88 Partahanan tambunan. Dakwaan Jaksa : Primer : diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsider : diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Amar Putusan Inkracht : Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi II/ Terdakwa : Gayus Halomoan Partahanan tambunan, Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I : Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung RI : Masa bakti Terdakwa masi relative singkat yaitu 4 Tahun, sehingga tidak ada pengabdian selaku Abdi Negara selain itu hanya memanfaatkan kelemaahan system di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak untuk kepentingan pribadi, Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit di persidangan, Terdakwa sama sekali tidak menyesali perbuatannya bahkan selama proses persidangan dan dalam masa penahanan, Terdakwa justru mengulangi perbuatannya dengan menyuap aparat hukum demi kepentingan pribai, memperhatikan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999, UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, UU No.48 Tahun 2009, UU No.8 Tahun 1981 dan UU No.14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004, dan Perubahan kedua dengan UU No.3 Tahun 2009 serta Perundang- undangan lain yang bersangkutan.
89 dibutuhkan untuk pengembangan dan pembahasan ilmu hukum di Indonesia secara khusus tindak pidana korupsi yang pada saat ini kiranya dapat menjadi referensi bagi para Hakim-hakim yang memutus perkara Tindak Pidana Korupsi, didalam menganalisa putusan-putusan ini yang terutama kita lihat pertimbangan- pertimbangan hukumnya dalam suatu perkara yang sudah diputus Inkracht dan melihat terhadap Sifat Melawan Hukum terdapat dalam kasus-kasus tersebut sejauh manakah para Hakim tersebut untuk menjatuhkan sanksi hukumnya didalam putusan-putusan yang dapat dilihat pada Amar putusannya Majelis Hakim tersebut.
KESIMPULAN
1. Para Hakim daerah-daerah maupun mahkamah Agung penerapan perbuatan melawan secara materiel di dalam putusan-putusan dalam tindak pidana korupsi masih banyak dipergunakan di dalam pertimbangan-pertimbangan hukumnya berdasarkan potret peneliti dalam pengkajian putusan-putusan Mahakamah Agung yang sudah Inkrack masih banyak dipergunakan sebelum adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 tanggal 25 Juli 2006 dan sesudah adanya putusan tersebut ternyata para hakim masih mempergunakan sifat melawan hukum secara materiel di dalam pertimbangannya tetapi berpedoman kepada yurisprudensi Mahkamah Agung,
2. Para Hakim selalu di dalam sidang menangani tindak Pidana korupsi tidak lepas berdasarkan fakta-fakti dan bukti-bukti dalam persidangan,
3. Berdasarkan penelitian ini kami memotret bahwa belum ada keseragaman dalam memutus tindak pidana korupsi apakah itu sifat perbuatan hukum secara formil maupun materiel, tidak ada keseragaman maka sebaiknya pimpinan Mahkamah Agung RI membuatkan suatu peraturan berupa PERMA atau berdasarkan peraturan-peraturan yang lain,
4. Sebaiknya karena penelitian ini menarik untuk Tahun 2014 sebaiknya diadakan penelitian lapangan atau empiris, karena di
90 dalam putusan pidana Mahkamah Agung yang susah Inkrack di dalamnya tidak ada putusan PN maupun PT.
91 DAFTAR PUSTAKA
Achmad Ali, “Dari Formal Legalistik ke Delegalitas” dalam Wajah hukum Di Era Reformasi: Kumpulan Karya Ilmiah Menyambut 70 Tahun Prof Dr. Satjipto Raharjo S.H., Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000.
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional, Jakarta: Pusat Pendidikan dan Latihan BPKP, 1999.
Campbell, Black, Henry., Black‟s Law Dictionary With Pronounciations, St. Paul Minn: West Publishing, 1983.
Danil, Elwi, (ed)2, KORUPSI:” Konsep, Tindak Pidana, dan Pemberantasannya”, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2012.
Dupount, Lieven., Beginselen van behoortijke Strafrechtsbsdeling, Uitgeverij Kluwer, Antwerpen, 1979, ________,Handbook Belgisch,Acco Leuven/Amesfoort, 1990,
Emong Sapardjadja, Komariah, “Ajaran Sifat Melawan Hukum Materiel dalam Hukum Pidana di Indonesia” dalam PRISMA No.7, Juli 1995.
Engelbrecht, E.M.L., Kitab-kitab Undang-undang, Undang-undang dan Peraturan-peraturan serta Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia., A.W. Sijthoff, Leiden, 1953.
Enshede Ch. J. Beginselen van strafrecht,zesde druk, bewerkt door C.F. Ruter, en S.A.M. Stolwijk, Klewer, Deventer, 1987.
________, Ajaran Sifat melawan Hukum Materiel Dalam Hukum Pidana Indonesi, Bandung, 2001
92 Hamzah, Andi, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan
Perkembangannya, Sofmadia, tahun 2012.
________, Korupsi Indonesia Masalah dan Pemecahaannya, Jakarta,Gramedia, 1986.
Hofmann, L.C., Met Nedsrlandsh Vsrbintenissenrscht, oerst deal, Daal-gemene leer der verbintenissen, tweeds druk, J.B Welters, Batavia, 1932.
Huijbers, Theo,OSC., Filsafat hukum dalam Lintasan Sejarah, Yayasan Kanisius, Yogyakarta, 1982.
Seno Adji, Indriyato, dalam “Analisis Penerapan Asas Perbuatan Melawan Hukum Materiel dalam Perpektif Hukum pidana di Indonesia (Tinjauan Kasus terhadap Perkembangan Tindak Pidana Korupsi”,Tesis Magister Hukum pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta, 1996.
Klitgaard, Robert, et.al., Penuntun Pemberantasan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah, diterjamahkan oleh Masri Maris, Jakarta:
Yayasan Obor dan Partnership for Governance reform in Indonesia
________, Membasmi Korupsi, diterjemahkan oleh Hermoyo, Jakarta:
Yayasan Obor, 1998.
Kusumaatmadja, Mochtar, fungsi dan Perkembangan Hukum dalam Pembangunan Nasional, Lembaga penelitian Hukam dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, tidak bertahun.
93 ________, Hukum, Masyarakat dan Pembinaan Hukum nasional, Suatu uraian tentang landasan Pikiran, Pola dan Mekanisme Pembaharuan Hukum di Indonesia, Binacipta, Bandung, 1976.
Lee Rance P. (ed), Corruption and Its Control in Hong Kong:
Situation up to the Late Seventies, Hong Kong: The Chenese University Press, 1981.
Lie Oen Hoek, Jurisprudensi sebagai Sumber Hukum, Pidato diucapkan pada waktu Pengresmian Pemangkuan Djabatan Guru Besar Luar Biasa dalam Ilmu Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia pada Fakultas Hukum Pengetahuan Masyarakat dari Universitas Indonesia di Djakarta, pada tanggal 19 September 1959.
Loqman, Loebby, Beberapa Ikhwal di dalam Undang-undang No. 3, tahun 1971 tentang Pidana Korupsi, Jakarta: Datacom, 1991.
________, Delik Politik di Indonesia, Jakarta: Ind-Hill Co., 1993.
Lubis, Muchtar dan James C. Scott (ed.), Bunga Rampai Korupsi, Jakarta: LP3ES, 1988.
________, Kemajuan Pembangunan Ekonomi dan Kejahatan, Jakarta:
Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia, 1994.
________, Pembaruan Hukum Pidana, Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia, 1995.
Mahkamah Agung RI, Putusan Salinan resmi, tanggal 15 Desember 1983.
Notohamidjojo, dikutip oleh Theo Huijbers OSC, Filsafat hukum, Kanisius, Yogyakarta, 1990.
94 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Salinan resmi putusan
No.820/PDT.G/1988 PN.JKT.PST.
Oemar Seno Adji, Hukum Pidana dan Perkembangan, Sinar Baru, Bandung, 1983.
________, KUHP Sekarang, Erlangga, Jakarta, 1985.
________, dalam Albert Hasibuan (ed), 2 Guru Besar Berbicara tentang Hukum, Alumni, Bandung, 1985).
Prassel, Frank R., Criminal Law, Justice, and Society, Goodyear Publishing Company Inc, Santa monica California, 1979.
Qroenhuijsen, M.S. Straf en wet, Pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana pada Universitas Katolik, Gouda Quint. Arnhem, Jumat, 6 November 1987.
Sahetapy, J.E., Ancaman Pidana mati Terhadap Pembunuhan Berencana, disertai, Alumni, Bandung, 1979.
Saleh, Ruslan, Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana:
dua Pengertian Dasar dalam Hukum Pidana, Aksara baru, Jakarta, 1983.
________, Sifat Melawan Hukum Dari Perbuatan Pidana, Aksaara Baru, Jakarta, 1986.
________, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan Penjelasannya, Aksara Baru, Jakarta, 1987.
Schaffmeister, D. “Verhaltenorm und Strafrecht”, Ad personam, Opstellen aangeboden aan prof. mr. Ch.J. Enschede, W.E.J.
Tjeenk Willink, Zwolle 1981.
95 ________, Hukum Pidana, diterjemahkan oleh J.E Sahetapy, Jakarta:
Konsorsium Ilmu Hukum, 1995.
Sidharta, Arief, B., Filsafat hukum Mazhab dan Refleksinya, disunting oleh Lili Rasjidi dan Arief Sidharta, Remaja karya, Bandung,1989.
Subekti, dan R. Tjitrosudubio, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, cetakan ketiga, Pradnya Paramita, Jakarta, 1960.
Sudarto, Hukum Pidana dan Perkembangan Masyarakat,: Sinar Baru, Bandung, 1983.
Suijling, J. Ph., Hak-hak Subjektif dalam Hukum Perdata dan Hukum Publik Positif, diterjemahkan oleh R. Hoesein Soemerdiredja, Armico, Bandung, 29 Februari 1985.
The United National, Congress Report on The Prevention of Crime and the Treatment of Offenders, New York: United Nations, 1971.
________, The United Nations and Crime Prevention, New York:
United Nations, 1996.
van Eikama Hommes H.J., De materiele wederrechtlijkheid in het strafrecht, dalam Strafrecht in perspektief, Gouda Quint B.V., Arnhem, 1980.
van Veen, Th. W., Ontbreken van materiele wederrechtelijkheid (1), Delikt en Delinkwsnt (voorzetting tijdschrift voor Stafrecht), Gouda Quint 6.V., 1975.
Majalah dan Jurnal Hukum
Guse Prayudi Hakim PN Klas IB Poso Majalah Hukum Tahun ke XXII No.254 Varia Peradilan 2007.
96