• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Respirasi Fixx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Praktikum Respirasi Fixx"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

Praktikum6.Respirasi dan Fotosintesis

1. Jelaskan mechanism perubahan warna indikator phenol red dalam pengujian zat sisa CO2 dalam respirasi!

Mekanisme perubahan warna pada phenol red:

C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi

Indikator phenol red atau dikenal sebagai phenolsulfonphthalein. Indikator phenol red jika ditambahkan asam akan bereaksi dengan berubah warna menjadi orange kekuningan dan jika ditambahkan basa akan berubah warna menjadi merah. Pada proses respirasi, akan dihasilkan gas H2O dan gas CO2 yang bereaksi membentuk

HCO3- yang merupakan asam lemah dan apabila beraksi dengan

indikator phenol red dalam ruang tertutup akan membentuk kompleks warna orange kekuningan dengan range pH 6,8 – 7.

2. Jelaskan analisa prosedur respirasi dari awal sampai akhir. Ketik ulang DHP respirasi dan bandingkan dengan literatur!

Untuk melakukan uji respirasi, pertama siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan. Bahannya antara lain, kecambah matang, kecambah segar, ragi mentah, ragi matang, jangkrik hidup, jangkrik mati,

baut dan reagen phenol red sebagai indikator perubahan warna. Phenol red ini berwarna orange. Jika phenol red ini bereaksi dengan H2O dan CO2

maka akan terbentuk HCO3- (asam lemah) yang nantinya akan membentuk kompleks warna orange kekuningan pada ruang tertutup. Alatnya 7 buah tabung reaksi yang digunakan sebagai tempat perlakuan,

penyumbat (dari kapas) untuk menyumbat tabung reaksi, plastik untuk menutup penyumbat dan pipet tetes untuk memindahkan phenol red dari

botol ke dalam tabung reaksi. Pada masing-masing tabung reaksi diberi label sesuai dengan bahan-bahan tadi dan sisakan 1 tabung reaksi sebagai perlakuan kontrol. Setelah diberi label, masing-masing tabung

reaksi diisi phenol red menggunakan pipet tetes. Phenol red yang dimassukkan adalah sebanyak satu kali pipet. Dalam memasukkan phenol

red kedalam tabung reaksi, diharapkan tidak mengenai diding tabung reaksi. Kemudian masukkan 1 buah baut pada masing-masing tabung

(2)

reaksi secara perlahan, hal ini dilakukan supaya phenol red tidak muncrat mengenai dinding tabung reaksi, apabila phenol red masih mengenai dinding tabung reaksi maka dinding tabung reaksi dipersihkan dengan tisu

menggunakan bantuan pengaduk, setelah itu masukkan mur. Fungsi dari pemberian baut dan mur ini adalah supaya bahan tidak bersinggungan secara langsung dengan larutan phenol red. Selanjutnya masukkan bahan

kecambah mentah ke dalam tabung reaksi yang telah diberi label, kemudian sumbat menggunakan kapas hingga tertutup rapat (tidak ada

udara yang masuk). Lakukan langkah serupa pada tabung reaksi lain menggunakan bahan yang berbeda-beda. Dan untuk tabung reaksi yang

berfungsi sebagai kontrol, tidak perlu dimasukkan bahan lagi melainkan hanya diisi dengan baut dan phenol red kemudian disumbat dengan kapas. Setelah ketujuh tabung reaksi selesai diisi dan ditutup, simpan ketujuh tabung reaksi tersebut pada ruangan gelap selama 40 menit. Tujuan disimpan pada ruangan gelap adalah karena pada proses respirasi tidak membutuhkan cahaya matahari dan selain itu, dikhawatirkan terjadi fotosintesis pada kecambah. Setelah 40 menit keluarkan tabung rekasi

dari ruangan gelap dan amati perubahan warna yang terjadi. DHP Uji Respirasi

No .

Sampel Warna awal phenol red

Perubahan warna phenol red 1 Jangkrik hidup Merah Orange Merah Orange 2 Jangkrik mati Merah Orange Merah Orange 3 Kecambah

segar

Merah Orange Orange pudar 4 Kecambah

matang

Merah Orange Merah Orange 5 Gula ragi segar Merah Orange Orange pudar 6 Gula ragi

matang

Merah Orange Merah Orange 7 Perlakuan

kontrol

Merah Orange Merah Orange

Pada literatur dijelakan bahwa phenol red jika bereaksi dengan H2O dan CO2 pada ruang tertutup akan menghasilkan asam lemah yaitu

(3)

HCO3- dan juga menghasilkan kompleks warna orange kekuningan (Rushayati, 2007). Phenol red ini berfungsi sebagai indikator perubahan warna untuk mengetahui apakah pada sampel mengalami respirasi atau tidak. Sampel positif mengalami respirasi jika phenol red berubah menjadi

warna orange cerah dan sampel negatif mengalami repirasi jika phenol red berubah warna menjadi orange gelap maupun merah. Pada proses repirasi yang dibutuhkan adalah gas O2 sehingga padasampel hidup atau

segar membutuhkan O2 maka proses respirasi akan terjadi. Sehingga berdasarkan pada DHP kecambah segar dan gula ragi segar sudah benar

jika pada hasil uji berwarna orange pudar karena kecambah segar dan gula ragi segar masih hidup dan membutuhkan O2 untuk berespirasi. Sedangkan pada jangkrik mati, kecambah matang, dan gula ragi matang

juga sudah benar berwarna merah orange karena sampel tersebut merupakan sampel mati dan tidak membutuhkan O2 lagi. Sedangkan pada jangkrik hidup seharusnya berwarna orange pudar (karena sampel hidup dan masih perlu O2 untuk respirasi), namun hasil yang didapakan adalah merah keorangean. Hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab. Seperti pada prosedur perlakuan yang kurang benar yaitu pada proses memasukkan sampel ke dalam tabung reaksi, sampel tidak boleh terkena

langsung pada phenol red, kemudian tidak rapatnya sumbatan kapas yang digunakan.

3. Jelaskan mekanisme kerja amilum dan reaksi antara amilum dengan iodine

Mekanisme kerja uji amilum yaitu jika sampel yang sudah ditetesi oleh iodine berubah warna menjadi biru kehitaman atau ungu kehitaman maka

sampel tersebut positif mengandung amilum. Sebaliknya jika setelah ditetesi dengan iodine sampel tidak berubah warna, maka sampel

tersebut negatif mengandung amilum. Reaksinya yaitu:

Sampel + iodine biru kehitaman positif amilum Sampel + iodine warna tetap negatif amilum 4. Jelaskan analisis prosedur uji sach fotosintesis. Kemudian gambar

(4)

Untuk melakukan uji fotosintesis terlebih dahulu siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Bahannya yaitu daun yang bagian atasnya sudah

ditutup oleh alumunium foil selama 2 hari, alkohol, akuades. Sedangkan alatnya beker glass, kompor listrik, penjepit, tabung reaksi, tisu dan pengaduk. Selanjutnya alumunium foil pada daun dilepas, kemudian gambarkan bentuk daun pada DHP selanjutnya dan daun diremas-remas

agar daun layu dan pori-pori daun terbuka sehingga pelarutan klorofil mudah. Kemudian panaskan akudes pada beker glass dengan menggunakan kompor listrik hingga mendidih. Setelah mendidih masukkan daun ke beker glass tersebut dan aduk menggunakan spatula, perebusan ini dilakukan selama 5-10 menit. Perebusan ini bertujuan untuk

melarutkan kotoran yang ada pada daun dan membuka pori-pori daun. Kemudian angkat daun dan keringkan. Setelah itu isi tabung reaksi dengan sedikit alkohol kemudian daun dilipat lalu dimasukkan ke tabung reaksi. Lalu jepit tabung reaksi tersebut menggunakan penjepit kemudian

masukkan ke beker glass tadi. Rebus daun tersebut selama 5 menit. Setelah itu angkat dan keluarkan daun dari tabung reaksi, kemudian keringkan menggunakan tisu. Perebusan ini betujuan untuk melarutkan klorofil. Selanjutnya rebus daun kembali pada beker glass. Perebusan ini

bertujuan yntuk melarutkan sisa alkohol yang menempel pada daun.Perebusan ini dilakukan selama 15-30 detik. Kemudian keringkan daun menggunakn tisu, setelah itu letakkan daun pada cawan petri lalu

tetesi dengan iodine pada semua bagian daun (termasuk pada bagian yang ditutup alumunium foil tadi). Setelah itu amati perubahan warna

yang terjadi pada daun. DHP Uji Sach

Gambar daun sebelum diberi perlakuan

Gambar daun setelah diberi perlakuan

(5)

Keterangan:

Warnanya ungu kemerahan Warna setelah perlakuan hijauKeterangan: kecoklatan.

Daun ada yang bolong. Ada bagian daun yang warnanya

ungu kehitaman.

Seperti terdapat garis pemisah pada daun antara yang bekas ditutupi aluminium foil dengan yang

tidak ditutupi.

Setelah ditetesi dengan iodine warna bagian daun yang tidak tertutupi alumunium foil adalah coklat. Sedangkan warna bagian daun

yang tertutupi alumunium foil adalah coklat muda atau hijau muda. Menurut literatur, pada uji sach jika daun yang sudah direbus ditetesi oleh

iodine akan berwarna biru kehitaman atau ungu kehitaman karena mengandung amilum. Warna biru kehitaman atau ungu kehitaman didapatkan pada bagian daun yang tidak tertutupi. Hal ini disebabkan karena untuk menghasilkan amilum, daun harus berfotosintesis dan harus

mendapatkan cahaya matahari (Syamsuri, 2010). Berdasarkan literatur tersebut, percobaan yang dilakukan sudah benar walaupun terdapat sedikit perbedaan. Karena antara daun yang ditutpi aluminium foil dengan

daun yang tidak ditutupi terdapat perbedaan warna. Bagian yang tidak ditutupi berwarna hijau kecoklatan tua. Daun yang ditutupi berwarna hijau

atau coklat muda dengan beberapa bagian berwarna ungu kehitaman. Perbedaan hasil dengan literatur yaitu, bahwa seharusnya daun yang

tidak ditutupi berwarna biru kehitaman atau ungu kehitaman secara menyeluruh, sedangkan pada percobaan yang kami lakukan daun yang

tidak ditutup berwarna hijau kecoklatan tua dan hanya sedikit yang berwarna ungu gelap. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti

pigmen awal daun dan penyerapan cahaya matahri. Pigmen awal daun yang kita teliti adalah ungu kemerahan, kemungkinan pigmen ini tidak

(6)

Menurut literatur, cahaya matahari merupakan komponen penting dari proses fotosintesis selain ketersediaan CO2 yang cukup. Karena cahaya matahari membantu dalam proses reaksi terang pada fotosintesis untuk

membentuk energi dalam bentuk ATP. Semakin banyak daun mendapatkan penyinaran dari cahaya matahari maka intensitas untuk

melakukan fotosintesis juga akan semakin cepat dan tinggi. 5. Mencari literatur mengenai percobaan uji sachs pada daun Coleus

sp. Merah dan hijau. Bandingkan dengan literatur!

Pada daun coleus hijau pigmen yang dominan adalah klorofil sehingga memberikan warna hijau pada daun. Sedangkan pada daun

coleus merah pigmen yang dominan adalah anthocyanin sehingga memberikan pigmen warna merah pada daun. Sedangkan menurut literatur, fotosintesis akan berlangsung maksimal jika daun mengandung banyak klorofil (zat hijau daun), karena pigmen klorofil lebih mudah untuk

menyerap cahaya matahari daripada pigmen yang lain sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung (Cromer, 2005). Sehingga dapat diketahui bahwa fotosintesis pada daun Coleus hijau akan lebih maksimal daripada pada daun coleus merah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa uji amilum pada daun Coleus hijau akan berwarna biru kehitaman sedangkan pada

daun coleus tidak akan berwarna biru kehitaman sepekat pada daun coleus hijau melainkan agak lebih terang.

Daun coleus hijau Daun coleus merah

Faktor yang membedakan hasil uji amilum pada kedua jenis dau tersebut adalah, jenis pigmen dominan yang terkandung pada kedua jenis daun tersebut. Pada daun coleus hijau pigmen dominannya adalah klorofil, sehingga proses fotosintesis dapat berjalan maksimal. Sedangkan pada

daun coleus merah pigmen dominannya adalah anthocyanin walaupun juga terdapat pigmen klorofil dalam jumlah yang sedikit. Karena faktor

(7)

itulah yang menyebabkan perbedaan pada uji amilum pada kedua jenisa daun tersebut.

Kesimpulan

Prinsip pengujian respirasi dengan hewan adalah menguji terjadinya respirasi pada sampel hewan, dimana hasil uji respirasi adalah H2O dan

CO2 yang bereaksi membentuk HCO3- (bersifat asam lemah). Apabila

bereaksi dengan phenol red dalam ruang tertutup akan membentuk komplek orange pudar dengan pH 6,8-7. Sedangkan Prinsip pengujian

respirasi dengan larutan gula ragi adalah menguji terjadinya respirasi pada larutan gula ragi, dimana hasil uji respirasi adalah H2O dan CO2 yang bereaksi membentuk HCO3- (bersifat asam lemah). Apabila bereaksi

dengan phenol red dalam ruang tertutup akan membentuk komplek orange pudar dengan pH 6,8-7.

Adapun prinsip pengujian fotosintesis dengan uji sach adalah menguji terjadinya fotosintesis pada daun yang ditandai dengan perubahan warna pada daun tersebut setelah ditetesi iodin. Dimana bagian daun yang menghasilkan amilum akan membentuk kompleks warna biru kehitaman atau ungu kehitaman. Sedangkan bagian yang tidak

menghasilkan amilum tidak akan berubah warna menjadi kompleks warna tersebut.

Percobaan uji respirasi dan uji fotosintesis ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna indikator dari phenol red (respirasi) dan

indikator iodine (fotosintesis) untuk menegtahui apakah pada sampel yang diuji melakukan proses respirasi dan fotosintesis. Dari percobaan uji

respirasi dan uji amilum fotosintesis dapat disimpulkan bahwa prinsip uji phenol red atau respirasi adalah phenol red akan berubah menjadi orange

pudar (terjadi respirasi) jika phenol red bereaksi dengan CO2 dan H2O yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Sedangkan prinsip uji sachs (uji amilum) yaitu jika daun yang ditetesi oleh iodine berubah menjadi biru kehitaman atau ungu kehitaman maka daun tersebut positif melakukan fotosintesis sehingga menghasilkan amilum (ditunjukkan oleh perubahan

warna daun menjadi biru kehitaman atau ungu kehitaman). Berdasarkan percobaan respirasi diperoleh hasil bahwa kecambah segar dan gula ragi segar melakukan respirasi (warna phenol red nya

(8)

berubah menjadi orange pudar). Lalu jangkrik mati, gula ragi matang, kecambah matang dan kontrol tidak melakukan respirasi (warna phenol

red nya merah keorenan). Sedangkan perlakuan respirasi gagal terjadi pada jangkrik hidup (warna phenol red nya merah keorangean), seharusnya orange pudar. Kemudian pada percobaan fotosintesis diperoleh hasil yang bahwa antara daun yang ditutupi aluminium foil dengan yang tidak ditutupi memiliki perbedaan warna, kemudian pada

bagian yang tidak ditutupi berwarna hijau kecoklatan tua dengan beberapa bagian berwarna ungu kehitaman(membuktikan adanya amilium) sedangkan bagian yang ditutupi berwana hijau atau coklat

muda.

Daftar Pustaka Tambahan

Cromer. 2005. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.

Rushayati, S. 2007. Mengenal Keanekaragaman Hayati. Jakarta: Grasindo. Syamsuri, I. 2010. Biologi. Jakarta: Erlangga.

(9)

LOG BOOK PRAKTIKUM BIOLOGI BAB VI

RESPIRASI DAN FOTOSINTESIS

TujuanPraktikum

Membuktikan dihasilkannya CO2 selama respirasi

Membuktikan perlunya sinar matahari dan klorofil dalam fotosintesis  AlatdanBahan Alat - Tabungreaksi + sumbat - Sekrup - Cawan petri - Beaker glass - Komporlistrik - Spatula - Penjepit Bahan - Larutan iodine - Larutan phenol red

(10)

- Alumunium foil - Daun - Kecambahsegardanmatang - Jangkrikmatidanhidup - Ragimatangdanmentah No . Hari/Tanggal/ Waktu Kegiatan Hasil 1. Rabu / 13 Mei 2015/ 12.30 sampai selesai

Untuk melakukan uji respirasi, pertama siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan. Bahannya antara lain, kecambah

matang, kecambah segar, ragi mentah, ragi matang, jangkrik hidup, jangkrik mati, baut dan

reagen phenol red sebagai indikator perubahan warna. Phenol red ini berwarna orange.

Jika phenol red ini bereaksi dengan H2O dan CO2 maka akan

terbentuk HCO3- (asam lemah) yang nantinya akan membentuk

kompleks warna orange kekuningan pada ruang tertutup.

Alatnya 7 buah tabung reaksi yang digunakan sebagai tempat

perlakuan, penyumbat (dari kapas) untuk menyumbat tabung

reaksi, plastik untuk menutup penyumbat dan pipet tetes untuk

memindahkan phenol red dari botol ke dalam tabung reaksi. Pada masing-masing tabung reaksi diberi label sesuai dengan

bahan-bahan tadi dan sisakan 1

Kecambah segar dan gula ragi segar

berwarna orange pudar. Jangkrik

mati, jangkrik hidup, kecambah matang, dan gula

ragi matang berwarna merah

(11)

tabung reaksi sebagai perlakuan kontrol. Setelah diberi label, masing-masing tabung reaksi diisi

phenol red menggunakan pipet tetes. Phenol red yang dimassukkan adalah sebanyak

satu kali pipet. Dalam

memasukkan phenol red kedalam tabung reaksi, diharapkan tidak mengenai diding tabung reaksi. Kemudian masukkan 1 buah baut

pada masing-masing tabung reaksi secara perlahan, hal ini dilakukan supaya phenol red tidak

muncrat mengenai dinding tabung reaksi, apabila phenol red

masih mengenai dinding tabung reaksi maka dinding tabung reaksi

dipersihkan dengan tisu menggunakan bantuan pengaduk,

setelah itu masukkan mur. Fungsi dari pemberian baut dan mur ini

adalah supaya bahan tidak bersinggungan secara langsung

dengan larutan phenol red. Selanjutnya masukkan bahan

kecambah mentah ke dalam tabung reaksi yang telah diberi

label, kemudian sumbat menggunakan kapas hingga tertutup rapat (tidak ada udara yang masuk). Lakukan langkah serupa pada tabung reaksi lain

(12)

menggunakan bahan yang berbeda-beda. Dan untuk tabung

reaksi yang berfungsi sebagai kontrol, tidak perlu dimasukkan bahan lagi melainkan hanya diisi

dengan baut dan phenol red kemudian disumbat dengan kapas. Setelah ketujuh tabung reaksi selesai diisi dan ditutup, simpan ketujuh tabung reaksi

tersebut pada ruangan gelap selama 40 menit. Tujuan disimpan

pada ruangan gelap adalah karena pada proses respirasi tidak

membutuhkan cahaya matahari dan selain itu, dikhawatirkan

terjadi fotosintesis pada kecambah. Setelah 40 menit keluarkan tabung rekasi dari

ruangan gelap dan amati perubahan warna yang terjadi.

Uji fotosintesis

Untuk melakukan uji fotosintesis terlebih dahulu siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Bahannya

yaitu daun yang bagian atasnya sudah ditutup oleh alumunium foil

selama 2 hari, alkohol, akuades. Sedangkan alatnya beker glass,

kompor listrik, penjepit, tabung reaksi, tisu dan pengaduk. Selanjutnya alumunium foil pada

daun dilepas, kemudian

Setelah ditetesi iodine pada seluruh bagian daun. Antara

daun yang ditutpi aluminium foil dengan daun yang

tidak ditutupi terdapat perbedaan warna. Bagian yang

tidak ditutupi berwarna hijau kecoklatan tua. Daun yang ditutupi berwarna hijau atau coklat muda dengan

beberapa bagian berwarna ungu

(13)

gambarkan bentuk daun pada DHP selanjutnya dan daun diremas-remas agar daun layu

dan pori-pori daun terbuka sehingga pelarutan klorofil mudah. Kemudian panaskan akudes pada beker glass dengan

menggunakan kompor listrik hingga mendidih. Setelah mendidih masukkan daun ke beker glass tersebut dan aduk menggunakan spatula, perebusan

ini dilakukan selama 5-10 menit. Perebusan ini bertujuan untuk

melarutkan kotoran yang ada pada daun dan membuka pori-pori

daun. Kemudian angkat daun dan keringkan. Setelah itu isi tabung

reaksi dengan sedikit alkohol kemudian daun dilipat lalu dimasukkan ke tabung reaksi. Lalu

jepit tabung reaksi tersebut menggunakan penjepit kemudian

masukkan ke beker glass tadi. Rebus daun tersebut selama 5 menit. Setelah itu angkat dan

keluarkan daun dari tabung reaksi, kemudian keringkan menggunakan tisu. Perebusan ini

betujuan untuk melarutkan klorofil. Selanjutnya rebus daun

kembali pada beker glass. Perebusan ini bertujuan yntuk

(14)

melarutkan sisa alkohol yang menempel pada daun.Perebusan ini dilakukan selama 15-30 detik.

Kemudian keringkan daun menggunakn tisu, setelah itu letakkan daun pada cawan petri

lalu tetesi dengan iodine pada semua bagian daun (termasuk

pada bagian yang ditutup alumunium foil tadi). Setelah itu

amati perubahan warna yang terjadi pada daun.

Kesimpulan

Berdasarkan percobaan respirasi diperoleh hasil bahwa kecambah segar dan gula ragi segar melakukan respirasi (warna phenol red nya berubah menjadi orange pudar). Lalu jangkrik mati, gula ragi matang, kecambah matang dan kontrol tidak melakukan respirasi (warna phenol red nya merah keorenan). Sedangkan perlakuan respirasi gagal terjadi pada jangkrik hidup (warna phenol red nya merah keorangean), seharusnya orange pudar. Kemudian pada percobaan fotosintesis diperoleh hasil yang bahwa antara daun yang ditutupi aluminium foil dengan yang tidak ditutupi memiliki perbedaan warna, kemudian pada bagian yang tidak ditutupi berwarna hijau kecoklatan tua dengan beberapa bagian berwarna ungu kehitaman(membuktikan adanya amilium) sedangkan bagian yang ditutupi berwana hijau atau coklat muda.

Saran

Waktu praktikum perlu ditambah agar mendapatkan hasil praktikum yang maksimal. Selain itu hendak nya format laporan sesuai dengan yang ada di LKP agar tidak membingungkan praktikan.

(15)

Praktikan

(KHAIRY FADHILAH)

AsistenPraktikum

( KHAIRUNNISA N )

(16)

Gambar

Gambar daun sebelum diberi perlakuan

Referensi

Dokumen terkait

Memuat tentang data hasil percobaan yang telah dilakukan (data hasil percobaan dapat berupa tabel maupun grafik yang diperoleh dari data hasil percobaan. Bagian ini

Pada hasil percobaan yang dilakukan dapat diketahui bahwa daun puring yang digunakan pada sampel percobaan identifikasi pemisahan pigmen dalam daun menunjukkan

Foton pada cahaya merah ialah foton yang memiliki energi paling rendah jika dibandingkan dengan foton pada spektrum warna lainnya, namun pada proses

Membuktikan bahwa adanya amilum pada daun sebagai hasil fotosintesis. - Menutup sebagian daun ubi kayu yang belum terkena sinar

Dari keempat perlakuan jumlah potongan aluminium yang digunakan, 1 potong aluminium foil yang direaksikan dengan larutan HCl 4 N lebih cepat bereaksi (habis) dalam waktu 1521

Hasil yang diperoleh pada percobaan kali ini adalah pada pelarut alcohol dan kloroform, ketiga jenis minyak tersebut larut dalam pelarut tersebut dan

$aun merupakan organ tumbuhan tempat terjadinya fotosintesis, fotosintesis tersebut terjadi pada sel!sel yang mengandung kloroplas, untuk terjadi fotosintesis daun

Dengan menguji kedua daun diatas, praktikan dapat mengidentifikasi bahwa hasil fotosintesis adalah glukosa yang nantinya menjadi amilum / pati yang dapat dibuktikan dari permukaan daun