(U Tindakan Karantina Tumbuhan di luar
TempatPemasukan
di
dalamwilayah
Negara Kesatuan RepublikIndonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal
29Odilakerkan dalam hal:
a.
Media Pembawa OPTKdan/atau
OPTKtertentu
yangkarena sifatnya tidak dapat dilakukan
tindakan KarantinaT[mbuhan
di Tempat Pemasukan;b. tidak tersedia Instalasi Karantina Tumbuhan
atau Tempat Lain di Tempat Pemasukan;c. Instalasi Karantina
T\,rmbuhanatau
TempatLain di
Tempat Pemasukan belum mencukupi untuk
menampung Media Pembawa OPTK yang akan dikenai tindakan Karantina Tumbuhan;
dan/atau
d. berdasarkan ketentuan
peraturanperundang-undangan
tidak
dapatdilalmkan
tindakan Karantina Tumbuhan di Tempat Pemasukan.(21 Media
Pembawa OPTKyang akan dibawa keluar
dari Tempat Pemasukanuntuk dilakukan tindakan
Karantina Thmbuhan:a.
menggunakanalat angkut dan
kemasanyang
dapatmenjamin tidak tersebarnya OPTK dan
menjamin keutuhan Media Pembawa OPTK selamadi
perjalanan sampai di tempattujuan;
danb.
di bawah pengawasan Pejabat Karantina Ttrmbuhandi
Tempat Pemasukan.Pasal 292
(U Tindakan Karantina T\rmbuhan di luar
TempatPemasukan
di luar wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 291 dapatdilakukan di
negara asaldan/atau
negara Ttansit.(21 Tindakan
Karantina T\rmbuhandi
negara asal dan/atau negara Transit
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)merupakan pengganti tindakan Karantina
Tumbuhanyang dilaksanakan di Tempat Pemasukan di
dalamwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(3)
Pelaksanaantindakan Karantina Tumbuhan di
negaraasal dan/atau negara Transit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab Pemilik.(4)
Tindakan...
PRESIDEN
REPUBUK TNDONESIA
-t62-
(4) Tindakan
Karantina T\rmbuhandi
negara asal danlatau negara Transit
sebagaimanadimaksud pada ayat
(21dilakukan terhadap Media
Pembawa OPTKyang tidak
dilarang Pemasukannya dan setelah
mendapatpertimbangan
berdasarkanpenilaian
Pejabat Karantina T\-rmbuhan.Pasal 293
(1) Untuk melaksanakan tindakan Karantina
T\rmbuhansebagaimana dimaksud dalam Pasal 292,
PejabatKarantina T\rmbuhan harus mendapat
persetujuan otoritas Karantina di negara asaldan/atau
negara Transit.(2| 'findakan Karantina Tumbuhan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberlakukan:a.
terhadap Media Pembawa OPTK yangmemiliki
risikotinggi bagi masuknya ke dalam wilayah
NegaraKesatuan Republik Indonesia; dan
b.
dikenaiuntuk
setiapkali
Pemasukan.(3) Tindakan
Karantina T\rmbuhandi
negara asal danlatau
negara Transit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
dilakukan
berrrpa pemeriksaan kesehatan terhadap Media Pembawa OPTK.Pasal294
(1) Selain tindakan Karantina Ttrmbuhan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292, Pejabat Karantina Tumbuhandapat melakukan penilaian
terhadap Pemasukan Media Pembawa OPTK yang memiliki risiko tinggi bagi masuknyaOPTK ke dalam wilayah Negara Kesatuan
Republik lndonesia.(2)
Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
terhadap sistemfitosanitari
negara asaldan/atau
negaraTransit sesuai persyaratan teknis yang
ditentukan berdasarkan hasil AROPT.(3)
Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (21dilakukansetelah mendapat persetujuan dari
organisasiperlindungan tumbuhan nasional atau otoritas berwenang
di
negara asaldan/atau
negara Transit.(4) Hasil
...
BLIK INDONESIA
-163-
(4) Hasil penilaian
sebagaimanadimaksud pada ayat
(3)sebagai bahan pertimbangan terhadap Pemasukan Media Pembawa OPTK.
Pasal 295
(l) Tindakan Karantina T\rmbuhan di luar
TempatPengeluaran sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29t
dapat
ditakukan baik di
dalammaupun di luar
Instalasi Karantina T\rmbuhan.{21 Tindakan Karantina Tumbuhan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapatdilakukan
dalam hal:a.
lebih efektif dan efisien;b.
memenuhi persyaratan negaratujuan; dan/atau
c. berdasarkan ketentuan
peraturanperundang-undangan
tindakan
Karantina T\rmbuhantidak
dapatdilakukan
di Tempat Pengeluaran.Pasal 296
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
pelaksanaan tindakan Karantina T\rmbuhan di luar Tempat Pemasukan dandi luar Tempat
Pengeluaran sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 29O sampai dengan Pasal 295diatur
dengan peraturan lembaga pemerintah ywrg melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Karantina.Paragraf 2
Tindakan Karantina T\rmbuhan terhadap Barang Bawaan Pasal 297
Media Pembawa OPTK yang berasal dari negara atau Area yang
tidak terlarang atau bukan
merupakanjenis yang
dilarang dapat dibawa sebagai barang bawaanuntuk
keperluan sendiri.Pasal 298
(1)
Barang bawaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297yang dimasukkan ke
dalamatau ke
Arealain di
dalamwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
wajibmemenuhi persyaratan Pemasukan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238 dan Pasal 24O.(2)
Barang...
PRES'DEN
REPUBLIK INDONESIA
-t64-
(21 Barang bawaan
sebagaimanadimaksud pada ayat
(1) dikenai tindakan Karantina Tumbuhan benrpa:a.
pemeriksaan;b.
perlakuan;c.
pemusnahan;dan/atau
d.
pembebasan.(3)
Dalam hal barang bawaan yang:a. dimasukkan ke dalam wilayah Negara
KesatuanRepublik Indonesia tidak memenuhi
persyaratan sebagaimanadimaksud
padaayat
(1),dibuang
pada kotak tempat sampah Karantina; ataub. dimasukkan ke Area lain di dalam wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesiatidak disertai sertifikat kesehatan tumbuhan dari Area asal, dilakukan
pemeriksaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246huruf
b.Pasal 299
Ketentuan
lebih lanjut
mengenaitata cara
Pemasukan serta jenis danjumlah
Media Pembawa OPTK sebagai barang bawaandiatur dengan peraturan lembaga pemerintah
yangmelaksanakan tugas pemerintahan di bidang Karantina.
Paragraf 3
Tindakan Karantina T\rmbuhan oleh Pihak Lain Pasal 3OO
(1)
Tindakan Karantina
Tumbuhandan/atau
dibantu oleh Pihak Lain.dapat dilakukan l2l Tindakan Karantina Tumbuhan yang dapat dilakukan dan/atau
dibantu oleh Pihak Lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:a.
pemeriksaan kesehatan;b.
pengasingan;c.
pengamatan;d.
perlakuan;dan/atau
e.
pemusnahan,dilalmkan di bawah pengawasan Pejabat
Karantina Ttrmbuhan.Pasal 3O1
...
BLIK INDONESIA
- 165-
Pasal 3Ol
Ketentuan tebih
lanjut
mengenai tata caratindakan
Karantina Tumbuhan yang dapat dilalmkandan/atau
dibantu oleh PihakLain
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 3OOdiatur
dalamperaturan lembaga pemerintatr yang melaksanakan
tugas pemerintahan di bidang Karantina.Paragraf 4
Tindakan Karantina Tumbuhan terhadap Orang, Alat Angkut, Peralatan, Air, Pembungkus, atau Media Tanam Bukan Berasal dari Tumbuhan
Pasal 3O2
Terhadap orang, alat angkut, peralatan,
air,
pembungkrrs, ataumedia tanam bukan berasd dari Tumbuhan yang
diketahuiatau
diduga terkontaminasiatau
berpotensi membawa OPTK,dapat dikenai tindakan Karantina
Ttrmbuhanyang
bertujuanuntuk
mencegah penyebaran.Pasal 303
(1) Diketahui atau diduga terkontaminasi atau
berpotensimembawa OPTK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3O2
diketahui dari dokumen pemberitahuan
penanggung jawab alatanghrt.
(21 Berdasarkan dokumen pemberitahuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diketahui alat angkut:a.
berasaldari
negara atau Area yang mempunyai risiko tinggi atau sedang terjadi eksplosi OPTK;b. melalrukan Transit di negara atau Area
yangmempunyai
risiko
tinggratau
sedangterjadi
eksplosi;c.
ataumengangkut Media Pembawa OPTK yang berasaldari
negaraatau
Area yang mempunyairisiko tinggi
atau sedang terjadi eksplosi OPTK,dilakukan
tindakan Karantina Tfrmbuhan.Pasal 3O4
Ketentuan lebih
lanjut
mengenai tata caratindakan
KarantinaTtrmbuhan terhadap orang, alat angkut, peralatan,
air, pembungkus, atau media tanam bukan berasal dariI\rmbuhan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302 dan Pasal 3O3
diatur dalam peraturan lembaga pemerintah yang
melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Karantina.Paragraf5.
. .PRESIDEN
REPUEUK INDONESIA
-L66-
Paragraf 5
Tindakan Karantina T\rmbuhan terhadap Media Pembawa OPTK
untuk
Pameran, danf atau Kontes Pasal 305Setiap Media
Pembawa OPTKyang dimasukkan ke
dalam,dikeluarkan dari
dalamatau dimasukkan dari suatu
Area keArea lain di dalam Wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesiauntuk
keperluan pamerandan/atau
kontes dikenaitindakan Karantina T\rmbuhan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 306
(1)
Media Pembawa OPTK yang dimasukkan kembali setelah pamerandan/atau
kontes ke dalam wilayah atau Area asaldi dalam wilayah
Negara KesatuanRepublik
Indonesia, dikenai tindakan Karantina Tumbuhan.(21
Tindakan Karantina T\rmbuhan terhadap Media Pembawa OlyI'K sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal:a. telah disertai sertifikat kesehatan tumbuhan
dari Negara KesatuanRepublik
Indonesiaatau
Area asaldilakukan
tindakan pemeriksaan; ataub. tidak disertai sertifikat kesehatan tumbuhan
dari Negara KesatuanRepublik
Indonesiaatau
Area asaldilakukan
tindakan pemusnahan.Pasal 3O7
Ketentuan lebih
lanjut
mengenai tata caratindakan
KarantinaTumbuhan
terhadap Media Pembawa OPTKuntuk
pameran,dan/atau
kontes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3O5 dan Pa.sai sO6diatur dalam peraturan
lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Karantina.Paragraf 6
Tindakan Karantina T\rmbuhan
di
Lintas Batas Negara Pasal 308(1) Setiap pelintas batas yang memasukkan dan/atau
mengeluarkan Media Pembawa OPTK keatau dari
dalamwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
harus memenuhi persyaratan tertentu.(2)
Persyaratan...
REPUBUK INDONESIA
-167-
(21
Persyaratan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:a. memiliki
identitas pelintas batas dan pas lintas batas;b.
melalui tempat pemeriksaan pada perbatasan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan;c.
danmelakukan
Pemasukandan/atau
Pengeluaran Media Pembawa OPTK sesuai dengan kesepakatan standar sanitari dan fitosanitari kedua negara.(3)
Identitas pelintas batas dan paslintas
batas sebagaimana dimaksud pada ayat (21huruf aditerbitkan
sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan di
bidangkepabeanan dan keimigrasian.
(41
Tempat pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (21huruf b ditetapkan sebagai Tempat Pemasukan
dan Tempat Pengeluaran.(5) Kesepakatan standar sanitari dan
fitosanitari sebagaimanadimaksud pada ayat (2) huruf c,
palingsedikit memuat:
a. jenis
danjumlah
Media Pembawa OPTK;b.
Media Pembawa OPTKtidak
berasaldari
negara atauArea yang
sedangterjadi eksplosi
OPTKdan tidak termasuk jenis yang dilarang dimasukkan ke
ataudikeluarkan dari dalam wilayah Negara
KesatuanRepublik Indonesia; dan
c.
persyaratan dan tindakan Karantina Tfimbuhan.Pasal 309
Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa OPTK yang telah
memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3O8,dilakukan
tindakan Karantina Tumbuhan.Pasal 31O
Dalam hal Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa OPTK
tidak sesuai dengan kesepakatan standar sanitari
danfitosanitari
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal308 ayat
(5),dilakukan
penolakan.Pasal 31 1
PRESIDEN
REPUELIK INDONESIA
- 168-
Pasal 311
Ketenluan lebih
lanjut
mengenai tata caratindakan
KarantinaT\rmbuhan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran
Media Pembawa OPTKoleh pelintas batas
sebagaimana dimaksuddalam Pasal 3O8 sampai dengan Pasal 310 diatur
dalamperaturan lembaga pemerintah yang melaksanakan
tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Paragraf 7
Tindakan Karantina T\rmbuhan terhadap Transit Media Pembawa OPTK dan Transit Alat Angkut
Pasal 312
(1
i 'I'ransit
Media Pembawa OPTKdan Transit alat
angkut,hanya diperbolehkan melalui Tempat
Pemasukan dan Tempat Pengeluaran yang ditetapkan.(2)
Pemilikyang melakukan Transit
Media Pembawa OPTK sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)harus
melaporkandan menyerahkannya kepada Pejabat
KarantinaTumbuhan setempat pada saat kedatangan untuk dilakukan
tindakan Karantina Ttrmbuhan.(3)
Penanggungjawab alat angkut yang melakukan
Transitalat angkut
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1) wajibmelaporkan kedatangan alat angkut kepada
Pejabat KarantinaTfimbuhan
setempat sebelum kedatangan alat angkutuntuk dilakukan
tindakan Karantina T\rmbuhan.(41
Penanggungjawab alat angkut
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilarang menurunkan Media Pembawa OPTK dari alat angkut yang sedang Transit.Pasal 313
(1) Media
PembawaOPTK
sebagaimanadimaksud
dalamPasal 312 ayat
(21dapat dilakukan
pemeriksaanjika
negara
tujuan
mempersyaratkan atau atas pertimbangan Pejabat Karantina T\rmbuhan.{21 Selama Transit Media Pembawa OPTK
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) harus berada di
bawahpengawasan Pejabat Karantina Tumbuhan.
(3) Dalam . .
REPUBLIK INDONESIA
-t69-
(3)
Dalamhal
Media Pembawa OPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ternyata:a. tidak
bebasdan tidak dapat
dibebaskandari
OPTK,dilakukan
penolakan;b. tidak
bebasdan dapat
dibebaskandari
OPTK atau OPT, diberi perlakuan; atauc. tidak dapat
dibebaskandari
OPTKatau
OPT setelahdiberi perlakuan atau merupakan jenis
Media Pembawa OPTK yang dilarang,dilakukan
penolakan.(41 Pemilik harus mengeluarkan Media Pembawa
OPTKsebagaimana dimaksud pada ayat (3)
huruf
a danhuruf
cdari rvilayah
Negara KesatuanRepublik
Indonesia atau Area Transit.(5) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat
(41dilakukan
paling lambat 3 (tiga)hari
kerjaterhitung
sejaksurat perintah penolakan diterbitkan oleh
Pejabat Karantina Tumbuhan.(6) Dalam hal Pemilik tidak
mengeluarkan Media Pembawa OPTKdalam batas waktu
sebagaimanadimaksud
pada ayat (5)dilakukan
pemusnahan.(71 Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat
(6)dilakukan terhadap Media
Pembawa OPTKyang tidak
bebas dan
tidak
dapat dibebaskan dari OPTK.Pasal 314
(1) Jika
berdasarkan hasil:a.
pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313ayat (1), ternyata Media
Pembawa OPTK dilengkapi dokumen persyaratan Karantina Tumbuhan dan bebas dari OPTK atau OPT; ataub. perlakuan
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 313 ayat (3)huruf
b, ternyata Media Pembawa OPTK dapat dibebaskan dari OPTK atau OPT,dilakukan
pembebasan.(21
Terhadap Media Pembawa OPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diterbitkan
sertifikat kesehatan tumbuhan.Pasal 315
(1)
Penanggung jawab alat angkut yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal312
ayat (3) dikenai sanksiadministratif
berupa teguran tertulis.(2)
Penanggung...
PRESIDEN REPUBL|K TNDONESIA
-r70-
(21
Penanggung jawab alat angkut yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3L2 ayat (4) dikenaisanksi administratif berupa teguran tertulis dan
harusmemuat kembali
Media Pembawa OPTKke alat
angkut yang sedang Transit.(3)
Tegurantertulis
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (21 ditembuskan kepada penanggungjawab
TempatPemasukan dan instansi terkait.
Pasal 316
Ketentuan lebih
lanjut
mengenai tata caratindakan
Karantina T\rmbuhan terhadap Transit Media Pembawa OPTK dan Transitalat angkut
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal312
sampai dengan Pasal 315diatur
dalam peraturan lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Bagian Kelima
Jenis, Bentuk, dan Tata Cara Penerbitan Dokumen Tindakan Karantina T\rmbuhan serta Segel Karantina Tumbuhan
Pasal 317
(1)
Setiaptindakan Karantina Tumbuhan dan
Pengawasanditerbitkan dokumen tindakan Karantina
T\rmbuhandan/atau
dokumen Pengawasan.(21
Jenis dokumentindakan
KarantinaTumbuhan danlatau dokumen Pengawasan sebagaimana dimaksud
padaayat (1) meliputi:
a.
dokumen utama; danb.
dokumen pendukung.(3)
Penerbitan dokumen utama sebagaimana dimaksud padaayat (21 huruf a dilakukan oleh Pejabat
KarantinaT\rmbuhan setelah melalui rangkaian
pelaksanaantindakan Karantina T\rmbuhan dan/atau
Pengawasanyang dibuktikan dengan dokumen
pendukungsebagaimana dimaksud pada ayat (21huruf b.
(4) Dokumen utama
sebagaimanadimaksud pada ayat
(2)huruf a merupakan dokumen pelaksanaan
tindakanKarantina Tumbuhan
danlatau
Pengawasan yang wajib disampaikan kepada Pemilik.(5)
Dokumen...
REPUBUK INDONESTA
- t7L
-(5) Dokumen tindakan Karantina T\.rmbuhan dan/atau dokumen Pengawasan sebagaimana dimaksud
padaayat (1) dapat berbentuk dokumen cetak dan/atau
dokumen elektronik.
(6)
Penggunaan dokumenelektronik
sebagaimana dimaksudpada ayat (5) harus memenuhi ketentuan
peraturan perundang-undangandi
bidanginformasi dan
transaksi eiektronik.(71
Pejabat Karantina Tumbuhan yangtidak
menyampaikandokumen utama
sebagaimanadimaksud pada ayat
(4)dikenai sanksi administratif sesuai dengan
ketentuan peraturan perrrndang-undangan.Pasal 318
(1) Dalam hal diperlukan untuk mengamankan
Media Pembawa OPTK selama atau setelah pelaksanaan tindakanKarantina T\rmbuhan, dilakukan pemasangan
segelKarantina T[rmbuhan oleh Pejabat Karantina T\rmbuhan.
(2i
Pemasangansegel Karantina Tumbuhan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan untuk:
a.
penegakanhukum;
ataub.
pengamanan Media Pembawa OPTK.(3)
Penegakanhukum
sebagaimanadimaksud pada
ayat (21huruf
aterkait
dengan:a. penahanan dalam
pelaksanaantindakan
Karantina Tumbuhan dan I atau Pengawasan; ataub.
pengamanan barangbukti
dalam rangka penindakan,dan/atau
penyidikan terhadap pelanggarandi
bidang perkarantinaan.(4) Pengamanan Media Pembawa OPTK
sebagaimana dimaksudpada
ayat (21huruf b dilakukan
sebelum atau selama Media Pembawa OPTK dikenaitindakan
Karantina T\rmbuhan dan/ atau Pengawasan.(5)
Setiap Orang dilarang membuka, melepas, memutuskan, membuang,atau merusak
segelKarantina
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tanpaizin
dari Pejabat Karantina Tumbuhan.Pasal
319...
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-r72-
Pasal 319 Ketentuan mengenai:
a. jenis, bentuk, dan tata cara
penerbitan dokumen utamadan dokumen pendukung
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 317; danb. tata cara pemasangan segel karantina
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318,diatur dengan peraturan lembaga pemerintah
yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Karantina.BAB VIT
KAWASAN KARANTINA Bagian Kesatu
Umum Pasal 32O
(1)
Penetapan KawasanKarantina merupakan
kewenangan Pemerintah Pusat.(2)
Penetapan KawasanKarantina
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat sementara.Pasal 321
(1)
Dalamhal ditemukan atau
terdapatpetunjuk
terjadinyawabah
HPHK,HPIK, atau
OPTKdi suatu daerah
yang semuladiketahui
bebas HPHK, HPIK,atau
OPTK, dapat ditetapkan sebagai Kawasan Karantina.(21
Penetapan KawasanKarantina
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
berdasarkan:a. pengkajian atas luas serangan HPHK, HPIK,
atauOPTK;
b. status, situasi, dan
epidemiologi HPHK,HPIK,
atauOPTK;
c.
pertimbangan sosioekonomidan
budaya masyarakat setempat; dand.
masukan dari pemerintah daerah setempat.(3)
Kepala...
INDONESTA
-L73-
(3) Kepala
lembagapemerintah yang
melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina membentuktim untuk
meiakukan kajian penetapan Kawasan
Karantina sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(41
Dalam melakukankajian
penetapan Kawasan Karantina sebagaimanadimaksud pada ayat
(3),tim
sebagaimanadimaksud pada ayat (3) berkoordinasi
denganmenteri/ kepala lembaga
terkait
sesuai kewenangannya.(5)
Tim sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menyampaikanhasil kajian dalam bentuk
rekomendasi kepada kepalalembaga pemerintah yang melaksanakan
tugaspemerintahan
di
bidang Karantina.(6)
Berdasarkan rekomendasi sebagaimanadimaksud
padaayat (5) dilakukan
penetapan Kawa.sanKarantina
olehkepala
lembagapemerintah yang melaksanakan
tugas pemerintahandi
bidang Karantina.Bagian Kedua
Persyaratan dan Tata Cara Penetapan Kawasan Karantina Pasal 322
(1) Suatu daerah atau Area dapat dilakukan
penetapansebagai Kawasan Karantina apabila telah
memenuhi persyaratan.(2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)nreliputi:
a.
adanya wabah ataupetunjuk
terjadinya wabah HPHK, HPIK atau OPTK;b. daerah, Area wabah dapat dilakukan isolasi
ataudilokalisir
sertalalulintas
Media Pembawadari
dan ke kawasan wabah dapatdikontrol; danlatau
c. ada kemampuan untuk melakukan
pengendalian, penanggulanganatau eradikasi HPHK, HPIK,
dan OPTKdi dalam kawasan wabah serta
Pengawasanlalulintas
Media Pembawa dari dan ke kawasan wabah.Pasal323...
BUK
INDONESIA-L74-
Pasal 323
Penetapan Kawasan
Karantina
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal 321 ayat (6), dapat berupa:a.
pulau;b.
provinsi;c.
kabupaten/kota;d.
kecamatan; ataue.
kompartemen.Pasal 324
(1)
Dacrah atau Area yang telah ditetapkan sebagai KawasanKarantina dilakukan pengawasan,
pengendalian, penanggulangan,dan/atau eradikasi terhadap
HPHK, HPIK, dan OPTK.(21 Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)dilaksanakan oleh Pejabat Karantina
berkoordinasidengan instansi yang bertanggung jawab
menangani pengendalian dan penanggulangan penyakit Hewan, hama penyakit Ikan, atau organisme penganggu Tumbuhan.(3) Pengendalian dan penanggulangan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh:a. otoritas veteriner kabupaten/kota, otoritas
veterinerprovinsi, otoritas veteriner kementerian
sesuaikewenangannya
dan dikoordinasikan oleh
pejabatotoritas veteriner nasional dalam
pengendalian dan penanggulangan penyakit Hewan; danb.
instansi yang bertanggung jawab dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit lkan.(41
Tindakan eradikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diputuskan
oleh lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.(5)
Tindakan eradikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4),dilaksanakan
bersama-samaoleh lembaga
pemerintah],ang melaksanakan tugas pemerintahan di
bidang Karantina, pemerintah daerah setempat, dan kementerianterkait
serta melibatkan masyarakat setempat.Pasal325...
REPUBUK INDONESIA
-t75-
Pasal 325
(l) Pejabat Karantina harus melakukan
Pengawasanlalu lintas
Media Pembawa di Tempat Pemasukan dan Tempat Pengeluaran pada Kawasan Karantina.(21 Dalam melakukan
Pengawasan sebagaimana dimaksudpada ayat (f), Pejabat Karantina harus
berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi yang bertanggung jawab pengendalian dan penanggulangan penyakit Hewan,hama penyakit lkan, atau organisme
penganggu Tumbuhan sesuai dengan kewenangannya.Bagian Ketiga
Persyaratan dan Tata Cara Pencabutan Kawasan Karantina Pasal 326
Apabila wabah HPHK, HPIK,
atau
OPTKdi suatu
daerah telahdapat dikendalikan, ditanggulangi, dan/atau
dieradikasidilakukan
pencabutan penetapan Kawasan Karantina.Pasal 327
(1) Untuk
memastikan wabah HPHK, HPIKatau
OPTK telahdapat dikendalikan,
ditanggulangi, danfatau
dieradikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326, dilakukan kajianhasil pelaksanaan pengawasan,
pengendalian,penanggulangan, dan/atau eradikasi oleh tim
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321 ayat (3).
(2)
Dalam melakukankajian
hasil pelaksanaan pengawasan,pengendalian, penanggulangan, dan/atau
eradikasi sebagaimanadimaksud
padaayat
(1),tim
berkoordinasidengan menteri/kepala lembaga terkait
sesuai kewenangannya.(3i 'fim
sebagaimana dimaksud pada ayat (21menyampaikanhasil kajian pelaksanaan pengawasan,
pengendalian,penanggulangan, dan/atau eradikasi kepada
kepalalembaga pemerintah yang melaksanakan
tugas pemerintahandi bidang Karantina berupa
rekomendasi pencabutan penetapan Kawasan Karantina.Pasal 328
PRESIDEN REPUEUK TNDONESIA
-L76-
Pasal 328
Ketentuan lebih lanjut mengenai pembentukan tim
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321 dan Pasal
327 diatur dengan peraturan
lembagapemerintah yang
melaksanakan tugas pemerintahandi
bidang Karantina.BAB VIII