High Level Discussion (HLD) diselenggarakan secara hybrid di Bali pada 3 Juni 2022 dan dipimpin oleh Ketua Dewan Komisioner OJK.
Adapun kegiatan ini dihadiri oleh Chairman APRA, Director General of Strategy Development and Management Bureau JFSA, Deputy Governor of Korean Financial Supervisory Service, dan Chief Risk Officer of China Banking and Insurance Regulatory Commission. Tujuan dari HLD tersebut membahas tren serta perkembangan sektor jasa keuangan di tengah berbagai isu di tingkat global diantaranya pandemi COVID-19, perubahan iklim, hingga isu geopolitik yang berpengaruh pada stabilitas keuangan global.
3
Tinjauan Industri dan Operasional
Sektor Jasa Keuangan Syariah
Pengaturan Pengembangan
Event
Penerbitan 1 SEOJK yang berlaku khusus bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
(BPRS)
Pelaksanaan 93 Kegiatan Edukasi Keuangan Syariah
yang Menjangkau 148.819 Peserta
Gebyar Safari Ramadhan
Edukasi Keuangan Syariah pada Mahasiswa di Provinsi Sulawesi Selatan dan UMKM di Provinsi Kalimantan Barat
Peluncuran Laporan Perkembangan Keuangan Syariah
Indonesia (LPKSI) 2021
Penyusunan SPO Pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) sebagai pedoman bagi pengawas dan bagian perizinan dalam rangka
proses pemisahan UUS
Penyusunan Perubahan atas POJK Nomor 10/ POJK.04/2018 tentang Penerapan Tata Kelola Manajer
Investasi
Penyusunan RSEOJK tentang Sistem Informasi Daftar Efek
Syariah (SIDES)
Penyusunan Modul Kompetensi Kesyariahan untuk Pihak terkait
Penerbitan Sukuk Korporasi
Penyusunan Pedoman Internal Pengawasan BPRS terkait Manajemen Risiko dan Proses Pemeriksaan Umum BPRS dalam
rangka Mendukung Ketentuan Penilaian Tingkat Kesehatan BPRS
Berdasarkan Risiko
Pengkinian Pedoman Internal Pengawasan BPRS terkait Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk
Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab
Pengawas BPRS
Penyusunan Perubahan atas SEOJK Nomor 19/SEOJK.04/2018
tentang Laporan Penerapan Tata Kelola Manajer Investasi
Penyusunan Panduan Reksa Dana Syariah Berbasis Efek Luar Negeri
Penyusunan Panduan Pendanaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Pasar Modal
Syariah
Perbankan syariah memiliki ketahanan modal yang terjaga, ditunjukkan oleh rasio CAR Bank Umum Syariah (BUS) pada triwulan II-2022 sebesar 25,18%.
Fungsi intermediasi perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang tipis. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan Pembiayaan yang Disalurkan (PYD) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing sebesar 6,43% (qtq) dan 4,25% (qtq), sehingga
pertumbuhan aset perbankan syariah pada triwulan II-2022 sebesar 4,29% (qtq). Hal ini karena jumlah DPK masih mendominasi sebagai dampak pandemi.
Likuiditas perbankan syariah juga memadai, yang ditunjukkan oleh rasio FDR yang terjaga pada kisaran 80-90%. Risiko kredit perbankan syariah terjaga di bawah threshold 5% pada triwulan II- 2022 dengan rasio NPF Gross sebesar 2,53%.
3.1 Tinjauan Industri Keuangan Syariah
Indikator Triwulan
II-2021 Triwulan
I-2022 Triwulan II-2022
Pertumbuhan (yoy)
TW II-2022 Pertumbuhan (qtq)
TW I-2022 Pertumbuhan (qtq) TW II-2022
Nominal % Nominal % Nominal %
BUS + UUS + BPRS Total Aset Perbankan Syariah (Rp triliun)
631,55 691,57 721,27 89,72 14,21 -2,23 -0,32-0,32 29,70 4,29 Share Aset Perbankan
Syariah (BUS+UUS+BPRS) terhadap Total
Perbankan Indonesia (BUS+BUK+BPRS+BPR)
6,59 6,70 6,87 -0,28 -0,04 0,17
DPK (Rp triliun) 501,37 544,19 567,29 65,91 13,15 -4,40 -0,80 23,10 4,25
Pembiayaan (Rp triliun) 405,26 434,39 462,34 57,08 14,08 12,53 2,97 27,94 6,43
Jumlah NPF (Rp triliun) 12,46 10,91 11,38 -1,09 -8,72 0,37 3,49 0,47 4,29
Jumlah Bank
- BUS 12 12 12 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
- UUS 20 21 21 1,00 5,00 0,00 0,00 0,00 0,00
- BPRS 163 164 165 2,00 1,23 0,00 0,00 1,00 0,61
Jumlah Kantor 2.448 2.298 2.255 -193,00 -7,88 -181,00 -7,30 -43,00 -1,87
Rasio Keuangan BUS & UUS
NPF Gross (%) 3,16 2,59 2,53 0,63 0,01 -0,05
NPF Net (%) 1,55 0,94 0,91 0,64 0,02 -0,03
ROA (%) 2,04 1,90 1,94 0,11 0,18 0,04
BOPO (%) 79,98 85,01 78,37 1,60 4,01 -6,64
FDR (%) 80,25 79,19 80,89 -0,64 2,86 1,70
BUS
Total Aset BUS (Rp triliun) 411,46 446,85 459,00 47,54 11,55 5,06 1,15 12,15 2,72
DPK (Rp triliun) 337,90 367,36 380,85 42,95 12,71 1,94 0,53 13,49 3,67
Pembiayaan (Rp triliun) 253,33 265,30 281,65 28,32 11,18 9,08 3,54 16,36 6,17
Jumlah NPF (Rp triliun) 8,23 6,88 7,42 -0,81 -9,89 0,26 3,93 0,53 7,74
CAR (%) 23,10 23,13 25,18 -2,08 -2,58 2,05
NPF Gross (%) 3,25 2,59 2,63 0,62 0,01 0,04
ROA (%) 1,94 1,99 2,04 -0,09 0,44 0,04
BOPO (%) 83,15 86,76 78,53 4,62 2,43 -8,23
FDR (%) 74,97 72,22 73,95 1,02 2,10 1,74
Jumlah Kantor 2.042 1.859 1.811 -231,00 -11,31 -176,00 -8,65 -48,00 -2,58 UUS
Total Aset UUS (Rp triliun) 204,74 227,54 244,55 39,82 19,45 -7,41 -3,15 17,02 7,48
DPK (Rp triliun) 153,18 165,23 174,52 21,34 13,93 -6,34 -3,70 9,29 5,62
Pembiayaan (Rp triliun) 140,76 156,46 167,59 26,82 19,05 2,80 1,82 11,13 7,11
Jumlah NPF (Rp triliun) 4,23 4,02 3,96 -0,27 -6,45 0,11 2,76 -0,07 -1,62
NPF Gross (%) 3,01 2,57 2,36 0,64 0,02 -0,21
ROA (%) 2,24 1,70 1,74 0,50 -0,34 0,03
3.1.1 Perkembangan Perbankan Syariah
Tabel III-1 | Indikator Perbankan Syariah
A. Aset
Aset perbankan syariah menunjukkan perlambatan jika dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset perbankan syariah mengalami akselerasi (4,29%
qtq), dengan pangsa aset mencapai 6,87%
terhadap perbankan nasional, mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 6,70%. BUS mengalami pertumbuhan aset yang meningkat sebesar 2,72% (qtq) dan penurunan pada UUS 7,48%
(qtq). Dari total aset perbankan syariah, BUS, UUS, dan BPRS masing-masing memiliki porsi
Indikator Triwulan
II-2021 Triwulan
I-2022 Triwulan II-2022
Pertumbuhan (yoy)
TW II-2022 Pertumbuhan (qtq)
TW I-2022 Pertumbuhan (qtq) TW II-2022
Nominal % Nominal % Nominal %
BOPO (%) 70,78 78,19 78,01 -7,23 5,50 -0,18
FDR (%) 91,89 94,69 96,03 -4,13 5,13 1,33
Jumlah Kantor 406 439 444 38,00 9,36 -5,00 -1,13 5,00 1,14
BPRS
Total Aset BPRS (Rp triliun) 15,35 17,18 17,71 2,37 15,42 0,12 0,70 0,53 3,11
DPK (Rp triliun) 10,29 11,60 11,92 1,62 15,78 0,01 0,05 0,32 2,76
Pembiayaan (Rp triliun) 11,16 12,64 13,10 1,94 17,35 0,66 5,47 0,46 3,63
Jumlah NPF (Rp triliun) 0,92 0,90 0,99 0,07 7,61 -0,01 -1,32 0,09 10,24
CAR (%) 23,02 24,09 23,25 -0,23 0,30 -0,84
NPF Gross (%) 8,37 7,05 7,58 0,79 0,10 0,53
ROA (%) 1,79 1,74 1,65 0,14 0,01 -0,09
BOPO (%) 88,88 86,03 87,11 1,77 -1,60 1,08
FDR (%) 106,17 108,98 108,55 -2,38 5,60 -0,43
Jumlah Kantor 636 655 655 19,00 2,99 -15,00 -2,24 0,00 0,00
sebesar 63,64%, 33,91%, dan 2,46%.
B. Sumber Dana dan Dana Pihak Ketiga
Dana pihak ketiga (DPK) merupakan sumber dana utama bagi perbankan syariah dengan kontribusi sebesar 86,85% dari total sumber dana perbankan syariah (selain modal), diikuti oleh komponen rupa-rupa liabilitas sebesar 9,58%, surat berharga yang diterbitkan sebesar 1,36% dan liabilitas kepada bank lain sebesar 1,08% sebagaimana tercatat dalam neraca keuangan perbankan Syariah posisi triwulan
II-2022. Sumber dana perbankan syariah pada triwulan II-2022 tumbuh sebesar 4,25% (qtq) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh -0,80% (qtq).
0,02%
0,08%
0,00%
1,02%
1,08%
1,36%
9,58%
86,85%
Dana Pihak Ketiga Rupa-Rupa Liabilitas Surat Berharga yang Diterbitkan Liabilitas kepada Bank Lain Pembiayaan yang Diterima Liabilitas kepada Bank Indonesia Liabilitas Lainnya Dana Investasi Profit Sharing lainnya
Pembiayaan yang Disalurkan (PYD)
Penyaluran pembiayaan bank syariah pada triwulan II-2022 tumbuh 14,08% (yoy) dan secara triwulanan tumbuh 6,43% (qtq). Pada pembiayaan Modal Kerja, meningkat sebesar 11,23% (qtq), Investasi, dan Konsumsi masing- masing menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,50% (qtq), dan 4,24% (qtq), sementara pada triwulan sebelumnya, pembiayaan Modal Kerja melambat 1,05% (qtq), sedangkan Investasi, dan Konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 2,62%
(qtq), dan 4,19% (qtq). Pada triwulan II 2022 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya peningkatan pertumbuhan terjadi pada jenis penggunaan Modal Kerja dan Investasi.
Berdasarkan porsinya, pembiayaan bank syariah masih didominasi untuk konsumsi sebesar 49,83% diikuti modal kerja dan investasi yang masing-masing sebesar 28,68% dan 21,49%.
Grafik III-1 Aset Perbankan Syariah
Grafik III-2 Sumber Dana Perbankan Syariah
2021 2022
Aset (Rp T) yoy (RHS) qtq (RHS) 720
700 680 660 640 620 600 580
18%16%
14%12%
10%8%
6%4%
2%0%
-2%
TW II TW III TW IV TW I TW II
4,33%
15,80%
12,22% 13,94% 14,25% 14,21%
2,32%
7,36%
-0,32%
4,29%
Tabel III-2 | Pembiayaan Bank Syariah berdasarkan Penggunaan Penyaluran
Pembiayaan BUS, UUS,
BPRS (Rp Miliar)
TW II2021 2022
TW I 2022