Pendekatan Semantik Thosihiko Izutsu

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENDEKAT

PENDEKATAN SEMANTIK AN SEMANTIK THOSIHIKO IZUTSUTHOSIHIKO IZUTSU Oleh: Farid Isnan

Oleh: Farid Isnan

A.

A. PENDPENDAHULAHULUAUANN Latar Belakang Latar Belakang

Berbagai disipilin ilmu baru dalam pendekatan Al-Quran mulai Berbagai disipilin ilmu baru dalam pendekatan Al-Quran mulai ber

bermumuncncululan an seseiririning g dedengngan an peperkrkemembanbangagan n ililmu mu pepengngetetahahuauan,n, zaman, dan agama Islam itu sendiri. Selain hermeneutik dan semiotik, zaman, dan agama Islam itu sendiri. Selain hermeneutik dan semiotik, semantik ang

semantik ang concernconcern pada aspek linguistik tampakna mulai akrab pada aspek linguistik tampakna mulai akrab ditelingan para mahasis!a "a#sir $adist, ang keseharianna bergelut ditelingan para mahasis!a "a#sir $adist, ang keseharianna bergelut dengan ka%ian Al-Quran. &engan semantik, disiplin ilmu ang relati'e dengan ka%ian Al-Quran. &engan semantik, disiplin ilmu ang relati'e baru dan (asing) tersebut, mereka berusaha mengurai arti makna kata baru dan (asing) tersebut, mereka berusaha mengurai arti makna kata dalam Al-Quran ang merupakan salah satu ob%ek ka%iana.

dalam Al-Quran ang merupakan salah satu ob%ek ka%iana.

Semantik pertama kali dipopulerkan oleh ilmuan %epang "oshihiko Semantik pertama kali dipopulerkan oleh ilmuan %epang "oshihiko Iz

Izututsusu, , seseororanang g dodosesen n tatamu mu didi InsInstittitute ute of of IslIslamiamic c StuStudiediess, , *c+*c+ililll ni

ni'er'ersitsit, *ontr, *ontrealeal, , aanadnada. a. &ia adala&ia adalah h seoseoranrang g prpro#eo#essor padassor pada lem

lembaga studi kebbaga studi kebudaudaaan dan aan dan lilinguinguististik k eio ni'eio ni'ersersit "it "okoko.o. Ana

Analislisis is semsemantantik ik dia dia gungunakakan an untuntuk uk memenelnelaah aah kokosa sa katkata a Al-QAl-Quraurann ang terkait dengan masalah konkrit manusia, kemudian menemukan ang terkait dengan masalah konkrit manusia, kemudian menemukan welthancauung

welthancauung Al-Quran terhadap masalah tersebut. Al-Quran terhadap masalah tersebut. &enga

&engan n muncmunculna beberapa ulna beberapa modemodel l pembpembacaan acaan bacabaca: : ta#sita#sir/r/ baru pada Al-Quran seperti semantik, berkonsekuensi logis terhadap baru pada Al-Quran seperti semantik, berkonsekuensi logis terhadap mun

munculculna na prpro-ko-kontontra. ra. ""erlerlebiebih h dendengan gan menmengguggunaknakan an ististilailah h anangg terkesan (

terkesan (kar kar ). *eskipun sebenarna pengka%ian Al-Quran dari sisi). *eskipun sebenarna pengka%ian Al-Quran dari sisi ke

kebahbahasaasaan an bukbukanlanlah ah sessesuatuatu u anang g ((anehaneh) ) daldalam am duduninia a kkeieilmlmuauann Isl

Islam. am. SebSebut ut sa%sa%a a ""a#sa#sir ir Al-Al-aasasa# # karkara a AzAz-0a-0amakmakhsarhsari i 11122 122 */*/.. Sebagian ulama, rata-rata dari kalangan akademisi, ada ang setu%u Sebagian ulama, rata-rata dari kalangan akademisi, ada ang setu%u

(2)

dan bahkan menggunakan metode pena#siran baru tersebut. "etapi sebagian ulama kon'ensioanal cenderung menolakna.

 "erlepas dari pro dan kontra tersebut, makalah ini akan mencoba mea%ikan tentang semantik dan prosedural operasinalna. &isamping sudah barang tentu men%elaskan siapa itu "hoshihiko Izutsu, backround pendidikanna, dan track record hidupna. Agar kita sebagai mahasis!a "a#sir $adits sedikit banak mengenal apa itu ilmu semantik. Semua itu diupaakan semaksimal mungkin, meski kami akin akan %auh dari sempurna. Semoga berman#aat.

Rumusan Masalah

ntuk memudahkan pembahasan, maka kami akan merumuskan beberapa masalah ang kami anggap penting untuk dika%i dalam makalah ini. 3aitu:

 Biogra4 "oshihiko Izutsu

 5embahasan, ang akan memuat :

• 5engertian dan metode semantik "oshihiko Izutsu • 6ele'ansi pendekatan semantic Al-Quran

 esimpulan dan penutup

&engan demikian, disamping memudahkan, pembahasanpun akan lebih #okus pada hal-hal ang urgen dalam semantik Al-Quran.

B. B!gra" T!shhk! Isut#u

 "oshihiko Izutsu lahir di 7epang pada tanggal 2 *ei 1812 dan !a#at pada 1 7uli 1889. Ia dilahirkan dan dibesarkan dalam suasana agama 0en ang sangat kental. Aahna seorang pemimpin agama 0en ang sangat militan dan ketat dalam mendidik dan menanamkan penghaatan terhadap agam 0en, sehingga "oshihiko pun mulai %enuh dan bosan dalam menghaati agama tersebut. e%enuhanna ini

(3)

dilampiaskanna dengan mempela%ari berbagai bahasa, termasuk bahasa arab, ang merupakan bahasa kitab suci umat Islam, Al-Quran

Izutsu bela%ar di Fakultas konomi di ni'ersitas eio, 7epang. emudian dengan alasan ingin dia%ar oleh pro#essor #a'oritna, ia kemudian pindah ke &epartemen Sastra Inggris. Ia men%adi asisten peneliti se%ak tahun 189; setelah lulus dengan gelar B.A. 5ada tahun 18<= ia telah berhasil menelesaikan ter%emahan pertamana, Al-Quran dari bahasa Arab ke bahasa 7epang ang terkenal dengan keakuratan linguistikna dan banak digunakan sebagai re#erensi kara- kara ilmiah dan tugas-tugas akademik. Atas saran dari Shumei Oka!a, Izutsu bela%ar mengenai Islam di ast Asiatic conomic In'estigation Bureau di tahun ang sama. emudian 6ocke Fellen Foundation, the human di'ision memberikan dana bantuan kepadana untuk mendapat tambahan dua tahun study tour di dunia muslim, aitu pada tahun 18<8- 18>1.

 "oshihiko Izutsu adalah seorang pro#essor ang sangat berbakat di bidang bahasa asing, Ia menguasai lebih dari 9? bahasa, termasuk bahasa 5ersia, Sankskerta, 5ali, @ina, 6usia, dan 3unani. 5enelitian ang dilakukan "oshihiko Izutsu bergerak di tempat- tempat seperti  "imur "engah khususna Iran/, India, ropa, Amerika tara dan Asia, dengan penekanan pendekatan 4loso4s berdasarkan perbandingan agama dalam studi linguistic teks-teks meta4sik tradisional. 7adi tidak heran %ika beliau mampu mengkhatamkan Al-Quran dalam durasi !aktu 1 bulan setelah mempela%ari bahasa Arab.

Izutsu memiliki keakinan bah!a harmoni bisa dipupuk antara masarakat dengan menun%ukkan bah!a banak kepercaaan ang diidenti4kasi masarakat itu sendiri dapat ditemukan meskipun

(4)

mungkin dalam bentuk ang berbeda, dalam meta4sika ang masarakatna sangat berbeda.1

Adapun kara tulis beliau ang pernah dihasilkan diantarana adalah:

1. Concept of Belief in Islamic Theology,

. Susm and Taoism: a Comparative Study of the ey  !hilosophical Concepts,

9.  Creation and the Timeless "rder of Things: #ssay in Islamic $ystical !hilosophy, Toward a !hilosophy of %en Buddhism, &anguage and $agic: Studies in the $agical 'unction of  Speech,

2.  #thico( )eligious Concepts in the *ur+an,

<. od and $an in the oran: Semantiks of the oranic -eltanschauung.

ntuk karana ang telah disebutkan tersebut, 5ro#esor obuhiro *atsumoto, &irektur Institut ebudaaan dan Studi Bahasa ni'ersitas eio telah membimbing dan tak henti-hentina menaruh perhatian pada kara beliau tersebut. Selain itu sahabat karib beliau,  "akao Suzuki, %uga membantu beliau dalam membacakan bukti- bukti ang berkaitan dengan hasil ka%ian beliau. Atas kara beliau ini %ugalah sehingga beliau mendapatkan beasis!a sumbangan 'uko/awa  untuk penga%aran dan studi lan%ut dari 6ektor ni'ersitas eio, Shohei  "akamura. Sehingga pada akhirna buku- buku hasil ka%ian beliaiu ini dapat dipublikasikan, ebanakan hasil ka%ian beliau ini adalah materi-materi kuliah ang beliau sampaikan ketika beliau berada di Institut Studi Islam, ni'ersitas *c+ill, *ontreal, anada pada musim semi

1 Cikipedia

,

Toshihiku I/utsu, di akses dari

httpDDen.!ikipedia.orgD!ikiD"oshihiku-izutsu, diakses pada tanggal  opember, 5ukul 1>.;

(5)

tahun 18>-18>9 atas permintaan &r. Cil#erd @ant!ell Smith, selaku direktur.

$. Pem%ahasan

Pengertan &an Met!&e Semantk T!shhk! Isut#u

Istilah Semantik berasal dari Bahasa 3unani: semantikos, ang berarti memberikan tanda. Berasal dari akar kata sema ang berarti tanda. Semantik adalah salah satu cabang linguistic ang mempela%ari makna ang terkandung pada suatu bahasa, kode atau %enis representasi lain. Semantik biasana dikontraskan dengan dua aspek lain dari ekspresi makna Sintaksis/, pembentukan smbol kompleks dari smbol ang lebih sederhana, serta pragmatic, penggunaan praktis smbol oleh seseorang atau komunitas pada suatu kondisi atau konteks tertentu.9

Semantik *enurut "oshihiko Izutsu adalah ka%ian analitik terhadap istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan ang akhirna sampai pada pengertian konseptual weltanschauung pandangan dunia/ masarakat ang menggunakan bahasa tersebut, tidak hana sebagai alat bicara dan ber4kir, akan tetapi ang lebih penting lagi adalah pengkonsepan dan pena#siran dunia ang melingkupina. 5enerapan metode semantik terhadap al-QurEan berarti berusaha meningkap pandangan dunia al-QurEan melalui analisis semantik atau konseptual terhadap bahan-bahan dalam al-QurEan sendiri, akni kosa-kata atau istilah-istilah penting ang banak dipakai oleh al-QurEan.

  "oshihiku Izutsu, )elasi Tuhan dan $anusia: !endekatan Semantik terhadap 0l*uran, 3ogakarta: 5" "iara Cacana 3oga, ??9/, hal 'ii. 9 . http:DDid.!ikipedia.orgD!ikiDSemantik diakses pada tanggal  opember pada pukul 18.9 CIB

(6)

Ada banak hal ang bisa dilakukan dalam upaa mengetahui arti dari sebuah kata asing, salah satu ang paling sederhana adalah dengan mengartikan dengan kata ang sama dalam bahasa itu sendiri. Akan tetapi upaa seperti ini sangat tidak dapat diandalkan, karena tergolong dalam kategori penarikan kesimpulan secara tergesa-gesa ang %auh lebih sering menesatkan daripada mencerahkan. ata &zalim diter%emahkan sebagai pen%ahat, kesamaan antara &zalimGpen%ahat %ika diberikan kepada pendengar dan pembaca ang hana mengetahui arti pen%ahat, tidak ada cara lain bagi mereka untuk mempela%ari arti &zalim selain meletakkanna kedalam kategori semantik dari pen%ahat. *ereka tidak memahami secara langsung melainkan melalui analogi dengan konotasi pen%ahat. &engan melalui kategori semantik dari kata lain ang dibentuk dalam kultur ang terasing seperti ini, pengertian kata berada dalam bahaa distorsi.

Hebih %auh sebelum Izutsu mengembangkan metode semantikna untuk memahami makna urEan, ia memposisikan al-urEan sebagai sebagai sebuah teks atau catatan otentik berbahasa Arab, dan mengesampingkanna sebagai !ahu Illahi. Ini bertu%uan agar pemaknaan terhadap kosa-kata tersebut dapat di%auhkan dari bias idiologi atau persepsi apapun ang dapat mempengaruhi proses pemaknaan secara murni terhadap istilah ang berasal dari al-QurEan sendiri, disamping itu %uga supaa kitab al-QurEan dapat dipahami dan dika%i secara ilmiah oleh siapapun.2

Selan%utna Izutsu mulai menganalisa struktur kata atau kalimat ang sedang dika%i. 5ertama, ia mencari makna dasar dan makna relasional dari suatu kata. *enurut Izutsu kategori semantik dalam sebuah kata biasana cenderung sangat kuat dipengaruhi oleh kata-kata ang berdekata-katan ang termasuk dalam daerah pengertian ang

(7)

sama. &an %ika #rekuensi penggunaan kata tersebut dengan dihadapkan pada kata ang berla!anan sering ditemukan, maka secara semantik kata tersebut perlu memperoleh nilai semantik ang nata dari kombinasi spesi4k ini. seperti kata kafr   ang mempunai dua makna ketika dihadapkan dengan kata ang berbeda. etika berhadapan dengan kata syakir , Jseseorang ang berterima kasihE, maka ka4r tersebut bermakna ingkar terhadap nikmat "uhan. Akan tetapi %ika kafr  dalam suatu kalimat berla!anan dengan kata

mu’min, makna ang diperoleh mengarah pada ka4r teologis atau mengarah pada mengingkari keesaan "uhan.<

Oleh karena itu untuk mengetahui perubahan seperti ini, Izutsu menekankan perluna mencari makna dasar dan makna relasional untuk memahami sebuah arti kata. makna dasar menurut Izutsu, adalah sesuatu ang melekat pada arti kata itu sendiri dan selalu terba!a dimanapun kata itu diletakkan. Sementara dan makna rasional makna relasional adalah makna konotati# ang diberikan dan ditambahkan pada makna ang sudah ada dengan meletakkan sesuatu itu pada posisi khusus, berada pada relasi ang berbeda dengan semua kata-kata penting lainna dalam sistem tersebut. *akna relasional ini ter%adi ketika sebuah kata dikaitkan dengan kata ang lain.

edua, Izutsu men%elaskan pandangan keduniaan ang dimiliki Al-QurEan. &an ini adalah langkah terakhir dan paling utama dalam ka%ian semantik. &alam langkah ini Izutsu menga%ak kita mempertanakan tentang bagaimana al-QurEan memakai kata itu dan bagaimana hubungan kata itu dengan kata-kata ang lain, di manakah posisina, #ungsina, pengaruhna dan sebagaina. Izutsu cenderung

< . "oshihiko Izutsu,#tika Beragama dalam 0l(*ur+an, 7akarta: 5ustaka 4rdaus, 1889/ hal, 21

(8)

menetu%ui teori pluralistic ang menatakan bah!a pandangan suatu bangsa mengenai apa ang baik dan buruk atau benar dan salah, berbeda dari satu tempat ke tempat lain dan dari !aktu ke !aktu. 7uga berbeda secara #undamental bukan dalam tingkatan suatu skala kesatuan perkembangan kultural ang dapat di%elaskan se%auhna mengenai rincian hal ang remeh temeh, akan tetapi berbeda dalam di'ergensi-di'ergensi kultural ang lebih mendasar ang akar-akarna tertanam dalam kebiasaan-kebiasaan bahasa dari masing-masing komunitas indi'idual. >

Akan tetapi *eskipun diturunkan dalam bahasa Arab, konsep-konsep ang terkandung dalam al QurEan bermuara pada pandangan dunia ang berbeda dengan pandangan dunia Arab 7ahiliah. &engan analisis semantik, saling hubungan antara kosa kata dengan konsep-konsep ang terkandung dalam aat-aatna, seringkali memunculkan makna baru ang berbeda dengan pemaknaan orang Arab 7ahiliah. &alam metode analisa semantikna ini Izutsu berusaha membuat al-QurEan menginterpretasikan konsep-konsepna sendiri dan bicara untuk dirina sendiri, dengan mengeksplorasi data-data ang berasal dari al-QurKan itu sendiri. ;

Rele'ans Pen&ekatan Semantk Al()uran

Setelah kita mengetahui tahapan operasional dalam semantik, sekarang saatna untuk menun%ukkan rele'ansina. &alam pembahasan kali ini akan dicoba menerapkan teori semantik pada salah satu kata kunci dalam Al-Quran. &an dengan begbagai

> . ibid hal, = ; . ibid hal, 9

(9)

pertimbangan, kami memilih kata nisaa sebagai obek terapan dari teori tersebut.=

ata nisaa dalam berbagai bentukna, niswah, nisa_ukum, nisa_ikum, nisa_uhum, nisa_ihim, nisa_ihim, nisa_ihinna, dan

nisa_ana, terulang sebanak <> kali dalam Al-Quran, dan kesemuana me!akili ob%ek perempuan, ang meski disebutkan dalam konteks ang berbeda-beda. Seperti:

1. "entang !anita haidh dan keadaana.

*ereka bertana kepadamu tentang haidh. atakanlah : ($aidh itu adalah kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu men%auhkan diri dari !anita di !aktu haidhL.QS.Al-Baarah: /

. "entang !anita sebagai perhiasan.

&i%adikanna indah pada pandangan/ manusia kecintaan kepaada apa-apa ang diingini, aitu: !anita-!anita, anak-anak, harta ang banak dari %enis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sa!ah ladang. QS. Ali-Imran: 12/.

9. 5erempuan sebagai bagian dari proses regenerasi.

$ai sekalian manusia, berta!alah kepada "uhanmu ang telah menciptakan kamu dari na#s ang satu sama/, dan darina Allah menciptakan pasanganna, dan dari keduana Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan ang banak. An-isa: 1/.

2. "entang hak perempuan dalam pe!arisan.

= &iambil dari 4rman-nigroho.blogspot.comD?1?D?;Dpendahuluan-al-uran-secara-khusus-, diakses pada tanggal 9 opember pada pukul ?.?? CIB, dengan re'isi.

(10)

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu- bapak dan kerabatna, dan bagi orang !anita ada hak bagian pula/ dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatna. QS. An-isaa: ;/

<. 5erempuan dapat berkarir atau berkara.

arena/ bagi laki-laki dianugerahkan hak bagian/ dari apa ang diusahakan, dan bagi perempuan dianugerahkan hak bagian/ dari apa ang diusahakanna QS.An isa: 9/

>. "entang posisina dalam bidang keluarga.

aum laki-laki adalah pemimpin bagikaum !anita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian merekalaki-laki/ atas sebagian ang lain!anita/. QS. An-isaa: 92/

;. "entang potensi !anita dalam sah!at libido/.

Sesungguhna kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan na#sumu kepada mereka/, bukan kepada !anita. QS. Al-AEra# : =1/

*engapa kamu mendatangi laki-laki untuk memenuhi/ na#sumu/, bukanmendatangi/ !anitaM QS.An-aml:<</

=.  Nisaa dalam pengertian sebagai perempuan ang memiliki potensi untuk ta!a.

$ai istri-istri abi, kamu sekalian tidaklah seperti !anita ang lain %ika kamu berta!a QS. Al Ahzab: 9/.

&ilihat dari komponenna, nisaa berarti perempuan secara umum, tak peduli dia kaa atau miskin, cantik atau tidak, baik bariman maupun ka4r. Nisaa  ang memiliki makna dasar perempuan secara umum tersebut %ika diterapkan pada sebuah aat akan menampakkan beberapa #ungsi darina, sebagai makna relasional. Seperti %ika dilihat kombinasi pada aat-aat di atas, akan menun%ukkan adakalana

(11)

nisaa menun%ukkan pada sosok mahkluk ang memiliki potensi na#su. Atau adakalana dia adalah makluk sebagai oposisi biner dari kaum laki-laki ang memiliki #ungsi ang sama penting dalam proses regenerasi.

*aka, %ika ditelaah secara komprehensi#, akan diperoleh welthancauung Al-Quran tentang kata nisaa dari segi semantis, aitu kata ang digunakan dalam konteks sebagai oposisi biner kaum laki-laki ang memiliki hak-hak dan ke!a%iban ang setara meski tak sama. Begitupun dia, perempuan, memiliki signi4kansina sendiri dalam la%u kehidupan dan memiliki beberapa potensi-potensi, dan lain sebagaina.

&ari analisa semantik pada aat-aat di atas, dapat disimpulkan bah!a penggunaan kata nisaa menun%ukkan ob%ek perempuan secara umum, dengan segala peran dan kedudukanna. Antara lain:

 &alam ranah sosial. 3aitu perempuan memiliki kesempatan ang sama untuk berkarir dan mendapatkan reward atas apa ang telah diker%akan, dan %uga hak untuk mendapatkan harta pusaka.  &alam aspek alamiah. 3aitu sebagai penempurna laki-laki dalam

melaksanakan peran reproduksi dan regenerasi ang (operasionalna) dibatasi dengan siklus haidl. &isamping perempuan sebagai ob%ek ang memiliki potensi seks dan sesuatu ang indah ang berpotensi untuk sangat disaangi dan dibanggakan.

 &alam ranah sepiritual. 3aitu, perempuan miliki potensi untuk men%adi hamba ang unggul dengan sebuah ketak!aan.

(12)

*etode pembacaan Al-Quran dengan menggunakan pendekatan bahasa sebetulna bukanlah hal baru. "etapi lantas dikemas dengan nama semantik adalah berkat %asa "oshihiko Izutsu. Beliau adalah pro#essor kenamaan asal 7epang ang mahir dalam berbahasa asing, bahkan konon kabarna beliau menguasai 9? bahasa asing, termasuk bahasa Arab, 3unani, Sankskerta, 5ersia, dan @ina. Beliau adalah orang pertama ang berhasil mener%emahkan Al-Quran kedalam bahasa  7epang.

Semantk  berasal dari Bahasa 3unani: semantikos, ang berarti memberikan tanda. Berasal dari akar kata sema ang berarti tanda. Semantik *enurut "oshihiko Izutsu adalah ka%ian analitik terhadap istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan ang akhirna sampai pada pengertian konseptual weltanschauung pandangan dunia/ masarakat ang menggunakan bahasa tersebut, tidak hana sebagai alat bicara dan ber4kir, akan tetapi ang lebih penting lagi adalah pengkonsepan dan pena#siran dunia ang melingkupina.

&alam metode semantik, izutsu menggunakan dua tahapan dalam mengka%i dan menganalis struktur suatu kata. "etapi, sebelum kedua hal tersebut dioperasionalkan dalam Al-Quran, terlebih dahulu izutsu menempatkan Al-Quran hana sebagai teks otentik ang berbahasa arab, mengesampingkan !ahu ilahi. 5ertama, di cari makna dasar dan makna relasional dari suatu kata. *enurut Izutsu kategori semantik dalam sebuah kata biasana cenderung sangat kuat dipengaruhi oleh kata-kata ang berdekatan ang termasuk dalam daerah pengertian ang sama. &an %ika #rekuensi penggunaan kata tersebut dengan dihadapkan pada kata ang berla!anan sering ditemukan, maka secara semantik kata tersebut perlu memperoleh nilai semantik ang nata dari kombinasi spesi4k ini.

(13)

edua, men%elaskan pandangan keduniaan ang dimiliki Al-QurEan. &an ini adalah langkah terakhir dan paling utama dalam ka%ian semantik. &alam langkah ini Izutsu menga%ak kita mempertanakan tentang bagaimana al-QurEan memakai kata itu dan bagaimana hubungan kata itu dengan kata-kata ang lain, di manakah posisina, #ungsina, pengaruhna dan sebagaina.

&emikian makalah ini disampaikan, ang pasti masih sangat banak kekurangan. Oleh karena itu, saa memohon kerelaan teman-teman untuk memberikan saran dan kritiak untuk men%adikanna semakin lebih baik. "etapi, terlepas dari itu semua saa berharap semoga makalah ini dapat berman#aat untuk kita semua. Amin.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...