• Tidak ada hasil yang ditemukan

APA NAMAKU?

Dalam dokumen MODUL KESPRO LUAR SEKOLAH 260122 (Halaman 155-161)

Namaku?Apa

Tim A

Tim B

Tim C

Nilai grup A:

Nilai grup B:

Nilai grup C:

...

o Anggapan bahwa membicarakan organ reproduksi itu tabu, menyebabkan perhatian yang kurang dalam menjaga kesehatannya. Oleh karena itu membuka diskusi mengenai hal ini akan menumbuhkan pemahaman yang lebih baik.

o Pengenalan mengenai organ reproduksi akan mendorong remaja untuk lebih memahami tubuhnya dan melakukan upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya.

12. Fasilitator melakukan evaluasi.

Lembar Kerja Kegiatan

Panduan Fasilitator:

GAME “APA NAMAKU?”

Sambil membacakan pertanyaan, fasilitator dapat menampilkan gambar organ reproduksi.

Pertanyaan:

Seluruh pertanyaan diawali dengan “Apa Namaku”?

1. Aku merupakan alat kelamin perempuan

2. Aku merupakan bagian organ reproduksi perempuan yang berada di bagian bawah rahim bagian luar

3. Aku merupakan tempat janin berkembang 4. Aku merupakan penghasil sel telur (ovum) 5. Aku merupakan saluran telur

6. Aku sering disebut dengan buah zakar atau pelir.

Tuba Fallopii Ovarium

Uterus

Cerviks

Uretra Vagina

Kantung Kemih Vas Deferens

Kelenjar Prostat

Penis

Uretra

Testis

Skrotum

Jawaban:

1. Vagina

2. Leher rahim (cerviks) 3. Uterus (rahim)

4. Ovarium (Indung Telur) 5. Tuba Fallopi (saluran Telur) 6. Testis

7. Uretra (Lubang Penis) 8. Penis

9. Vas Deferens (Saluran sperma) 10. Scrotum

Alternatif Kegiatan lain:

1. Menonton film organ reproduksi laki-laki dan perempuan 2. Menjelaskan dengan Celemek organ

3. Kartu organ reproduksi

7. Aku adalah saluran keluarnya air seni, dan saluran keluarnya semen yang mengandung sperma

8. Aku adalah saluran/lubang penis untuk mengeluarkan sperma dan air seni

9. Aku adalah saluran yang menyalurkan sperma

10. Aku merupakan kantung kulit yang melindungi testis, berwarna gelap dan berlipat lipat.

SESI 3. MENSTRUASI DAN MIMPI BASAH

Pendahuluan

Salah satu hal yang cukup signifikan pada masa pubertas adalah mulai terjadinya menstruasi pada remaja perempuan dan mimpi basah pada remaja laki-laki. Kedua hal ini dianggap sebagai penanda utama bahwa seseorang telah memasuki masa menuju kedewasaan. Remaja perlu dibekali pengetahuan dan persiapan dalam menghadapi perubahan ini. Informasi yang akurat dan lengkap akan membantu remaja melewati masa-masa pubertas dengan lebih baik, tanpa kekhawatiran ataupun rasa bersalah.

Dengan demikian, remaja diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih sehat dan berbahagia.

Tujuan

1. Remaja memahami proses terjadinya menstruasi dan mimpi basah

2. Remaja memiliki pengetahuan mengenai manajemen kebersihan menstruasi 3. Remaja mengetahui mitos dan fakta seputar menstruasi

Kegiatan

Alokasi waktu: 60 menit

1. Pengantar 5 menit

2. Kegiatan 15 menit

Pilihan 1: Pengalaman pertamaku (batas bawah usia 7 tahun) Pilihan 2: Pojok Informasi (batas bawah usia 13 tahun)

Pilihan 3: Lingkaran Mitos dan Fakta (batas bawah usia 16 tahun)

3. Materi Menstruasi dan MImpi basah 10 menit

4. Tanya Jawab 10 menit

5. Kesimpulan dan Refleksi 10 menit

6. Evaluasi Kegiatan 10 menit

Media dan Alat Bantu

1. Bahan tayang

2. Proyektor (bila memungkinkan) apabila tidak, dapat menggunakan bahan ajar yang di fotocopy

3. Ballpoint

Langkah dan Kegiatan

Pilihan 1. “Pengalaman Pertamaku”

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai menstruasi dan mimpi basah.

3. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

4. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

5. Fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi “Pengalaman Pertamaku”.

6. Fasilitator dapat membagi peserta ke dalam kelompok.

7. Fasilitator membacakan atau menuliskan kasus “Pengalaman Pertamaku”:

Kelompok 1.

Menstruasi

Mona, remaja perempuan berusia 11 tahun, sangat kaget ketika melihat ada noda darah di pakaian dalamnya. Ternyata Mona mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya, Mona bingung walaupun tahu ada beberapa orang temannya yang sudah mendapatkan menstruasi lebih dulu.

Bahan diskusi:

1. Apa yang harus dilakukan oleh Mona?

2. Kepada siapa saja Mona dapat bercerita mengenai pengalamannya?

3. Apa saja yang Mona butuhkan untuk menjalani proses menstruasinya?

Kelompok 2.

Mimpi Basah

Rosan, remaja laki-laki berusia 11 tahun, sangat kaget ketika pagi-pagi mendapati pakaian dalamnya basah tapi bukan karena ngompol. Rosan bingung dan malu harus berbicara dengan siapa, dalam hatinya Rosan mengira-ngira mungkin ini yang disebut “mimpi basah” yang pernah diceritakan oleh temannya.

Batas bawah usia:

7 tahun

Bahan diskusi:

1. Apa yang harus dilakukan oleh Rosan?

2. Kepada siapa saja Rosan dapat bercerita mengenai pengalamannya?

8. Peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok.

9. Fasilitator membahas hasil diskusi kelompok:

Kasus 1. Menstruasi

1. Apa yang harus dilakukan oleh Mona?: segera mencari pembalut, mencari toilet dan menggunakan pembalut, mendapatkan informasi mengenai menstruasi.

2. Kepada siapa saja Mona dapat bercerita mengenai pengalamannya?: kepada teman yang dapat dipercaya atau orang dewasa.

3. Apa saja yang Mona butuhkan untuk menjalani proses menstruasinya?

Mendapatkan dukungan berupa informasi, dan manajemen kebersihan menstruasi, misalnya ketersediaan toilet dan air yang cukup dan cara membuang pembalut.

Kasus 2. Mimpi Basah

1. Apa yang harus dilakukan oleh Rosan?: segera mandi dan membersihkan diri, mencari informasi mengenai mimpi basah.

2. Kepada siapa saja Rosan dapat bercerita mengenai pengalamannya?: kepada teman yang dapat dipercaya atau orang dewasa.

10. Fasilitator menjelaskan materi anatomi dan fungsi organ reproduksi.

11. Fasilitator memberikan kesempatan kepada peserta untuk tanya jawab.

12. Fasilitator membuat kesimpulan dan melakukan refleksi bahwa:

• Membicarakan tentang menstruasi dan mimpi basah bukanlah hal yang tabu, karena mengalami menstruasi dan mimpi basah adalah hal yang wajar dan sangat normal terjadi.

• Remaja perlu mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat mengenai menstruasi dan mimpi basah dari sejak awal, sehingga ketika hal tersebut mulai terjadi, remaja telah siap dan mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk dapat tetap menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksinya.

13. Fasilitator melakukan evaluasi.

Pilihan 2. “Pojok Informasi”

Bahan:

1. Perekat (untuk menempelkan hasil kerja kelompok ke dinding).

2. Kertas.

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai menstruasi dan mimpi basah.

3. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

4. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

5. Fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi dan membuka “Pojok Informasi”.

6. Fasilitator dapat membagi peserta ke dalam dua kelompok (kelompok menstruasi dan kelompok mimpi basah).

7. Fasilitator menugaskan peserta untuk memberikan informasi selengkap mungkin berdasarkan apa yang mereka ketahui mengenai menstruasi dan mimpi basah, digambarkan atau ditulis di kertas plano atau HVS lalu ditempel di dinding.

Batas bawah usia:

13 tahun

Dalam dokumen MODUL KESPRO LUAR SEKOLAH 260122 (Halaman 155-161)