Pendidikan kesehatan reproduksi yang dilaksanakan di luar sekolah akan memberikan dampak yang lebih besar jika program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI menyusun Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di Luar Sekolah ini.
Tujuan modul
Pendidikan dapat dilakukan dalam konteks formal seperti di sekolah, namun juga dalam dilakukan di luar sekolah dalam konteks komunitas atau lembaga luar sekolah lainnya. Melihat ketentuan undang-undang yang telah ada, masalah kesehatan reproduksi remaja di atas, serta peran petugas kesehatan yang strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup sehat remaja maka pendidikan kesehatan perlu diterapkan dalam kegiatan- kegiatan di luar sekolah yang juga merupakan bagian dari layanan kesehatan bagi remaja.
Bagi Fasilitator
Pendekatan komprehensif dibutuhkan karena pembelajaran dalam pendidikan kesehatan reproduksi tidak hanya berkisar pada pengetahuan, namun juga mencakup pengembangan nilai, sikap positif dan keterampilan hidup. Pendidikan ini dapat dilaksanakan oleh para petugas kesehatan baik di Puskesmas, klinik, atau institusi lainnya yang dapat berperan sebagai fasilitator dalam memberikan informasi secara komprehensif dalam proses kegiatan-kegiatan di luar sekolah.
Bagi Remaja
Ruang Lingkup
MATERI TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS Bagian 1
MATERI TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS Bagian 5
Bagian7
KONSEP DASAR
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
DI LUAR SEKOLAH
REMAJA
- Aspek Fisik
- Aspek Psikologis
- Aspek Sosial
Pada masa remaja banyak terjadi perubahan yang merupakan bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangan baik fisik, psikologis dan sosial untuk mempersiapkan diri menuju dewasa. Remaja perlu diberikan pengetahuan terkait perubahan yang dialaminya serta dukungan untuk mengembangkan citra diri yang positif.
Karakteristik Remaja Saat ini
Hal ini perlu difasilitasi dengan stimulus-stimulus yang tepat dan beragam agar kemampuan kognitifnya dapat berkembang dengan lebih optimal. Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang dialami, remaja membutuhkan pengetahuan dan keterampilan baru yang akan mendukungnya untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Karakteristik Generasi Net secara umum adalah sebagai berikut
Informasi mengenai karakteristik ini diharapkan dapat membantu fasilitator dalam memahami remaja sehingga dapat melakukan penyesuaian dalam mempersiapkan metode belajar ataupun dalam melakukan pendekatan kepada remaja.
Mengapa remaja rentan?
8 Isu Kesehatan Remaja
- HIV AIDS
- Pengertian dan Ruang Lingkup Kesehatan Reproduksi
- Hak Anak dan Hak Kesehatan Reproduksi
- Pendidikan Kesehatan Reproduksi
Karena itu perempuan berhak mendapatkan informasi yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi dan alat kontrasepsi yang aman. Penyediaan informasi terkait kesehatan reproduksi adalah bagian dari pemenuhan hak anak dan hak kesehatan reproduksi, dengan berprinsip pada perlindungan anak, baik dalam hal penyampaian informasi maupun penerapannya.
Tujuan Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang Komprehensif bagi Remaja
Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
Mendukung remaja agar mampu dan berdaya, mereka harus memiliki keterampilan hidup baik secara personal maupun sosial. Keterampilan hidup adalah kemampuan untuk beradaptasi dan perilaku positif yang diperlukan seseorang dalam mengatasi tantangan dan kebutuhan hidup sehari-hari secara efektif (World Health Organization, 1997).
Keterampilan Hidup Sehat
PEMANFAATAN MODUL
PENGGUNA MODUL
PENERIMA MANFAAT MODUL
ISI MODUL
BAGIAN SESI
METODE
Pendekatan yang paling efektif untuk mencapai 3 aspek tersebut adalah dengan prinsip “experiential learning” yaitu proses aktif yang melibatkan para peserta untuk dapat belajar melalui pengalamannya sendiri dengan dibantu oleh para fasilitator. Dalam proses ini fasilitator membantu para remaja untuk melakukan atau merefleksikan sesuatu yang pernah dan atau akan mereka lakukan, kemudian mereka akan diminta untuk menganalisa perilaku tersebut, mengambil kesimpulan hasil analisa lalu merumuskan perubahan yang kemudian akan dilakukan.
METODE
Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, metode yang digunakan harus bersifat partisipatif dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, keaktifan peserta, dan batas perhatian remaja untuk berkonsentrasi.
YANG BERKEMBANG
- PRINSIP-PRINSIP PENDEKATAN FASILITATOR
- TAHAP PERSIAPAN
- MONITORING DAN EVALUASI
- ADAPTASI MODUL
Fasilitator sangat perlu untuk memperhatikan pendekatan yang digunakan/dilakukan dalam proses pembelajaran pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Fasilitator dapat memberikan kesempatan bagi remaja untuk belajar mengidentifikasi hal-hal yang dapat membantu dirinya meminimalkan risiko dari perilaku dan membuat keputusan terkait hal tersebut.
NILAI, KONSEP DIRI DAN BATASAN DIRI
Mengenali Nilai dan Norma
Pendahuluan
Tujuan
Kegiatan
Media dan Alat Bantu
Langkah Kegiatan
Garis Nilai
GARIS NILAI
- Merokok merupakan hak seseorang, jadi tidak perlu dilarang Petunjuk
- Remaja perempuan menegur teman laki-laki yang mengintip rok temannya
- Remaja berusia 10-13 tahun boleh berpacaran Petunjuk
- Melihat video porno adalah hal yang wajar bagi remaja Petunjuk
- Mencoba NAPZA, sekali-kali tidak apa apa, biar tidak penasaran Petunjuk
- Fenomena Remaja Masa Kini
- Arisan Nilai”
Fasilitator menanamkan kepada para peserta bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan mendorong peserta untuk berdiskusi. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa pertemuan/kegiatan ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.
ARISAN NILAI
Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda. Selain itu, infomasi dan pendidikan yang komprehensif akan membantu membentuk nilai-nilai yang baik yang akan menjadi dasar dalam mengambil keputusan.
Lembar Kerja Kegiatan
BELAJAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION MAKING)
Pengambilan keputusan akan dipengaruhi oleh nilai, norma dan budaya yang berlaku pada seseorang dan dilakukan dalam keseharian kita. Pada sesi ini akan dibahas mengenai belajar mengambil keputusan, dan langkah-langkah dalam pengambilan keputusan.
Apa yang akan kamu lakukan?”
Suatu hari, Yuli bermain bersama teman-temannya ke sebuah taman, tiba tiba Yuli mendapatkan menstruasi dan tidak membawa pembalut. Temannya mengajak Agus untuk melakukan tantangan menang dan kalah, apabila kalah harus mencoba merokok didepan teman-temannya.
Studi Kasus Keputusan”
KASUS PETUNJUK UNTUK FASILITATOR Kasus 1
- Kartu Keputusan”
- KONSEP DIRI
- Gambaran Diriku
- Kenali Diri
- Inilah Aku
- Batasan Diri, Hak Atas Tubuh dan Persetujuan
Diharapkan dengan konsep diri yang positif maka remaja juga dapat menentukan batasan diri dengan tegas serta mampu untuk melakukan relasi dengan orang lain secara sehat dengan memperhatikan persetujuan dalam interaksi yang dilakukan. Fasilitator meminta beberapa peserta untuk membacakan isi kertasnya (hanya bila peserta bersedia menyampaikan isi kertasnya).
Langkah dan Kegiatan
Boleh atau Tidak Boleh”
- Fasilitator menyimpulkan dan merefleksikan bahwa
Setiap orang akan memiliki batasan diri yang berbeda, jika terjadi perbedaan, penting untuk dikomunikasikan dan perlu untuk saling bertoleransi dan menghargai batasan diri masing-masing. Remaja harus mampu mempunyai keberanian untuk menolak dan keterampilan berkomunikasi ketika merasa tidak nyaman, atau mengalami pelecehan.
Studi Kasus Batasan diri”
Ingatkan remaja dengan underwear rules, yaitu semua organ tubuh yang berada dibalik pakaian dalam harus dijaga dan tidak oleh terlihat oleh orang lain. Setiap kali Tina berbicara dengan orang lain, Yati selalu ingin tahu apa yang mereka bicarakan karena menurut Yati seharusnya diantara sahabat tidak boleh ada rahasia.
Membuat Contoh Batasan Diri”
Ada hal-hal tertentu yang kita perbolehkan orang lain lakukan pada diri kita, namun ada hal lain yang tidak kita perbolehkan, dan ketika menyatakan boleh atau tidak, itu adalah persetujuan. Diskusikan dan buatlah cerita yang menggambarkan batasan diri, privasi dan hak atas tubuh, serta persetujuan seseorang secara berkelompok 2.
Bahan Bacaan
Nilai
Norma
Macam-macam norma
Fungsi norma
Penerapan nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari terkait kesehatan reproduksi
Belajar Mengambil Keputusan
Pengambilan Keputusan (Decision Making)
Konsep Diri
Konsep Diri
Konsep diri adalah semua ide-ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sundeen,1991: 372). Pengalaman awal dalam kehidupan keluarga merupakan dasar pembentukan konsep diri karena keluarga dapat memberikan perasaan diri yang kuat dan tidak kuat serta perasaan diterima atau ditolak.
Komponen konsep diri
Batasan Diri, Hak Atas Tubuh dan Persetujuan
- Batasan Diri
- Privasi dan Hak Atas Tubuh
- Persetujuan
Setiap orang harus saling menghargai dan menjaga privasi dan hak atas tubuh dengan orang lain. Dan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa persetujuan adalah bagian tubuh yang ditutupi pakaian dalam.
HUBUNGAN
DENGAN ORANG LAIN
- KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI EFEKTIF
- Emojiku”
- Suka yang mana?”
- Bermain Peran”
- PERTEMANAN
- Ini Temanku”
- Lingkar Pertemanan”
Fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi bahwa Setiap situasi dapat dikomunikasikan dengan cara yang berbeda oleh remaja, remaja diarahkan untuk melakukan komunikasi asertif. Fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi bahwa setiap situasi dapat dikomunikasikan dengan cara yang berbeda oleh remaja, remaja diarahkan untuk melakukan komunikasi asertif.
LINGKAR PERTEMANAN
Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.
Yuk buat Lingkaran
Perlakuan Baik”
Setelah selesai menulis, minta mereka menempelkan pada kertas/papan tulis yang telah diberi tanda untuk bagian Perlakuan Baik dan Perlakuan Buruk. Berteman dengan siapa saja, namun tetap menjaga diri dari teman yang memberikan pengaruh tidak baik.
Toleransi dan Saling Menghargai
Temukan 5 Perbedaan Perempuan”
Temukan 5 perbedaan laki-laki”
10 Perbedaan”
CINTA KASIH SAYANG DAN EKSPRESI CINTA
Cinta”
Hal yang utama dalam cinta dan kasih sayang adalah mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengekspresikan cinta kepada orang lain. Cinta dan kasih sayang memberikan dampak positif bagi remaja, yaitu memberikan semangat dan motivasi untuk meraih cita-cita ke depan, selain juga membuat remaja menjadi lebih peduli terhadap diri sendiri dan orang lain.
Cinta Masa Remaja”
Cinta dan Ekspresi Cinta”
PENYANYI KOREA IDOLAKU”
TEMANKU IDOLAKU”
KELUARGA
Orang Terdekatku”
Sampaikan bahwa remaja juga perlu mengembangkan rasa empati dan sabar kepada orangtuanya, interaksi harus berlangsung dua arah, sehingga remaja juga perlu berdaya dan bergerak untuk melakukan tindakan yang dapat memperbaiki situasi jika terjadi masalah di dalam keluarga. Remaja juga sudah harus belajar bertanggungjawab dan menjalankan peran yang sesuai usia di dalam keluarga.
Surat untuk Orang Tua
Tuliskan apa yang ingin mereka sampaikan kepada orangtua di dalam surat tersebut misalnya keinginan mereka mengenai komunikasi dengan orangtuanya, harapan atau doa mereka untuk orangtua, dan lain-lain. Sampaikan bahwa mereka dapat memberikan surat tersebut kepada orangtuanya jika berkenan, namun tidak boleh dipaksakan.
Disko Keluarga
Deni lebih banyak menghabiskan waktu bermain bersama temannya atau ketika di rumah, ia lebih banyak bermain game online atau chatting di sosial media. Orangtuanya berharap Deni bisa lebih banyak membantu pekerjaan rumah tangga seperti membantu menjaga/mengajak adiknya bermain.
Komitmen Jangka Panjang dan Persiapan Perkawinan
Membangun Keluarga”
Pernikahan tidak hanya membutuhkan kasih sayang, namun ada kebutuhan yang perlu dipenuhi seperti sandang, pangan dan papan. Penting bagi remaja untuk memahami persiapan apa saja yang perlu dilakukan agar dapat lebih menyiapkan diri sebelum memutuskan untuk menjalani kehidupan perkawinan.
Keterampilan Berkomunikasi
Keterampilan Komunikasi
Agresif Pasif Asertif
Pertemanan
Teman Sebaya
Hubungan sehat dan tidak sehat dengan orang lain
Toleransi Dan Saling Menghargai
Toleransi dan Menghargai untuk Melawan Perundungan, Stigma dan Diskriminasi
Stigma dan Diskriminasi
Cinta Kasih Sayang dan Ekspresi Cinta
Cinta
Seseorang yang sama bisa saja memberi arti cinta yang berbeda di situasi atau suasana hati yang berbeda. Misalnya, remaja yang lain yang sedang dibuai kasih sayang, mungkin akan memberi arti cinta dengan sejuta rasa yang menyenangkan.
Dampak Cinta yang Positif
Dampak Cinta yang Negatif
Ekspresi Cinta
Keluarga
Keluarga
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah
Fungsi sosialisasi dan pendidikan memiliki makna bahwa keluarga sebagai tempat untuk mengembangkan proses interaksi dan tempat untuk belajar bersosialisasi serta berkomunikasi secara baik dan sehat. Fungsi ekonomi bermakna bahwa keluarga sebagai tempat membina dan menanamkan nilai-nilai keuangan keluarga dan perencanaan keuangan keluarga sehingga terwujud keluarga sejahtera.
Komunikasi di dalam Keluarga
Komitmen Jangka Panjang dan Persiapan Perkawinan
Komitmen
Ciri-ciri Komitmen
Persiapan Perkawinan
Kesiapan Usia
Kesiapan Fisik
Persiapan Kesehatan Pranikah
Kesiapan Finansial
Kesiapan Mental
Kesiapan Emosi
Kesiapan Sosial
PERTUMBUHAN
DAN PERKEMBANGAN REMAJA
PUBERTAS
Remaja perlu dipersiapkan dalam menghadapi perubahan ini, agar dapat menerimanya dengan lebih positif serta menerapkan perilaku yang diharapkan agar dapat tumbuh menjadi remaja yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Kesiapan remaja secara fisik dan mental menjalani masa remaja dengan segala perubahannya akan membantunya untuk menjalani masa remaja dengan lebih stabil, dan menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.
Ular Tangga Pubertas”
Lembar Kegiatan
TANGGA ULAR
- Drama Queen/King”
- dua orang pemain)
- tiga orang pemain)
- Disko Masa Pubertas”
- ANATOMI DAN FUNGSI ORGAN REPRODUKSI
- Tubuhku”
- Dimanakah Aku?”
Membicarakan organ reproduksi bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan oleh remaja, apabila hal ini masih terjadi, dapat menyebabkan perhatian yang kurang dalam menjaga kesehatan, oleh karena itu membuka diskusi mengenai hal ini akan menumbuhkan pemahaman yang lebih baik. Membicarakan organ reproduksi bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan oleh remaja, apabila hal ini masih terjadi, dapat menyebabkan perhatian yang kurang dalam menjaga kesehatan, oleh karena itu membuka diskusi mengenai hal ini akan menumbuhkan pemahaman yang lebih baik.
DIMANAKAH AKU?
SIMPANLAH AKU DITEMPAT YANG TEPAT!
SCROTUM
UTERUS
DEFERENS VAS
KELENJAR
KEMIH
TUBA FALLOPI
VAGINA
URETRA CERVIKS PENIS
PEREMPUAN LAKI-LAKI
DEFERENS VAS KELENJAR
PROSTAT
KANTUNG KEMIH
URETRA CERVIKS
PENISOVARIUM
TESTIS
Apa Namaku?”
APA NAMAKU?
- MENSTRUASI DAN MIMPI BASAH
- Pengalaman Pertamaku”
- Menstruasi
- Mimpi Basah
- Pojok Informasi”
Salah satu hal yang cukup signifikan pada masa pubertas adalah mulai terjadinya menstruasi pada remaja perempuan dan mimpi basah pada remaja laki-laki. Apa yang harus dilakukan oleh Rosan?: segera mandi dan membersihkan diri, mencari informasi mengenai mimpi basah.
KELOMPOK A
Fasilitator menugaskan peserta untuk memberikan informasi selengkap mungkin berdasarkan apa yang mereka ketahui mengenai menstruasi dan mimpi basah, digambarkan atau ditulis di kertas plano atau HVS lalu ditempel di dinding.
KELOMPOK B
Lingkaran Mitos dan Fakta “
Pertanyaan selanjutnya akan dijawab oleh peserta lain yang ditunjuk oleh peserta pertama dan seterusnya secara acak sampai semua peserta mendapatkan giliran. Membicarakan tentang menstruasi dan mimpi basah bukanlah hal yang tabu, karena mengalami menstruasi dan mimpi basah adalah hal yang wajar dan.
LINGKARAN MITOS DAN FAKTA
Mengenal mitos atau fakta dalam menstruasi dan mimpi basah akan mengurangi pemahaman yang salah mengenai menstruasi dan mimpi basah. Remaja perlu mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat mengenai menstruasi dan mimpi basah dari sejak awal, sehingga ketika hal tersebut mulai terjadi, remaja telah siap dan mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk dapat tetap menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksinya.
Lembaran Kerja Kegiatan
- MENGELOLA DORONGAN SEKSUAL
- Wajarkah” versi duduk berdiri
- Wajarkah” versi kepal tangan
- Wajarkah Versi Kursi Panas”
Fasilitator mengajak peserta untuk mengikuti permainan “Wajarkah”, fasilitator akan membacakan pernyataan-pernyataan berikut, dan akan menanyakan apakah hal tersebut wajar terjadi pada remaja atau tidak beserta alasannya. Fasilitator mengajak peserta untuk mengikuti permainan “kursi panas”, fasilitator akan membacakan pernyataan-pernyataan, dan akan menanyakan apakah hal tersebut wajar terjadi pada remaja atau tidak beserta alasannya.
KURSI PANAS
CITRA DIRI POSITIF
Pada sesi ini, akan dibahas mengenai citra diri, citra diri adalah persepsi atau gambaran seseorang mengenai dirinya. Oleh karena itu, sangat penting bagi remaja untuk memiliki citra diri positif, sehingga tumbuh menjadi remaja yang lebih percaya diri dan mencintai diri sendiri.
Media dan Alat bantu
Kertas Lipat dari Teman
Fasilitator menyampaikan bahwa apa yang dituliskan tersebut adalah bagaimana orang lain melihat citra diri kita. Mensyukuri hal-hal yang dimiliki serta mengapresiasi capaian-capaian walaupun sekecil apapun dapat membantu menciptakan citra diri yang lebih positif.
KERTAS LIPAT DARI TEMAN
Kamu Unik
Fasilitator menyampaikan bahwa apa yang dituliskan/disebutkan adalah citra diri yang ingin dimiliki dan ditampilkan kepada orang lain (ideal self). Citra diri negatif dimiliki seseorang yang merasa tidak puas akan dirinya, merasa tidak percaya diri dan melihat lebih banyak kepada kekurangan yang dimilikinya sehingga terkadang ia lupa atau tidak sadar bahwa dirinya juga memiliki kelebihan.
Andai Aku Menjadi Dia
Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik membanding diri dengan diri sendiri agar hari besok menjadi lebih baik daripada hari ini.
Pubertas
Pertumbuhan dan Perkembangan
Perubahan Fisik, Psikologis dan Sosial Remaja pada Masa Pubertas
REMAJA PEREMPUAN REMAJA LAKI-LAKI
Remaja laki-laki perlu memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika belum mengalami perubahan ukuran alat genitalnya di usia 14 tahun. Remaja perempuan perlu memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika belum mengalami menstruasi di usia 16 tahun.
Hal yang perlu diperhatikan terkait masa pubertas Pruning
Tips menghadapi masa pubertas bagi orangtua (orang dewasa disekitar remaja)
Tips menghadapi masa pubertas bagi remaja
Anatomi dan organ reproduksi 1. Organ Reproduksi Perempuan
NO BAGIAN ALAT
REPRODUKSI PEREMPUAN FUNGSI
Organ Reproduksi Laki-LakiNO BAGIAN ALAT
5 Ovarium: organ di kiri dan kanan rahim di ujung saluran fimbria dan terletak di rongga pinggul indung telur. 6 Tuba Fallopi disebut juga saluran telur yaitu saluran di kiri dan kanan rahim yang dilalui oleh ovum (sel telur) dari indung telur (ovarium) menuju rahim. Tempat berjalannya sel telur setelah keluar dari ovarium. konsepsi) atau bertemunya sel telur dengan sperma.
NO BAGIAN ALAT REPRODUKSI
Cara Merawat Organ Reproduksi
Mentruasi dan Mimpi Basah Menstruasi
Proses menstruasi
Agar tidak tembus sebaiknya sering mengganti pembalut dan selalu membawa cadangan pembalut saat ke sekolah atau ketika bepergian.
Fakta dan Mitos Terkait Menstruasi
Tips untuk remaja perempuan saat menstruasi
Remaja putri perlu minum tablet penambah darah 1x sehari untuk mengganti zat besi yang hilang selama menstruasi. Jika mengalami nyeri atau kram perut selama menstruasi dapat diatasi dengan minum air hangat, melakukan peregangan atau olahraga ringan.
Mimpi Basah
Jika tidak tahan sakit, dapat minum obat anti nyeri atau pereda rasa sakit setiap 6 jam sekali atau tanya pada dokter/petugas kesehatan terdekat.
Proses Mimpi Basah
Mengendalikan Dorongan Seksual
Salah satu hal yang juga berkembang adalah mulai munculnya dorongan seksual, yang dapat muncul dalam bentuk perilaku seksual. Dorongan seksual tidak harus tersalurkan dalam bentuk perilaku seksual dan sentuhan fisik, perasaan dan emosi juga bagian dari dorongan seksual.
Tips mengendalikan dorongan seksual
Yang terpenting adalah bagaimana mengelola dorongan tersebut secara sehat sehingga muncul perilaku seksual yang sehat pula. Perilaku seksual merupakan perilaku yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan untuk mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai perilaku.