PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
- 110-
BLIK INDONESIA
- 111-
(4) Tindakan pemeriksaan sebagaimana dimaksud
padaayat
(3) berupatindakan
perneriksaanadministratif
dan kesesuaian dokumen.(5)
Dalam hal hasil pemeriksaan administratif dan kesesuaian dokumen dinyatakan lengkap, benar, dan sah, sertajenis
dan
jumlah
Media Pembawa HPIK sesuai, terhadap Media Pembawa HPIK dikenai tindakan pembebasan.(6)
Dalam hal hasil pemeriksaan administratif dan kesesuaian dokumentidak
lengkap,tidak
benar, dantidak
sah, sertajenis dan jumlah Media
PembawaHPIK tidak
sesuai,terhadap Media Pembawa HPIK dikenai
tindakanpenahanan.
(71 Pemilik yang tidak memenuhi kewajiban
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 192
(1)
Dalam hal hasil pemeriksaan administratif dan kesesuaiandokumen, Media Pembawa HPIK belum
dilengkapisertifikat
kesehatanIkan
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 19O ayat (1)huruf
a, terhadap Media Pembawa HPIKdilakukan tindakan Karantina Ikan di
pelabuhanpenyeberangan.
(21
Ketentuan lebihlanjut
mengenai tindakan Karantina Ikan di pelabuhan penyeberangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),diatur
dalam peraturan lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Karantina.Bagian Kedelapan
Tindakan Karantina terhadap Media Pembawa HPIK melalui Penyelenggara Pos
Pasal 193
(1)
Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa HPIK ke dandari
dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Pemasukandan/atau
Pengeluarandari
satu Area keArea lain di dalam wilayah
NegaraKesatuan
RepublikIndonesia yang melalui
PenyelenggaraPos,
dikenai tindakan Karantina lkan.(2) Penyelenggara. . .
EEPUBLIK INDONESIA
-tt2-
{21
Penyelenggara pos sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)bertindak sebagai kuasa Pemilik dalam
pengurusanPemasukan
atau
PengeluaranMedia
Pembawa HPIK di instansi terkait.Pasal 194
(U Setiap
Pemasukanatau
PengeluaranMedia
Pembawa HPIK sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 193ayat
(1),wajib
dilaporkan dan diserahkan oleh Penyelenggara Posatas nama Pemilik kepada Pejabat Karantina
Ikansetibanya di Tempat Pemasukan atau
TempatPengeluaran.
(21
Berdasarkan pelaporandan
penyerahan Media PembawaHPIK
sebagaimanadimaksud pada ayat (1),
PejabatKarantina Ikan melakukan tindakan Karantina lkan.
(3)
Penyelenggara Pos sebagaimana dimaksud pada ayat (1),dilarang
mengangkut Media Pembawa HPIKyang
belumdikenai tindakan Karantina Ikan atau
belum memenuhi persyaratan Karantina lkan.(4)
Penyelenggara Pos berkewajiban menyediakan prasaranauntuk
pelaksanaantindakan Karantina Ikan
terhadapMedia Pembawa
yang dikirimkan melalui
Penyelenggara Pos.(5) Dalam
menyediakanprasarana
sebagaimana dimaksudpada ayat (4),
Penyelenggara Posberkonsultasi
dengan Pejabat Karantina lkan.(6)
Penyelenggara Pos yang tidak melaporkan
danmenyerahkan Pemasukan atau Pengeluaran
MediaPembawa HPIK atas nama Pemilik kepada
PejabatKarantina lkan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan
peraturanpenrndang-undangan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
tindakanKarantina Ikan terhadap
Media Pembawa HPIK melalui PenyelenggaraPos diatur dalam peraturan
lembagapemerintah yang melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang Karantina.(7t
Bagian
REPUBLTK TNDONESIA
-
113 -Bagian Kesembilan
Tindakan Karantina Ikan dalam Hal Tertentu Paragraf 1
Tindakan Karantina Ikan
di
Luar Tempat Pemasukan dan Tempat PengeluaranPasal 195
(1)
Tindakan KarantinaIkan di luar
Tempat Pemasukan dan Tempat Pengeluaran dilakukan:a. di luar wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia;b.
ataudi dalam wilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia.(21
Tindakan Karantina Ikan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf a, dilakukan di negara asal dan/atau
negaraTransit.
(3) Tindakan Karantina lkan di dalam wilayah
NegaraKesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
b,dilakukan
di:a.
Instalasi Karantina Ikan;dan/atau
b.
Tempat Lain.(41 Untuk dapat digunakan sebagai tempat
pelaksanaanTindakan Karantina Ikan, Instalasi Karantina Ikan
dan TempatLain
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harusmemenuhi syarat dan ditetapkan oleh kepala
lembagapemerintah yang melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang Karantina.Pasal 196
(1)
Tindakan Karantinalkan di
negara Asal danlatau
negaraTransit
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195 ayat (2),dilakukan dalam hal
Pemasukan Media Pembawa HPIKmemiliki risiko
tinggi terhadap masuknya HPIK ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.(21 Tindakan Karantina di negara asal dan/atau
negaraTransit
sebagaimanadimaksud pada ayat (1),
wajibmenyertakan persetujuan dari otoritas Karantina
dinegara Asal dan/atau negara Transit dan
setelahmendapat pertimbangan
berdasarkanpenilaian
Pejabat Karantina Ikan.(3) Hasil
...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-tt4-
(3) Hasil Penilaian Pejabat Karantina lkan
sebagaimanadimaksud pada
ayat (21hams
berdasarkan persyaratan teknis.(4)
PejabatKarantina yang
berwenangdi
negaraasal
ataunegara Transit diberitahu sebelum menugasi
Pejabat Karantina Ikan melakukan penilaian.(5)
Pemasukan Media Pembawa HPIK yangtidak
memenuhiketentuan
sebagaimanadimaksud pada
ayat (21 dikenaitindakan
penolakan sesuai denganketentuan
peraturan perundang-undangan.Pasal 197
(U Tindakan Karantina Ikan untuk Pengeluaran
Media Pembawa HPIK di luar Tempat Pengeluarandilakukan
di:a.
Instalasi Karantinalkan; dan/atau
b.
Tempat Lain.(21 Tindakan Karantina Ikan di luar Tempat
Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal:a. untuk
memperkecil risiko penyebaran HPIK;b. untuk
kelancaran arus barang;c. unttrk memenuhi persyaratan negara tujuan;
dan/atau
d.
berdasarkan penilaian Pejabat Karantinalkan, dinilai
lebih efektif dan efisien.Pasal 198
Ketentuan lebih
lanjut
mengenai tata caratindakan
KarantinaIkan di luar Tempat
Pemasukandan Tempat
Pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195 ayat (1) dan Pasal 197ayat (1) diahrr dalam peraturan
lembagapemerintah
yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Karantina.Paragraf 2
Tindakan Karantina Ikan terhadap Ikan Organik Pasal 199
(l) Tindakan Karantina Ikan terhadap Ikan
Organik dilakukan dengan ketentuan:a.
Pemasukanatau
PengeluaranIkan Organik
hanyauntuk keperluan tugas kedinasan dan
hanrs dikonsultasikan dengan Pejabat Karantinalkan;
danb.
Ikan...
Paragraf 3
Tindakan Karantina Ikan terhadap Pemasukan Media Pembawa yang Ditolak Negara atau Area T\rjuan
Pasal 200
REPUBUK INDONESIA
- 115-
b. Ikan
Organik sebagaimana dimaksud dalamhuruf
a,dilarang dibudidayakan selama bertugas di luar
kesatuan atau tempat asalnya.
(2)
Pemasukanatau
Pengeluaranlkan
Organik sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf a, wajib
memenuhipersyaratan
sebagaimanadimaksud dalam Pasal
148, Pasal 149, dan Pasal 15O.(3) Pemasukan atau Pengeluaran Ikan Organik
yangmemenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud
padaayat (21, dikenai tindakan pembebasan.
(4)
Pemasukanatau
Pengeluaranlkan Organik yang tidak nremenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud
padaayat (21, dikenai tindakan penolakan.
(1)
Pemasukankembali
Media Pembawa HPIK karenatidak memenuhi
persyaratanKarantina yang ditetapkan
oleh negaratujuan dan/atau
alasanlain, dilakukan
tindakan Karantina Ikan.(21
Pemilik harus melaporkan kepada Pejabat Karantina Ikan di Tempat Pemasukan paling lambat 1 (satu)hari
sebelum kedatangan Media Pembawa HPIK di Tempat Pemasukan.(3)
Dalam hal Pemasukan kembali Media Pembawa HPIK yangditolak di negara tujuan
sebagaimanadimaksud
padaayat
(21 menggunakanalat angkut darat, Pemilik
wajib melaporkan kepada Pejabat KarantinaIkan
paling lambatpada saat
kedatangan Media Pembawa HPIKdi
Tempat Pemasukan.(4)
Pemasukankembali
Media Pembawa HPIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dan
ayat (21, harus disertai surat keterangan penolakan dari negara tujuan.(5)
Pemasukankembali
Media Pembawa HPIK sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), dapat dilakukan
melalui Tempat Pemasukan atau melalui
Tempat Pengeluaran pada saat Media Pembawa HPIK dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.(6) Sertifikat
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-
116 -(6)
Sertilikat Kesehatan yang menyertai Media Pembawa HPIKpada waktu
Pengeluarandapat dipergunakan
sebagai persyaratan Pemasukan Karantina lkan.(71
Pemilik yang tidak melaporkan Pemasukan kembali Media PembawaHPIK yang ditolak di negara tduan
kepadaPejabat Karantina Ikan
sebagaimanadimaksud
padaayat (3) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(8)
Ketentuan lebihlanjut
mengenai tindakan Karantina Ikan terhadap Pemasukan kembali Media Pembawa HPIK yangditolak negara tujuan sebagaimana dimaksud
padaayat (1)
diatur
dalam peraturan lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Pasal 201
(U
Pemasukan kembali Media Pembawa HPIK yang ditolakdi
Area
tujuan dilakukan
tindakan Karantina Ikan.(21 Pemilik wajib melaporkan Media
PembawaHPIK
yangditolak,
kepada Pejabat Karantinadi
Tempat Pemasukanpaling lambat pada saat kedatangan Media
Pembawa HPIK.(3) Sertifikat
Kesehatandan
dolermenlain yang
menyertai Media Pembawa HPIK pada saat Pengeluarandan
surat penolakandari
Areatujuan, berlalm
sebagai persyaratan Pemasukan kembali Media Pembawa HPIK.(4) Pemilik yang tidak melaporkan Media Pembawa HPIK yang
ditolak
kepada Pejabat Karantina sebagaimana dimaksudpada ayat
(21dikenai sanksi
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
tindakanKarantina Ikan terhadap Pemasukan kembali
MediaPembawa HPIK
yang ditolak Area tujuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diatur
dalam peraturan lembaga pemerintahyang
melaksanakantugas pemerintahan
di bidang Karantina.(s)
Paragraf 4
Tindakan Karantina Ikan terhadap Barang Bawaan Pasal 2O2
Media Pembawa HPIK yang berasal dari negara, Area, atau tempat yang
tidak
terlarang, atau bukan merupakanjenis
Media Pembawa HPIK yang dilarang dapat dibawa sebagai barang bawaan
untuk
keperluan sendiri.(1)
(2)
Setiap.
. .EEPUBLII( INDONESIA
-tt7-
(21 Setiap Orang yang membawa Media
Pembawa HPIKsebagai barang bawaan wajib melaporkan
danmenyerahkan Media Pembawa kepada Pejabat Karantina
Ikan di Tempat
Pemasukandan Tempat
Pengeluaran paling lambat pada saattiba di
Tempat Pemasukan atau sebelum keberangkatan di Tempat Pengeluaran.(3)
Terhadap Media Pembawa HPIK sebagaimana dimaksudpada ayat (L),
pelaporandan
penyerahan sebagaimana dimaksud pada ayat (21, dikenai tindakan Karantina Ikan.(41 Pemasukan Media Pembawa HPIK sebagai Barang Bawaan sebagaimana
dimaksud
padaayat
(1)yang
berupa Ikanhidup ke dalam wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia dapat dilaksanakan dengan ketentuan:a. tidak
merupakanjenis yang dilarang
Pemasukannya ke dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesiasesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan;
b. tidak
merupakan jenis atau strainf varietaslkan
baru;c. tidak
berasaldari
negara yang sedang terkena wabah HPIK;d.
tidakuntuk
diperdagangkan; dane. tidak
berasaldari
negara yangmemiliki
penyakit Ikan baru.Setiap Orang
yang tidak
melaporkandan
menyerahkanMedia Pembawa kepada Pejabat Karantina lkan
sebagaimana
dimaksud pada ayat
(21dikenai
sanksisesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
tindakanKarantina Ikan terhadap Barang Bawaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (3)diatur
dalam peraturan lembagapemerintah yang melaksanakan tugas
pemerintahandi
bidang Karantina.(6)
Paragraf 5
Tindakan Karantina
lkan
dalam KeadaanDarurat
Pasal 203
(l)
Dalam hal alat angkut yang memuat Media Pembawa HPIK karena keadaandarurat diharuskan untuk
merapat ataumendarat bukan di Tempat
Pemasukanyang dituju,
penanggung
jawab alat angkut hanrs
segera melaporkankepada Pejabat Karantina Ikan atau petugas
instansi pemerintah terdekat.(s)
(2)
Pejabat...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-
118 -(21
PejabatKarantina lkan terdekat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan tindakan Karantina.(3) Media
Pembawa sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)dilarang dibongkar atau diturunkan dari alat
angkut sebelumdiizinkan oleh
PejabatKarantina Ikan,
kecuali karena alasan yang memaksa.(4) Alasan yang memaksa
sebagaimanadimaksud
pada ayat (3), paling sedikit mengenai:a. kondisi atau keadaan Media Pembawa
HPIKmembahayakan
keselamatan penumpang dan/atau
membahayakan alat angkut; ataub. kondisi atau keadaan alat angkut
yangmembahayakan Media Pembawa HPIK.
Paragraf 6
Tindakan Karantina
lkan
oleh Pihak Lain Pasal 204(1)
Pelaksanaantindakan Karantina Ikan terhadap
Media Pembawa HPIKyang dilakukan oleh
Pejabat KarantinaIkan
dapatdilakukan danlatau dibantu
oleh Pihak Lainatas persetujuan dan di bawah
Pengawasan Pejabat Karantina lkan.(2) Tindakan Karantina Ikan
sebagaimanadimaksud
padaayat (1) meliputi
pemeriksaan kesehatan, pengasingan, pengamatan, perlakuan,dan/atau
pemusnahan.(3) Tindakan Karantina Ikan
sebagaimanadimaksud
padaayat (21dapat
dilakukan
di:a.
Instalasi Karantina Ikan;dan/atau
b.
Tempat Lain diluar
Instalasi Karantina lkan.(4)
Instalasi Karantinalkan
dan Tempat Lain diluar
InstalasiKarantina lkan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(3)huruf
a danhurrrf
b, merupakan lnstalasi Karantinalkan dan
TempatLain yang telah ditetapkan
sebagai tempatuntuk
melakukan tindakan Karantina Ikan.(5) Pihak Lain yang melakukan tindakan Karantina
Ikan sebagaimanadimaksud pada ayat (1) harus
memiliki kompetensi sesuai bidangnya.(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
tindakanKarantina Ikan oleh Pihak Lain
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diatur
dalam peraturan lembaga pemerintahyang melaksanakan tugas pemerintahan di
bidangKarantina.
Paragraf7
...
REPUBLIK INDONESIA
-
119 - Paragraf 7Tindakan Karantina Ikan terhadap Media Pembawa HPIK yang
Dipemntukkan
sebagai Bantuan Penanggulangan BencanaPasal 205
(1)
PemasukanMedia
Pembawa HPIKyang diperuntukkan
sebagaibantuan
penanggulanganbencana yang tidak dilengkapi sertifikat kesehatan Ikan dari negara
asal,dilakukan tindakan Karantina Ikan
berupa pemeriksaan kesehatan,uji
Keamanan Pangan,uji
Keamanan Pakan,uji Mutu
Pangan,dan/atau uji Mutu
Pakan.(21 Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1),dilakukan apabila Media
PembawaHPIK berasal
dari negara yangtidak
terjadi wabah HPIK.(3) Uji
Keamanan Pangan,uji
Keamanan Pakan,uji Mutu
Pangan,
dan/atau uji Mutu
Pakan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) dilakukan melalui koordinasi
dengankementerian dan/atau
lembagasesuai
kewenangannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.(4) Ketentuan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1),juga berlaku bagi Pemasukan Media
PembawaHPIK
yangdiperuntukkan
sebagai bantuan penanggulangan bencanayang berasal dari Area lain di dalam wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia.(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
tindakanKarantina lkan terhadap Media Pembawa
yangdiperuntukkan
sebagai bantuan penanggulangan bencana sebagaimanadimaksud pada ayat (1) diatur
dalam peraturan lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Paragraf 8
Tindakan Karantina Ikan terhadap Orang, Alat Angkut, Peralatan,
Air,
atau PembungkusPasal 206
(1) Terhadap orang, alat angkut, peralatan, air,
ataupernbungkus yang
diketahui atau
diduga terkontaminasiatau
berpotensi membawa HPIK, dapatdikenai
tindakan Karantina lkan.(2)
Tindakan...
PRESIDEN
REPUELIK INDONESIA
-r20-
(21
Tindakan Karantinalkan
terhadapair atau
pembungkus yang diduga berpotensi membawa HPIK, dikenai tindakanpemusnahan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
tindakan Karantina Ikan terhadap orang, alat angkut, peralatan, air,atau
pembungkus sebagaimanadimaksud
padaayat
(1),diatur dalam peraturan lembaga pemerintah
yangmelaksanakan tugas pemerintahan
di
bidang Karantina.Paragraf 9
Tindakan Karantina terhadap Media Pembawa
untuk
Pameran, Sirkus,
dan/atau
Kontes Pasal 2O7(1) Pemasukan Media
PembawaHPIK ke dalam
wilayahNegara Kesatuan Republik Indonesia yang
bersifatsementara untuk pameran, sirkus,
danfatau
kontesdilakukan apabila Media Pembawa HPIK tidak berasal dari negara yang terjadi wabah HPIK.
(21
Pemasukan Media Pembawa HPIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan Karantina Ikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148.(3)
Pemasukan Media Pembawa HPIK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai tindakan pemeriksaan berupa:a"
pemeriksaanadministratif dan
kesesuaian dokumen;b.
danpemeriksaan kesehatan secara klinis dan/atau
laboratoris.
(41 Tindakan pemeriksaan sebagaimana dimaksud
padaayat (3) dilakukan di Tempat Pemasukan,
InstalasiKarantina Ikan, dan/atau
TempatLain di luar
InstalasiKarantina Ikan, di tempat
penyelenggaraan pameran,sirkus, dan/atau
kontes.(5)
Dalam hal hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dinyatakan:a.
dokumentidak
lengkap,tidak
benar,tidak
sah ataujenis
danjumlah
Media Pembanna HPIKtidak
sesuai;dan/atau
b. menunjukkan
gejalaklinis tertular atau tidak
bebas HPIK,terhadap Media Pembawa HPIK dikenai
tindakan penolakan.Pasal2O8...
REPUBLIK INDONESIA
-L2t-
Pasal 2O8
Pengeluaran kembali Media Pembawa HPIK yang dimasukkan
untuk pameran, sirkus, dan/atau kontes
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 2O7 ayat (U berlaku
ketentuanPengeluaran Media Pembawa HPIK dari wilayah
NegaraKesatuan Republik Indonesia.
Pasal 209
(1) Pengeluaran Media Pembawa HPIK yang
bersifat sementarauntuk
pameran,sirkus, dan/atau
kontes dariwilayah
Negara KesatuanRepublik
Indonesiaatau
dari suatu Area ke Area lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, berlaku ketentuan Pengeluaran Media Pembawa HPIK.l2l
Pemasukan Kembali Media Pembawa HPIK yang bersifat sementarauntuk
pameran,sirkus, dan/atau kontes
ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ataudari suatu Area ke Area lain di dalam wilayah
NegaraKesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksudpada ayat (U berlaku ketentuan Pemasukan
Media Pembawa HPIK.(3) Pemasukan Kembali Media Pembawa HPIK untuk pameran, sirkus, dan/atau kontes ke dalam
wilayahNegara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimanadimaksud pada ayat
(21dapat
menggunakansertifikat kesehatan Ikan pada saat Media Pembawa
HPIKdikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.Pasal 21O
Ketentuan lebih
lanjut
mengenai tata caratindakan
KarantinaIkan terhadap Media
PembawaHPIK yang lalu
lintasnyabersifat
sementarauntuk
pa.meran,sirkus, dan/atau
kontes sebagaimanadimaksud dalam Pasal 2OT sampai
dengan Pasal 2O9diatur
dalamperaturan
lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Paragraf
10.
. .PRESIDEN REPUBL|K INDONESTA
-t22-
Paragraf 1O
Tindakan Karantina
lkan di
Lintas Batas Negara Pasal 21 1(1)
Tindakan Karantina Ikan di lintas batas negara dibedakanuntuk:
a. tindakan Karantina Ikan terhadap
perdagangan perbatasan; danb. tindakan Karantina Ikan terhadap
perdagangan umum.(21 Tindakan Karantina Ikan terhadap
perdagangan perbatasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
a,dilakukan
terhadap Pemasukandan
Pengeluaran Media Pembawa HPIKyang
memenuhiketentuan
perdagangan perbatasan.(3)
Perdaganganperbatasan
sebagaimanadimaksud
padaayat
(21hanya dapat dilakukan di wilayah
perbatasandarat dan perbatasan laut.
(41
Perdagangan perbatasan hanya dapat dilakukan di tempattertentu dan/atau
wilayah tertentu yang telah ditetapkan sebagai tempat dan wilayah perdagangan perbatasan.Pasal2l2
(i)
Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa HPIK dalamrangka
perdagangan perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal2lI
ayat (1)huruf
a harrrs memenuhi kriteria:a. dilakukan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari masyarakat perbatasan;b. dilakukan
oleh pelintas batas yangmemiliki
identitas pelintas batas; danc. tidak
melebihi batasnilai
maksimalyang
ditetapkanberdasarkan perjanjian bilateral sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(21 Media Pembawa HPIK yang dilalulintaskan
sebagai perdaganganperbatasan
sebagaimanadimaksud
padaayat (1), dikecualikan dari persyaratan
melengkapisertifikat
kesehatanIkan, baik untuk
Pemasukan atau Pengeluaran.(3)
Pelintas...
(4)
(s)
(6)
BLIK INDONESIA
-123-
(3) Pelintas batas yang memasukkan atau
mengeluarkanMedia Pembawa HPIK dalam rangka
perdagangan perbatasan, wajib melalui Tempat Pemasukan dan TempatPengeluaran, melaporkan dan menyerahkan
Media Pembawa HPIK kepada Pejabat Karantina Ikan.,Berdasarkan pelaporan
dan
penyerahan Media PembawaHPIK
sebagaimanadimaksud pada ayat (3),
PejabatKarantina lkan
melakukantindakan Karantina Ikan
dan pengawasan dan/ atau pengendalian.Pelintas batas yang tidak melaksanakan
kewajiban sebagaimanadimaksud pada ayat (3) dikenai
sanksisesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan.
Ketentuan lebih
lanjut
mengenai tindakan Karantina Ikandalam rangka
perdaganganperbatasan diatur
dalam peraturan lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Pasal 213
(1)
Pemasukanatau
Pengeluaran Media Pembawa HPIK yangtidak memenuhi ketentuan perdagangan
perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal2lt
ayat (1)huruf
b,dikategorikan perdaganga.n umum.
Tindakan Karantina lkan terhadap Pemasukan
atauPengeluaran Media
PembawaHPIK yang
merupakan perdagangan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenai tindakan Karantina Ikan.(U Transit Media
PembawaHPIK dan Transit alat
angkuthanya diperbolehkan apabila dilakukan di
TempatPemasukan dan Tempat Pengeluaran yang ditetapkan.
(2t
Paragraf 1 1
Tindakan Karantina Ikan terhadap Transit Media Pembawa HPIK dan Transit Alat Angkut
Pasal 214
(2)
Penanggung...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-L24-
(21
Penanggungjawab alat angkut yang melakukan
TransitMedia Pembawa HPIK dan Transit alat
angkut sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)wajib
melaporkan kedatanganalat angkut
kepada PejabatKarantina lkan setempat sebelum kedatangan alat angkut untuk dilakukan
tindakan Karantina Ikan.(3) Pemilik yang melakukan Transit Media
Pembawa HPIK sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)wajib
melaporkan cian menyerahkan Media Pembawa HPIK kepada PejabatKarantina lkan
setempatpada saat
kedatanganuntuk dilakukan
tindakan Karantina Ikan.(4) Selama Transit Media Pembawa HPIK
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) harus berada di
bawahpengawasan Pejabat Karantina Ikan.
(5)
Penanggungjawab alat angkut yang melakukan
Transit Media Pembawa HPIK danTransit
alat angkut yangtidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud
padaayat
(21dan Pemilik yang melakukan Transit
MediaPembawa HPIK yang tidak memenuhi
ketentuan sebagaimanadimaksud pada ayat (3) dikenai
sanksi a.dministratif.(6)
Sanksiadministratif
bagi Penanggungjawab alat
angkut Media Pembawa HPIK dan Transit alat angkut dan Pemilikyang melakukan Transit Media Pembawa
HPIK sebagaimana dimaksud pada ayat (5) berupa:a. peringatan
tertulis; dan/atau
b.
larangan sementara kegiatan mengangkut
Media Pembawa HPIK.(71
Peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(6)huruf a, diberikan paling banyak 2 (dua) kali
denganjangka waktu
peringatan masing-masing30
(tiga puluh)hari
kalender.(B) Apabila setelah 2 (dua) kali peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (71
berakhir,penanggung
jawab alat angkut Media
Pembawa HPIKbelum melaksanakan kewajibannya, dikenai
sanksiadministratif berupa larangan sementara
kegiatanmengangkut Media Pembawa HPIK
sebagaimana dimaksud pada ayat (6)huruf
b.(9) Pengenaan. . .
REPUBUK INDONESIA
-125-
(9) Pengenaan sanksi administratif berupa
larangansementara kegiatan pengangkutan Media Pembawa HPIK sebagaimana
dimaksud pada ayat (6) huruf b
dapatdikenai langsung, dalam hal
penanggungjawab
alatangkut pernah dikenai sanksi administratif
larangan sementara kegiatan mengangkut Meciia Pembawa HPIK.(10)
Ketentuan lebih lanjut
mengenaitata cara
pengenaan sanksiadministratif
sebagaimana dimaksud pada ayat (5)diatur dengan peraturan lembaga pemerintah
yang melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Pasal 2 15
(1)
Pembongkarandan/atau
pemuatan Media Pembawa HPIKdari
dan ke atasalat angkut
dalam rangkaTransit,
serta pemindahan Media Pembawa HPIK yang telahditurunkan
dari atas alat angkut atau dari satu tempat ke Tempat Laindi
Tempat Pemasukan, Tempat Pengeluaranatau
tempatI'ransit, dilakukan atas persetujuan dan di
bawahpengawasan Pejabat Karantina lkan.
(21
Pengawasanterhadap Media
Pembawa HPIKpada
saatTransit
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1),dilakukan
sejak saat Media Pembawa HPIK tiba di
Tempat Pemasukanatau Tempat
Pengeluaransampai
dengan diberangkatkan ke Area tujuan.(3) Terhadap Media Pembawa HPIK yang
memerlukan penanganankhusus,
penggantiandan/atau
perbaikankemasan, dapat
dilakukan di
dalamatau di luar
Tempat Pemasukan atau Tempat Pengeluaran.(41
Penanganankhusus,
penggantiandan/atau
perbaikankemasan
sebagaimanadimaksud pada ayat (3)
harrrs mendapat persetujuan dandi
bawah pengawasan Pejabat Karantina Ikan.Pasal 216
(1)
Penanggungjawab alat angkut yang melakukan
Transitalat angkut
sebagaimanadimaksud dalam Pasal
215 ayat (21, dilarangmenurunkan
Media Pembawa HPIK darialat angkut yang sedang Transit tanpa
persetujuan Pejabat Karantina lkan.(2) Penanggung