• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Program Flagship OJK

Dalam dokumen OJK - Laporan Triwulan II 2022.pdf (Halaman 66-71)

E. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) PT PNM (Persero) atau disingkat PNM merupakan

III- 2021 Semester

2. Syariah

1.5 Perkembangan Program Flagship OJK

1.5.1 Layanan Keuangan Tanpa Kantor (LAKU PANDAI)

LAKU PANDAI merupakan program penyediaan layanan keuangan melalui kerja sama dengan pihak lain (agen Bank) dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Layanan ini mendukung konsumen untuk memperoleh layanan keuangan tanpa harus mengunjungi cabang lembaga jasa keuangan. Selain tabungan berkarakteristik BSA,

agen LAKU PANDAI dapat mengajukan pengajuan kredit mikro, pembelian asuransi mikro, dan produk/

layanan keuangan lainnya seperti uang elektronik sepanjang agen LAKU PANDAI telah memenuhi klasifikasi tertentu sebagaimana diatur dalam ketentuan LAKU PANDAI. Dalam mendukung program pemerintah, agen LAKU PANDAI juga dapat digunakan sebagai agen penyalur Bantuan Sosial Non Tunai dan sarana pembayaran zakat untuk mendukung program Inklusi Zakat.

Tabel I-55 | Realisasi LAKU PANDAI

Data TW I-2022 TW II-2022

Agen Perorangan 1.468.094 1.512.838

Agen Badan Usaha 32.638 34.861

Total Agen 1.500.732 1.547.699

Agen yang melayani Layanan Keuangan Digital 1.356.213 1.396.651

Nasabah BSA 32.252.993 32.374.945

Nominal Tabungan BSA 1.789.186.495.707 1.431.252.386.513

Nasabah Kredit/Pembiayaan Mikro 165.448 165.541

Nominal Kredit/Pembiayaan Mikro 3.650.411.110.191 3.457.146.541.450

Bank Pelaksana 36 36

Provinsi 33 33

Kabupaten/Kota 512 512

Keterangan: Aplikasi Pelaporan Laku Pandai, penarikan 25 Juli 2022

1.5.2 Jangkau, Sinergi, dan Guideline (JARING)

Program JARING (Jangkau, Sinergi, dan Guideline) merupakan program inisiatif OJK dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pembiayaan sektor Kelautan dan Perikanan.

Sampai dengan triwulan II-2022, penyaluran kredit program JARING tercatat sebesar Rp42,98 triliun atau tumbuh 11,19% (yoy). Meskipun melambat dibandingkan pertumbuhan tahun lalu (15,29%

(yoy), Juni 2021) namun meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 10,99% (yoy).

Pertumbuhan tersebut terjadi pada semua subsektor dengan nominal kenaikan terbesar diantaranya pada subsektor budidaya dan perdagangan yang masing- masing tumbuh 20,33% (yoy) dan 10,39% (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan tertinggi terdapat pada subsektor jasa sarana produksi yang tumbuh 34,70% (yoy).

2022 Kredit JARING - LHS

44.000

16 18 43.000

42.000 14 41.000 12

10

39.000 6

37.000 2

40.000 8

38.000 4

36.000 0

% (miliar Rupiah)

Jun Sep Des

2021

Mar Jun

Grafik I-55 Perkembangan Kredit Kelautan dan Perikanan (JARING)

38.654 40.181 42.304 41.470 42.980

15,29

14,94

15,62

10,99 11,19

Kredit (% yoy) - RHS

Kualitas kredit JARING menunjukkan perbaikan, tercermin dari rasio NPL sebesar 4,46%, menurun dibandingkan posisi Juni 2021 sebesar 5,82%.

Perbaikan terdapat pada hampir semua subsektor kecuali subsektor penangkapan dengan rasio NPL yang naik menjadi 11,15%.

Tabel I-56 | NPL Kegiatan Usaha Kredit JARING Kegiatan Usaha

2021

(%) 2022

(%) yoy

(bps) Jun Mar Jun

Penangkapan 9,16 10,06 11,15 199

Budidaya 2,39 2,18 2,31 (8)

Jasa Sarana Produksi 3,80 2,39 2,64 (116) Industri Pengolahan 5,41 2,24 1,80 (360) Perdagangan 6,07 2,87 3,76 (232) NPL 5,82 4,10 4,46 (136)

1.5.3 Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

AUTP bertujuan untuk memberikan perlindungan dalam bentuk bantuan modal kerja kepada petani apabila terjadi kerusakan pertanian, serangan hama padi yang menyebabkan gagal panen.

Dalam rangka mendukung program pemerintah, OJK terlibat aktif dalam penyusunan Peraturan Menteri Pertanian tentang Asuransi Pertanian dan Pedoman Pengelolaan Bantuan Premi. OJK juga berperan serta dalam penyusunan kajian mengenai besaran premi, respon petani membayar premi, dan zona risiko asuransi. Dalam implementasinya, Kementerian BUMN telah menunjuk PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) sebagai pelaku AUTP.

AUTP diberikan untuk areal tanam padi seluas 1 juta ha lahan pertanian, dengan harga pertanggungan sebesar Rp6.000.000/ha. Suku premi asuransi diperkirakan sebesar 3% dari harga pertanggungan atau Rp180.000/ha/MT. Premi AUTP 80% ditanggung pemerintah dan 20% menjadi tanggungan petani.

Porsi premi AUTP beban pemerintah sebesar Rp150 miliar bersumber dari dana APBN.

Pada triwulan II-2022, terdapat perubahan jumlah target lahan dari Kementerian Pertaian dari yang sebelumnya 1 juta hektar menjadi 652.778 hektar.

Selain itu, terdapat penambahan jumlah provinsi dari yang sebelumnya 30 provinsi menjadi 31 provinsi.

Capaian jumlah lahan yaitu sebesar 90.124,78 hektar atau sebesar 13,81% dibandingkan dengan target sebanyak 652.778 hektar lahan. Capaian premi yaitu sebesar Rp16.222,46 juta. Di sisi lain, terdapat peningkatan klaim sebesar 20,78% pada Juni 2022 sebesar Rp6,19 miliar dibandingkan Mei 2022 sebesar Rp5,12 miliar. Rasio klaim pada triwulan II- 2022 sebesar 38,13%.

1.5.4 Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS)

Program AUTS adalah program pemberian ganti rugi kepada peternak apabila terjadi kematian pada sapi ternak. Pada triwulan II-2022, premi AUTS adalah sebesar Rp3,45 miliar, dengan rincian premi subsidi (80%) sebesar Rp2,76 miliar dan premi non subsidi (20%) sebesar Rp0,69 miliar. Jumlah sapi yang ditanggung melalui AUTS adalah sebanyak 17.241 ekor sapi atau 11,49% dari target 150 ribu ekor sapi di 30 provinsi. Sementara itu, capaian premi per Juni 2022 sebesar Rp3,45 miliar. Di sisi lain, capaian klaim yaitu sebesar Rp8,60 miliar atau meningkat sebesar 13,52% jika dibandingkan dengan Mei 2022 sebesar Rp7,58 milar. Rasio klaim AUTS adalah sebesar 249,52%

1.5.5 Bank Wakaf Mikro

Bank Wakaf Mikro merupakan lembaga keuangan mikro syariah (LKM syariah) yang fokus pada pembiayaan atau permodalan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga Keuangan formal serta berperan untuk memberdayakan komunitas di sekitar pesantren dengan pola pendampingan untuk mendorong pengembangan bisnis nasabah melalui pinjaman untuk kelompok bisnis masyarakat produktif. OJK bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSM Umat dan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK). LKM Syariah Bank Wakaf Mikro merupakan salah satu upaya untuk mengatasi ketimpangan dan kemiskinan di masyarakat serta diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan syariah.

Pada triwulan II-2022, terdapat 62 BWM yang beroperasi. Jumlah pembiayaan outstanding adalah Rp13,3 miliar. Akumulasi pembiayaan disalurkan sebanyak Rp82,4 miliar kepada 52.989 nasabah yang terbentuk dalam 4.506 Kelompok Usaha Masyarakat Sekitar Pesantren Indonesia (KUMPI).

1.5.6 Pembiayaan Ekonomi Kreatif

Dalam rangka meningkatkan Penyaluran Pembiayaan pada Sektor Produktif khususnya di sektor industri kreatif berorientasi ekspor dan UMKM serta mendukung Program Pemerintah dalam rangka meningkatkan pembiayaan ekspor pada ekonomi kreatif dan UMKM sebagai sumber pertumbuhan baru ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, Perusahaan Pembiayaan diharapkan juga melakukan pembiayaan di sektor ekonomi kreatif

tersebut. Total penyaluran pembiayaan di sektor ekonomi kreatif pada triwulan II-2022 adalah

sebesar Rp40,27 triliun dengan rincian sebagai berikut:

Tabel I-58 | Penyaluran Pembiayaan Sektor Pariwisata

Pembiayaan Sektor Pariwisata Nilai (Rupiah)

Penyediaan Akomodasi 4.260.855.373.063

Penyediaan Makanan dan Minuman 4.156.601.850.168

Jasa Transportasi Angkutan Kereta Api 277.331.452.804

Jasa Transportasi Angkutan Darat 2.167.199.944.323

Jasa Transportasi Angkutan Laut 701.405.841.955

Jasa Transportasi Angkutan Udara 166.146.788.039

Jasa Penyewaan Transportasi 3.693.231.609.887

Agen Perjalanan dan Jasa Reservasi Lainnya 2.204.461.600.045

Kegiatan Budaya 480.464.801.827

Kegiatan Olahraga dan Rekreasi 118.094.627.938

Barang Dagangan terkait dengan Pariwisata 11.036.204.561.007

Jasa terkait dengan Pariwisata 3.274.843.254.283

Produk Konsumsi Lainnya 3.334.210.616.445

Total 35.871.052.321.784

Tabel I-57 | Penyaluran Pembiayaan Ekonomi Kreatif

Pembiayaan Sektor Ekonomi Kreatif Nilai (Rupiah)

Arsitektur 892.368.749.741

Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, dan Desain Produk 2.693.818.881.324

Film, Animasi, dan Video 204.720.244.632

Fotografi 569.217.007.382

Kriya 13.729.544.737.832

Kuliner 11.914.741.758.634

Musik 406.506.060.223

Fashion 3.321.460.944.642

Aplikasi dan Game Developer 1.400.176.020.336

Penerbitan 1.206.806.245.512

Periklanan 1.638.871.945.753

Televisi dan Radio 734.983.161.870

Seni Pertunjukan 5.641.989.882

Seni Rupa 1.552.718.548.476

Total 40.271.576.296.239

1.5.7 Pembiayaan Sektor Pariwisata

Sejak pemerintah menetapkan pariwisata menjadi sektor unggulan untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia, OJK turut mendukung kebijakan pemerintah tersebut melalui kemudahan pembiayaan pengembangan industri pariwisata. Melalui Kebijakan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional, OJK berupaya untuk meningkatkan kontribusi lembaga jasa keuangan dalam pembiayaan sektor prioritas yang salah satunya adalah sektor pariwisata. OJK dan Industri Jasa Keuangan akan memfasilitasi

kebutuhan pembiayaan di industri pariwisata, seperti pembangunan infrastruktur daerah wisata dan penyediaan pembiayaan untuk UMKM sektor pariwisata. Pengembangan sektor pariwisata diharapkan dapat mempercepat penerimaan devisa yang pada gilirannya dapat akan berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Nilai outstanding pembiayaan yang disalurkan oleh Perusahaan Pembiayaan untuk sektor pariwisata pada triwulan II-2022 adalah sebesar Rp35,87 triliun dengan rincian sebagai berikut:

2

Tinjauan Operasional

Sektor Jasa Keuangan

Edukasi dan Perlindungan Konsumen Pengembangan Pengaturan

• Penerbitan 5 POJK (1 bidang Pasar Modal, 3 bidang IKNB, dan 1 bidang EPK) dan 3 SEOJK (2 pengawasan Perbankan dan 1 pengawasan Pasar Modal)

• Transformasi Pengaturan Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan

• Penerbitan 1 SPRINDIK, 4 Pelimpahan Berkas Perkara kepada Kejaksaan Republik Indonesia, dan 5 Berkas Dinyatakan Lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Republik Indonesia

• Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan usaha sebanyak 27 Entitas investasi ilegal dan 205 Entitas fintech peer to peer lending tanpa izin OJK

• Penandatanganan Exchange of Letter (EoL) dengan Japan Financial Services Agency (JFSA) dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Australian Prudential Regulation Authority (APRA)

• Penyusunan Pedoman Internal Pengawas Bank dan Arah Strategi Pengawasan Bank

• Implementasi OJK BOX (OBOX) pada BPR dan BPRS

• Laporan Pelaksanaan Pengembangan Sustainable Finance (Green Bond) Ecosystem di Pasar Modal Indonesia

• Penyediaan Core System Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah

• 85 Penyelenggara IKD pada 15 Klaster Model Bisnis

• FGD Pengembangan SupTech dan RegTech di Indonesia

• Eastern Indonesia Financial Innovation Lab (EIFIL) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK)

• Internalisasi National Risk Assessment (NRA) dan Sectoral Risk Assessment (SRA) serta Tindak Pidana Asal (TPA) Berisiko dalam Rangka Penguatan Pengawasan Program APU PPT

• Pengukuhan 2 TPAKD di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Barito Timur

• Penyusunan Laporan Implementasi TPAKD Tahun 2021

• Penyusunan Generic Model Skema Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) Pariwisata

• Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu Tahun 2022

• Pelaksanaan lima Kegiatan Edukasi Keuangan Konvensional yang Menjangkau 3.120 Peserta

• Penyelesaian 430 Sengketa Sektor Jasa Keuangan melalui LAPS

Dalam dokumen OJK - Laporan Triwulan II 2022.pdf (Halaman 66-71)