• Tidak ada hasil yang ditemukan

K. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

1. Putusan Kasasi

PUTUSAN TAHUN 2005 No No. Reg.

Perkara Mahkamah

Agung RI

Terdakwa Amar

Putusan Inkracht

Pertimbangan Hukum Majelis

Mahkamah Agung RI

Nama Dakwaan

Jaksa 1 Nomor :

1416 K/Pid/2005

1. Robama, ST Bin Cik Awin 2. Zirkasi

Bin Zakaria

Primer:

diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU No.20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP Subsider : diancam pidana dalam pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi terdakwa,

Unsur kerugian Negara tidak terbukti karena proyek dapat diselesaikan sekalipun terlambat ± 2 bulan, dengan alasan

keterlambatan material, kondisi alam yang tidak menguntungkan, pemindahan jalan dan tiang listrik.

Analisis Tabulasi dan Putusan

Dalam hal analisis putusan tersebut perlu dijelaskan mengenai dakwaan Jaksa Penuntut Umum sampai dengan amar putusan yang telah Inkracht.

Seperti antara lain Nomor Register Perkara Mahkamah Agung Nomor:

1416 K/Pid/2005 Nama terdakwa Robama, ST Bin Cik Awin dan Zirkasi Bin Zakaria dakwaan Jaksa Primer: diancam pidana dalam

75 pasal 2 ayat (1) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU No.20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsider : diancam pidana dalam pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Tuntutan Jaksa Menyatakan terdakwa 1 dan terdakwa 2 telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakuakan Tindak Pidana korupsi secara bersama-sama, pidana penjara masing- masing selama 4 (empat) tahun dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar perintah Terdakwa tetap ditahan, membayar denda masing-masing Rp. 50.000.000,- subsidair 3 (tiga) bulan kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp.

444.359.018,22 yang masing-masing ditanggung secara bersama-sama antara terdakwa 1 dan terdakwa 2 dan jika para terdakwa tidak membayar uang pengganti dipidana dengan penjara masing-masing selama 6 (enam) bulan, menyatakan barang bukti berupa; uang tunai Rp. 599.500.000,- dst. Amar putusan Inkracht Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi terdakwa. Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung Republi Indonesia bahwa proyek pemasangan turap penahan badan jalan dilakukan akhir tahun anggaran yang harus selesai dalam jangka waktu 34 hari (kontrak kerja mulai 15 November 2003 sampai dengan 19 Desember 2003), bahwa ternyata pada tanggal 19 Desember 2003 tersebut proyek belum dapat diselesaikan, yang disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut; keterbatasan material, kondisi alam yang tidak menguntungkan, pemindahan jalan dan tiang listrik.

Atas keterlambatan tersebut dikandung resiko uang proyek harus dikembalikan ke pusat, yang akan berakibat proyek akan terhenti, karena itu diambil upaya untuk menyelamatkan proyek dengan membuat berita acara fiktif yang isinya seolah-olah proyek selesai 100%, sementara itu pekerjaan tetap dilanjutkan dan selesai bulan Februari 2004. Berdasarkan hal-hal tersebut terbukti ada perbuatan melawan hukum yaitu pembuatan berita fiktif sehingga uang proyek dibayar lunas, tetapi keuangan Negara tidak dirugikan karena proyek dapat diselesaikan sekalipun terlambat ± 2 bulan.

76 PUTUSAN TAHUN 2006

No

No. Reg.

Perkara Mahkamah

Agung RI

Terdakwa

Amar Putusan Inkracht

Pertimbangan Hukum Majelis

Mahkamah Agung RI

Nama Dakwaan

Jaksa 1 Nomor :

243 K/Pid/2006

1. Drs. Abdul Wahab H, M. Said 2. Muhammad

Saleh H. M.

Said

Primer : diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 17 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b jo pasal 18 ayat (2) jo Pasal 18 ayat (3) UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsider : diancam pidana dalam Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 17 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b jo pasal 18 ayat (2) jo Pasal 18 ayat (3) UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Menolak permohonan kasasi terdakwa 1 dan 2

Keberatan tidak dibenarkan, karena PT tidak salah

menerapkan hukum, keberatan tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan keberatan tidak dapat

dipertimbangkan dalam

pemeriksaan pada tingkat kasasi,

pemeriksa dalam tingkat kasasi hanya berkenan dengan tidak diterapkan suatu peraturan hukum. Pasal 253 Kitab UU Hukum acara Pidana (UU No.8 Tahun 1981) jo UU No.5 Tahun

77 Korupsi jo

Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,

2004,

Analisis Tabulasi dan Putusan

Dalam hal analisis putusan tersebut perlu dijelaskan mengenai dakwaan Jaksa Penuntut Umum sampai dengan amar putusan yang telah Inkracht.

Seperti antara lain Nomor Register Perkara Mahkamah Agung Nomor : Nomor : 243 K/Pid/2006, Nama terdakwa Drs. Abdul Wahab H, M.

Said Muhammad Saleh H. M. Said, Dakwaan Jaksa Primer : diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 17 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b jo pasal 18 ayat (2) jo Pasal 18 ayat (3) UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsider : diancam pidana dalam Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 17 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b jo pasal 18 ayat (2) jo Pasal 18 ayat (3) UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Amar Putusan Inkracht : Menolak permohonan kasasi terdakwa 1 dan terdakwa 2, Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung RI : Keberatan tidak dibenarkan, karena PT tidak salah menerapkan hukum, keberatan tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan keberatan tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, pemeriksa dalam tingkat kasasi hanya berkenan dengan tidak diterapkan suatu peraturan hukum. Pasal 253 Kitab UU Hukum acara Pidana (UU No.8 Tahun 1981) jo UU No.5 Tahun 2004.

78 PUTUSAN TAHUN 2007

No

No. Reg.

Perkara Mahkamah

Agung RI

Terdakwa

Amar Putusan Inkracht

Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung

RI Nama Dakwaan Jaksa

1 Nomor : 452K/Pid.S us/2007

Dr. (HC) H.Sunardi Ayub, SH.

Primer : diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (2), (3) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsider : diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (2), (3) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Mengabul kan permohon an kasasi / terdakwa

Alasan-alasan kasasi dapat dibenarkan, karena Judex Factie Pengadilan Tinggi Mataram telah salah di dalam menerapkan hukum atau menerapkan tidak sebagai mestinya, karena

penyusunan, pembahasan RAPBD Propinsi NTB Tahun 2001 yang ternyata memperoleh persetujuan Gubernur Propinsi NTB

79 Analisis Tabulasi dan Putusan

Dalam hal analisis putusan tersebut perlu dijelaskan mengenai dakwaan Jaksa Penuntut Umum sampai dengan amar putusan yang telah Inkracht.

Seperti antara lain Nomor Register Perkara Mahkamah Agung Nomor : 452K/Pid.Sus/2007, Nama Terdakwa : Dr. (HC) H. Sunardi Ayub, SH. Dakwaan Jaksa : Primer : diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (2), (3) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsider : diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (2), (3) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Amar Putusan Inkracht : Mengabulkan permohonan kasasi / terdakwa. Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung RI : Alasan-alasan kasasi dapat dibenarkan, karena Judex Factie Pengadilan Tinggi Mataram telah salah di dalam menerapkan hukum atau menerapkan tidak sebagai mestinya, karena penyusunan, pembahasan RAPBD Propinsi NTB Tahun 2001 yang ternyata memperoleh persetujuan Gubernur Propinsi NTB.

PUTUSAN TAHUN 2008 No

No. Reg.

Perkara Mahkamah

Agung RI

Terdakwa

Amar Putusan Inkracht

Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung

RI Nama Dakwaan Jaksa

1 Nomor : 1481K/Pid.S us/2008

Tony Wong alias Tony Wiranto alias Tony Wuryanto alias Ng Tong Suan bin Alex Ng

Primer : diancam Pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang

Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : Jaksa/

Penuntut Umum pada

Terdakwa melakukan perbuatannya disaat Pemerintah sedang gencar- gencarnya

memerangi Tindak

80 Pemberantasan

Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001,

Subsider:

diancam pidana dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a UU No.20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Kejaksaan Negeri Ketapang

Pidana Korupsi, secara tilak langsung

mengganggu pembangunan daerah dari dana yang seharusnya disetorkan ke Pemerintah cq.

Menteri Kehutanan, berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan, sehingga mempersulit jalannya

persidangan, Pasal 2 ayat (1) UU No.31 tahun 1999 tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001, UU No.8 Tahun 1981, UU No.4 Tahun 2004, UU No.14 Tahun 1985, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.5 Tahun 2004, dan UU serta peraturan lain yang bersangkutan.

81 Analisis Tabulasi dan Putusan

Dalam hal analisis putusan tersebut perlu dijelaskan mengenai dakwaan Jaksa Penuntut Umum sampai dengan amar putusan yang telah Inkracht.

Seperti antara lain Nomor Register Perkara Mahkamah Agung Nomor : 1481K/Pid.Sus/2008. Nama Terdakwa : Tony Wong alias Tony Wiranto alias Tony Wuryanto alias Ng Tong Suan bin Alex Ng.

Dakwaan Jaksa : Primer : diancam Pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001, Subsider : diancam pidana dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a UU No.20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak. Amar Putusan Inkracht : Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Ketapang.

Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung RI : Terdakwa melakukan perbuatannya disaat Pemerintah sedang gencar-gencarnya memerangi Tindak Pidana Korupsi, secara tilak langsung mengganggu pembangunan daerah dari dana yang seharusnya disetorkan ke Pemerintah cq. Menteri Kehutanan, berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan, sehingga mempersulit jalannya persidangan, Pasal 2 ayat (1) UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001, UU No.8 Tahun 1981, UU No.4 Tahun 2004, UU No.14 Tahun 1985, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.5 Tahun 2004, dan UU serta peraturan lain yang bersangkutan.

PUTUSAN TAHUN 2009 No

No. Reg.

Perkara Mahkamah

Agung RI

Terdakwa

Amar Putusan Inkracht

Pertimbangan Hukum Majelis

Mahkamah Agung RI

Nama Dakwaan

Jaksa 1 Nomor : 448

K/Pid.Sus/2009 Drs.

Mohammad Sjuaib, Msi

Primer : diancam pidana dalam Pasal 3 UU RI No.31 Tahun

Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi :

Pemohon Kasasi tidak dapat membuktikan bahwa putusan tersebut adalah

82 1999

sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Subsider : Terdakwa bersalah melakukan perbuatan yang didakwa Pasal 3 UU RI No.31 Tahun 1999

sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan karena itu Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana.

Jaksa/

Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sampang

merupakan pembebasan yang tidak murni, karena pemohon kasasi tidak dapat mengajukan alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar pertimbangan mengenai dimana letak sifat tidak murni dari putusan bebas tersebut, Memperhatikan Pasal-pasal dari UU No.4 Tahun 2004, UU No.8 Tahun 1981, UU No.14 Tahun 1985

sebagaimana yang telah diubah dengan UU RI No.3 Tahun 2009 tentang

Perubahan kedua atas UU No.14 Tahun 1985 tentang

MA serta

Perundang- undangan lain yang

bersangkutan.

83 Analisis Tabulasi dan Putusan

Dalam hal analisis putusan tersebut perlu dijelaskan mengenai dakwaan Jaksa Penuntut Umum sampai dengan amar putusan yang telah Inkracht.

Seperti antara lain Nomor Register Perkara Mahkamah Agung Nomor : 448 K/Pid.Sus/2009. Nama Terdakwa : Drs. Mohammad Sjuaib, Msi. Dakwaan Jaksa : Primer : diancam pidana dalam Pasal 3 UU RI No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Subsider : Terdakwa bersalah melakukan perbuatan yang didakwa Pasal 3 UU RI No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan karena itu Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana. Amar Putusan Inkracht : Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi : Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sampang.

Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung RI : Pemohon Kasasi tidak dapat membuktikan bahwa putusan tersebut adalah merupakan pembebasan yang tidak murni, karena pemohon kasasi tidak dapat mengajukan alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar pertimbangan mengenai dimana letak sifat tidak murni dari putusan bebas tersebut, Memperhatikan Pasal-pasal dari UU No.4 Tahun 2004, UU No.8 Tahun 1981, UU No.14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dengan UU RI No.3 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas UU No.14 Tahun 1985 tentang MA serta Perundang-undangan lain yang bersangkutan.

PUTUSAN TAHUN 2010 No

No. Reg.

Perkara Mahkamah

Agung RI

Terdakwa

Amar Putusan Inkracht

Pertimbangan Hukum Majelis

Mahkamah Agung RI Nama Dakwaan Jaksa

1 Nomor : 1461 K/Pid.Sus/2010

Drs.

Musyafak Ro‟uf

Primer : diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf a UU No.31 Tahun

Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi :

Judex Factie sudah tepat dalam

pertimbangannya, selain itu Jaksa

84 1999 Tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

sebagaimana

diubah dan

ditambahkan dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UUNo.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,

Subsider : diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a UU No.31 Tahun 1999 tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa/

Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya

Penuntut Umum tidak dapat membuktikan bahwa Putusan Judex Factie adalah putusan yang tidak murni, Perbuatan Terdakwa dapat merusak citra dan wibawa Lembaga Dewan

Perwakilan Rakyat,

khususnya DPRD kota Surabaya, dilakukan saat Pemerintah RI dan berbagai elemen

masyarakat komitmen memberantas segala bentuk korupsi di Indonesia.

85 Analisis Tabulasi dan Putusan

Dalam hal analisis putusan tersebut perlu dijelaskan mengenai dakwaan Jaksa Penuntut Umum sampai dengan amar putusan yang telah Inkracht.

Seperti antara lain Nomor Register Perkara Mahkamah Agung Nomor : 1461 K/Pid.Sus/2010. Nama Terdakwa : Drs. Musyafak Ro‟uf.

Dakwaan Jaksa : Primer : diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf a UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambahkan dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UUNo.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsider : diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Amar Putusan Inkracht : Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya. Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung RI : Judex Factie sudah tepat dalam pertimbangannya, selain itu Jaksa Penuntut Umum tidak dapat membuktikan bahwa Putusan Judex Factie adalah putusan yang tidak murni, Perbuatan Terdakwa dapat merusak citra dan wibawa Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat, khususnya DPRD kota Surabaya, dilakukan saat Pemerintah RI dan berbagai elemen masyarakat komitmen memberantas segala bentuk korupsi di Indonesia.

PUTUSAN TAHUN 2011

No

No. Reg.

Perkara Mahkamah

Agung RI

Terdakwa

Amar Putusan Inkracht

Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah

Agung RI

Nama Dakwaan

Jaksa 1 Nomor : 1198

K/Pid.Sus/2011 Gayus Halomoan

Primer : diancam

Menolak permohonan

Masa bakti Terdakwa masi

86 Partahanan

tambunan

pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18

ayat UU

No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP, Subsider : diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat

kasasi dari Pemohon Kasasi II/

Terdakwa : Gayus Halomoan Partahanan tambunan, Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I : Jaksa/

Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

relative singkat yaitu 4 Tahun, sehingga tidak ada

pengabdian selaku Abdi Negara selain itu hanya memanfaatkan kelemaahan system di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak untuk

kepentingan pribadi, Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit- belit di persidangan, Terdakwa sama sekali tidak

menyesali perbuatannya bahkan selama proses persidangan dan dalam masa

penahanan, Terdakwa justru mengulangi perbuatannya dengan menyuap aparat hukum

87 (1) ke-1

KUHP.

demi kepentingan pribai, memperhatikan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999, UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, UU No.48 Tahun 2009, UU No.8 Tahun 1981 dan UU No.14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan UU No.5 Tahun 2004, dan Perubahan kedua dengan

UU No.3

Tahun 2009 serta

Perundang- undangan lain yang

bersangkutan.

Analisis Tabulasi dan Putusan

Dalam hal analisis putusan tersebut perlu dijelaskan mengenai dakwaan Jaksa Penuntut Umum sampai dengan amar putusan yang telah Inkracht.

Seperti antara lain Nomor Register Perkara Mahkamah Agung Nomor : 1198 K/Pid.Sus/2011. Nama Terdakwa : Gayus Halomoan

88 Partahanan tambunan. Dakwaan Jaksa : Primer : diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsider : diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Amar Putusan Inkracht : Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi II/ Terdakwa : Gayus Halomoan Partahanan tambunan, Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I : Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Pertimbangan Hukum Majelis Mahkamah Agung RI : Masa bakti Terdakwa masi relative singkat yaitu 4 Tahun, sehingga tidak ada pengabdian selaku Abdi Negara selain itu hanya memanfaatkan kelemaahan system di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak untuk kepentingan pribadi, Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit di persidangan, Terdakwa sama sekali tidak menyesali perbuatannya bahkan selama proses persidangan dan dalam masa penahanan, Terdakwa justru mengulangi perbuatannya dengan menyuap aparat hukum demi kepentingan pribai, memperhatikan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999, UU No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, UU No.48 Tahun 2009, UU No.8 Tahun 1981 dan UU No.14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004, dan Perubahan kedua dengan UU No.3 Tahun 2009 serta Perundang- undangan lain yang bersangkutan.

Dokumen terkait