itu juga, Anda mungkin hanya membantu orang yang membutuhkan.bHal ini, tentu saja, adalah mulia. Saya berkata tetap lakukanlah.

Sekali lagi, pokok bahasan buku ini adalah rahasia terbesar menghasilkan uang dalam sejarah. Dan Anda mengaktifkan rahasia itu bila ketika Anda memberi uang secara ikhlas, gembira, puas kepada siapapun yang membuat Anda merasa demikian, bisa ke tempat ibadah, atau kepada siapapun.

(27)

"Uang adalah perwujudan fisik dari wujud asli yang berwujud non fisik." -- Georgiana Tree West, Prosperity’s Ten Commandments.

(28)

Rahasia Besar Pintu Masuk Menuju Kekayaan

Saya menerima cek melalui pos hari ini dari seorang teman yang telah lama tak berhubungan. Cek tersebut hanya sebagian kecil dari uang yang pernah dia utang dari saya. Tapi karena butuh waktu hampir sepuluh tahun bagi dia untuk mengirim uang sejumlah ini, saya tetap senang untuk menerimanya.

Sepuluh tahun yang lalu ia mempekerjakan saya untuk menulis sebuah buku tentang strategi pemasaran yang rinci. Saat itu, saya seharusnya dibayar beberapa ribu dolar untuk apa yang telah saya kerjakan. Dia setuju untuk itu dan mengatakan akan membayarnya. Saya telah menyelesaikan pekerjaan itu dan dia tidak membayar tanggungannya.

(29)

Karena dia adalah teman saya, saya rela dibayar dengan cek mundur. Bulan berlalu. Kemudian tahun. Kemudian ia pindah ke negara bagian lain. Dan saya pindah ke kota lain. Dia melanjutkan hidupnya dan pada dasarnya saya sudah melupakannya. Saya melanjutkan kehidupan saya sendiri dan dalam waktu relative cukup cepat menjadi lumayan terkenal di Internet karena buku-buku dan kaset saya.

Suatu hari pada beberapa bulan yang lalu saya menerima email dari seseorang yang ingin saya menjadi rekan penulis dalam bukunya. Ia mengatakan ia kenal beberapa teman-teman saya, dan menyebutkan nama orang yang berutang saya uang salah satunya. Begitu saya mendengar nama teman lama saya, tekanan darah saya naik. Saya merasa diri saya marah. Saya merasa ditipu. Dikhianati. Terluka.

Saya mengambil napas dalam-dalam dan menenangkan diri. Saya berbicara dengan diri sendiri. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa alam semesta adalah tempat yang besar dan kekayaan bisa datang dari banyak jalan, tidak hanya dari cek masa lalu yang tidak dibayar. Saya memutuskan untuk memaafkan teman saya. Dan saya lakukan, secara mental. Saya sungguh-sungguh memaafkan dia bersama utangnya. Aku tidak membutuhkan uang yang dibawanya.

Setelah kira-kira sembilan tahun, teman saya mengirimi saya sebuah

email. Dia mengatakan dia tahu ia masih berutang uang pada saya. Dia menjelaskan bahwa dia saat Sembilan tahun yang lalu ia berada di

(30)

masa-masa sulit, bahwa saat itu ia telah pindah tempat tinggal, bahwa saat itu ia berusaha keras untuk menjadi sebagai seorang pembicara profesional. Dia menambahkan bahwa ia ingin memperbaiki persahabatan yang lama dulu agar seperti semula.

Saya menjawabnya dengan catatan singkat yang mengatakan bahwa persahabatan kita tetap baik-baik saja. Saya juga memintanya untuk melunasi utangnya dengan cara mengirimkan saya cek beberapa persen dari semua utangnya pada saya (sekitar dua puluh persen, seingat saya). Dia setuju.

Nah, dia masih tidak mengirimi saya cek juga. Tidak segera dikirimkannya seperti janjinya.

Beberapa bulan berlalu sampai saya dihubungi dia lagi. Kali ini dia mengirim email lain, dan kali ini ia kembali menjelaskan situasi sulitnya pada saya. Saya tetap tenang. Aku tahu aku akan mendapatkan uang. Uang

tidak harus datang dari dia. Alam semesta6 atau sebutan apa pun yang

Anda ingin gunakan untuk menyebut kekuasaan yang lebih besar dari Anda atau saya, akan menakdirkan uang akan datang kepada saya selama

saya berada arus7. Dan merasa damai dan tenang adalah cara yang baik

6 Tulisan di buku ini ditulis dengan latar belakang kultur dan mindset Amerika

Serikat yang sekuler. Meskipun diatas 50 persen penduduknya mengaku beragama, namun mereka juga menjamin hak-hak untuk tidak percaya pada Tuhan. Untuk memenuhi selera pembaca yang berlatar belakang beragam, maka kata-kata yang mewakili Tuhan atau kekuatan yang lebih tinggi sering diganti Universe atau alam semesta. Contoh selebriti yang mengakui the universe sebagai kekuatan tertinggi adalah Adam Lambert, finalis American Idol, pada wawancara dengan Oprah Winfrey Show.

(31)

untuk berada di arus. Dan, seperti yang saya jelaskan di awal bab ini, cek yang dijanjikan tiba juga hari ini.

Saya tidak tahu bagaimana perasaan teman lama saya saat ia menulis cek itu. Saya berharap ia melakukannya dengan hati yang penuh suka cita. Jika demikian, ia telah mengaktifkan prinsip dasar menarik uang. Saya tahu ketika saya menulis cek sebesar $ 500 buat saudara saya yang dulu membantu saya keluar dari satu kesulitan dua puluh tahun lalu, akhirnya saya membayar utang budi itu, saya merasa gembira. Menulis cek tersebut buat Ted membuat saya merasa seperti raja. Dan itu memberi saya semacam perasaan didalam batin berupa kedamaian bahwa perbuatan yang itu saja seolah-olah perbuatan bernilai satu juta dolar.

Saya menyebut perasaan tersebut sebagai rasa damai --- atau

pengampunan, jika Anda mau --- sebut saja sebagai, sebuah pintu rahasia menuju kekayaan. Kapankah, dalam hidup Anda, Anda menyimpan dendam karena seseorang berutang uang pada anda? Atau mungkin karena Anda berutang pada seseorang?

Ikhlaskan saja. Coba bicaralah dengan diri sendiri. Ijinkankan diri anda memahami kesadaran surgawi bahwa alam semestalah yang menyediakan rejeki, bukan teman Anda.

Uang tidak datang kepada Anda dari mereka, namun uang datang ke Anda lewat mereka. Sekali Anda dapat mampu membiarkan dendam pergi, Anda membukakan pintu seluas-luasnya bagi diri anda untuk menerima.

(32)

Hati-hati Perangkap Besar ini

Satu artikel yang menjadi alasan lahirnya buku ini adalah "Rahasia Terbesar Menghasilkan Uang dalam Sejarah”, yang merupakan versi pendek dari bab satu. Artikel itu menjadi begitu populer sehingga dibagikan kepada ribuan orang di Internet. Penerbit ezine (electronic magazine, majalah elektronik online) mencetaknya ulang dan mendistribusikannya. Situs-situs yang menekankan konten juga memuat artikel itu di situs mereka.

Lusinan orang menulis pada saya, sebagian besar berterima kasih kepada saya dan memuji artikel tersebut. Namun beberapa email yang saya terima bernada sangat penasaran. Email-email itu datang dari orang-orang yang meminta uang pada saya. Rupanya mereka membaca artikel saya dan menyimpulkan bahwa saya adalah seseorang yang akan memberikan uang

(33)

kepada siapa saja yang memintanya. Jadi mereka menulis email dan meminta uang pada saya.

Masalahnya adalah, bukan itu yang dimaksud artikel tersebut sebagai rahasia besar untuk menarik kekayaan. Saya tidak pernah menulis, "Minta uang dan Anda akan kaya "Sebaliknya saya menyampaikan pesan" Berikan uang dimana pun Anda menerima kepuasan rohani dan maka Anda akan mengaktifkan hukum menarik uang. "

Saya menulis kepada setiap orang yang telah menulis kepada saya

untuk meminta uang. Saya menjelaskan konsep hukum menarik uang. Tak satu pun dari mereka membalas.

Saya menulis pengalaman ini pada Anda agar mempertimbangkan dua alasan berikut:

1. Jangan mengemis uang dan berharap untuk menjadi kaya. Lihat saja

pada para pengemis di jalanan. Mereka tidak menjalani hidup seperti gaya hidup makmur. Mereka hanya mendapatkan ala kadarnya saja. Atau lihat orang yang melakukan penggalangan dana. Kebanyakan dari mereka adalah mengemis, meskipun mereka tidak akan pernah menyebutnya begitu, dan mereka tidak pernah mendapatkan dana yang cukup. Apakah itu petunjuk atau apa?

2. Jangan memberikan uang kepada pengemis dan berharap untuk menjadi kaya. Saya tidak mengatakan jangan membantu orang miskin, walaupun itu dipertanyakan seberapa banyak membantukah memberi mereka.

(34)

Sebaliknya, Saya mengatakan jangan memberi uang kepada orang-orang hanya karena mereka memintanya dan berharap untuk mengaktifkan hukum keberlimpahan alam semesta.

Saya melihat memberikan uang yang datang dari rasa kewajiban atau

tugas itu sebagai jebakan. Dahulu selalu menjadi masalah bagi saya dengan para pendeta yang meminta umat untuk memberikan uang kalau tidak karena

(a) mereka membutuhkannya, pasti karena (b) kitab suci yang memerintahkannya.

Keduanya mungkin benar. Tetapi jika Anda atau orang memberi uang tanpa merasa sukacita dalam hati Anda, sangat tidak mungkin bahwa uang yang Anda akan datang kembali kepada Anda berlipat ganda.

Cara terbaik untuk menentukan kemana memberikan uang adalah dengan bertanya diri sendiri pertanyaan sederhana:

Di mana Anda menerima sukacita paling banyak?

Dan jika Anda ingin kejelasan lebih lanjut, atau lebih pertanyaan

untuk membantu Anda untuk mengetahui di mana anda memberikan uang, jawablah pertanyaan berikut :

Dimana anda merasa diingatkan perasaaan keilahian Anda? Dimana anda merasa didorong untuk meraih impian Anda?

Siapa yang membuat Anda merasa senang dalam menjalani hidup? Apapun jawaban Anda, di situlah anda memberikan uang Anda.

(35)

"Banyak orang telah memiliki hambatan psikologis terhadap

persepuluhan8, karena begitu banyak teolog telah menekankan bahwa

persepuluhan harus diberikan pada gereja, (yang seharusnya juga bisa) dilakukan (diberikan) buat Individu (perseorangan yang membutuhkan) " - Catherine Ponder, Buka Pikiran Anda untuk Kesejahteraan

8memberi sepersepuluh dari penghasilan kotor anda ke gereja, dalam agama lain

(36)

Pengakuan Besar Saya

Baiklah, aku akan mengaku.

Dahulu, Saya merasa sulit untuk percaya bahwa saya akan menerima balasan uang jika saya memberikan atau bersedekah uang. Dulu, saya pikir prinsip itu hanya terdengar seperti akal-akalan, seperti sebuah strategi yang dipromosikan oleh orang yang ingin agar saya memberikan uang pada mereka. Yah, saya rasa saya terlalu pintar untuk itu. Lalu Saya memutuskan saya tidak akan memberikan uang, tetapi saya memilih bersedekah atau memberikan buku.

Benar. Saya bersedekah Buku. Saya punya banyak buku. Karena saat itu saya telah bekerja sebagai wartawan New Age dan pereview buku selama bertahun-tahun, saya sudah pasti mengumpulkan banyak buku.

(37)

Saya memiliki terlalu banyak buku, lebih dari yang saya butuhkan. Mengapa tidak (mengurangi) memberikan beberapa buku saja?

Saya masih ingat waktu membuat keputusan itu. Saya terbaring di

tempat tidur di Houston, tempat saya tinggal saat itu, berfikir cara mendapatkan kehidupan makmur sejahtera.

Saya ingat waktu itu berpikir, "Saya bisa menjadi orang terkaya di Amerika. Dalam arti kaya buku." Dan saat itu juga saya memutuskan untuk mencoba prinsip memberi (sedekah) dalam bentuk buku. Dalam beberapa hari saya telah menelepon beberapa teman dan membiarkan mereka memilih buku-buku saya. Tentu saja Saya tidak membiarkan mereka memilih buku-buku tertentu atau semua buku saya. Tetapi saya mengambil beberapa tumpukan buku dari koleksi buku saya dan membiarkan teman-teman saya mengambil buku yang mereka inginkan.

Kemudian, selama beberapa bulan ke depan, setiap kali saya memberi kuliah atau ceramah disuatu tempat, saya juga memberikan buku. Dalam hal ini, memberi buku saya rasa merupakan cara yang hebat untuk mendapatkan perhatian audiens. Setiap kali perhatian seseorang tampak berkurang, saya mengumumkan memberi satu buku gratis untuk orang berikutnya yang bersedia bertanya. Semua orang di ruangan jadi ceria.

Dan ketika saya pindah rumah di pedesaan di mana saya sekarang tinggal, saya mengepak 25 kotak buku di garasi. Saya kemudian menyelenggarakan pesta pindah rumah dan mengundang orang supaya

(38)

hadir. Saya mengatakan kepada mereka bahwa sebelum mereka pulang, mereka disarankan untuk pergi melewati 25 kotak buku dan mengambil buku yang mereka inginkan. Semua orang melakukannya. Satu orang mengambil begitu banyak buku sampai-sampai ia membutuhkan kereta untuk mengangkut buku ke mobilnya. Apa hasil dari saya memberi buku besar-besaran?

Sejak hari di Houston ketika saya memutuskan untuk memberikan

buku-buku dengan tujuan agar menerima balasan (dari Yang Maha Kuasa) berupa buku, saya selalu memiliki jumlah buku yang berlimpah. Dan hari ini saya memiliki salah satu koleksi buku terbesar dalam bidang pemasaran dan satu lagi bidang metafisika. Orang melihat koleksi saya setiap kali mereka kunjung di sini dan mereka sangat kagum.

Apa yang mereka tidak mengerti adalah:

Buku akan selalu datang kepada saya karena saya selalu memberikan buku.

Saat memberi buku Saya sedang mengaktifkan prinsip yang besar

tentang memberi, dalam bentuk buku. Hari ini saya tahu cara memberi uang agar menerima uang. Dan sebagai hasilnya, Saya punya uang, jauh lebih dari yang pernah saya miliki ketika saya tinggal di Houston.

Namun pada hari-hari sulit dulu, ketika saya takut kehilangan uang

(39)

ikhlas berikan hanya memberikan buku itu. Sebagai hasilnya, buku datang.

Simak dan pelajari: Berikan apa yang ingin Anda terima.

Kita dilarang menentukan dari jalan mana rejeki akan datang. Tidak ada alasan untuk berfikir bahwa apa yang kamu beri akan datang sebagai balasan lewat orang yang kamu beri.

(40)

Lelaki Hebat yang Beramal 30 Juta Dollar

Saya baru tahu bahwa seorang pria dermawan Amerika yang terkenal, penuh warna dan menawan sudah wafat. Saya selalu mencintai

bukunya, Ask for the Moon and Get It: The Secret to Getting What You Want

by Knowing How to Ask. Namanya Percy Ross. Mungkin Anda pernah mendengar tentang dia. Ross memberikan uangnya untuk amal diperkirakan sekitar tiga puluh juta dolar untuk berbagai kegiatan amal

dan organisasi. Ia juga menulis kolom surat kabar sindikasi, yang disebut

Thanks a Million, untuk sekitar 800 surat kabar nasional selama 17 tahun. Kolom yang dibinanya berisi surat dari orang menulis untuk Ross, menceritakan kisah mereka dan meminta bantuannya.

Ini sangat menarik. Ini sangat menarik karena Ross selalu bisa melihat orang. Dia akan membaca surat-surat mereka dan menilai jika mereka tulus, atau malas, atau mengemis. Dan dia selalu menjawab dengan

(41)

kata-kata bijak dan kadang-kadang dengan cek. Dia memberikan cek 120 kali per minggu. Dan selama 17 tahun ia menyerahkan sekitar $ 30.000.000.

Fakta menariknya adalah, jumlah uang yang dipakai Ross untuk mulai berderma hanya dengan dua juta dolar! Apakah Anda melihat prinsip hukum memberi bekerja di sini? Ross memulai berderma dengan dua juta dolar sebagai dana sumbernya. Anda tidak memiliki jumlah itu, tapi substansi cerita masih berlaku. Dalam 17 tahun Ross menyerahkan tiga puluh juta dolar!

Sekali lagi, memberikan menyebabkan menerima.

Pertimbangkanlah: Apakah Anda pernah mengalami situasi di mana

Anda diminta untuk menyumbangkan uang untuk misi tertentu, dan melihat saldo bank Anda yang sedikit, Anda berada dalam dilemma antara memberikan uang atau tidak? Banyak orang bercerita pernah mengalami situasi ini, tetapi setelah memutuskan untuk terus maju dan menyumbang, orang-orang ini sangat terkejut ketika tiba-tiba sejumlah uang datang kepada mereka dari beberapa sumber yang tak terduga untuk mengganti uang yang baru saja mereka sedekahkan.

Yang benar adalah, jika Anda memegang erat-erat uang Anda, Anda berisiko kehilangan hal yang sangat erat Anda timbun. Di sisi lain, jika Anda percaya hal-hal baik selalu mengalir kepada mereka yang memberi dengan ikhlas, Anda akan selalu memiliki dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan Anda.

(42)

Untuk membuktikan ini, lihatlah Percy Ross. Dia mulai kegiatan amalnya dengan $2 juta dolar, namun selama 17 tahun menyumbangkan sekitar $30 juta dolar!

Aku rindu Percy Ross.

(43)

Apakah maksud Memberi dengan benar itu?

Atau, Apakah Anda Mengidap Sebuah

"

Equation

Mentality

Aku baru saja bicara lewat telepon dengan teman baik saya, Dr Paul Hartunian, publisitas jenius, filantropis dan pecinta sejati anjing. Saya bertanya pada Paul tentang memberi dan bagaimana ia melihat prinsip

memberi ini bekerja9 dalam hidup dan dengan misi pribadinya. Saat itulah

dia mengatakan sesuatu yang benar-benar membuka mata.

"Terlalu banyak orang punya pamrih dalam memberi," katanya. Mereka memberikan uang dan kemudian menunggu untuk datang kembali kepada mereka sepuluh kali lipat. Itu, bagi saya, bukan disebut memberi. "

Ini adalah pernyataan yang mengejutkan bagi saya.

9 Maksudnya Joe Vitale bertanya pada Paul bagaimana hukum universal dalam hal

(44)

"Lalu Apa yang dimaksud dengan memberikan yang ikhlas itu?" Tanyaku.

"Saya percaya bahwa memberi yang benar itu dilakukan secara

anonym (tanpa menyebutkan nama)," jelas Paul. "Jika seseorang memberi satu juta dolar untuk yayasan karena mereka mengharap namanya akan ditulis didaftar pengamal, maka itu adalah perdagangan, bukan memberi.

Paul menunjuk titik yang valid. Aku ingat saat ketika seseorang

mengirim e-mail pada saya, menanyakan apa yang harus mereka lakukan jika mereka mencoba untuk memberikan uang kepada teman-teman mereka dan ditolak. Aku ingat berpikir, Mengapa teman anda harus tahu bahwa uang itu datang dari Anda? Tidak dapatkah Anda memberikan secara rahasia?

Paul melanjutkan dengan menceritakan pada saya sesuatu yang

bahkan lebih menarik.

"Saya pikir rahasia dalam memberi adalah anda tidak peduli jika

yang anda berikan akan datang kembali ke Anda atau tidak, "jelasnya.

"Setelah Anda tidak peduli, Anda berada di arus10"

Ah, ya!

Itulah rahasianya!

10Seperti footnote no. 1, artinya anda berada di posisi yang benar dalam menjalankan

(45)

Berikan tanpa mengharapkan imbalan - memberi karena hati Anda berniat untuk memberi - memberi karena anda sukacita untuk memberi - dan Anda berada dalam aliran kehidupan itu sendiri.

"Yang bisa saya katakan adalah bahwa mungkin Cosmos11 mengatur

sisanya," Paul mengatakan kepada saya. "Saya telah diberkati dalam hidup saya tapi saya tidak memberi agar diberkati. Kosmos merawat saya."

Saya suka bagaimana Paul Hartunian menjelaskan semua ini padaku. Dia memberikan cara pandang masuk akal yang praktis dalam hal memberi.

"Saya tidak punya masalah dengan seseorang yang ingin diakui untuk memberi," tambahnya. "Tapi jika Anda memberi karena ingin pengakuan atau Anda mengharapkan pengembalian sepuluh kali lipat, maka Anda tidak memberi, Anda sedang berhitung. "

Paul tidak hanya sekedar bicara, tapi mewujudkannya dalam

tindakan. Sekitar Natal tahun 2002 ia mengirim saya sebuah email dan bertanya apakah saya punya sesuatu yang bersifat spiritual yang ia dapat berikan untuk para pembaca e-newsletter-nya. Dia bilang dia selalu memberi mereka publisitas dan nasihat dalam menghasilkan uang. Sekarang dia ingin memberi mereka sesuatu yang bersifat spiritual.

11

mungkin anda lebih menyukai kalimat, kalau cara beramal anda sudah benar, anda berada dalam arus, biarlah Tuhan yang mengatur sisanya. Tugas beramal anda telah anda jalankan dengan benar, yang membalas adalah peran Tuhan, peran anda Cuma beramal dengan benar.

(46)

Saya menyarankan ia membiarkan para penggemarnya membaca buku #1bestseller saya versi e-book, Spiritual Marketing.

Saya katakan kepadanya siapa saja bisa membaca buku tersebut versi online di http://www.mrfire.com/spirit, Paul membiarkan pembacanya tahu. Dia sangat murah hati untuk melakukannya. Dari semua itu, ia tidak mengambil keuntungan sepeserpun dari buku saya dan tidak akan pernah mengambil keuntungan dari dukungan tersebut. Dia hanya memberi dengan ikhlas.

Sekarang, yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwa Paul, pada

waktu itu, memiliki sekitar 76.000 pembaca. Itu berarti hadiah darinya (berarti hadiah dari saya juga) menyentuh banyak jiwa. Paul memberi dari hatinya. Saya memberi dari hati saya. Bagaimanakah pemberian ini akan kembali kepada kami, tidak ada yang tahu - kecuali mungkin Cosmos. Apakah Anda juga memberi?

(47)

"Hukum kemakmuran, yang aturan pertamanya adalah memberi, datang begitu dekat ke jantung manusia sampai-sampai kita hampir tidak dapat mengharapkan untuk menimbang dan menyeimbangkannya dengan angka dan perhitungan ... Kita harus memberi tanpa harapan kembali.

(48)

Show Me The Money!

Apakah saya satu-satunya yang benar-benar melihat film Jerry McGuire? Itu adalah film hits yang dibintangi Tom Cruise yang membuat semua orang mengulangi Dialognya yang terkenal, "Tunjukkan uang pada saya!"

Saya tidak menonton film itu hampir satu tahun setelah film itu

dirilis, karena saya pikir film itu tentang keserakahan. Karena setiap orang yang melihat film itu tersenyum dan mengulangi satu baris kalimat itu-"Tunjukkan uang pada saya!" seolah-olah itu menjadi semacam mantra nasional, saya tidak tertarik.

(49)

Tapi kemudian suatu hari Nerissa dan saya ingin menonton sesuatu di televisi. Seperti sudah nasib, Jerry McGuire diputar di tv saat itu. Jadi kita terpaksa menontonnya.

Saya kagum. Film ini bukan tentang keserakahan sama sekali. Ya,

Jerry berasal dari tempat yang haus uang, tapi ia segera tahu bahwa pola pikir haus uang tidak akan bekerja.

Keserakahan itu rugi.

Keserakahan adalah sebuah jalan buntu.

Keserakahan menyebabkan kemiskinan semangat.

Sebaliknya, Jerry agen olahraga belajar tentang kekuatan gairah.

Ketika ia benar-benar mulai peduli terhadap kliennya, yang mencari dan mengaktifkan hati pemain olah raga yang dia wakili (yang melakukan hal yang sama untuk dia), maka dan hanya dengan cara itulah ia mulai merasakan keberhasilan yang nyata dan mulai mengalami kebahagiaan sejati.

Oh, tidak ada keraguan bahwa refrain kalimat yang berbunyi "Tunjukkan uang pada saya!" adalah satu lirik yang menarik. Ini ditampilkan dengan baik di film itu, dan dikatakan begitu sering, dan disampaikan dengan permainan emosi dalam adegan tak terlupakan, Sampai-sampai Anda tidak bisa tidak mengingatnya.

(50)

Tapi bukan itu yang dimaksud film itu. Tidak bagi saya. Film ini tentang tunjukkan hati Anda, bukan tunjukkan uang Anda. Memberi adalah seperti itu.

Jika Anda memberi karena Anda ingin uang, Anda tidak memberi tapi hanya sekedar berdagang. Jika Anda memberi karena hati Anda berniat untuk melakukannya, maka Anda benar-benar memberi.

Inilah perbedaan antara "Show me the money! (tunjukkan uang pada saya) dengan tunjukkan hatimu. "

Alam semesta12 merespon hati Anda, bukan uang Anda. Uang

hanyalah sebuah simbol.

Berikan uang dari hati Anda. Bila Anda melakukannya, sangat cepat

dan dalam cara yang paling mengejutkan, alam semesta itu sendiri akan menunjukkan uang itu!"

Tapi jangan memberi untuk mendapatkan balasan. Jangan memberi sebagai negosiasi dengan alam semesta. Memberilah hanya karena anda ingin memberi.

12

(51)

Kesalahan Besar Leo Buscaglia

Saya berjumpa Leo Buscaglia beberapa tahun yang lalu. Dia adalah penulis buku terlaris yang menawan, bersemangat, dan penuh warna yang berjudul Cinta. Dia pernah berkata dalam sebuah kuliah, "Saya memiliki hak cipta pada cinta!"

Dia adalah seorang pria yang loveable. Kata-katanya menghangatkan

hati saya dan menginspirasi jiwa saya. Marian, istri saya pada saat itu, dan saya terbiasa menonton Leo di televisi. Dia menginspirasi kami. Kami sedang belajar tentang persepuluhan (menyumbangkan sepersepuluh total pendapatan kotor ke gereja) pada saat itu. Saya sangat skeptis. Saya masih

(52)

berpikir (bahwa ide sumbangan ke gereja) adalah hal yang kotor atau licik. Tapi Marian selalu lebih berpikiran terbuka dan percaya dibanding saya. Dia melakukan aksi memberi amal lebih dari yang saya lakukan di tahun-tahun awal saat itu.

Suatu hari, ketika Marian berpikir untuk memilih siapa yang akan dia kasih uang untuk amal, dengan mudah dia mengingat Leo Buscaglia. Dia ingin berterima kasih padanya atas semua ilmu yang telah Leo bagi, dan telah mengingatkannya melalui buku-buku dan ceramahnya yang untuk selalu menghidupkan sebuah kehidupan dalam cinta.

Lalu Marian menemukan alamatnya dan mengiriminya sebuah cek. Saya ingat betapa tampak bahagianya dia saat ia menulis pesan pada dan waktu mengirimkan hadiah kepadanya. Hatinya bersemangat.

Tapi kemudian sesuatu yang menyedihkan terjadi.Beberapa minggu kemudian, Marian menerima surat dari Leo Buscaglia.

Dia mengembalikan cek itu. Dia menambahkan sebuah catatan yang katanya dia telah punya banyak dan tidak ingin atau perlu lebih banyak, jadi tolong beri cek kepada seseorang yang membutuhkan.

Marian terluka. Dia tersinggung. Dia merasa ditolak. Dia melihat penolakan atas pemberian hadiahnya sebagai penolakan terhadap dirinya. Saat itu adalah sebuah saat yang menyedihkan. Saat kami bisa berbicara tentang respon Marian terhadap surat yang dia diterima, poin saya di sini adalah lebih tentang tindakan Leo. Saya pikir Leo melakukan kesalahan.

(53)

Agar dalam aliran kehidupan, Anda harus memberikan, juga bersedia menerima. Leo memotong arus.

Banyak kemudian yang saya pelajari - dari Leo sendiri - bahwa ia mengalami beberapa perampokan. Rumahnya telah dibobol dan barang-barangnya diambil. Ini terjadi padanya setidaknya dua kali seingat saya.

Saya tidak bisa menahan untuk berpikir bahwa Leo punya hambatan

batin dalam hal menerima. Hambatan batin ini mewujud di dunia luarnya dengan kehilangan semua yang dimilikinya. Saya bisa salah, tapi saya benar-benar ingin tahu apakah ada keterkaitan antara menolak hadiah dan kehilangan apa yang dimilikinya.

Mari kita belajar dari kesalahan Leo.

Ketika seseorang menawarkan uang, terimalah. Ketika seseorang menawarkan pujian, terimalah.

Ketika seseorang menawarkan hadiah apapun, dengan gembira

sambutlah.

Jika Anda menolak hadiah, pujian, dan uang, Anda sedang menutup sebuah pintu kemakmuran yang sedang mencoba datang kepada Anda. Kuncinya adalah untuk selalu dalam arus. Ketika Anda memberi dan menerima, Anda berpartisipasi dalam aliran arus kehidupan. Setelah semua, uang harus beredar untuk kebaikan semua orang.

Memberilah.

(54)

Apakah Gratis itu Punya Nilai?

Ada sebuah teori dalam pemasaran bahwa orang tidak menghargai apa yang mereka dapatkan secara gratis. Apakah itu benar? Meskipun benar bahwa kata "Gratis" mungkin kata yang paling kuat dan persuasive yang seseorang dapat gunakan dalam pemasaran mereka, ini juga mungkin benar bahwa apa pun yang seseorang terima secara gratis biasanya diperlakukan dengan tidak hormat.

Ini telah terbukti secara berulang-ulang. Konsultan yang

memberikan waktu dan layanan mereka secara gratis sering menemukan bahwa orang yang menerima hadiah mereka tidak menghargai hadiah mereka. Secara umum, hanya ketika seseorang membayar untuk sesuatu barulah mereka memperhatikan hal itu.

Tapi apakah itu berlaku dalam seni memberikan uang? Pertama, saya tidak berpikir begitu.

Kedua, tidak masalah. Mari kita lihat kedua pernyataan.

(55)

Pertama, saya tidak berpikir orang memandang rendah hadiah uang karena uang adalah suatu symbol yang sangat dituntut di dunia kita. Orang-orang berebut, berkelahi, bekerja, khawatir dan mati untuk uang. Mereka tahu nilainya. Ketika kebanyakan orang menerimanya (uang), mereka menyambutnya (uang). Beberapa orang akan mengeluh tentang uang yang tidak cukup, tapi itu adalah keyakinan mereka akan kekurangan dan keterbatasan. Secara umum, berilah uang dan orang akan tahu kau memberi mereka sesuatu yang bernilai nyata.

Kedua, saya tidak berpikir tak masalah apa yang mereka pikirkan tentang uang atau apa yang mereka lakukan dengan itu. Anda memberikan uang untuk mengaktifkan hati Anda sendiri. Teman saya Bob Proctor, penulis buku You Were Born Rich, pernah mengatakan kepada saya, "Saya tidak peduli apa yang mereka lakukan dengan uang itu. Mereka bisa mengambil dan membakarnya, aku tidak peduli. Saya memberi untuk

(kepentingan) saya (sendiri)13. "

Dan itulah intinya. Meskipun Anda ingin hadiah yang anda berikan

akan diterima dan dihargai, apa yang Anda lakukan sebenarnya ketika Anda memberikan itu membangkitkan jiwa Anda sendiri dan mengaktifkan sebuah hukum rohani.

13

Memberi kelihatannya menguntungkan yang diberi, tapi bagi yang berpengalaman memberi,

memberi juga lebih menguntungkan bagi pemberi. Maka Bob Proctor mengatakan, saya memberi untuk saya, tak peduli diapakan uang yang diberikan itu oleh penerima,

(56)

Saya ingat memberikan seorang teman sebuah salinan berharga yang sekarang termasuk buku legendaris, Buku Surat Robert Collier. Buku ini sangat langka, sangat dihargai, dan bernilai banyak uang (mahal).

Teman saya sedang di rumah saya dan mengatakan ia telah mencari buku itu selama bertahun-tahun. Aku punya salinan tambahan dan menyerahkannya kepadanya. Matanya membelalak lebar. Dia tertegun. Dia tidak bisa percaya, dan dia tidak bisa berhenti berterima kasih kepada saya.

Itu juga terakhir kali saya melihat teman saya.

Apakah dia tidak menghargai karunia itu?

Mungkin.

Apakah pemberian itu terlalu besar baginya?

Mungkin.

Apakah saya akan memberikannya jika saya harus mengulanginya

lagi?

Pasti, dalam sekejap.

Memberi hadiah itu padanya membuatku merasa hebat.

Berikut contoh lain.

Sekira dua puluh lima tahun yang lalu saya membaca buku dan mendengarkan kaset oleh Barry Neil Kaufman, pendiri The Institute Option. Saya punya uang sedikit pada saat itu dan merasa sulit untuk berpisah dengan apa yang saya miliki. Tapi aku ingin memberikan sesuatu untuk menunjukkan dukungan saya untuk Barry. Jadi saya mengirimi dia

(57)

lima dolar. Ini adalah keputusan besar bagi saya, dan menambah apa pun yang banyak orang lain telah kirim ke Barry. Kemudian, pada tahun 1985, saya pergi ke Lembaga Opsi dan belajar dengan Barry, atau "Beruang," begitu panggilan teman-temannya. Pada malam terakhir saya tinggal di sana, kami melakukan acara Malam Syukur Publik. Setiap orang yang telah berkumpul di Institut minggu itu berkumpul di sebuah ruangan, duduk dalam lingkaran dan bergiliran mengatakan apa yang kita telah syukuri. Ini berlangsung tiga jam. Anda tidak dapat membayangkan energi dalam ruang dari tiga puluh orang berterima kasih satu sama lain selama tiga jam untuk semua yang mereka terima. Itu fenomenal. Saya masih ingat betul malam itu.

Ketika Beruang dapat giliran berbicara, ia menyentuh saya. Dia

berterimakasih untuk surat saya kepadanya, untuk dukungan saya - dan untuk lima dolar yang saya kirimkan berbulan-bulan sebelumnya.

Saya tertegun.

Meskipun saya merasa besar membantu Bears dengan cara sederhana, saya menyadari bahwa ia merasa besar untuk menerimanya. Itu adalah win-win solution yang indah. Ingat, bagaimana perasaan Anda ketika Anda memberi adalah kuncinya.

(58)

Memberi uang adalah sebuah kriteria yang sangat baik kesehatan mental seseorang. Orang yang murah hati jarang sekali tergolong orang yang sakit mental. " Dr. Karl A. Menninger

Referensi

Dokumen terkait

Daur ulang minyak jelantah sebagai alternatif bahan bakar alternatif biodiesel dengan cara dipanaskan Minyak Jelantah sebanyak 200 mL sampai pada suhu 70 derajat celsius

Dengan adanya pembelian barang yang tinggi sehingga harus adanya pengendalian internal yang baik di dalam Hotel Shangri-La Surabaya khususnya dalam siklus

Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa setelah melakukan penelitian terhadap implementasi media promosi online melalui aplikasi instagram pada Alter Ego

Pengaduk turbin adalah pengaduk dayung yang memiliki banyak daun pengaduk dan berukuran lebih pendek, digunakan pada kecepatan tinggi untuk cairan dengan rentang

Sudiadnyana, Eka, Yudha dan teman-teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu selama penulis menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

Keadaan bayi yang membahayakan akan memperlihatkan satu atau lebih tanda-tanda klinis seperti tonus otot buruk karena kekurangan oksigen pada otak, otot dan organ

Dengan menggunakan model tersebut diperoleh variabel yang signifikan terhadap TPAK perempuan Jawa Timur adalah TPAK laki-laki, persentase penduduk miskin, PDRB perkapita, UMK,

Penelitian ini dilakukan dengan melihat dan mengeksplor tanggapan mengenai praktik kartu kredit syariah dalam hal ini aplikasi iB Hasanah Card dari berbagai sudut