TW I-2022 TW II-2022 Total Perusahaan Asuransi Umum dan Reasuransi
C. Pengembangan Sistem Informasi 1. Pengembangan Aplikasi
a. Aplikasi Pelaporan Online (APOLO).
Aplikasi ini berbasis txt yang digunakan LJKNB untuk menyampaikan laporan penilaian sendiri tingkat kesehatan LJKNB. Saat ini yang telah menggunakan APOLO adalah perusahaan Asuransi,
Grafik II-3 Klaster Model Bisnis Inovasi Keuangan Digital dan Jumlah Perusahaan
Aggregator Credit
Scoring Financial Planner Funding Agent Distress Online Solution
31 19 5 2 1
Property Investment Management
Transaction
Authentication Tax and
Accounting E-KYC Regtech - PEP
1 5 2 5 1
Regtech - Digital Signature
Financing
Agent InsurTech Insurance
Hub Wealthtech
1 8 2 1 1
2.3.4 Inovasi Keuangan Digital
Pada triwulan II-2022, OJK telah melaksanakan dua Focus Group Discussion (FGD) Forum Panel IKD dalam rangka proses pencatatan IKD. Total penyelenggara IKD berjumlah 85 Penyelenggara yang masuk ke dalam 15 klaster model bisnis dengan rincian sebagai berikut:
Dana Pensiun dan Perusahaan Pembiayaan. Pada tahun 2022, terdapat dua PKSI untuk pengembangan APOLO yaitu: 1) Modul Laporan Bulanan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Konvensional dan Syariah; dan 2) Modul Laporan Bulanan PT PNM Konvensional dan Syariah.
b. Sistem Informasi Laporan Terintegrasi (SILARAS)
Aplikasi ini berbasis XBRL dan txt yang digunakan Perusahaan Pembiayaan, Asuransi, Fintech dan Perusahaan Modal Ventura untuk menyampaikan laporan berkala. Pada tahun 2022, terdapat satu PKSI untuk pengembangan SILARAS yaitu enhancement modul laporan bulanan perusahaan pembiayaan syariah.
Pada Mei 2022, pengembangan SILARAS tersebut memasuki tahapan User Acceptance Test (UAT).
c. Pusat Data Fintech Lending (PUSDAFIL) Aplikasi ini digunakan OJK untuk memonitor transaksi harian penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi atau Peer-to-Peer Lending. Aplikasi ini juga digunakan untuk kebutuhan statistik.
Pada tahun 2022, terdapat satu PKSI untuk pengembangan PUSDAFIL yaitu pengembangan dashboard termasuk output laporan keuangan.
d. Pengembangan Sistem Informasi Pengawasan IKNB (SIP IKNB)
Aplikasi ini dikembangkan berdasarkan siklus Risk Based Supervision (RBS) yang digunakan untuk pengawasan perusahaan Asuransi, Dana Pensiun, dan Perusahaan Pembiayaan baik konvensional maupun syariah. Pada tahun 2022, terdapat 14 PKSI untuk pengembangan SIP IKNB, antara lain: 1) Modul KYNBFI Dana Pensiun Konvensional; 2) Modul KYNBFI dan Modul Penilaian Risiko Asuransi dan Reasuransi Konvensional; 3) Modul KYNBFI Industri Jasa Penunjang; 4) Modul Penilaian Risiko Perusahaan Pembiayaan Syariah; 5) Modul Analisis Laporan Berkala Dana Pensiun Konvensional; 6) Modul Pengalihan Dokumen Pengawasan Khusus; dan 7) Modul Administrasi Pemeriksaan Khusus IKNB.
2. Penyediaan Core System Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah
OJK berinisiatif untuk menyediakan Core System LKM Syariah untuk mendukung Pengembangan Ekosistem Digital SJK yang salah satu fokusnya pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah. Aplikasi Core System LKM Syariah berbasis web dengan tujuan untuk membantu LKM Syariah dalam kegiatan operasional dan akurasi penyampaian laporan oleh LKM Syariah. Pada triwulan II-2022, OJK telah selesai melakukan pengadaan Sewa Core System Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah dengan masa pelaksanaan pekerjaan 1 Juli 2022 s.d. 31 Desember 2022, untuk melakukan standardisasi, meningkatkan efektivitas, dan akurasi penyampaian laporan LKM Syariah serta memberikan kemudahan bagi OJK dalam melakukan pemantauan kepatuhan, akses, analisis dan evaluasi.
Focus Group Discussion “Pengembangan SupTech dan RegTech di Indonesia”
FGD ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkini mengenai rencana pelaksanaan program kerja Asosisasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) pada tahun 2022, mendorong terlaksananya pilot project kerjasama IKD dan BPD, meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar regulator (GIKD OJK) dengan Asosiasi (AFTECH & AFSI) dalam pemantauan market-conduct kepada penyelenggara IKD serta tindaklanjutnya berdasarkan SPO dan Kode Etik.
FGD dilaksanakan pada 8 s.d 10 Juni 2022 dihadiri oleh Pegawai OJK dan perwakilan dari Bill&Melinda Gates Foundation (BMGF), Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF), dan MicroSave
Consulting (MSC) sebagai penyedia Technical Assistance dalam rangka pembahasan finalisasi kurikulum SupTech & RegTech serta persiapan pelaksanaan High-Level Workshop SupTech &
Regtech OJK.
Hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa CCAF akan membantu memfinalisasi draft kurikulum yang akan dirilis sekaligus melalui kegiatan High-Level Workshop bagi ADK OJK terpilih pada Agustus 2022. Selanjutnya, tahap implementasi bertahap terkait program Capacity Building Suptech OJK akan dilaksanakan melalui pertemuan kelas dasar di tahun 2022.
Eastern Indonesia Financial Innovation Lab (EIFIL) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK)
Eastern Indonesia Financial Innovation Lab (EIFIL) adalah “Lab Inovasi Keuangan Indonesia Timur” yang merupakan inisiatif bersama antara OJK dan Asian Development Bank (ADB) untuk membangung BPD agar menjadi lebih kuat, inovatif, dan lebih kompetitif dalam mendukung pembangunan
Program EIFIL dan FKIJK dilaksanakan di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 15 Juni 2022 yang dihadiri oleh 85 orang yang terdiri dari Pegawai OJK, perwakilan pemerintah Provinsi NTB, perwakilan EIFIL, perwakilan AFTECH dan AFSI, perwakilan IKD, serta perwakilan BPD NTB Syariah, BPD NTT, dan FKIJK NTB.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tujuh perwakilan IKD konvensional dan syariah melakukan pemaparan model bisnis kepada BPD NTB Syariah dan BPD NTT serta FKIJK NTB. Adapun perwakilan IKD yang hadir yakni Aiforesee (ICS), Digidata
daerah di Indonesia di bawah payung “Program Transformasi BPD”. Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi BPD melalui kemitraan dengan Penyelenggara IKD serta menciptakan layanan keuangan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia.
(E-KYC), VICI (ICS), TekenAja (RegTech Esign), Privy (E-KYC), Tongdun (ICS), dan Moxa Mabroor (WealthTech).
Kegiatan pemaparan model bisnis IKD diharapkan dapat memberikan pengetahuan terkait model bisnis IKD kepada BPD dan membuka peluang kolaborasi antar IKD dan BPD. Berdasarkan hasil diskusi, BPD NTB Syariah dan BPD NTT menerima peluang kolaborasi tersebut dengan baik dan akan menindaklanjuti dengan follow up ke masing- masing IKD yang relevan dan/atau AFTECH/AFSI.
2.4 Stabilitas Sistem Keuangan
Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada triwulan II-2022 dan kinerja sektor jasa keuangan masih terjaga baik dengan intermediasi lembaga jasa keuangan yang terus meningkat dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi. OJK akan terus melakukan koordinasi dan sinergi kebijakan dengan Pemerintah, BI, dan LPS untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dan sekaligus menjaga dan memperkuat ketahanan sistem keuangan.